Anda di halaman 1dari 23

PENDAMPINGAN KELUARGA KKN PPM PPD UNUD

PERIODE TAHUN 2012

DESA/KELURAHAN : MENGANI
KECAMATAN : KINTAMANI
KABUPATEN/KOTA : BANGLI
NAMA MAHASISWA : BASTIANUS ALFIAN JUATMADJA
NIM : 0702005183
FAK/PS : KEDOKTERAN/KEDOKTERAN UMUM
PEMBIMBING : DR. DESAK MADE WIHANDANI M.KES
KEPALA KELUARGA : NYOMAN GUNAWAN

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

KEPADA MASYARAKAT (LPPM)

UNIVERSITAS UDAYANA

2012
HALAMAN PENGESAHAN

Dengan telah selesainya kegiatan KKN PPM yang kami kerjakan, maka saya :

Nama Mahasiswa : Bastianus Alfian Juatmadja


Nomor Induk Mahasiswa : 0702005183

Tanda Tangan :

Telah menyelesaikan laporan kegiatan kami selama di lokasi KKN PPM

Mengani, Agustus 2012

Mengetahui, Mengetahui,

dr. Desak Made Wihandani M.Kes Nyoman Gunawan


DPL Desa Mengani KK Dampingan

Mengetahui,

Made Dana
Kepala Desa Mengani

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan KKN PPM di Desa Mengani
tepat pada waktunya.
Dalam penyelesaian program KK Dampingan ini, penulis banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak yaitu:
1. dr. Desak Made Wihandani M.Kes selaku dosen pembimbing lapangan yang telah
memberi support, pengarahan dan pendampingan terhadap penulis sehingga dapat
menyelesaikan program dengan baik.
2. Bapak I Made Dana selaku Kepala Desa yang membantu penulis dalam
menyelesaikan masalah yang dihadapi penulis dalam pelaksanaan program di KK
Dampingan.
3. Bapak Nyoman Gunawan, selaku kepala Keluarga Dampingan yang telah
bekerjasama dengan baik, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.
4. Teman-teman KKN - PPM - PPD di Desa Mengani yang memberikan semangat
dan pendapat dalam pemecahan masalah yang dihadapi penulis.
Penulis menyadari bahwa tugas ini jauh dari yang diharapkan oleh para pembaca
karena keterbatasan kemampuan serta referensi yang penulis miliki. Penulis mohon maaf
dan sekaligus mohon sumbangsih dari para pembaca dalam memperbaiki tugas ini.
Harapan penulis semoga setelah kita mendiskusikan program pokok non tema KK
dampingan ini kita dapat memahami dan menyelesaikan program ini dan akan dapat
berguna bagi kita semua untuk menambah wawasan kita. Atas perhatiannya, penulis
ucapkan terima kasih.
Mengani, Agustus 2012

Penulis

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... ii


KATA PENGANTAR ................................................................................. iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv
BAB I GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN .................. 1
1.1 Profil Keluarga Dampingan ...................................................... 2

1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan .................................................. 3

BAB II IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH ........................ 6

2.1 Permasalahan Keluarga .............................................................. 6


2.2 Masalah Prioritas ....................................................................... 6
BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH .................................... 7
3.1 Program ..................................................................................... 7
3.2 Jadwal Kegiatan ........................................................................ 8
BAB IV PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN
KELUARGA ............................................................................... 11
4.1 Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Keluarga ........................ 11
4.2 Hasil Kegiatan Pendampingan Keluarga ................................... 14
4.3 Kendala Kegiatan Pendapingan Keluarga .................................. 16
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan .................................................................................... 17
5.2 Rekomendasi .............................................................................. 17
LAMPIRAN ............................................................................................. 18

iv
BAB I

GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat merupakan salah satu


wujud pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu program inti dan menjadi ciri khas dari Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran
Pemberdayaan Masyarakat Universitas Udayana (KKN PPM UNUD) adalah
pendampingan keluarga kurang sejahtera atau keluarga pra sejahtera. Sebuah keluarga
dikatakan prasejahtera bila dilihat dari segi ekonomi bila:
1. Seluruh anggota keluarga tidak bisa makan 2 kali sehari
2. Anggota keluarga tidak memiliki pakaian yang berbeda
3. Bagian lantai rumah terluas dari tanah
Program ini bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki keluarga prasejahtera
tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dengan melihat dan menganalisa permasalahan
yang dihadapi serta menyelesaikan permasalahannya. Di sini mahasiswa akan berperan
sebagai anak asuh yang akan mengidentifikasi masalah dan memecahkan atau mencari
jalan keluar dan masalah yang telah dihadapi oleh keluarga dampingan. Keluarga yang di
dampingi mahasiswa adalah keluarga yang termasuk dalam kriteria keluarga prasejahtera
atau keluarga kurang sejahtera, sehingga dengan adanya mahasiswa dapat meningkatkan
kesejahteraan, baik dari segi materi atau spiritualnya untuk menuju hidup yang lebih baik.
Dan tentunya dapat memberdayakan keluarga di KK Dampingan
Keluarga KK Dampingan dilaksanakan di beberapa keluarga yang terdapat di
setiap lingkungan di Kelurahan Baler Bale Agung Kecamatan Negara Kabupaten
Jembrana. Kelurahan Baler Bale Agung memiliki 5 lingkungan yaitu lingkungan Baler
Bale Agung, lingkungan Anyar Sari, lingkungan Kebon, lingkungan Pangkung Gayung,
dan lingkungan Pangkung Manggis dimana kelima lingkungan ini dibagi secara merata
kepada 25 mahasiswa KKN dan tersebar masing-masing 5 orang mahasiswa per
lingkungan. Di lingkungan Kebon terdapat 21 KK Miskin, di lingkungan Baler Bale
Agung 34 KK Miskin, di lingkungan Anyar Sari 10 KK Miskin, di lingkungan Pangkung
Gayung 60 KK Miskin, dan di lingkungan Pangkung Manggis 86 KK Miskin. Dimana, 1
KK Miskin didampingi oleh 1 mahasiswa dijadikan KK Dampingan. Pada KKN PPM

1
2012 ini penulis mendampingi 1 KK Dampingan yang telah ditetapkan oleh koordintor
desa yaitu KK Dampingan yang berada di lingkungan Kebon.

1.1 Profil Keluarga Dampingan

Identitas Keluarga Dampingan


No Nama Status Umur Pendidikan Pekerjaan Ket

1. I Gusti Komang Menikah 52 tahun SD Petani Bekerja


Dirka sebagai
petani di
kebun
pribadi
2. Komang Tamun Menikah 52 tahun SD Ibu Mengurus
Rumah anak dan
Tangga rumah serta
dan pembuat
Pekerja banten
Serabutan keliling
3 Gusti Putu Belum 29 tahun SD Pekerja Tukang
Ngurah Widana Menikah Serabutan
4 Gusti Ayu Menikah 27 tahun SD Pekerja Buruh Tani
Kadek Santiasih Serabutan
5 Gusti Komang Menikah 25 tahun SD Pekerja Buruh
Wirata Serabutan
6 Sayu Ketut Menikah 22 tahun SD Pedagang Pedagang
Suarniti di Pasar
BB Agung
7 Gusti Putu Belum 18 tahun SD Pekerja Montir di
Widiadnyana Menikah Serabutan Bengkel

Bapak I Gusti Komang Dirka beserta anggota keluarganya tinggal di Lingkungan


Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Keluarga

2
ini menempati rumah yang bisa dikatagorikan belum permanen dengan lantai dari plester
semen dan dinding batu bata. Rumah Bapak I Gusti Komang Dirka memiliki luas
pekarangan 6 Are. Rumah itu terdiri dari 2 kamar yang berukuran 3x4 m untuk tempat
tidur dan 1 ruangan untuk dapur dan terdapat 1 kamar mandi. Rumah ini bukan merupakan
rumah tetap keluarga bapak I Gusti Komang Dirka dan keluarga, melainkan rumah saudara
yang dititipkan, yang masih ada ikatan keluarga. Jadi dapat dikatakan keluarga Bapak I
Gusti Komang Dirka menumpang di rumah ini. Di dalam Pekarangan Rumah Bapak I
Gusti Komang Dirka terdapat tempat berbentuk seperti bale bengong ada 2 bangunan yang
biasanya digunakan untuk menerima tamu. Disana juga terdapat kandang babi yang
merupakan titipan dari saudara pemilik rumah tersebut. Di pekarangan rumah Bapak Gusti
Komang Dirka terdapat pohon kelapa dan juga memiliki kebun pisang serta sayur-
sayuranan di sebelah utara rumahnya.
Bapak I Gusti Komang Dirka merupakan pria kelahiran Lingkungan Kebon yang
saat ini berusia 52 tahun. Pekerjaan Bapak I Gusti Komang Dirka adalah sebagai petani.
Istri bapak I Gusti Komang Dirka bernama Komang Tamun juga berusia 52 tahun dan
bekerja sebagai pembuat banten. Bapak I Gusti Komang Dirka memiliki 5 orang anak, tiga
anak laki-laki dan dua anak perempuan. Anak yang pertama bernama Gusti Putu Ngurah
Widana yang berusia 29 tahun. Anak yang kedua bernama Gusti Ayu Kadek Santiasih
yang berusia 27 tahun. Anak yang ketiga bernama Gusti Komang Wirata, berusia 25 tahun.
Anak yang keempat bernama Sayu Ketut Suarniti berusia 22 tahun. Dan anak kelima
bernama Gusti Putu Widiadnyana yang berusia 18 tahun. Dari kelima anak Bapak I Gusti
Komang Dirka, tiga anaknya sudah menikah yaitu anak kedua, ketiga dan keempat.
Sehingga yang tercatat di Kartu Keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka hanya empat
orang, Bapak I Gusti Komang Dirka, istri, beserta dua anaknya yang belum menikah.

1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan

1.2.1 Pendapatan Keluarga


Keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka merupakan salah satu dari keluarga yang
tinggal di daerah lingkungan kebon yang berada pada situasi kurang mampu karena
namanya tercatat di kartu merah sebagai tanda keluarga miskin. Akibat pendidikan Bapak I
Gusti Komang Dirka yang tamatan SD dan istri serta semua anaknya tamatan SD,
mengakibatkan pilihan bekerja mereka tidak banyak. Namun, Bapak I Gusti Komang

3
Dirka memiliki keahlian sebagai petani dan istrinya memiliki keahlian dalam mejejaitan
sehingga bisa membuat banten.
Sulitnya perekonomian keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka tidak cukup untuk
menutupi kebutuhan keluarga. Untuk kehidupan sehari-hari saja tidak cukup apalagi
ditambah uang untuk ke pura, membayar uang listrik dan air. Karena itu, Bapak I Gusti
Komang Dirka dibantu istrinya yang memiliki pekerjaan sambilan yaitu sebagai pekerja
serabutan seperti membantu membuat banten untuk membantu meningkatkan penghasilan
keluarga serta bantuan dari anak-anaknya.
Pendapatan Keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka yang berasal dari Bapak I
Gusti Komang Dirka sendiri yang bekerja sebagai petani dan juga istrinya Ibu Komang
Tamun yang bekerja sebagai pembuat banten keliling yang memiliki penghasilan kurang
dari Rp. 20.000 per hari. Sedangkan istrinya untuk pekerjaan serabutan membantu
membuat Banten mendapatkan penghasilan Rp 15.000 setiap membuat banten.
Ketidakpastian hari kapan saja Ibu Komang Tamun membuat banten mengakibatkan
pendapatan keluarga I Gusti Komang Dirka tidak menentu.

- Sumber Penghasilan

Sumber penghasilan Bapak I Gusti Komang Dirka dari:


1) Penghasilan atas menjual hasil-hasil sawah.

2) Penghasilan dari membuat banten keliling.

3) Penghasilan dari anak-anak bapak I Gusti Komang Dirka.

4) Penghasilan lain-lain.

1.2.2 Pengeluaran keluarga


- Kebutuhan sehari-hari
Perincian untuk kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka
dalam sebulan kurang lebih adalah sebagai berikut :
Makan sehari-hari : Rp 25.000 x 30 hari = Rp 750.000
Dengan rincian sebagai berikut:
Beras 1 kg (@ 9000): Rp 9.000 x 30 hari = Rp 270.000
Lauk : Rp 10.000 x 30 hari = Rp 300.000

4
Kebutuhan MCK : Rp 50.000
Bensin : Rp 25.000/seminggu x 4 minggu = Rp 100.000 +

TOTAL Rp. 750.000

-Pendidikan
Untuk saat ini Keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka tidak ada biaya yang keluar
untuk pendidikan dikarenakan anak-anak dari Bapak I Gusti Komang Dirka sudah tidak
ada yang bersekolah, kelima anak Bapak I Gusti Komang Dirka hanya tamat SD karena
tidak mampu melanjutkan pendidikan dikarenakan tidak ada biaya.

-Kesehatan
Bapak I Gusti Komang Dirka tidak menyisihkan uang untuk biaya kesehatan.
Namun, apabila ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya yang besar,
maka Bapak I Gusti Komang Dirka akan meminta pinjaman kepada sanak saudara. Tetapi
sampai saat ini belum pernah keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka terkena sakit yang
begitu keras. Sehingga sejauh ini belum ada biaya besar yang keluar untuk kesehatan.
Meskipun suatu ketika ada yang jatuh sakit, maka Bapak I Gusti Komang Dirka hanya
memberikan obat tradisional Bali. Disamping itu keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka
juga sudah mendaftarkan diri pada Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) provinsi
Jembrana.

-Sosial
Bapak I Gusti Komang Dirka mempunyai pengeluaran di dalam kegiatan sosial,
misalkan jika ada kegiatan di banjar setempat ataupun di lingkungan Kebon..
-Lain-lain
Keluarga bapak I Gusti Komang Dirka jarang mengeluarkan biaya selain untuk
kebutuhan sehari-hari atau untuk kesehatan, meskipun ada pengeluaran biasanya untuk
hal-hal yang tidak terduga.

5
BAB II

IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH

2.1 Permasalahan Keluarga


Bapak I Gusti Komang Dirka merupakan salah satu keluarga yang kurang mampu
di Lingkungan kebon, dimana kondisi ekonomi keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka
dapat dilihat pada perhitungan pengeluaran sehari-hari yang telah disusun sebelumnya.
Sesuai dengan perhitungan pengeluaran kebutuhan sehari-hari, dapat dilihat bahwa
pengeluaran Bapak I Gusti Komang Dirka melebihi dari pendapatan yang diperolehnya.
Seluruh pendapatan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya berasal
dari Bapak I Gusti Komang Dirkas sendiri, pendapatan tersebut berasal dari menjadi
seorang petani itupun pendapatannya tidak menentu karena hasil panen yang tidak stabil,
serta pendapatan tambahan keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka hanya didapat jika Ibu
Komang Tamun ikut serta membuat banten. Pendidikan semua anggota keluarga yang
rata-rata tamatan SD juga menjadi permasalahan. Dengan hanya tamatan SD seluruh
anggota keluarga susah untuk mencari pekerjaan.

2.2 Masalah Prioritas


Masalah Prioritas yang benar-benar menjadi masalah utama bagi keluarga Bapak I
Gusti Komang Dirka adalah masalah ekonomi. Dimana dalam kehidupan keluarga Bapak I
Gusti Komang Dirka masih banyak kekurangan dari segi ekonomi. Disamping itu juga
permasalahan pendidikan. Berdasarkan beberapa masalah tersebut, pendamping
mengambil semua masalah yang harus dicarikan pemecahannya sehingga dapat membantu
dan meningkatkan tingkat kehidupan keluarga yang di dampingi. Masalah yang
diutamakan untuk dicarikan pemecahannya adalah masalah ekonomi keluarga, dan
masalah pendidikan dimana tidak dapat melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi
yang berimbas pada pekerjaan dan kesejahteraan keluarga.

6
BAB III
USULAN PENSOLUSIAN MASALAH

3.1 Progam
Kegiatan yang telah dilakukan adalah kegiatan-kegiatan survey ke keluarga
dampingan. Kegiatan ramah tamah diperlukan pertama kali untuk lebih mengakrabkan
mahasiswa kepada keluarga dampingan. Kegiatan ini dilakukan selama beberapa hari
pertama ke keluarga tersebut. Pada hari-hari berikutnya, mahasiswa mulai meneliti
permasalahan-permasalahan yang dihadapi disana. Baik dengan cara mengobrol-ngobrol
biasa ataupun sebatas basa-basi. Dengan demikian, dapat diketahui permasalahan yang
dihadapi serta dilakukan juga dengan meneliti keadaan rumah secara langsung dengan
meminta izin ke keluarga terlebih dahulu.

Berbagai permasalahan ditemukan dengan survey yang dilakukan. Namun, terdapat


dua masalah prioritas yang dapat diselesaikan oleh mahasiswa. Permasalahan tersebut
meliputi permasalahan ekonomi, dan juga masalah dalam bidang pendidikan. Adanya
permasalahan tersebut membuat pendamping mencoba membuat program untuk
menyelasikan masalah-masalah yang dihadapi Bapak I Gusti Komang Dirka. Penyelesaian
masalah menurut pendamping adalah sebagai berikut:

1) Penyelesaian Masalah Ekonomi atau Pendapatan

Alternatif pemecahan masalah dalam pekerjaan merupakan hal penting dalam


memenuhi kebutuhan finansial untuk dapat melangsungkan hidup. Pekerjaan dengan
penghasilan kecil sampai yang terbesar merupakan wujud nyata penghargaan terhadap
hidup dan semua pekerjaan yang halal yang menghasilkan pendapatan sebesar apapun
sangat patut disyukuri. Pendapatan bapak I Gusti Komang Dirka yang tidak begitu besar
diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Memperhatikan hal tersebut,
saran yang paling mungkin diberikan adalah membiasakan keluarga untuk membuat
laporan keuangan yang sederhana setiap hari untuk mengetahui arus kas laba/rugi dan
menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung. Kemudian menyarankan agar istri
Bapak I Gusti Komang Dirka, yaitu Ibu Komang Tamun untuk memprioritaskan
kebutuhan-kebutuhan yang paling penting (kebutuhan pokok) untuk dikonsumsi, dan jika
terdapat uang, lebih baru membeli kebutuhan lainnya.

7
Dalam menyelesaikan masalah ekonomi, terutama dalam meningkatkan
pendapatan Bapak I Gusti Komang Dirka, mahasiswa hanya bisa memberikan ide untuk
memanfaatkan hasil kebun dengan baik, yaitu untuk konsumsi keluarga sehari-hari serta
mencoba berwirausaha dengan menjual hasil kebun yang sudah diolah. Misalkan tanaman
pisang milik Bapak I Gusti Komang Dirka bisa dibuat pisang goreng keju, mengingat
pisang goreng keju masih sangat jarang ditemukan di Kelurahan Baler Bale Agung
umumnya dan Lingkungan Kebon pada khususnya, sehingga dengan memanfaatkan buah
pisang yang digunakan membuat pisang goreng keju, diharapkan dapat meningkatkan
pendapatan sehari-hari bapak I Gusti Komang Dirka. Jadi disini pendamping member
saran untuk mencoba menjual pisang goreng keju, yang produknya bisa disebarkan ke
pasar Baler Bale Agung, sekolah-sekolah di lingkungan Baler Bale Agung, di warung-
warung, maupun di tempat lain di sekitar lingkungan Kebon Kelurahan Baler Bale Agung.

2) Penyelesaian Masalah Pendidikan

Semua anggota keluarga Bapak I Gusti komang Dirka hanya tamatan Sekolah
Dasar (SD). Hal ini menyebabkan pilihan bekerja mereka tidak banyak. Pendamping
menyelesaikan masalah ini dengan membantu memberikan pengajaran kepada keluarga
Bapak I Gusti Komang Dirka dalam bahasa agar nantinya bisa dipergunakan dimana
mestinya. Di samping itu pendamping juga menyarankan agar anak-anak keluarga bapak I
Gusti Komang Dirka, khususnya anaknya yang kelima masih berusia 18 tahun untuk
mengajukan kekelurahan Baler Bale Agung agar bisa memperoleh ijasah SMP maupun
SMA dengan program paket C. Sehingga dengan adanya ijasah, kemungkinan untuk
memperoleh pekerjaan yang lebih baik sangat besar.

3.2 Jadwal Kegiatan

Berikut jadwal kegiatan kunjungan pendamping ke rumah KK Dampingan.

No Hari, tanggal Jenis Kegiatan

1. Senin, 20 Februari Bertemu Kepala Lingkungan kebon dan


2012 survey mencari kediaman keluarga KK
Dampingan.

2 Kamis, 23 Februari Survey kembali ke kediaman Keluarga KK

8
2012 dampingan namun beliau tidak berada di
tempat.

3 Sabtu, 25 Februari Bertemu dengan keluarga Bapak I Gusti


2012 Komang Dirka sekaligus berkenalan.

4 Minggu, 26 Berkunjung kembali untuk mewawancara ke


Februari 2012 kediaman Bapak I Gusti Komang Dirka.

5 Senin, 27 Februari Berkunjung kembali ke kediaman Bapak I


2012 Gusti Komang Dirka untuk mencari data
kembali yang lebih spesifik.

6 Jumat, 2 Maret Berkunjung ke kediaman Bapak I Gusti


2012 Komang Dirka untuk bersilakrama
mengakrabkan kembali dengan seluruh
anggota keluarga beliau.

7 Minggu, 4 Maret Bekunjung kembali untuk kembali sedikit


2012 mewawancarai tentang keluarga Bapak I
Gusti Komang Dirka.
8 Senin, 5 Maret Berkunjung ke kediaman Bapak I Gusti
2012 Komang Dirka sambil membantu.

9 Jumat, 9 Maret Mewawancarai kembali keluarga Bapak I


2012 Gusti Komang Dirka sambil membantu.

10 Sabtu, 10 Maret Berkunjung kembali ke kediaman Bapak I


2012 Gusti Komang Dirka

11 Minggu, 11 Maret Mewawancarai kembali keluarga Bapak I


2012 Gusti Komang Dirka sambil membantu.

12 Senin, 12 Maret Memberikan bibit tanaman obat-obatan untuk


2012 keluarga I Gusti Komang Dirka

13 Selasa, 13 Maret Memastikan kembali mengenai data-data yang

9
2012 telah kita dapat sebagai bahan dari tulisan.

14 Kamis, 15 Maret Membeli kenang-kenangan untuk keluarga


2012 Bapak I Gusti Komang Dirka.

15 Jumat, 16 Maret Memberikan kenang-kenangan serta


2012 berpamitan dengan keluarga Bapak I Gusti
Komang Dirka.

10
BAB IV

PELAKSANAAN, HASIL, DAN KENDALA PENDAMPINGAN KELUARGA

4.1 Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan Keluarga

Pelaksanaan kegiatan pendampingan keluarga yang telah dilakukan pendamping


adalah sebagai berikut:

Tanggal
Jenis Kegiatan Lokasi Permasalahan Solusi Dampak
Pelaksanaan
Di kantor KK Perlu
Bertemu Kepala Sabtu, 18 Ditentukannya
kelurahan Dampingan berkomunikasi
Lingkungan Februari KK
Baler Bale belum dapat kembali
kebon 2012 Dampingan
Agung ditentukan dengan kaling
Bertemu kepala Di
lingkungan Lingkungan
Kebon Kebon
Senin, 20 - - -
sekaligung Kelurahan
Februari
survey mencari 2012 Baler Bale
KK Dampingan Agung
Di rumah
KK
KK Kembali ke
Berkunjung ke Kamis, 23 Dampingan
Dampingan rumah KK
rumah KK Februari Bapak I -
tidak ada Dampingan
Dampingan 2012 Gusti
dirumahnya lain hari
Komang
Dirka
Di rumah
KK
Berkenalan Dampingan
Sabtu, 25
dengan yaitu rumah
Februari - - -
keluarga KK Bapak I
2012
Damping Gusti
Komang
Dirka
Survey tentang Minggu, 26 Di rumah Dalam Survey Bapak I Gusti

11
keadaan Februari KK komunikasi dilakukan Komang
keluarga Bapak 2012 Dampingan berjalan keesokan hari Dirka
I Gusti Komang yaitu rumah lumayan cepat kemudian menerima
Dirka Bapak I karena hari dengan
Gusti sudah malam senang hati
Komang keberadaan
Dirka kita dan tidak
ragu-ragu
bercerita
Di rumah
Survey KK Menceritakan Mencari
mengenai Dampingan permasalahan pemecahan
Senin, 27
permasalahan di yaitu rumah yang dihadapi masalah untuk
Februari
Keluarga Bapak Bapak I keluaraga Bapak I Gusti
2012
I Gusti Komang Gusti Bapak I Gusti Komang
Dirka Komang Komang Dirka Dirka
Dirka
Di rumah
KK Jalannya
Perlu
Dampingan kegiatan-
melakukan Kegiatan
Berkunjung ke Jumat, 2 yaitu rumah kegiatan yang
kegiatan berjalan
KK Dampingan Maret 2012 Bapak I dilakukan
tersebut lancar
Gusti kurang
dengan baik
Komang berjalan lancar
Dirka
Di rumah
KK
Dampingan
Berkunjung
Minggu, 4 yaitu rumah
kembali ke KK - - -
Maret 2012 Bapak I
Dampingan
Gusti
Komang
Dirka
Mewawancarai Senin, 5 Di rumah
- - -
kembali Maret 2012 KK

12
keluarga Bapak Dampingan
I Gusti Komang yaitu rumah
Dirka Bapak I
Gusti
Komang
Dirka

Mewawancarai Di rumah
KK
kembali
Dampingan
keluarga
Jumat, 9 yaitu rumah
Bapak I Gusti - - -
Maret 2012 Bapak I
Komang Dirka
Gusti
sambil Komang
membantu. Dirka
Di rumah
KK
Berkunjung
Dampingan
kembali ke
Sabtu, 10 yaitu rumah
kediaman - - -
Maret 2012 Bapak I
Bapak I Gusti
Gusti
Komang Dirka Komang
Dirka

Mewawancarai Di rumah
KK
kembali
Dampingan
keluarga
Minggu, 11 yaitu rumah
Bapak I Gusti - - -
Maret 2012 Bapak I
Komang Dirka
Gusti
sambil Komang
membantu. Dirka
Memberikan Di rumah
bibit tanaman KK
Senin, 12
obat-obatan Dampingan - - -
Maret 2012
untuk keluarga yaitu rumah

I Gusti Bapak I

13
Komang Dirka Gusti
Komang
Dirka
Memastikan Di rumah
kembali KK
mengenai Dampingan
data-data yang Selasa, 13 yaitu rumah
- - -
telah kita Maret 2012 Bapak I
dapat sebagai Gusti

bahan dari Komang


Dirka
tulisan.
Membeli
kenang-
kenangan
untuk keluarga Kamis, 15 Di
- - -
Maret 2012 Denpasar
Bapak I Gusti
Komang
Dirka.

Memberikan
kenang- Di rumah
kenangan serta KK
berpamitan Dampingan

dengan Jumat, 16 yaitu rumah


- - -
Maret 2012 Bapak I
keluarga
Gusti
Bapak I Gusti
Komang
Komang
Dirka
Dirka.

4.2 Hasil Kegiatan Pendampingan Keluarga

Dari kegiatan pendampingan keluarga yang telah dilakukan oleh pendamping,


diperoleh hasil kegiatan yaitu berupa tujuan dan manfaat yang didapat oleh keluarga

14
dampingan, pemerintah, Universitas Udayana dan bagi mahasiwa sebagai pendamping
sendiri. Berikut tujuan dan manfaat yang diperoleh dari pendampingan keluarga:

Tujuan dan Manfaat


Berikut dapat disajikan tujuan dan manfaat yang dicapai dalam pelaksanaan KK
Dampingan, khususnya dengan merujuk pada keluarga Bapak I Gusti Komang Dirka yang
tinggal di Lingkungan kebon, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara,
Kabupaten Jembrana.

1) Tujuan
a. Mengenali, mendalami, dan mendampingi kehidupan KK Dampingan,
di mana KK Dampingan ini merupakan keluarga yang didampingi oleh
satu orang mahasiswa yang kemudian diamati untuk mengetahui
permasalahan-permasalahan yang dialami keluarga dampingan yang
bersangkutan.
b. Menganalisis dan memberikan solusi mengenai permasalahan prioritas
terhadap permasalahan-permasalahan yang dialami keluarga
dampingan.
c. Mampu membantu memberikan solusi pemecahan masalah yang
relevan yang menjadi permasalahan prioritas yang dialami oleh
keluarga dampingan
d. Meningkatkan kemampuan mahasiswa agar mampu bersosialisasi dan
lebih berempati dengan masyarakat sekitar

2) Manfaat
a. Bagi Mahasiswa
 Untuk mengaplikasikan semua ilmu atau teori yang pernah
diperoleh dan sekaligus menanggapi suatu kejadian atau
fenomena yang terjadi dan berkaitan dengan permasalahan yang
dihadapi oleh keluarga dampingan, yaitu keluarga Bapak I Gusti
Komang Dirka.
 Memberikan sumbangan pemikiran serta pemecahannya (solusi)
atas permasalahan yang dihadapi oleh keluarga dampingan
15
mahasiswa, yaitu permasalahan keluarga Bapak I Gusti Komang
Dirka.
b. Bagi KK Dampingan
 Manfaat dari program KK Dampingan ini adalah meningkatkan
pemahaman keluarga dampingan, terutama, mengenai
permasalahan ekonomi, di mana permasalahan ekonomi ini
menjadi pusat permasalahan yang krusial yang menjadi dasar
atas permasalahan lainnya yang sangat sulit untuk diatasi oleh
keluarga ini.
c. Bagi Pemerintah
 Manfaat program KK dampingan ini bagi pemerintah adalah
dapat menjadi sarana atau perantara dalam menjalankan program
pemerintah mengenai pembangunan ekonomi masyarakat.
d. Bagi Universitas Udayana
 Manfaat program KK Dampingan KKN PPM Unud 2012 bagi
Universitas Udayana adalah untuk menjalankan program kuliah
yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa yang ingin
menamatkan kuliahnya.
4.3 Kendala Kegiatan Pendampingan Keluarga
Dalam kegiatan pendampingan keluarga, pendamping tidak luput dari kendala-
kendala yang terjadi. Kendala-kendala tersebut antara lain:

1. KK Dampingan belum dapat ditentukan sampai tanggal 20 Februari.


2. Pendamping terkadang susah memperoleh informasi, karena pendapatan dan
pengeluaran KK Dampingan yang tidak menentu jumlahnya.
3. Pendamping terkadang merasa tidak enak karena sering berkunjung, dan
berharap semoga saja KK Pendamping tidak merasa terganggu.

16
BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Dari kunjungan yang telah dilakukan selama satu bulan yaitu bulan Februari
hingga Maret 2012 terhadap keluarga bapak I Gusti Komang Dirka, pendamping dapat
menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pengeluaran bulanan melebihi dari penghasilan perbulan sehingga dapat


membebani keluarga.
2. Penghasilan sehari sangat pas-pasan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

5.2 Rekomendasi
1. Keluarga dampingan disarankan untuk pandai-pandai mengolah uang, dan
menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan keluarga yang mana uang
tersebut digunakan jika diperlukan mendadak.
2. Keluarga dampingan di harapkan untuk lebih sabar dalam menghadapi masalah di
keluarganya.

17
LAMPIRAN

Gambar.1 Keadaan rumah keluarga bapak I Gusti Komang Dirka.

Gambar.2 Kebun Pekarangan keluarga bapak I Gusti Komang Dirka yang dapat
dimanfaatkan.

18
Gambar.3 Keadaan Kamar Mandi bapak I Gusti Komang Dirka.

Gambar.4 Tampak Belakang Rumah Keluarga I Gusti Komang Dirka

19

Anda mungkin juga menyukai