Anda di halaman 1dari 6

135

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan tentang kesimpulan dan saran mengenai hubungan

gaya pengasuhan dan struktur kekuatan keluarga dengan risiko penyalahgunaan

NAPZA: alkohol pada remaja di SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat Kabupaten

Jember. Berdasarkan penjelasan dari bab sebelumnya sampai dengan pembahasan

hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan dan saran dari penelitian ini

sebagai berikut.

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan penelitian tentang mengenai hubungan

gaya pengasuhan dan struktur kekuatan keluarga dengan risiko penyalahgunaan

NAPZA: alkohol pada remaja di SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat Kabupaten

Jember, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.

a. Karakteristik remaja yaitu rata-rata berusia 16,6 tahun, sebagian besar berjenis

kelamin laki-laki (73,9%), remaja dengan suku Madura sebesar 58,2% dan

Jawa 41,8%, pekerjaan orangtua terbanyak yaitu buruh (41,8%), pendidikan

terakhir orangtua terbanyak yaitu SD (42,6%), dan sebagian besar orangtua

memiliki pendapatan kurang dari Rp 1.629.000 (73,5%).

b. Gaya asuh orangtua dengan otoriter sebesar 17,3%, otoritatif 46,6%,

memanjakan 18,5%, dan melalaikan 17,7%.

135
136

c. Struktur kekuatan keluarga dengan kekuatan baik sebesar 57,4%dan kekuatan

kurang baik sebesar 42,6%.

d. Risiko penyalahgunaan alkohol pada remaja dengan risiko rendah sebesar

71,5%, risiko sedang 16,5%, risiko tinggi 7,6%, dan kemungkinan

ketergantungan 4,4%.

e. Ada hubungan antara gaya pengasuhan dengan risiko penyalahgunaan alkohol

pada remaja di SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.

f. Ada hubungan antara struktur kekuatan keluarga dengan risiko

penyalahgunaan alkohol pada remaja di SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat

Kabupaten Jember.

g. Struktur kekuatan keluarga memiliki hubungan yang lebih besar dari pada

gaya pengasuhan terhadap risiko penyalahgunaan alkohol pada remaja di

SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian diatas, ada beberapa hal yang

dapat disarankan demi pengembangan penelitian terkait hubungan gaya

pengasuhan dan struktur kekuatan keluarga dengan risiko penyalahgunaan

NAPZA: alkohol pada remaja di SMA/Sederajat Kecamatan Kalisat Kabupaten

Jember,
137

a. Bagi Perawat

Perawat dapat melakukan tindakan prevensi dalam upaya untuk menekan

faktor risiko yang mempengaruhi penyalahgunaan alkohol pada remaja. Hal

ini dapat dilakukan oleh perawat khususnya perawat komunitas dengan cara

melakukan promosi kesehatan pada tatanan keluarga maupun masyarakat

melalui kunjungan rumah maupun dalam berbagai kegiatan di masyarakat

dalam upaya pencegahan penyalahgunaan alkohol pada remaja. Kegiatan yang

dilakukan di masyarakat dapat melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama,

dan kelompok-kelompok yang ada di masyarakat. Selain itu, perawat juga

dapat melakukan kerjasama lintas sektor seperti dinas pendidikan untuk

mengadakan promosi kesehatan terkait bahaya NAPZA: alkohol di sekolah-

sekolah.

b. Bagi Keluarga

Keluarga sebagai lingkungan perkembangan remaja dalam hal ini lebih

mengoptimalkan dan memfasilitasi remaja yaitu menyeimbangkan antara

kebebasan dan tanggungjawab pada remaja, misalnya dengan cara sebagai

berikut:

1) orangtua tidak terlalu banyak mengatur remaja, yaitu dengan memberikan

ruang bagi remaja untuk mengekspresikan potensi atau kemampuan yang

dimilikinya sehingga remaja tidak merasa terlalu dipaksakan oleh

orangtua;

2) orangtua memberikan hak kebebasan untuk berpendapat kepada remaja,

yaitu dengan memberikan kesempatan kepada remaja untuk


138

menyampaikan pendapatnya misalnya dalam menanggapi suatu isu tentang

kenakalan remaja, sehingga remaja akan mampu untuk mensosialisasikan

dirinya terhadap lingkungannya.

3) orangtua mengontrol perilaku atau kegiatan remaja, yaitu dengan

menerapkan aturan-aturan kepada remaja seperti memberikan batasan

dalam waktu pulang remaja dalam bermain, misalnya orangtua

memperbolehkan remaja untuk keluar bermain di malam hari dengan

syarat saat jam 20.00 WIB sudah harus sampai di rumah, namun jika

ternyata remaja melebihi dari waktu tersebut maka orangtua menghargai

alasan yang disampaikan oleh remaja dengan memberikan nasehat kepada

remaja. Hal ini dilakukan oleh orangtua sehingga remaja dapat

bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.

c. Bagi Sekolah

Sekolah sebagai instansi pendidikan berperan sebagai sumber informasi dan

edukasi bagi remaja termasuk dalam upaya pencegahan penyalahgunaan

alkohol pada remaja. Hal ini yang dapat dilakukan oleh sekolah yaitu dengan

melakukan pembinaan sekolah melalui program Usaha Kesehatan Sekolah

(UKS) seperti:

1) pelaksanaan pendidikan kesehatan tentang NAPZA melalui kegiatan

ekstrakurikuler dengan melibatkan siswa, guru, dan staf sekolah dan dapat

melibatkan tenanga kesehatan;

2) pelaksanaan pelayanan kesehatan melalui kegiatan pelatihan dan

pemeriksaan kesehatan secara berkala yang melibatkan siswa, guru, dan


139

staf sekolah dengan melakukan kerjasama dengan pihak puskesmas

setempat;

3) pembinaan lingkungan sekolah yang sehat, misalnya dengan memasang

poster tentang kesehatan khususnya tentang bahaya NAPZA pada remaja.

d. Bagi Remaja

Remaja dalam hal ini berperan dalam masyarakat dapat dioptimalkan dengan

memanfaatkan kelompok yang ada seperti kelompok remaja karang taruna

sebagai jaringan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk

memfasilitasi kegiatan pendidikan kelompok sebaya dalam masyarakat

melalui pelatihan secara terstruktur dengan bekerjasama bersama masyarakat,

puskesmas, dan dinas kesehatan. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh remaja

dalam kegiatan yang melibatkan remaja misalnya pada pengajian remaja dan

kegiatan perkemahan remaja dalam masyarakat.

e. Bagi Penelitian

Gaya asuh orangtua dan struktur kekuatan keluarga merupakan salah satu

aspek yang berperan dalam risiko penyalahgunaan NAPZA: alkohol pada

remaja sehingga memerlukan riset lebih lanjut dalam mengidentifikasi

peranan faktor tersebut. Adapun saran penelitian selanjutnya adalah sebagai

berikut.

1) Hubungan tekanan teman sebaya dengan pengambilan keputusan pada

remaja.
140

2) Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemakaian alkohol pada

remaja.

3) Pengaruh terapi suportif kelompok terhadap pencegahan perilaku berisiko

pada remaja.

4) Pengalaman pengasuhan orangtua dalam pencapaian tugas perkembangan

remaja.