Anda di halaman 1dari 13

1

HUBUNGAN STUNTING DAN RIWAYAT PANJANG LAHIR DENGAN


PRESTASI BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR INPRES TARUS 1
NUSA TENGGARA TIMUR
Anastasia Longa Selasa1, Rahel Rara Woda2, Irene K.L.A. Davidz3
1
Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana
2
Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana
3
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Nusa Cendana

ABSTRAK

Stunting merupakan kondisi kronis yang menggambarkan terhambatnya


pertumbuhan karena malnutrisi jangka panjang. Angka prevalensi stunting di NTT
dan di Kabupaten Kupang masih tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat.
Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya panjang badan lahir
pendek. Stunting dan riwayat panjang lahir pendek dapat menghambat
perkembangan kognitif anak yang berdampak pada prestasi belajarnya. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stunting dan riwayat panjang lahir
dengan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar Inpres Tarus 1 NTT. Penelitian
ini menggunakan desain kohort retrospektif dengan jumlah sampel 43 orang yang
diambil dengan metode consecutive sampling. Penilaian stunting dengan
menggunakan Z-score yang dihitung berdasarkan tabel TB/U oleh WHO 2007.
Penilaian riwayat panjang lahir berdasarkan ketetapan Kementerian Kesehatan RI
2010. Sedangkan prestasi belajar dinilai dengan merata-ratakan nilai rapor
matematika dan sains dari siswa. Analisis data menggunakan uji Korelasi
Spearman. Siswa yang stunting dan riwayat panjang lahir pendek (kelompok
dengan faktor risiko) berjumlah 16 siswa (37,2%) dan siswa yang tidak stunting
dan panjang lahir normal (kelompok tanpa faktor risiko) berjumlah 27 siswa
(62,8%). Ada hubungan antara stunting dan riwayat panjang lahir dengan prestasi
belajar pada siswa Sekolah Dasar Inpres Tarus 1 NTT (p = 0,047; r = 0,304). Perlu
dilakukan upaya preventif dengan memperhatikan asupan nutrisi pada ibu hamil,
balita dan anak usia sekolah serta memperhatikan status kesehatan anak untuk
mencegah stunting, riwayat panjang lahir pendek dan prestasi belajar yang rendah.

Kata Kunci : stunting, riwayat panjang lahir, prestasi belajar.


2

CORRELATION BEETWEEN STUNTING AND BIRTH LENGTH HISTORY


WITH LEARNING ACHIEVEMENT ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENT
INPRES TARUS 1 EAST NUSA TENGGARA
Anastasia Longa Selasa1, Rahel Rara Woda2, Irene K.L.A. Davidz3

1
Faculty of Medicine of Nusa Cendana University
2
Department of Social Health of Nusa Cendana University
3
Department of Pediatric Health of Nusa Cendana University

ABSTRACT

Stunting is a chronic condition that describes the growth retardation due to long
term malnutrition. The prevalence rate of stunting in NTT and Kabupaten Kupang
is still high and become a public health problem. Stunting can be caused by
several factors, one of which was short birth length history. Stunting and short
birth length history can inhibit cognitive development of children who have an
impact on academic achievement. This study aims to analyze correlation beetween
stunting and birth length history with learning achievement on elementary school
student Tarus 1 East Nusa Tenggara. This study used a retrospective cohort design
with a 43 sample who were taken with consecutive sampling method. Assessment
of stunting using the Z-score is based on the table TB/U by WHO 2007.
Assessment of birth length history based on decree of the Ministry of Health,
2010. While learning achievement assessed by averaging the grades mathematics
and science. Data analysis is using Spearman correlation test. Students who were
stunting and short birth length history (the group with risk factors) amounted to 16
students (37.2%) and students who are not stunting and normal birth length (group
without risk factors) amounted to 27 students (62.8%). There is a correlation
between stunting and birth length history with learning achievement in elementary
school students Inpres Tarus 1 NTT (p = 0,047; r = 0,304). Preventive efforts
should be made by paying attention to nutrition in pregnant women, infants and
school-age children and pay attention to the health status of children to prevent
stunting, a short birth length history and low learning achievement.

Keywords: stunting, a birth length history, learning achievement.


3

PENDAHULUAN masalah yang serius). Sedangkan


prevalensi stunting untuk anak usia 5-12
Stunting merupakan kondisi kronis tahun di NTT sekitar 41%.(7)
yang menggambarkan terhambatnya RISKESDAS Provinsi NTT tahun
pertumbuhan karena malnutrisi jangka 2007 menunjukkan, bahwa Kabupaten
panjang.(1) Stunting merupakan keadaan Kupang berada pada urutan ke-5
postur tubuh pendek yang timbul karena prevalensi stunting tertinggi per kota dan
malnutrisi kronis.(2) Stunting merupakan kabupaten.(8) Berdasarkan data penelitian
masalah kurang gizi yang masih mendunia sebelumnya oleh Sanusi (2012) di wilayah
terutama pada negara-negara berkembang, kerja Puskesmas Tarus didapatkan sekitar
90% anak-anak yang stunting hidup di 417 balita yang mengalami stunting pada
wilayah Asia dan Afrika.(3) periode Juni-Desember 2012 dari 1.894
Menurut data World Health balita yang berkunjung.(9) Pada penelitian
Organization (WHO) tahun 2012, terdapat sebelumnya yang dilakukan oleh Kartika
sekitar 162 juta anak di bawah lima tahun (2013) di Sekolah Dasar Inpres Tarus 1
yang mengalami stunting dan 56% berada Kupang didapatkan bahwa dari 110 anak
di Asia.(4) Data dari Unicef tahun 2011 yang menjadi sampel penelitian sekitar 51
menyatakan bahwa terdapat 165 juta anak orangnya (46,4%) mengalami stunting.(10)
di bawah lima tahun mengalami stunting Stunting dapat disebabkan oleh
di dunia. Lima negara yang memiliki beberapa faktor, yakni panjang badan lahir
jumlah terbanyak yaitu: India (61,7 juta), pendek, berat bayi lahir rendah, asupan
Nigeria (11 juta), Pakistan (9,6 juta), makanan, riwayat infeksi, tingkat
China (8 juta) dan Indonesia (7,5 juta).(5) pendidikan orang tua dan keadaan sosial
Menurut data Indonesia Nutrition ekonomi keluarga.
Profil April 2014 sekitar 9,2 juta (37%) Panjang lahir bayi akan berdampak
balita di Indonesia mengalami stunting.(6) pada pertumbuhan selanjutnya, seperti
Sedangkan berdasarkan data RISKESDAS pada hasil penelitian yang dilakukan di
2013, prevalensi balita stunting di Kecamatan Pati Kabupaten Pati didapatkan
Indonesia adalah sebesar 37,2%, angka ini hasil bahwa panjang badan lahir pendek
mengalami kenaikan dibandingkan dengan merupakan salah satu faktor risiko balita
tahun 2010 yaitu sekitar 35,6%. stunting usia 12-36 bulan dengan nilai p =
Berdasarkan data RISKESDAS ini juga 0,000 dan nilai OR = 2,81, hal ini
prevalensi stunting pada anak usia 5-12 menunjukkan bahwa bayi yang lahir
tahun di Indonesia adalah 30,7%.(7) dengan panjang badan pendek memiliki
Menurut data RISKESDAS 2013, risiko 2,8 kali mengalami stunting
sekitar 52% balita di Nusa Tenggara Timur dibanding bayi dengan panjang lahir
(NTT) mengalami stunting, dan NTT normal.(11)
menempati urutan pertama dengan Di dalam kandungan, janin akan
prevalensi stunting tertinggi pada balita tumbuh dan berkembang melalui
dan ini merupakan masalah kesehatan pertambahan berat dan panjang badan,
masyarakat yang serius menurut WHO perkembangan otak serta organ-organ
(bila prevalensi stunting 30-39% dianggap lainnya. Janin mempunyai plastisitas yang
sebagai masalah berat, dan bila tinggi, artinya janin akan dengan mudah
prevalensinya ≥ 40% dianggap sebagai menyesuaikan diri terhadap perubahan
4

lingkungannya baik yang menguntungkan belajarnya, akibatnya berpengaruh pada


maupun yang merugikan pada saat itu. prestasi belajar anak di
(13,14,15,16,17,18)
Kekurangan gizi yang terjadi dalam sekolah.
kandungan menyebabkan janin melakukan Prestasi belajar siswa merupakan
reaksi penyesuaian. Secara paralel bagian dari kemampuan kognitif yang
penyesuaian tersebut meliputi perlambatan menjadi salah satu indikator kesuksesan
pertumbuhan dengan pengurangan jumlah proses pendidikan di tiap jenjang.
dan pengembangan sel-sel tubuh termasuk Pendidikan merupakan salah satu penentu
sel otak dan organ tubuh lainnya. Hasil indeks pembangunan manusia (Human
reaksi penyesuaian akibat kekurangan gizi Development Indeks) di samping kesehatan
diekspresikan dengan bentuk tubuh yang dan ekonomi.(19) Data dari United Nation
pendek, rendahnya kemampuan kognitif Development Program (UNDP) tahun
atau kecerdasan sebagai akibat tidak 2011, diketahui bahwa indeks
optimalnya pertumbuhan dan pembangunan manusia Indonesia masih
perkembangan otak (Bappenas, 2012).(11) rendah. Di antara 187 negara yang di
Berdasarkan laporan Nutrition in the first survei, Indonesia menempati posisi ke-
1,000 Days State of The World’s Mother 124. Survei dari Political and Economic
tahun 2012 menyatakan bahwa kejadian Risk Consultant (PERC) menunjukkan
stunting dipengaruhi oleh kondisi pada kualitas pendidikan di Indonesia berada
masa 1000 hari kehidupan yaitu mulai dari pada peringkat ke-12 dari 12 negara di
janin berada dalam kandungan sampai Asia.(20) Trends In Mathematic and
anak tersebut berusia 2 tahun dan masa ini Science Study (TIMSS) tahun 2003,
disebut dengan masa critical windows, mengemukakan fakta bahwa prestasi
karena pada masa ini terjadi belajar siswa Indonesia masih tergolong
perkembangan otak dan pertumbuhan rendah dilihat dari peringkat nilai
badan yang cepat, sehingga bila asupan matematika dan sains.(19) Sedangkan
nutrisi yang diberikan tidak optimal maka menurut data hasil Ujian Nasional (UN)
dapat berpotensi anak menjadi stunting.(11) Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun
Stunting merupakan keadaan kurang 2013, Provinsi NTT menempati peringkat
gizi yang dapat menyebabkan gangguan ke–29 dari 33 provinsi di Indonesia, dan
pertumbuhan dan perkembangan fisik pada tahun 2012 dan tahun 2011 Provinsi
maupun mental, perkembangan NTT menempati peringkat terakhir
kecerdasan, menurunkan daya tahan, nasional.(9)
mengurangi tingkat kreatifitas dan Prestasi belajar pada siswa dapat
produktifitas bahkan meningkatkan angka diukur dengan melihat hasil pendidikan
kesakitan dan kematian.(12,13,14,15,16) melalui laporan pendidikan (rapor).(20)
Stunting menggambarkan keadaan kurang Menurut penelitian Ijarotimi dan
gizi yang kronis dimana suplai nutrisi yang Ijadunola di Nigeria (2007), ditemukan
diperlukan tubuh termasuk otak bahwa, pada anak yang kekurangan gizi
berkekurangan. Hal ini menyebabkan akan terjadi perubahan pada metabolisme
perkembangan otak tidak optimal, yang berdampak pada kemampuan kognitif
sehingga dapat berpengaruh pada dan kemampuan otak. Karena keadaan
perkembangan kognitif anak, performance kurangnya asupan nutrisi pada anak seperti
anak di sekolah dan kemampuan kekurangan energi protein, akan berefek
5

pada fungsi hippocampus dan korteks Berdasarkan uraian di atas peneliti


dalam membentuk dan menyimpan tertarik untuk melakukan penelitian
memori. Sorhaindo dan Feinstein (2006) di mengenai dampak dari stunting dan
London juga menyatakan bahwa terdapat riwayat panjang lahir terhadap prestasi
hubungan antara status gizi dengan belajar di siswa Sekolah Dasar (SD) Tarus
prestasi belajar. Dalam penelitiannya, 1 Kupang Nusa Tenggara Timur.
mereka menemukan bahwa gizi buruk
yang dialami anak akan mempengaruhi METODE PENELITIAN
sistem imun sehingga anak lebih mudah Penelitian ini merupakan penelitian
menderita penyakit infeksi. Keadaan ini analitik observasional dengan pendekatan
akan mempengaruhi kehadiran anak di kohort retrospektif. Penelitian ini akan
sekolah sehingga anak cenderung dilakukan pada siswa kelas IV, V dan VI
tertinggal dalam proses pembelajaran di SD Inpres Tarus 1 Nusa Tenggara
sehingga mempengaruhi prestasi belajar Timur pada bulan September-Oktober
anak.(19) 2015. Jumlah sampel sebanyak 43 anak
Menurut penelitian Hayatus Rosita, et diambil secara consecutive sampling. Data
al.,(2013) tentang hubungan status gizi mengenai tinggi badan anak diukur secara
dengan prestasi belajar di kota langsung, data mengenai riwayat panjang
Padangpanjang mendapatkan hubungan lahir diminta dari orang tua dan data
signifikan antara status gizi stunting mengenai prestasi belajar diperoleh dengan
dengan prestasi belajar dengan nilai p = merekap nilai matematika dan sains siswa
0,005 (p < 0,05).(19) Penelitian cross- dari rapornya. Analisi data terdiri atas
sectional yang pernah dilakukan di analisis univariat dan analisis bivariat.
Kalimantan Barat, menunjukkan anak- Analisis bivariat menggunakan uji statistik
anak yang sangat pendek (severely Korelasi Spearman.
stunted) memiliki IQ yang jauh lebih
rendah dibandingkan dengan anak-anak HASIL DAN PEMBAHASAN
yang hanya pendek (stunting).(20) Berbeda Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah
dengan hasil penelitian di atas, penelitian Dasar Inpres Tarus 1 yang terletak di Desa
yang dilakukan oleh Ova Satya di Banda Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah,
Aceh tahun 2012 mendapatkan bahwa Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
tidak terdapat hubungan yang signifikan Berdasarkan pengambilan data yang
antara status gizi (TB/U) dengan prestasi dilakukan peneliti, jumlah siswa kelas
belajar.(21) Demikian juga penelitian yang VI,V dan VI di SD Inpres Tarus 1
dilakukan oleh Yeni dan Nadi (2013) berjumlah 172 anak, sedangkan yang
mendapatkan tidak terdapat hubungan terpilih menjadi subyek dalam penelitian
antara status gizi dengan prestasi ini ialah 43 anak dengan karakteristik
belajar.(22) dapat dilihat dalam Tabel 1.
6

Tabel 1 Karakteristik Sampel sebanyak 22 orang (51,2%) diikuti dengan


Penelitian wiraswasta/pedagang sebanyak 13 orang
(30,2%), lainnya (pendeta, TKI) sebanyak
No. KarakteristikSampel n % 3 orang (7,0%), PNS/ABRI sebanyak 2
1. Jenis Kelamin: orang (4,7%) pegawai swasta/BUMN
Laki 15 34,9 sebanyak 1 orang (2,3%) dan yang tidak
Perempuan 28 65,1 bekerja 1 orang (2,3%), terdapat satu orang
2. Usia: siswa yang ayahnya telah meninggal.
7 – 10 tahun 12 27,9 Sebagian besar sampel memiliki ibu yang
>10 – 13 tahun 31 72,1 menjadi ibu rumah tangga yaitu sebanyak
3. Pekerjaan Ayah: 23 orang (53,5%), yang bekerja sebagai
PNS/ABRI 2 4,7 petani sebanyak 11 orang (25,6%),
Pegawai 1 2,3 wiraswasta/Pedagang sebanyak 6 orang
Swasta/BUMN (14,0%), PNS/ABRI sebanyak 2 orang
Wiraswasta/Pedagang 13 30,2 (4,7%) dan lainnya (pendeta, TKW)
Petani 22 51,2 sebanyak 1 orang (2,3%). Pekerjaan orang
Tidak Bekerja 1 2,3 tua mempengruhi keadaan ekonomi
Lainnya 3 7,0 keluarga. Keadaan ekonomi keluarga erat
4. Pekerjaan Ibu: hubungannya dengan belajar anak. Anak
PNS/ABRI 2 4,7 yang sedang belajar selain harus terpenuhi
Wirswasta/Pedagang 6 14,0 kebutuhan pokoknya, misalnya makan,
Petani 11 25,6 pakian, perlindungan kesehatan dan lain-
Ibu Rumah Tangga 23 53,5 lain, juga memerlukan fasilitas belajar
Lainnya 1 2,3 seperti ruang belajar, meja, kursi,
penerangan, alat-alat tulis, buku-buku dan
Tabel di atas menjelaskan bahwa lain-lain. Semua fasilitas ini akan dapat
sebagian besar sampel dalam penelitian dipenuhi jika status ekonomi keluarga
ialah kelompok jenis kelamin perampuan memadai.(12)(23)(26)(27) Selain itu status
dengan jumlah 28 anak (65,1%) sedangkan ekonomi keluarga dipandang memiliki
yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah dampak yang signifikan terhadap
15 anak (34,9%). Kelompok usia probabilitas anak menjadi pendek dan
terbanyak dalam penelitian ini ialah kurus. Dalam hal ini, WHO
kelompok usia >10–13 tahun sebanyak 31 merekomendasikan status gizi pendek atau
anak (72,1%), sedangkan kelompok usia 7 stunting sebagai alat ukur atas tingkat
– 10 tahun sebanyak 12 anak (27,9%). sosial-ekonomi yang rendah dan sebagai
Berdasarkan tabel di atas sebagian salah satu indikator untuk memantau
besar pekerjaan ayah dari siswa yang ekuitas dalam kesehatan (Zere &
menjadi sampel adalah petani yaitu McIntyre, 2003).(29)
7

Analisis Univariat
Tabel 2 Stunting dan Riwayat Panjang Tabel 3 Prestasi Belajar Sampel Penelitian
Lahir Sampel Penelitian
Stunting dan Riwayat n % Prestasi Frekuensi Persentase
Panjang Lahir Belajar (n) (%)
Kelompok dengan 16 37,2 < 60 1 2,3
60 – 70 24 55,8
Faktor Risiko
>70 – 15 34,9
Kelompok tanpa Faktor 27 62,8 80
Risiko >80 – 3 7,0
Total 43 100 90
Keterangan : Total 43 100,0
Kelompok dengan Faktor Risiko: sampel yang
stunting dan riwayat panjang lahir pendek. Berdasarkan tabel 3 di atas dapat
Kelompok tanpa Faktor Risiko: sampel yang tidak
dilihat bahwa nilai terendah dari prestasi
stunting dan riwayat panjang lahir normal.
belajar siswa adalah 58,13 diperoleh satu
Berdasarkan tabel di atas sampel yang sampel dan nilai tertinggi 82,50 diperoleh
mengalami stunting dan juga riwayat satu sampel pula. Rata-rata prestasi belajar
panjang lahir pendek sebanyak 16 orang sampel yang terbanyak adalah 60 - 70
(37,2%) sedangkan, sampel yang tidak yaitu sebanyak 24 anak (55,8%) diikuti
mengalami stunting dan panjang lahir >70 - 80 sebanyak 15 anak (34,9%) , rata-
normal sebanyak 27 orang (62,8%). rata >80 sebanyak 3 orang anak (7,0%)
dan yang memperoleh rata-rata prestasi
belajar < 60 ada 1 anak (2,3%.

Analisis Bivariat

Tabel 4 Uji Statistik Stunting dan Riwayat Panjang Lahir


dengan Prestasi Belajar

stunting dan
riwayat prestasi
panjang lahir belajar
Spearman's rho stunting dan riwayat Correlation
1.000 .304*
panjang lahir Coefficient
Sig. (2-tailed) . .047
N 43 43
prestasi belajar Correlation
.304* 1.000
Coefficient
Sig. (2-tailed) .047 .
N 43 43
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
8

Interpretasi dari hasil uji statistik di anak-anak yang sangat pendek (severely
atas yaitu diketahui p value atau yang stunted) memiliki IQ yang jauh lebih rendah
terlihat pada tabel sebagai Sig. (2-tailed). dibandingkan dengan anak-anak yang hanya
Apabila nilai p value adalah <⍺, maka H0 pendek (stunting).(20)
dapat ditolak dan H1 diterima atau dapat Stunting menggambarkan keadaan
dikatakan bahwa terdapat hubungan antara malnutrisi kronis dimana suplai nutrisi
stunting dan riwayat panjang lahir dengan yang diperlukan tubuh termasuk otak
prestasi belajar pada siswa sekolah dasar berkekurangan. Hal ini menyebabkan
Inpres Tarus 1 Kabupaten Kupang Nusa pertumbuhan anak dan perkembangan
Tenggara Timur. Sedangkan bila nila p otaknya tidak memadai sehingga
value >⍺ maka H0 diterima atau tidak menyebabkan pertumbuhan anak
terdapat hubungan antara stunting dan terganggu dan penurunan fungsi kognitif
riwayat panjang lahir dengan prestasi belajar sampai gagalnya perkembangan kognitif
pada siswa sekolah dasar Inpres Tarus 1 anak.(13)(14)(15)(18)
Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Kekurangan gizi pada masa lalu akan
Dalam penelitian ini peneliti telah menyebabkan perubahan metabolisme
menetapkan nilai ⍺ = 0,05. Hasil dari uji dalam otak terutama jika ini terjadi saat
statistik di atas adalah p value = 0,047 1000 hari kehidupan anak sejak di dalam
artinya p value <0,05 maka H0 ditolak dan kandungan sampai 2 tahun pertama
H1 diterima, menyatakan ada hubungan kehidupannya. Hal ini akan
antara stunting dan riwayat panjang lahir mengakibatkan terjadinya
dengan prestasi belajar pada siswa sekolah ketidakmampuan otak untuk berfungsi
dasar Inpres Tarus 1 Kabupaten Kupang normal. Pada keadaan yang lebih berat dan
Nusa Tenggara Timur. Dari tabel di atas kronis, kekurangan gizi menyebabkan
juga dapat dilihat nilai koefisien korelasi (r) pertumbuhan terganggu (stunting), badan
yang menyatakan kuat-lemahnya hubungan lebih kecil, jumlah sel dalam otak
antara variabel. Koefisien korelasi yang berkurang dan terjadi ketidakmatangan
diperoleh adalah r = 0,304 artinya hubungan serta ketidaksempurnaan organisasi
antara variabel sebesar 30,4%. Atau dapat biokimia otak. Keadaan ini akan
disimpulkan bahwa hubungan antara berpengaruh terhadap perkembangan
(11)(19)
stunting dan riwayat panjang lahir dapat kecerdasan anak.
mempengaruhi prestasi belajar sebesar Di dalam kandungan, janin akan
30,4% di antara faktor lain yang dapat tumbuh dan berkembang melalui
mempengaruhi prestasi belajar.(37) Hasil pertambahan berat dan panjang badan,
penelitian yang diperoleh ini sesuai dengan perkembangan otak serta organ-organ
penelitian yang dilakukan oleh Hayatus lainnya. Janin mempunyai plastisitas yang
Rosita, et al.,(2013) tentang hubungan status tinggi, artinya janin akan dengan mudah
gizi dengan prestasi belajar di kota menyesuaikan diri terhadap perubahan
Padangpanjang mendapatkan hubungan lingkungannya baik yang menguntungkan
signifikan antara status gizi stunting dengan maupun yang merugikan pada saat itu.
prestasi belajar dengan nilai (p < 0,05).(19) Kekurangan gizi yang terjadi dalam
Penelitian cross-sectional yang pernah kandungan menyebabkan janin melakukan
dilakukan di Kalimantan Barat, menunjukan reaksi penyesuaian. Secara paralel
9

penyesuaian tersebut meliputi Berdasarkan pembahasan di atas


perlambatan pertumbuhan dengan stunting dan riwayat panjang lahir
pengurangan jumlah dan pengembangan berhubungan dengan prestasi belajar siswa
sel-sel tubuh termasuk sel otak dan organ namun bukan merupakan satu-satunya
tubuh lainnya. Hasil reaksi penyesuaian faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
akibat kekurangan gizi diekspresikan siswa. Perlu dilakukan upaya preventif
dengan bentuk tubuh yang pendek, untuk mencegah stunting, riwayat panjang
rendahnya kemampuan kognitif atau lahir pendek dan prestasi belajar yang
kecerdasan sebagai akibat tidak rendah yaitu, dengan memperhatikan
optimalnya pertumbuhan dan asupan nutrisi pada ibu hamil yang
(11)
perkembangan otak (Bappenas, 2012). mencukupi kebutuhan ibu dan janin dalam
Berbeda dengan hasil penelitian di kandungannya, berdasarkan Angka
atas, penelitian yang dilakukan oleh Ova Kecukupan Gizi bagi bangsa indonesia ibu
Satya di Banda Aceh tahun 2012 hamil trimester pertama harus menambah
mendapatkan bahwa tidak terdapat asupan energi sebanyak 180 kkal/hari
hubungan yang signifikan antara status dibandingkan sebelum hamil dan untuk
gizi (TB/U) dengan prestasi belajar.(21) trimester II dan III harus menambah
Demikian juga penelitian yang dilakukan asupan energi sebanyak 300 kkal/hari dari
oleh Yeni dan Nadi (2013) mendapatkan sebelum hamil. Sedangkan untuk protein
tidak terdapat hubungan antara status gizi dianjurakan untuk ibu hamil ditambah
dengan prestasi belajar.(22) Hal ini 20g/hari.(38) Selain itu perlu juga
dikarenakan terdapat faktor lain yang memperhatikan asupan nutrisi bagi balita
mempengaruhi prestasi belajar siswa yakni dan anak usia sekolah agar tidak terjadi
faktor internal (faktor dari dalam diri defisit pertumbuhan yang berakibat
siswa) seperti faktor psikologis (minat, menjadi stunting (pendek) juga
bakat dan motivasi) dan faktor eksternal perkembangan kognitif yang lambat
(faktor dari luar siswa) yakni kondisi sehingga mempengaruhi prestasi belajar
lingkungan di sekitar siswa yang anak. Demikian juga perlu dilakukan
mendukung proses belajarnnya seperti intervensi bagi anak-anak yang mengalami
lingkungan keluarga, lingkungan stunting dan panjang lahir pendek lebih
masyarakat dan lingkungan sekolah. dini agar memperbaiki kualitas tumbuh
Sardiman (2006) juga mengemukakan kembang anak dan mewujudkan
bahwa hasil prestasi belajar dipengaruhi pembangunan sumber daya manusia yang
oleh subyek belajar dengan dunia fisik memiliki peran yang sangat penting dalam
serta lingkungan dan tergantung pada apa mewujudkan manusia Indonesia yang maju
yang diketahui, tujuan dan motivasi yang dan mandiri sehingga mampu berdaya
mempengaruhi proses interaksi dengan saing dalam era globalisasi.
bahan yang sedang dipelajari. Kehadiran
faktor-faktor psikologis dalam belajar KESIMPULAN
memberikan peran yang cukup penting.
Faktor tersebut senantiasa memberikan 1. Terdapat hubungan stunting dan
kemudahan dalam upaya mencapai tujuan riwayat panjang lahir dengan
belajar secara optimal.(21) prestasi belajar pada siswa Sekolah
Dasar Inpres Tarus 1 NTT.
10

2. Terdapat 16 siswa (37,2%) yang 3. Unicef. TRACKING PROGRESS ON


mengalami stunting dan 27 siswa CHILD AND MATERNAL
(62,8%) yang tidak mengalami NUTRITION. New York: Unicef;
stunting di Sekolah Dasar Inpres 2009; Available from:
Tarus 1 NTT. http://www.unicef.org/publications/fi
3. Terdapat 16 siswa (37,2%) yang les/Tracking_Progress_on_Child_an
memiliki riwayat panjang lahir d_Maternal_Nutrition_EN_110309.p
pendek dan 27 siswa (62,8%) yang df
memiliki riwayat panjang lahir 4. Joint UNICEF – WHO – The World
normal di Sekolah Dasar Inpres Bank Child Malnutrition Database:
Tarus 1 NTT. ”Estimates for 2012 and Launch of
4. Terdapat 1 siswa (2,3%) yang Interactive Data Dashboards". 2013;
memiliki rata-rata prestasi belajar Available from:
kurang (<60), 24 siswa (55,8%) http://www.who.int/nutgrowthdb/jm
yang memiliki rata-rata prestasi e_2012_summary_note_v2.pdf
belajar cukup (60 – 70), 15 siswa 5. Unicef. Key Facts and Figures on
(34,9%) memiliki rata-rata prestasi Nutrition. 2013; Available from:
belajar baik (>70 – 80) dan 3 orang http://www.who.int/pmnch/media/n
siswa memiliki prestasi belajar ews/2013/20130416_unicef_factshe
amat baik (>80). et.pdf
6. Indonesia Nutrition Profile. 2014;
Available from:
DAFTAR PUSTAKA http://www.fantaproject.org/sites/de
fault/files/download/Indonesia-
1. Kusuma KE. Faktor Risiko Nutrition-Profile-Apr2014.pdf
Kejadian Stunting pada Anak Usia 7. Badan Pengembangan dan Penelitian
2-3 Tahun (Studi di Kecamatan Kesehatan Kemenkes RI. Riset
Semarang Timur). 2013; Available Kesehatan Dasar 2013. 2013;
from: Available from:
http://eprints.undip.ac.id/41856/1/57 http://www.litbang.depkes.go.id/site
2_Kukuh_Eka_Kusuma_G2C00904 s/download/rkd2013/Laporan_Riske
9.pdf sdas2013.PDF
2. Hestuningtyas, TR. Pengaruh 8. Badan Pengembangan dan
Konseling Gizi terhadap Penelitian Kesehatan Departemen
Pengetahuan, Sikap, Praktik Ibu Kesehatan RI. LAPORAN HASIL
dalam Pemberian Makanan Anak, RISET KESEHATAN DASAR
dan Asupan Zat Gizi Anak Stunting (RISKESDAS) PROVINSI NUSA
Usia 1-2 Tahun di Kecamatan TENGGARA TIMUR TAHUN
Semarang Timur. 2013; Available 2008. 2009; Available from:
from: http://terbitan.litbang.depkes.go.id/p
http://eprints.undip.ac.id/41928/1/57 enerbitan/index.php/blp/catalog/boo
6_Tiara_Rosania_Hestuningtyas_22 k/97
030111150008.pdf 9. Mooy, RM. Hubungan antara Stunting
dengan Perkembangan Gerakan
11

Motorik pada Anak Usia 12 – 36 df91d2eba74a%7D/FOOD_FOR_T


Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas HOUGHT.PDF
Tarus Kabupaten Kupang Tahun 15. Dewey, K., Begum K. Why Stunting
2014. Nusa Cendana; 2014. Matters. "A & T Technical Brief
10. Samapaty, K. Hubungan Persepsi Diri Journal". 2010;(2):1–6. Available
Tentang Tinggi Badan dengan Status from:
Gizi pada Anak Sekolah Dasar di http://www.fhi360.org/sites/default/
Kabupaten Kupang Tahun 2013 files/media/documents/Insight -
(Studi pada Sekolah Dasar di Daerah Why stunting matters
Urban dan Rural). 2013; Fakultas %28English%29.pdf
Kedokteran Universitas Nusa 16. Unicef. IMPROVING CHILD
Cendana. NUTRITION. New York: Unicef;
11. Najahah, I. Faktor Risiko Panjang 2013; Available from:
Lahir Bayi Pendek di Ruang http://www.unicef.org/gambia/Impr
Bersalin RSUD Patut Patuh Patju oving_Child_Nutrition_-
Kabupaten Lombok Barat. Jurnal _the_achievable_imperative_for_gl
Media Bina Ilmu [Internet]. obal_progress.pdf
2014;8:16–23. Available from: 17. Gibney MJ, Margets BM, Kerney JM,
http://www.lpsdimataram.com/phoc Arab L. Gizi Kesehatan Masyarakat.
adownload/April-2014/3 Faktor Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
Risiko Panjang Lahir Bayi Pendek EGC; 2009.
Di Ruang Bersalin RSUD- 18. United Nation World Food
Imtihanatun Najahah.pdf Programme. World Hunger Series.
12 Isdaryanti, C. Asupan Energi Protein, "Hunger and Learning". 2006;
Status Gizi, dan Prestasi Belajar Available from:
Anak Sekolah Dasar Arjowinangun http://www.unicef.org/lac/World_H
1 Pacitan. 2007; Available from: unger_Series_2006_Full%281%29.
https://muslimpinang.files.wordpres pdf
s.com/2010/10/christien- 19. Hayatus, R., Herman, R., Sastri S.
publikasi.pdf Hubungan Status Gizi dengan
13. WHO. Childhood Stunting: Contex, Prestasi Belajar Siswa Sekolah
Cause and Consequences. Dasar Negri 01 Guguk Malintang
"Maternal Child Nutrtion". Kota Padangpanjang. Jurnal
2013;27–45. Available from: Kesehatan Andalas [Internet].
http://www.who.int/nutrition/events 2014;3(3):462–467. Available from:
/2013_ChildhoodStunting_colloqui http//:jurnal.fk.unand.ac.id
um_14Oct_ConceptualFramework_ 20. Septiani, S. Hubungan Status Gizi
colour.pdf (Indeks TB/U) dan Faktor Lainnya
14. Crosby, L., Jayasinghe, D., McNair dengan Prestasi Belajar Siswa SDN
D. Food for Thought. "Save The Cinere 2, Cinere Depok Tahun
Children". 2013. Available from: 2012. Available from:
http://www.savethechildren.org/atf/ lib.ui.ac.id/file?file=digital/2031425
cf/%7B9def2ebe-10ae-432c-9bd0- 8-S_Seala Septiani.pdf
12

21. Satya, O. Hubungan Status Gizi http://core.ac.uk/download/pdf/1650


dengan Prestasi Belajar pada Murid 6841.pdf
Kelas III SDN 32 Beurawe Banda 26. UNIMED. Tinjauan Pustaka Prestasi
Aceh Tahun 2012. Kesehatan Belajar. 2011; Available from:
Masyarakat. 2012; Available from: http://digilib.unimed.ac.id/public/U
www.ejournal.uui.ac.id/jurnal/OVA NIMED-Undergraduate-22748-
_SATYA-e31-jurnal_ova.pdf BAB II.pdf
22 Elviani, Y., Nadi A. Hubungan 27. Nurasiyah. Pengaruh Tingkat
Status Gizi dan Jenis Kelamin Pendidikan dan Pendapatan Orang
dengan Prestasi Belajar pada Siswa Tua terhadap Prestasi Belajar
Kelas II di SD Negeri 56 Kota Ekonomi Siswa Kelas XI IPS 3 di
Lubuklinggau Tahun 2013. 2013; SMA Nurul Farah Pekanbaru. 2011;
Available from: Available from:
http://poltekkespalembang.ac.id/use http://digilib.uir.ac.id/dmdocuments
rfiles/files/hubungan_status_gizi_da /pea,nur aisyah.pdf
n_jenis_kelamin_dengan_prestasi_b 28. Cahyo, R. Faktor-Faktor yang
elajar_pada_siswa_kelas_ii_di_sd_n Mempengaruhi Prestasi Belajar
egeri_56_kota_lubukl.pdf Kewirausahaan Siswa Kelas XI
23. Wahyuni, S. Hubungan Status Sosial SMAKN 1 Punggelan Banjar
Ekonomi Orang Tua dan Negara. 2010;
Pemanfaatan Media Belajar dengan 29. Anisa, P. Faktor-Faktor yang
Prestasi Belajar pada Siswa Kelas Berhubungan dengan Kejadian
XI SMA Batik 2 Surakarta Tahun Stunting pada Balita Usia 25-60
Ajaran 2010/2011. 2011; Available Bulan di Kelurahan Kalibaru Depok
from: Tahun 2012. 2012; Available from:
http://core.ac.uk/download/pdf/1650 http://www.google.co.id/url?q=http:
7225.pdf //lontar.ui.ac.id/file%3Ffile%3Ddigi
24. Ristiana, S. Hubungan Pengetahuan, tal/20320460-S-
Sikap, Tindakan Sarapan dengan Paramitha%2520Anisa.pdf&sa=U&
Status Gizi dan Indeks Prestasi ei=hxJbVYXrEdbnuQTawoHgCw
Anak Sekolah Dasar di SD Negeri &ved=0CBIQFjAA&usg=AFQjCN
No.101835 Bingkawan Kecamatan G9aZ37QTsWMgvxSwluAlrxPN5p
Sibolangit Tahun 2009. 2009; pw
Available from: 30. Wiyogowati, C. Kejadian Stunting
repository.usu.ac.id/bitstream/12345 pada Anak Berumuran di Bawah
6789/14678/1/09E01198.pdf Lima Tahun (0-59 Bulan) di
25. Yulianto, Y. Hubungan antara Provinsi Papua Barat Tahun 2010
Jenjang Pendidikan Orang Tua dan (Analisis Data Riskesdas Tahun
Motivasi Belajar dengan Prestasi 2010). 2012; Available from:
Belajar Sosiologi pada Siswa Kelas http://www.google.com/url?sa=t&rc
XI SMA Negeri 1 Surakarta Tahun t=j&q=&esrc=s&source=web&cd=
Ajaran 2010/2011. 2011; Available 9&cad=rja&uact=8&ved=0CGQQF
from: jAI&url=http%3A%2F%2Flib.ui.ac.
id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F2
13

0288982-S- /Buku-Saku-Pelayanan-Kesehatan-
Citaningrum%2520Wiyogowati.pdf Neonatal-Esensial.pdf
&ei=dAnXVODGMIapuwTS9YD4 33. Fitri. Berat Lahir sebagai Faktor
Dw&usg=AFQjCNHR5hdnh- Dominan Terjadinya Stunting pada
shIHzLpvJaSGx4Fl_y1g&bvm=bv. Balita (12-59 Bulan) di Sumatera
85464276,d.c2E (Analisis Data Riskesdas 2010).
31. Kliranayungie C. Hubungan Status 2012; Available from:
Gizi Ibu dan Faktor Lain dengan http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20
Berat dan Panjang Lahir di RS Sint 298098-T30071-Fitri.pdf
Carolus Jakarta Bulan Juni- 34. WHO. Height for Age Boys and Girls
September 2011. 2012; Available 5 to 19 years (Z-score). 2007;
from: Available from:
http://www.google.co.id/url?sa=t&r http://www.who.int/growthref/who2
ct=j&q=claudia+debtarsie.pdf&sour 007_height_for_age/en/
ce=web&cd=1&cad=rja&uact=8&v 35. Sastroasmoro S., Ismail S. Dasar-
ed=0CBsQFjAAahUKEwjT3J73z5 Dasar Metodologi Penelitian Klinis.
XHAhXDpZQKHX0lAsg&url=http Ed. 4. CV. Sagung Seto; 2011.
%3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2Ffile%3 36. Dahlan, M. Sopiyudin. Langkah-
Ffile%3Ddigital%2F20355675-S- Langkah Membuat Proposal
Claudia%2520Debtarsie%2520Klir Penelitian BidangKedokteran dan
Kesehatan. 2nd ed. Jakarta: Sagung
anayungi.pdf&ei=nO_DVdOeBsPL
Seto; 2012.
0gT9yojADA&usg=AFQjCNGv3M 37. Dahlan, M. Sopiyudin. Statistika
8HqMW1wpEydtd5l8xncyUwdw& untuk Kedokteran dan Kesehatan.
bvm=bv.99556055,d.dGo 5th ed. Jakarta:Salemba Medika;
32. Kemenkes RI 2010. Buku Saku 2013.
Pelayanan Kesehatan Neonatal 38. Menteri Kesehatan RI. Angka
Esensial. 2010; Available from: Kecukupan Gizi yang dianjurkan
bagi Bangsa Indonesia. 2013;
http://www.gizikia.depkes.go.id/wp
Available from:
- http://gizi.depkes.go.id/download/
content/uploads/downloads/2011/09 Kebijakan Gizi/Tabel AKG.pdf