Anda di halaman 1dari 12

NAMA: PONCO NUGROHO SAKTI

NIT : 51145162
KELAS : N7A

1. Terangkan artinya istilah muatan


berikut ini :
a. OPTIONAL CARGO
b. DELICATE CARGO
c. HEAVY LIFT CARGO
Jawab :
a. Optional Cargo adalah : Muatan yg memiliki lebih dari
satu pelabuhan bongkar & menunggu
keputusan shipper.
b. Delicate Cargo adalah : Muatan yg peka terhadap
bau2an.
c. Heavy Lift Cargo adalah :
Muatan yg beratnya melebihi kemempuan daya angkat
Boom kapal.
d. Long hatch adalah keterlambatan muat bongkar ,karena
terlambat di salah satu palka

2. a. Apa yg dimaksud TEU pada


pemuatan kontainer
b. Jelaskan cara memberi nomor pada
kontainer
Jawab :
a. TEU ( Twenty Feet Equivalent Unit) adalah
unit padanan peti kemas ukuran 20 kaki.
b. Bay adalah tanda nomor membujur mulai dr depan ke blkg
dgn catatan no ganjil untuk cont. 20 kaki, genap untuk cont. 40
kaki. bay dihitung dari haluan dilihat dari lambung kiri.

Row adalah tanda nomor melintang dimulai dari tengah &


dilihat dari arah belakang.
kekanan – Row 01,03,05,07 dst
kekiri – Row 02,04,06,08, dst
Tier adalah tanda nomor tegak dimulai dgn angka2
On deck – Tier 82,84,86 dst
On hold – Tier 02,04,06 dst

3. a. Terangkan apa yg dimaksud ruang


rugi (broken Stowage).
b. Sebutkan penyebab terjadinya over
stowage.
Jawab :
a. Broken stowage adalah prosentase ruang palka yg tidak
dapat diisi oleh muatan karena dari bentuk dan jenis dari
muatan tsb.
b. 1. Tidak melaksanakan perencanaan
muat yg baik
2. Tidak adanya pengawasan pd waktu
Pelaksanaan Pemuatan.
3. Penggunaan dunage yg yg tidak
efisien.
4. penggunaan ruang muat tdk
disesuaikan dgn bentuk Muatan.

4. 5 Prinsip pemuatan :
1. Melindungi ABK & buruh.
- agar mereka selamat dlm melaksanakan kegiatan dengan
menggunakan alat keselamatan kerja secara benar.
2. Melindungi kapal.
-agar kapal tetap selamat selama muat bongkar maupun dalam
pelayaran, misalnya menjaga stabilitas kapal.
3. Melindungi muatan.
- Pada waktu muat, bongkar & selama dlm pelay muatan hrs
ditangani secara baik utk mencegah kerusakan muatan.
4. Muat & bongkar scr cepat & sistematis
- Adanya rencana pemuatan & bongkar (stowage plan)
menggunakan ruang muat semaksimal mungkin.
5. Penggunaan ruang muat semaksimal mungkin.
- Dalam melakukan pemuatan hrs diusahakan agar semua
Ruang terisi penuh oleh muatan/kpl dpt muat sampai max.

5. a. Hatch List adalah sebuah daftar barang2 yg berada di


dalam setiap palka.
b. Bay plan adalah Bagan pemuatan
container secara membujur, melintang & tegak.
c. Faktor-faktor apakah yang untuk
membuat stowage plan itu ?
-Berat dan jenis muatan
-Pelabuhan bongkar ntuk masing-masing muatan,serta
pelabuhan muat
-Bentuk muatan dan jumlahnya.
d. Stowage plan adalah suatu bagan kpl. dimana muatan
ditempatkan,
dilengkapi data tujuan, jumlah, berat muatan serta
pelabuhan muatnya
masing2.
e. Tentative stowage plan adalah rencana awal pemuatan yg
sifatnya apabila terjadi perubahan muatan masih bisa
dilakukan.
f . Final stowage plan adalah rencana
pemuatan akhir

6. a. Keuntungan & kerugian Peti Kemas


Keuntungan :
- Muat bongkar dapat dilakukan dgn
Cepat
- Kerusakan barang-barang yang diangkut dapat ditekan
sekecil mungkin
- Kehilangan(pencurian) dapat ditekan sekecil mengkin.
- Pengawasan barang(control)baik ole pemilik barang
(owner),
pengirim barang (shipper),maupun penerima barang
(consignee) lebih mudah.

Kerugian :
- Pengoperasian lebih mahal
- Harus ditangani tenaga ahli (profesional)
- Memerlukan penanganan khusus
b. Syarat Container menurut ISO :
- mengenai ukuran2 & berat bruto suatu container, meliputi
code, tinggi, lebar,
panjang & berat max container bserta cargo.
- Mengenai sarana pengangkutan nya dgn metode kunci putar
(twist lock) yg dipasangkan
pada sudut2nya untuk kepentingan mengangkat.
- mengenai pemberian merkah2nya meliputi nomer kode,
nomor seri , tanda pemilik, berat
max pada tempat tertentu yg mudah dikenal.
- Container hrs dpt disusun sebanyak 6 susun dlm keadaan
full load tanpa perubahan2 berarti.

FCL/FCL (Full Container Load)


Adalah : container yang berisi muatan milik satu shipper

LCL/LCL (Less than Container Load)


Adalah : container yang berisi muatan milik beberapa shipper

7. 9 class muatan berbahaya sesuai solas 1974


1. Eksplosive (bahan peledak)
2. Gas yg dimampatkan.
3. Inflamable liquid (cairan yang mudah menyala)
Inflamable solid or substances (benda padat yg mudah menyala)
4. Oxodixing substances (zat yg mengandung zat asam)
5. Poisonous (toxic) substances ( zat yg beracun).
6. Radio Aktif substances (zat radio aktif berbahaya).
Zat corrosive = zat bahan penyebab karat.
Semua zat yg berdasarkan pengalaman memiliki sifat berbahaya,
misal :
calcium, oxida, aluminium nitrad, pupuk organik.

Maksud dari segregation table :


Dengan memisahkan muatan dari Pelb. bongkar yg berbeda
dng menggunakan jaring (net)
yg tipis tetapi cukup kuat, sehingga jelas bagi yg membongkar
akan terhenti pada
waktu akan melampaui jaring pemisah tsb.

Cara agar muat bongkar di kpl dpt dilaksanakan secara cepat &
sistimatis :
Sebelum kpl tiba di pelb. pertama di suatu Negara, hrs sdh
tersedia rencana
pemuatan & pembongka- ran (stowage plan), dicegah terja-
dinya Long hatch,
over stowage & over carriage.

8.Jenis muatan ditinjau dari sifat/mutunya


1.Muatan basah
2.Muatan bersih
3.Muatan berbau
4.Muatan kering
5.Muatan berbahaya
6.Muatan peka

Yg dimaksud dng melindungi muatan dalam prinsip memuat :


Bahwa pihak kapal (carrier) bertanggung jawab keselamatan
dan keutuhan
muatan sejak muatan itu dimuat sampai muatan itu dibongkar.
9.Jelaskan bagaimana mengatur peranginan palka ini ?
- Berikan ventilasi jika kelembaman udara didalam ruangan
palka lebih besar
dari kelembaman udara luar.
- Berikan ventilasi jika titik embun udara didalam ruang palka
lebih tinggi
dari titi embun udara luar
- Hindarkan ventilasi jika kelembaban udara diruang polka lebih
kecil dari
kelembaban udara luar
- Hindarkan ventilasi jika titik embun udara diruang palka lebih
rendah dari
titik embun udara luar

a.Terangkan hubungan kelembapan udara palka (Relative


humidity) dengan peranginan palka ?
Bahwa air yang timbul didalalam ruang palka karena udara
dalam ruang polka
sudah jenuh, yang ahirnya timbul kondensasi

10. Persyaratan umum jika muatan di deck :


Hrs diperhitungkan kekuatan geladaknya (DLC).
apabila muatan deck mudah rusak hrs diberi tutup tempat.
Muatan hrs dilashing.

Yg dimaksud dengan Load deck capacity adalah kemampuan


suatu geladak utk
menahan beban yg ada diatasnya dinyatakan dalm ton/m3.
Data load capacity tertera pada Blue print (buku biru) yg berisi
semua
data2 ukuran kapal yg di tetapkan oleh suatu Biri Klasifikasi
Cara menghitung load capacity
DLC = H , DLC = h
1,4 sf
H = Tinggi deck dlm meter.
h = Tinggi max muatan dlm mtr.
sf= Sf dalam m3/ton
1,4= Sf standard

Bahaya2 yg timbul pada muatan berbahaya klas 3 :


-Bahaya kebakaran, karena muatan ini mudah terbakar pada
suhu yg sangat rendah.
-Uap mengandung racun sehingga membahayakan orang2 di
sekelilingnya.
-Bila dicampur dng muatan lain dpt merusak muatan itu sendiri
& membahayakan kpl

11.Jenis penerapan tetap berikut penempatannya :


*Bilah keringat dipasang pada gading2 kapal secara membujur
*Rangka kayu dipasang menempel pada Ska dan dipasang
secara melintang kapal
antara palkah dan Kamar mesin
*Papan kayu dipasang secara membujur pada lantai palkah
(Double Botton / Tank Top)
*Rangka kayu dipasang menutupi pilar2, pipa dalam palkah
Kegunaan dr Dunnage/terapan :
*Sebagai pemisah antara muatan.
*Sebagai pemisah antara dinding palka dng muatan.
*Untuk membentuk terowongan aliran udara/ lebar antara
tumpukan muatan.

Keuntungan dan kerugian Deck Crane yang digunakan di kapal


:
Keuntungan :
- Dengan 1 crane dapat menghibob,
mengayun / swing.
- Mengarea beban dgn satu org saja

Kerugiannya :
- Kecepatan dan kekuatan kecil
- Membutuhkan ruangan yg lebar di deck

Sebutkabn 3 macam jenis winch dilihat dari penggeraknya :


1) Hydralis
2) Uap
3) Listrik

Persiapan Palkah yg harus dilakukan untuk memuat muatan


dingin
1.Isolasinya diperiksa dan apabila ada yg kendor diperbaiki
2.Papan2 dan boyo2 dan mulut palkah dan ventilasi dari ruang
isolasinya diperiksa,
dan bila ada yang rusak diperbaiki.
3.Skaper (tutup lobang) dipasang dan semua pipa yg menuju ke
ruangan dingin harus
ditutup untuk menjaga agar tidak ada udara yg masuk.
4.Bocoran2 harus diperiksa
5.Palka beserta gotnya dibersihkan seluruhnya.
6.Alat pendingin dibersihkan lalu diisi lagi kemudian ditest

Persiapan yang dilakukan untuk menerima muatan Container :


 Menyiapkan By Plan
 Peralatan lasing yang digunakan
 Bila ada muatan yg berbahaya jauhkan dari Cabin.
.
12.Persiapan tanki deep tank sebelum memuat PALM OIL :
 Tanki hrs bersih.
 Mesin pemanas (heater) hrs dlm kondisi bagus & siap pakai.
 Hrs ada sertifikat kelayakan tanki yg dikeluarkan oleh
surveyor.

Cara membersihkan tangki :


1. Disemprot dgn air laut lalu disemprot dgn a.tawar yg sdh
dipanasi dgn uap panas.
2. Sisa2 air dikumpulkan pada drum2 kosong (dibuang di tgh
laut bebas sesuai ISM code)
3. Tangki dilap kering pakai majun

Cara mengetest Tanki :


Man hole dibuka dimasukkan alat pipa / pompa tekan untuk
mengetahui kedap minyak / bocor

13.Apa kegunaan peranginan di atas kapal, sebutkan !


 Mengalirkan udara bersih/kering ke dalam ruang palka
 Mengeluarkan udara lembab, kotor, panas, bau, gas dlsb dari
ruang palka

b. macam peranginan yang


biasa digunakan, sebutkan !
ada 2 macam yaitu sistem
alam dan sistem buatan.

c.jenis peranginan yang anda ketahui!


Dengan meletakkan corong korsel kedua duanya ke bawah
angin
jadi ruangan tetap dingin karena panasnya diambil. Cara
peranginan alam ini
tergantung pada udara luar.

14. Tindakan yg harus dilakukan pada saat pemuatan minyak :


1. Kordinasi antara pihak darat dg pihak kpl
2. Saat minyak jatuh ke tangki catat jam berapa, trim kpl, list
(kemiringan) kpl dan draft kpl.
3. Semua jam2 istirahat pengisian ditulis jam, trim, list , draft
dan jam mulai lagi.
4. Setelah selesai memuat, jam, trim, list, draft, Ullage, Bj,
suhunya berapa ditulis.
5. Tangki ditutup dgn baik, gunakan paking yg baru dan cek jgn
sampai ada skrup2 yg kendor.
6. Dgn dasar Ullage, Bj dan suhu di hitung muatan yg dimuat.

Perawatan minyak selama pely :


1. Minyak selalu dipanasi (supaya tdk terjadi pembekuan)
sampai suhu tertentu.
2. Koordinasi terhadap pelabuhan bongkar tentang berapa suhu
pembongkaran minyak yg dikehendaki.
3. Panasi minyak sesuai dgn suhu pembongkaran.
4. Selama pelayaran suhu minyak selalu diukur pagi dan sore
dicatat pada buku khusus.(buku nanti akan diminta oleh pemilik
barang)

15.Yg dimaksud dgn to protect the ship adalah melindungi kpl


agar kpl tetap selamat dlm melaksana-kan kegiatan selama muat,
bongkar, maupun dlm pelayaran misalnya membahayakan kapal,
tdk memuat melebihi daya muat/ memuat muatan yg
membahayakan kpl ataupun memuat yg tdk sesuai dng jenis
kapalnya.