Anda di halaman 1dari 3

ANEMIA DEFISIENSI BESI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :
PUSKESMAS KARANGREJO
KABUPATEN Hari Uminarti,S.Kep.Ners
TULUNGAGUNG NIP. 19661207 198901 2 001

1. Pengertian Anemia defisiensi besi merupakan penurunan jumlah massa eritrosit


sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen
dalam jumlah cukup ke jaringan perifer.
2. Tujuan a. Untuk mengetahui adanya keluhan lemah, letih, lesu, lelah, mata
berkunang-kunang, pusing, telinga berdenging, penurunan
konsentrasi, sesak napas.
b. Untuk mengetahui penatalaksanaan

3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Karangrejo


No. 440/ /103.26/2017
tentang Anemia defisiensi besi.
4. Referensi DEPKES, PERMENKES RI, No. 514 / 2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. (
Jakarta, DEPKES RI, 2015).

5. Prosedur Penatalaksanaan
Prinsip penatalaksanaan anemia harus berdasarkan diagnosis definitif
yang telah ditegakkan. Setelah penegakan diagnosis dapat diberikan
sulfas ferrosus 3 x 200 mg (200 mg mengandung 66 mg besi
elemental).

Rencana Tindak Lanjut


Untuk penegakan diagnosis definitif anemia defisiensi besi
memerlukan pemeriksaan laboratorium di layananan sekunder dan
penatalaksanaan selanjutnya dapat dilakukan di layanan tingkat
pertama.

Konseling dan Edukasi


1. Memberikan pengertian kepada pasien dan keluarga tentang
perjalanan penyakit dan tata laksananya, sehingga meningkatkan
kesadaran dan kepatuhan dalam berobat serta meningkatkan
kualitas hidup pasien.
2. Pasien diinformasikan mengenai efek samping obat berupa mual,
muntah, heartburn, konstipasi, diare, serta BAB kehitaman.
3. Bila terdapat efek samping obat maka segera ke pelayanan
kesehatan.`

Kriteria Rujukan
1. Anemia tanpa gejala dengan kadar Hb <8 g/dL.
2. Anemia dengan gejala tanpa melihat kadar Hb segera dirujuk.
3. Anemia berat dengan indikasi transfusi (Hb <7 g/dL).
4. Anemia karena penyebab yang tidak termasuk kompetensi dokter
dilayanan tingkat pertama misalnya anemia aplastik, anemia
hemolitik dan anemia megaloblastik.
5. Jika didapatkan kegawatan (misal perdarahan aktif atau distres
pernafasan) pasien segera dirujuk.

6. Langkah-
Langkah
7. Bagan Alir
Pasien datang

Anamnesa

Petugas mencuci tangan


dan gunakan APD

Pemeriksaan fisik dan


Laboratorium sederhana

Pemberian Edukasi Gaya Hidup


Sehat dan pemberian terapi sesuai
pedoman yang berlaku

Pencatatan rekam medis dan


register pasien serta
kelengkapan administrasi

Pulang

8. Hal – hal yang -


diperhatikan
9. Unit Terkait a. Ruang Kesehatan Ibu
b. Ruang Farmasi
c. Ruang Administrasi Kantor
10. Dokumen Terkait Rekam Medik

11. Rekaman Historis


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan