Anda di halaman 1dari 38

`

LAPORAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK REMINISCENE PADA


KLIEN LANSIA DEMENSIA DENGAN DEPRESI DI RUANG
BISMO DAN KENANGA RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT
LAWANG KABUPATEN MALANG

disusun untuk memenuhi tugas Program Profesi Ners (P2N)


Stase Keperawatan Jiwa

oleh:
Kelompok 6

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
UNIVERSITAS JEMBER
2017
`
LAPORAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK REMINISCENE PADA
KLIEN LANSIA DEMENSIA DENGAN DEPRESI DI RUANG
BISMO DAN KENANGA RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT
LAWANG KABUPATEN MALANG

disusun untuk memenuhi tugas Program Profesi Ners (P2N)


Stase Keperawatan Jiwa

oleh:

Bima Satriya Dewantara NIM 112311101030


Ikbar Nurkholisah I, S.Kep NIM 122311101004
Helda Puspitasari, S.Kep NIM 122311101018
Desi Rahamawati, S.Kep NIM 122311101021
Wahyu Dini Candra S., S.Kep NIM 122311101043

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
UNIVERSITAS JEMBER
2017
LAPORAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK REMINISCENE
PADA KLIEN LANSIA DEMENSIA DENGAN DEPRESI

Lokasi : Ruang Kenanga dan Bismo


A. Topik
Sosialisasi dan mengenang kenangan masa lalu
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan: nama lengkap, nama
panggilan, asal, hobi.
2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu menyebutkan identitas dirinya
b. Klien mampu menyebutkan identitas klien lain
c. Klien mampu berespon terhadap klien lain dengan mendengarkan klien lain
yang sedang berbicara
d. Klien mampu memberikan tanggapan pada pertanyaan yang diajukan
e. Klien mampu menterjemahkan perintah sesuai dengan permainan
f. Klien mampu mengikuti aturan main yang telah ditetapkan
g. Klien mampu mengemukakan pendapat mengenai therapi aktivitas kelompok
yang dilakukan
C. Landasan Teori
1. Terapi Aktivitas Kelompok
Terapi kelompok merupakan suatu psikoterapi yang dilakukan sekelompok
pasien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain yang dipimpin atau
diarahkan oleh seorang therapist atau petugas kesehatan jiwa yang telah terlatih
(Pedoman Rehabilitasi Pasien Mental Rumah Sakit Jiwa di Indonesia dalam Yosep,
2007). Penggunaan kelompok dalam praktek kesehatan jiwa memberikan dampak
positif dalam upaya pencegahan, pengobatan atau terapi pemulihann kesehatan
seseorang. Keuntungan yang dapat diperoleh klien melalui terapi aktivitas kelompok
meliputi dukungan, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, meningkatkan
hubungan interpersonal dan juga menggunakan uji realitas pada klien dengan
gangguan orientasi realitas (Keliat & Akemat, 2005).Terapi aktivitas kelompok
mempunyai manfaat :
a) Umum
1. Meningkatkan kemampuan menguji kenyataan (reality testing) melalui
komunikasi dan umpan balik dengan atau dari orang lain.
2. Membentuk sosialisasi
3. Meningkatkan fungsi psikologis, yaitu meningkatkan kesadaran tentang
hubungan antara reaksi emosional diri sendiri dengan perilaku
defensive(bertahan terhadap stress) dan adaptasi.
4. Membangkitkan motivasi bagi kemajuan fungsi-fungsi psikologis seperti
kognitif dan afektif.
b) Khusus
1. Meningkatkan identitas diri.
2. Menyalurkan emosi secara konstruktif.
3. Meningkatkan keterampilan hubungan sosial untuk diterapkan sehari-hari.
4. Bersifat rehabilitatif: meningkatkan kemampuan ekspresi diri, keterampilan
sosial, kepercayaan diri, kemampuan empati, dan meningkatkan
kemampuan tentang masalah-masalah kehidupan dan pemecahannya.
(Yosep, 2007)
Kelompok sama dengan individu, mempunyai kapasitas untuk tumbuh dan
berkembang. Kelompok akan berkembang melalui empat fase, yaitu: Fase
prakelompok; fase awal kelompok; fase kerja kelompok; fase terminasi kelompok
(Stuart & Laraia, 2001 dalam Cyber Nurse, 2009).
a) Fase Prakelompok
Dimulai dengan membuat tujuan, menentukan leader, jumlah anggota,kriteria
anggota, tempat dan waktu kegiatan, media yang digunakan. Menurut Dr.
Wartono (1976) dalam Yosep (2007), jumlah anggota kelompok yang ideal
dengan cara verbalisasi biasanya 7-8 orang. Sedangkan jumlah minimum 4
dan maksimum 10. Kriteria anggota yang memenuhi syarat untuk mengikuti
TAK adalah : sudah punya diagnosa yang jelas, tidak terlalu gelisah, tidak
agresif, waham tidak terlalu berat (Yosep, 2007).
b) Fase Awal Kelompok
Fase ini ditandai dengan ansietas karena masuknya kelompok baru, danperan
baru. Yalom (1995) dalam Stuart dan Laraia (2001) membagi fase inimenjadi
tiga fase, yaitu orientasi, konflik, dan kohesif. Sementara Tukman (1965)
dalam Stuart dan Laraia (2001) juga membaginya dalam tiga fase, yaitu
forming, storming, dan norming.
1) Tahap orientasi
Anggota mulai mencoba mengembangkan sistem sosial masing-
masing,leader menunjukkan rencana terapi dan menyepakati kontrak
dengan anggota.
2) Tahap konflik
Merupakan masa sulit dalam proses kelompok. Pemimpin perlu
memfasilitasi ungkapan perasaan, baik positif maupun negatif dan
membantu kelompok mengenali penyebab konflik. Serta mencegah
perilaku perilaku yangtidak produktif (Purwaningsih & Karlina, 2009).
3) Tahap kohesif
Anggota kelompok merasa bebas membuka diri tentang informasi dan
lebihintim satu sama lain (Keliat, 2004).
c) Fase Kerja Kelompok
Pada fase ini, kelompok sudah menjadi tim. Kelompok menjadi stabil
danrealistis (Keliat, 2004). Pada akhir fase ini, anggota kelompok menyadari
produktivitas dan kemampuan yang bertambah disertai percaya diri dan
kemandirian (Yosep, 2007).
d) Fase Terminasi
Terminasi yang sukses ditandai oleh perasaan puas dan pengalamankelompok
akan digunakan secara individual pada kehidupan sehari-hari.Terminasi dapat
bersifat sementara (temporal) atau akhir (Keliat, 2004).
2. TAK: Reminisence
Terapi aktivitas kelompok (TAK) reminisence dibagi empat, yaitu terapi aktivitas
kelompok reminisence: perkenalan, terapi aktivitas kelompok reminiscence:
mendengarkan musik, terapi aktivitas kelompok reminiscence: bercerita, terapi
aktivitas kelompok reminiscence: sharing foto, dan terapi aktivitas barang jadul.
Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) reminisence adalah terapi yang menggunakan
beberapa media sebagai stimulus terkait dengan pengalaman dan atau kehidupan
untuk didiskusikan dalam kelompok.
3.Tahapan TAK :
a. Sesi 1 : berkenalan dengan anggota kelompok
Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok dan bersosialisasi
dengan anggota kelompok:
Tujuan:
1. Memperkenalkan diri sendiri : nama lengkap, nama panggilan, asal
2. Menanyakan identitas anggota kelompok lain: nama lengkap, nama
panggil, asal
3. Menceritakan pengalamannya dengan tema: menggunakan alat masak
jaman dahulu
b. Sesi 2 :Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok bersosialisasi
dengan anggota kelompok:
Tujan:
1. Mengingat kembali nama anggota kelompok
2. Menceritakan pengalamannya dengan tema: menggunakan alat
trasnportasi jaman dahulu
3. Memberi tanggaapan atas pengalaman anggota kelompok lain
c. Sesi 3 : Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok bersosialisasi

dengan anggota kelompok


Tujuan:
1. Mengingat kembali nama anggota kelompok
2. Menceritakan pengalamannya dengan tema: menggunakan alat
rumah tangga jaman dahulu
3. Memberi tanggaapan atas pengalaman anggota kelompok lain
d. Sesi 4 : menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang lain

(kegiatan di malam hari pada jaman dahulu)


Tujuan :
1. Klien mampu menyampaikan dan membicarakan nenagnagn kegiatan
di malam hari pada jaman dahulu dengan orang lain:
2. Menyampaikan kenangan kegiatan di malam hari pada jaman dahulu
3. Memilih satu kenangan kegiatan di malam hari pada jaman dahulu
4. Memberi pendapat tentang kegiatan di malam hari pada jaman dahulu
5. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan
kelompok yang telah dilakukan
4. Persiapan
a) Mengingatkan kontrak kepada pasien untuk mengikuti kegiatan
b) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
5. Orientasi
a) Salam terapeutik
1. Salam dari terapis kepada pasien.
2. Pasien dan terapis pakai papan nama.
b) Evaluasi/validasi
1. Terapis menanyakan persaan pasien saat ini.
2. Terapis menanyakan pengalaman pengalaman
c) Kontrak
1. Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu dengan menjelaskan mengenai
pengalaman yang dialami
2. Menjelaskan aturan main untuk kegiatan
6. Tahap kerja
a) Terapis memperagakan cara berkenalan
b) Terapis meminta pasien untuk berkenalan
c) Terapis memberikan pujian dan mengajak semua pasien bertepuk tangan
saat setiap pasien selesai berkenalan
d) Terapis menampilkan gambar, setiap klien diminta terlibat aktif dalam

menceritakan pengalamannya, kesan dan gagasannya terkait gambar


tersebut. Gambar ditampilkan melalui tema yang berbeda-beda tiap
sesinya.
e) Terapis memeinyta klien lain untuk menanggapi pengalaman klien lain
yang menceritakan pengalamannya menggunakan alat-alat tradisional.
7. Tahap terminasi
a) Evaluasi
1. Terapis menayakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK.
2. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b) Tindak lanjut
Terapis menganjurkan pasien untuk menceritakan mengenai
pengalamannya kepada teman-teman
c) Kontrak yang akan datang
a. Terapis membuat kesepakatan dengan pasien untuk TAK yang
berikutnya
b. Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya.
D. Klien
1. Karakteristik/kriteria
a. klien isolasi social
b. klien dengan demensia ringan
c. klien mau mengikuti kegiatan pretest dan post test terkait pengukuran Mini
Mental Sattus Examination (MMSE) dan Geriatric Depression Scale (GDS)
d. Klien dapat berkomunikasi dengan baik
e. Klien kooperatif dalam setiap kegiatan
2. Proses seleksi
a. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan
tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam
kelompok

E. Pengorganisasian
Waktu : Senin, 24 Juli 2017, 09.00- selesai
Terapis sesi 1
a. Leader : Ikbar Nurkholisah I, S.Kep
b. Co Leader : Helda Puspitasari S.Kep
c. Fasilitator : Desi Rahmawati,S.Kep, Bima Satriya D,S.Kep
d. Observer : Wahyudini Chandra S, S.Kep

Waktu : Selasa 25 Juli 2017, 09.00- selesai dan 15.00-selesai


Tim Terapi Sesi 2 (pagi)
a. Leader : Helda Puspitasari S.Kep
b. Co Leader : Ikbar Nurkholisah I, S.Kep
c. Fasilitator : Bima Satriya D,S.Kep,Wahyudini Chandra S, S.Kep,
d. Observer : Desi Rahmawati,S.Kep
Tim Terapi Sesi 3 (sore)
a. Leader : Desi Rahmawati,S.Kep,
b. Co Leader : Bima Satriya D,S.Kep
c. Fasilitator : Wahyudini Chandra S, S.Kep
d. Observer : Ikbar Nurkholisah I, S.Kep

Waktu : Rabu, 26 Juli 2017, 09.00- selesai


Tim Terapi Sesi 4
a. Leader : Bima Satriya D,S.Kep
b. Co Leader : Wahyudini Chandra S, S.Kep,
c. Fasilitator : Ikbar Nurkholisah I, S.Kep, Desi Rahmawati,S.Kep
d. Observer : Helda Puspitasari S.Kep

5. Setting tempat duduk selama kegiatan berlangsung

O
K
K

K
K

K F
Co L
Keterangan :
 L : Leader
 Co : Co Leader
 F : Fasilitator
 O : Observer
 K : Klien

Petunjuk
Klien duduk melingkar bersama perawat
F. Proses Pelaksanaan
1. Persiapan
a. Mahasiswa menyeleksi klien yang akan mengikuti TAK sesuai kriteria
b. Mahasiswa melakukan kontrak waktu, tempat, dan klien yang akan mengikuti
TAK
c. Mahasiswa menyiapkan materi yang akan diberikan saat TAK
d. Mahasiswa menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan saat TAK
(lembar observasi, papan nama, reward,gambar-gambar peralatan jaman
dahulu)
e. Mahasiswa menyiapkan tempat yang akan digunakan untuk TAK
2. Orientasi
a. Salam Terapeutik
1) Salam terapeutik
2) Dan panggilan terapis (pakai papan nama)
3) Menanyakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama)
b. Evaluasi/Validasi
1) Leader menanyakan perasaan klien saat ini
c. Kontrak
1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu
berkenalan
2) Leader menjelaskan aturan main sebaga berikut:
a. Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada
leader
b. Lama kegiatan45 menit
c. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Kerja (langkah-langkah kegiatan)
a. Leader menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal identitas
satu sama lain
b. Leader memperagakan cara memperkenal diri dengan baik
c. Leader meminta pasien menceritakan hal yang diingat terkait pengalaman
denan poeralatan jaman dahulu atau kenangan jaman dulu yang ditampilkan
melalui gambar
d. Terapis memberikan pujian dan mengajak semua pasien bertepuk tangan saat
setiap pasien selesai mengungkapkan mengenai pengalamannya.
4. Terminasi
a. Evaluasi (respon subjektif dan objektif)
1) Evaluasi respon subjektif
Mahasiswa menanyakan perasaan pasien setelah pelaksanaan
kegiatan.
2) Evaluasi respon objektif
Mahasiswa menanyakan kembali dan meminta pasien untuk
mencontohkan kegiatan yang sudah dilakukan pada semua peserta.
b. Rencana tindak lanjut
Kontrak yang akan datang: menyepakati TAK yang akan datang, yaitu
menceritakan pengalaman berdasarkan tema yang lain, menyepakati waktu
dan tempat.
G. Hasil yang Diharapkan
Setelah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok selama ± 30 menit pasien mampu:
1. Mengenal satu sama lain
2. Mampu saling berinteraksi
3. Memahami manfaat sosialisasi
4. Mengenal perasaan satu sama lain
5. Mampu bercerita pengalaman masa lalu

H. Rancangan Evaluasi TAK


Pasien akan didata sesuai dengan kemampuan dalam berkenalan satu sama lain
dan menceritakan pengalaman masa lalu

I. Hasil Ppelaksanaan TAK Reminiscene

1. Pre-Post Terapi Reminiscence

Tabel 1. Hasil Pre-Post Terapi Reminiscence

No Inisial Skoring MMSE Skor Depresi


Pre-Test Post-Test Pre-test Post-test
1. Ny. S Nilai : 23 Nilai : 27 Nilai : 14 Nilai : 9
Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi :
Probable Normal Depresi normal
Gangguan
Kognitif
Meningkat Menurun
2. Ny. T Nilai : 21 Nilai : 25 Nilai : 14 Nilai : 12
Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi :
Probable Normal Depresi depresi
Gangguan
Kognitif
Meningkat Menurun
3. Ny. E Nilai : 23 Nilai : 26 Nilai : 14 Nilai:7
Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi :
Probable Normal Depresi normal
Gangguan
Kognitif
Meningkat Menurun
4. Tn.S Nilai : 22 Nilai : 23 Nilai : 14 Nilai : 10
Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi
Probable Probable Depresi Depresi
Gangguan Gangguan
Kognitif Kognitif
Meningkat Menurun
5. Ny. M Nilai : 22 Nilai : 23 Nilai : 14 Nilai : 13
Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi : Klasifikasi :
Probable Probable Depresi depresi
Gangguan Gangguan
Kognitif Kognitif
Meningkat Menurun
Keterangan :

a. semakin tinggi skor pada instrument MMSE menandakan bahwa kondisi


ingatan dan kognitif responden semakin baik
b. semakin tinggi skor pada instrument GDS menandakan bahwa responden
semakin mengalami depresi
2. Hasil Observasi Kegiatan Terapi Reminscence
No Aspek Yang dinilai Sesi 1

Ny. S Ny. T Ny. E Ny. M Tn. S

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah 1 1 1 1 1

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat 1 1 1 1 1


tangan dan menanyakan nama sera asal rumah
orang lain

3. Menyebutkan nama alat masak jaman dahulu 1 1 1 1 1


4. Menyebutkan manfaat alat masak jaman dahulu 1 1 1 1 1

5. Menyebutkan bahan yang digunakan pada 1 1 1 1 1


gambar alat masak jaman dahulu

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan 1 1 1 1 1


menggunakan alat masak jaman dahulu

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukan dengan 1 1 1 1 1


alat masak jaman dahulu

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi 0 0 1 1 1


pertemuan

No Aspek Yang dinilai Sesi 2

Ny. S Ny. T Ny. E Ny. M Tn. S

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah 0 1 1 0 1

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat 1 1 1 1 1


tangan dan menanyakan nama sera asal rumah
orang lain

3. Menyebutkan nama alat trasnportasi jaman 1 1 1 1 1


dahulu

4. Menyebutkan manfaat alat trasnportasi jaman 1 1 1 1 1


dahulu

5. Menyebutkan bahan yang digunakan pada 1 1 1 1 1


gambar alat transportasi jaman dahulu

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan 1 1 1 1 1


menggunakan alat transportasi jaman dahulu

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukan 1 1 1 1 1


dengan alat transportasi jaman dahulu

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi 0 1 1 1 0


pertemuan

No Aspek Yang dinilai Sesi 3

Ny. S Ny. T Ny. E Ny. M Tn. S

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah 0 1 1 0 1

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat 1 1 1 1 1


tangan dan menanyakan nama sera asal rumah
orang lain
3. Menyebutkan nama alat hiburan jaman dahulu 1 1 1 1 1

4. Menyebutkan manfaat alat hiburan jaman 1 1 1 1 1


dahulu

5. Menyebutkan bahan yang digunakan pada 1 1 1 1 1


gambar alat hiburan jaman dahulu

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan 1 1 1 1 1


menggunakan alat hiburan jaman dahulu

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukandengan 1 1 1 0 1


alat hiburan jaman dahulu

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi 1 0 1 0 0


pertemuan

No Aspek Yang dinilai Sesi 4

Ny. S Ny. T Ny. E Ny. M Tn. S

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah 0 1 1 0 1

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat 1 1 1 1 1


tangan dan menanyakan nama serta asal rumah
orang lain

3. Menyebutkan nama alat rumah tangga yangada 1 0 1 1 1


di rumah

4. Menyebutkan manfaat alat rumah tangga 1 1 1 1 1


yangada di rumah

5. Menyebutkan ciri-ciri yang digunakan pada 1 1 1 1 1


gambar alat rumah tangga yangada di rumah

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan 1 1 1 1 1


menggunakan alat rumah tangga yang ada di
rumah

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukan 1 1 1 0 1


dengan alat rumah tangga yangada di rumah

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi 1 0 1 0 0


pertemuan

Hasil diatas menunjukkan bahwa lansia aktif menceritakan pengalamannya pada


lansia lainnya ehingga terjalin interaksi dan dapat memecahkan permasalahan
serta mengungkapkan perasaan y dialami sehingga lansia menjadi senang, lega,
dan tidak terbebani dari stress
J. Faktor pendorong dan Penghambat
Factor pendorong terselenggaranya acara ini adalah tersedianya sarana serta
peserta yang koperatif penghambat dari TAK ini adalah keinginan klien yang
melaksanakan TAK di depan TV sehingga mengganggu konsentrasi serta
mengganggu klien lain yang tidak ikut terlibat TAK
K. Rencana Tindak lanjut
Menganjurkan ruangan untuk melanjutkan melakukan TAK secara terjadwal, klien
dimotivasi untuk menceritakan pengalamannya pada temannya atau perawat
sehingga klien tidak memendam perasaanya sendiri
Lampiran 1 Berita Acara dan Daftar Hadir
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
2017

Pada hari ini, Senin-Rabu tanggal 24-26 Juli tahun 2017 jam 09.00 s/d selesai WIB
bertempat di Ruang Bismo dan Kenanga RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang
telah dilaksanakan kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok Reminiscene oleh mahasiswa
P2N PSIK Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang (daftar hadir
terlampir)

Lawang, 28 Juli 2017

Mengetahui,

Kepala Ruang Bismo Pembimbing Akademik


RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang

Sa’i Heri Santoso, S.Kep Ns. Emi Wuri W., M. Kep., Sp. Kep. J
NIP. 19660227 198703 1 001 NIP. 19850511 200812 2 005
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
TINGGI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PROGRAM PROFESI NERS
2017

DAFTAR HADIR
Kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok: Menceritakan Pengalaman Masa lalu pada:
Senin-Rabu, 24-26 Juli 2017 jam 09.00- Selesai WIB Tempat Ruang Bismo dan
Kenanga RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang

No Nama Alamat Tanda Tanda Tanda Tanda


Tangan Tangan Tangan Tangan
(Sesi 1) (Sesi 2) (Sesi 3) (Sesi 4)

2
3

4
5

Lawang, 28 Juli 2017

Mengetahui,

Kepala Ruang Bismo Pembimbing Akademik


RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang

Sa’i Heri Santoso, S.Kep Ns. Emi Wuri W., M. Kep., Sp. Kep. J
NIP. 19660227 198703 1 001 NIP. 19850511 200812 2 005
Lampiran 2: Petunjuk Pelaksanaan TAK Reminiscence
PETUNJUK PELAKSANAAN
TERAPI KELOMPOK REMINISCENCE
PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA

SESI I : Bina Hubungan Saling Percaya Antar Anggota Dan Bercerita Tentang
Alat Masak Jaman Dahulu

Pertemuan ke 1

A. Tujuan
1. Klien mampu berkenalan dengan semua anggota kelompok dan terapis.
2. Klien mampu menceritakan pengalamannya yang menyenangkan
berhubungan dengan penggunaan alat masak jaman dahulu

B. Setting
1. Pertemuan dilakukan di ruang menonton TV ruang Kenanga RSJ dr.
Radjiman Wediodiningrat.
2. Suasana ruangan harus tenang dan kondusif
3. Klien duduk membentuk lingkaran atau saling berhadapan dan fasilitator
berada di antara klien, sedankan leader berada di depan klien

C. Media/Alat
1. Gambar yang berkaitan dengan alat masak jaman dahulu: teko, uleg dan
cobek, tampah
2. Format evaluasi proses dan dokumentasi

D. Metode
1. Diskusi dan tanya jawab
2. Role play

E. Langkah – Langkah Kegiatan


1. Menyepakati pelaksanaan kegiatan terapi dengan klien sebelum sesi
dilaksanakan.
2. Mengingatkan klien 1 jam sebelum pelaksanaan terapi.
3. Mempersiapkan tempat pertemuan yaitu ruang menonton TV di Kenanga
RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrta lawang
4. Mempersiapkan media/alat :
a) Papan nama terapis dan klien
b) Terapis mempersiapkan gambar untuk terapi Reminiscene format
evaluasi proses dan dokumentasi,.
1. Pelaksanaan
a. Fase Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis.
b) Perkenalan nama dan panggilan terapis.
c) Menanyakan nama dan panggilan klien dan memakai papan nama
2) Evaluasi/validasi
a) Menanyakan bagaimana perasaan klien saat ini
3) Kontrak
a) Menyepakati lama pertemuan dan jumlah sesi yaitu 4 kali pertemuan
dam 4 sesi, sesi 1 menceritakan tentang alat masak jaman dahulu. Setiap
pertemuan lama waktunya 30 menit.
b) Menjelaskan tujuan pertemuan pertama yaitu:
1. Klien berbagi pengalaman yang menyenangkan berhubungan
dengan penggunaan alat masak jaman dahulu
2. Klien diharapkan mampu mengekpresikan perasaannya setelah
berbagi pengalaman dengan anggota kelompok.
c) Terapis menjelaskan tata tertib sebagai berikut:
1. Lama kegiatan 30 menit
2. Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Klien berperan aktif dalam membagi pengalaman dan
mengungkapkan perasaannya setelah berbagi pengalaman dengan
orang lain.
b. Fase Kerja
1) Terapis memperkenalkan diri ; nama, nama panggilan, asal tempat tinggal
dan status pendidikan.
2) Terapis meminta setiap anggota kelompok memperkenalkan diri meliputi
nama, nama panggilan yang disenangi, usia dan asal tempat tinggal.
Kegiatan perkenalan ini dimulai dari klien yang duduk di sebelah kanan
terapis dan diteruskan searah jarum jam sampai semua anggota kelompok
telah memperkenalkan diri.
3) Terapis menunjukkan sebuah gambar dan menanyakan nama alat tersebut serta
fungsinya
4) Terapis memberikan kesempatan pada 1 orang klien untuk menceritakan
pengalaman yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan
pemakaian alat masak jaman dahulu, kemudian dilanjutkan dengan yang lain
secara bergantian.
5) Terapis mendiskusikan perasaan klien setelah berbagi pengalaman yang
menyenangkan dengan orang lain; apa yang klien rasakan setelah
menyampaian pengalaman dengan orang lain, apakah ada manfaat yang
dirasakan klien serta hubungan masa lalu dengan keadaan klien saat ini.
6) Terapis menganjurkan klien untuk menerima masa lalunya yang
menyenangkan sebagai bagian yang berharga bagi klien.
7) Terapis menjelaskan hubungan mengingat kembali dan berbagi pengalaman
yang menyenangkan dengan orang lain dengan penerimaan diri pada saat
ini,
8) Terapis memberikan pujian atas komitmen dan semangat klien.
c. Fase Terminasi
1) Evaluasi
a) Menanyakan perasaan klien setelah kegiatan Terapi Kelompok
Reminiscence.
b) Mengevaluasi kemampuan klien menyampaikan pengalaman masa lalu
yang menyenangkan menggunakan alat masak jaman dahulu.
c) Memberikan umpan balik positif atas kemampuan dan kerjasama klien
yang baik
2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien mengingat kembali pengalaman-pengalaman lainnya
yang menyenangkan terntang penggunaaan alat masak jaman dahulu dan
menyampaikan pengalaman tersebut dengan orang lain diluar kegiatan
terapi kelompok baik secara berkelompok maupun dengan orang lain secara
perorangan.
3) Kontrak yang akan datang
a) Menyepakati topik pada pertemuan ke 2 yaitu berbagi pengalaman
menyenangkan berhubungan dengan penggunaan alat trasnportasi jaman
dahulu
b) Menyepakati waktu dan tempat untuk pertemuan ke 2 yakni di ruang

menonton TV Kenanga RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang waktu


pertemuan 30 menit

3. Evaluasi dan Dokumentasi


a. Evaluasi Proses
Evaluasi dilakukan saat proses terapi berlangsung, khususnya pada tahap
fase kerja. Aspek yang dievaluasi pada sesi 1 adalah kemampuan klien
memperkenalkan diri, mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya
sesuai topik dan mengekpresikan perasaan setelah kegiatan.
b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat terapi pada catatan
proses keperawatan. Jika klien dianggap mampu, maka catatan keperawatan adalah
klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 1, klien mampu
mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya sesuai topik dan
mengekpresikan perasaan setelah kegiatan. Klien dapat melanjutkan untuk
mengikuti sesi 2. Jika klien dianggap belum mampu, maka catatan keperawatan
adalah klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 1, klien belum mampu
mengungkapkan perasaan, belum mampu menyampaikan pengalamannya sesuai
topik dan belum mampu mengekpresikan perasaan setelah kegiatan, dianjurkan
klien untuk mengingat kembali kenangan masa lalu sesuai topik dan melakukan
latihan untukmenyampaikan pada orang lain diluar kegiatan terapi

Format Evaluasi dan Dokumentasi


Terapi Kelompok Reminiscence
Sesi 1: BHSP dan Menceritakan Alat Masak
No Aspek Yang dinilai Nilai

Tanggal Tanggal Tanggal


8. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah

9. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat tangan dan


menanyakan nama sera asal rumah orang lain

10. Menyebutkan nama alat masak jaman dahulu

11. Menyebutkan manfaat alat masak jaman dahulu

12. Menyebutkan bahan yang digunakan pada gambar alat


masak jaman dahulu

13. Menceritakan pengalaman menyenangkan menggunakan


alat masak jaman dahulu

14. Menceritakan kebiasaan yang dilakukandengan alat masak


jaman dahulu

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi pertemuan

A. Petunjuk penilaian:
1. Beri nilai 1 jika : perilaku tersebut dilakukan.
2. Beri nilai 0 jika : perilaku tersebut tidak dilakukan

B. Prasyarat mengikuti sesi berikutnya:


1. Bila nilai ≥ 3: klien dapat melanjutkan ke sesi berikutnya
2. Bila nilai ≤ 2 : pasien harus melatih diri untuk belajar menyampaikan
pengalaman pada orang lain diluar kegiatan terapi.

PETUNJUK PELAKSANAAN
TERAPI KELOMPOK REMINISCENCE
PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA

SESI II : Bercerita Tentang Alat Transportasi Jaman Dahulu

Pertemuan ke 2

A. Tujuan
1. Klien mampu menceritakan pengalamannya yang menyenangkan
berhubungan dengan penggunaan alat transportasi jaman dahulu
B. Setting
1. Pertemuan dilakukan di ruang menonton TV ruang Kenanga RSJ dr.
Radjiman Wediodiningrat.
2. Suasana ruangan harus tenang dan kondusif
3. Klien duduk membentuk lingkaran atau saling berhadapan dan fasilitator
berada di antara klien, sedankan leader berada di depan klien

C. Media/Alat
1. Gambar yang berkaitan dengan alat transportasi jaman dahulu: sepeda, dokar
2. Format evaluasi proses dan dokumentasi

D. Metode
1. Diskusi dan tanya jawab
2. Role play

E. Langkah – Langkah Kegiatan


1. Menyepakati pelaksanaan kegiatan terapi dengan klien sebelum sesi
dilaksanakan.
2. Mengingatkan klien 1 jam sebelum pelaksanaan terapi.
3. Mempersiapkan tempat pertemuan yaitu ruang menonton TV di Kenanga
RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrta lawang
4. Mempersiapkan media/alat :
a) Papan nama terapis dan klien
b) Terapis mempersiapkan gambar untuk terapi Reminiscene format
evaluasi proses dan dokumentasi.

1. Pelaksanaan
a. Fase Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis.
b) Perkenalan nama dan panggilan terapis.
c) Menanyakan nama dan panggilan klien dan memakai papan nama
2) Evaluasi/validasi
a) Menanyakan bagaimana perasaan klien saat ini
3) Kontrak
a) Menyepakati lama pertemuan dan jumlah sesi yaitu 4 kali pertemuan
dam 4 sesi, sesi 1 menceritakan tentang alat masak jaman dahulu. Setiap
pertemuan lama waktunya 30 menit
b) Menjelaskan tujuan pertemuan pertama yaitu:
1. Klien berbagi pengalaman yang menyenangkan berhubungan dengan
penggunaan alat masak jaman dahulu
2. Klien diharapkan mampu mengekpresikan perasaannya
3. setelah berbagi pengalaman dengan anggota kelompok.
c) Terapis menjelaskan tata tertib sebagai berikut:
1. Lama kegiatan 30 menit
2. Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
3. Klien berperan aktif dalam membagi pengalaman dan
mengungkapkan perasaannya setelah berbagi pengalaman dengan orang
lain.
b. Fase Kerja
1) Terapis memperkenalkan diri ; nama, nama panggilan, asal tempat
tinggal dan status pendidikan.
2) Terapis meminta setiap anggota kelompok memperkenalkan diri meliputi
nama, nama panggilan yang disenangi, usia dan asal tempat tinggal.
Kegiatan perkenalan ini dimulai dari klien yang duduk di sebelah kanan
terapis dan diteruskan searah jarum jam sampai semua anggota
kelompok telah memperkenalkan diri.
3) Terapis menunjukkan sebuah gambar dan menanyakan nama alat tersebut
serta fungsinya
4) Terapis memberikan kesempatan pada 1 orang klien untuk menceritakan
pengalaman yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan
pemakaian alat trasnportasi jaman dahulu, kemudian dilanjutkan dengan yang
lain secara bergantian.
5) Terapis mendiskusikan perasaan klien setelah berbagi pengalaman yang
menyenangkan dengan orang lain; apa yang klien rasakan setelah
menyampaian pengalaman dengan orang lain, apakah ada manfaat yang
dirasakan klien serta hubungan masa lalu dengan keadaan klien saat ini.
6) Terapis menganjurkan klien untuk menerima masa lalunya yang
menyenangkan sebagai bagian yang berharga bagi klien.
7) Terapis menjelaskan hubungan mengingat kembali dan berbagi pengalaman
yang menyenangkan dengan orang lain dengan penerimaan diri pada saat
ini,
8) Terapis memberikan pujian atas komitmen dan semangat klien.
c. Fase Terminasi
1) Evaluasi
d) Menanyakan perasaan klien setelah kegiatan Terapi Kelompok
Reminiscence.
e) Mengevaluasi kemampuan klien menyampaikan pengalaman masa lalu
yang menyenangkanmenggunakan alat tansportasi jaman dahulu.
f) Memberikan umpan balik positif atas kemampuan dan kerjasama klien
yang baik.
2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien mengingat kembali pengalaman-pengalaman lainnya
yang menyenangkan tentang penggunaaan alat transportasi jaman dahulu dan
menyampaikan pengalaman tersebut dengan orang lain diluar kegiatan
terapi kelompok baik secara berkelompok maupun dengan orang lain secara
perorangan.
3) Kontrak yang akan datang
a) Menyepakati topik pada pertemuan ke 3 yaitu berbagi pengalaman
menyenangkan berhubungan dengan penggunaan alat rumah tangga jaman
dahulu
b) Menyepakati waktu dan tempat untuk pertemuan ke 3 yakni di ruang
menonton TV Kenanga RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang waktu
pertemuan 30 menit
3. Evaluasi dan Dokumentasi
a. Evaluasi Proses
Evaluasi dilakukan saat proses terapi berlangsung, khususnya pada tahap
fase kerja. Aspek yang dievaluasi pada sesi 2 adalah kemampuan klien
memperkenalkan diri, mengungkapkan perasaan, menyampaikanpengalamannya
sesuai topik dan mengekpresikan perasaan setelah kegiatan.
b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat terapi pada catatan
proses keperawatan. Jika klien dianggap mampu, maka catatan keperawatan adalah
klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 2, klien mampu
mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya sesuai topik dan
mengekpresikan perasaan setelah kegiatan. Klien dapat melanjutkan untuk
mengikuti sesi 3. Jika klien dianggap belum mampu, maka catatan keperawatan
adalah klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 2, klien belum mampu
mengungkapkan perasaan, belum mampu menyampaikan pengalamannya sesuai
topik dan belum mampu mengekpresikan perasaan setelah kegiatan, dianjurkan
klien untuk mengingat kembali kenangan masa lalu sesuai topik dan melakukan
latihan untukmenyampaikan pada orang lain diluar kegiatan terapi.
Format Evaluasi dan Dokumentasi
Terapi Kelompok Reminiscence
Sesi 2: Menceritakan Alat Transportasi
No Aspek Yang dinilai Nilai

Tanggal Tanggal Tanggal

9. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah

10. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat tangan dan menanyakan
nama sera asal rumah orang lain

11. Menyebutkan nama alat trasnportasi jaman dahulu

12. Menyebutkan manfaat alat trasnportasi jaman dahulu

13. Menyebutkan bahan yang digunakan pada gambar alat transportasi


jaman dahulu

14. Menceritakan pengalaman menyenangkan menggunakan alat


transportasi jaman dahulu

15. Menceritakan kebiasaan yang dilakukan dengan alat transportasi jaman


dahulu
16. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi pertemuan

A. Petunjuk penilaian:
3. Beri nilai 1 jika : perilaku tersebut dilakukan.
4. Beri nilai 0 jika : perilaku tersebut tidak dilakukan

B. Prasyarat mengikuti sesi berikutnya:


3. Bila nilai ≥ 3: klien dapat melanjutkan ke sesi berikutnya
4. Bila nilai ≤ 2 : pasien harus melatih diri untuk belajar menyampaikan
pengalaman pada orang lain diluar kegiatan terapi

PETUNJUK PELAKSANAAN
TERAPI KELOMPOK REMINISCENCE
PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA

SESI III : Bercerita Tentang Alat Hiburan Jaman Dahulu

Pertemuan ke 3

A. Tujuan
1. Klien mampu berkenalan dengan semua anggota kelompok.
2. Klien mampu menyebutkan alat hiburan dimasa lalu.
3. Klien mampu menceritakan pengalamannya yang menyenangkan
berhubungan dengan penggunaan alat hiburan jaman dahulu

B. Setting
1. Pertemuan dilakukan di ruang menonton TV ruang Kenanga RSJ dr.
Radjiman Wediodiningrat.
2. Suasana ruangan harus tenang dan kondusif
3. Klien duduk membentuk lingkaran atau saling berhadapan dan fasilitator
berada di antara klien, sedankan leader berada di depan klien

C. Media/Alat
1. Gambar yang berkaitan dengan alat amsak jaman dahulu: radio dan wayang
2. Format evaluasi proses dan dokumentasi

D. Metode
3. Diskusi dan tanya jawab
4. Role play

E. Langkah – Langkah Kegiatan


5. Menyepakati pelaksanaan kegiatan terapi dengan klien sebelum sesi
dilaksanakan.
6. Mengingatkan klien 1 jam sebelum pelaksanaan terapi.
7. Mempersiapkan tempat pertemuan yaitu ruang menonton TV di Kenanga
RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrta lawang
8. Mempersiapkan media/alat :
c) Papan nama terapis dan klien
d) Terapis mempersiapkan gambar untuk terapi Reminiscene format
evaluasi proses dan dokumentasi.
1. Pelaksanaan
a. Fase Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis.
b) Perkenalan nama dan panggilan terapis.
c) Menanyakan nama dan panggilan klien dan memakai papan nama
2) Evaluasi/validasi
a) Menanyakan bagaimana perasaan klien saat ini
3) Kontrak
c) Menyepakati lama pertemuan yaitu dan jumlah sesi yaitu 4 kali
pertemuan dan 4 sesi. Sesi ke 3 mencerirtakan tentang alat hiburan yang
pernah digunakan pada jaman dahulu dengan waktu 30 menit
d) Menjelaskan tujuan pertemuan pertama yaitu:
3. Klien berbagi pengalaman yang menyenangkan berhubungan
dengan penggunaan alat hiburan jaman dahulu
4. Klien diharapkan mampu mengekpresikan perasaannya
5. setelah berbagi pengalaman dengan anggota kelompok.
c) Terapis menjelaskan tata tertib sebagai berikut:
4. Lama kegiatan 30 menit
5. Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
6. Klien berperan aktif dalam membagi pengalaman dan
mengungkapkan perasaannya setelah berbagi pengalaman dengan
orang lain.
b. Fase Kerja
1) Terapis memperkenalkan diri ; nama, nama panggilan, asal tempat
tinggal dan status pendidikan.
2) Terapis meminta setiap anggota kelompok memperkenalkan diri meliputi
nama, nama panggilan yang disenangi, usia dan asal tempat tinggal.
Kegiatan perkenalan ini dimulai dari klien yang duduk di sebelah kanan
terapis dan diteruskan searah jarum jam sampai semua anggota
kelompok telah memperkenalkan diri.
3) Terapis memimpin klien untuk melakukan tahnik nafas dalam sebanyak 3
kali, kemudian terapis menunjukkan sebuah gambar dan menanyakan nama
alat tersebut serta fungsinya
4) Terapis memberikan kesempatan pada 1 orang klien untuk menceritakan
pengalaman yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan
pemakaian alat hiburan jaman dahulu, kemudian dilanjutkan dengan yang lain
secara bergantian.
5) Terapis mendiskusikan perasaan klien setelah berbagi pengalaman yang
menyenangkan dengan orang lain; apa yang klien rasakan setelah
menyampaian pengalaman dengan orang lain, apakah ada manfaat yang
dirasakan klien serta hubungan masa lalu dengan keadaan klien saat ini.
6) Terapis menganjurkan klien untuk menerima masa lalunya yang
menyenangkan sebagai bagian yang berharga bagi klien.
7) Terapis menjelaskan hubungan mengingat kembali dan berbagi pengalaman
yang menyenangkan dengan orang lain dengan penerimaan diri pada saat
ini,
8) Terapis memberikan pujian atas komitmen dan semangat klien.
c. Fase Terminasi
1) Evaluasi
a) Menanyakan perasaan klien setelah kegiatan Terapi Kelompok
Reminiscence.
b) Mengevaluasi kemampuan klien menyampaikan pengalaman masa lalu
yang menyenangkanmenggunakan alat amsak jaman dahulu.
c) Memberikan umpan balik positif atas kemampuan dan kerjasama klien
yang baik
2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien mengingat kembali pengalaman-pengalaman lainnya
yang menyenangkan terntang penggunaaan alat hiburan jaman dahulu dan
menyampaikan pengalaman tersebut dengan orang lain diluar kegiatan
terapi kelompok baik secara berkelompok maupun dengan orang lain secara
perorangan.
3) Kontrak yang akan datang
c) Menyepakati topik pada pertemuan ke 4 yaitu berbagi pengalaman
menyenangkan berhubungan dengan penggunaan alat rumah tangga jaman
dahulu
d) Menyepakati waktu dan tempat untuk pertemuan ke 4 yakni di ruang
menonton TV Kenanga RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang waktu
pertemuan 30 menit
3. Evaluasi dan Dokumentasi
a. Evaluasi Proses
Evaluasi dilakukan saat proses terapi berlangsung, khususnya pada tahap
fase kerja. Aspek yang dievaluasi pada sesi 3 adalah mengungkapkan perasaan,
menyampaikan pengalamannya sesuai topik dan mengekpresikan perasaan
setelah kegiatan.

b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat terapi pada catatan
proses keperawatan. Jika klien dianggap mampu, maka catatan keperawatan adalah
klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 3, memperkenalkan diri,
klien mampu mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya sesuai
topik dan mengekpresikan perasaan setelah kegiatan. Klien dapat melanjutkan
untuk mengikuti sesi 4. Jika klien dianggap belum mampu, maka catatan
keperawatan adalah klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 3, klien
belum mampu memperkenalkan diri, mengungkapkan perasaan, belum mampu
menyampaikan pengalamannya sesuai topik dan belum mampu mengekpresikan
perasaan setelah kegiatan, dianjurkan klien untuk mengingat kembali kenangan
masa lalu sesuai topik dan melakukan latihan untukmenyampaikan pada orang
lain diluar kegiatan terapi.
Format Evaluasi dan Dokumentasi
Terapi Kelompok Reminiscence
Sesi 3: Menceritakan Alat Hiburan
No Aspek Yang dinilai Nilai

Tanggal Tanggal Tanggal

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat tangan dan


menanyakan nama sera asal rumah orang lain

3. Menyebutkan nama alat hiburan jaman dahulu

4. Menyebutkan manfaat alat hiburan jaman dahulu

5. Menyebutkan bahan yang digunakan pada gambar alat


hiburan jaman dahulu

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan menggunakan


alat hiburan jaman dahulu

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukandengan alat


hiburan jaman dahulu

Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi pertemuan

A. Petunjuk penilaian:
5. Beri nilai 1 jika : perilaku tersebut dilakukan.
6. Beri nilai 0 jika : perilaku tersebut tidak dilakukan

B. Prasyarat mengikuti sesi berikutnya:


5. Bila nilai ≥ 3: klien dapat melanjutkan ke sesi berikutnya
6. Bila nilai ≤ 2 : pasien harus melatih diri untuk belajar menyampaikan
pengalaman pada orang lain diluar kegiatan terapi.

PETUNJUK PELAKSANAAN
TERAPI KELOMPOK REMINISCENCE
PADA LANSIA DENGAN DEMENSIA

SESI 4 : Bercerita Tentang Alat Rumah Tangga

Pertemuan ke 4

A. Tujuan
1. Klien mampu berkenalan dengan semua anggota kelompok.
2. Klien mampu menceritakan pengalamannya yang menyenangkan
berhubungan dengan penggunaan alat rumah tangga

B. Setting
1. Pertemuan dilakukan di ruang menonton TV ruang Kenanga RSJ dr.
Radjiman Wediodiningrat.
2. Suasana ruangan harus tenang dan kondusif
3. Klien duduk membentuk lingkaran atau saling berhadapan dan fasilitator
berada di antara klien, sedangkan leader berada di depan klien

C. Media/Alat
1. Gambar yang berkaitan dengan alat rumah tangga: Setrika, Lesung dan
Lampu templek
2. Format evaluasi proses dan dokumentasi

D. Metode
1. Diskusi dan tanya jawab
2. Role play

E. Langkah – Langkah Kegiatan


1. Menyepakati pelaksanaan kegiatan terapi dengan klien sebelum sesi
dilaksanakan.
2. Mengingatkan klien 1 jam sebelum pelaksanaan terapi.
3. Mempersiapkan tempat pertemuan yaitu ruang menonton TV di Kenanga
RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrta lawang
4. Mempersiapkan media/alat :
a. Papan nama terapis dan klien
b. Terapis mempersiapkan gambar untuk terapi Reminiscene format
evaluasi proses dan dokumentasi.

1. Pelaksanaan
a. Fase Orientasi
1) Salam terapeutik
a) Salam dari terapis.
b) Perkenalan nama dan panggilan terapis.
c) Menanyakan nama dan panggilan klien dengan memakai papan nama
2) Evaluasi/validasi
Menanyakan bagaimana perasaan klien saat ini
3) Kontrak
Menyepakati lama pertemuan yaitu dan jumlah sesi yaitu 4 kali pertemuan
dan 4 sesi. Sesi ke 3 mencerirtakan tentang alat hiburan yang pernah digunakan
pada jaman dahulu dengan waktu 30 menit
4) Menjelaskan tujuan pertemuan pertama yaitu:
a. Klien berbagi pengalaman yang menyenangkan berhubungan dengan
penggunaan alat masak jaman dahulu
b. Klien diharapkan mampu mengekpresikan perasaannya
c. Setelah berbagi pengalaman dengan anggota kelompok.
5) Terapis menjelaskan tata tertib sebagai berikut:
a. Lama kegiatan 30 menit
b. Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai
c. Klien berperan aktif dalam membagi pengalaman dan
mengungkapkan perasaannya setelah berbagi pengalaman dengan orang
lain.
b. Fase Kerja
1. Terapis memperkenalkan diri: nama, nama panggilan, asal tempat tinggal
dan status pendidikan.
2. Terapis meminta setiap anggota kelompok memperkenalkan diri meliputi
nama, nama panggilan yang disenangi, usia dan asal tempat tinggal.
Kegiatan perkenalan ini dimulai dari klien yang duduk di sebelah kanan
terapis dan diteruskan searah jarum jam sampai semua anggota
kelompok telah memperkenalkan diri.
3. Terapis memimpin klien untuk melakukan tahnik nafas dalam sebanyak 3
kali, kemudian terapis menunjukkan sebuah gambar dan menanyakan nama
alat tersebut serta fungsinya
4. Terapis memberikan kesempatan pada 1 orang klien untuk menceritakan
pengalaman yang paling menyenangkan yang berhubungan dengan
pemakaian alat masak jaman dahulu, kemudian dilanjutkan dengan yang lain
secara bergantian.
5. Terapis mendiskusikan perasaan klien setelah berbagi pengalaman yang
menyenangkan dengan orang lain; apa yang klien rasakan setelah
menyampaian pengalaman dengan orang lain, apakah ada manfaat yang
dirasakan klien serta hubungan masa lalu dengan keadaan klien saat ini.
6. Terapis menganjurkan klien untuk menerima masa lalunya yang
menyenangkan sebagai bagian yang berharga bagi klien.
7. Terapis menjelaskan hubungan mengingat kembali dan berbagi pengalaman
yang menyenangkan dengan orang lain dengan penerimaan diri pada saat
ini,
8. Terapis memberikan pujian atas komitmen dan semangat klien.
c. Fase Terminasi
1) Evaluasi
g) Menanyakan perasaan klien setelah kegiatan Terapi Kelompok
Reminiscence.
h) Mengevaluasi kemampuan klien menyampaikan pengalaman masa lalu
yang menyenangkanmenggunakan alat amsak jaman dahulu.
i) Memberikan umpan balik positif atas kemampuan dan kerjasama klien
yang baik
2) Tindak lanjut
Menganjurkan klien mengingat kembali pengalaman-pengalaman lainnya
yang menyenangkan terntang penggunaaan alat amsak jaman dahulu dan
menyampaikan pengalaman tersebut dengan orang lain diluar kegiatan
terapi kelompok baik secara berkelompok maupun dengan orang lain secara
perorangan.
3) Kontrak yang akan datang
e) Menyepakati topik pada pertemuan ke 2 yaitu berbagi pengalaman
menyenangkan berhubungan dengan penggunaan alat transportasi jaman
dahulu
f) Menyepakati waktu dan tempat untuk pertemuan ke 2 yakni di ruang
menonton TV Kenanga RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang waktu
pertemuan 30 menit
3. Evaluasi dan Dokumentasi
a. Evaluasi Proses
Evaluasi dilakukan saat proses terapi berlangsung, khususnya pada tahap
fase kerja. Aspek yang dievaluasi pada sesi 4 adalah kemampuan klien
memperkenalkan diri, mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya
sesuai topik dan mengekpresikan perasaan setelah kegiatan.

b. Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat terapi pada catatan
proses keperawatan. Jika klien dianggap mampu, maka catatan keperawatan adalah
klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 4, klien mampu
mengungkapkan perasaan, menyampaikan pengalamannya sesuai topik dan
mengekpresikan perasaan setelah kegiatan. Klien dapat melanjutkan untuk
mengikuti sesi 4. Jika klien dianggap belum mampu, maka catatan keperawatan
adalah klien mengikuti Terapi Kelompok Reminiscence sesi 4, klien belum mampu
mengungkapkan perasaan, belum mampu menyampaikan pengalamannya sesuai
topik dan belum mampu mengekpresikan perasaan setelah kegiatan, dianjurkan
klien untuk mengingat kembali kenangan masa lalu sesuai topik dan melakukan
latihan untukmenyampaikan pada orang lain diluar kegiatan terapi
Format Evaluasi dan Dokumentasi
Terapi Kelompok Reminiscence
Sesi 4: Menceritakan Alat Rumah Tangga

No Aspek Yang dinilai Nilai

Tanggal Tanggal Tanggal

1. Memperkenalkan diri terkait nama, asal rumah

2. Berkenalan dengan orang lain dengan berjabat tangan dan menanyakan


nama serta asal rumah orang lain

3. Menyebutkan nama alat rumah tangga yangada di rumah

4. Menyebutkan manfaat alat rumah tangga yangada di rumah

5. Menyebutkan ciri-ciri yang digunakan pada gambar alat rumah tangga


yangada di rumah

6. Menceritakan pengalaman menyenangkan menggunakan alat rumah


tangga yang ada di rumah

7. Menceritakan kebiasaan yang dilakukan dengan alat rumah tangga


yangada di rumah

8. Mengungkapkan perasaan pada akhir sesi pertemuan

A. Petunjuk penilaian:
1. Beri nilai 1 jika : perilaku tersebut dilakukan.
2. Beri nilai 0 jika : perilaku tersebut tidak dilakukan

B. Prasyarat mengikuti sesi berikutnya:


1. Bila nilai ≥ 3: klien dapat melanjutkan ke sesi berikutnya
2. Bila nilai ≤ 2 : pasien harus melatih diri untuk belajar menyampaikan
pengalaman pada orang lain diluar kegiatan terapi.
Lampiran 4: Instrumen Intervensi: Gambar Peraga

Sesi 1 : Alat Memasak (Cobek, Teko dan Tampah) Terlampir


Sesi 2: Alat Transportasi (Delman dan Sepeda Ontel) Terlampir
Sesi 3: Hiburan (Wayang dan Radio) Terlampir
Sesi 4: Alat Rumah Tangga (Setrika, Lampu Templek dan Lesung) Terlampir
Lampiran 5: Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Kegiatan Reminiscence Sesi 1: Menunjukkan gambar alat memasak:


Teko, Cobek dan Tampah) Oleh mahasiswa Program Profesi Ners Angkatan XVIII
PSIK Universitas Jember

Gambar 2. Kegiatan Reminiscence Sesi 2: Menunjukkan gambar kendaraan


tradisional: Delman dan Sepeda Ontel) Oleh mahasiswa Program Profesi Ners
Angkatan XVIII PSIK Universitas Jember
Gambar 3. Kegiatan Reminiscence Sesi 3: Menunjukkan gambar hiburan: (Radio dan
Wayang) Oleh mahasiswa Program Profesi Ners Angkatan XVIII
PSIK Universitas Jember

Gambar 4. Kegiatan Reminiscence Sesi 4: Menunjukkan gambar alat rumah tangga:


(Setrika, Lampu Templek dan Lesung) Oleh mahasiswa Program Profesi Ners
Angkatan XVIII PSIK Universitas Jember