Anda di halaman 1dari 4

CRACKED NIPPLE

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/4
PUSKESMAS KARANGREJO
KABUPATEN Hari Uminarti,S.Kep.Ners
TULUNGAGUNG NIP. 19661207 198901 2 001

1. Pengertian Nyeri pada puting merupakan masalah yang sering ditemukan pada ibu
menyusui dan menjadi salah satu penyebab ibu memilih untuk berhenti
menyusui bayinya. Diperkirakan sekitar 80-90% ibu menyusui
mengalami nipple pain dan 26% diantaranya mengalami lecet pada
puting yang biasa disebut dengan nipple crack. Kerusakan pada puting
mungkin terjadi karena trauma pada puting akibat cara menyusui yang
salah.
2. Tujuan Diagnosis dan Penatalaksanaan Cracked Nipple
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Karangrejo
No. 440/ /103.26/2017
tentang Cracked Nipple.
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016
tentang Penatalaksanaan Cracked Nipple.
5. Prosedur A. PETUGAS YANG MERIKSA

Dokter

Perawat

LANGKAH-LANGKAH :

Hasil Anamnesis (Subjective)

Keluhan

Adanya nyeri pada puting susu dan nyeri bertambah jika menyusui bayi.

Penyebab

Dapat disebabkan oleh teknik menyusui yang salah atau perawatan

yang tidak benar pada payudara. Infeksi monilia dapat mengakibatkan

lecet.

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik didapatkan :

1. Nyeri pada daerah puting susu

2. Lecet pada daerah puting susu

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan pemeriksaan penunjang dalam penegakan diagnosis.

Penegakan Diagnostik (Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik.

Komplikasi

Risiko yang sering muncul adalah ibu menjadi demam dan

pembengkakan pada payudara.

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan Non-Medikamentosa

1. Teknik menyusui yang benar

2. Puting harus kering

3. Mengoleskan colostrum atau ASI yang keluar di sekitar puting

susu dan membiarkan kering.

4. Mengistiraharkan payudara apabila lecet sangat berat selama 24

jam

5. Lakukan pengompresan dengan kain basah dan hangat selama 5

menit jika terjadi bendungan payudara

Medikamentosa

1. Memberikan tablet Parasetamol tiap 4 –6 jam untuk

menghilangkan nyeri.

2. Pemberian Lanolin dan vitamin E

3. Pengobatan terhadap monilia

Konseling dan Edukasi

1. Tetap memberikan semangat pada ibu untuk tetap menyusui jika

nyeri berkurang.

2. Jika masih tetap nyeri, sebagian ASI sebaiknya diperah.

3. Tidak melakukan pembersihan puting susu dengan sabun atau

zat iritatif lainnya.

4. Menggunakan bra dengan penyangga yang baik.

5. Posisi menyusuiharus benar, bayi menyusui sampai ke kalang


payudara dan susukan secara bergantian di antara kedua

payudara.

Tabel, Posisi menyusui yang baik

Posisi menyusui yang tidak


Posisi tubuh yang baik
benar

a. Posisi muka bayi

menghadap ke a. Leher bayi terputar

payudara (Chin to dan c

Breast)

b. Perut atau dada bayi

menempel pada b. Badan bayi

perut /dada ibu (Chest menjauh dari ibu

to Chest)

c. Seluruh badan bayi

menghadap ke badan
c. Badan bayi tidak
ibu hungga telinga bayi
menghada kebadan
membentuk garis lurus
ibu
dengan lengan bayi

dan leher bayi

d. Seluruh punggung bayi


d. .Hanya leher dan
tersanggah dengan
kepala tersanggah
bayi

e. Ada kontak mata e. Tidak ada kontak

antara ibu dengan bayi mata anta

Kriteria Rujukan

Rujukan diberikan jika terjadi kondisi yang mengakibatkan abses

payuda

6. Langkah-
Langkah
7. Bagan Alir
Anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang
Anamnesa, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang

Penatalaksanaan, Konseling, dan Edukasi


8. Hal – hal yang -
9. diperhatikan
10. Unit Terkait UGD
Poned
Rawat inap
Rawat jalan
Pendaftaran
11. Dokumen Terkait
12. Rekaman Historis
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan