Anda di halaman 1dari 18

LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Makalah
Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Pancasila
Dosen Pengampu: Agus Abdurrohim, M.Pd.I

OLEH:
DIAN
IHA
TEGI

KELAS: ES. 1D

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA
CIREBON
2017
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur tidak lupa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa
Ta’ala yang berkat anugerah dari-Nya, kami mampu menyelesaikan makalah yang
berjudul “Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila” ini. Sholawat serta salam
kita haturkan kepada junjungan agung Nabi Besar Muhammad Shallallahu `alaihi
Wa Sallam yang telah memberikan pedoman kepada kita jalan yang sebenar-
benarnya jalan berupa ajaran agama Islam yang begitu sempurna dan menjadi
rahmat bagi alam semesta.
Kami sangat bersyukur karena mampu menyelesaikan makalah ini tepat
waktu sebagai pemenuh tugas Pancasila yang bertemakan “Landasan dan Tujuan
Pendidikan Pancasila”. Selain itu, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
berbagai pihak yang membantu kami untuk merampungkan makalah ini sampai
selesai.
Demikian yang bisa kami sampaikan, semoga makalah ini bisa memberikan
manfaat kepada semua pihak. Dan jangan lupa kritik serta sarannya terhadap
makalah ini dalam rangka perbaikan makalah-makalah yang akan datang.

Cirebon, 09 Oktober 2017

i
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Maksud Dan Tujuan ......................................................................................... 2
C. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
BAB II : PEMBAHASAN
A. Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila .................................................... 4
1. Landasan Pendidikan Pancasila ................................................................... 4
2. Tujuan Pendidikan Pancasila ....................................................................... 4
a. Tujuan Nasional ...................................................................................... 5
B. Pentingnya Pendidikan Pancasila ..................................................................... 6
1. Landasan Historis ....................................................................................... 6
2. Landasan Kultural ...................................................................................... 7
3. Landasan Yuridis ........................................................................................ 7
4. Landasan Filosofis ...................................................................................... 8
C. Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara ..................................................... 9
1. Hak Warga Negara ..................................................................................... 9
2. Kewajiban Warga Negara .......................................................................... 9
D. Perbuatan dan Perilaku sebagai Warga Negara ................................................ 10
1. Perilaku Warga Negara yang Baik ............................................................. 10
2. Perilaku Warga Negara yang tidak Bertanggungjawab ............................. 12
BAB III: KESIMPULAN ................................................................................... 13
PENUTUP ............................................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

ii
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pancasila merupakan dasar filsafat dari negara Republik Indonesia yang
secara resmi disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, dan
tercantum dalam pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik
Indonesia tahun II No.7 bersamaan dengan batang tubuh UUD 1945.
Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan melalui BAB XIII, Pasal
31 ayat (2), bahwa pendidikan yang dimaksud harus diusahakan dan
diselenggarakan oleh Pemerintah, sebagai “Satu sistem pengajaran Nasional”.
Eksistensi Pancasila sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia
mengalami berbagai macam interpretasi dan manipulasi politik sesuai dengan
kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknya kekuasaan yang berlindung
dibalik legimitasi ideologi negara Pancasila. Dengan kata lain, dalam
kedudukan yang seperti ini Pancasila tidak lagi diletakkan sebagai dasar
filsafat serta pandangan hidup bangsa dan negara Indonesia melainkan
direduksi, dibatasi dan dimanipulasi demi kepentingan politik penguasa pada
saat itu. Berdasarkan kenyataan tersebut diatas gerakan reformasi berupaya
untuk mengembalikan kedudukan dan fungsi Pancasila yaitu sebagai dasar
negara Republik Indonesia, yang hal ini direalisasikan melalui Ketetapan
Sidang Istimewa MPR tahun 1998 No. XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan
P-4 dan sekaligus juga pencabutan Pancasila sebagai satu-satunya asas bagi
Orsospol di Indonesia. Ketetapan tersebut juga sekaligus mencabut mandate
MPR yang diberikankepada Presiden atas kewenangnannya untuk
membudayakan Pancasila melalui P-4 dan asa tunggal Pancasila. Monopoli
Pancasila demi kepentingan kekuasaan oleh penguasa inilah yang harus
diakhiri, kemudian dunia pendidikan tinggi memiliki tugas untuk mengkaji
dan memberikan pengetahuan kepada semua mahasiswa untuk benar-benar
mampu memahami Pancasila secara ilmiah dan obyektif.

1
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Pandangan sinis serta upaya melemahkan ideologi Pancasila beraikibat


fatal yaitu melemahkan kepercayaan rakyat yang akhirnya mengancam
persatuan dan kesatuan bangsa, contoh kekacauan di Jakarta, Tangerang,
Kupang, tragedi di Ambon, Kalimantan Barat, dll. Berdasarkan alasan
tersebut, maka tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara untuk
selalu mengkaji dan mengembangkan Pancasila setingkat dengan
ideologi/paham yang ada seperti Liberalisme, Komunisme, Sosialisme.
Diharapkan hal tersebut dapat sebagai pembekalan kepada mahasiswa di
Indonesia agar dapat memupukkan nilai-nilai sikap dan kepribadian
diandalkan kepada pendidikan Pancasila.
Sesuai dengan tuntutan nurani social kemanusiaan, dasar dan tujuan
Pancasila adalah emansipasi kemanusiaan. Sejalan dengan tujuan
kemerdekaan (negara) yang terkandung dalam alinea kedua pembukaan UUD
NRI 1945, yakni mewujudkan perikehidupan kebangsaan dan
kewarganegaraan “yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur”
(material dan spiritual), berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas Pancasila.
2. Untuk memberikan pemahaman tentang tujuan dan landasan Pancasila
sebagai falsafah dasar negara.
3. Memberikan pandangan kepada mahasiswa sebagai warga negara tentang
pentingnya Pancasila sebagai landasan ideologi negara.

C. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, perumusan masalah
dalam makalah ini meliputi:
1. Apa landasan dan tujuan Pancasila?
2. Apa pentingnya pendidikan Pancasila ditinjau secara yuridis, historis,
kultural, dan filosofis?

2
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

3. Bagaimana hak dan kewajiban sebagai warga negara?


4. Apa contoh perilaku warga negara yang baik dan contoh perilaku warga
negara yang tidak bertanggungjawab?

3
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

BAB II
PEMBAHASAN

A. Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila


1. Landasan Pendidikan Pancasila
Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia sebagaimana
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, setiap warga
Negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati, dan
mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan. Pancasila sebagaimana
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dalam perjalanan sejarah
kemerdekaan bangsa Indonesia telah mengalami persepsi dan intrepetasi
sesuai dengan kepentingan rezim yang berkuasa. Pancasila telah
digunakan sebagai alat untuk memaksa rakyat setia kepada pemerintah
yang berkuasa dengan menempatkan pancasila sebagai satu-satunya asas
dalam kehidupan bermasyarakat.
Nampak pemerintahan Orde Baru berupaya menyeragamkan paham
dan ideologi bermasyarakat dan bernegara dalam kehidupan masyarakat
Indonesia yang bersifat pluralistik.
Oleh sebab itu, MPR melalui sidang Istimewa tahun 1998 dengan Tap.
No.XVII/MPR/1998 tentang Pencabutan Pedoman Penghayatan dan
Pengamalan Pancasila (P4) dan menetapkan Pancasila sebagai dasar
Negara. Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945
adalah dasar Negara dari Negara kesatuan RI harus dilaksanakan secara
konsisten dalam kehidupan bernegara.

2. Tujuan Pendidikan Pancasila


Rakyat Indonesia melalui Majelis Perwakilannya, menyatakan bahwa
pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan
berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta
masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME,

4
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

berkualitas, dan mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan


masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan
nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang
diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang
memancarkan iman dan takwa kepada Tuhan YME dalam masyarakat
yang terdiri atas berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat
kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku kebudayaan, dan beraneka
ragam kepentingan bersama di atas kepentingan perorangan atau golongan.
Dengan demikian, perbedaan pemikiran, pendapat, dan kepentingan diatasi
melalui keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

a. Tujuan Nasional
Tujuan nasional sebagaimana dicantumkan dalamPembukaan UUD
1945 alinea keempat, menyatakan: “…melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, ..,memajukan
kesejahteraan Umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial…”. Tujuan nasional sebagaimana
ditegaskan dalam pembukaan Pembukaan itu diwujudkan melalui
pelaksanaan penyelenggaran Negara yang berkedaulatan rakyat dan
demokratis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa,
berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Penyelenggaraan
Negara dilaksanakan melalui pembangunan nasional dalam segala aspek
kehidupan bangsa oleh penyelenggara Negara, yaitu lembaga tertinggi dan
lembaga tinggi Negara bersama-sama segenap rakyat Indonesia di seluruh
wilayah Negara Republik Indonesia.
Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas
manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan,
berlandaskan kemampuan nasional dengan memanfaatkan kemajian ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan

5
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

global. Dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa dan


nilai-nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang
berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral
dan etikanya. Dengan demikian peranan Pancasila sebagai ideologi dan
falsafah bangsa Indonesia sangat penting dalam menentukan tercapainya
tujuan nasional.

B. Pentingnya Pendidikan Pancasila


1. Landasan Historis
Suatu bangsa memiliki ideologi dan pandangan hidup sendiri yang
diambil dari nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam bangsa itu
sendiri. Bangsa Indonesia harus memiliki visi serta pandangan hidup yang
kuat agar tidak terombang-ambing di tengah-tengah masyarakat
internasional. Bangsa Indonesia harus memiliki nasionalisme serta rasa
kebangsaan yang kuat. Hal ini dapat terlaksana bukan melalui suatu
kekuasaan atau hegemoni ideologi melainkan suatu kesadaran berbangsa
yang berakar pada sejarah bangsa. Oleh karena itu secara historis bahwa
nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila sebelum
dirumuskan dan disahkan menjadi dasar Negara Indonesia secara obyektif
historis telah dimiliki oleh bangsa Indonesia sendiri. Oleh karena itu nilai-
nilai Pancasila tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri.
Oleh karena itu berdasarkan fakta obyektif secara historik kehidupan
bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai Pancasila.
Setelah itu melalui proses sejarah yang cukup panjang, nilai-nilai
Pancasila itu telah melalui pematangan, sehingga tokoh-tokoh bangsa
Indonesia saat akan mendirikan Negara Republik Indonesia menjadikan
Pancasila sebagai dasar Negara. Dalam perjalanan ketatanegaraan
Indonesia telah terjadi perubahan dan pergantian Undang-Undang Dasar,
seperti UUD’45 digantikan kedudukannya oleh Konstitusi RIS, kemudian
berubah menjadi UUD Sementara tahun 1950 dan kembali lagi menjadi
UUD 1945. Dalam pembukaan ketiga Undang-Undang Dasar itu tetap

6
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

tercantum nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila


telah disepakati sebagai nilai yang dianggap paling tinggi keberadaannya.
Oleh sebab itu secara historis kehidupan bangsa Indonesia tidak dapat
dilepaskan dengan nilai-nilai Pancasila.

2. Landasan Kultural
Setiap bangsa di dunia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara senantiasa memiliki suatu pandangan hidup, filsafat hidup serta
pegangan hidup agar tidak terombang-ambing dalam kancah pergaulan
masyarakat internasional. Pandangan hidup bagi suatu bangsa adalah
bangsa yang tidak memiliki kepribadian dan jati diri, sehingga bangsa itu
mudah terombang-ambing dari pergaulan, dari pengaruh yang berkembang
di luar.
Kemudian Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa
Indonesia merupakan pencerminan nilai-nilai yang telah lama tumbuh
dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai hasil pemikiran dari tokoh-
tokoh bangsa Indonesia yang digali dari budaya bangsa sendiri, Pancasila
tidak mengandung nilai-nilai yang kaku dan tertutup. Pancasila
mengandung nilai-nilai yang terbuka bagi masuknya nilai-nilai baru yang
positif. Dengan demikian generasi penerus bangsa dapat memperkaya
nilai-nilai pancasila dengan perkembangan zaman. Sehingga dari
pemikiran tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Pancasila memiliki
landasan cultural yang kuat bagi bangsa Indonesia.

3. Landasan Yuridis
Sebelum dikeluarkannya PP No.60 Tahun 1999, keputusan Mentri
Pendidikan dan Kebudayaan No. 30 Tahun 1990 menetapkan status
pendidikan Pancasila dari Kurikulump pendidikan tinggi sebagai mata
kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat nasional.
Silabus pendidikan Pancasila semenjak tahun 1993 sampai tahun 1999
telah banyak mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dnegan

7
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

perubahan yang berlaku dalam masyarakat, bangsa,dan Negara yang


berlangsung cepat serta kebutuhan untuk mengantisipasi tuntutan
perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat disertai dengan pola
kehidupan yang mengglobal.
Perubahan dari silabus pendidikan Pancasila adalah dengan
dikeluarkannya keputusan Dirjen Dikti Nomor: 265/Dikti/Kep/2000
tentang penyempurnaan Pancasila pada perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam keputusan ini dinyatakan bahwa mata kuliah Pendidikan Tinggi
Pancasila yang mencakup unsur filsafat Pancasila merupakan salah satu
komponen yang tidak dapat dipisahkan dari kelompok mata kuliah
pengembangan kepribadian (MKPK) dalam susunan kurikulum inti
perguruan tinggi di Indonesia.
Selanjutnya, berdasarkan keputusan Mendiknas No.232/U/2000
tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian
hasil belajar mahasiswa telah ditetapkan bahwa pendidikan Agama,
Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan
kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian yang wajib diberikan
dalam kurikulum setiap program studi. Oleh karena itu, untuk
melaksanakan ketentuan diatas, maka dirjen dikti depdiknas mengeluarkan
SK No.38/Dikti/Kep./2002 tentang rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.

4. Landasan Filosofis
Pancasila sebagai dasar filsafat negara dan filosofis bangsa Indonesia
merupakan suatu keharusan moral secara konsisten merealisasikannya
dalam setiap aspek kehidupan dengan mendasarkan pada nilai-nilai dalam
sila-sila pancasila. Secara filosofis, bangsa Indonesia sebelum mendirikan
negara sebagai bangsa yang berketuhanan dan berperikemanusiaan secara
objektif, manusia Indonesia adalah berketuhanan, berperikemanusiaan
yang adil dan beradab serta berusaha mempertahankan persatuan untuk
mewujudkan keadilan.

8
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

C. Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara


1. Hak Warga Negara
Pengertian hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan
sesuatu yang mestinya kita terima atau bisa dikatakan sebagai hal yang
selalu kita lakukan dan orang lain tidak boleh merampasnya entah secara
paksa atau tidak. Dalam hal kewarganegaraan, hak ini berarti warga negara
berhak mendapatkan penghidupan yang layak, jaminan keamanan,
perlindungan hukum dan lain sebagainya.

Contoh hak warga negara:


1. Berhak mendapat perlindungan hukum (pasal 27 ayat (1))
2. Berhak mendapakan pekerjaan dan penghidupan yang layak. (pasal 27
ayat 2).
3. Berhak mendapatkan kedudukan yang sama di mata hukum dan dalam
pemerintahan. (pasal 28D ayat (1))
4. Bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama yang
dipercayai. (pasal 29 ayat (2))
5. Berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran.
6. Memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul
dan mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-
undang yang berlaku. (pasal 28)

2. Kewajiban Warga Negara


Pengertian kewajiban adalah suatu hal yang wajib kita lakukan
demi mendapatkan hak atau wewenang kita. Bisa jadi kewajiban
merupakan hal yang harus kita lakukan karena sudah mendapatkan hak.
Tergantung situasinya. Sebagai warga negara kita wajib melaksanakan
peran sebagai warga negara sesuai kemampuan masing-masing supaya
mendapatkan hak kita sebagai warga negara yang baik.

9
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Contoh kewajiban warga negara:


1. Wajib berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan
negara indonesia dari serangan musuh. (asal 30 ayat (1) UUD 1945)
2. Wajib membayar pajak dan retribusi yang sudah ditetapkan oleh
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. (UUD 1945)
3. Wajib menaati dan menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan
pemerintahan tanpa terkecuali serta dijalankan dengan sebaik-baiknya.
4. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. (pasal 28J ayat 1)
5. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-
undang. (pasal 28J ayat 2)
6. Tiap negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk memajukan
bangsa ke arah yang lebih baik. (pasal 28)

Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan,


akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang.

D. Perbuatan dan Perilaku sebagai Warga Negara


1. Perilaku Warga Negara yang Baik
Sebagai warga negara, tentunya kita harus memiliki perbuatan dan
perilaku yang baik.

Contoh perbuatan dan perilaku warga negara yang baik:


a. Beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Dengan beribadah, kita akan selalu ingat kepada-Nya. Dan hal ini akan
membuat kita menjadi lebih dekat dengan Allah Yang Maha Esa.
b. Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini akan
menghindarkan kita agar tidak terjerumus dalam perbuatan-perbuatan
yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
c. Berlaku jujur dalam setiap hal. Setiap perilaku yang dilandasi dengan
kejujura akan memberikan hasil yang baik. Selain itu, karena seringnya
kita berlaku jujur, banyak orang yang akan percaya dengan kita.

10
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

Berlaku jujur bukan hanya karena ingin memperoleh rasa percaya dari
orang lain, tapi yang paling penting adalah berlaku jujur karena kita
merasa bahwa Allah selalu berada di dekat kita untuk terus mengawasi
setiap perbuatan kita.
d. Saling menghormati satu dengan yang lain. Dengan menghormati dan
menghargai orang lain, maka orang lain pun akan menghormati dan
menghargai diri kita. Hal ini ditujukan agar terjalin hubungan yang baik
antar warga negara.
e. Saling mempercayai satu dengan yang lain untuk meghindari fitnah.
Karena apabila terjadi fitnah, bukan hanya orang yang terkena fitnah
saja yang merasa dirugikan, namun juga orang yang memfitnah pun
akan mengalami hal yang sama.
f. Melakukan musyawarah dalam setiap penyelesaian masalah. Tidak
mengambil keputusan sepihak yang akan merugikan orang lain.
Musyawarah mrupakan solusi terbaik agar semua pihak tidak ada yag
merasa dirugikan.
g. Berlaku adil dalam setiap pengambilan keputusan. Apabila terjadi
ketimpangan dalam pengambilan keputusan, akan timbul pihak yang
merasa dirugikan. Oleh karena itu, keputusan yang dirasa berat sebelah
harus dihindari agar tidak terjadi ketimpangan yang akan memicu
konflik.
h. Menaati peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku di
wilayah setempat. Hal ini merupakan wujud dari masyarakat sadar
hukum. Dengan adanya kesadaran hukum dari setiap warga negara,
akan menciptakan suasanayang aman, tentram dan damai. Karena
masyarakat menyadari bahwa setiap perbuatan yang merka lakukan
memiliki konsekuensi terhadap hukum. Oleh karena itu, perbuatan
melanggar hukum dapat dicegah.
i. Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara seperti membayar pajak
dan ikut serta dalam pemilu. Dengan melaksanakan kewajiban sebagai

11
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

warga negara, ini berarti kita ikut serta dalam membangun bangsa dan
negara.
j. Ikut serta dalam setiap kegiatan masyarakat seperti kerja bakti, dan lain-
lain. Dengan seringnya mengikuti kegiatan tersebut, akan meningkatkan
kebersamaan dari para anggota masyarakat.

2. Perilaku Warga Negara yang tidak Bertanggungjawab


Sebagai warga negara, tentunya kita harus menghindari perbuatan dan
perilaku yang tidak bertanggungjawab.

Contoh perbuatan yang tidak bertanggungjawab beserta dampaknya


bagi bangsa dan negara :
a. Menyalahgunakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dikuasai
untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Contohnya
adalah tindakan terorisme dan separatisme. Adanya tindakan-tindakan
tersebut, akan menyebabkan keresahan di masyarakat dan menciptakan
suasana yang tidak aman dan tidak kondusif. Hal ini dapat
menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa akibat ulah tangan-tangan
yang tidak bertanggung jawab.
b. Menyebarkan isu-isu politik untuk menjatuhkan kekuasaan pemeritah.
Adaya isu-isu yang belum pasti benar seperti ini, akan menyebabkan
kurangnya rasa kepercayaan terhadap pemerintah yang berkuasa.
Akibatnya kinerja pemerintah mejadi turun karena tidak adanya
dukungan dari rakyat. Hal-hal seperti ini yang dapat menyebabkan
lambatnya pembangunan dan laju pertumbuhan ekonomi bangsa.
c. Korupsi. Merupakan perbuatan yang sangat tidak bertanggung jawab.
Karena menyebabkan hilangnya uang kas negara tanpa kegunaan yang
jelas. Kini korupsi telah merajalela, baik dari kalangan bawah, bahkan
sampai ke tingkat yang paling tinggi.

12
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan:


1. Pancasila adalah dasar falsafah Negara Indonesia sebagaimana tercantum
dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu, setiap warga Negara Indonesia
harus mempelajari, mendalami, menghayati, dan mengamalkannya dalam
segala bidang kehidupan.
2. Rakyat Indonesia melalui Majelis Perwakilannya, menyatakan bahwa
pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan
berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan
kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta
masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME,
berkualitas, dan mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat
sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan
bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
3. Pendidikan Pancasila menjadi begitu penting bila ditinjau secara historis,
yuridis, kultural, dan filosofis.
4. Sebagai warga negara, harus bisa berperilaku dengan baik dan menghindari
perilaku yang tidak bertanggungjawab.

13
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami sajikan, semoga dapat menambah


pengetahuan, wawasan serta bermanfaat bagi kita semua. Kami menyadari akan
ketidaksempurnaan makalah ini, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
teman-teman sangat bermanfaat untuk memperbaiki makalah selanjutnya.
Jazakallah khairan katsiran.

14
LANDASAN DAN TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA

DAFTAR PUSTAKA

Kusumawati, Neti. 2016. Landasan dan Tujuan Pendidikan Pancasila.


https://www.scribd.com/document/323742582/Landasan-Dan-Tujuan-
Pendidikan-Pancasila/ [Online] Di akses pada 12 Oktober 2017

Al, Yugi. 2016. Pembahasan Hak dan Kewajiban Warga Negara.


https://www.eduspensa.id/hak-dan-kewajiban-warga-negara/ [Online] Di
akses pada 12 Oktober 2017

Arifa, Yuna. 2014. Perilaku Warga Negara yang Baik.


https://yunaarifa.wordpress.com/2014/04/21/perilaku-warga-negara-
yang-baik/ [Online] Di akses pada 13 Oktober 2017

15

Anda mungkin juga menyukai