Anda di halaman 1dari 2

39

BAB V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan aplikasi review jurnal yang dilakukan selama 3 hari pada


tanggal 24 hingga 26 Juli 2017 tentang pengaruh terapi reminiscene terhadap
tingkat kognitif dan tingkat depresi yang dilakukan pada 5 lansia yang mengalami
demensia didapatkan hasil sebagai berikut :

1. Ny. S mendapatkan skor Pre-Test MMSE Sebesar 23 Poin, setelah dilakukan terapi
reminiscene scoring MMSE meningkat menjadi 27 Poin. Sedangkan untuk scor
depresi pre-test Ny. S mendapatkan 14 poin setelah dilakukan terapi brain gym dan
puzzle mendapatkan 9 poin.
2. Ny. T mendapatkan skor Pre-Test sebesar 21 Poin, setelah dilakukan terapi
reminiscene scoring MMSE tetap 25 Poin. Sedangkan untuk scor depresi pre-
test Ny. T mendapat 14 poin setelah dilakukan terapi brain gym dan puzzle
berubah menjadi 12 poin.
3. Ny. E mendapatkan skor pre test sebesar 23 poin, setelah dilakukan terapi
reminiscene scoring MMSE tetap menjadi 26 poin. Sedangkan scor depresi
pre- test Ny. E mendapat 14 poin setelah dilakukan terapi brain gym dan
puzzle berubah menjadi 7 poin.
4. Tn. S mendapatkan skor pre test sebesar 22 poin, setelah dilakukan terapi
reminiscene scoring MMSE tetap menjadi 23 poin. Sedangkan scor depresi
pre- test Ny. E mendapat 14 poin setelah dilakukan terapi brain gym dan
puzzle berubah menjadi 10 poin.
5. Ny. M mendapatkan skor pre test sebesar 22 poin, setelah dilakukan terapi
reminiscene scoring MMSE tetap menjadi 23 poin. Sedangkan scor depresi
pre- test Ny. E mendapat 14 poin setelah dilakukan terapi brain gym dan
puzzle berubah menjadi 13 poin.
Hasil penerapan jurnal diketahui bahwa nilai tingkat kognitif seluruh
responden mengalami peningkatan, dan tingkat depresimengalami penurunan.
Hal tersebut dikarenakan kegiatan berulang yang dilakukan setiap hari mengasah
kemampuan kognitif seseorang sehingga tingkat kognitif responden bertambah
sedangkan tingkat depresi responen berkurang akibat kegiatan menceritakan
pengalaman yang menyenangkan membuat responden merasa senang dan
mengurang rasa stress

. 5.2 Saran
39

Terapi reminiscene ini bisa digunakan untuk kegiatan harian pada pasien
dengan ganguan kognitif dan depresi, utamanya pada pasien dengan demensia
untuk mengasah kemabali ingatan masa lau yang dapat meningkatkan
kemampuan kognitifnya. Disarankan kepada tenaga kesehatan melakukan terapi
reminiscene ini secara rutin untuk membantu lansia menurunkan tingkat
depresinya serta kemampuan kognitif sehingga mencegah penurunan kognitif
yang signifikan.