Anda di halaman 1dari 12

118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)

VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129


JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

HUMAN TRAFFICKING DI NUSA TENGGARA TIMUR

Oleh
Everd Scor Rider Daniel1,
Nandang Mulyana2, Budhi Wibhawa3
1. Mahasiswa Pasca Sarjana Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran
2. Deparmen Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran
3. Deparmen Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran
Email,
(everd.insight@gmail.com; mulyananandang@yahoo.com; budhi.whibawa@unpad.ac.id )

Abstrak
Gobalisasi yang terjadi di dunia ini menjadikan setiap Negara seolah-olah tidak mempunyai
batas lagi. Hal ini disebabkan karena adanya transformasi yang begitu cepat khususnya dalam
aspek komunikasi. Globalisasi tidak hanya mempunyai dampat yang positif, tetapi juga
berdampak negative, termasuk dalam hal kejahatan. Banyaknya kejahatan yang terjadi saat
ini dikarenakan adanya globalisasi.
Salah satu bentuk kejatahan yang disebabkan karena adanya globalisasi adalah human
trafficking. Kejataha ini terjadi tidak hanya dalam satu wilayah suatu Negara akan tetapi
sudah melewati batas negara. Kejahatan ini melibatkan jaringan internasional. Dengan
demikian human trafficking sangat sulit untuk dilacak.
Untuk mengatasi kejahatan human trafficking ini tentunya tidak hanya memberantas mafia
yang ada. Intervensi yang paling mudah untuk melawan human trafficking adalah dengan
mengatasi factor penyebab masyarakat mudah untuk dijadikan obyek human trafficking.
Banyak factor yang menyebabkan masyarakt mudah terjerat human trafficking. Akan tetapi
semua factor tersebut bermuara pada masalah kemiskinan. Hal ini terjadi karena human
trafficking lebih sering terjadi pada masyarakat yang relative miskin.
Kata kunci : globalisasi, human trafficking, kemiskinan

Pendahuluan manusia berpindah-pindah secara bebas


tanpa ada hambatan, mobilisasi secara
Fenomena globalisasi merupakan
bebas, masif dan praktis telah dipandang
salah satu faktor dibalik meluasnya isu-isu
sebagai penyebab hadirnya kejahatan.
kontemporer (modern). Kemajuan
teknologi, informasi, yang berkembang Globalisasi merupakan suatu
pesat menjadi peluang meluasnya jaringan bentuk transformasi kemajuan yang
kejahatan, baik bersifat nasional atau didalamnya tidak hanya terjadi proses
transnasional (lintas batas). Globalisasi penyesuaian, tetapi bersinggungan pula
telah mengaburkan batas-batas negara dan terhadap perubahan sosial seperti
memunculkan persepsi dunia tanpa batas kemiskinan, pengangguran dan
(borderless world) melalui integrasi sosial kriminalitas. Proses-proses yang terjadi
lintas kultur. Kaburnya batas negara secara praktis memunculkan pengaruh pada
dipandang sebagai salah satu masalah, aspek-aspek kehidupan manusia. Cepatnya

21
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

akselerasi dan dinamisasi dalam struktur inequality around the globe, and
global dianalisis sebagai ruang transformasi that "its disruptive effect has
berbagai proses, salah satunya ancaman dan actually caused people to have to
dilema baru, yaitu penguatan terhadap go into organized crime and
kriminalitas maupun peluang operate in illicit markets as coping
mempertahankan stabilitas kejahatan. mechanisms”.2
Isu kontemporer yang menjadi
pokok pembahasan dalam tulisan ini adalah Williams berpandangan, fenomena
isu perdagangan manusia (human globalisasi telah mendatangkan suatu
trafficking). Fenomena ini dipandang manfaat dan keuntungan signifikan bagi
sebagai bentuk kejahatan terorganisir yang para pelaku kriminal. Secara sosiologis,
kompleksitasnya terus meningkat dalam para pelaku perdagangan dan
beragam dimensi. Seperti dikutip dari penyelundupan manusia memanfaatkan
laman soroptimist.org (lembaga peluang ini untuk mengekploitasi
internasional bidang kemanusiaan): keuntungan yang ada dibalik
“Organized crime is largely responsible for perkembangan globalisasi. Gejala
the spread of international human ketimpangan akibat globalisasi menjadi
trafficking”.1 faktor penyebab munculnya kejahatan dan
mendorong orang-orang terjun ke dalam
Meski secara dimensi waktu, kejahatan terorganisir dan beroperasi di
kejahatan ini sudah berlangsung lama, pasar gelap.
namun dalam prakteknya terus berkembang
luas. Kejahatan ini mengalami transformasi
model, bentuk, cara-cara terstruktur dan
sistematis menuju pola-pola eksploitasi Tinjauan Konseptual
manusia (human exploitation). Berdasarkan a. Pengertian Human Trafficking
dimensi ruang, fenomena perdagangan
Fenomena human trafficking
manusia melibatkan faktor geografis
(perdagangan manusia) merupakan salah
wilayah negara atau umumnya terjadi di
satu masalah kontemporer yang tengah
wilayah-wilayah perbatasan.
mendapat perhatian serius.
Karakteristiknya bersifat represif dengan
Phil Williams, Director of
tujuan eksploitasi manusia (individu atau
International Security Studies, University
kelompok). Luasnya pengaruh dan dampak
of Pittsburgh, dalam pembahasan the
ancaman yang ditimbulkan, membuat isu
explosion of transnational crime in a
human trafficking diklasifikasikan sebagai
globalized world mengungkapkan:
bentuk kejahatan luar biasa (extra ordinary
crime).
"Transnational criminals have
been one of the biggest Pasal 1 Undang-Undang Nomor 21
beneficiaries of globalization. Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak
Globalization facilitates Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)
international trade but also mendefenisikan human traficcking sebagai
increases the difficulty of tindakan perekrutan, penampungan,
regulating global trade, he says; pengangkutan, pengiriman, pemindahan
traffickers and smugglers have atau penerimaan seseorang.3 Modus
exploited this. Williams adds that sindikat perdagangan manusia
globalization has increased termanifestasi dalam beragam bentuk yaitu

1
“Sex Slavery/Trafficking,” dalam
3
http://www.soroptimist.org/trafficking/faq.html, Farhana, Aspek Hukum Perdagangan Orang di
diakses tanggal 5 November 2016 Indonesia, Sinar Grafika, Jakarta, 2010.

22
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

penculikan, penggunaan kekerasan, Berdasarkan penelusuran literatur,


penyekapan, penipuan, pemalsuan, dimensi perdagangan manusia terus meluas
penyalahgunaan kekuasaan, memberi hingga menyentuh sendi-sendi kehidupan
bayaran hingga penjeratan utang. Secara sosial masyarakat Indonesia.
sederhana, perdagangan manusia dapat
Tabel Human Trafficking Global dan
dipahami sebagai suatu bentuk intimidasi
Nasional
terhadap nilai dan kebebasan hak-hak dasar
manusia.

Definisi human trafficking menurut


Protokol Palermo Perserikatan Bangsa-
Bangsa:

“Human Trafficking/Trafficking in
persons shall mean the recruitment,
transportation, transfer, harboring or
receipt of persons, by means of the threat
or use of force or other forms of coercion,
of abduction, of fraud, of the abuse of
power or of a position of vulnerability or
of the giving or receiving of payments or
benefits to achieve the consent of a person Sumber: Data IOM 2014
having control over another person for the
purpose of exploitation”.4
Human Rights Protocol International Organization for
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pasal Migration (IOM) mencatat, pada periode
3, menyebut perdagangan manusia Maret 2005 hingga Desember 2014, jumlah
termasuk setiap aksi perekrutan, human trafficking di Indonesia mencapai
pengangkutan, pemindahan, penerimaan, 6.651 orang. Dari jumlah itu, 82 persen
penjualan, atau pembelian manusia melalui adalah perempuan yang bekerja di dalam
paksaan, penipuan, pembohongan, atau dan di luar negeri sebagai tenaga kerja
taktik dengan tujuan menempatkan korban informal dan 18 persen merupakan laki-laki
dalam kondisi kerja paksa, praktek yang yang mayoritas mengalami eksploitasi
menyerupai perbudakan atau ketika bekerja sebagai Anak Buah Kapal
penghambaan. Kondisi kejahatan terjadi (ABK).6
ketika tenaga kerja (korban) diperoleh Dikutip dari Serikat Pekerja
dengan cara paksaan fisik atau non-fisik, Indonesia Luar Negeri (SPILN) tahun
pemerasan, pembohongan, penipuan, 2015, mayoritas korban sindikat
ancaman atau penggunaan kekerasan fisik perdagangan manusia didominasi
dan tekanan psikologis.5 kelompok Buruh Migran Indonesia (BMI)
yang lazimnya dikenal sebagai Tenaga
b. Human Trafficking di Indonesia Kerja Indonesia (TKI). Faktor utama yang
menyeret para pekerja adalah masalah

4 5
"Praktek Perdagangan Manusia dan Human Rights Watch, Seolah Saya bukan
Permasalahannya Ditinjau dari Sosiologi Hukum," Manusia, 2008, hal. 47
6
dalam http://bp3akb.jabarprov.go.id/praktek- "Fellowship untuk Jurnalis: Liputan Investigasi
perdagangan-manusia-dan-permasalahannya- Perdagangan Manusia," dalam
ditinjau-dari-sosiologi-hukum/, diakses tanggal 3 http://jaring.id/id/enactivities/fellowship/fellowship
November 2016 -untuk-jurnalis-liputan-investigasi-perdagangan-
manusia/, diakses tanggal 4 November 2016

23
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

ekonomi. Dalam segala keterbatasan, para menjadi korban, disinyalir ada tujuh
migran kerap secara mudah dipengaruhi jaringan perusahaan dan perorangan yang
iming-iming kesejahteraan oleh oknum terlibat. Tahun 2015 terdapat 1.667 TKW
atau mafia kejahatan perdagangan orang. asal NTT yang menjadi korban human
Konteks kejahatan perdagangan manusia trafficking. Sementara, pada 2016, bulan
menimbulkan kekhawatiran. Ancaman dan Januari sampai Juli, ada sekitar 726 TKW
resikonya menjadi gejala sosial yang mulai yang masalah atau terindikasi praktek
jamak di masyarakat. perdagangan manusia.8
c. Human Trafficking di Nusa Kepolisian Daerah (Polda) Nusa
Tenggara Timur Tenggara Timur (NTT) mencatat, 1.667
orang calon tenaga kerja wanita (TKW)
Bahaya human trafficking semakin
asal NTT dikirim keluar daerah secara
menggejala hingga ke daerah. Salah satu
illegal. Para calon TKW rencananya akan
daerah yang menjadi objek kajian dalam
dikirim oleh sejumlah jaringan
pembahasan ini adalah Propinsi Nusa
perdagangan manusia untuk bekerja di
Tenggara Timur (NTT). Kejahatan dan
Medan dan Malaysia.9 Dengan kondisi ini,
ancaman human trafficking tengah menjadi
praktek human trafficking menjadi
isu aktual di NTT. Dalam beberapa tahun
fenomena baru yang cukup mengejutkan
terakhir, NTT menempati rangking teratas,
karena sebelumnya, secara nasional, NTT
didaulat sebagai daerah asal korban tindak
belum pernah masuk dalam peringkat
pidana perdagangan manusia.
tertinggi daftar kasus human trafficking di
Upaya pemberantasan perdagangan Indonesia.
orang di NTT tetap menjadi sorotan oleh
berbagai macam kalangan. Kemensos RI,
memberi sinyal bahwa permasalahan TKI Metode
di NTT sudah mencapai kondisi kronis, Kajian ini menggunakan data
sehingga langkah penanganan menjadi sekunder yang didasarkan kepada studi
urgensi bersama. Secara umum, jumlah dokumentasi dan pustaka. Studi
buruh migran dari NTT bukan yang dokumentasi lebih diarahkan untuk
terbanyak di Indonesia, tetapi angka kasus mengkaji dan menganalisis hasil laporan
human trafficking dari NTT menurut data serta data yang telah dipublikasikan yang
Bareskrim Polri tertinggi di Indonesia. berkaitan dengan fenomena yang dikaji.
Sejak Februari 2014, kasus perdagangan Sementara itu studi pustaka lebih diarahkan
orang telah menjadi ‘titik api’ protes untuk menganlisis fenomena yang ada
gerakan masyarakat sipil di NTT.7 didasarkan kepada konsep atau teori yang
Human trafficking di NTT dapat sesuai dengan fenomena yang dikaji
dikatakan sudah darurat karena banyak
sekali warga NTT terutama kaum wanita
berumur 15 tahun ke atas yang dijadikan Intervensi terhadap Human Trafficking
TKW ke luar negeri, khususnya Malaysia, a. Faktor Penyebab terjadinya
Singapura, Taiwan, dan negara-negara lain. Human Trafficking
Data Institute of Resource Governance and
Social Change (IRGSC) bulan Januari Terdapat aspek universal dibalik
sampai Desember 2015, terdapat 941 orang masalah human trafficking yang dialami

7 9
"Data Perdagangan Orang Oktober 2014," dalam "1.667 Calon TKW Asal NTT Jadi Korban "Human
http://www.irgsc.org/files/Oktober2014FINAL.pdf, Trafficking", dalam
diakses tanggal 3 November 2016 http://regional.kompas.com/read/2016/08/23/09090
8
Ibid 061/1.667.Calon.TKW.Asal.NTT.Jadi.Korban.Hu
man.Trafficking., diakses tanggal 3 November 2016

24
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

negara-negara di seluruh dunia. understand how this universal issue acts as


Penyebabnya adalah: poverty, a cause, it is important to examine three
globalization, the sex tourism industry, specific aspects of poverty: the supply side,
women’s rights, and general global the demand side, and the interaction
education levels.10 Korban trafficking between these two forces.11
adalah mereka yang terpinggirkan, Supply side (sisi pasokan)
terutama kaum perempuan (kondisi dipengaruhi faktor kemiskinan yang
kemiskinan dan ketidakmandirian yang dialami individu (keterbatasan sarana dan
mereka alami). Kondisi-kondisi psikologis akses kebutuhan hidup). Sisi permintaan
dan masalah kemiskinan secara sistematis (demand side) mengacu pada industri
mendorong individu untuk melakukan
komersial atau kegiatan yang
apapun untuk memenuhi kebutuhan mengandalkan kemiskinan sebagai
hidupnya. Berikut adalah faktor-faktor komoditas (individu diperdagangkan secara
yang dipandang sebagai penyebab ilegal) dengan tujuan mempertahankan
terjadinya masalah human trafficking profit atau keuntungan. Berbagai
seperti yang diilustrasikan oleh Cameron & pandangan lembaga atau organisasi secara
Newmann, 2008:3. mayoritas menyebut, faktor utama dan akar
penyebab perdagangan manusia adalah
Tabel 1.1 dipengaruhi supply side akibat dari
kemiskinan.12
Faktor-Faktor Penyebab Human
Trafficking Faktor kemiskinan mendorong
jutaan orang Indonesia melakukan migrasi,
domestik maupun internasional yang
dipandang sebagai sebuah cara
memperoleh kehidupan yang baik bagi
dirinya dan keluarga.13 Berdasarkan hasil
riset, sebuah studi di 41 negara
menunjukkan bahwa keinginan untuk
meningkatkan kondisi ekonomi dan
kurangnya kesempatan kerja adalah salah
satu alasan utama wanita mencari pekerjaan
di luar negeri (Wijers and Lap-Chew, 1999:
61). Researchers in Indonesia also report
Sumber: Cameron & Newmann, 2008:3 that the primary motivation for most
workers to migrate is economic (Hugo,
2002: 173; Suryakusuma, 1999:7).
1. Kemiskinan
Kemiskinan termasuk faktor utama
Maraknya perdagangan manusia di
yang mendorong orang untuk melakukan
Nusa Tenggara Timur (NTT) disinyalir
apapun agar keluar dari keterbatasan yang
lantaran kemisikinan yang melanda
dialami. Berikut gambaran umum
wilayah bagian timur Indonesia itu.
mengenai tiga aspek kemiskinan; To
Direktur Eksekutif Migrant Care Anis
10 12
Diana Betz, Thesis, Human Trafficking in Ruta Tumenaite, Rise in Human Trafficking Tied
Southeast Asia: Causes and Policy Implications, to Poverty, International Church Conference
Naval Postgraduate School, California, 2009, hal. Participants Say,” Catholic Online, October 23,
12-13, dalam 2006.
13
http://www.dtic.mil/dtic/tr/fulltext/u2/a501444.pdf, "Factors that Lead to Trafficking: Poverty," dalam
diakses tanggal 3 November 2016 http://www.solidaritycenter.org/wp-
11
Ibid content/uploads/2015/02/IndoTraffickingCOMPIL
ED-1.pdf, diakses tanggal 3 November 2016

25
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

Hidayah, mengatakan dengan alasan itu resiko. Pengaruhnya pada tingkat


perempuan menjadi sasaran empuk yang pendidikan yang minim, tamat SD atau
dijadikan korban untuk "dilego" ke luar bahkan tidak bersekolah. Pengetahuan yang
negeri.14 minim membuat mereka mudah ditipu dan
diperdaya sehingga mudah dijadikan
Kasus perdagangan manusia di korban human traficking.
NTT muncul sebagai konsekuensi
kemiskinan dan minimnya akses Dalam konteks ini, bisa dikatakan
kesejahteraan. Ketimpangan dan gejala kondisi ekonomi yang terbelakang dan
kemiskinan di NTT memunculkan masalah SDM yang minim menjadikan NTT sebagai
bagi hak-hak perempuan di NTT, mereka propinsi “Darurat Manusia”, orang dengan
dituntut untuk memperbaiki kondisi mudah ditipu akan mendapat kerja yang
ekonomi. Pada kondisi ini, mereka semakin bagus dan diiming-dimingii gaji yang
tertekan dan mudah terpengaruh oleh resiko tinggi. Situasi ini menjadikan NTT sebagai
kejahatan. lahan basah bagi para calo.15
Kemiskinan merupakan sebuah
masalah sosial utama yang terjadi Propinsi Studi kasus, seperti dialami
NTT. Menurut data Badan Pusat Statistik Wilfrida Soic, wanita berumur 17 tahun
(BPS) pada September 2014, sekitar 19,6 yang hanya mengenyam pendidikan sampai
dari total 4,9 juta populasi NTT tergolong kelas 4 SD. Ia dijadikan korban oleh pelaku
dalam kategori penduduk miskin. dalam hal ini calo, secara terorganisir
mengirimnya ke luar negeri, tanpa
Pengaruh kemiskinan tersebut membawa dokumen apa pun. Dalam kasus
melahirkan berbagai dampak sosial. ini, paspor Wilfrida difasilitasi dan dibuat
Terdapat fakta memprihatinkan, bahwa di Jakarta kemudian dikirim dari NTT
konsekuensi kemiskinan menempatkan menuju Jakarta dan ke Singapura.16
posisi perempuan NTT sebagai pihak yang
sangat beresiko terjebak kejahatan, 3. Faktor Ekonomi
intimidasi, dan eksploitasi praktek
perdagangan manusia. Forrel menyatakan “Traffickers are
2. Minimnya Tingkat pendidikan motivated by money”, pelaku perdagangan
manusia termotivasi oleh uang. Kalimat ini
Selain faktor ekonomi, rendahnya hendak memberi suatu pemahaman, bahwa
pemenuhan hak atas akses pendidikan turut faktor ekonomi menjadi salah satu
melatari munculnya korban kejahatan. penyebab utama terjadinya kejahatan yang
Tingginya kasus perdagangan di NTT tidak dilatarbelakangi kesenjangan ekonomi, dan
hanya disebabkan faktor kemiskinan atau lapangan kerja yang tidak memadai dengan
ekonomi, tetapi juga pada minimnya besarnya jumlah penduduk. Hal mendesak
tingkat pembangunan Sumber Daya inilah yang mendorong seseorang mencari
Manusia (SDM) dalam bidang pendidikan. pekerjaan meski harus keluar daerah.

Mayoritas warga NTT secara ilegal Kemiskinan dan rendahnya


direkrut sebagai TKW-TKI karena tidak kesempatan kerja mendorong jutaan
memiliki pemahaman akan bahaya dan penduduk Indonesia melakukan migrasi di

14
"Ini Alasan Utama Maraknya Human Trafficking 15
“NTT, Surga Perdagangan Manusia,” dalam
di NTT," dalam http://floresbangkit.com/2015/01/ntt-surga-
http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/24/322 perdagangan-manusia/, diakses tanggal 3 November
744/ini-alasan-utama-maraknya-human-trafficking- 2016
di-ntt, diakses tanggal 7 November 2016 16
Ibid., “Ini Alasan Utama Maraknya Human
Trafficking di NTT”.

26
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

dalam dan keluar negeri guna menemukan Seruni mencatat, terdapat 44 korban
cara agar dapat menghidupi diri mereka dan meninggal asal NTT akibat tersangkut
keluarga. Selain kemiskinan, kesenjangan kasus perdagangan orang. Perempuan muda
tingkat kesejahteraan antar negara juga asal NTT, mudah direkrut perusahaan jasa
menjadi penyebab terjadinya perdagangan tenaga kerja menjadi buruh migran.
manusia. Negara-negara yang tercatat Bahkan, dari penelusuran yang dilakukan,
sebagai penerima korban perdagangan faktor kemiskinan sebagai pendorong
manusia dari Indonesia, mayoritas memiliki sebagian orangtua di NTT mengizinkan
tingkat kesejahteraan dan ekonomi lebih anaknya direkrut bekerja di luar negeri.19
baik seperti Malaysia, Singapura,
Hongkong, Taiwan dan Saudi Arabia. b. Dampak/Pengaruh Human
Kesejahteraan ekonomi menjadi tujuan Trafficking bagi Warga NTT
mereka bermigrasi ke negara lain.17
Fenomena human trafficking
merupakan masalah sosial yang
4. Pengangguran mengganggu stabilitas kehidupan
masyarakat. Dampak-dampak nyata yang
Pengangguran sebagai salah satu dapat dianalisis dari korban perdagangan
penyebab maraknya korban perdagangan orang utamanya mengakibatkan mental
manusia di NTT. Berbagai sumber dissorder (gangguan mental) karena efek
mencatat, masalah sosial berpengaruh besar trauma psikologis. Sebagian besar korban
terhadap kompleksitas kejahatan di NTT. perdagangan manusia akan mengalami
Beberapa korban adalah mereka yang tidak persoalan psikologis antara lain:
mampu, atau dikategorikan sebagai
kelompok masyarakat rentan.
1. Trauma
Agenda forum Seminar Trauma merupakan masalah
Perdagangan Orang yang digelar Komisi psikologis yang dialami individu atau
Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah kelompok atas perbuatan traumatis yang
(KPPAD) Provinsi Bali, Sabtu 29 Oktober dialaminya. Jenis-jenis masalahnya dapat
2016, membahas tingginya presentase berupa tindak kekerasan, penyiksaan dan
Kasus Perdagangan Manusia di Nusa perbuatan represif lain yang memberikan
Tenggara Timur (NTT). Laporan Serikat tekanan psikologis.
Perempuan Indonesia (Seruni), angka
pengangguran yang tinggi menjadi salah
Trauma adalah : “The essence of
satu pemicu terjadinya eksodus buruh
trauma is that it overwhelms the victim’s
migran dari NTT. Pada kondisi ini, NTT
psychological and biological coping
berada dalam posisi memprihatinkan,
mechanisms. This occurs when internal and
angka pengangguran mencapai angka 88
external resources are inadequate to cope
ribu orang.18
with the external threat.”.20

17 19
"Praktek Perdagangan Manusia dan Ibid
Permasalahannya Ditinjau dari Sosiologi Hukum,"
dalam http://bp3akb.jabarprov.go.id/praktek- 20
Saporta, J. and B.A. van der Kolk,
perdagangan-manusia-dan-permasalahannya- Psychobiological consequences of trauma, in
ditinjau-dari-sosiologi-hukum/, diakses tanggal 3 Torture and its consequences: Current treatment
November 2016 approaches, M. Basoglu, Editor. 1992, Cambridge
18
"KPPAD Bali Soroti Maraknya Kasus Human University Press: Cambridge.
Trafficking di NTT," dalam
https://mikannews.com/2016/10/31/kppad-bali-
soroti-maraknya-kasus-human-trafficking-di-ntt/,
diakses tanggal 7 November 2016

27
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

Warga NTT, khususnya para NTT. Pada bagian ini, Pekerja


perempuan yang menjadi korban human Sosial perlu mencari hubungan
trraficking mengalami trauma mendalam, sebab-akibat sampai menimbulkan
keterasingan dan masalah sosial akibat masalah. Untuk itu, penilaian yang
pengalaman yang dialami. Masalah- hendak dibahas adalah, mengapa
masalah sosial berupa tekanan psikologis masalah human trafficking di NTT
juga mempengaruhi aktivitas dan interaksi dapat terjadi dan menjadi masalah
sosial. sosial.

2. Kekerasan (violence) dan Korban Menjawab itu, penyebab


Meninggal Dunia utama sebagaimana dibahas pada isi
pengantar, yaitu faktor-faktor
Akumulasi masalah dan penyiksaan ekonomi, kemiskinan dan
yang dialami para korban perdagangan pengangguran. Demi mendapat
manusia telah menghadirkan berbagai akses kesejahteraan, masyarakat
masalah sosial. Khususnya persoalan yang berupaya meningkatkan taraf
dialami para korban human trafficking di hidupnya melalui peningkatan
NTT tidak hanya tekanan psikologis, pendapatan. Ketika kemiskinan
namun lebih ekstrem menyebabkan korban menjadi isu sosial yang paling
meninggal dunia. dominan, yang terjadi adalah pola-
pola kejahatan cenderung tinggi,
Polda NTT mencatat sekitar 1.667 salah satunya kasus human
calon Tenaga Kerja Wanita asal NTT yang trafficking.
dikirim keluar daerah secara ilegal dan
menjadi korban Human Trafficking. Assessment Masalah
Hingga tahun 2016, 37 warga NTT
meninggal dunia ketika menjadi Tenaga Pada tahap assessment
Kerja Indonesia yang bekerja di luar (penilaian) masalah, Pekerja Sosial
Negeri. Kemudian, dari hasil komparasi memberikan gagasan atau
data yang berbeda, menurut data Serikat perspektif intervensi terhadap
Perempuan Indonesia (Seruni), terdapat 44 masalah yang ingin ditangani.
korban meninggal asal NTT akibat Dalam konteks penilaian masalah,
tersangkut kasus perdagangan orang.21 Pekerja Sosial perlu melakukan
prinsip-prinsip kajian, penilaian
sebelum menentukan langkah yang
tepat untuk pencegahan (preventif).
c. Assessment dan Strategi Intervensi Pencegahan dapat dilakukan setelah
Pekerjaan Sosial kasus atau hubungan timbal balik
antara penyebab dan masalah
Assesment Penyebab dipahami secara komprehensif.
Langkah assessment ini penting
Pada tahap ini, peran untuk mensinergikan proses
Pekerja Sosial adalah mencari atau intervensi dan berupaya
mengumpulkan validitas informasi menghindari terjadinya masalah di
guna melakukan kajian analisis kemudian hari melalui praktek-
dalam menelusuri penyebab praktek pencegahan lewat
terjadinya human trafficking di intervensi.

21
Ibid., "KPPAD Bali Soroti Maraknya Kasus
Human Trafficking di NTT,"

28
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

Pada aspek ini, Pekerja Tahap assessment atau penilaian


Sosial berperan menganalisa dan terhadap dampak, dilakukan setelah
mengidentifikasi sumber-sumber melalui fase penilaian penyebab
masalah serta saran untuk praktek (caused) dan analisis kasus atau
penanganannya sesuai konteks masalah. Pekerja Sosial berperan
permasalahan. Dalam kaitan kasus memberikan solusi, melalui
human trafficking di NTT, penentuan langkah-langkah dan
assessment (penilaian) yang dapat intervensi praktis terkait
dianalisis adalah terkait penyebab penyelesaian masalah. Kasus
masalah yaitu lebih ditentukan oleh human trafficking di NTT, dapat
lingkungan dan minimnya akses diidentifikasi dari beberapa aspek,
sumber daya sosial (ekonomi, sebagai resiko yang timbul dari
pendidikan). Kejahatan mudah kejahatan. Dampak-dampak yang
terjadi akibat sumber-sumber dapat dijadikan bagian dari
primer masyarakat cenderung assessment ini adalah lebih
terabaikan, sehingga kondisi didominasi faktor gangguan
marginal dan ketersingkiran psikologis yang dialami korban
membuat produktifitas (perempuan dan pekerja anak).
keberfungsian sosial tidak Masalah ini menimbulkan berbagai
terakomodasi secara baik. Untuk persoalan lain, misalnya,
itu, dalam konteks preventif, keterasingan dari komunitas sosial,
Pemerintah Daerah dan Pusat perlu interaksi sosial dan terpuruknya
singeri untuk mencari model status sosial. Untuk itu, Pekerja
bersama untuk mencegah kasus- Sosial dalam mengkaji masalah ini
kasus perdagangan manusia di perlu terlebih dahulu memahami
NTT. Misalnya, perangkat aturan pokok persoalan secara baik dan
atau penegakan hukum lebih menyeluruh. Dalam konteks peran
inklusif sehingga hak-hak Pekerja Sosial untuk mengatasi
masyarakat dapat difasilitasi secara dampak dari kasus ini, dapat
baik dan yang terpenting, para dilakukan dengan metode intervensi
pelaku kejahatan ditindak tegas. terhadap korban, mencari tahu
secara pasti keinginan dan potensi
Kemudian, setelah para korban agar kembali berdaya di
korban atau masyarakat yang lingkungan sosialnnya. Misalnya,
terlibat diselamatkan dari rantai dapat digunakan sterngth based
perdagangan manusia, langkah perspective, yaitu semaksimal
yang harus disiapkan adalah mungkin menggali potensi yang
bagaimana proses mengelola dimiliki korban (sebagai
sumber daya manusia dan penyandang masalah), kemudian
menciptakan lapangan pekerjaan meyakinkan secara mental dan
agar mereka tidak kembali menjadi psikologis bahwa korban mampu
korban. Ketika para korban telah menyelesaikan masalahnya serta
kembali ke masyarakat, harus keluar dari keterasingan dan stigma
disiapkan sumberdaya sosial agar masyarakat. Untuk mencapai itu,
pengembangan kapasitas ekonomi proses pelibatan (engagement)
dan kesejahteraan tercapai. orang-orang terdekat (keluarga,
tetangga) sebagai pihak yang
Assesment Dampak penting dan sangat berpengaruh
(significant others) terhadap proses
penyembuhan dan pemberdayaan

29
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

korban yang sedang mengalami Sistem Pelaksana Perubahan


trauma.
Sistem ini menjelaskan the change
Intervensi Pekerjaan Sosial terhadap of agent system. Dalam
Human Trafficking penggunaannya untuk penanganan
kasus human trafficking di NTT,
Kasus human trafficking di NTT pihak-pihak yang terlibat adalah
merupakan masalah sosial yang patut Pekerja Sosial. Selain itu, adaapun
ditangani. Terkait konteks penanganan, ada Lembaga Swadaya Masyarakat
beberapa kategori yang dapat digunakan (LSM) dan Non Governmental
sebagai pendekatan pemecahan masalah. Organization (NGO) yang
Pendekatan Pekerjaan Sosial sebagai berkaitan dalam konteks
praktek profesional menawarkan konsep mendukung penyelesaian masalah
yang disebut intervensi dan assessment misalnya, UNODC dan IOM.
dalam bentuk strategi praktis mencari
penyebab, menggali masalah, analisis, Sistem Klien
identifikasi dan solusi pemberdayaan bagi
klien (orang yang membutuhkan bantuan) Menggambarkan relasi atau
atau Penyandang Masalah Sosial. kesepakatan antara orang yang
meminta pertolongan dengan agen
Strategi penanganan Pekerja Sosial perubahan, Target klien dalam
mengenal istilah Sistem Dasar, masalah human trafficking di NTT
diperkenalkan oleh Allen Pincus dan adalah Pelaku human trafficking
Minahan. Pada tahun 1973, Pincus dan dan korban. Korban dan pelaku
Minahan dalam karya Social Work sama-sama diberikan pelayanan
Practice: Model and Method, merintis kemanusiaan oleh pihak-pihak yang
pendekatan penerapan analisis sistem pada terlibat dalam sistem pelaksana.
praktek pekerjaan sosial. Asumsi dasarnya
adalah, bahwa terdapat common core (inti Sistem Sasaran
pokok) mengenai keahlian dan konsep
esensial dalam praktek pekerjaan sosial, Sasaran dimaksud adalah pelaku
yaitu melihat fakta berdasarkan interpretasi Human Traffcking dan korban.
teoritis dan teori sistem.22 Pertama, pelaku kejahatan perlu
ditangani melalui pendalaman
Pincus & Minahan menggunakan informasi, mencari alasan atau
empat sistem dasar Pekerjaan Sosial sebab mengapa yang bersangkutan
sebagai suatu pendekatan perubahan melakukan tindakan kejahatan.
terencana. Informasi dapat diperoleh melalui
interview (misal: keluarga,
a. Sistem Pelaksana Perubahan (a tetangga, significant others),.
change agent system) Tujuan penanganan yang berbasis
pada pelaku ini dilakukan untuk
b. Sistem Client (a client system)
mencegah agar masalah tidak terus
c. Sistem Sasaran (a target system) terjadi. Kedua, sasaran yang penting
d. Sistem Kegiatan (an action system) untuk dilayani adalah korban
perdagangan manusia. Pendekatan
yang dapat digunakan dalam
22
“Assessment dalam Praktek Pekerjaan Sosial,” dalam-praktek-pekerjaan-sosial/, diakses tanggal 1
dalam Januari 2017
http://kesos.unpad.ac.id/2010/04/29/assessment-

30
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

konteks praktek Pekerjaan Sosial Bekerja Bersama Organisasi dan


yaitu strength based perspective, Komunitas”, Edisi Revisi Buku,
yang berprinsip pada Unpad Press,
pengembangan sumber daya yang Raharjo, ST. 2015. “Dasar Pengetahuan
ada dalam diri korban dan Pekerjaan Sosial”, Buku, Unpad
meyakinkan dia bahwa Ia memiliki Press
potensi untuk keluar dari masalah
trauma yang dialami. Raharjo, ST., Taftazani, BM., Apsari, NC.,
Santoso, MB. 2016. “PANDUAN
Sistem Kegiatan PRAKTIKUM MIKRO
(Konseling dan Pengembangan
Lembaga atau organisasi yang Diri)”. Buku . Unpad Press.
bekerjasama dalam praktek Raharjo, ST. 2015. “Assessment dan
assessment antara lain, Dinas Wawancara dalam Praktik
Sosial, Psikolog, Psikiater dan juga Pekerjaan Sosial dan
keterlibatan Pemerintah Pusat Kesejahteraan Sosial”, Edisi
seperti, Kementerian Sosial, Revisi Buku, Unpad Press
Komnas HAM sebagai stakeholder
yang berperan secara kelembagaan Tumenaite Ruta, Rise in human trafficking
untuk memperkuat kapasitas tied to poverty, international
pelayanan, advokasi, pemberdayaan church conference participants
bagi pelaku dan korban dalam say, Catholic Online, October 23,
rangka menyelesaikan masalah 2006
human trafficking di NTT. J. Saporta. And van der Kolk B.A.,
Psychobiological consequences of
trauma, in Torture and its
consequences: Current treatment
approaches, M. Basoglu, Editor.
1992, Cambridge University
DAFTAR PUSTAKA Press: Cambridge

Buku: Website:
Farhana, Aspek Hukum Perdagangan “Sex Slavery/Trafficking,” dalam
Orang di Indonesia, Sinar Grafika, http://www.soroptimist.org/traffic
Jakarta, 2010. king/faq.html, diakses tanggal 5
Human Rights Watch, Seolah Saya bukan November 2016
Manusia, 2008 "How Globalization Affects Transnational
Darwin Muhadjir, Pencegahan Migran Crime," dalam
dan Seksualitas, Yogyakarta : http://www.cfr.org/transnational-
Center for Population and Policy crime/globalization-affects-
Studies, Gadjah Mada University, transnational-crime/p28403,
2003 diakses tanggal 5 November 2016

Betz Diana, Thesis, Human Trafficking in "Praktek Perdagangan Manusia dan


Southeast Asia: Causes and Policy Permasalahannya Ditinjau dari
Implications, Naval Postgraduate Sosiologi Hukum," dalam
School, California, 2009 http://bp3akb.jabarprov.go.id/prak
tek-perdagangan-manusia-dan-
Raharjo, ST. 2015. “Pekerjaan Sosial permasalahannya-ditinjau-dari-
Generalis, Suatu Pengantar

31
118SHARE: SOCIAL WORK ISSN:2339 -0042 (p)
VOLUME: 7 NOMOR: 1 HALAMAN: 1 - 129
JURNAL ISSN: 2528-1577 (e)

sosiologi-hukum/, diakses tanggal sosiologi-hukum/, diakses tanggal


3 November 2016 3 November 2016
"Fellowship untuk Jurnalis: Liputan "KPPAD Bali Soroti Maraknya Kasus
Investigasi Perdagangan Human Trafficking di NTT,"
Manusia," dalam dalam
http://jaring.id/id/enactivities/fello https://mikannews.com/2016/10/3
wship/fellowship-untuk-jurnalis- 1/kppad-bali-soroti-maraknya-
liputan-investigasi-perdagangan- kasus-human-trafficking-di-ntt/,
manusia/, diakses tanggal 4 diakses tanggal 7 November 2016
November 2016 Raharjo, ST. “Assessment dalam Praktek
"Data Perdagangan Orang Oktober 2014," Pekerjaan Sosial,” dalam
dalam http://kesos.unpad.ac.id/2010/04/
http://www.irgsc.org/files/Oktobe 29/assessment-dalam-praktek-
r2014FINAL.pdf, diakses tanggal pekerjaan-sosial/, diakses tanggal
3 November 2016 1 Januari 2017
"1.667 Calon TKW Asal NTT Jadi Korban
"Human Trafficking", dalam
http://regional.kompas.com/read/2
016/08/23/09090061/1.667.Calon.
TKW.Asal.NTT.Jadi.Korban.Hu
man.Trafficking., diakses tanggal
3 November 2016
"Factors that Lead to Trafficking: Poverty,"
dalam
http://www.solidaritycenter.org/w
p-
content/uploads/2015/02/IndoTraf
fickingCOMPILED-1.pdf, diakses
tanggal 3 November 2016
"Ini Alasan Utama Maraknya Human
Trafficking di NTT," dalam
http://news.metrotvnews.com/rea
d/2014/11/24/322744/ini-alasan-
utama-maraknya-human-
trafficking-di-ntt, diakses tanggal
7 November 2016
“NTT, Surga Perdagangan Manusia,”
dalam
http://floresbangkit.com/2015/01/
ntt-surga-perdagangan-manusia/,
diakses tanggal 3 November 2016
"Praktek Perdagangan Manusia dan
Permasalahannya Ditinjau dari
Sosiologi Hukum," dalam
http://bp3akb.jabarprov.go.id/prak
tek-perdagangan-manusia-dan-
permasalahannya-ditinjau-dari-

32