Anda di halaman 1dari 2

ANC - Umumnya USG pertama dilakukan pada kehamilan

a/ upaya menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya minggu ke 7 untuk memastikan kehamilan, menilai
fisik dan mental, menyelamatkan ibu dan anak dalam detak jantung janin, mengukur panjang janin untuk
kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga menilai usia kehamilan.
keadaan post partum menjadi sehat fisik maupun - USG ke dua biasanya dilakukan pada kehamilan 18-
mental. 22 minggu untuk menilai kelainan congenital,
Yang dilakukan (14 T): kelainan bentuk, posisi plasenta, detak jantung janin,
1) ukur tinggi dan timbang berat badan (T1) juga untuk menilai perkembangan janin. Pada
2) Ukur tekanan darah (T2) pemeriksaan di minggu ini anda mungkin dapat juga
3) Ukur tinggi fundus uteri (T3) mengetahui jenis kelamin bayi.
4) Pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet selama - USG yang ketiga biasanya dilakukan pada kehamilan
kehamilan (T4) minggu ke 34 unutk mengevaluasi ukuran fetus dan
5) Pemberian imunisasi TT (T5) menilai pertumbuhan fetus, pergerakan dan
6) Pemeriksaan Hb (T6) pernafasaan, detak jantung bayi juga jumlah air
7) Pemeriksaan VDRL untuk penyakit menular seksual ketuban di sekeliling bayi serta posisi bayi dan
(sifilis) (T7) plasenta..
8) Perawatan payudara, senam payudara dan pijat
tekan payudara (T8) IMUNISASI TT
9) Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk
(T9) membangun kekebalan untuk pencegahan terhadap
10) Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan infeksi tetanus.
(T10) Vaksin Tetanus adalah toksin kuman tetanus yang
11) Pemeriksaan protein urine atas indikasi (T11) telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan
12) Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi (T12)  Manfaat imunisasi TT
13) Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah a. Melindungi bayi yang baru lahir dari tetanus
endemis gondok (T13) neonatorum
14) Pemberian terapi anti malaria untuk daerah b. Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus
endemis malaria (T14) apabila terluka
 Jumlah dan dosis pemberian imunisasi TT untuk ibu
USG hamil
Tujuan: Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali dengan
- Konfirmasi kehamilan. dosis 0,5 cc di injeksikan intramuskuler/subkutan
Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada dalam
awal kehamilan 51/2 minggu dan detak jantung janin  Umur kehamilan mendapat imunisasi TT
biasanya terobsevasi jelas dalam usia 7 minggu. Diberikan sebanyak 2 kali, sebaiknya diberikan
• Mengetahui usia kehamilan. sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan
Untuk mengetahui usia kehamilan dapat dengan imunisasi TT lengkap
mengunakan ukuran tubuh fetus—sehingga dapat TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil
memperkirakan kapan tanggal persalinan dimana biasanya di berikan pada kunjungan
• Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi pertama ibu hamil ke sarana kesehatan
dalam kandungan. Jarak pemberian imunisasi TT1 dengan TT2 adalah
• Ancaman keguguran. minimal 4 minggu
Jika terjadi pendarahan vagina awal, USG dapat
menilai kesehatan dari fetus. Jika detak jantung janin KEHAMILAN RESIKO TINGGi
jelas maka prospek yang baik untuk melanjutkan adalah kehamilan yang akan menyebabkan terjadinya
kehamilan. bahaya dan komplikasi yang lebih besar baik terhadap
• Masalah dengan plasenta. ibu maupun terhadap janin yang dikandungnya
USG dapat menilai kondisi plaasenta dan menilai selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas
adanya masalah2 seperti plasenta previa dsb. bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan
• Kehamilan ganda/ kembar. nifas normal.
USG dapat memastikan apakah ada 1 / lebih fetus di
rahim. 1.terlalu muda (hamil usia <16 th)
• Mengukur cairan ketuban. 2. terlalu tua untk hamil pertama (primi tua  ≥35
Masalah terjadi ketika kandungan berlebihana caira th)
ketuban atau terlalu sedikit. Volume ( jumlah cairan) 3.terlalu lama punya anak lagi (primi tua sunder=
dapat dinilai/cek dengan USG. hamil lagi setelah ≥10 th)
• Kelainan letak janin. 4. terlalu cepat punya anak lagi (anak terkecil <2 th)
Bukan saja kelainan letak janin dalam rahim tapi juga 5. terlalu banyak punya anak (grande multi para= jml
banyak kelainan janin yang dapat di ketahui dengan anak ≥4)
USG, seperti: hidrosefalus, anesefali, sumbing, 6. terlalu tua (≥35th)
kelainan jantung, kelainan kromoson (syndrome 7. tinggi badan ≤145cm (hamil I, hamil II dst tp blm
down), dll. prnah PsptB, cukup bulan dan hidup)
• Dapat juga untuk menilai jenis kelamin bayi jika 8. pernah gagal ( abortus/lahir mati): hamil terakhir
anda ingin mengetahuinya. bayi mati, hamil II tp hamil I gagal, hamil III/lebih ada
gagal 2
KAPANKAH WAKTU BIASANYA USG DILAKUKAN?
9. pernah melahirkan dengan bantuan vakum, tang, o Presentasi dahi
manual plasenta, transfusi post partum o Letak sungsang
10. pernah SC o Letak lintang
o Presentasi ganda
TANDA INPARTU o Pertumbuhan janin yang berlebihan
Terjadi his persalinan o Kelainan bentuk janin yang lain (janin kembar
penipisan dan pembukaan serviks akibat his melekat, janin dengan perut besar, tumor pada
keluar lendir bercampur darah dari vagina janin)
o Prolaps funikuli
PARTOGRAF WHO  Distosia karena kelainan panggul
 Dimulai sejak bukaan 4  Distosia karena kelainan traktus genitalis
 Persalinan tidak boleh melampaui 24 jam. (contoh:distosia servikalis)
 Prinsip penyederhanaan dari kurva Friedman
INDUKSI PERSALINAN
dengan landasan:
 Indikasi induksi persalinan: Bila risiko melanjutkan
a. Fase laten: berlangsung hanya 8 jam.
persalinan terhadap ibu dan janin lebih besar
b. Fase aktif: mulai dari pembukaan 3 cm;
daripada risiko induksi dan melahirkan
kecepatan pembukaan minimal 1 cm/jam, tidak
o Indikasi - Darurat
dikenal fase akselerasi, pembukaan maksimal,
dan fase deselerasi; fase aktif berlangsung linier  Hipertensi gestasional yang berat
1 cm/jam sehingga pembukaan Iengkap dicapai  Diduga komplikasi janin yang akut
antara 7 dan 8 jam.  PJT (IUGR) yang berat
c. Pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4 jam  Penyakit maternal yang bermakna dan tidak
untuk mengurangi bahaya infeksi.
respon dengan pengobatan
 Pengamatan yang dicatat pada partograf WHO:
a. Kemajuan persalinan: pembukaan serviks,  APH yang bermakna
penurunan kepala melalui palpasi abdomen  Korioamnionitis
dengan ukuran jari. His yang dicatat adalah o Indikasi – Segera (urgent)
jumlahnya per 10 menit dan lamanya mulai his  KPD saat aterm atau dekat aterm
terasa sampai menghilang.  PJT tanpa bukti adanya komplikasi akut
b. Keadaan janin dalam rahim: denyut jantung
 DM yang tidak terkontrol
janin; keadaan ketuban (lamanya pecah, jumlah
air ketuban, kekeruhan, dan warnanya); mulase  Penyakit iso-imun saat aterm atau dekat aterm
tulang kepala janin. o Indikasi – Tidak segera ( Non-Urgent )
c. Keadaan ibu bersalin: tekanan darah, frekuensi  Kehamilan post-term
nadi, dan suhu, jumlah dan protein/ aseton  DM terkontrol baik
urine, obat dan cairan intravena yang diberikan,
 Kematian intrauterin pada kehamilan
dan pemberian oksitosin.
sebelumnya
KURVA FRIEDMAN  Kematian janin
 Terbagi menjadi 2 fase :  Problem logistik (persalinan cepat, jarak ke
a. fase laten (pembukaan daei 0-3cm ) rumah sakit)
o Pada primigravida 8-10 jam
 Kontra indikasi :
o Pada multigravida 6-8 jam
o setiap kontra indikasi untuk lahir pervaginam
Kalau waktunya terlampaui disebut prolong
(disproporsi sefalopelvik, plasenta previa,
laten phase
kelainan letak/presentasi janin).
b. fase aktif ( pembukaan dari 3 sampai lengkap)
o riwayat sectio cesarea (risiko ruptura uteri lebih
o primigravida 1cm/jam
tinggi)
o multigravida 2cm/jam
o ada hal2 lain yang dapat memperbesar risiko jika
Fase aktif dibagi lagi menjadi 3 subfase yaitu
tetap dilakukan partus pervaginam, atau jika
fase akselerasi (pembuaan 3-4cm selama 2
sectio cesarea elektif merupakan pilihan yang
jam), fase dilatasi maksimal (4-9cm selama 2
terbaik.
jam) dan fase deselerasi (9-10cm selama 2
jam). PEMERIKSAAN LAB SAAT ANC
o Kurva friedman dimula sejak pembukaan 3
 Pemeriksaan dalam tiap 2 jam  Hb, VDRL(Venereal Desease Research
Laboratory) untuk sifilis,protein urin dan
DISTOSIA reduksi urin apabila ada indikasi
Adalah persalinan yang sulit, penyebab kelainan
tenaga (kelainan his),kelainan janin dan kelainan jalan
lahir.
Jenisnya:
 Distosia karena kelainan tenaga
 Distosia karena kelainan letak dan bentuk janin
o Posisi oksipitalis posterior persisten
o Presentasi puncak kepala
o Presentasi muka

Anda mungkin juga menyukai