Anda di halaman 1dari 15

Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik Penyuluhan : ASI Eksklusif


Pokok Bahasan : Manfaat ASI Eksklusif
Sub Pokok Bahasan : 1. Definisi ASI Eksklusif
2. Klasifikasi ASI Ekslusif
3. Kandungan ASI
4. Manfaat ASI Ekslusif
5. Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI
6. Faktor Penghambat Ibu dalam ASI Eksklusif
7. Kontraindikasi Menyusui
8. Perbandingan Kandungan ASI Ekslusif dan Susu
Formula
9. ASI Perah Bagi Ibu Pekerja
Sasaran : Ibu / Orang Tua
Tempat : Ruang Poliklinik Tumbuh Kembang Anak
Waktu : 30 menit
Hari, tanggal : Sabtu, 30 Desember 2017
Perorganisasian :1. Pembawa Acara : Heriyadi
2. Penyaji : 1. Anisa Rahmawati
2. Nadia
3. Fasilitator : Heriyadi
4. Dokumentasi : Nadia

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan tentang manfaat ASI eksklusif, diharapkan
peserta penyuluhan yaitu ibu atau orang tua dapat memahami mengenai materi
tersebut.
B. Tujuan Instruksional Khusus
1. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan definisi ASI eksklusif
2. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan klasifikasi ASI
3. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan kandungan ASI
4. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan manfaat ASI Ekslusif
5. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi
produksi ASI
6. Peserta penyuluhan dapat menyebutkan faktor penghambat ibu dalam
pemberian ASI
7. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan kontraidikasi menyusui
8. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan perbandingan kandungan ASI
Ekslusif dan susu formula

[AUTHOR NAME] 1
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

9. Peserta penyuluhan dapat menjelaskan mengenai ASI Perah bagi ibu


pekerja

C. Kegiatan Penyuluhan
Alokasi waktu : 30 Menit
1. Pembukaan : 5 menit
2. Penyampaian materi : 10 menit
3. Tanya jawab : 10 menit
4. Penutup : 5 menit

Kegiatan Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode Waktu


Pembukaan 1. Menjawab Ceramah 09.00-
salam 09.05
2. Mendengarkan

Penyampaian 1. Mendengarkan Ceramah 09.05-


Materi 09.15
2. Menanyakan
materi yang
belum
dimengerti

Tanya Jawab 1. Mengajukan 09.15-


pertanyaan 09.25
Penutup 1. Tanya 09.25-
Menjawab salam jawab 09.30
(diskusi)

D. Setting Tempat
Keterangan :
B A A
A = Penyaji
C
B = Pembawa Acara
D
C = Peserta

D = Fasilitator
[AUTHOR NAME] 2
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

E. Garis Besar Materi ( Terlampir)


1. Definisi ASI Eksklusif
2. Klasifikasi ASI Ekslusif
3. Kandungan ASI
4. Manfaat ASI Ekslusif
5. Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI
6. Faktor Penghambat Ibu dalam ASI Eksklusif
7. Kontraindikasi Menyusui
8. Perbandingan Kandungan ASI Ekslusif dan Susu Formula
9. ASI Perah Bagi Ibu Pekerja

F. Evaluasi
1. Evaluasi Struktural
a) Kesiapan Peserta Penyuluhan
b) Kesiapan tempat pelaksanaan.
c) Kesiapan tim penyaji
d) Kesiapan materi penyaji
e) Kesiapan media (leaflet, Spanduk)
2. Evaluasi Proses
a) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan (10 orang)
b) Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab (minimal 2 pertanyaan)
3. Evaluasi Hasil
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b) Peserta penyuluhan dapat menjawab dan menjelaskan kembali
mengenai manfaat ASI Eksklusif dengan pertanyaan :
1. Apa pengertian dari ASI Eksklusif
2. Apa klasifikasi ASI
3. Apa kandungan dalam ASI
4. Apa manfaat ASI Ekslusif
5. Apa Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI
6. Apa Faktor Penghambat Ibu dalam ASI Eksklusif
7. Apa Kontraindikasi Menyusui
8. Apa Perbandingan Kandungan ASI Ekslusif dan Susu Formula
9. Apa ASI Perah Bagi Ibu Pekerja

G. Media
1. Leaflet
2. Power Point
J. Lampiran
- Materi Lengkap : Terlampir

K. Referensi :

[AUTHOR NAME] 3
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

Arifin, Siregar. 2004. Pemberian ASI Eksklusif dan Faktor–faktor yang


Mempengaruhinya. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara

Bobak, L. 2005. Keperawatan Maternitas, Edisi 4. Jakarta: EGC

Gupte, S. 2004. Pedoman Perawatan Anak, Jakarta: Pustaka Populer Obor

Kristiansari, W. 2009. ASI, Menyusui & Sadari, Nuha Medika, Yogyakarta.

Merdhika, Mardji & Devi. Pengaruh Penyuluhan ASI Ekslusif Terhadap


Pengetahuan Ibu tentang ASI Ekslusif Dan Sikap Ibu Menyusui Di
Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Teknologi Kejuruan Vol 37, No 1
(2014).

Mustofa, A., Prabandari H. 2010. Pemberian ASI Eksklusif dan Problematika Ibu
Menyusui. Volume 5 No.2 Jurnal Studi Gender dan Anak. Purwokerto: ISSN

Pertiwi, 2012. Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI


Ekslusif Di Kelurahan Kunciran Indah Tangerang. Skripsi. Universitas
Indonesia. Depok.

Roesli, Utami . 2005. Inisiasi Menyusu Dini plus ASI Eksklusif . Jakarta: Pustaka
Bunda.

Robert & Ruth Lawrence, 2011, Breastfeeding: More Than Just Good Nutrition,
Pediatrics in Review 32: 267-280.

Suradi. 2004. Buku Bacaaan Manajemen Laktasi. Jakarta : Perkumpulan


Perinatologi Indonesia.

[AUTHOR NAME] 4
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

MATERI PENYULUHAN

A. Definisi ASI Eksklusif


Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein,
laktosa dan garam-garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar
payudara ibu, dan berguna sebagai makanan bayi (Kristiyansari, 2009).
ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir sampai
berusia 6 bulan tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu,
air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya,
bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim (Merdhika, Mardji & Devi, 2014).

B. Klasifikasi ASI
ASI dibedakan menjadi tiga yaitu: kolostrum, air susu transisi, dan air susu
matur. Komposisi ASI hari 1-4 (kolostrum) berbeda dengan ASI hari 5-10
(transisi) dan ASI matur (Maryunani, 2012).
1. Kolostrum
Kolostrum merupakan susu pertama keluar berbentuk cairan kekuning-
kuningan yang lebih kental dari ASI matang. Kolostrum mengandung
protein, vitamin yang larut dalam lemak, dan mineral yang lebih banyak
dari ASI matang. Kolostrum sangat penting untuk diberikan karena selain
tinggi immunoglobulin A (IgA) sebagai sumber imun pasif bayi, kolostrum
juga berfungsi sebagai pencahar untuk membersihkan saluran pencernaan
bayi baru lahir. Produksi kolostrum dimulai pada masa kehamilan sampai
beberapa hari setelah kelahiran. Namun, pada umumnya kolostrum
digantikan oleh ASI transisi dalam dua sampai empat hari setelah
kelahiran bayi (Brown, 2004; Olds et all, 2000; Roesli, 2003 dalam
Pertiwi, 2012).
2. ASI Transisi
ASI transisi diproduksi mulai dari berhentinya produksi kolostrum sampai

[AUTHOR NAME] 5
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

kurang lebih dua minggu setelah melahirkan. Kandungan protein dalam


ASI transisi semakin menurun, namun kandungan lemak, laktosa, vitamin
larut air, dan semakin meningkat. Volume ASI transisi semakin meningkat
seiring dengan lamanya menyusui dan kemudian digantikan oleh ASI
matang (Olds et all, 2000; Roesli, 2003 dalam Pertiwi, 2012).
3. ASI Matur/matang
ASI matang mengandung dua komponen berbeda berdasarkan waktu
pemberian yaitu foremilk dan hindmilk. Foremilk merupakan ASI yang
keluar pada awal bayi menyusu, sedangkan hindmilk keluar setelah
permulaan let-down. Foremilk mengandung vitamin, protein, dan tinggi
akan air. Hindmilk mengandung lemak empat sampai lima kali lebih
banyak dari foremilk (Olds et all, 2000; Roesli, 2003 dalam Pertiwi, 2012).

C. Kandungan ASI
ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, karena mengandung zat gizi
sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bayi yang
mendapatkan ASI eksklusif akan lebih sehat, lebih cerdas, mempunyai
kekebalan terhadap berbagai penyakit dan secara emosional akan lebih
nyaman karena kedekatan dengan ibu (Mustofa & Prabandari, 2010).
Kandungan ASI antara lain (Suradi, 2004) :
a. Mengandung zat gizi yang sesuai bagi bayi
Nilai gizi yang terkandung dalam ASI berbeda dari hari ke hari
tergantung dari fase menyusui. Beberapa jenis zat gizi utama yang ada
pada ASI diantaranya adalah (Suradi, 2004) :
1. Lemak
Kalori dari ASI 50% berasal dari lemak. Lemak ASI terutama terdiri
atas trigliserida yang mudah diuraikan menjadi asam lemak bebas
dan gliserol oleh enzim lipase yang terdapat dalam usus bayi dan
dalam ASI. Bayi yang mendapat ASI dibandingkan dengan bayi
yang mendapat susu formula mempunyai kadar asam asetat dari
spektrum asam lemak berantai pendek yang lebih tinggi. Asam asetat
bersama monogliserida menghambat pertumbuhan virus, bakteri dan
fungus. Asam lemak esensial merupakan komponen dari semua

[AUTHOR NAME] 6
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

jaringan tubuh dan diperlukan untuk sintesis membran sel. Otak,


retina dan susunan saraf banyak mengandung asam lemak tidak
jenuh berantai panjang (LCPUFA) antara lain docosahexanoic acid
(DHA).
2. Karbohidrat
Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. Laktosa hanya terdapat
dalam air susu dan tidak terdapat dalam jaringan tubuh lain. Laktosa
berada dalam konsentrasi yang paling tinggi di dalam ASI bila
dibandingkan dengan air susu mamalia lain. Laktosa meningkatkan
absorbsi kalsium dan mudah terurai menjadi glukosa yang menjadi
sumber energi untuk pertumbuhan otak dan galaktosa yang
diperlukan untuk produksi galaktolipids (antara lain cerebroside)
yang esensial untuk perkembangan otak. Selain itu dalam ASI
terdapat juga oligosakarida yang merangsang pertumbuhan
Laktobasilus bifidus yang meningkatkan keasaman traktus
digestivus dan menghambat pertumbuhan kuman patogen.
3. Protein
Protein pada ASI lebih baik daripada protein pada susu formula,
karena protein yang terdapat pada ASI lebih mudah dicerna, selain
itu ASI mengandung sistin dan tauin yang tidak terdapat pada susu
formula. Sistin dan taurin diperlukan untuk pertumbuhan somatik
dari otak. Taurin penting karena berfungsi sebagai neurotransmitter
dan berperan pada pematangan otak karena berperan dalam absorbsi
lemak.
4. Vitamin
ASI mengandung cukup vitamin yang dibutuhkan bayi, seperti
vitamin K, vitamin D, dan Vitamin E.
b. Mengandung zat protektif (kekebalan)
Bayi yang memperoleh ASI biasanya jarang mengalami sakit karena ASI
mengandung zat protektif, diantaranya adalah laktobasilus bifidus,
antibodi, laktoferin, dan tidak menimbulkan alergi. Laktobasilus bifidus
berperan dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang biasanya
dapat menyebabkan diare. Laktobasilus bifidus lebih mudah tumbuh pada
usus bayi yang mendapatkan ASI karena ASI mengandung polisakarida

[AUTHOR NAME] 7
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

yang berkaitan dengan nitrogen yang diperlukan untuk pertumbuhan


laktobasilus bifidus. Laktoferin berperan dalam menghambat pertumbuhan
jamur kandida, E coli, dan stafilokokus. Zat kekebalan lain yang dimiliki
ASI adalah antibodi. Antibodi dalam ASI dapat bertahan di dalam saluran
pencernaan bayi dan mencegah bakteri patogen dan enterovirus masuk
kedalam mukosa usus.

D. Manfaat ASI Eksklusif


Manfaat ASI Eksklusif terbagi menjadi dua, ada manfaat yang didapatkan
oleh bayi, dan ada manfaat untuk ibu, antara lain:
a. Manfaat untuk bayi
1. ASI sebagai nutrisi
Dengan tatalaksana menyusui yang benar, ASI sebagai makanan
tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal
sampai usia 6 bulan.
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh
Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan lebih sehat dan lebih jarang
sakit, karena ASI mengandung berbagai zat kekebalan.
3. ASI meningkatkan kecerdasan
ASI mengandung nutrien khusus yaitu taurin, laktosa dan asam
lemak ikatan panjang (DHA, AHA, omega-3, omega-6) yang
diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal. Nutrien tersebut tidak
ada atau sedikit sekali terdapat pada susu sapi. Oleh karena itu,
pertumbuhan otak bayi yang diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
akan optimal.
4. Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang.
Perasaan terlindung dan disayangi pada saat bayi disusui menjadi
dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang
percaya diri dan dasar spiritual yang baik.
5. Manfaat lain pemberian ASI bagi bayi yaitu sebagai berikut:
a) Melindungi anak dari serangan alergi.
b) Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara.
c) Membantu pembentukan rahang yang bagus.

[AUTHOR NAME] 8
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

d) Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, kanker pada anak,


dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit
jantung.
e) Menunjang perkembangan motorik bayi.
b. Manfaat untuk Ibu
1. Mengurangi perdarahan setelah melahirkan (post partum)
Menyusui bayi setelah melahirkan akan menurunkan resiko
perdarahan post partum, karena pada ibu menyusui peningkatan
kadar oksitosin menyababkan vasokontriksi pembuluh darah
sehingga perdarahan akan lebih cepat berhenti. Hal ini menurunkan
angka kematian ibu melahirkan.
2. Menjarangkan kehamilan
Selama ibu memberi ASI eksklusif dan belum haid, 98% tidak
hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan dan 96% tidak
hamil sampai bayi berusia 12 bulan.
3. Mengecilkan rahim
Kadar oksitosin ibu menyusui yang meningkat akan sangat
membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.
4. Ibu lebih cepat langsing kembali
Oleh karena menyusui memerlukan energi maka tubuh akan
mengambilnya dari lemak yang tertimbun selama hamil.
5. Mengurangi kemungkinan menderita kanker
Pada umumnya bila wanita dapat menyusui sampai bayi berumur 2
tahun atau lebih, diduga akan menurunkan angka kejadian
carcinoma mammae sampai sekitar 25%, dan carcinoma ovarium
sampai 20-25%.
6. Lebih ekonomis/murah
Dengan memberi ASI berarti menghemat pengeluaran untuk susu
formula dan perlengkapan menyusui. Selain itu, pemberian ASI
juga menghemat pengeluaran untuk berobat bayi karena bayi
jarang sakit.
7. Tidak merepotkan dan hemat waktu

[AUTHOR NAME] 9
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

ASI dapat segera diberikan tanpa harus menyiapkan atau memasak


air, tanpa harus mencuci botol, dan tanpa menunggu agar suhunya
sesuai.
8. Memberi kepuasan bagi ibu
Saat menyusui, tubuh ibu melepaskan hormon-hormon seperti
oksitosin dan prolaktin yang disinyalir memberikan perasaan
rileks/santai dan membuat ibu merasa lebih merawat bayinya.
9. Portabel dan praktis
Air susu ibu dapat diberikan di mana saja dan kapan saja dalam
keadaan siap minum, serta dalam suhu yang selalu tepat.

E. Faktor yang Memengaruhi Produksi ASI


1. Makanan Ibu
Makanan yang dimakan seorang ibu yang sedang dalam masa
menyusui tidak secara langsung mempengaruhi mutu ataupun jumlah air
susu yang dihasilkan. Dalam tubuh terdapat cadangan berbagai zat gizi
yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. Akan tetapi jika
makanan ibu terus menerus tidak mengandung cukup zat gizi yang
diperlukan tentu pada akhirnya kelenjar-kelenjar pembuat air susu dalam
buah dada ibu tidak akan dapat bekerja dengan sempurna, dan akhirnya
akan berpengaruh terhadap produksi ASI.
Apabila ibu yang sedang menyusui bayinya tidak mendapat tambahan
makanan, maka akan terjadi kemunduran dalam pembuatan ASI. Terlebih
jika pada masa kehamilan ibu juga mengalami kekurangan gizi. Karena itu
tambahan makanan bagi seorang ibu yang sedang menyusui anaknya
mutlak diperlukan (Arifin, 2004).
Makanan yang harus dihindari oleh ibu menyusui adalah alkohol,
merokok, dan juga hindari makanan pedas seperti sambal dan makanan
beraroma keras karena dapat membuat bau tertentu pada ASI dan akan
mengganggu bayi. Ini juga bisa membuat bayi sakit perut (Gupte, 2004).
2. Ketentraman Jiwa dan Pikiran
Pembuahan air susu ibu sangat dipengaruhi oleh faktor kejiwaan. Ibu
yang selalu dalam keadaan gelisah, kurang percaya diri, rasa tertekan dan

[AUTHOR NAME] 10
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

berbagai bentuk ketegangan emosional, mungkin akan gagal dalam


menyusui bayinya.
Pada ibu ada 2 macam, reflek yang menentukan keberhasilan dalam
menyusui bayinya, reflek tersebut adalah reflek Prolaktin merupakan
hormon laktogenik yang penting untuk memulai dan mempertahankan
sekresi susu. Jumlah prolaktin yang di sekresi dan jumlah susu yang di
produksi berkaitan dengan besarnya stimulus isapan, yaitu frekuensi,
intensitas, dan lama bayi mengisap. Ejeksi susu dari alveoli dan duktus
susu terjadi akibat refleks let-down. Akibat stimulus isapan, hipotalamus
melepaskan oksitosin dari hipofisis posterior. Refleks let-down dapat
terjadi selama aktifitas seksual karena oksitosin dilepas selama orgasme
(Bobak, 2005).
Let-down reflex mudah sekali terganggu, misalnya pada ibu yang
mengalami goncangan emosi, tekanan jiwa dan gangguan pikiran.
Gangguan terhadap let down reflex mengakibatkan ASI tidak keluar. Bayi
tidak cukup mendapat ASI dan akan menangis. Tangisan bayi ini justru
membuat ibu lebih gelisah dan semakin mengganggu let down reflex
(Arifin, 2004).
3. Penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.
Bagi ibu yang dalam masa menyusui tidak dianjurkan menggunakan
kontrasepsi pil yang mengandung hormon estrogen, karena hal ini dapat
mengurangi jumlah produksi ASI bahkan dapat menghentikan produksi
ASI secara keseluruhan oleh karena itu alat kontrasepsi yang paling tepat
digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) yaitu IUD atau
spiral. Karena AKDR dapat merangsang uterus ibu sehingga secara tidak
langsung dapat meningkatkan kadar hormon oxitoksin, yaitu hormon yang
dapat merangsang produksi ASI (Arifin, 2004).
4. Perawatan Payudara
Perawatan fisik payudara menjelang masa laktasi perlu dilakukan,
yaitu memeriksa puting susu, mempersiapkan payudara dengan mengurut
payudara selama 6 minggu terakhir masa kehamilan. Pengurutan tersebut
diharapkan apabila terdapat penyumbatan pada duktus laktiferus dapat
dihindarkan sehingga ASI dapat keluar dengan mudah.

[AUTHOR NAME] 11
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

F. Faktor Penghambat Ibu dalam ASI Eksklusif


Hambatan ibu untuk menyusui terutama secara eksklusif sangat bervariasi.
Namun, yang paling sering dikemukakan sebagai berikut (Roesli, 2005):
6. ASI tidak cukup
Merupakan alasan utama para ibu untuk tidak memberikan ASI secara
eksklusif. Walaupun banyak ibu yang merasa ASI-nya kurang, tetapi hanya
sedikit (2-5%) yang secara biologis memang kurang produksi ASInya.
Selebihnya 95-98% ibu dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya.
7. Ibu bekerja
Bekerja bukan alasan untuk tidak memberikan ASI eksklusif, karena
waktu ibu bekerja, bayi dapat diberi ASI perah. Kebijakan pemerintah
Indonesia untuk meningkatkan pemberian ASI oleh pekerja wanita telah
dituangkan dalam kebijakan Pusat Kesehatan Kerja Depkes RI pada tahun
2009.
8. Alasan kosmetik
Survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 1995
pada ibu-ibu Se-Jabotabek, diperoleh data bahwa alasan pertama berhenti
memberi ASI pada anak adalah alasan kosmetik. Ini karena mitos yang
salah yaitu menyusui akan mengubah bentuk payudara menjadi jelek.
Sebenarnya yang mengubah bentuk payudara adalah kehamilan
9. Adanya anggapan bahwa tidak diberi ASI bayi tetap tumbuh
Anggapan tersebut tidak benar, karena dengan menyusui berarti seorang
ibu tidak hanya memberikan makanan yang optimal, tetapi juga rangsangan
emosional, fisik, dan neurologik yang optimal pula. Dengan demikian,
dapat dimengerti mengapa bayi ASI eksklusif akan lebih sehat, lebih tinggi
kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya, lebih mudah
bersosialisasi, dan lebih baik spiritualnya.
10. Susu formula lebih praktis
Pendapat ini tidak benar, karena untuk membuat susu formula
diperlukan api atau listrik untuk memasak air, peralatan yang harus steril,
dan perlu waktu untuk mendinginkan susu formula yang baru dibuat.
Sementara itu, ASI siap pakai dengan suhu yang tepat setiap saat.

[AUTHOR NAME] 12
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

11. Takut badan tetap gemuk


Pendapat ini salah, karena pada waktu hamil badan mempersiapkan
timbunan lemak untuk membuat ASI. Timbunan lemak ini akan
dipergunakan untuk proses menyusui, sedangkan wanita yang tidak
menyusui akan lebih sukar untuk menghilangkan timbunan lemak ini.

G. Kontraindikasi Menyusui
1. Kondisi Bayi
a. Galaktosemia: penyakit ini disebabkan tidak adanya enzim galactose -
l -phosphate uridyltransferase yang diperlukan untuk mencerna
galaktosa, hasil penguraian laktosa. Bentuk klasik bisa berakibat fatal,
sedangkan bentuk ringan menyebabkan gagal tumbuh dan
membesarnya organ hati dan limpa ( hepato . splenomegali). ASI
mengandung laktosa tinggi sehingga bayi harus disapih, diberi susu
tanpa laktosa, selanjutnya penderita harus diet makanan tanpa
galaktosa sepanjang hidupnya.
b. Maple syrup urine disease, pada penyakit ini tubuh tidak dapat
mencerna jenis protein leusin, isoleusin dan valine. Bayi tidak boleh
mendapat ASI atau susu bayi biasa, dan memerlukan formula khusus
tanpa leusin, isoleusin dan valine.
c. Fenilketonuria, memerlukan formula tanpa fenilalanin. Dengan
diagnosis dini, disamping pemberian susu khusus dianjurkan untuk
diberikan berselang-seling dengan ASI karena kadar fenilalanin ASI
rendah dan agar manfaat lainnya tetap diperoleh asalkan disertai
pemantauan ketat kadar fenilalanin dalam darah.
2. Kondisi Maternal (Ibu)
a. Infeksi HIV 1 infection (Jika makanan pengganti dapat diterima
(acceptable), layak( feasible), mampu membeli (affordable), kontinu
(sustainable), dan aman,)
b. Human T-lymphotropic virus 1 and 2 infection (aturan berbeda di
beberapa Negara, Jepang membolehkan menyusui. Cttn: kasus ini
sangat jarang terjadi di Indonesia)

[AUTHOR NAME] 13
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

c. Tuberculosis/TBC (yang sedang aktif dan belum dirawat). Menyusui


bisa dilanjutkan setelah Ibu mendapat perawatan selama 2 minggu
atau bayi telah diberikan isoniazid

d. Virus Herpes simplex pada payudara (dihentikan hingga luka pada


payudaran telah bersih) (Robert & Ruth, 2011).

H. Perbandingan Kandungan ASI dengan Susu Formula


Air Susu Ibu
Antibiotik
Hormon
Anti Virus
Anti Alergi
Anti Parasit Susu Formula
Faktor
Faktor Pertumbuhan
Pertumbuhan Mineral
Enzim Vitamin
Mineral Lemak
Vitamin DHA/AHA
Lemak Karbohidrat
DHA/AHA
DHA/AHA Protein
I. ASI Perah bagi Ibu Pekerja
Karbohidrat
Hal penting yang perlu diperhatikan: Kandungan AIR
1. ASI perahProtein
segar/cair lebih baik dari ASI beku, simpan ASI perah yang
akan diberikan
Kandunganselama
AIR 3-8 hari kedepan di lemari pendingin, selebihnya
dibekukan dalam freezer
2. ASI perah segar bisa dicampur dengan ASI perah 24 jam sebelumnya asal
suhunya sama
3. ASI beku dicairkan dengan menempatkan di lemari pendingin
(±semalaman), mengalirkan air hangat atau merendam botol ASI perah
dalam baskom air hangat
4. Jangan menghangatkan ASI perah dengan microwave, dapat merusak
komposisi ASI
5. Jangan mengocok/mengaduk ASI perah, cukup menggoyang pelan
botolnya untuk mengembalikan komponen lemak yang terpisah
keatas
6. ASI beku yang sudah dicairkan hanya bertahan <24 jam di lemari
pendingin dan <4 jam di suhu ruang, rubahan aroma atau warna lazim

[AUTHOR NAME] 14
Satuan Acara Penyuluhan : ASI Eksklusif

terjadi namun tidak berbahaya bagi bayi


7. Bayi bisa minum ASI perah dingin, suhu ruang, atau hangat (tergantung
selera)
8. Sisa ASI perah harus dibuang setelah 1-2 jam tidak habis diminum oleh
bayi
Petunjuk penyimpanan ASI Perah:

[AUTHOR NAME] 15