Anda di halaman 1dari 8

TUGAS SENI BUDAYA

NAMA ; YANUARIUS B .S .L .DAWAN


KELAS ;XI TAV 1
MAPEL ;SENI BUDAYA
1 .→ Lagu tradisional berkembang dalam satu daerah sedangkan Lagu POP berkembang di
dalam banyak daerah

→ Lagu tradisional belum dipengaruhi Modernisasi sedangkan Lagu POP sudah dipengaruhi
oleh Modernisasi

→ Alat-alat Lagu tradisional masih sederhana sedangkan Alat-alat Lagu POP sudah modern.

2 . - Yamko Rambe Yamko ==> provinsi Papua


- Injit-Injit Semut ==> provinsi Jambi
- Kicir-Kicir ==> provinsi DKI Jakarta
- lisoi ==> Sumatra Utara
- bungong jeumpa ==> aceh
- kalayer ==> kalteng
- sungai suci ==> bengkulu
- bubuy bulan ==> jabar
- burung tantina ==> maluku
- soleram ==> ria

3 .- Lagu Daerah Sumatera Utara – BUTET

- Lagu Daerah Sumatera Barat – BADINDIN

- Lagu Daerah Riau – SOLERAM

- Lagu Daerah Kepulauan Riau – PANTAI SOLOP

- Lagu Daerah Jambi – INJIT INJIT SEMUT

- Lagu Daerah Sumatera Selatan – DEK SANGKE

- Lagu Daerah Bengkulu – TANEAK TANAI

- Lagu Daerah Jawa Barat – ES LILIN

-Lagu Daerah Banten – DAYUNG SAMPAN

-Lagu Daerah DKI Jakarta – JALI-JALI


TUGAS PKN

NAMA ;YANUARIUS B . S . L .DAWAN


KELAS ;XI TAV 1
MAPEL ;PKN
1. NEW YORK – Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadopsi dan
ditandatangani pada 26 Juni 1945 siap untuk ditegakkan. Piagam tersebut sebelumnya
ditandatangani pada Konferensi San Fransisco oleh perwakilan lebih dari 50 negara. Pada
24 Oktober 1945, PBB pun resmi didirikan.

PBB lahir atas kebutuhan untuk menengahi konflik yang terjadi di dunia internasional lewat jalur
negosiasi. Adanya Perang Dunia II mendorong Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Uni Soviet
merumuskan Deklarasi PBB pada Januari 1942. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh 26 negara
untuk menekan Jerman, Italia, dan Jepang yang menjadi pelaku perang.

BERITA TERKAIT +

 Pesawat Jet Sambar Kabel Lift Ski di Italia Tewaskan 20 Orang


 Idi Amin Berkuasa, Uganda Jatuh ke Rezim Diktator
 Lima Juta Rakyat Iran Sambut Kembalinya Ayatollah Khomeini Setelah 14 Tahun
Pengasingan

Deklarasi akhirnya dilanjutkan dengan perumusan Piagam PBB pada konferensi di San Fransisco
yang diselenggarakan 25 April 1945. Konferensi ini dipimpin Presiden AS Franklin Roosevelt,
PM Inggris Winston Churchill, dan pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin. Konferensi dihadiri 50
negara dari berbagai benua.

Konferensi meletakkan dasar pendirian sebuah organisasi internasional. Tujuan didirikannya


organisasi pun dirumuskan sebagai berikut:

1. Menyelamatkan generasi masa depan dari perang.

2. Menegaskan kembali iman dalam hak asasi manusia.

3. Membangun penghormatan terhadap perjanjian internasional.

4. Mempromosikan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik.

Dua tujuan lain dalam piagam tersebut adalah untuk menghormati prinsip-prinsip persamaan hak
dan penentuan nasib sebagai bangsa merdeka. Tujuan awal adalah untuk mencegah negara-
negara kecil menjadi sasaran penjajahan raksasa komunis pascaperang.

Sekarang setelah perang berlalu, negosiasi dan memelihara perdamaian dunia adalah tanggung
jawab utama Dewan Keamanan PBB.

Sejarah Berdirinya ASEAN – ASEAN didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 oleh 5
negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok.
PERBARA (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) yang lebih terkenal dengan ASEAN
(Association of Southeast Asian Nations) ini adalah sebuah organisasi geo politik dan ekonomi
dari Negara di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara
anggotanya, serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya. ASEAN mendapat anggota
baru pada tanggal 7 Januari 1984 yaitu Brunai Darussalam, disusul oleh Vietnam sebagai
anggota baru ASEAN yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995 dan hingga sampai saat ini,
anggota ASEAN adalah semua Negara di Asia Tenggara, kecuali Timor Leste dan Papua Nugini.

Prinsip Utama dari ASEAN

* Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas


nasional setiap negara

* Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan,
subversif atau koersi pihak luar

* Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota

* Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai

* Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan

* Kerjasama efektif antara anggota

SEJARAH ASEAN
ASEAN didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura
dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan
Deklarasi Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narciso Ramos (Filipina), Tun Abdul
Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Isi Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut:

* Mempercepat pertumubuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di


kawasan Asia Tenggara

* Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional

* Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang
ekonomi, sosial, teknik,ilmu pengetahuan, dan administrasi

* Memelihara kerjasama yang erat di tengah – tengah organisasi regional dan internasional yang
ada

* Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan


Asia Tenggara

2. Brunei Darussalam menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei
Darussalam bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu
setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali
menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli
1995. Dua tahun kemudian, Laos dan Myanmar menyusul masuk menjadi anggota ASEAN,
yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana untuk bergabung menjadi
anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana tersebut terpaksa ditunda karena
adanya masalah politik dalam negeri Kamboja. Meskipun begitu, dua tahun kemudian Kamboja
akhirnya bergabung menjadi anggota ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.

TIMOR LESTE
Negara baru Timor Leste, yang merupakan koloni Portugis kemudian dianeksasi Indonesia, kini
mendapatkan status pemerhati (observer) dalam ASEAN, setelah menuai protes dari berbagai
negara ASEAN yang tidak mendukung masuknya Timor-Leste ke ASEAN, atas dasar rasa
hormat kepada Indonesia. Awalnya, Myanmar menentang pemberian status observer kepada
Timor-Leste karena dukungan Timor-Leste terhadap pejuang pro-demokrasi Myanmar Aung San
Suu Kyi.

Sejak restorasi kemerdekaan Timor-Leste pada Mei 2002, ASEAN telah banyak membantu
Timor-Leste. Timor-Leste telah diundang untuk hadir dalam beberapa pertemuan ASEAN.
Meskipun begitu, Timor-Leste masih tetap berstatus observer. Mantan Menlu Timor Leste yang
sekarang menjadi Presiden, Ramos Horta, pernah menyatakan tidak berminat menjadi anggota
ASEAN, karena Timor-Leste dinilai bukan negara Asia (Tenggara), melainkan negara Pasifik
atau Australia. Berbeda dengan rekannya Xanana Gusmao yang menyatakan bahwa akan lebih
menguntungkan bagi Timor Leste apabila berafiliasi dengan ASEAN dibandingkan dengan
apabila bergabung dengan Pacific Islands Forum.

Perkembangan terakhir mengindikasikan bahwa Timor-Leste sangat berminat untuk menjadi


anggota ASEAN. Bahkan Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Luar Negerinya telah
menargetkan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota ASEAN pada tahun 2012, hal ini sangat
di dukung oleh pemerintah Indonesia juga negara-negara anggota ASEAN lainnya seperti
Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat bahwa Pemerintah
Timor-Leste juga telah membuka Sekretariat Nasional ASEAN di Dili pada awal bulan Februari
2009, dimana sekretariat ini akan berfungsi untuk mempersiapkan tahapan-tahapan menjadi
keanggotaan ASEAN.

3 .LATAR BELAKANG BERDIRINYA GERAKAN NON BLOK DAN TUJUAN


GERAKAN NON BLOK

Berdirinya GNB dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut.


a. Munculnya dua blok yaitu Blok Barat dan Blok Timur yang bersaing untuk memperebutkan
pengaruh dunia internasional. Blok Barat diikat dalam suatu pertahanan yang bernama NATO
(North Atlantic Treaty Organization), sedangkan Blok Timur terikat dalam Pakta Warsawa.
b. Adanya kecemasan negara-negara yang baru saja mencapai kemerdekaannya. Mereka merasa
cemas karena persaingan antara blok adidaya tersebut.
c. Adanya "Dokumen Brioni" yang merupakan pernyataan dari presiden Josep Broz Tito
(Yugoslavia). Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), dan Presiden Gamal Abdul Nasser
(Mesir) tahun 1956 di Pulau Brioni, Yugoslavia. Dokumen tersebut memuat prinsip-prinsip dasar
untuk mempersatukan gerakan NonBlok.
d. Adanya pertemuan lima orang negarawan NonBlok di markas besar PBB dalam siding Umum
PBB ke-15 tahun 1960, kelima orang negarawan tersebut adalah sebagai berikut.
1) Presiden Sukarno, dari Indonesia
2) PM Jawaharlal Nehru, dari India
3) Presiden Gamal Abdul Naser, dari RPA/Mesir
4) Presiden Kwame Nkrumah, dari Ghana
5) Presiden Josep Broz, dari Yugoslavia
Mereka ini kemudian dikenal sebagai pendiri Gerakan NonBlok
e. Terjadinya krisis Kuba tahun 1961. Krisis ini terjadi karena Uni Soviet membangun pangkalan
rudal di Kuba secara besar-besaran. Amerika Serikat merasa terancam dan memprotes tindakan
Uni Soviet tersebut. Situasi dunia menjadi tegang, hal ini mendorong negara-negara Non Blok
untuk segera menyelenggarakan KTT NonBlok.
.Tujuan Gerakan NonBlok
Tujuan Gerakan NonBlok semula adalah meredakan ketegangan dunia sebagai akibat
pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Dalam perkembangannya tidak hanya terbatas
pada usaha perdamaian saja, tetapi juga berkaitan dengan hak asasi manusia, ekonomi dan
hubungan antarbangsa. Adapun tujuan Gerakan NonBlok dapat dirinci sebagai berikut.
a. Berkaitan dengan Perdamaian Dunia
1) Mengusahakan terwujudnya perdamaian dunia dan hidup bergampingan secara damai.
2) Menyelesaikan persengketaan antarbangsa secara damai.
3) Mengusahakan tercapainya perlucutan senjata secara menyeluruh.
4) Menolak adanya persekutuan militer.
5) Menolak adanya pangkalan asing dan pasukan asing di suatu negara.
b. Berkaitan dengan Hak Asasi Manusia Menentang kolonialisme, rasialisme, dan apartheid.
c. Berkaitan dengan Ekonomi
1) Memperjuangkan kemerdekaan di bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan
derajat bagi keuntungan bersama.
2) Mengusahakan terwujudnya kerja sama negara-negara maju dan negara-negara berkembang
untuk menata ekonomi dunia yang lebih adil dan merata.
d. Berkaitan dengan Hubungan Antarbangsa
1) Mengusahakan hubungan antarbangsa secara demokratis.
2) Memelihara dan meningkatkan persatuan negara-negara Non Blok.
DAFTAR PUSTAKA
Ensiklopedi Nasional Indonesia. 1990. Jakarta: Cipta Adi Pustaka.
DANAG ENDARTO. 2009.IPS Terpadu 3 Untuk SMP/MTs Kelas IX