Anda di halaman 1dari 4

ABORTUS SPONTAN KOMPLIT

No. Dokumen :
No. Revisi :
Tanggal Terbit :
SOP
Halaman :

PUSKESMAS KARANGREJO
KABUPATEN Hari Uminarti,S.Kep.Ners
TULUNGAGUNG NIP. 19661207 198901 2 001

1. Pengertian Abortus ialah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin
dapat hidup diluar kandungan, dan sebagai batasan digunakan
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat anak kurang dari 500 gram.
Abortus Spontan komplit :
Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan
kurang dari 20 minggu.
Gejala klinis
Keluhan yang terdapat pada pasien abortus spontan komplit antara lain:
1. Perdarahan sedikit
2. Nyeri perut atau kram ringan
3. Mulut sudah tertutup
4. Pengeluaran seluruh hasil konsepsi
Faktor Risiko :
Faktor Maternal
a. Penyakit infeksi
b. Gangguan nutrisi yang berat
c. Penyakit menahun dan kronis
d. Alkohol dan merokok
e. Anomali uterus dan serviks
f. Gangguan imunologis
g. Trauma fisik dan psikologis
Pemeriksaan Fisik
a. Penilaian tanda vital (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu)
b. Penilaian tanda-tanda syok
c. Periksa konjungtiva untuk tanda anemia
d. Mencari ada tidaknya massa abdomen
e. Tanda-tanda akut abdomen dan defans musculer
f. Pemeriksaan ginekologi, ditemukan:
• Osteum uteri tertutup
• Perdarahan sedikit
• Ukuran uterus lebih kecil usia kehamilan
Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan USG.
b. Pemeriksaan tes kehamilan (β-HCG): biasanya masih positif sampai
7-10 hari setelah abortus.
c. Pemeriksaan darah perifer lengkap
Diagnosis Klinis
Diagnosis ditegakkan berdasar anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
penunjang.
Diagnosis Banding
a. Kehamilan ektopik
b. Mola hidatidosa
c. Missed Abortion
Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada abortus ialah
a. Perdarahan
b. Infeksi
c. Perforasi
d. Syok
Pencegahan
a. Pemeriksaan rutin antenatal
b. Makan makanan yang bergizi (sayuran, susu,ikan, daging,telur).
c. Menjaga kebersihan diri, terutama daerah kewanitaan dengan tujuan
mencegah infeksi yang bisa mengganggu proses implantasi janin.
d. Hindari rokok, karena nikotin mempunyai efek vasoaktif sehingga
menghambat sirkulasi uteroplasenta.
e. Apabila terdapat anemia sedang berikan tablet sulfas ferosus 600
mg/hari selama 2 minggu, bila anemia berat maka berikan transfusi
darah.
2. Tujuan Prosedur ini dibuat untuk pedoman pengobatan pasien dengan
diagnose abortus spontan komplit di tingkat pelayanan
dasar/puskesmas oleh dokter umum
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Karangrejo
No. 440/ /103.26/2017
tentang abortus spontan komplit.
4. Referensi Panduan praktek klinik bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan
primer, edisi I tahun 2013.
5. Prosedur 1. Pasien dengan keluhan keluar darah disertai nyeri perut yang
menunjukkan gejala klinis abortus spontan komplit dilakukan
pemeriksaan fisik segera serta anamnesis
2. Penatalaksanaan :
Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya apabila menderita
anemia perlu diberikan sulfas ferosus dan dianjurkan supaya
makanannya mengandung banyak protein, vitamin dan mineral.
3. Sarana Prasarana
a. Inspekulo
b. Laboratorium sederhana untuk pemeriksan tes kehamilan .
c. Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan darah rutin.
d. Alat kontrasepsi
e. USG
Prognosis
Prognosis umumnya bonam.

6. Langkah-
Langkah
7. Bagan Alir Anamnesa

Pemeriksaan fisik

Penatalaksanaan :

Tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya apabila


menderita anemia perlu diberikan sulfas ferosus dan
dianjurkan supaya makanannya mengandung banyak
protein, vitamin dan mineral.

Konseling dan Edukasi

Semua proses ditulis


dalam rekam medis
8. Hal – hal yang -
diperhatikan
9. Unit Terkait Poli KIA, IGD
10. Dokumen Terkait
11. Rekaman Historis
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan