Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam era ini pembangunan nasional merupakan suatu hal yang sangat
digencar – gencarkan, Pembangunan nasional ini sendiri bertujuan untuk
menyediakan infrastruktur bidang pekerjaan umum yang berfungsi
mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai bidang, terutama
bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Keberhasilan pembangunan akan
meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membangun dan memperbesar
kesadaran masyarakat akan arti dan manfaat pembangunan sehingga
mendorong masyarakat untuk berpartisipasi memacu pembangunan. Dalam
menyediaan infrastrukstur, harus melalui proses penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi meliputi tahap perencanaan pekerjaan konstruksi, pelaksanaan
beserta pengawasan pekerjaan konstruksi, dalam Peraturan Pemerintah No 54
Tahun 2016 tentang Jasa Konstruksi jelas menyatakan bahwa penyelenggara
pekerjaan konstruksi wajib mewujudkan hasil pekerjaan konstruksi yang
handal dan bermanfaat dengan memenuhi ketentuan tertib penyelenggaraan
pekerjaan konstruksi, meliputi :
1. Keteknikan, meliputi persyaratan keselamatan umum, konstruksi
bangunan, mutu hasil pekerjaan, mutu bahan dan/atau komponen
bangunan, dan mutu peralatan sesuai dengan standar atau norma yang
berlaku.
2. Keamanan, keselamatan, dan kesehatan tempat kerja konstruksi sesuai
dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku, Pedoman
Pengawasan Penyelenggaraan dan Pelaksanaan Pemeriksaan Keteknikan
Konstruksi.
3. Perlindungan sosial tenaga kerja dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi
sesuai dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku.

1
4. Tata lingkungan setempat dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai
dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku.
5. Manfaat untuk masyarakat sesuai dengan perencanaan kelayakan.
Untuk menjamin hal – hal diatas dapat terlaksana dengan baik maka
dalam menyediakan infrastuktur bidang perlu adanya suatu pengawasan
pelaksanaan konstruksi.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah yang didapat adalah
sebagai berikut:
1. Apa saja tugas dan wewenang dari konsultan pengawas?
2. Bagaimana cara pemilihan konsultan pengawas?
3. Bagaimana sistem organisasi konsultan pengawas?
4. Apa perlindungan hukum bagi konsultan pengawas dalam kontrak kerja?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan makalah ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui tugas dari konsultan pengawas.
2. Mengetahui cara pemilihan konsultan pengawas pada tahap pra
pelaksanaan.
3. Memahami struktur organisasi dan tugas dari masing – masing bagian
konsultan pengawas.
4. Mengetahui perlindungan hukum apa saja yang didapat oleh konsultan
pengawas dalam kontrak kerja.

1.4 Manfaaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan dari makalah ini antara lain sebagai berikut:
1. Sebagai bahan pengetahuan penulis maupun pembaca mengenai tugas
dan wewenang dari konsultan pengawas.
2. Sebagai bahan pengetahuan penulis maupun pembaca mengenai tata cara
pemilihan konsultan pengawas pada tahap pra pelaksanaan.

2
3. Sebagai bahan pengetahuan penulis maupun pembaca mengenai struktur
organisasi yang diterapkan pada konsultan pengawas, serta mengetahui
tugas dari masing – masing bagian.
4. Sebagai bahan pengetahuan penulis maupun pembaca mengenai
perlindungan hukum apa saja yang didapat oleh konsultan pengawas
dalam kontrak kerja.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengawasan Proyek (Project Monitoring)


Usaha pemerintah dalam melaksanakan Pembangunan Nasional
dilaksanakan dalam berbagai bidang, salah satunya adalah dengan
peningkatan sarana fisik untuk menunjang peningkatan ekonomi, sosial dan
budaya masyarakat. Pembangunan harus dilaksanakan dengan perencanaan
maupun pelaksanaan yang baik. Menurut Peraturan Menteri PU No:
08/PRT/M2008 mengenai Pedoman Pengawasan Penyelenggaraan Pekerjaan
Konstruksi yang dimaksud dengan Pengawasan Kegiatan Konstruksi adalah
pengawasan melekat oleh penyelenggara pekerjaan konstruksi terhadap
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi bidang sarana dan prasarana pekerjaan
umum baik fisik maupun non fisik dengan penekanan terhadap tertib
penyelenggaraan dan hasil pekerjaan konstruksi yang meliputi aspek
perencanan pekerjaan konstruksi, pengadaan, manajemen pengendalian,
pelaksanaan kontrak. Yang dimaksud tertib penyelenggaraan pekerjaan
konstruksi sendiri adalah pemenuhan persyaratan ketentuan pasal 30
Peraturan Pemerintah No. 54 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan
konstruksi. Adapun tujuan pengawasan konstruksi adalah memberikan
layanan jasa pengawasan baik keseluruhan maupun sebagian pekerjaan
pelaksanaan konstruksi dimulai dari persiapan lapangan sampai dengan
penyerahan akhir hasil konstruksi.

2.2 Konsultan Pengawas


Layanan jasa konsultan pengawas konstruksi adalah suatu layanan jasa
yang menyediakan jasa orang perseorangan atau badan usaha yang
dinyatakan ahli dan professional dibidang pengawasan jasa konstruksi yang
mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan sejak awal pelaksanaan
pekerjaan konstruksi sampai selesai dan diserahterimakan. Perbedaan antara

4
seorang konsultan dengan ahli biasa adalah sang konsultan bukan merupakan
pegawai perusahaan sang pengguna layanan (client), melainkan seseorang
yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah perusahaan
kepenasihatan, serta berurusan dengan berbagai pengguna layanan dalam satu
waktu.
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek
dalam hal ini adalah PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk melaksanakan
pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas dapat berupa badan usaha atau
perorangan. Konsultan pengawas biasa diadakan pada proyek bangunan
dengan skala besar seperti gedung bertingkat tinggi, bagian ini bisa
merangkap dalam hal manajemen konstruksi namun perbedaanya adalah
manajemen konstruksi mengelola jalanya proyek dari mulai
perencanaan,pelaksanaan sampai berakhirnya proyek sedangkan konsultan
pengawas hanya bertugas mengawasi jalanya pelaksanaan proyek saja.
Dalam kondisi nyata dilapangan diperlukan kerjasama yang baik antara
konsultan pengawas dengan kontraktor agar bisa saling melengkapi dalam
pelaksanaan pembangunan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan misalnya
kontraktor dibatasi oleh waktu dalam melaksanakan pekerjaan jadi akan
sangat terpengaruh dari proses aproval material atau shop drawing dari
konsultan pengawas.

2.3 Tugas dan Wewenang Konsultan Pengawas

Konsultan pengawas dalam suatu proyek mempunyai tugas sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak


kerja.

2. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan


proyek.

3. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek untuk dapat dilihat oleh


pemilik proyek.

5
4. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada
pemilik proyek maupun kontraktor dalam proyek pelaksanaan pekerjaan.

5. Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing yang diajukan


kontraktor sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.

6. Memilih dan memberikan persetujuan mengenai tipe dan merek yang


diusulkan oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek
namun tetap berpedoman dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah
dibuat sebelumnya.

Konsultan pengawas juga memiliki wewenang sebagai berikut:

1. Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi


penyimpangan terhadap kontrak kerja.

2. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan jika pelaksana proyek tidak tidak


memperhatikan peringatan yang diberikan.

3. Memberikan tanggapan atas usul pihak pelaksana proyek.

4. Konsultan pengawas berhak memeriksa gambar shopdrawing pelaksana


proyek.

5. Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubahan (site


Instruction)

6. Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor agar sesuai


dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.

Selain memiliki tugas dan wewenang konsultan pengawas juga memiliki


sasaran pengawasan dan ruang lingkup atau batasan pengawasan. Adapun
sasaran dari pengawasan konsultan supervisi antara lain adalah sebagai
berikut:

1. Proses perencanaan pekerjaan konstruksi sudah dilakukan secara taat,


lengkap dan benar sesuai ketentuan yang berlaku dengan analisis yang
menghasilkan perencanaan yang tepat (proper design).

6
2. Proses pemilihan penyedia jasa sudah dilakukan secara taat lengkap dan
benar sehingga menghasilkan penyedia jasa yang berkualifikasi sesuai
kebutuhan paket yang diadakan.
3. Proses pelaksanaan pekerjaan konstruksi sudah dilakukan secara taat,
lengkap dan benar sehingga menghasilkan produk pekerjaan konstruksi
yang berkualitas, hemat/ekonomis dan bermanfaat.

Sedangkan ruang lingkup dari konsultan pengawas antara lain adalah:

1. Pengawasan terhadap pemenuhan persyaratan untuk setiap tingkat risiko.


2. Pengawasan terhadap proses perencanaan pekerjaan konstruksi
berdasarkan atas SNI, standar keteknikan yang ada dan value engineering
serta manfaat pembangunan terhadap masyarakat sesuai dengan
perencanaan kelayakannya.
3. Pengawasan terhadap proses pemilihan penyedia jasa yang
berkualifikasi, dengan harga terendah, terevaluasi dan tanpa
penyimpangan yang penting dan pokok.
4. Pengawasan terhadap pengendalian pelaksanaan kontrak.
5. Pengawasan terhadap pelaksanaan kontrak.
6. Pengawasan terhadap tertib administrasi keuangan.
7. Pengawasan terhadap pencapaian manfaat dengan melakukan analisis
terhadap fungsi konstruksi setelah penyerahan kedua (FHO) serta
keterpaduan program dengan sektor lainnya.
8. Pengawasan terhadap risiko kegagalan konstruksi dan kegagalan
bangunan.

2.4 Penentuan Pemenang Seleksi Konsultan Pengawas


Dalam penentuan pemenang seleksi konsultan pengawas dapat dibagi
melalui tiga empat cara evaluasi yaitu:
1. Metode Evaluasi Kualitas
2. Metode Evaluasi Kualitas Teknis dan Biaya
3. Metode Evaluasi Pagu Anggaran
4. Metode Evaluasi Biaya Terendah

7
Barikut adalah flow chart dari masing – masing metode evaluasi:

1. Metode Evaluasi Kualitas

Gambar 2.1 Metode Evaluasi Kualitas

2. Metode Evaluasi Kualitas Teknis dan Biaya

Gambar 2.2 Metode Evaluasi Kualitas Teknis dan Biaya

8
3. Metode Evaluasi Pagu Anggaran

Gambar 2.3 Metode Evaluasi Pagu Aggaran

4. Metode Evaluasi Biaya Terendah

Gambar 2.4 Metode Evaluasi Biaya Terendah

2.5 Struktur Organisasi Konsultan Pengawas


Disampaikan oleh Dharma Surya bahwa yang dimaksud dengan
manajemen pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan
standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem
informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang
telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-

9
penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk
menjamin bahwa semua sumber daya organisasi dipergunakan dengan cara
paling efektif dan efisien dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Pelaksanaan Konstruksi proyek baik di proyek Pemerintah atau swasta
perlu adanya struktur organisasi proyek. Struktur organisasi proyek yang
telah dibuat pada saat pekerjaan proyek, mencerminkan tugas dan tanggung
jawab masing-masing dari personil yang terlibat dalam pekerjaan proyek.
Baik yang dibuat oleh Pemilik/Owner, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan
Supervisi.
Pelaksanaan proyek di lingkungan Pemerintah yang dalam kegiatan
pelaksanaan proyek konsultan pengawas (Supervisi) dilibatkan, maka
sebelum mobilisasi personil, Konsultan Pengawas ( Supervisi ) menyerahkan
daftar personil serta struktur organisasi Konsultan Pengawas ( Supervisi) ke
Pemilik/Owner.
 Daftar personil tenaga Konsultan Pengawas (Supervisi) di lapangan
terdiri dari:
1. Direktur
2. Team Leader
3. Profesional Staff/Tenaga Ahli
Profesional staff / tenaga ahli memeliki beberapa bagian antara lain
sebagai berikut:
a. Supervisi Engineer (SE)
b. Quality Engineer ( QE )
c. Chief Insfektor (CI)

10
4. Sub Profesional Staff/Sub Tenaga ahli
Sub profesional staff / sub tenaga ahli memeliki beberapa bagian
antara lain sebagai berikut:
a. Insfector
b. Surveyor
c. Lab. Technician

Direktur

Team Leader

Quality
Supervisi
Engineer ( QE
Engineer (SE) Surveyor )

Lab Chief
Inspector
Technican Insfektor (CI)

Gambar 2.5 Struktur Organisasi Konsultan Pengawas

 Tugas dan tanggung jawab masing-masing personil Konsultan Pengawas


( Supervisi ) di lapangan sebagai berikut :
1. Team Leader
1) Memberi bimbingan dan instruksi kepada Site Engineer, Site
Inspector (pengawas Lapangan) Bertanggung jawab terhadap
aspek teknis pekerjaan yang dilaksanakan, dengan memenuhi

11
2) Kualitas yang dipersyaratkan, ketepatan waktu dan anggaran
biaya yang tersedia.
3) Bertanggung jawab dalam ketepatan waktu untuk
menyampaikan laporan bulanan (monthly progress report
kepada pemberi Tugas/ Owner dan Direktur Perusahaan.
4) Berperan sebagai perwakilan Perusahaan dalam
berhubungan/berkoordinasi dengan Pemberi Tugas/ Owner,
serta melaporkan hasil koordinasi tersebut kepada Direktur
Perusahaan.
5) Bertanggung jawab dalam hal perubahan desain apabila
diperlukan.
6) Menciptakan format-format standar untuk kegiatan pengawasan
di lapangan.
7) Menjawab pertanyaan setelah menerima pertanyaan dari Owner
secara tertulis ataupun lisan atas sesuatu hal yang menyangkut
pekerjaan dan tembusannya disampaikan kepada Direktur
Perusahaan.

1. Profesional Staff/Tenaga Ahli


a. Supervisi Engineering (SE)
Supervisi Engineering (SE) akan berkedudukan di tempat
berdekatan dengan lokasi pekerjaan fisik yang menjadi
tanggung jawabnya. Supervisi Engineering (SE) bertanggung
jawab atas seluruh aktifitas pekerjaan kontraktor baik
pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan aspek teknik,
administrasi dan keuangan. Baik berupa design, pengukuran
volume bahan dan pekerjaan sebagai dasar perhitungan
pembayaran prestasi pekerjaan yang dilaksanakan oleh
kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan dalam dokumen kontrak. Tugas dan tanggung jawab
Supervisi Engineer (SE) mencakup, tapi tidak terbatas hal – hal
sebagai berikut:

12
1) Mengikuti petunjuk-petunjuk, prosedur dan persyaratan
yang telah ditentukan, terutama sehubungan dengan
inspeksi secara teratur ke paket pekerjaan untuk
melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan
perbaiakan – perbaikan agar pekerjaan dapat
direalisasikan sesuai dengan persyaratan yang telah
ditentukan di dalam dokumen kontrak fisik.
2) Mengikuti Rapat Pra Construction Meeting (PCM) serta
pelaksanaan Survey Kondisi Lapangan dan Rekayasa
Lapangan untuk menentukan Detail Pelaksanaan selama
periode mobilisasi kontraktor serta memeriksa dan
menandatangani Rencan Kerja (Time Schedulle), jadwal
pengadaan bahan / peralatan dan personil yang diajukan
oleh kontrkator sebelum mendapat persetujuan dari SNVT
Pembangunan dan Pemeliharaan / Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK).
3) Melakukan pemeriksaan dan persetujuan terhadap analisa
hasil test material / bahan, termasuk usulan komposisi
campuran (JOB Mix Formula), baik untuk pekerjaan
beton, aspal, tanah, agregat, dan soil cement apabila ada,
serta memberikan rekomendasi atas persetujuan dan
penolakan usulan tersebut.
4) Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau
penolakan (Rejection) atas material dan produk yang
diusulakan oleh kontraktor sesuai dengan Spesifikasi
Teknik.
5) Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi
kontraktor, segera melaporkan kepada kepala satuan
Kerja Non Vertikal Tertentu / pemimpin Bagian
Pelaksana Kegiatan Fisik apabila kemajuan pekerjaan
mengalami keterlambatan lebih dari 10% dari rencana.
Membuat konsep saran-saran penanggulangan serta

13
perbaiakan (Axtion Plan) untuk Bahan Show Couse
Meeting (SCM).
6) Melakukan pengecekan secara cermat dan rutin semua
pengukuran pekerjaan, dan secara khusus harus ikut serta
dalam proses pengukuran akhir pekerjaan.
7) Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan
keuangan, serta menyerahkanya kepada Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan.
8) Membantu menyusun dan memeriksa kelengkapan
Justifikasi Teknis, termasuk gambar dan perhitungan,
sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.
9) Mengecek dan menanda tangani dokumen pembayaran
bulanan (Montly Certificate) / Termin.
10) Mengecek dan menanda tangani dokumen-dokumen
tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan.
11) Memberi saran dan masukkan serta usulan tindak lanjut
penyelesaian permasalahan di lapangan kepada Kuasa
Pengguna Anggaran (KPA) dan Pemeliharaan / Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) dan Kontraktor.
12) Melakukan inspeksi secara rutin, serta melaporkan dan
memberikan saran teknis kepada Kuasa Pengguna
Anggaran (KPA).
13) Berkoordinasi dengan Team Leader (TL) dalam hal
pengendalian administrasi, teknis dan keuangan fisik serta
persiapan rekayasa, variasi/review design atas usulan dari
pembangunan dan pemeliharaan / Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) dan Kontraktor.
b. Quality Engineer (QE)
QE bertanggung jawab kepada Supervisi Engineer (SE)
dan berkedudukan di lokasi di mana kontraktor bekerja. QE
bertanggung jawab terutama atas pengendalian mutu bahan dan
pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan

14
ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan oleh dokumen
kontrak. QE harus memahami benar metode pemeriksaan
bahan, test laboratorium dan Job Mix Formula yang
diisyaratkan dalam dokumen kontrak. Tugas dan tanggung
jawab Quality Engineer (QE) mencakup, tapi tidak terbatas, hal-
hal sebagai berikut :
1) Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Supervision
Engineer dan, serta mengusahakan agar Supervisison
Engineer dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Tertentu
/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fisik selalu
mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan
pengendalian mutu.
2) Melakukan Pengawasan dan Pemantauan ketat atas
pengaturan personil dan peralatan laboratorium
kontrkaktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung
tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu
sesuai dengan persyaratan dalam dokumen kontrak.
3) Apabila diperlukan dapat melakukan pengawasan dan
pemantauan atas pengaturan dan pengadaan “Stone
Crusher” dan “Asphalt Mixing Plant” atau peralatan
yang diperlukan.
4) Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan
pemeriksaan mutu bahan dan pekerjaan, serta segera
memberikan laporan kepada Supervisi Engineer setiap
permasalahan yang timbul dan usulan tindak lanjut
sehubungan dengan permasalahan pengendalian mutu
bahan dan pekerjaan di lapangan.
5) Melakukan analisis semua test material, termasuk usulan
komposisi campuran (JOB Mix Formula), baik untuk
pekerjaan beton, aspal, tanah, agregat dan soil cement
apabila ada, serta memberikan rekomendasi atas
persetujuan dan penolakan usulan tersebut.

15
c. Chief Inspector ( CI )
Chief Inspector (CI) bertanggung jawab kepada
Supervision Engineer (SE) dan berkedudukan di lokasi dimana
kontrkator bekerja. CI bertanggung jawab terutama atas
pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan aspek design,
pengukuran volune bahan dan pekerjaan sebagai dasar
pembayaran prestasi pekerjaan. Tugas dan tanggung jawab
Chief Inspector mencakup, tetapi tidak terbatas hal-hal sebagai
berikut :
1) Melaksanakan pengawasan harian, agar pelaksanaan
pekerjaan yang dilakukan oleh kontrkator sesuai dengan
design dan dokumen Kontrak yang telah ditentukan.
2) Setiap saat mengikuti petunjuk Teknis dan Spesifikasi yang
tercantum dalam dokumen kontrak.
3) Menyiapkan data terperinci serta rekomendasi teknis
sehubungan dengan persiapan volume kontrak.
4) Mengecek dan mengukur volume bahan dan pekerjaan
yang dihasilkan oleh kontraktor, untuk dipakai sebagai
dasar pembayaran bulanan (Monthly Certificate).
5) Melaporkan segera kepada Supervisi Engineer (SE) atau
Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu / Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) Fisik apabila ternyata
pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan terlampauinya
volume pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak.
6) Membuat catatan yang lengkap tentang pembayaran kepada
kontrkator, sehingga tidak terjadi pembayaran berganda
atau lebih.
7) Memahami dan menguasai pasal-pasal dalam kontrak
dengan tata cara pengukuran dan pembayaran pekerjaan,
sehingga semua pembayaran pekerjaan kepada kontraktor
betul – betul di dasarkan kepada ketentuan yang tercantum
pada kontrak.

16
8) Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan
pengendalian pelaksanaan pekerjaan.
9) Mengecek semua As-built Drawing yang di buat oleh
kontrkator.
10) Membantu Supervision Engineer dalam menyiapakan data
untuk Final Payment.
11) Memberi perintah kepada Inspektor untuk melaksanakan
tugasnya.
12) Membantu SE dalam rangka memperoleh data kapsitas dan
lalulintas serta tata guna lahan yang berpengaruh terhadap
pelayanan jalan dalam lingkup wilayah tugasnya.
13) Beroordinasi dengan Supervision Engineer (SE) dalam hal
Administrasi, Teknik serta Review Design / usulan
perubahan lainya.
2. Sub Profesional Staff/Tenaga Ahli
a. Inspector
Tugas dan kewajiban Inspector adalah mencakup tapi
tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :
1) Bertanggung jawab kepada Supervision Engineer / Chief
Inspector untuk mengawasi kualitas kontruksi dan
memastikan berdasarkan basis harian bahwa pekerjaan
dilaksanakan sesuai dengan dokumen kontrak, spesifikasi,
gambar-gambar kerja yang sudah disyahkan oleh
Supervision Engineer.
2) Mengawasi semua pengambilan contoh material dan
pengadaan transportasi ke laboratorium untuk di tes, setelah
di tes inspector harus menginformasikan kepada kontraktor
tentang hasil pengujian dan setiap perbaikan yang
dibutuhkan.
3) Membuat catatan harian tentang aktivitas kontraktor dan
engineer dengan format laporan standard dan

17
memberitahukan kontraktor secara tertulis terhadap
penyimpangan-penyimpangan yang dilakukannya.
4) Mengagambarkan kemajuan harian yang dicapai kontraktor
pada grafik (chart) yang telah disetujui.
5) Membantu Supervisi Engineer dalam membuat laporan dan
serah terima sementara serta pemeriksaan kualitas di
lapangan.
6) Memonitor dan melaporkan setiap kejadian (kecelakaan,
kebakaran dan lain-lain) serta ketidak beresan di lapangan
kepada Supervisi Engineer.
b. Surveyor
Tugas dan kewajiban Surveyor adalah mencakup tapi
tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :
1) Bertanggungjawab terhadap semua pengukuran kuantitas
dan pekerjaan sementara serta membuat catatan untuk
pengukuran perhitungan kunatitas dan sertifikasi
pembayaran untuk memastikan kontraktor dibayar sesuai
dengan kontrak.
2) Mengawasi untuk survey teknik lapangan yang dilakukan
kontraktor untuk memastikan pengukuran dengan akurat
telah mewakili kunatitas untuk pembayaran sertifikasi
bulanan atau untuk pembayaran akhir (final).
3) Membantu dan berhubungan dengan tim supervise dalam
semua hal yang berhubungan dengan pengukuran kuantitas.
4) Menyelesaikan atau memeriksa perhitungan kuantitas
kontraktor.
5) Mencatat rencana kemajuan yang terbaru dan membantu
Supervisi Engineer / Quantity Engineer dalam penyerahan
data fisik dan keuangan (finansial) pada waktu yang
diperlukan.
6) Membuat laporan harian untuk kemajuan pekerjaan, terdiri
dari cuaca, material yang datang (masuk), perubahan

18
bentuk dan ukuran dari pekerjaan yang telah diselesaikan,
pengukuran di lapangan dan kejadian-kejadian khusus.
7) Membuat catatan lengkap dengan peralatan, tenaga kerja.
8) Dan material yang digunakan dalam setiap pekerjaan yang
merupakan atau mungkin akan menjadi pekerjaan
tambahan (extra).
9) Membantu Supervisi Engineer dalam melaksanakan dan
10) Lab. Technician adalah mencakup tapi tidak terbatas hal-
hal sebagai melaporkan serah terima pekerjaan sementara
(PHO).
c. Lab. Technician
Tugas dan kewajiban berikut :
1) Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Supervision
Engineer/Quality Enginner, serta mengusuhakan agar
Supervisi Engineer dan Kuasa Pengguna Anggaran /
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fisik selalu mendaqpat
informasi yang diperlukan dengan pengendalian mutu.
2) Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas
pengaturan personil dan perlatan laboratorium kontraktor,
agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung tersedianya
tenaga dan perlatan pengendalian tersedianya tenaga dan
perlatan penggendalian mutu sesuai dengan persyaraqtan
dalam dokumen kontrak.
3) Melakukan pengawasan dan pemantauan atas pengaturan
dan pengadaan “Stone Crusher” dan “Asphalt Mixing
Plant” atau peralatan lain yang diperlukan.
4) Melakukan pengawasan setiap hari semua kegiatan
pemeriksanan mutu bahan dan pekerjaan, serta memberikan
laporan kepada Supervision Engineer setiap permasalahn
yang timbul sehubungan dengan pengendalian mutu bahan
dan pekerjaan.

19
5) Melakukan analisis semua hasil test, termasuk usulan
komposisi campuran (job mix formula), baik untuk
pekerjaan aspal, soil cement dan beton, serta memberikan
rekomendasi dan justifikasi teknik atas persetujaun dan
penolakan usulan tersebut.
6) Melalukan pengawasan atas pelaksanaan “Coring”
perkerasan jalan yang dilakukan oleh kontraktor, sehingga
baik jumlah serta lokasi “Coring” dilaksanakan dengan
ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
7) Menyerahkan kepada Supervisi Engineer himpunan data
bulanan pengendalian mutu paling lambat tanggal 10 bulan
berikut.
8) Memberi petunjuk kepada staf kontraktor, agar semua
teknisi laboratorium dan staf pengendalian mutu mengenal
dan memahami semua prosedur dan tata cara pelaksanaan
test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi.

2.6 Laporan oleh Konsultan Pengawas


Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung, diperlukan beberapa macam
laporan untuk mengetahui jalannya pelaksanaan.
Tujuan utama laporan adalah:
a. Mencatat fakta-fakta tentang aspek kualitas, kuantitas, harga dan waktu
yang digunakan, untuk mencegah kesulitan dalam pemkbicaraan
mengnai fakta-fakta ini di kemudian hari.
b. Mencatat fakta-fakta tentang pelaksanaan pekerjaan untuk dapat
melakukan rekonstruksi beberapa bagian pekerjaan bila diperlukan.
c. Mencatat banyaknya material, seperti beton, pipa, pasir, dan sebagainya,
yang diogunakan dalam pelaksanaan pekerjaan, untuk menentukan nilai
akhir kontrak.
d. Mencatat semua perubahan dalam pelaksanaan di atas gambar asli, untuk
dapat membuat gambar sesuai pelaksanaan (as built drawing).

20
2.6.1Laporan Supervisi Engineer
a. Kemajuan pekerjaan.
b. Catatan tentang keadaan sebelum pelaksanaan pekerjaan (mutual
check 0% atau biasa disebut MC-0)
c. Perintah – perintah (instruksi) dari Team Leader
d. Pengesahan/persetujuan dari laporan yang dibuat oleh kontraktor
yang telah diperiksa oleh Pengawas Lapangan
e. Kedatangan material dilapangan
2.6.2 Laporan Team Leader
a. Catatan Rapat
b. Surat menyurat
c. Perintah perubahan
d. Catatan tentang claim dari kontraktor
e. Persetujuan atas laporan dari Site Engineer

2.6.3 Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk Pembayaran


Angsuran
Berisi hal – hal sebagai berikut:
a. Persetujuan Pemimpin Kegiatan untuk merealisasi pembayaran
Angsuran Kontraktor.
b. Pernyataan Pemimipin Kegiatan mengenai prestasi pekerjaan
kontraktor berdasarkan Laporan Kemajuan Pekerjaan Pelaksana
yang telah dibuat oleh Konsultan Pengawas telah mencapai
prosentase tertentu.
2.6.4 Berita Acara Pemeriksaan Akhir Pekerjaan Pelaksanaan
Berisi hal – hal sebagai berikut:
a. Pernyataan bahwa telah diadakan pemeriksaan bersama oleh
Konsultan Pengawas dan Pengelola Teknis terhadap hasil
pekerjaan Kontraktor Pelaksana.
b. Pernyataan dari Konsultan Pengawas dan Pengelola Kegiatan
bahwa pekerjaan-pekerjaan telah diselesaikan dengan baik.

21
c. Kontraktor masih bertanggung jawab terhadap segala kerusakan
dan cacat tersembunyi yang harus diperbaiki selama masa
pemeliharaan.
2.6.5 Berita Acara Serah Terima Pertama Pelaksanaan Fisik
Berisi hal-hal sebagai berikut :Antara Pemimpin Kegiatan sebagai
pihak kesatu dengan Kontraktor sebagai pihak kedua ; setuju dan
sepakat untuk melakukan Serah Terima Pertama Pekerjaan Fisik
dengan ketentuan Kontraktor tetap bertanggung jawab terhadap
segala kerusakan dan cacat tersembunyi selama masa pemeliharaan.
Berita Acara ini dilampiri dengan Berita Acara Pemeriksaan Akhir
Pekerjaan Pelaksanaan Fisik.
2.6.7 Berita Acara Pemeliharaan Pekerjaan
Berisi hal – hal sebagai berikut:
a. Pernyataan dari Pengelola Kegiatan dan Konsultan Pengawas
yang menyatakan telah mengadakan pemeriksaan dan penilaian
atas hasil pekerjaan Kontraktor, dan yang bersangkutan telah
menjalankan kewajibannya dengan baik yaitu telah memperbaiki
segala kerusakan, kekurangan dan cacat tersembunyi yang
terdapat pada waktu Serah Terima yang pertama.
b. Berdasarkan pernyataan di atas dapat diadakan Serah Terima
Kedua atas seluruh pekerjaan pelaksanaan. Berita Acara ini
dilampiri dengan Berita Acara Serah Terima Pertama.

2.6.8 Laporan Hasil Rapat Lapangan


Berupa Notulen Rapat Lapangan yang berisi :
a. Hari, Tanggal, Tempat,Waktu diadakan rapat.
b. Pemimpin serta peserta yang hadir.
c. Acara pembahasan/masalah yang dibicarakan.
d. Hasil kesimpulan/keputusan yang disepakati.
2.6.9 Laporan Kemajuan Pekerjaan Pengawasan
Berisi pernyataan dari Pengelola Teknis bahwa telah mengadakan
pemeriksaan dan penelitian atas hasil pekerjaan pengawasan, dengan
hasil bahwa Konsultan Pengawas telah memenuhi kewajibannya

22
sesuai dengan Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan. Laporan ini
dilampiri dengan Laporan Kemajuan Pekerjaan Fisik Kontraktor.
2.6.10 Berita Acara Persetujuan Kemajuan Pekerjaan Pengawasan
untuk Pembayaran Angsuran
Berisi pernyataan Pemimpin Kegiatan atas dasar Laporan Kemajuan
Pekerjaan Pengawasan yang telah dibuat oleh Pengelola Kegiatan,
dinyatakan prestasi pekerjaan Pengawasan telah mencapai
prosentasi tertentu. Atas dasar pernyataan tersebut di atas Konsultan
Pengawas berhak menerima Imbalan Jasa Pengawasannya.
2.6.11 Berita Acara Serah Terima Kedua Pekerjaan Fisik
Berisi hal-hal tentang :
Pemimpin Kegiatan dan Kontraktor telah setuju dan sepakat untuk
melaksanakan Serah Terima Pekerjaan Fisik untuk yang kedua
kalinya.Berita Acara ini dilampiri dengan Berita Acara
Pemeliharaan Pekerjaan Pelaksanaan.
2.6.12 Berita Serah Terima Pekerjaan Pengawasan
Berisi pernyataan antara Pemimpin Kegiatan dengan Konsultan
Pengawas.setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima
Pekerjaan Pengawasan. Berita Acara ini dilampiri dengan Berita
Acara Serah Terima II Pekerjaan Fisik Kontraktor. Seluruh Laporan
dan Berita Acara tersebut dibuat sesuai kebutuhan proyek, minimal
untuk Arsip Konsultan, Arsip Pemilik Kegiatan, Kontraktor.

Adapun catatan – catatan yang harus ditangani oleh Pengawas Lapangan


(inspector) dengan bimbingan dari Supervisi engineer, yaitu:

a. Buku catatan harian ( log book )


b. Lembar gambar pelaksanaan pekerjaan beserta perubahannya

2.7 Laporan oleh Kontraktor


Kontraktor harus membuat laporan / dokumen berikut ini, yang harus
diperiksa oleh pengawas lapangan/ inspector serta disetujui oleh Supervisi
Engineer, yaitu:

23
2.7.1 Jadwal pelaksanaan
Jadwal untuk pekerjaan (Time Schedule) harus dibuat oleh
kontraktor, sesuai dengan waktu yang diberikan di dalam kontrak.
Jadwal ini harus diperiksa oileh Supervisi Engineer, bila diperlukan
diperbaiki, kemudian disetujui oleh Team Leader.
Supervisi Engineer haruis memeriksa apakah kemajuan pekerjaan
masih sesuai dengan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Bila
terjadi ketidak sesuaian, kontraktor harus diberitahu dan diperbaiki
seperlunya.(Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Terlampir)
2.7.2. Laporan harian
Laporan harian harus dibuat oleh kontraktor dan diperiksa oleh
Inspector (Pengawas Lapangan). Proyek/Konsultan akan
menyediakan format khusus laporan harian.
Adapun hal-hal yang harus dicatat dalam laporan harian adalah sbb:
a. Waktu kegiatan: hari, tanggal
b. Aktifitas pekerjaan yang dilaksanakan pada waktu tertentu. Di
dalam pelaksanaan, ini disebutkan bagian yang dikerjakan itu,
untuk posisi apa; misalnya pemasangan pipa diameter 100 mm di
jalan Nangka dengan panjang sekian meter. Atau pekerjaan sipil;
misalnya pengecoran dinding reservoir dgn volume 30 m3 beton
K-225, dsb
c. Jumlah tenaga kerja yang dilibatkan. Tenaga yang dicatat adalah
tenaga yang terlibat pada waktu itu, keahlian dan jumlahnya
dicatat di laporan harian ini.
d. Jenis bahan yang didatangkan berikut volumenya. Semua
material yang disediakan oleh kontraktor harus dicatat, termasuk
barang yang disediakan oleh pemberi Tugas/Proyek juga harus
dicatat di laporan harian ini.
e. Peralatan yang digunakan; Hanya alat yang digunakan yang
dicatat, nama jenis alat dan banyaknya alat yang dicatat.
f. Kondisi cuaca pada waktu itu.

24
g. Catatan lain: misalnya ada perubahan jalur pipa atau ada
perubahan desain dicatat pada laporan harian ini.

2.7.3 Laporan mingguan


Laporan Mingguan dibuat oleh Kontraktor dan harus diperiksa oleh
Site Engineer setelah konsultasi dengan Site Inspector (Pengawas
Lapangan)
Proyek / Konsultan menyediakan format khusus laporan mingguan.
Di dalam laporan mingguan dicantumkan kemajuan dari semua
bagian pekerjaan yaitu:
a. Butir-butir dari BOQ (Bill of Quantity) sesuai volume dalam
kontak.
b. Persentase dari jumlah nilai kontrak untuk setiap butir pekerjaan.
c. Banyaknya dan persentase pelaksanaan pekerjaan dari minggu
sebelumnya.
d. Banyaknya dan persentase pelaksanaan dalam minggu ini.
e. Banyaknya dan persentase pelaksanaan di akhir minggu ini.

2.7.4 Tagihan berdasarkan kemajuan proyek


Kemajuan pekerjaan yang ditagihkan harus dibuat oleh kontraktor
dan diperiksa oleh Supervisi Engineer dan Administrasi kontrak.
Supervisi Engineer harus memeriksa apakah kemajuan yang
ditagihkan sesuai dengan kenyataan. Persentase dari butir-butir
pekerjaan dalam tagihan, tidak boleh melebihi, tetapi dapat kurang
dari kemajuan yang sesungguhnya. Untuk menentukan ini harus
dikonsultasikan dengan pengawas lapangan dan di cross check
dengan catatan yang dibuat pengawas lapangan. Bila kemajuan
pekerjaan terlah diperiksa, serta tagihan pada bagian ini telah
dinyatakan benar, Tagihan akan diberikan kepada administrator
proyek, yang selanjutnya dapat dibayarkan seperti yang diatur dalam
perjanjian kontrak. Jadi Supervisi Engineer bertanggung jawab
untuk memeriksa kuantitas dan administrator kontrak untuk

25
memeriksa harga, perhitungan dan pengesahan berdasarkan
spesifikasi kontrak. Proses penagihan bisa berbeda berdasarkan
instansi yang berbeda.

2.7.5 Laporan hasil pengujian


Untuk beberapa bagian pekerjaan, perlu dilakukan pengujian,
misalnya untuk kualitas beton karakteristik yang disyaratkan yang
akan dilaksanakan harus ada rencana campuran beton (Mix Design),
begitu pula hasil beton yang dipakai harus membuat benda uji
(kubus, misalnya) pada waktu pelaksanaan, atau juga pemadatan
kembali bekas galian. Pengawas Lapangan (Inspector) harus
memerikas apakah pengujian-pengujian ini dilakukan sesuai dengan
spesifikasi teknik kontrak dan dengan cara yan benar. Evaluasi dari
hasil pengujian akan dikerjakan oleh Supervisi Engineer bersama
dengan Team Leader.
Kontraktor akan diberitahu / instruksi sesuai dengan hasil pengujian
ini.
2.8 Flow Chart Penerimaan Hasil Progres Kontraktor

Gambar 2.6 Flow Chart Pengawasan Pekerjaan


1. Initial Inspection lebih dominan sebagai Engineering Process:
a. Pemahaman design (posisi, dimensi, quantity dan bentuk
rencana)
b. Pemahaman spesifikasi (karakter material rencana)

26
c. Persetujuan material ( test sample material, brosur-brosur,
mock up)
d. Pembuatan Job Mix Formula (beton, timbunan pilihan)
e. Proposal justifikasi teknis (design usulan/alternatif &
hitungan teknis jika ada)
f. Persetujuan Shop Drawing/Gambar Kerja lapangan
g. Persetujuan Rencana Mutu Kontrak
2. Incoming Control, Pengendalian Pada saat Permulaan Kerja dan
Kedatangan Bahan
a. Permulaan Kerja
1) Uitzet posisi
2) Bentuk
3) Dimensi pekerjaan
4) Pembandingan terhadap rencana
b. Kedatangan Material
1) Pemeriksaan Material datang, dibandingkan dengan
Material Contoh
2) Visualisasi/Bentuk/Warna, Dimensi/Ukuran, Merk, Type,
Serial dsb
3) Pemeriksaan Proses Produksi Material, dibandingkan
dengan Job Mix
4) Beton Ready Mix, Factory Visit untuk material pabrikan
dsb
5) Test Berkala terhadap material datang (cara
acak/sampling)
6) Slump Test, Test Baja tulangan dsb
3. Interprocess Control
a. Checking Kesesuaian dengan Shop Drawing
b. Checking Kesesuaian dengan Mock Up
c. Checking Kesesuaian hasil penghamparan
d. Dilakukan secara Kontinu (Checking)
4. Final Control

27
Berikut adalah beberapa contoh flow chart penerimaan progress kontraktor
suatu pekerjaan :

1. Flow Chart Pekerjaan Beton:

Gambar 2.7 Flow Chart Pengawasan Pekerjaan

28
2. Flow Chart Pekerjaan Ready Mix

Gambar 2.8 Flow Chart Pengawasan Pekerjaan

2.9 Perlindungan Hukum yang Didapat Konsultan Pengawas


Dewasa ini pembangunan nasional yang dilakukan di Indonesia dari
waktu kewaktu bertujuan untuk terciptanya masyarakat yang adil dan
makmur, material maupun spiritual, sehingga pembangunan yang dilakukan
haruslah berorientasi pada tercapainya manusia Indonesia yang sehat,
mandiri, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mewujudkan
tercapainya masyarakat yang sehat, mandiri, beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa memang bukan pekerjaan yang mudah untuk
dilakukan, terlebih di tengah-tengah kondisi bangsa yang dalam suasana
krisis multidimensional sebagai akibat dari berkepanjangannya krisis
moneter. Pembangunan nasional telah menghasilkan banyak kemajuan,
antara lain dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat. Kemajuan
pembangunan yang telah dicapai, didorong oleh kebijakan pembangunan di
berbagai bidang, termasuk kebijakan di bidang ekonomi dan hukum yang
tertuang dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun, serta berbagai kebijakan
lainnya. Didalam pelaksanaan berbagai pembangunan yang bersifat fisik,
pihak pemberi kerja menginginkan agar suatu sarana bangunan yang di

29
bangun itu dapat diselesaikan tepat waktu dan sasuai seperti yang tertera di
dalam kontrak serta mempunyai mutu yang baik dan dapat dimanfaatkan
untuk jangka waktu yang lama.
Pelaksanaan konstruksi yang berkembang pesat di Indonesia, harus
didukung dengan peraturan-peraturan yang bersifat living constitution
melalui peran hukum kontrak yang dapat menjamin bahwa pembangunan
tersebut akan berlangsung secara teratur dan aman bagi semua pihak sehingga
jika terjadi permasalahan atau kegagalan proyek pembangunan tidak
bermuara ke ranah hukum. Di negara maju sangat jarang permasalahan
kontrak diselesaikan melalui pengadilan formal seperti pengadilan negeri,
biasanya mereka menyelesaikan secara nonformal melalui mediasi dan
arbitrase.
Meskipun telah terbit Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012
tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang
Pedoman Pelaksanaan PengadaanBarang/Jasa Pemerintah namun sampai saat
ini Indonesia belum punya Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang jasa
konsultan, yang ada hanya PP No. 54 Tahun 2016 tentang Jasa Konstruksi.
PP No. 54 Tahun 2016 tentang Jasa Konstruksi itu tidak cukup kuat untuk
memfasilitasi kepentingan konsultan yang selama ini kerap dirugikan karena
berbagai tuntutan hukum baik dari pihak pengguna jasa (swasta dan
pemerintah) maupun pihak pengawas (BPK, KPK, LSM, media). Seringkali
konsultan diaudit oleh berbagai pihak seperti polisi, KPK, BPK, bahkan
media, dengan asumsi masing-masing sehingga tidak ada sinkronisasi tentang
bagaimana memahami bahasa yang ada dalam kontrak kerja.
Sebelumnya sudah pernah ada yang mengajukan draf UU jasa
konsultan tersebut kepada DPR, namun tidak ada tindak lanjutnya hingga
kini. Saat ini terdapat beberapa anggota INKINDO (Ikatan Nasional
Konsultan Indonesia) yang sudah ditahan, dan lainnya menjadi tersangka
karena tidak benar-benar memahami bahasa dalam kontrak konstruksi.Untuk
itu INKINDO berharap adanya Undang-Undang yang dapat mengurangi
risiko hukum yang cenderung merugikan pihak konsultan baik karena
penyelewengan kontrak ataupun karena kegagalan bangunan. Diharapkan

30
undang-undang tentang jasa konsultan dapat diwujudkan agar profesi
konsultan memiliki payung hukum yang jelas dan menjadi sebuah profesi
yang tidak terpinggirkan.

31
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain
sebagai berikut:
1. Konsultan pengawas memiliki tugas dan tanggung jawab yang bertujuan
untuk mewujudkan tercapainya pembangunan yang, tepat, tertib
penyelenggaraan pekerjaan konstruksi, ekonomis dan aman. Pengawasan
konstruksi memberikan layanan jasa pengawasan baik keseluruhan maupun
sebagian pekerjaan pelaksanaan konstruksi dimulai dari persiapan lapangan
sampai dengan penyerahan akhir hasil konstruksi.
2. Dalam penentuan konsultan pengawas terdapat tiga dokumen yang harus
dipenuhi oleh calon konsultan pengawas, diantaranya adalah:
1. Dokumen Administrasi
2. Dokumen Teknis
3. Dokumen Biaya
Untuk penetapan pemenang sendiri didasarkan pada:
1. Menetapkan peserta dengan nilai kombinasi tertinggi sebagai pemenang.
2. Menetapkan peserta yang peringkat teknisnya tertinggi sebagai
pemenang.
3. Menetapkan peserta dengan biaya penawaran terkoreksi yang terendah
dan tidak melampaui pagu anggaran sebagai pemenang.
3. Pelaksanaan Konstruksi proyek baik di proyek Pemerintah atau swasta perlu
adanya struktur organisasi proyek. Struktur organisasi proyek yang telah
dibuat pada saat pekerjaan proyek, mencerminkan tugas dan tanggung jawab
masing-masing dari personil yang terlibat dalam pekerjaan proyek. Dalam
struktur organisasi konsultan pengawasan ada beberapa personil antara lain:
1. Profesional Staff/Tenaga Ahli
a. Supervisi Engineer (SE)
b. Quality Engineer ( QE )
c. Chief Insfektor (CI)

32
2. Sub Profesional Staff/Sub Tenaga ahli
a. Insfector
b. Surveyor
c. Lab. Technician
4. Ditinjau dari masa sekarang perlindungan hukum untuk konsultan pengawas
masih belum memeliki payung hukum yang jelas, yang ada hanya Peraturan
Pemerintah No 54 Tahun 2016 tentang Jasa Konstruksi.
3.2 Saran
1. Dalam proses pemilihan konsultan pengawas yang dalam hal ini diatur
dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43 tahun 2007 masih
banyak poin yang kurang terperinci, sehingga diperlukan pedoman khusus
untuk mengatur proses pemilihan konsultan pengawas.
2. Masih belum ada Undang – Undang yang mengatur mengenai perlindungan
konsultan pengawas. Diharapkan undang-undang tentang jasa konsultan
dapat diwujudkan agar profesi konsultan memiliki payung hukum yang jelas
dan menjadi sebuah profesi yang tidak terpinggirkan.

33
LAMPIRAN

1. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

34
2. Laporan Mingguan

3. Laporan Kemajuan Fisik

35
4. Laporan Harian
CV. YEP YEP
KONSULTAN PENGAWAS
Hari : Kamis
LAPORAN HARIAN
Tanggal : 27 Juli 2017

KEGIATAN : PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN


POLITEKNIK NEGERI MALANG

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH


POLITEKNIK NEGERI MALANG
Kontraktor : CV. HURA HURA
Pelaksana FRENTIKA MAYA OVILODITA

LOKASI : KAMPUS II POLITEKNIK NEGERI MALANG Pengawas : CV. YEP YEP


JL. SOEKARNO HATTA NO 09 MALANG Lapangan NURIN SHABRINA Z. L. H.

Tenaga Kerja Jumlah Material


Alat-Alat Jumlah
Keahlian (org) Jenis Jumlah Sat Diterima Ditolak
Portland Cement 197 kg
1 Project Manager Pasir beton 7 m3 1 Waterpass
2 Site Manager Kerikil (maksimum 30 mm) 12 m3 2 Theodolith
3 Site Engineering 1 Air 3302 liter 3 Mesin molen
4 Kepala Pelaksana 1 4 Cuting Well
5 Pelaksana 1 5 Hammer drill
6 Surveyor 6 Disgrender
7 Logistik 7 Vibrator
8 Drafter 8 M.Pompa
9 Adminitrasi 9 Terpal 5x7
10 Mekanik 10 Kabel hitam
11 Mandor 1 11 Selang
12 KepalaTukang 1 12 Lampu TL 40 W
13 Tukang Batu 1 13 Lampu Halogen 500 W
14 Tukang Kayu 14 Schafolding 190 5
15 Tukang Besi 15 tang pembengkok tul.
16 Tukang Gali 16 tang
17 Tukang Lisrik 17 Gerobak arco
18 Tukang Cat 18 skop 3
19 Tukang Baja 19 rol meter 3
20 Tukang Aluminium 20 sendok spesi 5
21 Tukang Pipa 21 ruskam 5
22 Operator 22 cangkul 2
23 Supir 23 Selang air 1
24 Pekerja 10 24 ember 20
25 Penjaga Malam 2 25 ayakan pasir 2

Jumlah 18 Instruksi Yang Diberikan


1
Bekerja mulai jam : 07.30 Berakhir jam : 16.00 2
3
Sepenuhnya hari tidak dapat digunakan bekerja 4
karena cuaca HUJAN 5

Pekerjaan Yang Dilaksanakan Pada Hari Ini


1 Pengecoran Balok kantilever-2 (35/60 ; 35/30)

Catatan lalu Menyetujui : Dibuat Oleh :


1 Kontraktor Pelaksana Konsultan Pengawas
2
3
4
5
6 FRENTIKA MAYA OVILODITA NURIN SHABRINA Z. L. H.

36