Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM HISTOLOGI SISTEM ENDOKRIN

Disusun oleh:

Nama : Dea Nur Amalia Secartini


Nim : 016.06.0014
Kelompok : Sesi 2
Modul : Metabolisme dan Imunologi
Dosen : dr. Sukandriani Utami dan Rusmiatik, S.Si., M,Biomed

Bagian Histologi
Laboratorium Terpadu 1
Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Al-Azhar
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN .....................................................................................

1.1 Latar Belakang ................................................................................................

1.2 Tujuan ............................................................................................................

1.3 Manfaat ...........................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................

BAB III METODE PRAKTIKUM .......................................................................

3.1. Waktu dan Tempat .........................................................................................

3.2 Alat dan Bahan……………………………………………………………….

3.3 Cara Kerja……………………………………………………………………

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN……………………………………….

BAB V PENUTUP……………………………………………………………..

5.1. Kesimpulan …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem endokrin mengatur aktivitas metabolik pada organ dan jaringan tertentu,
sehingga membantu tercipta homeostasis. Sistem saraf autonom mengatur organ dan
jaringan tertentu lewat impuls yang menyebabkan penglepasan neurotransmiter, yang
menimbulkan respons cepat pada jaringan terkait. Akan tetapi, sistem endokrin
menghasilkan efek lambat dan difus melalui substansi kimiawi yang disebut hormon,
yang dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mempengaruhi sel target di tempat yang
jauh. Walaupun sistem saraf dan endokrin berfungsi melalui cara yang berbeda, kedua
sistem tersebut saling berinteraksi untuk memodulasi dan mengkoordinasi aktivitas
metabolik tubuh.

Sistem endokrin mencakup kelenjar tanpa saluran keluar (kelenjar endokrin),


kelompokan sel di dalam suatu organ, dan sel endokrin yang terdapat pada epitel
saluran cerna dan sistem pernafasan. Kelenjar endokrin kaya pembuluh darah, sehingga
sekretnya (yang dilepaskan ke dalam jaringan ikat yang terdapat di antara sel endokrin
dan jalinan kapilar), mudah masuk ke aliran darah. Kelenjar endokrin mencakup badan
pineal, hipofisis, kelenjar tiroid, paratiroid, dan suprarenal. Kelenjar endokrin tidak
mempunyai saluran keluar, sedangkan kelenjar eksokrin menyalurkan sekretnya ke
sistem saluran keluar,dan hanya menimbulkan efek lokal.

1.2 Tujuan

a. Dapat mengetahui struktur histology sistem endokrin


b. Dapat mengetahui perbedaan pada berbagai kelenjar yang dikategorikan sebagai sistem
endokrin

1.3 Manfaat

a. Mahasiswa dapat mengidentifikasi struktur histologi sistem endokrin


b. Mahasiswa dapat mengidentifikasi perbedaan masing-masing kelenjar yang termasuk
kedalam sistem endokrin
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem endokrin mengatur aktivitas metabolik pada organ dan jaringan tertentu,
sehingga membantu tercipta homeostasis. Sistem saraf autonom mengatur organ dan jaringan
tertentu lewat impuls yang menyebabkan penglepasan neurotransmiter, yang menimbulkan
respons cepat pada jaringan terkait. Akan tetapi, sistem endokrin menghasilkan efek lambat
dan difus melalui substansi kimiawi yang disebut hormon, yang dilepaskan ke dalam aliran
darah untuk mempengaruhi sel target di tempat yang jauh. Walaupun sistem saraf dan endokrin
berfungsi melalui cara yang berbeda, kedua sistem tersebut saling berinteraksi untuk
memodulasi dan mengkoordinasi aktivitas metabolik tubuh. Sistem endokrin mencakup
kelenjar tanpa saluran keluar (kelenjar endokrin), kelompokan sel di dalam suatu organ, dan
sel endokrin yang terdapat pada epitel saluran cerna dan sistem pernafasan, yang berturut-turut
kaya pembuluh darah, sehingga sekretnya (yang dilepaskan ke dalam jaringan ikat yang
terdapat di antara sel endokrin dan jalinan kapilar), mudah masuk ke aliran darah. Kelenjar
endokrin mencakup badan pineal, hipofisis, kelenjar tiroid, paratiroid, dan suprarenal. Kelenjar
endokrin tidak mempunyai saluran keluar, sedangkan kelenjar eksokrin menyalurkan
sekretnya ke sistem saluran keluar, dan hanya menimbulkan efek lokal.

KELENJAR PITUITARI (HIPOFISIS)

Kelenjar pituitari, atau hipofisis, adalah kelenjar endokrin yang menghasilkan berbagai hormon
yang mengatur pertumbuhan,reproduksi, dan metabolisme. Kelenjar ini mempunyai dua bagian
yang berasal dari sumber embrionik yang berbeda, yaitu: (1) adenohipofisis yang berkembang
dari evaginasi ektoderm oral (kantong Rathke) yang melapisi rongga mulut primitif
(stomadeum ), dan (2) neurohipofisis yang berkembang dari ektoderm neural yang merupakan
pertumbuhan diensefalon ke bawah. Pada tiap bagian hipofisis terdapat berbagai daerah yang
mengandung sel khusus yang melepaskan berbagai hormon. Bagian hipofisis dan nama
berbagai daerah tersebut adalah:

1. Adenohipofisis (hipofisis anterior)


a) Pars distalis (pars anterior)
b) Pars intermedia
c) Pars tuberalis
2. Neurohipofisis (hipofisis posterior)
a) Eminensia mediana
b) Infundibulum
c) Pars nervosa

Di antara lobus anterior dan posterior hipofisis terdapat sisa kantong Rathke berupa sel epitel,
yang meliputi koloid amorf. Pars tuberalis membentuk selubung di sekitar tangkai
infundibulum.

KELENJAR TIROID

Kelenjar tiroid terletak di bagian anterior leher, dan mensekresi hormon tiroksin,
triiodotironin,dan kalsitonin. Hormon T4 dan T3 (yang sekresinya di bawah kontrol TSH yang
dihasilkan oleh hipofisis anterior) merangsang laju metabolisme. Hormon lainnya, kalsitonin,
membantu menurunkan kadar kalsium darah dan memudahkan penyimpanan kalsium di
tulang. Kelenjar ini terdiri atas lobus kanan dan lobus kiri,

yang saling dihubungkan oleh ismus. Pada beberapa orang kelenjar ini mempunyai lobus
tambahan, yaitu lobus piramidal, yang menjulur ke atas dari ismus sebelah kiri. Lobus
pyramidal adalah sisa embriologik calon tiroid yang terdapat di sepanjang perjalanan ke bawah
dari asalnya di dalam lidah lewat duktus tiroglosus. Kelenjar tiroid dibungkus oleh kapsula
(simpai) jaringan ikat padat kolagen irregular yang tipis, yang merupakan derivat fasia servikal
dalam (deep cervical fascia). Jaringan ikat simpai masuk ke dalam kelenjar sebagai septa yang
membagi kelenjar menjadi banyak lobulus. Pada permukaan posterior kelenjar tiroid, terdapat
kelenjar paratiroid yang ikut diselubungi oleh simpai kelenjar tiroid.

KELENJAR PARATIROID

Kelenjar paratiroid, yang biasanya berjumlah empat buah, terletak di permukaan posterior
kelenjar tiroid; tiap kelenjar paratiroid diselubungi oleh kapsula jaringan ikat kolagen Tipis.
Fungsi kelenjar tersebut adalah menghasilkan PTH, yang bekerja pada tulang, ginjal, dan usus,
untuk mempertahankan konsentrasi optimal kalsium dalam darah dan cairan jaringan
interstisial Tiap kelenjar paratiroid merupakan bangunan ovoid kecil dengan panjang sekitar 5
mm, lebar sekitar 4 mm, dan tebal sekitar 2 mm. Beratnya sekitar 25 sampai 50 mg. Simpai
jaringan ikatnya meluas dan memasuki kelenjar sebagai septa, yang berjalan bersama
pembuluh darah, pembuluh limf, dan saraf. Septa terutama berperan menunjang parenkima dan
terdiri atas deretan atau kelompokan sel epitel yang diselubungi serat retikulin, yang juga
menunjang parenkima dan jalinan kaya kapilar. Pada individu dewasa yang lebih tua, stroma
jaringan ikatnya sering mengandung beberapa sampai banyak sel adiposa, yang dapat mencapai
60% dari kelenjar. Parenkima kelenjar paratiroid tersusun atas dua jenis sel,yaitu sel utama
(chief cells) dan sel oksifil

KELENJAR SUPRARENAL
(ADRENAL)
Kelenjar suprarenal menghasilkan dua kelompok hormon yang berbeda, yaitu: steroid dan
katekolamin. Kelenjar suprarenal terletak di kutub superior ginjal dan terbenam dalam jaringan
adiposa. Kelenjar suprarenal kanan dan kiri bukanlah gambaran cermin satu sama lain; kelenjar
suprarenal kanan berbentuk piramid dan langsung terletak di atas ginjal kanan, sedangkan
kelenjar suprarenal kiri bentuknya seperti bulan sabit dan terletak disepanjang batas medial
ginjal kiri dan hilus sampai kutub superiornya. Parenkima kelenjar terbagi atas dua daerah yang
berbeda secara histologis dan fungsional, yaitu: bagian luar yang berwarna kekuningan,
mencakup sekitar 80% sampai 90% organ, disebut korteks suprarenal, dan bagian dalam yang
kecil dan tampak gelap disebut medula suprarenal . Walaupun kedua daerah tadi mempunyai
fungsi endokrin, masing-masing mempunyai asal embrionik yang berbeda dan melakukan
peran yang berbeda pula. Korteks suprarenal berasal dari mesoderm, dan menghasilkan
sekelompok hormon yang disebut kortikosteroid yang disintesis dari kolesterol. Sekresi
hormon tersebut (antara lain kortisol dan kortikosteron) diatur oleh ACTH, yaitu hormon yang
disekresi oleh hipofisis anterior. Medula suprarenal berasal dari krista neural, dan secara
fungsional berkaitan dengan dan diatur oleh sistem saraf simpatis; medula adrenal
menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin. Kelenjar suprarenal terletak retroperitoneal,
Kelenjar suprarenal terletak retroperitoneal, yaitu di belakang peritoneum dan dibungkus oleh
simpai jaringan ikat yang mengandung banyak jaringan adiposa. Tiap kelenjar mempunyai
simpai tebal yang tersusun atas jaringan ikat; jaringan ikatnya masuk ke dalam parenkima
kelenjar sebagai septa, bersama dengan pembuluh darah dan saraf
KELENJAR PINEAL
Kelenjar pineal responsif pada periode gelap dan terang diurnal, dan diduga mempengaruhi
aktivitas gonad. Kelenjar pineal (atau badan pineal) adalah kelenjar endokrin yang pengeluaran
sekretnya dipengaruhi oleh periode terang dan gelap diurnal. Kelenjar tersebut berbentuk
kerucut bertangkai, yang merupakan tonjolan pada garis tengah atap diensefalon, dan terdapat
di dalam cekungan pada ventrikel tiga. Panjangnya 5 sampai 8 mm, lebarnya 3 sampai 5 mm,
dan beratnya sekitar 120 mg. Kelenjar ini dibungkus oleh piamater, yang membentuk simpai
kelenjar. Dari simpai muncul septa yang membagi kelenjar menjadi lobulus tak sempurna.
Pembuluh darah masuk ke dalam kelenjar bersama dengan jaringan ikat septa. Sel parenkimal
kelenjar ini terutama terdiri atas pinealosit dan sel interstisial
PANKREAS

Pankreas adalah ke/enjar ganda yang terdiri atas bagian eksokrin yang menghasilkan cairan
pencerna dan bagian endokrin yang menghasilkan hormon. Kapsula jaringan ikatnya tipis
dan membentuk septa, yang membagi kelenjar menjadi lobulus. Pembuluh darah dan saraf
yang memasok pankreas, berjalan bersama sistem duktus di dalam kompartemen jaringan
ikat. Pankreas menghasilkan sekret eksokrin dan endokrin. Komponen endokrin pankreas
yang disebut pulau Langerhans tersebar di antara asinus sekretoris.
Bagian Endokrin Pankreas
Bagian endokrin pankreas tersusun oleh kelompokan sel yang disebut pulau Langerhans yang
bentuknya bulat, dan letaknya tersebar di antara asinus. Tiap pulau Langerhans merupakan
bangunan bulat kaya vaskular yang merupakan kelompokan sel yang terdiri atas sekitar 3.000
sel. Pada pankreas manusia terdapat sekitar 1 juta pulau Langerhans yang merupakan bagian
endokrin pankreas. Jumlah pulau Langerhans di bagian ekor pankreas sedikit lebih banyak
daripada di bagian lainnya. Tiap pulau Langerhans diliputi oleh serat retikulin, yang juga
masuk ke bagian dalam pulau untuk meliputi jalinan kapilar yang menembus masuk ke dalam
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan tempat

Waktu : Rabu, 20 september 2017

Tempat : Laboratorium terpadu 1 Universitas Islam Al-Azhar

3.2 Alat dan Bahan

Alat : - Mikroskop listrik

- Pensil warna

- Buku kerja praktikum

- Cawan petri

Bahan : - Preparat sediaan

3.3 Cara Kerja

Siapakan preparat sedian dan mikroskop listrik untuk diamati dan setelah diamati foto
mikroskop listrik agar mudah diamati dan di identifikasi, setelah melakukan identifikasi
dengan benar, lalu gambar hasil yang diamati dan mengidentifikasi gambar yang telah diamati
dan berikan penjelasan tentang gambar preparat tersebut.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

Hipofisis ( Glandula Pituitaria)

4.2 Pembahasan

Hipofisis (kelenjar pituitaria) terdiri atas dua subdivisi utama , adenohipofisis


dan neurohipofisis . Adenohipofisis dibagi lagi menjadi pars distalis (lobus anterior) ,
pars tuberalis dan pars intermedia. Neurohipofisis dibagi menjadi pars nervosa,
infundibulum dalam potongan sagital, infundibulum menghubungkan hipofisis dengan
hipotalamus di dasar otak. Pars distalis mengandung dua jenis sel utama , sel kromofob
dan sel kromofil . Kromofil dibagi lagi menjadi asidofil (sel alfa) dan basofil (sel beta).
Pars intermedia dan pars nervosa membentuk lobus posterior hipofisis. Pars nervosa
terutama terdiri dari akson tidak bermielin dan pituisit penunjang. Suatu kapsul jaringan
ikat mengelilingi pars distalis dan pars nervosa kelenjar. Pars intermedialis terletak
diantara pars distalis dan pars nervosa , dan mencerminkan sisa lumen kantung Rathke.
Pars intermedia mengandung vesikel terisi koloid yang dikelilingi oleh sel pars
intermedia. Baik pars distalis maupun pars nervosa dipasok oleh banyak pembuluh
darah dan piler dengan berbagai ukuran.

Dengan pembesaran lebih kuat , banyak kapiler sinusoid dan berbagai jenis sel
terlihat di pars distalis. Sel kromofob memiliki sitoplasma homogen yang terpulas pucat
dan biasanya lebih kecil daripada kromofil. Sitoplasma kromofil berwarna kemerahan
pada asidofil dan kebiruan pada basofil. Pars intermedia mengandung folikel dan folikel
kistik terisi koloid. Folikel yang dilapisi oleh basofil sering terdapat di pars intermedia.
Pars nervosa ditandai oleh akson tidak bermielin dan pituisit penunjang dengan inti
lonjong.

BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan
 Kelenjar endokrin terdiri dari kelenjar kelenjar tanpa saluran keluar , sekretnya disebut
sebagai hormon yang dicurahkan langsung kedalam sirkulasi darah atau limfatik.
Kelenjar pituitari, atau hipofisis, adalah kelenjar endokrin yang menghasilkan
berbagai hormon yang mengatur pertumbuhan,reproduksi, dan metabolisme.
 Hipofisis dihubungkan ke otak oleh jalur neural. Hipofisis juga kaya akan pasokan
vaskular dari pembuluh darah yang memasok darah ke otak, yang menunjukkan
keterkaitan kedua sistem tersebut dalam mempertahankan keseimbangan fisiologik.
 Pada tiap bagian hipofisis terdapat berbagai daerah yang mengandung sel khusus yang
melepaskan berbagai hormon. Bagian hipofisis dan nama berbagai daerah tersebut
adalah:
Adenohipofisis (hipofisis anterior)
Pars distalis (pars anterior)
Pars intermedia
Pars tuberalis
Neurohipofisis (hipofisis posterior)
Eminensia mediana
Infundibulum
Pars nervosa
 Di antara lobus anterior dan posterior hipofisis terdapat sisa kantong Rathke berupa sel
epitel, yang meliputi koloid amorf. Pars tuberalis membentuk selubung di sekitar
tangkai infundibulum.

DAFTAR PUSTAKA

http://repository.binus.ac.id/content/L0044/L004449353.pdf diakses 12 November 2017.

Dorland, W.A. Newmann.2011.”Kamus Saku Kedokteran Dorand”.Jakarta:EGC.

Greenstein, Ben.1994.

Endocrine at Glance

.Inggris:Alden Group,Oxford.

Hafy, Zen.2012.”IT Blok 5 : Histology lecture, endocrine I : The Hypohisis”.

Palembang:UNSRI.

Hafy, Zen.2012.”IT Blok 5 : Histology lecture, endocrine II : Thyroid,Parathyroid,


Adrenal”.Palembang:UNSRI.
Mila.2011.”Sistem Endokrin Kelompok 9”.

Pubtz, R. dan R. Pabst.2003.”Atlas Anatomi Manusia Sobotta Edisi 21 Jilid1”.Jakarta:EGC.

Williams Textbook of Endocrinology.USA:Saunders.