Anda di halaman 1dari 63

i

LAPORAN KEGIATAN PPDH


MAGANG PROFESI WAJIB KERUMAHSAKITAN
PRAKTEK DOKTER HEWAN BERSAMA (PDHB)
GREEN GARDEN

09 – 20 Januari 2017

Oleh:

Benli Kurniawan, SKH B94154306

PPDH Angkatan III 2015/2016

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2017
ii
iii

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KEGIATAN PPDH
MAGANG PROFESI WAJIB KERUMAHSAKITAN
PRAKTEK DOKTER HEWAN BERSAMA (PDHB)
GREEN GARDEN
09 Januari – 03 Februari 2017

Nama Kegiatan : Kegiatan Magang Profesi Wajib


Tempat : Praktek Dokter Hewan Bersama (PDHB) Green Garden
Waktu : 09 Januari – 03 Februari 2017
Pelaksana : Kelompok G Angkatan III Tahun 2015/2016
Anggota : Benli Kurniawan, SKH B94154306
Firman Eka Permata, SKH B94154313
Moh. Adis Mawaddah P Saramba, SKH B94154323
Novrianto Albertino, SKH B94154327

Menyetujui,

Dosen Pembimbing Pembimbing Lapang

Dr Drh Sus Dherti Widhyari, MSi Drh Maulana Arraniri Putra


NIP 19640601 199002 2 001

Mengetahui,

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan


Fakultas Kedokteran Hewan IPB

Prof Drh Agus Setiyono, MS, PhD, APVet


NIP 19630810 198803 1 004

Tanggal Pengesahan:
iv
v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
kegiatan Magang Profesi Wajib Kerumahsakitan di Praktek Dokter Hewan
Bersama (PDHB) Green Garden, Jakarta Barat yang dilaksanakan pada tanggal 09
Januari – 20 Januari 2017. Penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Pimpinan Klinik PDHB 24 jam Drh Cucu K Sajuthi dkk, yaitu Drh Cucu K
Sajuthi yang telah mengizinkan kami dalam pelaksanaan magang serta atas
segala bimbingan, nasihat, arahan, dan ilmu selama pelaksanaan kegiatan,
2. Drh. Maulana Arraniri Putra selaku pembimbing lapangan atas segala
bimbingan, nasihat, serta ilmu selama kegiatan,
3. Dr. Drh. Sus Dherti Widhyari, M.Si selaku dosen pembimbing atas segala
bantuan, saran, kritik dan bimbingannya hingga kami dapat menyelesaikan
pembuatan laporan kerumahsakitan ini,
4. Seluruh dokter hewan, paramedis dan staff Klinik PDHB Drh Cucu K Sajuthi
dkk atas pengalaman kerjasama, bimbingan dan waktunya yang telah
diberikan kepada kami.
Penulis menyadari bahwa laporan kegiatan magang ini masih memiliki
banyak kekurang. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Jakarta, Juni 2017

Penulis
vi
vii

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL viii


DAFTAR GAMBAR viii
DAFTAR LAMPIRAN viii
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Tujuan 1
Manfaat 2
PELAKSANAAN KEGIATAN 2
Waktu dan Tempat 2
Metode Pelaksanaan 2
PROFIL 2
Profil PDHB Drh Cucu K Sajuthi dkk Green Garden 2
Struktur Kepengurusan PDHB Green Garden 3
Alur Administrasi Klinik 3
UROLITHIASIS DAN OPERASI PEGAMBILAN KRISTAL DI
VESIKA URINARIA (CYSTOTOMI) PADA ANJING 5
Anamnesa 5
Signalement 5
Status Present 5
Pembahasan 10
FELINE LOWER URINARY TRANCK DISEASE (FLUTD)/FELINE
UROLOGIC SYNDROM (FUS) PADA KUCING 13
Anamnesa 13
Signalement 13
Status Present 13
Pembahasan 17
SIMPULAN DAN SARAN 19
Simpulan 19
Saran 20
DAFTAR PUSTAKA 20
LAMPIRAN 21
viii

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Observasi dan Terapi Harian Anjing “Bossi” 12

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Denah lokasi PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden 3
Gambar 2 Alur administrasi klinik PDHB Green Garden 4
Gambar 3 Hasil pemeriksaan dengan USG 9
Gambar 4 Hasil pemeriksaan dengan X-ray 9
Gambar 5 Struvite crystal yang terdapat pada urin 17
Gambar 6 Macam-macam kateter untuk kucing jantan 19

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Tabel rekapitulasi kasus MPWK di PDHB Drh Cucu K 21


Sajuthi, dkk
Lampiran 2 Tindakan operasi cystotomy untuk pengambilan dan 22
pembersihan kalkuli
Lampiran 3 Daftar obat di PDHB Drh. Cucu dkk Green Garden 26
Lampiran 4 Jurnal harian kegiatan magang MPWK di PDHB Drh Cucu 32
K Sajuthi, dkk Green Garden pada 09 Januari-20 Januari
20017
Lampiran 5 Berita acara pelaksanaan kegiatan di PDHB Green Garden 54
1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk sosial yang
selalu berinteraksi dengan makhluk lain termasuk hewan di dalamnya. Hewan yang
paling dekat dan memiliki frekuensi interaksi dengan manusia dalam kehidupan
sehari-hari adalah hewan peliharaan. Hewan peliharaan atau disebut juga dengan
hewan kesayangan seperti anjing dan kucing mulai banyak dipelihara. Tingginya
tingkat stres membuat anjing dan kucing dipilih sebagai hewan peliharaan karena
dapat menghibur dan menemani manusia. Selanjutnya lama kelamaan, anjing dan
kucing banyak yang dijadikan teman bahkan dianggap sebagai keluarga sendiri. Hal
ini membuat masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi akan kesehatan hewan
peliharaannya. Tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan hewan
peliharaannya membuat peran dokter hewan sangat dibutuhkan di tengah-tengah
kehidupan masyarakat.
Praktik Dokter Hewan Bersama (PDHB) Drh Cucu K Satjuthi, dkk.
merupakan salah satu praktik yang memfokuskan diri terhadap kesejahteraan dan
kesehatan hewan kesayangan. Paktik ini memiliki dokter-dokter hewan yang aktif
dalam kegiatan tersebut dengan menjadi praktisi hewan kecil. Tugas dokter hewan
di sini adalah melakukan tindakan preventive, curative, promotive dan educative
untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan hewan. Tindakan preventive
dilakukan untuk mencegah hewan sakit dengan cara memberikan vaksinasi,
sedangkan tindakan curative adalah pengobatan terhadap hewan dengan
memberikan terapi yang sesuai dengan penyakit. Tindakan promotive adalah usaha-
usaha untuk meningkatkan performa hewan, sedangkan tindakan educative
diberikan kepada pemilik hewan dalam bentuk client education.
Peran dokter hewan sebagai dokter praktisi memberikan pelayanan kesehatan
hewan berupa pengobatan dan konsultasi mengenai keadaan hewan kesayangan
kepada pemilik hewan. Kemampuan seorang dokter hewan praktisi dalam
menangani berbagai masalah kesehatan hewan wajib dimiliki terutama kemampuan
dalam pemeriksaan dan mendiagnosa suatu penyakit. PDHB Drh Cucu K Sajuthi
dkk Green Garden merupakan salah satu klinik hewan yang memberikan jasa
pelayanan kesehatan hewan kesayangan dengan tenaga medis veteriner profesional
lengkap dengan berbagai alat pemeriksaan penunjang.

Tujuan

Tujuan dari kegiatan magang wajib PPDH bidang kerumahsakitan untuk


meningkatkan kemampuan pemeriksaan serta mendiagnosa suatu penyakit,
pemilihan dan pemberian terapi obat secara tepat. Selain itu, agar memahami
tentang cara berkomunikasi dan memberikan edukasi dengan klien (client
education), inform consent baik secara tertulis maupun lisan, dan penerapan kode
etik sebagai dokter hewan. Selanjutnya mahasiswa PPDH diharapkan dapat
mengetahui dan mengaplikasikan manajemen kesehatan hewan kesayangan.
2

Manfaat

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat kemampuan pemeriksaan serta


mendiagnosa suatu penyakit, pemilihan dan pemberian terapi obat secara tepat.
Selain itu, agar memahami tentang cara berkomunikasi dan memberikan edukasi
dengan klien (client education), inform consent baik secara tertulis maupun lisan,
dan penerapan kode etik sebagai dokter hewan. Selanjutnya mahasiswa PPDH
diharapkan dapat mengetahui dan mengaplikasikan manajemen kesehatan hewan
kesayangan.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan magang profesi wajib bidang kerumahsakitan dilaksanakan pada


tanggal 09 Januari – 20 Januari 2017 di PDHB Drh Cucu K Sajuthi dkk Green
Garden Blok I. 9 No. 35, Jakarta Barat.

Metode Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan magang di PDHB Drh Cucu K Sajuthi dkk Green Garden
dengan mengamati, mempelajari, dan mengikuti kegiatan medis dimulai dari
pemeriksaan dan diagnosa penyakit, penanganan, tindakan bedah, pengobatan,
perawatan kesehatan pasien, dan client education di klinik. Selain itu, diskusi
dengan dokter hewan bertugas dan pembuatan laporan mengenai kasus penyakit
yang ditemui selama kegiatan magang.

PROFIL

Profil PDHB Drh Cucu K Sajuthi dkk Green Garden

Praktek Dokter Hewan Bersama Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden
adalah tempat pelayanan kesehatan hewan yang meliputi poliklinik umum, rawat
inap, dan gawat darurat. Pelayanan dilakukan selama 7 hari kerja pukul 09.00–
20.00 WIB (kecuali hari libur nasional). Fasilitas dan layanan yang terdapat di
PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden meliputi ruang tunggu, poliklinik
umum dan emergency, ruang operasi, dental scaling, radiologi, elektrokardiografi,
ultrasonografi, blood pressure check, akupuntur, rawat inap sakit, rawat inap sehat,
cek kebuntingan, pertolongan melahirkan, vaksinasi, pembuatan surat keterangan
kesehatan hewan, laboratorium, unit farmasi, salon hewan, aksesoris dan pakan
hewan. PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden didukung dengan tenaga
medis yang berpengalaman di bidangnya. Praktek Dokter Hewan Bersama Drh
Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden bertempat di Jalan Panjang, Ruko Green Garden
Blok I9 No. 35 Jakarta Barat dengan nomer telepon (021) 58302918-9.
3

Gambar 1 Denah lokasi PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden ( )

Struktur Kepengurusan PDHB Green Garden

Direktur : Drh Sri Redjeki Rotoro, MM


Manajer HRD : IW Handoyo
Supervisor : Eko Susiyo, A.Md
Penanggung Jawab Poliklinik : Drh Gracia Felicia Wangsasaputra
Dokter Praktik : Drh Tan Siu Ing; Drh Tatang; Drh Cucu
Kartini S; Drh Suswanto; Drh Sri Redjeki
Rotoro, MM; Drh Nyoman Sri Widiasih; Drh
Gracia Felicia Wangsasaputra; Drh Diah
Pawitri; Drh Diana Safitri; Drh Maulana
Arraniri Putra; Drh Angeline Budiawan
Penanggung Jawab Rawat Inap : Drh Maulana Arraniri Putra; Drh Angeline
Budiawan; Drh Alfian
Apoteker : Yulius Mariyanto dan Eko Susiyo, A.Md
Penanggung Jawab Grooming : Edi; Dasir
Administrasi dan Gudang : Siti Maysaroh
Paramedis Rawat Inap : Anang Mustopa; Rian
Paramedis Poliklinik : Tri Sarsono; Kadek Dedi; Dede Dasmon
Resepsionis : Meta; Ema, Ami
Cleaning Service : Nurhasirin; Gunawan

Alur Administasi Klinik

Pasien yang ingin berobat diwajibkan mendaftarkan ke bagian administrasi


untuk proses pendataan sebagai rekam medik hewan. Jika belum pernah melakukan
4

pemeriksaan maka akan dibuatkan kartu member yang berfungsi untuk


mempermudah pendataan. Pasien dipanggil sesuai dengan urutan yang telah
didaftarkan menuju ruang praktik dokter. Pasien akan diperiksa menyeluruh mulai
dari anamnesa, signalement, pemeriksaan penunjang. Setelah melakukan
pemeriksaan, dokter akan membuat diagnosis dan prognosa dari penyakit yang
diderita oleh pasien. Selanjutnya klien akan dijelaskan mengenai penyakit yang
diderita hewan dan kesepakatan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan
oleh dokter hewan. Pada kasus ringan pasien akan dilakukan tindakan pengobatan
secara langsung dan pasien bisa langsung pulang dengan membawa obat yang telah
diresepkan jika diperlukan. Apabila kasus berat maka pasien harus menjalani
tindakan observasi di bagian rawat inap sesuai dengan kesepakatan antara dokter
dan pemilik hewan (Gambar 2).

Gambar 2 Alur administrasi klinik PDHB Green Garden


5

UROLITHIASIS DAN OPERASI PEGAMBILAN KRISTAL DI VESIKA


URINARIA (CYSTOTOMI) PADA ANJING

Anamnesa

Seekor anjing dibawa ke klinik PDHB Drh Cucu dkk Green Garden dengan
keluhan utama tidak bisa urinasi dan defekasi selama 2 hari, selain itu juga anjing
tersebut muntah.

Signalement

Nomor pasien PDHB Drh Cucu dkk. :-


Nama : Bossi
Jenis hewan : Anjing
Ras/bangsa : Siberian husky
Warna rambut : Putih dan hitam
Warna kulit : Putih
Jenis kelamin : Jantan
Umur :-
Bobot badan : 14.5 kg

Status Present

Keadaan Umum
Perawatan : Baik
Habitus/ tingkah laku : Tenang
Gizi : Baik (BCS 3)
Pertumbuhan Badan : Baik
Sikap berdiri : Menumpu pada keempat kaki
Suhu tubuh : 38.5oC
Frekuensi nadi : 120 kali/menit
6

Frekuensi napas : 68 kali/menit

Kepala dan Leher


Inspeksi
Ekspresi wajah : Tenang
Pertulangan kepala : Kompak dan simetris
Posisi tegak telinga : Tegak ke atas
Posisi kepala : Lebih tinggi dari tulang punggung

Palpasi
Turgor kulit : Baik (≤ 3 detik)

Mata dan Orbita


Mata Kiri
Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Silia : Keluar sempurna
Konjunctiva : Rose, lembab, tidak ada perlukaan
Membrana nictitans : Tidak terlihat

Mata Kanan
Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Silia : Keluar sempurna
Konjunctiva : Rose, lembab, tidak ada perlukaan
Membrana nictitans : Tidak terlihat

Bola Mata Kiri


Sklera : Putih
Kornea : Bening
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Rata, berbatas jelas
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injeksio : Tidak ada

Bola Mata Kanan


Sklera : Putih
Kornea : Bening
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Rata, berbatas jelas
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injeksio : Tidak ada

Hidung dan sinus hidung : Bersih, cermin hidung lembab, sinus nyaring
(perkusi)

Mulut dan Rongga Mulut


Rusak/luka bibir : Tidak ada
7

Mukosa : Rose, lembab


Lidah : Rose, basah, tidak ada perlukaan

Telinga
Posisi telinga : Tegak ke arah atas
Bau : Khas serumen
Permukaan : Rata, halus
Krepitasi : Tidak ada
Refleks panggilan : Ada

Leher
Perototan : Teraba, simetris
Trakhea : Teraba, tidak ada reaksi batuk
Esofagus : Tidak teraba

Thoraks
Sistem Pernafasan
Inspeksi
Bentuk rongga thoraks : Simetris
Tipe Pernafasan : Thorakalis
Ritme : Teratur
Intensitas : Dangkal
Frekuensi : 68 kali/menit

Palpasi
Penekanan rongga thoraks : Tidak ada rasa sakit
Palpasi intercostal : Tidak ada rasa sakit

Perkusi
Lapangan paru-paru : Tidak ada perluasan
Gema perkusi : Nyaring

Auskultasi
Suara pernafasan : Vesikular inspirasi jelas terdengar
Suara ikutan : Tidak ada

Sistem Peredaran Darah


Inspeksi
Ictus cordis : Tidak terlihat

Perkusi
Lapangan jantung : Tidak ada perluasan

Auskultasi
Frekuensi : 120 kali/menit
Intensitas : Kuat
Ritme : Teratur
Suara sistolik & diastolik : Terdengar jelas
8

Suara ekstrasistolik : Tidak ada


Lapangan jantung : Tidak ada perluasan
Sinkron pulsus & jantung : Sinkron

Abdomen dan Organ Pencernaan yang Berkaitan


Inspeksi
Besarnya : Monogastrik : simetris kanan-kiri
Bentuknya : Simetris
Suara peristaltik lambung : Tidak terdengar

Anus
Sekitar anus : Bersih
Refleks spinchter ani : Ada
Daerah perineal : Bersih

Perkemihan dan Kelamin (Urogenital)


Preputium : Elastis
Penis : Baik, tidak cacat dan tidak ada perlukaan
Glen penis
- Bentuk : Seperti pipa
- Ukuran : Proporsional
- Sensitifitas : sensitif
- Warna : Rose
- Kebersihan : Bersih
Skrotum : Simetris, tidak ada kelainan
Uretra : Ada endapan kalkuli (urin tidak keluar)
Vesika urinaria : Terisi penuh dengan urin dan ada endapan
kalkuli

Alat Gerak
Inpeksi
Perototan kaki depan : Simetris
Perototan kaki belakang : Simetris
Spasmus otot : Tidak ada
Tremor : Tidak ada
Sudut persendian : Tidak ada perubahan
Cara bergerak-berjalan : Koordinatif

Palpasi
Struktur Pertulangan
Kaki kiri depan : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kanan depan : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kiri belakang : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kanan belakang : Kompak, tidak ada kelainan
Konsistensi pertulangan : Keras
Reaksi saat palpasi : Tidak ada rasa sakit
9

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada anjing bossi adalah USG dan
X-ray. USG dan X-ray dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan memastikan
penyebab dari susahnya anjing tersebut buang air kecil, selain itu juga untuk
mengetahui ukuran dari kristal-kristal yang berada di vesica urinaria (VU) atau
uretra. Hasil yang didapat dari pemeriksaan USG adalah pada dasar VU terdapat
akumulasi kristal-kristal yang menunpuk dengan ukuran yang kecil yang ditunjukan
oleh lingkaran merah pada Gambar 3, sedangkan pada hasil X-ray tidak terlalu jelas
terlihat (Gambar 4).

Gambar 3 Hasil pemeriksaan dengan USG

Gambar 4 Hasil pemeriksaan dengan X-ray

Diagnosa : Urolithiasis
Prognosa : Fausta-dubius
Diferensial Diagnosa : Inflamasi saluran urinari bagian
bawah (hematuria dan
proteinuria), trauma, neoplasia,
UTI (urinary tract infections)
Terapi : Cefotaxime, Hematopan, Biodin,
Ringer laktat, Clorhexadine, salep
Bonti, Cefadroxil, Neurobion,
Kejibeling, Seloxy, pemasangan
kateter dan Operasi cystotomi
10

Pembahasan

Pasien Anjing bernama Bossi datang ke Klinik PDHB Drh. Cucu dkk. pada
tanggal 9 Januari 2017 dengan keluhan sudah ± 48 jam tidak urinasi dan defekasi,
selain itu anjing tersebut muntah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, suhu tubuh anjing
tersebut normal yaitu 38.5oc, sedangkan untuk frekuensi nadi dan frekuensi nafas
mengalami kenaikan yaitu 120 kali/menit dan 68 kali/menit. Menurut Widodo et.
al. (2011) suhu tubuh pada anjing besar berkisar antara 38.0-38.5 oc dan frekuensi
nadi berkisar antara 65-90 kali/menit. Fekuensi nafas normal pada anjing besar
berkisar antara 15 – 30 kali/menit (Plumb 2008). Kenaikan frekuensi nadi dan
frekuensi nafas pada anjing bisa disebabkan karena suhu ruangan yang cenderung
panas dan stress.
Berdasarkan anamnesan dan hasil pemeriksaan yang didukung oleh hasil
radiografi dan ultrasonography, anjing tersebut mengalami urolithiasis.
Urolithiasis merupakan bentukan kristal mineral dalam saluran urinari kucing dan
anjing. Jenis mineral yang umum ditemukan adalah kalsium oksalat, sedangkan
amonium urat dan cistin lebih jarang terjadi. Urine adalah larutan kompleks yang
terdiri dari bahan-bahan terlarut. Bahan tersebut memiliki kecenderungan untuk
mengendap (precipitate) dari larutannya atau menghambat pengendapan dengan
miningkatkan kelarutannya (solubility). Contohnya, ketika konsentrasi kalsium
dalam urin meningkat terdapat kecenderung terhadap pembentukan kristal akibat
ikatan kalsium dan oksalat. Berbeda hal jika kalsium berikatan dengan sitrat maka
akan mencegah ikatan kalsium dan oksalat. Pada kondisi normal, terdapat
kesimbangan antara faktor pengendapan (precipitators) dan penghambatan
(inhibitors) di dalam urin. Apabila terjadi kelebihan (excess) terhadap faktor
penghambat dan kekurangan faktor penghambat maka dapat terjadi pembentukan
kristal mineral dan urolit (batu) dalam saluran urinari (Ettinger et al. 2016).
Infeksi bakteri penghasil urease dalam saluran urinari seperti Staphylococcus
intermedius, Proteus mirabilis, Pseudomonas spp., Klebsiella spp. dapat memecah
urin menjadi bentuk amonium dan bikarbonat. Bikarbonat yang terpecah akan
meningkatkan pH urin. Perubahan pH urin menurunkan kelarutan antara amonium-
magnesium-fosfat yang akhirnya menyebabkan pembentukan kristal struvit.
Bentukan krista kalsium oksalat terjadi akibat kekurangan faktor penghambat
akibat ganguan ginjal. Pada kondisi ginjal tidak mampu mereabsorbsi atau terjadi
ekskresi berlebihan pada ginjal. Kristal urat terbentuk berhubungan dengan diet
purin. Purin dalam tubuh dimetabolisme oleh hati dengan merubah purin menjadi
hiposantin. Selanjutnya melalu aksi santin oksidase hiposantin dirubah menjadi
santin lalu asam urat. Gangguan pada transport membran sel di hati menyebabkan
penurunan fungsi metabolisme hati terhadap asam urat sehingga dapat ditemukan
asam urat dalam ginjal. Kristal cistin terbentuk akibat protein dalam ginjal gagal
merespon sehingga tidak terjadi reabsorbsi cistin dan terjadi peningkatan
konsentrasi cistin dalam urin. Kondisi ini sering ditemukan pada anjing ras
Newfoundlands faktor akibat keturunan (Ettinger et al. 2016).
Menurut Ettinger et al. (2016) gejala klinis yang dapat muncul dapat beragam
sesuai dengan lokasi urolit terbentuk. Pada bentukan nefrolit (batu ginjal) terjadi
nyeri pada bagian sublumbar dan hematuria namun kebanyakan kasus tidak
menunjukkan gejala klinis. Bentukan batu dalam vesika urinaria dapat
11

menyebabkan inflamasi saluran urinari bagian bawah yang ditandai dengan


hematuria, pollakiuria (peningkatan frekuensi urinasi di siang hari) dan stranguria.
Bentukan batu di uretra dapat menyebabkan stranguria dan obstruksi uretra. Hal ini
sering kali terjadi pada kucing maupun anjing jantan.
Terapi yang diberikan pada anjing bossi sebelum dilakukan operasi cystotomi
adalah Cefotaxime®, Hematopan B12®, Biodin®, Ringer laktat dan pemasangan
kateter. Terapi yang diberikan pasca operasi cystotomi adalah Clorhexadine, dan
salep Bonti. Pemasangan kateter dilakukan untuk mengeluarkan urin yang berada
di dalam vesika urinaria sekaligus untuk mendorong kristal yang menghalangi
saluran uretra. Clorhexadine digunakan untuk membersihkan luka sayatan pasca
operasi, sedangkan salep bonti diberikan untum membantu penyembuhan luka
sayatan pasca operasi. Komposisi salep bonti terdiri dari perubalsem dan antibiotik.
Cefotaxime® adalah antibiotok golongan sefalosforin generasi ketiga yang
mempunyai khasiat bakterisidal dan bekerja menghambat sintesis mukopeptida
pada dinding sel bakteri. Cefotaxime® sangat stabil terhadap hidrolisis beta
laktamease, maka digunakan sebagai alternatif lini pertama pada bakteri yang
resisten terhadap penisilin. Cefotaxime® memiliki aktifitas spektrum yang lebih luas
terhadap organismegram positif dan gram negatif.
Hematopan B12® merupakan obat pemacu pertumbuhan dan hematopoietika.
Komposisi Hematopan B12® tiap 100 ml mengandung sodium cacodylate 3.000 g,
ammonium ferric citrate 2.000 g, methionine 1.000 g, Histidine hydrochloride0.500
g, cobalt acetate 0.050 g, cyanocobalamin 0.001 g, dan excipient q.s 100 ml.
Indikasi dari Hematopan B12® adalah untuk meningkatkan nafsu makan, semua
gangguan hematopoietik (anemia, proses penyembuhan luka, pertumbuhan, diare,
kebuntingan, meningkatkan stamina, dan pertumbuhan bulu pada anjing). Dosisi
yang digunakan adalah 10% dari berat badan hewan dan diberikan secara intra
muscular( IM).
Biodin® merupakan obat penguat otot dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Komposisi Biodin® setiap 100 ml mengandung ATP 0.100 g, Mg aspartate 1.500 g,
K aspartate 1.000 g, Na. Selenite 0.100 g, vitamin B12 0.050 g, dan excipient qs
100 ml. Indikasi dari Biodin® adalah untuk stimulasi tubuh secara umum terutama
pada tonus otot dari semua spesies hewan seperti pada keadaan berikut: kelemahan
otot akibat kerja keras, kelemahan otot akibat transportasi, kelemahan otot akibat
melahirkan, menjaga stamina, kelemahan yang diakibatkan oleh kekurangan
asupan makanan, infeksi atau keturunan, miositis akut, dan myopathy-dyspnoea
syndrom pada anak anjing. Dosis yang digunakan adalah 10% dari berat badan
hewan dan diberikan secara intra muscular (IM).
Ringer laktat (RL) digunakan untuk mengatasi dehidrasi, mengembalikan
keseimbangan elektrolit tubuh, dan suport tubuh pada saat dikaukan operasi. RL
mengandung Na (130 mEq/l), Cl (109 mEq/l), Ca (3 mEq), dan laktat (28 mEq/l).
Dosis ringer laktat adalah 20-40 ml/kg BB/hari (Palyoga 2014).
Tindakan penanganan kasus yang dilakukan adalah operasi cystotomy untuk
mengambil urolith. Operasi dilakukan pada hari rabu, 11 Januari 2017.
Pemasangan infus ringer laktat (RL) dilakukan sebelum operasi dimulai dengan
tujuan untuk menghindari dehidrasi. Terapi dehidrasi yang digunakan adalah
dengan terapi cairan Infus ringer laktat (RL) dengan dosis 20-40 ml/kg BB/hari.
Obat bius yang digunakan adalah kombinasi dari pemberian atropine (0,02-0,04
mg/kg SC/IM) sebagai premedikasi, kemudian diberikan diazepam (0,5 mg/kg BB
12

IV) dan phentobarbital (10 mg/kg BB IV). Untuk maintenance menggunakan


anestesi inhalasi isofluran 1,5%-2,5%. Antibiotik yang digunakan adalah
enrofloxacin 2,5 mg/kg BB dan ampicillin 6.6 mg/Kg BB secara IM. Setelah
dioperasi pasien dirawatinapkan sampai kondisi pasien membaik dan sehat. Terapi
harian selama perawatan terdapat pada Tabel 5.

Tabel 1 Observasi dan Terapi Harian Anjing “Bossi”


Tanggal Kondisi Harian Kondisi & Terapi
11/01/2017 Makan : puasa Sore Operasi
Minum : puasa Infus RL
BAB : tidak ada Enrofloxacin 2,5 mg/kg BB
BAK : tidak ada Ampicillin 6.6 mg/Kg BB
Muntah : tidak ada Atropin 0,02 mg/kg BB
Diazepam 0,5 mg/kg BB
Phentobarbital 10 mg/kg BB
Salep Bonti (perubalsem +
antibiotik)

12/01/2017 Makan : habis Pemberian obat resep racikan:


Minum : cukup R/ Cefadroxil 22 mg/kg BB
BAB : ok R/ Neurobion ¼ tab
BAK : ok Kejibeling 1/5 tab,
Muntah : Tidak ada Seloxy 1/5 tab
Kompres es bagian abdomen
Salep Bonti (perubalsem +
antibiotik)

13/01/2017 Makan : habis Obat resep


Minum : cukup Kompres es bagian abdomen
BAB : ok Salep Bonti (perubalsem +
BAK : ok antibiotik)
Muntah : tidak ada

14/01/2017 Makan : habis Obat resep


Minum : cukup Kompres es bagian abdomen
BAB : ok Salep Bonti (perubalsem +
BAK : ok antibiotik)
Muntah : tidak ada Pasien diperbolehkan pulang

Menurut literatur tindakan terapi yang dapat diberikan dapat beragam sesuai
dengan lokasi terbentuknya batu. Batu ginjal biasanya tidak dilakukan terapi
kecuali sampai menyumbat ureter sehingga harus dilakukan tindakan pembedahan.
Obstruksi di bagian uretra pada anjing atau kucing jantan dapat dilakukan
kateterisasi atau endoskopi namun jika ukuran batu terlalu besar maka dilakukan
tindakan pembedahan (Ettinger et al. 2016).
13

FELINE LOWER URINARY TRANCK DISEASE (FLUTD)/FELINE


UROLOGIC SYNDROM (FUS) PADA KUCING

Anamnesa

Pemilik menyampaikan bahwa kucing miliknya tidak bisa urinasi, dan apabila
urinasi hanya stetes dan berdarah, selain itu kucing tersebut lemas dan sering
minum. Kejadian tersebut sudah berlangsung selama 1 hari.

Signalement

Nomor pasien PDHB Drh Cucu dkk. :-


Nama : Tiger
Jenis hewan : Kucing
Ras/bangsa : Domestik
Warna rambut : Hitam dan coklat
Warna kulit : Putih
Jenis kelamin : Jantan
Umur :-
Bobot badan : 3.7 kg

Status Present

Keadaan Umum
Perawatan : Baik
Habitus/ tingkah laku : Tenang
Gizi : Baik (BCS 3)
Pertumbuhan Badan : Baik
Sikap berdiri : Menumpu pada keempat kaki
Suhu tubuh : 38.0oC
Frekuensi nadi : 140 kali/menit
Frekuensi napas : 64 kali/menit

Kepala dan Leher


Inspeksi
Ekspresi wajah : Siaga
Pertulangan kepala : Kompak dan simetris
Posisi tegak telinga : Tegak ke atas
Posisi kepala : Lebih tinggi dari tulang punggung
14

Palpasi
Turgor kulit : Baik (≤ 3 detik)

Mata dan Orbita


Mata Kiri
Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Silia : Keluar sempurna
Konjunctiva : Rose, lembab, tidak ada perlukaan
Membrana nictitans : Tidak terlihat

Mata Kanan
Palpebrae : Membuka dan menutup sempurna
Silia : Keluar sempurna
Konjunctiva : Rose, lembab, tidak ada perlukaan
Membrana nictitans : Tidak terlihat

Bola Mata Kiri


Sklera : Putih
Kornea : Bening
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Rata, berbatas jelas
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injeksio : Tidak ada

Bola Mata Kanan


Sklera : Putih
Kornea : Bening
Iris : Tidak ada perlekatan
Limbus : Rata, berbatas jelas
Pupil : Tidak ada kelainan
Refleks pupil : Ada
Vasa injeksio : Tidak ada

Hidung dan sinus hidung : Bersih, cermin hidung lembab, sinus nyaring
(perkusi)

Mulut dan Rongga Mulut


Rusak/luka bibir : Tidak ada
Mukosa : Rose, lembab
Lidah : Rose, basah, tidak ada perlukaan

Telinga
Posisi telinga : Tegak ke arah atas
Bau : Khas serumen
Permukaan : Rata, halus
Krepitasi : Tidak ada
Refleks panggilan : Ada
15

Leher
Perototan : Teraba, simetris
Trakhea : Teraba, tidak ada reaksi batuk
Esofagus : Tidak teraba

Thoraks
Sistem Pernafasan
Inspeksi
Bentuk rongga thoraks : Simetris
Tipe Pernafasan : Thorakalis
Ritme : Teratur
Intensitas : Dangkal
Frekuensi : 68 kali/menit

Palpasi
Penekanan rongga thoraks : Tidak ada rasa sakit
Palpasi intercostal : Tidak ada rasa sakit

Perkusi
Lapangan paru-paru : Tidak ada perluasan
Gema perkusi : Nyaring

Auskultasi
Suara pernafasan : Vesikular inspirasi jelas terdengar
Suara ikutan : Tidak ada

Sistem Peredaran Darah


Inspeksi
Ictus cordis : Tidak terlihat

Perkusi
Lapangan jantung : Tidak ada perluasan

Auskultasi
Frekuensi : 140 kali/menit
Intensitas : Kuat
Ritme : Teratur
Suara sistolik & diastolik : Terdengar jelas
Suara ekstrasistolik : Tidak ada
Lapangan jantung : Tidak ada perluasan
Sinkron pulsus & jantung : Sinkron

Abdomen dan Organ Pencernaan yang Berkaitan


Inspeksi
Besarnya : Monogastrik : simetris kanan-kiri
Bentuknya : Simetris
Suara peristaltik lambung : Tidak terdengar
16

Anus
Sekitar anus : Bersih
Refleks spinchter ani : Ada
Daerah perineal : Bersih

Perkemihan dan Kelamin (Urogenital)


Preputium : Elastis
Penis : Baik, tidak cacat dan tidak ada perlukaan
Glen penis
- Bentuk : Seperti pipa
- Ukuran : Proporsional
- Sensitifitas : sensitif
- Warna : Rose
- Kebersihan : Bersih
Skrotum : Simetris, tidak ada kelainan
Uretra : Ada endapan kalkuli (urin tidak keluar)
Vesika urinaria : Terisi penuh dengan urin dan ada endapan
kalkuli

Alat Gerak
Inpeksi
Perototan kaki depan : Simetris
Perototan kaki belakang : Simetris
Spasmus otot : Tidak ada
Tremor : Tidak ada
Sudut persendian : Tidak ada perubahan
Cara bergerak-berjalan : Koordinatif

Palpasi
Struktur Pertulangan
Kaki kiri depan : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kanan depan : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kiri belakang : Kompak, tidak ada kelainan
Kaki kanan belakang : Kompak, tidak ada kelainan
Konsistensi pertulangan : Keras
Reaksi saat palpasi : Tidak ada rasa sakit

Pemeriksaan laboratoris yang disarankan : Pemeriksaan pH urin, USG, dan


pemeriksaan natif urin
Diagnosa : Feline Lower Urinary Track
Disease (FLUTD)
Prognosa : Dubius-fausta
Diferensial Diagnosa : Obstruksi renal, cystitis dan
nefritis
Terapi : Ringer laktat dan Sangobion®,
pemasangan kateter
Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan natif urin (positif
terdapat Struvite crystal)
17

Gambar 5 Struvite crystal yang terdapat pada urin

Pembahasan

Pasien Kucing bernama Tiger datang ke Klinik PDHB Drh. Cucu dkk. pada
tanggal 17 Januari 2017 dengan keluhan tidak bisa urinasi, dan apabila urinasi
hanya stetes dan berdarah, lemas dan sering minum. Kejadian tersebut sudah
berlangsung selama 1 hari. Sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter, kucing
tersebut di periksa dulu suhu tubuh, frekuensi nafas, frekuensi nadi dan lain
sebagainya. Berdasarkan hasil yang di dapat suhu tubuh kucing tersebut normal
yaitu 38.0oc dan 140 kali/menit, sedangkan untuk frekuensi nadi dan frekuensi nafas
mengalami kenaikan yaitu 140 kali/menit dan 64 kali/menit. Kenaikan frekuensi
nadi pada kuncing tersebut tidak signifikan apabila dibandingkan dengan literatur.
Menurut Widodo et. al. (2011) suhu tubuh pada kucing berkisar antara 38.0-39.3 oc
dan frekuensi nadi berkisar antara 110-130 kali/menit. Fekuensi nafas normal pada
kucing berkisar antara 20-30 kali/menit (Ifianti 2001). Kenaikan frekuensi nafas
pada kucing bisa disebabkan karena suhu ruangan yang cenderung panas dan stress.
Berdasarkan anamnesan dan hasil pemeriksaan yang dilkaukan, maka kucing
tersebut menderita Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD)/Feline Urologic
Syndrom (FUS). FLUTD merupakan penyakit saluran urinasi bagian bawah yang
dapat terjadi karena cystitis, urethritis, obstruksi persial atau komplit sampai
penyumbatan urethra serta dapat juga karena abnormalitas anatomi urethra seperti
striktura (penyempitan) dan tekanan periurethral. FLUTD merupakan masalah
kesehatan yang sering terjadi pada kucing, terutama kucing jantan. FLUTD
biasanya terjadi pada bagian vesika urinaria (VU) dan urethra kucing serta dapat
menyebabkan gangguan pada organ tersebut. Faktor-faktor predisposisi dari
penyakit FLUTD diantaranya adalah jenis kelamin, ras, pakan, temperatur dan
umur (Fadhilah 2014).
Kasus FLUTD sering disebabkan oleh terbentuknya kristal mineral di saluran
urinari. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya kristal pada
saluran urinari yaitu sebagai berikut:
1. Konsentrasi bahan kristalogenik dalam urin yang dipengaruhi oleh rata-
rata pengeluaran urin dan konsentrasi air dalam urin.
2. pH urin. pH urin netral sampai alkalis merangsang pembentukan kristal
struvite dan kristal kalsium phospat, sedangkan pH urin netral sampai
18

asam akan merangsang pembentukan kristal-kristal seperti amonium


urate, sodium urate, kalsium oxalat, cystine, dan xanthine.
3. Daya larut bahan kristalogenik dalam urin.
4. Pengaruh makanan (Fadhilah 2014).
Pada kasus ini, kucing tiger menderita FLUTD disebabkan karena teebentuknya
kristal struvite yang menyumbat saluran urinari sampai mengendap di VU.
Makanan dapat berpengaruh terhadap perkembangan dari FLUTD karena faktor
makanan dapat dihubungkan dengan pembentukan kristal struvite.kristal struvite
terbuat dari mineral magnesium, ammonium, dan phospate yang dalam bentuk
kristal pada urin. Faktor yang dihubungkan dengan pakan yang sangat penting pada
pembentikan batu struvite adalah pH urin (asam atau basa). Urin yang lebih alkalis
(pH lebih tinggi dari 6.8) dapat meningkatkan kemungkinan dari pembentukan
kristal struvite. pH urin secara alami dipengaruhi oleh sumber protein pada
makanan. Makanan kucing yang mengandung protein nabati dalam jumlah banyak,
seperti tepung kedelai dapat meningkatkan urin lebih alkalis. Selain itu, pH urin
juga dipengaruhi oleh seberapa sering kucing diberi makan dan biasanya pH urin
akan menjadi alkalis setelah makan. Faktor lain yang berpengaruh terhadap
pembentukan kristal struvit adalah jumlah dari magnesium yang dikonsumsi
melalui pakan. Ketika makanan kucing mengandung magnesium lebih dari yang
dibutuhkan untuk fungsi tubuh, mka kelebihan magnesium akan di ekskresikan
melalui urin. Kelebihan magnesium dapat berkontribusi pada perkembangan dari
kristal struvite (Fadhilah 2014).
Terapi yang diberikan pada kucing Tiger adalah ringer laktat (RL),
Sangobion®, dan pemasangan kateter. Ringer laktat (RL) digunakan untuk
mengatasi dehidrasi, mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh, dan suport
tubuh pada saat dikaukan operasi. RL mengandung Na (130 mEq/l), Cl (109 mEq/l),
Ca (3 mEq), dan laktat (28 mEq/l). Dosis yang diberikan adalah 6 tetes/menit.
Sangobion® merupakan obat yang berfungsi untuk mengatasi anemia yang
diakibatkan oleh rusak atau kurangnya kandungan sel darah merah di dalam tubuh
akibat gangguan sirkulasi tubuh atau penyakit. Sangobion® mengandung vitamin
dan mineral yang terdiri dari ferrous gluconate, manganese sulfate, copper sulfate,
vitamin C, asam folat, vitamin B12, dan sorbitol. Vitamin dan mineral tersebut
membantu proses pembentukan hemoglobin dan eritrosit di dalam tubuh.
Pemasangan kateter perlu dilakukan, sehingga urin dapat keluar dari VU dan
kristal yang menyumbat urethra dapat terdorong dan masuk ke VU atau keluar
bersama urin. Anastesi perlu dilakukan pada saat pemasangan kateter sehingga
kucing tidak merasakan sakit. Anastesi yang digunakan adalah ketamin. Flushing
dan pemberian lubrikan perlu dilakukan untuk mempermudah proses memasukan
kateter. Kateter yang digunakan pada kucing Tiger adalah open-ended
polypropylene. Terdapat tiga macam kateter yang dapat digunakan untuk
kateterisasi urethra pada kausu FLUTD yaitu flexible rubber feeding tibe (Gambar
6a), kateter open-ended polypropylene (Gambar 6b), dan close-ended
polypropylene (Gambar 6c). Ukuran kateter yang bisa digunakan untuk kucing
jantan adalah 3 ½ Fr.
19

Gambar 6 Macam-macam kateter untuk kucing jantan


Sumber: http://www.collegeveterinarymedicine.com

Menurut Fadhilah (2014) pengobatan terhadan FLUTD tergantung dari


penyebab yang mendasari terjadinya FLUTD dan kondisin dari kucing. Kristal
mineral atau batu yang terbentuk pada saluran urinari kucing harus dieliminasi.
Adapun pengobatan yang perlu diberikan pada kasus FLUTD yaitu:
1. Eliminasi kristal mineral atau batu pada saluran urinari kucing dapat
dilakukan melalui diet atau makanan khusus yang dapat melarutkan
kristal mineral atau batu tersebut serta dapat juga melalui operasi
pengeluaran kristal mineral atau batu pada saluran urinari. Dalam
beberapa kasus tindakan bedah diperlukan, selain untuk menghilangkan
sumbatan pada urethra, juga untuk mencegah terjadinya pengulangan
timbulnya kristal mineral.
2. Pada kasus obstruksi urethra oleh kristal mineral atau batu (blocked
urethra), memerlukan perawatan darurat yang meliputi pembilasan
(flushing) atau kateterisasi urethra untuk mengeluarkan urin dan kristal
pada VU.
3. Penyuntikan cairan fisiologis secara intravena diperlukan ketika sindrom
uremia terjadi (deplesi, muntah, dan dehidrasi) dengan tujuan mengganti
cairan tubuh dan menstabilkan pH cairan tubuh.
4. Pemberian antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi sekunder oleh
bakteri.
5. Sediaan obat parasimpatomimretik juga dapa diberikan untuk
menstimulasi otot VU berkontraksi dan relaksasi urethra.
Tindakan pencegahan terjadinya FLUTD pada kucing dapat dilakukan
dengan cara pemeberian pakan khusus yang rendah Mg, tinggi Na atau pakan yang
mempunyai pH cukup rendah (acidified diets). Selain itu, diupayakan diberikan
pakan basah, air minum yang mencukupi, aktifitas fisik (exercise) dan hindari
kondisi obesitas.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan kasus yang didapat maka kedua hewan tersebut mengalami


gangguan pada saluran urinari yang dialibatkan karena terbentuknya kristal. Kristal
20

tersebut menyumbat saluran urinari sehingga urin susah untuk keluar. Kasus ini
dapat terjadi salah satunya adalah dari pola makan hewan tersebut, sehingga pola
makan dan pakan perlu diperhatikan.

Saran

Berdasarkan dari penyakit yang diderita oleh kedua hewan tersebut, maka
perlu diperhatikan pola makan dan pakan. Hindari pakan yang dapat menyebabkan
terbentuknya kristal di saluran urinari.

DAFTAR PUSTAKA

Ettinger S J, Cote E, dan Feldman E C. 2016. Textbook of Veterinary Internal


Medicine Diseases of the Dog and the Cat 8th Edition. St Luois (US) :
Elsevier
Fadhilah D. 2014. Faktor Penyebab Dan Predisposisi Dari Feline Lower Urinary
Track Disease [internet]. [Diakses 2017 Juli 14]. Tersedia pada:
http://ilmuveteriner.com/faktor-penyebab-dan-predisposisi-dari-feline-
lower-urinary-tract-disease/
College of Veterinari Medicin. 2009. Feline Urologic Syndrome [internet].
[Diakses 2017 Juli 14]. Tersedia pada:
http://www.collegeveterinarymedicine.com
Ifianti M. 2001. Durasi dan beberapa aspek fisiologi pemakaian anastetikum
xylazine dan ketamine untuk ovariohisterektomi pada kucing lokal. [skripsi].
Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Palyoga H. 2014. Terapi Cairan [internet]. [Diakses 2017 Agustus 2017]. Tersedia
pada: http://www.dokter-hewan.net/2014/06/terapi-cairan.html?m=1
Plumb DC. 2008. Veterinary Drug Handbook. Minnesota (US): Pharma Vet
Publishing.
Widodo S, Sajuthi D, Choliq C, Wijaya A, Wulansari R, Lelana RPA. 2011.
Diagnostik Klinik Hewan Kecil, Edisi 1. Bogor (ID): IPB Pr
21

LAMPIRAN

Lampiran 1 Tabel rekapitulasi kasus MPWK di PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk
Sistem Kasus Jumlah Kasus
Pernafasan Infeksi Saluran Pernafasan Atas 10
Cat Flu 7
Pencernaan Helminthiasis 3
Feline Panleukopenia 3
Megakolon 1
Hepatitis Kronis Pada Anjing 4
Ginggivitis 3
Distemper 2
Syaraf Paralisis 12
Muskulo
Spondilosis 1
Skeletal
Myositis 5
Fraktur 1
Urogenital Urolithiasis 2
Pyometra 5
Kista Ovari 1
Cystitis 4
FUS 3
Hormonal Diabetes Mellitus Pada Anjing 1
Alopesia X 6
Integumen Pyoderma 8
Atopik Dermatitis 12
Katarak 4
Keratoconjungtivitis Sicca (KCS) 6
Ulser Kornea 6
Otitis 6
Mastitis 1
Lain-Lain Dermatofitosis 18
Infestasi Caplak 7
Demodekosis 1
Skabiosis 1
Tumor 4
Vaksinasi 25
Dehidrasi 5
Jumlah 178
22

Lampiran 2 Tindakan operasi cystotomy untuk pengambilan dan pembersihan


kalkuli
No. Gambar Keterangan
1 Dilakukan anastesi terhadap anjing. Anastesi yang
diberikan yaitu Penthotal dengan premedikasi
atropin dan valium yang diinjeksikan secara
intravena. Kemudian Anastesi perinhalasi dengan
menggunakan isofluran yang ditransfer via ETT.

2 Pencukuran rambut daerah abdomen (lokasi yang


akan dilakukan penyayatan).

3 Desinfeksi area yang akan dioperasi menggunakan


iodine tincture 3% dan alkohol 70%, selanjutnya
ditutup dengan duk.
23

4 Operasi dimulai dengan melakukan sayatan di


abdomen ± 2 cm di caudal dari umbilikal. Sayatan
dibuat dengan panjang ± 3 cm hingga terlihat
adanya linea alba.Setelah linea alba terlihat,
dilakukan sayatan tepat di garis linea alba.
Peritonium di jepit terlebih dahulu ke atas
menggunakan pinset agar organ di abdomen tidak
ikut tersayat.

5 Peritonium di klem dan dikuakkan agar lubang


sayatan meregang. Eksplorasi untuk mencari
vesica urinaria dilakukan menggunakan jari
telunjuk secara hati-hati dan sedikit menekan
rongga abdomen untuk mempermudah esplorasi.
Apabila VU sudah ditemukan, keluarkan
menggunakan dua jari dan ditahan supaya VU
tidak masuk lagi kedalam rongga abdomen.

6 Setelah VU berhasil ditemukan, sekeliling VU


bagian bawah diberi kain kassa. VU disayat
menggunakan scalpel.

7 Sayatan VU diperlebar menggunakan gunting,


urin dikeluarkan sedikit demi sedikit ke kassa
untuk menghindari masuknya urin kedalam
rongga abdomen.
24

8 VU dilakukan flushing dengan menggunakan


NaCl hangat sampai urolith tidak tersisa di dalam
VU. Urin catheter dipasang yang berfungsi untuk
mempermudah Flushing dan untuk mempermudah
keluarnya urin post operasi.

9 VU dijahit menggunakan benang cat gut dengan


jahitan matras vertikal (atas), vesica urinaria yang
telah selesai dijahit (bawah).

10 Peritoneum dan otot dijahit menggunakan benang


cat gut dengan jahitan kontinous.
25

11 Subkutan dijahit menggunakan jahitan sederhana


dengan benang cat gut. Kemudian kulit dijahit
menggunakan benang silk dengan jahitan subcutis.

12 Urin catheter yang telah dipasang dijahit ke


preputium, sehingga urin catheter tidak terlepas.

13 Luka sayatan pasca operasi yang telah dijahit


diberi iodine dan salep bonti.

14 Oeprasi selesai, luka sayatan pasca operasi ditutup


dengan kasa dan plester, sedangkan urin catheter
yang berada d luar tubuh ditempelkan ke abdomen
menggunakan plester.
26

Lampiran 3 Daftar obat di PDHB Drh. Cucu dkk Green Garden


Bentuk Kontra
No Nama Obat Jenis Generik Paten Dosis Indikasi Efek samping
sediaan indikasi
1 Acyclovir Anti virus Kapsul Acyclovir Acyclovir 400 mg 2 kali Herpes virus Penderita yang Sensitif terhadap
sehari atau hipersensitif sinar matahari
200 mg 2-5 terhadap
kali sehari, acyclovir,
selama 12 interaksi obat,
bulan probenecid
meningkatkan
t1/2 dan auc
acyclovir

2 Bio Vision Obat herbal Kapsul Ekstrak Bio vision Dosis Suplemen N/a Dosis yang
bilberry dan Biovision kesehatan mata sangan besar
betakaroten adalah 1 – 2 dapat
kapsul per mengakibatkan
hari. Sediaan penurunan berat
Biovision badan yang
adalah hebat, kejang
kapsul, otot, sampai
mengandung kematian,
ekstrak mencegah
Biberry 80 pembekuan
mg, darah dan
Betakaroten menyebakan
3 mg, penurunan kadar
Vitamin C 60 gula darah
mg, Vitamin
B2 1,5 mg.

3 Curmax / Multivitamin Syrup Ekstrak Curcuma plus Dewasa : Penambah nafsu N/a
Curcuma curcumin Sehari 3 kali makan dan
1 sendok teh,
31

5 – 12 tahun : meningkatkan
sehari 2 kali stamina
1 sendok teh,
1 – 6 tahun :
sehari 1 kali
1 sendok teh,
6 bulan – 1
tahun : sehari
1 kali 1/2
sendok teh.

4 Fundamyn E Multivitamin Soft capsul Vitamin E dan Fundamyn E 1 tablet/hari Merangsang


B nafsu makan,
perkembangan&
pertumbuhan
normal serta
fungsinya saluran
pencernaan dan
sistem saraf.

5 Livron B- Multivitamin Tablet Vitamin B Livron B- Dewasa : 3 x Anemia N/a


Complex Complex Sehari, 1-2 makrositik
tablet per hiperkromik
konsumsi /
Tergantung
resep dokter,
Anak-Anak :
3x Sehari, 1
tablet per
konsumsi /
Tergantung
resep dokter,
- /
28

Tergantung
resep dokter

6 Norvask Anti hipertensi Tablet Amlodipine Norvask 2,5 mg/ekor Hipertensi, Hipersensitifit
ikemia as terhadap
miokardia, amlodiine,jang
arterikoroner na berikan
pada penderita
syok
kardiogenesis,
stenosisi aorta
atau angina
yang tidak
stabil

7 Rifampycin Anti hipertensi Tablet Rifampicin Rifamtibi Mengobati Jangan Gangguan


tuberkulosis diberikan pada saluran
pasien pencernaan,
jaundice dan muntah,
porfiria gangguan fungsi
hati, leukopenia,
trombositopenia

8 Vit K Vitamin Kapsul Vitamin K Fitomenadion 1-2 tahun: 5- Membantu Neonatus, Mual, sakit
10 mg proses bayi, hamil tua kepala, atau
perhari, 12- pembekuan darah flushing. Pada
18 tahun: 10- gagal hati fungsi
20 mg hati akan terus
perhari, terdepresi.
dewasa: 10-
40 mg
perhari
31

9 Bioplacenton Antibiotok Gel Bioplacenton Bioplacenton s.u.e Untuk luka Pasien yang Alergi
hipersensitif
terhadap
kandungan
obat ini

10 Frontline For Anti parasite Liquid Frontline Frontline for s.u.e Untuk mengoati
Dog 10-20kg dog 10-20 kg parasit

11 Ketoconazole Anti jamur Salep Ketokonazole Ketokonazole s.u.e Penyakit kulit


Salf Kulit yang disebabkan
oleh jamur

12 Univit Multivitamin Syrup Vit. A, D3, E Univit Penambah nafsu


makan,
kesehatan kulit
dan mata

13 Adona Mengurangi Tablet Carbazochrome Adona forte s.u.c Mengurangi Jangn berika
pendarahan sodium pendarahan pada pasien
sulfonate yang alergi
pada obat ini

14 Cefotaxime Antibiotik Injeksi Cefotaxime Cefalosporin D: 22mg/kg Antibiotik Hipersensitifit


(IV/IM), as terhadap
C25-50 cefalosporin
mg/kg BB
(IV, IM)

15 Flamicort Obat steroid Injeksi Triamiconolone Flamicort s.u.c Sinovitis, Jangan


acetonide rheumatid diberikan
arthritis, padda pasien
dermatofitosis, dengan infeksi
injeksi alergi jamur
30

penyakit sistemik,
dermatologi dan idio[atik dan
kolagen, trombositopen
gangguan ia pur pura
rematik dan
edema

16 Neuroboran Multivitamin Kaplet Vitamin B Neurobion Menjaga kerja Ventolin oral


komplex saraf dan dan obat
regenerasi sel golongan
penghambat
beta (beta-
blockers),
seperti
propanolol,
sebaiknya
tidak
digunakan
bersama-
sama;ventolin
dikontraindika
sikan pada
penderita yang
hipersensitif
atau alergi
terhadap
komponen
obat.

17 Ventolin Agonis Syrup Salbutamol Ventolin setiap 5 ml (1 Untuk Tremor halus,


adrenoreseptor sendok takar) mengurangi sakit kepala,
beta-2 ventolin gejala vasodilatasi
mengandung bronkospasme perifer,
yang disebabkan peningkatan
31

salbutamol oleh asma, denyut jantung,


sulfat 2 mg bronkitis kronik, hipersensitivitas
dan emfisema. seperti
angioedema,
urtikaria,
bronkospasme,
hipotensi, dan
syok.

18 Shampo Untuk alergi Syampo Shampo Virbac s.u.e Untuk mengatasi


Allermyi allermyi ektoparasit
seperti kutu dan
tungau

19 Barium Bahan kontras Serbuk Barium sulfat Barium sulfat s.u.e X-ray alat Iritasi saluran
Sulfat pencernaan pencernaan
(bahan kontras
positif)

20 Iodium 2% Bahan kontras Liquid Iodin 2% s.u.e X-ray ginjal, dll


(bahan kontras
positif)
32

Lampiran 4 Jurnal harian kegiatan magang MPWK di PDHB Drh Cucu K Sajuthi, dkk Green Garden pada 09 Januari-20 Januari 20017
Senin, 09 Januari 2017
Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Al Lemas, lumpuh T: 38.8 0C Paralisis, dehidrasi T/Neurobion, RL,
Jenis: Kucing Lemas, lumpuh cefotaxime, biodin
Ras: Domestik
sex: jantan
2 Nama: Gucci Lemas, check up gagal T: 37.30C Gagal ginjal T/ampicilin,
Jenis: Anjing ginjal Lemas hematopan, biodin
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
3 Nama: Mimi Mata merah T: 38.0 0C Dry eyes T/decamidon, c.
Jenis: Anjing Mata merah, kering Repitel, cruvit
Ras: Shit-zu eyedrops, rimadil,
Sex: Betina doxycicline, seloxy,
matovit, c. midriatil
4 Nama: Pablo Diare, tidak nafsu makan T: 38.0 0C Gangguan enzim T/biodin, hematopan,
Jenis: Anjing Lemas enzymplex, curcuma,
Ras: Jerman sheper laqbon
Sex: Jantan
5 Nama: Brutus Mata kanan bermasalah T: 38.2 0C Dry eyes T/decadril, vigantol-E,
Jenis: Anjing Mata merah dan kering eye drops, chevalexire
Ras: Beagle Othalmic strep: tingkat kebasahan
Sex: Jantan mata kurang dari normal
31

Selasa, 10 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Chiko Sakit pada kaki dan leher T: 38.6 0C Suspect paralisis T/Neurobion,
Jenis: Anjing Leher kaku, kaki belakang paralisis glucortin-20, dan
Ras: Mix Breed pirimidin
sex: jantan
2 Nama: Rendy Gatal, mata kering dan T: 38.30C Suspect toksin bakteri T/sabolitik syampo,
Jenis: Anjing merah Kulit merah-merah, mata merah sapholococus, dry eyes vigantol E, dan
Ras: Shit-zu dan kering cevalosporin
Sex: Jantan
3 Nama: Zilko Mata tidak bisa melihat, T: 38.5 0C Tumor di telinga, T/rimadil, biodin,
Jenis: Anjing ada benjolan di telinga, Katarak, ada benjolan di telinga, katarak, neurobion, decamidin,
Ras: Shit-zu dengenerasi endotel kornea, telinga keratokuonjungtiva, glukosamin,
Sex: Betina kotor otitis
4 Nama: Michelle Abdomen besar dan keras T: 38.8 0C ascites T/cairan diambil,
Jenis: Anjing Terdapat akumulasi cairan pada ampicilin, furosemide,
Ras: Shit-zu abdomen aspartat
Sex: Betina
5 Nama: Sally Gemetar dan panik T: 38.2 0C Stress T/Dexolin, neurobion,
Jenis: Anjing Stres, gemetar, inflamasi telinga dan Bio vit
Ras: Pomeranian kanan
Sex: Betina
6 Nama: Boisa Kulit luka-luka dan merah T: 38.4 0C Otitis, tumor kulit, T/vigantol E,
Jenis: Anjing Telinga kotor, kulit lika dan merah- hypersensitifitas cefotaxime,
Ras: Mix Breed merah otozamboun, dog food
Sex: Betina hypoalergenik,
dermatrix, asfat 500
mg, dan all fresh
cleanser
34

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
7 Nama: Defaka Vaksinasi T: 38.5 0C sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zo kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
8 Nama: Kelly Check up kesehatan pasca T: 38.4 0C sehat T/oxytosin, biodin, dan
Jenis: Anjing melahirkan ampicilin
Ras: Golden retriver
Sex: Betina
9 Nama: Luwi Sesak nafas dan flu T: 37.80C Infeksi saluran T/cefat, neurobion, dan
Jenis: Anjing Nafas tersenggal-senggal, keluar pernafasan atas pentolin
Ras: Shit-zo cairan dari dalam rongga hidung
Sex: betina
10 Nama: Pocki Sesak nafas T: 38,2 0C Tumor, pulmonari T/marboksil, forosamid
Jenis: Anjing X-ray: flak pada paru-paru hypertention
Ras: Mix breed USG: Tumor VU
Sex: Jantan
11 Nama: Adri Panas, defekasi hijau T: 38.6 0C Enzimatik T/enzimplex
Jenis: Anjing Tidak ada kelainan
Ras: Mix breed
Sex: Jantan
12 Nama: Dogie Sesak nafas T: 38.4 0C Gagal jantung, atritis T/neurobion
Jenis: Anjing Jantung ireguler, atritis
Ras: Mix breed
Sex: Jantan
13 Nama: Stomimi Check up diabetes T: 38.4 0C Diabetes, katarak T/ insulin
Jenis: Anjing Cek gula darah: 399 mgt
Ras: Shit-zu Mata tidak melihat
Sex: Jantan
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
14 Nama: lexy Kulit merah kehitaman T: 38.9 0C Tumor kulit Tgentamicin, kenocort-
Jenis: Anjing Hypergranulasi a
Ras: mix breed
Sex: Jantan
15 Nama: Dixy Lemas, kaki belakang T: 38.4 0C Paralisis, gagal jantung T/ neurobion, vetmidin,
Jenis: Anjing lemah Kelemahan otot kaki belakang, laxyca, interdoxin,
Ras: Mix breed jantung mur-mur enarapril
Sex: Betina

Rabu, 11 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Bionzie Gatal-gatal pada kulit T: 38.9 0C Suspect toksin bakteri T/kenacord-A, vigantol
Jenis: Anjing Kulit merah-merah sapholococus E, decadryl, cloritin,
Ras: Shit-zu dermatrix
sex: jantan
2 Nama: Beauty Gatal, infestasi ektoparasit T: 38.70C Dermatofitosis, T/vigantol-E,
Jenis: Anjing Kulit merah-merah, berkerak dan infestasi ektoparasit ivermectin, decadryl,
Ras: Shit-zu terdapat infestasi ektoparasit dermatrix, seloxy,
Sex: Betina clorita, doxycidin
3 Nama: Millo Kaki belakang kiri pincang T: 38.5 0C trauma T/biodin, neurobion,
Jenis: Anjing Kaki belakang kiri pincang methicobal, hematrix,
Ras: pomerian rimodit
Sex: Jantan
4 Nama: Beauty Luka pada mata kiri T: 38.7 0C Ulcer kornea T/vigantol-E,
Jenis: Anjing Luka pada mata kiri gentamicin 0.3%,
Ras: Shit-zu Tes flouresent: positif mydriatil, tropicamide
Sex: Betina 0.5%, rymadil, seloxy,
metolsy, cefat
36

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
5 Nama: Brownie Gatal-gatal T: 39.2 0C Ring worm T/vigantol-E, decadryl,
Jenis: Anjing Kulit merah, alopecia bentuk ketokonazole, klaritin,
Ras: Golden retriver lingkaran dermatrix, BBS lotion
Sex: Jantan
6 Nama: Marsha Flu, lemas, tidak nafsu T: 38.5 0C Cat flu T/ampicilin, biodin,
Jenis: Kucing makan flu imboos, amoxicilin,
Ras: Mix Breed CKR
Sex: Betina
7 Nama: New york Mencret lendir dan darah T: 38.2 0C Infeksi uterus T/ampicilin, biodin,
Jenis: Anjing selama 2 hari, bersin- USG: infeksi uterus neurobion
Ras: Shit-zo bersin
Sex: betina
8 Nama: Donal Gatal-gatal T: 38.0 0C Dermatofitosis T/vigantol-E, decadril,
Jenis: Anjing Kulit berkerak sabun sulfur, dermatrix,
Ras: Mix breed doxyciclin, seloxy,
Sex: Jantan ifzola
9 Nama: Bobby Gatal-gatal T: 39.5 0C dermatofitosis T/ vigantol-E,
Jenis: Anjing Kulit berkerak ivermectin, ifzola,
Ras: Mix breed doxyciclin, dermatrix,
Sex: Jantan BBS lotion
10 Nama: Bella Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Persia kotoran telinga (-)
Sex: Betina
31

Kamis, 12 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Mexi Vaksinasi T: 39.1 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Pomerian kotoran telinga (-)
sex: jantan
2 Nama: Poppy Gatal-gatal T: 38.70C Dermatofitosis T/vigantol-E, bonti,
Jenis: Anjing Kulit merah-merah, berkerak decamidin, biodin,
Ras: Shit-zu dermatrix
Sex: Jantan
3 Nama: Peter Makan kotoran sendiri T: 38.5 0C Suspeck kekurangan T/bisolvin, flumucyl, Tf
Jenis: Anjing Flu, nafas cepat calsium, flu plus, cephadroxil, sanbe
Ras: podlle plus,
Sex: Jantan
4 Nama: Aldo Nafas cepat T: 38.7 0C Spondilosis, T/rimadil, bio ATP,
Jenis: Anjing X-ray: spondilosis, pengapuran pengapuran neurobion, methilen
Ras: Pomerian pada tulang, peradangan paru-paru cobal, arthrix
Sex: Jantan
5 Nama: Kepin Lemas, tidak mau makan, T: 38.3 0C Hepatik encelophati T/RL, biodin,
Jenis: Anjing feses hitam, kejang Kejang, mukosa kuning hematopan, hp pro
Ras: Miniature
schnauzer
Sex: Jantan
38

Jumat, 13 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Samson Muntah, susah urinasi, T: 38.0 0C Feline lower urinary T/chateter, ketamin,
Jenis: Kucing urinasi berdarah VU penuh dengan urin track disease (FLUTD) diazepam
Ras: Domestik
sex: jantan
2 Nama: Miyabi Mata merah, kering T: 38.70C Dry eyes, T/chloramfenicol 0.5%,
Jenis: Anjing Mata kering dan merah, ada luka Keratoconjunctivitis atrofin sulfate 0.5%,
Ras: Shit-zu pada mata kanan sicca (KCS), cravit eye, redge fluld,
Sex: Betina Flouresent test: positif matovit, dan midriatil
Opthalmic strip: mata kering
3 Nama: Van vogage Luka d gusi T: 39.2 0C Luka pada gusi T/oxyfresh (pet gel)
Jenis: Anjing Luka pada gusi
Ras: Siberian husky
Sex: Jantan
4 Nama: Shi-shi Batuk-batuk T: 38.0 0C Flu, gangguan pada T/bisolfon, doxyciolin,
Jenis: Anjing Batuk-batuk, jantung gentamicin, NaCl,
Ras: Shit-zu X-ray: terjadi pembesaran ukuran ventolin, lasyx, dan
Sex: Betina jantung claitin
5 Nama: Cookies Gatal-gatal, kulit merah T: 38.1 0C Alergi T/vigantol-E, pakan
Jenis: Anjing Kulit merah-merah hypoalergenic/skin
Ras: Pug suport
Sex: Betina
6 Nama: Bubu Gatal-gatal, kulit merah T: 39.0 0C Alergi T/vigantol-E, dermatrix
Jenis: Anjing Kulit merah-merah
Ras: Pomerian
Sex: Betina
7 Nama: Tiger Vaksinasi T: 38.4 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Pomerian kotoran telinga (-)
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
Sex: Jantan
8 Nama: Xenos Vaksinasi T: 38.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Pomerian kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
9 Nama: Hana Nafsu makan turun, ada T: 39.0 0C Dermatofitosis T/ garamicin, biodin,
Jenis: Anjing benjolan di ekor, gatal- Kulit berkerak, benjolan di ekor ketokonazole,CTM
Ras: Pomerian gatal
Sex: Betina

Sabtu, 14 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Jams Muntah, kaki pincang, T: 39.0 0C Trauma T/ampicilin, biodin,
Jenis: Anjing luka di kulit Pincang, luka dikulit hematopan, RL, bonti,
Ras: Poodle stocain
sex: Jantan
2 Nama: Kimoro Cek kebuntingan T: 38.70C Sehat dan bunting -
Jenis: Anjing Kawin 15 Desember 2016 USG: positif (anak 3)
Ras: Poodle
Sex: Betina
3 Nama: Oscar Gangguan pada organ hati T: 38.5 0C Hepatitis T/hematopan, biodin
Jenis: Anjing Cek darah (birilubin total, alkalin
Ras: Shit-zu fosfatase, protein total, SGOT,
Sex: Jantan SGPT, albumin, globulin)
4 Nama: Brownis Vaksinasi T: 38.7 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Chihua-hua kotoran telinga (-)
Sex: jantan
40

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
5 Nama: Bim-bim Vaksinasi T: 38.8 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zu kotoran telinga (-)
Sex: Betina
6 Nama: Mimi Susah urinasi T: 39.1 0C Feline lower urinary T/ampicilin, atropin,
Jenis: Kucing USG: tidak ditemukan kristal pada track disease (FLUTD) diazepam, ketamin
Ras: Persia VU, pemasanagan catheter
Sex: Jantan
7 Nama: Al Keempat kaki lumpuh, T: 38.4 0C Paralisis T/biodin, hematopan,
Jenis: Kucing ganti infus Keempat kaki lumpuh cefotaxime, RL
Ras: Domestik
Sex: Jantan
8 Nama: Maxio Benjolan di punggung T: 38.0 0C Abses T/ chorhexadine, bonti,
Jenis: Anjing Terdapat benjolan di punggung cefotaxime, bio ATP
Ras: Tackel Flashing
Sex: Jantan
9 Nama: Zoe Muntah, gatal-gatal T: 38.5 0C Dermatofitosis T/ ketokonazole,
Jenis: Anjing Kulit berkerak dan merah decadril, primperan,
Ras: Pug Uji natif feses: terdapat banyak dexycilic
Sex: Jantan bakteri pada feses
10 Nama: Neville Vaksinasi T: 39.2 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit- zu kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
11 Nama: Mr. leon Nafsu makan turun, T: 39.5 0C Sariawan T/ biodin, hematopan,
Jenis: Kucing sariawan Sariawan, telinga kotor ampicilin, oxyfreesh,
Ras: Persia RL, biolicin, proris
Sex: Jantan
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
12 Nama: Barnis Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Golden retriver kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
13 Nama: Milo Lemas, nafsu makan T: 38.1 0C Paralisis T/ RL, biodin,
Jenis: Anjing menurun Lemas, tidak bisa berdiri hematopan, ampicilin,
Ras: Mix breed glucortin-20,
Sex: Jantan neurobion, curcuma
14 Nama: Mexi Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zu kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
15 Nama: Baron Flu T: 39.3 0C Infeksi saluran T/ garamicin, NaCl,
Jenis: Anjing Flu pernafasan atas ventolin (salbutamol),
Ras: Chaw-chaw vitamin C 100 mg/ml,
Sex: Betina flunicil, Tp plus,
lefidoxil
16 Nama: Milo Vaksinasi T: 39.2 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Poddle kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
17 Nama: Embot Nafsu makan turun, feses T: 38.7 0C Dehidrasi T/ RL, hematopan,
Jenis: Anjing lembek Mukosa pucat, lemas biodin, ampicilin,
Ras: Mix breed dextrose
Sex: Jantan
42

Minggu, 15 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Dara Panas, feses berdarah, flu T: 38.5 0C Cat flu T/biodin, tf plus, cefat,
Jenis: Kucing Hidung basah, flu cefotaxime
Ras: Persia
sex: Betina
2 Nama: Celssea Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Pomerian kotoran telinga (-)
Sex: Betina
3 Nama: Bimbim Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zu kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
4 Nama: Shalli Keluar darah dari vagina T: 38.5 0C Estrus T/amoxicilin, biodin,
Jenis: Anjing USG: piometra (-) nicynone
Ras: Shit-zu Tes swab vagina (estrus)
Sex: Betina
5 Nama: NN Batuk, flu, mata belekan T: 38.8 0C Cat flu T/ ampicilin, biodin,
Jenis: Kucing Flu, mata belekan RL, cefat, stimuno,
Ras: Domestik cendo, mydriatil
Sex: Betina
6 Nama: NN Batuk, flu, mata belekan T: 39.1 0C Cat flu T/ ampicilin, biodin,
Jenis: Kucing Flu, mata belekan RL, cefat, stimuno,
Ras: Domestik cendo, mydriatil
Sex: Betina
7 Nama: NN Batuk, flu, mata belekan T: 38.4 0C Cat flu T/ ampicilin, biodin,
Jenis: Kucing Flu, mata belekan RL, cefat, stimuno,
Ras: Domestik cendo, mydriatil
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
Sex: Betina
8 Nama: Angel OH T: 38.5 0C Sehat T/ operasi
Jenis: Anjing Sehat ovariohisterektomi
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
9 Nama: Blue Vaksinasi T: 38.5 0C Sehat Vaksinasi E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Siberian husky kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
10 Nama: Jbeh Keluar darah dari vagina T: 8.8 0C pyometra Cefotaxime, biodin
Jenis: Kucing USG: uterus terdapat kantong yang
Ras: Persia berisi cairan/ nanah (positif
Sex: Betina pyometra)
11 Nama: Baileys Pucat T: 38.2 0C - T/ biodin, ranitidin,
Jenis: Anjing Pucat kombantrik
Ras: Poodle
Sex: Jantan
12 Nama: Zoey Vaksinasi T: 39.0 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Mix breed kotoran telinga (-)
Sex: Betina
13 Nama: Aini Buka jahitan pos operasi T: - Sehat T/Buka jahitan, bonti,
Jenis: Anjing Luka sayatan kering iodin
Ras: Poodle
Sex: Betina
14 Nama: Mini Mencret, muntah T: 39.4 0C Gangguan pencernaan T/ampicilin, biodin,
Jenis: Anjing - clavamox, enzimplex,
Ras: American bule primperan
Sex: Betina
44

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
15 Nama: Tara Kulit bintik-bintik merah, T: 39.3 0C Alergi T/ decadril, erlamicetin
Jenis: Anjing gatal Kulit bintik-bintik merah, berkerak
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
16 Nama: Chokie Puting membesar T: 39.2 0C Tumor T/biodin, bonti
Jenis: Anjing Puting membesar
Ras: Beagle
Sex: Jantan
17 Nama: Louis Tidak bisa urunasi T: 38.7 0C kristaluria T/ pemasangan catheter
Jenis: Anjing Pemasangan catheter
Ras: English buldog
Sex: Jantan

Senin, 16 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Dora Gangguan pada hati T: - liver Tlaser puncture
Jenis: Anjing Gangguan pada hati
Ras: Shit-zu
sex: Betina
2 Nama: Alvero Kaki belakang lemas T: - Paralisis T/acupuncture
Jenis: Anjing Kaki belakang lemas
Ras: Shit-zu
Sex: Jantan
3 Nama: Elvi Kelemahan pada kaki T: - Paralisis T/acupuncture
Jenis: Anjing depan dan belekang Kaki depan dan belakang lemas
Ras: Dalmation
Sex: Betina
4 Nama: Eca Lumpuh T: - Paralisis T/acupuncture
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
Jenis: Anjing Lumpuh
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
5 Nama: Paper Ada masalah dengan T: - - T/acupuncture
Jenis: Anjing lambung
Ras: Shit-zu
Sex: Jantan
6 Nama: Mocca Pencernaan bermasalah, T: - Paralisis T/acupuncture
Jenis: Anjing kelemahan otot leher dan Kelemahan otot leher dan kaki
Ras: Pomerian kaki belakang belakang
Sex: Betina
7 Nama: Puppis Pengapuran tulang T: - Pengapuran tulang T/acupuncture
Jenis: Anjing punggung Pengapuran tulang punggung punggung dan
Ras: Chihua-hua spondilosis
Sex: Betina
8 Nama: Pom-pom Sehat T: - Sehat T/acupuncture
Jenis: Anjing Sehat
Ras: Pomerian
Sex: Jantan
9 Nama: Arnot Kaki belakang lumpuh T: - Paralisis T/acupuncture
Jenis: Anjing Kaki belakang lumpuh
Ras: Tacle
Sex: Jantan
10 Nama: Snowi Sehat T: - Sehat T/acupuncture
Jenis: Anjing Sehat
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
11 Nama: Obit Kaki belakang lumpuh T: - Paralisis T/acupuncture
Jenis: Kucing Kaki belakang lumpuh
46

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
Ras: Domestik
Sex: Jantan
12 Nama: Cassie Buka jahitan T: - Sehat T/bonti, iodine, buka
Jenis: Anjing Luka sayatan post operasi kering jahitan
Ras: Poodle
Sex: Betina
13 Nama: Meira Gatal-gatal, kulit merah T: 39.1 0C Alergi T/vigantol-E, dermatrix
Jenis: Anjing Kulit merah, gatal-gatal
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
14 Nama: Bogel Check up T: 37.3 0C Cardiomyopathi T/vetmidin, lasix, hp.
Jenis: Anjing Mur-mur jantung Pro, pronici, enelopril
Ras: Mix breed
Sex: Betina
15 Nama: Coco Kaki kanan belakang T: 38.3 0C Sehat T/ CKR
Jenis: Anjing pincang Telinga kotor
Ras: Pomerian
Sex: Jantan
16 Nama: Pablo Luka di ekor, gatal-gatal T: - Luka T/bonti, iodine,
Jenis: Anjing Luka di ekor, gatal-gatal dermatrix
Ras: Pomerian
Sex: Jantan
17 Nama: Peter Muntah, flu T: 38.3 0C Infeksi saluran T/ gentamicin, NaCl,
Jenis: Anjing Flu, hidung basah pernafasan atas ventolin
Ras: Poodle
Sex: Jantan
31

Selasa, 17 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Melvin Vaksinasi T: 38.6 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zu kotoran telinga (-)
sex: Jantan
2 Nama: Zoro Kejang-kejang T: 39.5 0C Epilepsi T/neurobion, biodin,
Jenis: Anjing Kejang-kejang bio ATP
Ras: Mix breed
Sex: Jantan
3 Nama: Ocel Lumpuh T: 38.1 0C Paralisis T/neurobion, biodin,
Jenis: Anjing Lumpuh RL
Ras: Mix breed
Sex: Betina
4 Nama: Syerma Mencret, flu T: - Flu, dehidrasi T/RL, biodin, roxine,
Jenis: Kura-kura Flu, dehidrasi vigantol-E, gentamicin,
Ras: Sulkata NaCl, ventolin
Sex: Betina
5 Nama: NN Kulit di leher luka T: - luka T/bonti, iodin, roxin,
Jenis: Kura-kura Kulit di leher luka biodin
Ras: Brazil
Sex: Jantan
6 Nama: Al Lumpuh T: 38.2 0C Paralisis, dehidrasi T/RL, neurobion, tf
Jenis: Kucing Lumpuh, dehidrasi plus, meticobalt,
Ras: Domestik pronicy, bio ATP
Sex: Jantan
7 Nama: Nelly Tidak mau makan T: - Sariawan T/RL, biodin,
Jenis: Kura-kura Ada perlukaan pada gusi, mata gentamicin, roxine,
Ras: Brazil kotor vigantol-E
Sex: Betina
48

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
8 Nama: Wilow Check up T: - Sehat T/biodin, vigantol-E
Jenis: Kelinci Sehat
Ras: Holan love
Sex: Jantan
9 Nama: Chaca Bintil-bintil di kulit T: - Tumor kulit T/roxine
Jenis: Anjing Bintil-bintil di kulit
Ras: Poodle
Sex: Betina
10 Nama: Istar Mata menutup T: - - T/Vigantol-E, biodin,
Jenis: Kura-kura Mata menutup gentamicin
Ras: Indian star
Sex: Betina
11 Nama: Love Daun telinga berkerak, T: 38.6 0C Skabies T/ivermectin, biodin,
Jenis: Kucing gatal Daun telinga berkerak, gatal CTM, BBS
Ras: Domestik Cek natif kerokan kulit: skabies
Sex: Jantan
12 Nama: Pus kecil Gatal-gatal pada kulit T: 38.0 0C - T/bonti, iodine,
Jenis: Kucing Kulit berkerak, basah amoxicilin, claritin,
Ras: Domestik chepalexine, seloxy,
Sex: Jantan lacbon
13 Nama: RCK (Louis) Vaksinasi T: 38.2 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Maltis kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
14 Nama: Spoki Batuk-batuk T: 38.3 0C - T/cefotaxime, biodin
Jenis: Anjing Batuk-batuk
Ras: Pomerian
Sex: Jantan
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
15 Nama: Candy Vaksinasi T: 38.3 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Chihua-hua kotoran telinga (-)
Sex: Betina

Rabu, 18 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Choki Kuku patah T: 38.4 0C Kuku patah T/cabut kuku, PK
Jenis: Anjing Kuku patah
Ras: Pomerian
sex: jantan
2 Nama: Beli Gatal-gatal T: 39.50C Alergi T/bonti, iodin,
Jenis: Anjing Gatal-gatal, kulit merah cefotaxyme, decadril,
Ras: Pomerian CTM
Sex: Jantan
3 Nama: Buffi Mencret, luka pada mata T: 39.5 0C Luka pada lensa mata T/ampicilin, biodin,
Jenis: Anjing Luka pada lensa mata hematopan, gentamicin
Ras: Pomerian
Sex: Jantan
4 Nama: Kiki Cek kebuntingan pasca T: 38.3 0C Tidak bunting T/seloxy, amoxilin,
Jenis: Anjing kawin USG: negatif bunting sangobion
Ras: Shit-zu
Sex: Jantan
5 Nama: Mocci Vaksinasi T: 38.7 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Shit-zu kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
50

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
6 Nama: Jojo Kaki kiri belakang T: 38.4 0C Cruciate ligament T/biodin, hematopan,
Jenis: Anjing pincang, luka pada ekor Kaki kiri belakang pincang, luka omega-3, bonti
Ras: Pitbul pada ekor
Sex: Betina Telinga kotor, kulit lika dan merah-
merah
7 Nama: Marcio Ada benjolan pada kaki T: 38.3 0C Abses Lushing (clorhexadine),
Jenis: Anjing kiri depan Benjolan pada kaki kiri depan bonti, bioplacenton,
Ras: Tackel clavamox, omega-3,
Sex: Jantan atrix/glukosamin
8 Nama: Picco Check up benjolan di perut T: 39.2 0C Tumor T/hematopan, biodin
Jenis: Anjing Benjolan di perut
Ras: Shit-zu
Sex: Betina
9 Nama: Bally Vaksinasi T: 39.00C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Pomerian kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
10 Nama: Chiko Kulit gatal-gatal T: 38,6 0C Dermatofitosis T/vigantol-E,
Jenis: Anjing Kulit merah dan berkerak ketokonazole
Ras: Shit-zu
Sex: Jantan
11 Nama: Beauti Sesak nafas T: - Infeksi saluran T/Farsix, gentamicin,
Jenis: Anjing X-ray: penyempitan pada trakhea pernafasan atas ventolin, NaCl,
Ras: Pomerian dexamethason
Sex: Betina
12 Nama: Cipluk Flu T: 38.20C Infeksi saluran T/gentamicin, NaCl,
Jenis: Anjing Flu pernafasan atas ventolin, potasium
Ras: Pomerian permanganat
Sex: Jantan
31

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
13 Nama: Roven Sesak nafas, gangguan T: - Cardiomyopathi T/ farsix, ATP,
Jenis: Anjing pada jantung Sesak nafas, gangguan pada neurobion, cardiac dog
Ras: Mix breed jantung food
Sex: Jantan
14 Nama: Bogel Check up gangguan pada T: 38.9 0C Cardiomyopathi T/Farsix (furosamide),
Jenis: Anjing jantung Sesak nafas, gangguan pada O2, digorin,
Ras: mix breed jantung phenobarbital
Sex: Betina

Kamis, 19 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Kitty Vaksinasi T: 38.4 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Domestik kotoran telinga (-)
sex: Betina
2 Nama: Win-win Lemas, kurang nafsu T: 38,3 0C Dehidrasi T/infus RL, oxyfreesh
Jenis: Anjing makan Lemas gel, biodin, HB 800,
Ras: Tackel roxin
Sex: Betina
3 Nama: Lily Vaksinasi T: 38.6 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Anjing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: mix breed kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
4 Nama: Beckam Cek jahitan post operasi T: - Sehat T/biodin, roxyn
Jenis: Anjing Luka masih basah
Ras: Shit-zu
Sex: Jantan
5 Nama: Melodi Vaksin T: 38.1 0C Sehat Vaksin Felocel 4
52

Status present, Gejala klinis,


No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Persia kotoran telinga (-)
Sex: Betina
6 Nama: Kitty Vaksin T: 38.5 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Persia kotoran telinga (-)
Sex: Betina
7 Nama: Candy Lemas, nafsu makan T: 38.0 0C Dehidrasi T/ vigantol-E, biodin,
Jenis: Kucing kurang Lemas RL, 40% dextrous inj
Ras: Persia
Sex: Betina
8 Nama: Jali Vaksinasi T: 38.8 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Bengal kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
9 Nama: Pesek Vaksinasi T: 38.1 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Mankun kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
10 Nama: Jelly Vaksinasi T: 38.5 0C Sehat Vaksin Felocel 4
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Mankun kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
31

Jumat, 20 Januari 2017


Status present, Gejala klinis,
No Signalment Anamnesa Diagnosa Terapi
dan Diagnosa Penunjang
1 Nama: Mamah Batuk, flu T: 40.00C Cat flu T/cefotaxyme,
Jenis: Kucing Hidung kering, flu hematopan, biodin
Ras: Domestik
sex: Betina
2 Nama: Ucrit Batuk, flu T: 39.70C Cat flu T/cefotaxyme,
Jenis: Kucing Hidung kering, flu hematopan, biodin
Ras: Domestik
Sex: Betina
3 Nama: Pulung Tidak mau makan, flu T: 39.0 0C Cat flu T/cefotaxime, biodin,
Jenis: Kucing Lemas, hidung basah hematopan, dextrose inj
Ras: Domestik
Sex: Betina
4 Nama: Dio Vaksinasi T: 38.1 0C Sehat Vaksin E7
Jenis: Kucing Pemeriksaan mikroskopis feses dan
Ras: Persia kotoran telinga (-)
Sex: Jantan
5 Nama: NN Flu T: 38.2 0C Infeksi saluran T/ventolin, gentamicin,
Jenis: Anjing Flu, hidung basah pernafasan atas NaCl
Ras: Poodle
Sex: Jantan
6 Nama: Syro Kulit berkerak dan gatal- T: - Demodekosis T/ivermectin,
Jenis: Anjing gatal Uji natif kerokan kulit: positif cefatoxyme,
Ras: Domestik demodek hematopan, CTM,
Sex: Jantan seloxy, neurobion,
imboos
54

Lampiran 5 Berita acara pelaksanaan kegiatan di PDHB Green Garden


Hari/Tanggal Waktu (mulai-selesai) Pembimbing lapangan Jenis kegiatan
Senin 08.00-20.00 Drh. Alvian Pengarahan, rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan),
09 Januari 2017 magang poliklinik, dan mendata obat-obatan di rawat inap.

Selasa 07.30-20.00 Drh. Angel Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
10 Januari 2017 poliklinik, operasi kastrasi dan OH.

Rabu 07.30-20.30 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
11 Januari 2017 poliklinik, operasi pyometra dan cystotomi.

Kamis 07.30-20.00 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
12 Januari 2017 poliklinik, belajar menghitung dosis obat, x-ray, USG, dan PE hewan kasus.

Jumat 07.30-19.00 Drh. Angel Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), dan magang
13 Januari 2017 poliklinik.

Sabtu 07.30-19.30 Drh. Arran Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
14 Januari 2017 poliklinik, dan potong tarik macaca vasikularis

Minggu 07.30-20.00 Drh. Arran Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
15 Januari 2017 poliklinik, dan operasi OH.

Senin 07.30-20.30 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
16 Januari 2017 poliklinik, dan operasi cystotomi.

Selasa 07.30-20.30 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), dan magang
17 Januari 2017 poliklinik.

Rabu 07.30-19.30 Drh. Angel Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
18 Januari 2017 poliklinik, dan operasi cystotomi.

Kamis 07.30-20.00 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
19 Januari 2017 poliklinik, dan diskusi.
31

Jumat 07.30-19.00 Drh. Alvian Rawat inap (observasi, pengobatan, membantu menghandle hewan), magang
20 Januari 2017 poliklinik, dan operasi OH.