Anda di halaman 1dari 4

ALAT KONTRASEPSI IBU PADA MASA NIFAS ATAU PASCA MELAHIRKAN

November 28, 2016 admin

kb

“Penting bagi para ibu baru untuk dapat mengakses informasi yang dapat diandalkan mengenai
kontrasepsi setelah memiliki bayi. Kami tahu bahwa bagi kebanyakan perempuan, perubahan
dramatis dalam hidup mereka artinya mereka ingin mempertimbangkank embali metode apa yang
akan digunakan,” papar Tracey Forsyth, kepala perawat kontrasepsi dari BPAS.

TABLOID-NAKITA.com – Mengapa setelah melahirkan, ibu perlu pakai kontrasepsi?

Karena masa subur setelah melahirkan bisa datang lebih cepat daripada yang Anda perkirakan.
Jangan kaget kalau alat kontrasepsi sudah harus Anda gunakan tiga minggu setelah melahirkan,
demikian salah satu poin dalam pamflet yang dikeluarkan oleh The British Pregnancy Advisory
Service (BPAS). BPAS meluncurkan pamflet tersebut setelah terjadi peningkatan terjadinya
kehamilan yang tidak direncanakan pada kaum perempuan yang belum lama melahirkan.

Pedoman ini juga menjadi jawaban bagi para ibu menyusui yang mempertanyakan perlunya
memakai alat kontrasepsi ketika masiih menyusui. Para ibu umumnya juga mempertanyakan
metode kontrasepsi yang aman digunakan ketika masih menyusui.

1. Alat kontrasepsi pada masa nifas untuk ibu meyusui

a. MAL

MAL adalah kontrasepsi yang mengandalakn pemberian ASI secara eksklusif. MAL dapat dipakai
sebagai kontrasepsi bila : menyusui secara penuh, lebih efektif jika pemberian pada saat ibu belum
haid sebanyak 8x sehari dan usia bayi kurang dari 6 bulan. Efektif sampai 6 bulan dan harus
dilanjutkan dengan pemakaian meted kontrasepsi lainnya.

b. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan rata-rata dalam jangka waktu 5
tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan berat tubuh di atas 75 kilogram
memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi

c. IUD

IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika ingin
menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan sedang menyusui.

d. Tubektomi

Metode yang digunakan adalah dengan melakukan operasi kecil pada daerah rahim dengan tujuan
untuk mengikat saluran tuba falopii sehingga sel telur yang diproduksi tidak akan terbuahi.
Tubektomi ini dilakukan jika seorang perempuan sudah mempunyai anak lebih dari tiga, tidak ingin
punya anak lagi, dan berusia diatas 35 tahun. Sebelum dilakukan metode ini, akan ada lembar
persetujuan yang harus ditandangi oleh pasangan suami.

2. Alat kontrasepsi pada masa nifas untuk ibu meyusui

a. KB suntik

Kontrasepsi suntikan adalah pencegah kehamilan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat
berisi Depo Medorxi Progesterone Acetate (DMPA) pada otot (intra muskuler) di bagian bokong
(gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan. Cara kontrasepsi yang satu ini dinilai baik untuk
wanita yang masih menyusui anaknya dan dapat langsung digunakan setelah melahirkan.

Suntikan pertama dapat dilakukan dalam waktu empat minggu setelah melahirkan dan suntikan
berikutnya diberikan setiap satu bulan atau tiga bulan berikutnya.

b. IUD
IUD ( Intra Uterine Device) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang
berdaya guna dari 2 hingga 5 tahun. Setelah itu, alat ini dapat diganti dengan yang baru jika ingin
menjauhkan jarak lahir anak selanjutnya. Dipasang setinggi mungkin dalam rongga rahim (cavum
uteri). Spiral juga merupakan alat kontrasepsi yang sesuai jika ibu dalam keadaan Sedang menyusui.

c. Implant

Implan hormon sering disebut juga Norplant (satu-satunya merk implant yang beredar di Indonesia)
dan di daerah pada umumnya disebut susuk. Alat kontrasepsi jangka panjang ini berbentuk seperti
serpihan kayu dan dipasang di bawah kulit, di atas lengan atas wanita dan masing-masing
mengandung progestin lenovogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB.
Implan hormon memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan rata-rata dalam jangka waktu 5
tahun pemakaian adalah 3,9 persen. Tapi untuk wanita dengan berat tubuh di atas 75 kilogram
memiliki resiko kegagalan yang lebih tinggi.

d. Tubektomi

Tubektomi adalah metode kontrasepsi permanen dengan melakukan pemblokiran saluran telur
wanita sehingga sel telur tidak bisa masuk ke dalam rahim. Cara pemblokiran pun ada beberapa
cara, yaitu dengan menggunakan implant, klip, atau cincin serta dengan memotong atau mengikat
saluran telur wanita. Sedangkan vasektomi adalah prosedur bedah minor yang memutus deferentia
vasa manusia dan kemudian diikat/ ditutup untuk mencegah sperma dari memasuki aliran mani
(ejakulasi).

e. Pil KB kombinasi

Pil sebagai alat kontrasepsi yang diminum merupakan cara pencegahan kehamilan sementara yang
paling efektif bila diminum secara teratur. Pil dapat digunakan untuk menghindari kehamilan
pertama atau menjarangkan waktu kehamilan-kehamilan berikutnya sesuai dengan keinginan
wanita. Pil dapat digunakan setelah terjadinya keguguran, menstruasi atau pada masa post partum
bagi ibu yang tidak menyusui bayinya. Beberapa pil KB kini dikembangkan untuk ibu-ibu yang
menyusui bayinya. Untuk konsumsi pil KB ini sebaiknya Anda diskusikan dengan dokter kandungan,
disesuaikan dengan kondisi masing-masing (menyusui atau tidak atau ada kontra indikasi lainnya)
Sumber:

http://tabloid-nakita.com/Kehamilan/Setelah-Melahirkan-Ibu-Perlu-Pakai Kontrasepsi.
http://bidanliares.blogspot.co.id/2012/04/kb-masa-nifas.html