Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. UMUM

Badan Layanan Umum Daerah atau disingkat BLUD adalah Satuan


Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada Satuan Kerja
Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk
memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang/jasa
yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan
kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
BLUD merupakan bagian dari perangkat pemerintah daerah dengan
status hukum tidak terpisah dari pemerintah daerah. Berbeda dengan SKPD
pada umumnya, pola pengelolaan keuangan BLUD memberikan fleksibilitas
berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat
untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, seperti pengecualian dari
ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. Sebuah satuan kerja
atau unit kerja dapat ditingkatkan statusnya sebagai BLUD.

Sejak ditetapkan sebagai BLUD pada tanggal 9 Juni 2014 lewat


Keputusan Bupati Banyumas No 900/875/2014 tentang PenerapanPola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Pada Unit Pelaksana
Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas,saat ini Puskesmas II
Kembaran sebagai BLUD Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas perlahan
mulai membenahi pengelolaan Puskesmas baik dalam hal sumberdaya
manusia maupun tata kelola keuangan.Keleluasaan pengelolaan keuangan dan
anggaran dalam BLUDmenciptakan keluwesan dalam hal perencanaan
keuangan sehingga mendukung perencanaan program dan pelaksanaan
pelayanan kesehatan bagi pengguna jasa layanan kesehatan Puskesmas II
Kembaran. Penetapan Puskesmas sebagai BLUD diikuti pula
denganPeraturan Bupati Banyumas no 89 tahun 2014 Tentang Tata Kelola

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


1
Badan Layanan Umum Daerah Unit pelaksana Teknis Pusat Kesehatan
Masyarakat kabupaten Banyumas, Peraturan Bupati Banyumas Nomor 30
Tahun 2014 tentang Remunerasi Pada Badan Layanan Umum Daerah-Unit
Pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Peraturan Bupati
Banyumas No 39 Tahun 2014 tentang Tarif,dan Keputusan Bupati Banyumas
No. 900/999/2014 tentang Pemimpin BLUD.

Fleksibilitas ini juga menjamin ketersediaan bahan dan peralatan


medis yang dibutuhkan dalam pelayanan kepada masyarakat, disamping itu
memberikan kesempatan untuk mengangkat tenaga profesional di bidangnya
yang berstatus non PNS untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, sekaligus memberikan keleluasaan untuk memberikan imbalan
jasa kepada pegawai berupa insentif sesuai kontribusinya. Tetapi sebagai
pengimbang, BLUD dikendalikan secara ketat dalam perencanaan dan
penganggarannya, serta dalam pertanggungjawabannya.

Karakteristik Bisnis Puskesmas II Kembaran

Puskesmas II Kembaran merupakan penyedia jasa pelayanan


kesehatan yang berlokasi di jalan Raya Kramat no 1, Kecamatan Kembaran
Kabupaten Banyumas dan mempunyai wilayah kerja 8 Desa yaitu Kramat,
Sambeng wetan, Sambeng kulon, Karang Tengah, Purwodadi, Bojongsari,
Pliken dan Ledug.

Badan Layanan Umum Daerah Puskesmas II Kembaran sebagai pusat


pelayanan kesehatan masyarakat strata pertama di wilayah kerjanya
bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
berkualitas. Mengacu kepada PermenkesNo 75 tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat, BLUD Puskesmas II Kembaran telah melaksanakan :

1. Upaya Kesehatan Masyarakat


a. Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
1) Upaya Promosi Kesehatan

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


2
2) Upaya Kesehatan Lingkungan
3) Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
4) Upaya Perbaikan Gizi
5) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
b. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
1) Upaya Kesehatan Sekolah
2) Upaya Kesehatan Olah raga
3) Upaya kesehatan Gigi dan Mulut
4) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
5) Upaya Kesehatan Usia Lanjut
2. Upaya Kesehatan Perseorangan
a. Rawat Jalan
1) Melaksanakan konsultasi, pemeriksaan dan tindakan kepada
pasien
2) Peresepan yang rasional
3) Rujukan kasus yang tidak tertangani di Puskesmas
b. Pelayanan Gawat Darurat
1) Melaksanakan penanganan kasus kegawatdaruratan
2) Melaksanakan rujukan untuk kasus yang tidak tertangani di
puskesmas
c. Pelayanan persalinan 24 jam
3. Upaya Kesehatan Masyarakat Penunjang
a. Laboratorium
b. Gudang dan ruang obat
c. Ambulance

B. VISI DAN MISI BLUD

Puskesmas II Kembaran merupakan salah satu Puskesmas yang berada


di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Puskesmas mengemban
tugas untuk mendukung dan memfasilitasi peningkatan derajat kesehatan
masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kembaran dan sekitarnya.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


3
Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya maka Puskesmas II Kembaran telah
menetapkan Visi dan Misi, yaitu sebagai berikut:
1. Visi
“Pelayanan Kesehatan Dasar Paripurna Menuju Masyarakat Sehat
Mandiri.”

2. Misi
a. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
b. Meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan
c. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia
d. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral
e. Meningkatkan tertib administrasi dan keuangan

Untuk mencapai visi atau tujuan jangka panjang yang telah di targetkan,
Puskesmas II Kembaran telah menyusun rencana kerja di tahun 2016
terutama untuk melaksanakan pelayanan yang lebih bermutu kepada
pengguna jasa layanan kesehatan.

Seperti telah diuraikan secara singkat diatas bahwa produk utama


Puskesmas II Kembaran adalah berupa pelayanan kesehatan kepada
masyarakat yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dengan
asumsi bahwa pemasukan dana terbesar bagi BLUD Puskesmas II Kembaran
saat ini adalah dana kapitasi BPJS, upaya promotif dan preventif merupakan
hal yang sangat ditekankan oleh Puskesmas II Kembaran. Total pendapatan
Puskesmas tahun lalu yaitu sebesar Rp 1.353.670.232, dan disumbang oleh
dana kapitasi BPJS sebesar Rp 1.094.394.000 maka usaha promotif dan
preventif terutama untuk peserta BPJS merupakan hal yang harus diberi
perhatian. Apabila upaya promotif dan preventif berjalan baik, hasilnya bisa
terlihat nyata dengan menurunnya angka kesakitan,sehingga menekan angka
kunjungan peserta BPJS.

Langkah nyata dari peningkatan usaha promotif preventif ini, Puskesmas


sepanjang tahun 2016 telah melaksanakan kurang lebih 500 penyuluhan

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


4
terhadap kelompok berpotensi seperti ibu balita, anak usia sekolah dari
PAUD sampai SMP, ibu hamil/menyusui, Lansia, dan kelompok beresiko
seperti perokok, dan kegiatan ini akan tetap berjalan pada tahun 2017.
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) bekerja sama dengan
BPJS yang telah berjalan nampaknya juga telah berjalan cukup berhasil,
terlihat dengan banyaknya animo masyarakat peserta BPJS yang mengidap
penyakit Diabetes Melitus, Hipertensi, jantung maupun kolesterol. Tahun
2017 ini direncanakan sosialisasi tentang PROLANIS akan semakin
ditingkatkan, karena ternyata masih banyak Peserta BPJS yang berstatus
sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang belum mengetahui bahwa
mereka juga berhak untuk mengikuti program PROLANIS.

Peningkatkan upaya kuratif dalam hal ini pelayanan pengobatan kepada


masyarakat juga sedang dilaksanakan. Penambahan tenaga kontrak yang
dianggarkan lewat anggaran operasional BLUD merupakan salah satu
langkah awal. Pengadaan berbagai perlengkapan medis serta bahan medis
pakai habis diharapkan dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pengguna
layanan akan pelayanan kesehatan yang lengkap dan bermutu.

Saat ini yang menjadi target pasar utama adalah masyarakat menengah
kebawah, namun dengan komitmen untuk semakin meningkatkan kualitas dan
kuantitas pelayanan, bukan hal yang mustahil jika masyarakat menengah
keatas nantinya juga menjadi pengguna jasa layanan kesehatan di Puskesmas
II Kembaran

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


5
Tabel 1.SDM TEKNIS dan Kompetensi yang Dimiliki

N NAMA/NIP STATUS PELAKSA DIKLAT YANG DIKLAT


O KEPEG NA PERNAH YANG
DIIKUTI AKAN
DIIKUTI
1 2 3 4 5 6
1 SUKIRTO, SKM, PNS Kepala Perencanaan
MM. Puskesmas Pembangunan Kota
Kecamatan,
Pengawasan
Kwalitas Air dan
Lingkungan,
Penyehatan
Lingkungan
Pemukiman,
Tekhnisi
Laboratorium,
Perencanaan
Dengan
Keterangan
Logis,Pemeriksaan
Air, Water Tes Kit,
Pemeriksaan
Kualitas
Lingkungan (
Kebisingan, Getar,
Cahaya), Disign
Sarana Air Minum,
Perancang
Peraturan
Perundang2an,
Pelatihan
CBMA,Assesment
Kebutuhan
Pembelajaran,
Management
Training, Orientasi
Kewaspadaan
Nasional, Orientasi
Kebutuhan Modul,
Pemberantasan
Penyakit Menular,
Kesehatan

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


6
Veriniter,
Penanggulangan
HIV AIDS,
Pemberantasan
DBD,Peracikan
Insektisida,.
Management
Puskesmas, ADUM
( Struktural),
Kursus Pengadaan
Barang dan Jasa,
Pelatihan
akreditasi,
2 SRI LESTARI S, PNS Bidan Asfiksia,BBLR,
AM Keb. koordinator APN, IUD, PPGD,
Vitamin K,
Immunisasi, LSS,
Implan.
3 SUPRIATI,AM PNS Bidan APN, Poned, IUD,
Keb. Implan, GOC.
4 GUSTIN PNS Sanitarian Diklat Fungsional
ISNIARTI Sanitarian Trampil,
Pelatihan Audit
Internal
7 RUBIYATI PNS Bidan APN, Pemasangan
IUD.
8 TRIYANI, AMK PNS Laboratoriu TB Paru, Tusuk
m Jarum, Circumcici
9 MUSRIPAH,Am PNS Bidan Pelatihan IUD dan
d.Keb Implan
10 RUMIATUN PNS Perawat -
11 SARWIYAH,S.S PNS Bidan Asfiksia, BBLR,
T IUD, Implan, APN,
HB, Golongan
Darah, Pelatihan
Akreditasi
Puskesmas
12 RINA PNS Bidan Asfiksia, BBLR,
PURWANTI,S.S IUD, Implan, HB,
T GOC, Pelatihan
pengadaan Barang
dan Jasa, Pelatihan
Audit Internal
13 USWATUN PNS Perawat Pelatihan Audit
KHASANAH Internal
14 PANJI INDRI PNS Bidan Pelatihan Desa

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


7
ASTUTI Siaga, Pelatihan
Pengadaan Barang
dan Jasa
Pemerintah,
Pelatihan
Akreditasi
Puskesmas
15 LUTFIASIH PNS Perawat Pelatihan
Gigi pengadaan Barang
dan Jasa
pemerintah,
Pelatihan Audit
Internal
16 LISTYANINGSI PNS Perawat -
H, S.Kep. Ns
17 ASIH CPNS Bidan Desa Asfiksia, pelatihan
SALASATI Amd. Pemberdayaan
Keb Masyarakat, Desa
Siaga
18 ISWATUN CPNS Bidan Desa MTBS & MTBM
NURKHASANA
H, Amd. Keb
19 ANI CPNS Bidan Desa PPGDON, Desa
SURYANDARI, Siaga
Amd. Keb
20 ANI CPNS Bidan Desa - -
SULISTIYO,
Amd. Keb
21 WIDAYATI, PTT Bidan Desa - -
Amd. Keb
22 YANITA R, CPNS Bidan Desa Desa Siaga -
Amd. Keb
23 SULASTRI, CPNS Bidan desa Desa Siaga -
Amd. Keb
24 ANITA BAHAR, CPNS Bidan Desa - -
Amd. Keb
25 dr. RIFQI Pegawai Dokter - -
MAZIYANSYA Non PNS Umum
H BLUD
26 RATNA BUDI S Pegawai Promkes - -
Non PNS
BOK
27 dr. AZIZAH Pegawai Dokter
ASIH Non PNS Umum
RATNANINGTY BLUD
AS

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


8
28 drg. OSHADA Pegawai Dokter Gigi - -
DEWI HERDIFA Non PNS
BLUD
29 DWI SAESAR Pegawai Apoteker - -
NUR SAFRIL, Non PNS
S.Farm, Apt BLUD
30 INTAN Pegawai Analis - -
DWIMAILINDA, Non PNS Kesehatan
Amd. AK BLUD
31 VANNY ISNA T, Pegawai Bidan
Amd.Keb Non PNS
BLUD
32 RATRI AMALIA Pegawai Bidan
A, Amd.Keb Non PNS
BLUD
33 DINI NUR Pegawai Bidan
AZIZAH, Amd. Non PNS
Keb. BLUD
34 LAYINATUR Pegawai Bidan
ROHMAH, Non PNS
Amd.Keb. BLUD

Tabel 2. SDM NON TEKNIS dan Kompetensi yang Dimiliki

STATUS DIKLAT
DIKLAT YG
NAMA KEPEGA YG
NO. PELAKSANA PERNAH
PEGAWAI WAIAN AKAN
DIIKUTI
DIIKUTI
1 TRI PNS Kepala TU Pengelola
TJAHJANTO Barang ,
Jabatan
Fungsional,
Promkes
2 HANRININGSIH PNS Administrasi - -
Kesehatan

3 ETI YULIARTI PNS Administrasi - -


Kesehatan
4 NOVIASTRI S., Pegawai Non Akuntan - -
SE PNS BLUD
5 ADRIK HARI Pegawai Non Administrasi - -

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


9
MAMURI, Amd PNS BLUD Umum
6 SUSANTIJO Pegawai Non Sopir - -
PNS BLUD
7 SUMANTO Pegawai Non Penjaga - -
PNS BLUD Malam

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


10
RENCANA KERJA YANG AKAN DILAKSANAKAN OLEH PUSKESMAS
II KEMBARAN TAHUN ANGGARAN 2017 UNTUK MENCAPAI
SASARAN.

Puskesmas II Kembaran telah menyusun rencana kerja sepanjang


tahun 2017 ini yang diharapkan dapat menjadi acuan mencapai target kinerja
yang telah ditetapkan, antara lain:

1. Upaya Kesehatan Masyarakat


a. Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
1) Upaya Promosi Kesehatan
a) Melaksanakan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat, baik
itu yang bersifat individual, kelompok atau perorangan
dengan materi kesehatan praktis dengan titik berat menekan
angka kematian Ibu dan Anak, HIV/AIDS dan Narkoba,
TB, gizi buruk,PHBS, dan demam berdarah.
b) Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat
dalam mengatasi permasalahan di bidang kesehatan melalui
program Desa Siaga.
2) Upaya Kesehatan Lingkungan
a) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat
untuk hidup sehat
b) Klinik sanitasi
c) Pengawasan & Pemantauan /Inspeksi sanitasi
d) Peningkatan Cakupan Dusun/Desa ODF.
e) Pembinaan terhadap usaha kecil di wilayah kerja
3) Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
a) Keluarga Berencana
(1) Melaksanakan konseling terhadap akseptor KB sebelum
dilaksanakan tindakan dan sesudah pemasangan alat
kontrasepsi

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


11
(2) Memberikan pelayanan pemasangan alat kontrasepsi
yang efektif dan aman bagi seluruh akseptor KB
(3) Mengatasi efek samping yang mungkin timbul setelah
pemakaian alat kontrasepsi
(4) Merujuk Pasien dengan kasus efek samping yang tidak
dapat ditangani di puskesmas
(5) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
b) Kesehatan Ibu dan Anak
(1) Pendataan Ibu Hamil dan Ibu Hamil Resti
(2) Membuat sasaran tahun 2017
(3) Bekerja sama dengan lintas program untuk melaksa-
nakan kelas ibu dan kelas balita
(4) Pembinaan Bidan
(5) Melaksananakn AMP internal dan AMP sosial
(6) Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan
anak
(7) Melayani persalinan 24 jam dan rujukan persalinan
4) Upaya Perbaikan Gizi
a) Distribusi vitamin A
b) Pemantauan konsumsi gizi dan status gizi
c) Uji Garam Yodium
d) Penjaringan gizi buruk
e) Kadarzi
f) Posyandu
g) Mengadakan program Pemberian Makanan Tambahan dan
mendistribusikannya untuk kalangan yang membutuhkan
misal : Ibu hamil KEK dan Gizi Buruk
5) Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
a) Pengamatan penyakit menular
b) Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2DB,
P2 Malaria, P2B2, P2 Kusta, P2 Tb, HIV/AIDS

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


12
c) Penyelenggaraan Haji (Kunjungan calon haji dan pelacakan
kesehatan haji)
b. Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan
1) Upaya Kesehatan Sekolah
a) Penjaringan Kesehatan dan pemeriksaan kesehatan siswa
untuk tingkat PAUD, TK, SD, SMP
b) Usaha Kesehatan gigi sekolah
c) Penyuluhan Kesehatan
d) Rujukan ke Puskesmas
2) Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
a) Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang bermutu dan
terjangkau
b) Melaksanakan rujukan kasus yang tidak tertangani di
Puskesmas
3) Upaya Kesehatan Olah raga
a) Pelaksanaan senam sehat osteoporosis dan lansia setiap
Jumat di Puskesmas untuk Masyarakat di sekitar
Puskesmas dan karyawan Puskesmas
b) Senam lansia yang dilaksanakan di desa-desa wilayah kerja
Puskesmas II Kembaran
c) Lomba senam osteoporosis untuk kader kesehatan
4) Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
a) Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada
Komunitas/Kelompok Khusus
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Komunitas/Kelom-
pok Khusus meliputi:
(1) Pengkajian Kelompok Khusus
(2) Analisa Data dan Merumuskan Diagnosa Keperawatan
pada Kelompok Khusus.
(3) Intervensi/Rencana Tindakan Keperawatan terhadap
Komunitas/Kelompok Khusus.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


13
(4) Implementasi Keperawatan Komunitas/Kelompok
Khusus
(5) Evaluasi Keperawatan pada Komunitas/Kelompok
Khusus.
b) Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Masyarakat.
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada Masyarakat
meliputi:
(1) Pengkajian Masyarakat.
(2) Analisa Data dan Merumuskan Diagnosa Keperawatan
pada Masyarakat.
(3) Intervensi/Rencana Tindakan Keperawatan terhadap
Masyarakat.
(4) Implementasi Keperawatan terhadap Masyarakat.
(5) Evaluasi Keperawatan terhadap Masyarakat.
5) Upaya Kesehatan Usia Lanjut
a) Pelayanan kesehatan pra Usila dan Usila
b) Peningkatan pembinaan kesehatan pra Usila dan Usila
c) Membentuk daerah-daerah binaan pos Lansia
2. Upaya Kesehatan Perseorangan
a. Rawat Jalan
1) Melaksanakan konsultasi, pemeriksaan dan tindakan kepada
pasien
2) Peresepan yang rasional
3) Rujukan kasus yang tidak tertangani di Puskesmas
b. Pelayanan Gawat Darurat
1) Melaksanakan penanganan kasus kegawatdaruratan
2) Melaksanakan rujukan untuk kasus yang tidak tertangani di
puskesmas
c. Pelayanan persalinan 24 jam
1) Menangani kasus persalinan
2) Perawatan bayi baru lahir

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


14
3) Rujukan Kasus persalinan yang tidak bisa ditangani di
Puskesmas
3. Upaya Kesehatan Masyarakat Penunjang
a. Laboratorium
1) Melaksanakan pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk
pasien rujukan dari BP umum, BP gigi, KIA/KB atau rujukan
bidan desa
2) Melaksanakan pemeriksaan laboratorium bagi pasien atas per-
mintaan sendiri
b. Gudang dan ruang obat
1) Laporan pemakaian dan permintaan obat (LPLPO) gudang
UPKF 3 bulan sekali
2) Permintaan kekurangan obat 1 bulan sekali
3) Melayani permintaan ruang obat, BP Umum, Bp Gigi,KIA dan
KB, Ruang Bersalin, Pustu dan PKD sebulan sekali
4) Memantau dan melaporkan obat kadaluarsa
5) Melayani resep
c. Ambulance
Tabel 3. Jumlah lembar per jenis pungutan tahun 2016
NO JENIS PUNGUTAN JUMLAH
1 Karcis 22.242
2 Kir Dokter 399
3 Capeng 440
4 Tindakan 580
5 Partus 13
6 Laborat 494
7 KIA 253
8 KB 60
9 Ambulan 21
10 Kesling 9
11 Home Care 4

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


15
Tabel 4. Pencapaian standar pelayanan minimal tahun 2017

RENCANA PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN


PUSKESMAS II KEMBARAN
BULAN JUNI TAHUN 2017

BATAS
STANDAR PELAYANAN MINIMAL REALISASI
N WAKTU TARGET PROSENTASE
JENIS PELAYANAN DASAR KETERANGAN
O PENCAPAIA 2017 (%)
INDIKATOR NILAI PEMBILANG PENYEBUT
N (Tahun)
I Pelayanan Kesehatan Dasar 1 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 100% 2017 100% 319 715 44.62
2 Cakupan Ibu hamil dengan komplikasi 100% 2017 100% 75 75 100.00
yang ditangani
3 Cakupan pertolongan persalinan oleh 100% 2017 100% 315 683 46.12
bidan atau tenaga kesehatan yang
memiliki kompetensi kebidanan.
4 Cakupan pelayanan ibu nifas 100% 2017 100% 315 683 46.12
5 Cakupan neonatal dengan komplikasi 100% 2017 100% 47 47 100.00
yang ditangani
6 Cakupan kunjungan bayi 95% 2017 95% 370 650 56.92
7 Cakupan Desa/Kelurahan Universal 100% 2017 100% 0 8 -
Child Immunization (UCI)
8 Cakupan pelayanan anak balita 100% 2017 100% 1,034 2,436 42.45
9 Cakupan pemberian makanan 100% 2017 100% 0 0 -
pendamping ASI pada anak usia 6-24
bulan keluarga miskin.
1 Cakupan balita gizi buruk mendapat 100% 2017 100% 0 0 -
0 perawatan
1 Cakupan penjaringan kesehatan siswa 100% 2017 100% 0 17 -
1 SD dan setingkat
1 Cakupan peserta KB Aktif 64% 2017 64% 5,112 6,916 73.92
2

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


16
1 Cakupan Penemuan dan penanganan
3 penderita penyakit.
a. Non AFP Rate 100% 2017 100% 0 0 -
b. Penemuan Penderita Peumonia 100% 2017 100% 1 1 100.00
Balita
c. Penemuan Pasien baru TB BTA Positif 100% 2017 100% 24 41 58.54
d. Penemuan penderita DBD 100% 2017 100% 0 0 -
e. Penemuan Penderita Diare 90% 2017 90% 67 67 100.00
1 Cakupan pelayanan kesehatan dasar 100% 2017 100% 1,578 1578 100.00
4 masyarakat miskin.
II. Pelayanan Kesehatan Rujukan 1 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan 100% 2017 100% 72 72 100.00
5 pasien masyarakat miskin.
1 Cakupan pelayanan gawat darurat level 100% 2017 100% 0 -
6 1 yg harus diberikan sarana kesehatan
(RS) di Kab/Kota.
III Penyelidikan epidemiologi 1 Cakupan Desa/Kelurahan mengalami 100% 2017 100% 0 0 -
. dan Penanggulangan KLB 7 KLB yang dilakukan penyelidikan
epidemiologi <24 jam.
IV Promosi Kesehatan dan 1 Cakupan Desa Siaga Aktif 100% 2017 100% 8 8 100.00
. Pemberdayaan masyarakat 8

Kembaran, 30 Juni 2017


Kepala Puskesmas II Kembaran

SUKIRTO, SKM, MM
NIP. 19601008 198309 1 002

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


17
C. BUDAYA BLUD

Puskesmas II Kembaran menerapkan budaya 3S yaitu Salam, Senyum,


Sapa.Budaya 3S ini merupakan merupakan hal utama yang harus dijunjung
tinggi oleh tenaga kesehatan Puskesmas II Kembaran dalam rangka
mengubah pola pikir lama dan meningkatkan pelayanan dan kenyamanan
pasien. Dengan diterapkannya Pola Pengelolaan BLUD pada Puskesmas II
Kembaran, maka dengan tetap mengutamakan pelayanan terhadap masyara-
kat, penerapan praktek bisnis yang sehat merupakan hal yang akan menjamin
kelangsungan hidup Puskesmas II Kembaran. Tentu saja kerjasama dengan
lintas program maupun pihak ketiga merupakan elemen wajib yang harus ada.
Era BLUD memberikan tugas tambahan yang tidak mudah, selain harus tetap
memberikan pelayanan kesehatan yang prima, Puskesmas II Kembaran harus
mengelola keuangannya sendiri termasuk melaksanakan pengadaan
modal,barang dan jasa. Adanya kerja sama dengan pihak ketiga tentu saja
bisa me-ningkatkan efektifitas kerja sehingga pelayanan terhadap masyarakat
tetap menjadi perhatian utama. Untuk mencapai target kinerja yang telah
ditetap-kan perlu dilakukan pembelajaran pola manajemen yang baru.
Transisi pola manajemen kepola manajemen BLUD tentu saja membutuhkan
penyesuaian dan bimbingan dari dinas yang terkait.

D. SUSUNAN PEJABAT PENGELOLA

A. Susunan dan Pembagian Tugas Pejabat PengelolaBLUD;

A. Pimpinan BLUD
Pimpinan BLUD adalah seorang Pejabat Pengelola Puskesmas
dalam hal ini Kepala Puskesmas. Pimpinan BLUD adalah pimpinan
tertinggi sebagai penanggung jawab umum operasional dan keuangan
puskesmas yang bertanggungjawab kepada Bupati Banyumas melalui
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.

Pimpinan BLUD memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut :

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


18
1) Memimpin, mengarahkan, membina, mengawasi, mengendalikan,
dan mengevaluasi penyelenggaraan kegiatan BLUD.
2) Menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB) BLUD.
3) Menyiapkan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) tahunan.
4) Mengusulkan calon pengelola keuangan dan pelaksana teknis
kepada Kepala Dinas Kesehatan Banyumas sesuai ketentuan
yang berlaku.
5) Menetapkan pengelola lainnya sesuai kebutuhan BLUD selain
pengelola yang telah ditetapkan dengan peraturan perundang-
undangan.
6) Menyampaikan dan mempertanggungjawabkan kinerjaoperasi-
onal dan keuangan BLUD kepada Bupati Banyumas melalui
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.

B. Pejabat Keuangan
Pejabat keuangan dalam hal ini Kepala Sub Bagian Tata Usaha
bertindak sebagai Koordinator Keuangan, Inventaris dan Kepegawaian
yang bertanggungjawab kepada pimpinan BLUD (Kepala UPT) dan
berfungsi sebagai penanggung jawab keuangan Puskesmas yang
memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut:
1) Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB)
dan Rencana Bisnis Anggaran (RBA).
2) Menyiapkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BLUD.
3) Menyusun kebijakan pengelolaan barang, aset tetap, dan investasi
BLUD.
4) Menyelenggarakan sistem informasi manajemen keuangan.
5) Menyelenggarakan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan.
6) Memberikan pelayanan administrasi kepada semua unsur yang ada
di lingkungan BLUD.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


19
7) Menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
organisasi perencanaan, tata usaha umum dan kepegawaian, serta
keuangan.
8) Menyusun laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas se-
suai dengan bidangnya,
9) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan
BLUD (Pejabat Pengelola Puskesmas).

C. Pejabat Teknis
Pejabat Teknis pada Puskesmas merupakan Koordinator
Pelaksana Upaya Pelayanan Kesehatan yang terdiri dari :
1) Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial
Terdiri dari 6 Program Kesehatan yang wajib dijalankan oleh
Puskesmas terdiri dari Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan,
KIA - KB, Gizi, P2M dan Pengobatan.
Penanggung jawab pelaksanaan masing–masing program diatas
adalah seorang koordinator, adapun tugas pokoknya adalah sebagai
berikut :
a) Koordinator Promosi Kesehatan ( Promkes )
 Menggerakkan dan membimbing masyarakat dalam
wilayah kerja puskesmas.
b) Koordinator Kesehatan Lingkungan ( Kesling )
 Mengkoordinir dan menyelenggarakan pelaksanaan kegiatan
kesehatan lingkungan sesuai standar yang telah ditentukan.
c) Koordinator KIA – KB
 Menyelenggarakan pelayanan KIA dan KB di puskesmas.
d) Koordinator Gizi
 Mengamati keadaan gizi masyarakat dan mengupayakan
perbaikan gizi masyarakat.
e) Koordinator Pemberantasan Penyakit Menular ( P2M )

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


20
 Membantu pimpinan melakukan pencegahan dan pemberantasan
penyakit menular langsung ( TBC ) dan bersumber binatang (
Malaria dan DHF ).
f) Koordinator Pengobatan
 Mengkoordinir penyelenggaraan, pemeriksaan dan pengobatan
rawat jalan.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


21
Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran
22
BAB II

KINERJA BLUD TAHUN 2016 DAN

RENCANA BISNIS ANGGARAN TAHUN 2017

A. GAMBARAN KONDISI BLUD

Terdapat 3 (tiga) pilar utama yang menjamin keberlangsungan BLU, yaitu:


(1) Peningkatan kinerja layanan (produktivitas) berupa penyediaan barang/jasa
kepada masyarakat, (2) Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
untuk mengurangi ketergantungan terhadap Rupiah Murni APBN, dan (3)
Efisiensi belanja berupa alokasi sumber daya pada faktor-faktor yang memberikan
nilai tambah.
Poin pertama merupakan poin terpenting demi kelangsungan hidup BLU.
Oleh karena itu Puskesmas II Kembaran melaksanakan evaluasi kinerja tahun
berjalan sebagai evaluasi dan bahan pertimbangan menyusun RBA tahun
mendatang.

1. Kondisi Internal BLUD

a. Pelayanan

Puskesmas II Kembaran belum memiliki sertifikasi tentang mutu jasa


pelayanan kesehatan, namun demikian Puskesmas II Kembaran saat ini
sedang menyiapkan diri untuk mendapatkan sertifikat akreditasi. Tim
persiapan akreditasi telah dibentuk dan telah mendapatkan pelatihan
akreditasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Assesor Akreditasi Tingkat
Provinsi Jawa Tengah. Berbagai pembenahan juga sedang dilakukan baik
dalam hal fisik, perlengkapan medis, keuangan maupun administrasi, tidak
hanya untuk mempersiapkan akreditasi namun terutama untuk memberikan
pelayanan prima kepada pengguna jasa Puskesmas II Kembaran.

Puskesmas II Kembaran telah memiliki Standar Operating Prosedur


untuk setiap tindakan medis di masing-masing ruang pelayanan. Adanya SOP

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


23
ini menjamin pelayanan yang diberikan kepada pengguna jasa pelayanan
kesehatan di Puskesmas II Kembaran sesuai dengan standar mutu. Tidak
hanya dalam hal pelayanan, semua tenaga medis di Puskesmas II Kembaran
telah lulus uji kompetensi profesi yang dibuktikan dengan sertifikat
kompetensi yang telah dimiliki oleh masing masing tenaga medis. Hal ini
membuktikan bahwa ketenagaan di Puskesmas II Kembaran telah memenuhi
standar mutu pemerintah.

Pola pengelolaan kekuangan BLUD memberikan keleluasaan kepada


Puskesmas II Kembaran untuk bisa melengkapi apa yang dibutuhkan dalam
melaksanakan kegiatan operasional pelayanan kesehatan.

Namun demikian dalam melaksanakan fungsi pelayanan Puskesmas II


Kembaran masih memerlukan adanya tambahan sumberdaya manusia
terutama dalam kegiatan administrasi. Sarana prasarana pelayanan kesehatan
masih perlu dilengkapi.

b. Keuangan

Puskesmas II Kembaran masih harus mengembangkan sistem informasi


akuntansi yang baik. Sistem informasi akuntansi yang mampu mendukung
pelaporan keuangan secara akurat dan tepat waktu sehingga bisa mendukung
manajemen Puskesmas II Kembaran secara keseluruhan dalam melakukan
pengambilan keputusan dan evaluasi kerja serta perencanaan program kerja di
tahun anggaran berikutnya.

Tarif yang berlaku saat ini adalah berdasarkan Peraturan Bupati


Banyumas nomor 39 tahun 2014. Walaupun tarif ini merupakan tarif terbaru
yang ditetapkan kurang dari setahun tetapi standar tarif ini dirasa masih
kurang pas karena masih sangat murah. Perlu dilakukan penyesuaian tarif
agar sesuai dengan kondisi saat ini dan menjaga mutu pelayanan.

c. Organisasi dan SDM

Sumber daya manusia yang ada di Puskesmas II Kembaran sudah


cukup memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


24
kepada pengguna jasa layanan. Fleksibilitas dalam hal perencanaan anggaran
dalam sisitem BLUD memungkinkan Puskesmas untuk melakukan
pengangkatan tenaga kontrak. Puskesmas II Kembaran telah mengangkat 14
orang tenaga kontrak untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terdiri :

- 2 orang Dokter umum

- 1 orang Dokter Gigi

- 1 orang Analis Laboratorium

- 4 orang Bidan

- 1 orang Apoteker

- 1 orang Akuntan

- 1 orang administrasi umum

- 1 orang supir

- 1 orang penjaga keamanan kantor

Namun belum ada tenaga yang membantu mengerjakan urusan tata


usaha, sehingga perlu untuk mengalokasikan pengadaan tenaga admisnistrasi
umum dalam rencana kerja anggaran di tahun anggaran berikutnya. Sistem
manajemen BLUD juga merupakan hal yang baru,sehingga diperlukan
pendidikan dan pelatihan bagi para pengelola BLUD.

d. Sarana dan Prasarana

Kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki Puskesmas II Kembaran


sudah cukup memadai untuk memberikan pelayanan standar yang berkualitas
kepada para pengguna jasa pelayanan kesehatan, namun demikian kondisi
gedung Puskesmas II Kembaran saat ini masih perlu pembangunan.
Puskesmas II Kembaran belum memiliki beberapa ruangan khusus, seperti
ruang tindakan dan ruang gawat darurat yang saat ini masih menjadi satu
dengan ruang pengobatan umum, ruang administrasi rujukan, ruang pojok asi,
klinik sanitasi, dan ruang pertemuan.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


25
Untuk jangka pendek, Puskesmas II Kembaran menganggarkan
perbaikan dan pemeliharaan gedung Puskesmas, serta perbaikan rumah dinas
yang difungsikan untuk pelayanan persalinan 24 jam, namun untuk jangka
panjang Puskesmas II Kembaran mengharapkan rencana pembangunan
Puskesmas II Kembaran menjadi prioritas utama pemerintah.

Tabel 5. SARANA DAN PRASARANA PUSKESMAS II KEMBARAN

Kondisi Saat ini


No Nama/Jenis Barang Jumlah Ket
Baik Rusak
Ringan Sedang Berat
1 Bangunan Puskesmas 1 √
2 Bangunan Puskesmas Pembantu 1 √
3 Bangunan Rumah Dinas 1 √
4 Ambulance 1 √
5 Motor 1 √
6 Computer 13 √
7 Note Book 6 √
8 Printer 12 √ (12)
9 Dental Unit 2 √ (2)
10 Diagnostic set 2 √
11 Ultrasonic Scaler 1 √
12 Kompresor 1 √
13 Partus Set 1 √
14 Alat Kebidanan dan Peny. Kandungan Lain 1 √
15 Tabung oksigen besar 1 √
16 Tabung Oksigen kecil 3 √
17 Almari Obat 8 √
18 Televisi 3 √(2) √(1)
19 Lemari 2 √
20 tensi Meter 13 √
21 stetoskop 13 √
22 Timbangan Bayi 3 √
23 timbangan injak 2 √
24 genset 1 √
25 Inkubator 2 √
26 Gynbed 2 √
27 LCD dan proyektor 1 √
Sumber : Buku Induk Inventaris Barang dan Bangunan Puskesmas II Kembaran Th 2016

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


26
2. Kondisi Eksternal BLUD

Dengan kemajuan komunikasi saat ini, masyarakat sangat mudah


mendapatkan informasi dari lingkungannya. Tidak dapat dipungkiri dana
kapitasi BPJS adalah penyumbang dana terbesar dalam anggaran operasional
BLUD. Kebijakan BPJS saat ini memungkinkan setiap peserta untuk
mendapatkan pelayanan di tingkat pertama sesuai dengan pilihannya.
Program BPJS juga memberi kesempatan bagi setiap klinik maupun praktek
dokter swasta yang memenuhi syarat dan standar BPJS untuk menjadi dokter
keluarga BPJS atau Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (PPK I).
Tidak dapat dihindari hal ini menyebabkan semacam persaingan untuk
mendapatkan kepercayaan dari masyarakat peserta BPJS.

Di wilayah kerja Puskesmas II Kembaran dan sekitarnya, telah ada


klinik dan dokter swasta yang telah ditunjuk BPJS sebagai PPK I, selain itu
perlu di pertimbangkan keberadaan Puskesmas I Kembaran yang secara
geografis terletak berdekatan dengan desa-desa wilayah terluar dari wilayah
kerja Puskesmas II Kembaran, hal ini memotivasi Puskesmas II Kembaran
untuk semakin meningkatkan mutu pelayanan agar kepercayaan masyarakat
peserta BPJS terjaga, dan memilih Puskesmas II Kembaran sebagai PPK I.

Keberadaan klinik swasta, dokter praktek swasta maupun Puskesmas I


Kembaran memacu Puskesmas II Kembaran untuk merencanakan program
kerja secara profesional sekaligus menyediakan layanan kesehatan yang
mencapai wilayah-wilayah yang terutama berada di sekitar penyedia jasa
layanan kesehatan yang lain dalam rangka pencapaian target kinerja
operasional. Selain kualitas pelayanan, kecepatan dan kemudahan untuk
pelayanan tampaknya menjadi faktor yang harus ditingkat dalam pelayanan di
Puskesmas II Kembaran.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


27
3. Asumsi Makro

Dalam tahun anggaran 2017 ini, Puskesmas II Kembaran merencanakan


membeli peralatan kesehatan yang telah dianggarkan dalam Rencana Kerja
Anggaran (RKA) 2016, selain itu demi kelancaran kegiatan pelayanan kepada
pengguna jasa layanan dan administrasi Puskesmas II kembaran juga
merencanakan membeli peralatan pendukung kerja dan barang barang habis
pakai yang harganya telah ditetapkan dalam Standar Satuan Harga (SSH).
Perkiraan harga dari barang yang direncanakan dibelanjakan pada Tahun
anggaran 2017 ini telah disesuaikan dengan SSH yang berlaku sehingga
diharapkan akan tetap dapat dibelanjakan dan telah disesuaikan dengan
kemungkinan perubahan nilai tukar rupah,tingkat inflasi dan tingkat
pertumbuhan ekonomi, terutama pengadaan peralatan medis yang sangat
berpengaruh terhadap pelayanan untuk pengguna jasa pelayanan kesehatan.

Tabel 6. ASUMSI MAKRO TAHUN 2017

Jangka Menengah
No Indikator Ekonomi
2017 2018 2019
1 Pertumbuhan Ekonomi (%) 6,2-7,0 6,5-7,4
2 Inflasi (%) 3,0-5,0 2,5-4,5
3 Tingkat bunga SPN 3 bulan (%) 5,0-7,0 4,5-6,5
4 nilai Tukar ( Rp/US$) 11.200- 11.800 11.000-11.600
5 Harga Minyak Mentah Indonesia 100-110 100-110
(US$/Barel)
6 Lifting Minyak (Ribu Barel/hari) 750-800 700-750
lifting Gas (Ribu Barel setara
7 minyak 1.225-1.250 1.250-1.300
per hari)
Sumber : Kementerian Keuangan
Tahun 2016

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


28
Tabel 7. Laju Inflasi Tahun 2014-2016

Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas, Pendapatan Regional Bruto


Kabupaten Banyumas, 2015.

4. Asumsi Mikro

Pendapatan Puskesmas II Kembaran tahun 2016 di targetkan sebesar Rp


1.385.105.000 dan pada akhir tahun anggaran tercatat total pendapatan riil
Puskesmas II Kembaran adalah sebesar Rp 1.344.100.500, hal ini
menunjukkan bahwa target ini belum tercapai.

Berdasarkan Pagu Anggaran yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan


Kabupaten Banyumas tahun 2015 Puskesmas II Kembaran ditargetkan untuk
mencapai target yang lebih tinggi dari tahun 2015 yaitu sebesar Rp
1.385.105.000. Sedangkan untuk Pagu Anggaran Perubahan tahun 2016 yaitu
sebesar Rp. 1.672.428.702. Anggaran tersebut diprediksi berdasarkan
pendapatan dari bulan januari sampai bulan juni tahun 2016 ditambah dengan
surplus tahun 2015. Dengan melihat pendapatan riil yang dicapai tahun 2016
dan program kerja tahun 2017 Puskesmas II Kembaran optimis bisa mencapai
target tersebut.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


29
Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan yang sedang terus
digalakkan oleh Puskesmas II Kembaran diharapkan bisa meningkatkan
angka kunjungan pengguna jasa layanan kesehatan di Puskesmas II
Kembaran. Berbagai program jemput bola yang dilaksanakan oleh tenaga
kesehatan di wilayah-wilayah kerja yang terletak jauh atau berada di wilayah
perbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas lain antara lain program
posyandu lansia yang dilengkapi layanan laborat, puskesmas keliling dan
peningkatan pelayanan PKD (Poli Klinik Desa) menjadi program andalan
Puskesmas II Kembaran tahun ini.Pelayanan persalinan 24 jam juga menjadi
program yang sedang menjadi prioritas utama. Selain untuk menekan angka
kematian ibu di wilayah Puskesmas II Kembaran, persalinan 24 jam ini
diharapkan menjadi penyumbang pendapatan yang cukup signifikan bagi
Puskesmas II Kembaran.

Walaupun Puskesmas II Kembaran telah mengalami surplus pendapatan


tetapi masih memerlukan subsidi dari Pemerintah Daerah/Pemerintah Pusat.
Subsidi ini terutama dalam hal gaji pegawai BLUD yang berstatus PNS/PTT
dan juga subsidi obat-obatan dan peralatan medis pakai habis.

B. PENCAPAIAN KINERJA DAN TARGET KINERJA BLUD

Target kinerja tahun 2016 Puskesmas II Kembaran adalah sebesar Rp


1.385.105.000 dan pada akhir tahun 2016 target itu hampir tercapai degan
prosentase 97.04%. Realisasi pendapatan tahun 2016 adalah sebesar Rp
1.344.110.500,-.

Puskesmas II Kembaran pada tahun anggaran 2017 ini mendapatkan


Pagu Anggaran Perubahan sebesar Rp 1.552.731.399, namun dengan melihat
realisasi pendapatan tahun 2016, Puskesmas II Kembaran menargetkan dapat
mencapai realisasi pendapatan diatas pendapatan tahun 2016 yaitu sebesar Rp
1.552.731.399.

Untuk mencapai target kinerja 2016, Puskesmas II Kembaran telah


menyusun rencana kerja perprogram. Tiap koordinator program membuat

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


30
rencana kerja dan target kinerja, sekaligus meyusun rencana alokasi biaya
untuk kelangsungan programnya.

C. IKHTISAR RBA

Berikut ini adalah data anggaran dan belanja Puskesmas II Kembaran

(Halaman Lampiran)

Tabel I Rincian Pendapatan pada Unit Kerja

Tabel II.A.1 Rincian Belanja pada Kegiatan dengan Sumber Dana Lain-
lain PAD yang Sah BLUD

Tabel II.A.2 Rekapitulasi Kegiatan berdasarkan Unit Kerja dengan


Sumber Dana Lain-lain PAD yang Sah BLUD

Tabel II.A.3 Rekapitulasi Belanja pada Unit Kerja dengan Sumber Dana
Lain-lain PAD yang Sah BLUD

Tabel II.B.1 Belanja Gaji dan Tunjangan PNS dengan Sumber Dana
APBD

Tabel II.B.2 Rincian Belanja pada Kegiatan dengan Sumber Dana ABPD

Tabel II.B.3 Rekapitulasi Kegiatan pada Unit Kerja dengan Sumber


Dana APBD

Tabel II.B.4 Rekapitulasi Belanja pada Unit Kerja dengan Sumber Dana
APBD

Tabel III Pendapatan dan Belanja Agregat pada Unit Kerja

Tabel IV Pendapatan dan Belanja Agregat BLUD

Tabel V Perhitungan Biaya Layanan per Unit Kerja

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


31
D. Prakiraan Maju Pendapatan dan Prakiraan Maju Belanja

Berikut ini adalah uraian tentang prakiraan prakiraan maju 3 (tiga) tahun
kedepan untuk belanja dan volume masing-masing output beserta prakiraan
maju 3 (tiga) tahun kedepan untuk target pendapatan.

(Lampiran)

Tabel VI.1 Prakiraan Maju Pendapatan BLUD

E. Informasi Lainnya yang Perlu Disampaikan

Selain bersumber dari dana operasional BLUD, dalam menjalankan fungsi


pelayanan kepada masyarakat, Puskesmas II Kembaran melaksanakan belanja
dari dana yang bersumber dari APBN. Berikut ini akan diuraikan tentang
belanja yang dananya berasal dari APBN.

(Lampiran)

Tabel VII. Belanja yang Sumber Dananya dari APBN

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


32
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Beberapa langkah yangharus dilakukan Puskesmas II kembaran sebagai BLUD


adalah sebagai berikut :
1. Melengkapi peralatan medik dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan
standar, untuk meningkatkan kinerja dokter, dokter gigi, bidan dan
paramedik profesional yang berpengaruh terhadap mutu pelayanan.
2. Mengembangkan kompetensi SDM secara berkesinambungan agar mutu
pelayanan senantiasa bisa ditingkatkan dengan cara memberikan
pelayananyang mampu memuaskan pelanggan, berperilaku santun dan
menarik serta tercipta buday akerja yang sesuai dengan nilai-nilai di
masyarakat. Brand image Puskesmas II Kembaran diharapkan meningkat
secara signifikan.
3. Melengkapi dan menyempurnakan perencanaan, plan of action, sistem
keuangan, sistem informasi dan informatika, standar operating prosedur
dari seluruh uni tpelayanan untuk menunjang kelancaran manajemen
Puskesmas II Kembaran.

B. HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN


Kondisi bangunan yang perlu perawatan bahkan rehab total merupakan
kondisi utama yang harus mendapatkan perhatian utama dalam rangka
memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pembelajaran pola
manajemen BLUD untuk melaksanakan manajemen yang efektif dan efisien
ala korporat sangat dibutuhkan demi meningkatkan kinerja dan mutu
pelayanan.

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


33
Demikian Rencana Bisnis dan Anggaran ini disusun sebagai pedoman untuk
melaksanakan mendukung kegiatan pelayanan kepada masyarakat sesuai
standar pelayanan minimal.
Terima Kasih.

KEPALA PUSKESMAS II KEMBARAN

SUKIRTO, SKM, MM
NIP. 196010080 198309 1002

Rencana Bisnis dan Anggaran Puskesmas II Kembaran


34