Anda di halaman 1dari 18

MODUL (5)

HUKUM STOKES

LAPORAN PRAKTIKUM
TME 142 - Praktikum Fisika

Nama : Alvin Setiawan


NIM : 2015041006
Shift/Kelompok : ME / 02
Tanggal Praktikum : 13 April 2016
Asisten : Irfan Tarigan

LABORATORIUM AERODINAMIKA dan MEKANIKA FLUIDA


PRODI TEKNIK MESIN - FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA
JAKARTA
2016
I. TUJUAN
Menentukan koefisien viskositas zat cair dengan percobaan stokes

II. PERALATAN PERCOBAAN


1. Tabung kaca dengan statip tegak
2. Peluru bola dengan berbagai ukuran (10 butir)
3. Jangka sorong dan penggaris
4. Aerometer
5. Stopwatch
6. Zat cair kental (oli)
7. Timbangan
III. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Mula-mula kesepuluh bola ditimbang sekaligus
2. Lalu masing-masing diameter bola diukur dengan jangka sorong
3. Kemudian jarak s yang akan ditempuh peluru bola ditentukan antara 2
buah garis pada dinding tabung. (Batas atas dari jarak ini harus
diambil jauh dibawah permukaan zat cair kental, karena pada
kedudukan tersebut peluru bola mencapai kecepatan konstan)
4. Setelah itu masing-masing peluru bola dijatuhkan di atas tabung, dan
waktu t yang diperlukan untuk menempuh jarak s dicatat. ( diusahakan
agar selama pergerakannya, peluru bergerak sepanjang sumbu tabung).
5. Langkah 1 sampai dengan 4 diulang untuk jenis bola yang lain
6. Setelah selesai melakukan percobaan, massa jenis zat cair kental
ditentukan dengan aerometer.

IV. DASAR TEORI


Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida terhadap
deformasi atau perubahan bentuk. Secara singkat, viskositas merupakan
gesekan internal dalam fluida tersebut. Viskositas menyebabkan suatu
benda yang bergerak pada fluida mengalami gesekan dengan fluida itu
sendiri.Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan
besar kecilnya gesekan di dalam fluida. Makin besar viskositas suatu
fluida, maka makin sulit suatu fluida mengalir dan makin sulit suatu benda
bergerak di dalam fluida tersebut. Di dalam zat cair, viskositas dihasilkan
oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sedangkan dalam gas, viskositas
timbul sebagai akibat tumbukan antara molekul gas. Viskositas zat cair
dapat ditentukan secara kuantitatif dengan besaran yang disebut koefisien
viskositas. Menurut stokes, gaya viskositas zat cair dinyatakan dengan :
Fv = 6.π.η.r.v
Keterangan :
η = koefisien viskositas zat cair dengan satuan poise

1 poise = 1
r = jari- jari peluru bola
v = kecepatan peluru dalam zat cair

Koefisien viskositas zat cair : η = x

Dengan : = massa jenis peluru


= massa jenis zat cair
= jari-jari peluru bola
= percepatan gravitasi
V= kecepatan peluru bola dalam zat cair
V. PERHITUNGAN
V.1. LEMBAR DATA
V.2. RUMUS

 Koefisien viskositas zat cair :η = x

 Vbola = π r3

 V(kecepatan) =

 =
V.3. CONTOH PERHITUNGAN
1. Hitunglah η zat cair dengan menggunakan persamaan (2) beserta
kesalahan absolut dan relatifnya
 Data No 6, Bola Hijau
Diket :
S = 15.3 cm
D = 0.585 cm , r = 0.2925 cm
t = 16,5 s
m = 0.116 gr
g = 9.81

= 0.83
Jawab :

V(kecepatan) = = = 0.927273

Vbola = π r3

= (π) (0,2925)3
= 0.1048675

= = =1.106158

η= x

= 0.0555466
Kesalahan absolut
Sr = ½ x 0.001mm = 5 x10-4 mm
Ss = ½ x 0.001 mm = 5 x 10-4 mm
Sm = ½ x 0.01 gram = 5 x 10-3 gr
St = ½ x 0.01 sekon = 5 x 10-3 sekon

η= x

sη =

sη =

2
- =[ x

=[ x ]2
= 0.144253
(Sr)2 = (5 x 10-4)2 = 25 x 10-8

- )2 = [ x ]2

2
=[
= 0.13331 x 10-5
(St) = (5 x 10-3)2 = 25 x 10-6
2

- )2 =

2
=[-

= - 1.00519x10-6
(Ss)2 = (5 x 10-4)2 = 25 x 10-8
- )2 =

2
=[

= 0.04046

Sp2 = +

= +

= (5 X 10-3)2 + 7.22442 x 10-14)2

= 2.38396 x 10-4

Sv2 = +

= 0 + (4πr2)2 (sr)2

= (4π (0.2925)2)2 (5x10-4)2)2

= 7.22442 x 10-14

sη =

=
= 3.11155 x 10-3
Kesalahan absolut max = η + sη = 0.0555466 + 3.11155 x 10-3 = 0.058658
Kesalahan absolut min = η - sη = 0.0555466 - 3.11155 x 10-3 = 0.052435

Kesalahan relative = x 100% = x 100% = 5.60169%

 Data No 3, Bola Bening


Diket :
S = 15.3 cm
D = 0.552 cm , r = 0.276 cm
t = 1.69 s
m = 0.301 gr
g = 9.81

= 0.83
Jawab :

V(kecepatan) = = = 9.05325

Vbola = π r3

= (π) (0.276)3
= 0.0881

= = = 3.41657

η= x

= 0.047445
Kesalahan absolut
Sr = ½ x 0.001mm = 5 x10-4 mm
Ss = ½ x 0.001 mm = 5 x 10-4 mm
Sm = ½ x 0.01 gram = 5 x 10-3 gr
St = ½ x 0.01 sekon = 5 x 10-3 sekon

η= x

sη =

sη =

2
- =[ x

=[ x ]2
= 11.82
(Sr) = (5 x 10-4)2 = 25 x 10-8
2

- )2 = [ x ]2

2
=[
= 7.882 x 10-4
(St)2 = (5 x 10-3)2 = 25 x 10-6

- )2 =

2
=[

= - 9.616 x10-6
(Ss)2 = (5 x 10-4)2 = 25 x 10-8

- )2 =
2
=[

= 1.43733 x 10-6

Sp2 = +

= +

= (5 X 10-3)2 + 2.291 x 10-7)2

= 2.838 x 10-4

Sv2 = +

= 0 + (4πr2)2 (sr)2

= (4π ( )2)2 (5x10-4)2

= 2.291 x 10-7

sη =

= 1.7248 x 10-3

Kesalahan absolut max = η + sη = 0.047445 + 1.7248 x 10-3= 0.0491698


Kesalahan absolut min = η - sη = 0.047445 - 1.7248 x 10-3= 0.0457202

Kesalahan relative = x 100% = x 100% = 3.6354%

V.4. TABEL
 Tabel Bola hijau

s = 15,3 cm
Percobaan D ( cm) t (s) m (gr)
η (viskositas)
1 0.585 17.25 0.116 0.058071477
2 0.586 28.15 0.116 0.093143575
3 0.58 17.78 0.116 0.064984586
4 0.587 18.06 0.116 0.05871699
5 0.589 27.4 0.116 0.085927721
6 0.585 16.5 0.116 0.0555466
7 0.589 24.72 0.116 0.077523111
8 0.586 25.84 0.116 0.085500177
9 0.589 27.25 0.116 0.085457313
10 0.583 17.03 0.116 0.059294816
 Tabel Bola Bening
VI. TUGAS DAN PERTANYAAN
s = 15,3 cm
Percobaan D ( cm) t (s) m (gr) η (viskositas)

1 0.556 1.53 0.301 0.042342999


2 0.581 1.94 0.301 0.048986262
3 0.552 1.69 0.301 0.047445
4 0.583 1.69 0.301 0.042353026
5 0.592 1.79 0.301 0.043344032
6 0.586 1.69 0.301 0.04187403
7 0.599 1.85 0.301 0.04359339
8 0.615 1.62 0.301 0.035803114
9 0.616 1.68 0.301 0.03697724
10 0.62 1.69 0.301 0.03658801
1. Bandingkan hasil yang saudara peroleh dengan litelature ! Jelaskan
jawaban saudara!
Litelature :

Bola hijau :

s = 15,3 cm
Percobaan D ( cm) t (s) m (gr)
η (viskositas)
1 0.585 17.25 0.116 0.058071477
2 0.586 28.15 0.116 0.093143575
3 0.58 17.78 0.116 0.064984586
4 0.587 18.06 0.116 0.05871699
5 0.589 27.4 0.116 0.085927721
6 0.585 16.5 0.116 0.0555466
7 0.589 24.72 0.116 0.077523111
8 0.586 25.84 0.116 0.085500177
9 0.589 27.25 0.116 0.085457313
10 0.583 17.03 0.116 0.059294816

Bola Bening :
Perbedaan hasil antara perhitungan dengan literature disebabkan oleh
s = 15,3 cm
Percobaan D ( cm) t (s) m (gr) η (viskositas)

1 0.556 1.53 0.301 0.042342999


2 0.581 1.94 0.301 0.048986262
3 0.552 1.69 0.301 0.047445
4 0.583 1.69 0.301 0.042353026
5 0.592 1.79 0.301 0.043344032
6 0.586 1.69 0.301 0.04187403
7 0.599 1.85 0.301 0.04359339
8 0.615 1.62 0.301 0.035803114
9 0.616 1.68 0.301 0.03697724
10 0.62 1.69 0.301 0.03658801
beberapa faktor seperti tingkat kekasaran permukaan bola, massa bola, bola
dijatuhkan tidak di tengah atau dijatuhkan dekat dengan dinding tabung
sehingga menimbulkan gesekan dengan tabung, dan lain sebagainya

2. Apa yang dimaksud dengan viskositas? Sebutkan dan jelaskan peranan


viskositas dalam aplikasi kehidupan nyata!
Jawab :Viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida yang
menunjukkan besar kecilnya gesekan internal fluida. Viskositas fluida
berhubungan dengan gaya gesek antar lapisan fluida ketika satu
lapisan bergerak melewati lapisan yang lain. Aplikasi viskositas dalam
kehidupan nyata adalah :.Mengalirnya darah dalam pembuluh darah
vena, Proses penggorengan ikan (semakin tinggi suhunya, maka
semakin kecil viskositas minyak goreng),Mengalirnya air dalam
pompa PDAM yang mengalir kerumah-rumah kita, Tingkat kekentalan
oli pelumas, mesin kendaraan membutuhkan nilai viskositas yang
berbeda-beda sesuai dengan jenis mesin tersebut

3. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi jalannya


percobaan stokes!
Jawab:
- Berat bola : semakin berat bola tersebut, semakin besar kecepatan bola
- Kekasaran permukaan bola : kekasaran dan kehasulan permukaan bola dapat
mempengaruhi kecepatan bola menuju dasar permukaan
- Kekentalan oli : semakin kental suatu oli maka semakin lambat kecepatan
bola untuk mencapai permukaan
- Zat lain : pada oli, terdapat bahan additive yang digunakan oleh produsen oli,
banyaknya bahan addivite yang digunakan pada oli akan mempengaruhi
kekentalan oli.

4. Pada saat percobaan, bola mengalami percepatan namun semakin lama


percepatan tersebut hilang dan bola mengalami kecepatan maksimum,
jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi!
Jawab : karena kekentalan fluida diatas lebih kecil daripada
kekentalan fluida yang terdapat didasar, sehingga pada saat bola
berada di atas maka akan mengalami percepatan, dan juga pada saat
pertama kali bola dijatuhkan, terdapat ketinggian bola tersebut yang
menyebabkan gaya gravitasi mempengaruhi percepatan bola tersebut,
namun pada saat bola memasuki fluida yang lebih kental, maka
percepatan bola tersebut hilang dan akan terjadi kecepatan maksimum
karena kekentalan oli yang mengendap di dasar akan memperlambat
bola .

5. Apakah bentuk peluru mempengaruhi jalannya percobaan! Jelaskan!


Jawab : Ya, karena apabila volume bola semakin besar, maka gesekan
yang terjadi akan semakin besar, begitu pula dengan kekasaran
permukaan bola yang mempengaruhi gesekan yang terjadi pada bola
tersebut.

VII. ANALISIS
Pratikum hukum stokes mula-mula dilakukan dengan menimbang
massa total 10 bola lalu mengukur diameter bola dengan menggunakan
jangka sorong, setelah itu menjatuhkan bola tepat di tengah tabung yang
berisi fluida oli
Pada saat bola dijatuhkan, awalnya bola bergerak dengan cepat, namun
kemudian melambat pada saat mendekati dasar permukaan tabung, hal ini
membuktikan bahwa semakin mendekati dasar, maka oli semakin kental
yang menyebabkan gesekan antara bola dengan fluida oli dan pada saat
pertama kali bola dijatuhkan ketinggian dan gravitasi mempengaruhi
kecepatan bola tersebut, hal lain yang mempengaruhi kecepatan bola
adalah tingkat kekentalan dari oli tersebut, tingkat kehalusan permukaan
bola, bentuk bola (bulat sempurna atau tidak bulat sempurna), berat bola,
diameter bola
Saat menjatuhkan bola, seharusnya pratikan menjatuhkan bola tepat di
tengah tabung untuk menghindari gesekan yang kemungkinan terjadi
antara dinding tabung dengan bola tersebut, namun saat pratikum
berlangsung, pratikan tidak menjatuhkannya tepat ditengah, hal tersebut
mempengaruhi kecepatan laju bola .Kemungkinan lain yang dapat terjadi
pada pratikum sehingga mempengaruhi data adalah tidak tepatnya
memulai dan mengakhiri stopwatch, kesalahan dalam menghitung,
kesalahan dalam memasukan data, tidak dilakukan pengukuran tingkat
kekasaran permukaan bola, tidak mengamati bentuk bola

VIII. SIMPULAN
1. Percobaan hukum stokes dipengaruhi oleh diameter bola, bentuk bola,
kekentalan oli, ketepatan menjatuhkan bola di tengah, ketepatan
memulai dan mengakhiri stopwatch
2. Koefisien viskositas dapat ditentukan dengan rumus

η= x , dimana untuk menggunakan rumus tersebut kita

harus mengetahui jari-jari, gravitasi (pada pratikum digunakan 9,81),


kecepatan bola, massa jenis
3. Perbedaan yang ditumbulkan dari nilai viskositas dan literature
disebabkan karena faktor kesalahan yang terjadi pada saat pratikum
IX. DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN
[1.] Halliday, David , Robert Resnick. (1997) . fisika edisi ke 7 jilid 2,
Jakarta : Erlangga
[2.] Kamajaya .(2008). Fisika Untuk Kelas X Semester 1, Grafindo Media
Pratama : Jakarta
Gambar 9.1. Stopwatch , Timbangan dan Aerometer

Gambar 9.2.
Tabung kaca dan Jangka sorong
Gambar 9.3. 10 butir peluru bola