Anda di halaman 1dari 10

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

Hipertensi

Disusun oleh:

Mahasiswa Profesi Ners STIKES Kepanjen

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN


PEMKAB MALANG 2017
LEMBAR PENGESAN SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI

Tanggal 16 September 2017

Oleh:
Mahasiswa Profesi Ners STIKES Kepanjen

Anggota :
1. Aan Dwi Masruroh
2. Benti Komsatun
3. Chaya Hamami Ishmah
4. Rosi Slamet Saputri
5. M. Alfan Rizki
6. Muh Yusuf
7. Fara Laila Nahdiya Maulida
8. Nike Wahyu Larasati
9. Afrudita Nurhidayati
10. As’ad Durrohman

Malang, 16 September 2017

Mengetahui

Pembimbing Lahan Pembimbing Institusi

(.................................) (.......................................)
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI

Topik Penyuluhan : Hipertensi


Pokok Bahasan : Pencegahan & Penanganan Hipertensi
Sub Pokok Bahasan : Pemahaman Tentang Pencegahan & Penanganan
Hipertensi
Sasaran : Lansia yang Mengikuti Posyandu Lansia di RW 08
Tempat : Posyandu Lansia di RW 08 Desa Padi Kelurahan
Talang Suko
Hari / Tanggal : Sabtu, 16 September 2017
Waktu : 30 menit

I. Latar Belakang
Dewasai ni, penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering kita
jumpai di Indonesia. Diperkirakan sekitar 80% kejadian hipertensi terutama di
Negara berkembang dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan
menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka
penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk. Menua bukanlah suatu
penyakit tetapi merupakan suatu proses berkurangnya daya tahan tubuh dalam
menghadapi rangsangan baik dari dalam maupun dari luar tubuh. Walaupun
demikian harus diakui bahwa ada berbagai penyakit yang sering menyerang
lanjutusia (Nugroho, 2000). Umumnya lansia terjadi atrofi thymus sebagai organ
manusia sebagai tempat pembelajaran limfosit T, yaitu dirigen system imunitas
tubuh. Sehingga lansia mudah dihinggapi keadaan multiple deseases (Miller,
2008). Penyakit yang sering diderita lansiaantara lain: hipertensi, kencing manis,
asam urat, stroke, osteoporosis, arthritis reumathoid.
II. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendengarkan penyuluhan pengertian, penyebab, pencegahan dan
penanganan Hipertensi yang diberikan mahasiswa kesehatan, diharapkan
peserta mengerti tentang Hipertensi.

III.Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mengikuti penyuluhan ini, diharapkan peserta mampu :

1. Menjelaskan mengenai pengertian Hipertensi.


2. Mengetahui penyebab dari Hipertensi.
3. Mengetahui tanda dan gejala Hipertensi.
4. Mengetahui klasifikasi dari penyakit Hipertensi.
5. Melakukan pencegahan dan penanganan penyakit Hipertensi.
6. Mengetahui diit yang tepat untuk Hipertensi.

IV. Sasaran
Lansia yang hadir di posyandu lansia RW 08 pada tanggal 16 September
2017.

V. Materi

Pencegahan dan Penanganan Hipertensi.

VI. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi / Tanya Jawab

VII. Media
1. Leaflet : Pemahaman Tentang Pencegahan & Penanganan Hipertensi
VIII. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Posyandu Lansia.
Jadwal, alat bantu atau media, pengorganisasian, proses penyuluhan
dilakukan sebelumnya.
2. Evaluasi Proses
a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
b. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
penyuluhan usai.
c. Peserta mampu menerima materi dengan baik, mengajukan
pertanyaan, dan menjawab pertanyaan secara benar.
3. Evaluasi Hasil
Peserta Mengerti tentang pengertian Hipertensi penyebab, tanda gejala
Hipertensi, pencegahan Hipertensi, diit Hipertensi.

IX. Kegiatan Penyuluhan

No Kegiatan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta Waktu

1 Pembukaan  Mengucapkan salam pembuka  Menjawab salam 5 menit


 Menanyakan kabar  Menyatakan
pengunjung keadaan
 Menjelaskan kontrak waktu  Memperhatikan
dan tujuan penyuluhan  Mendengarkan
 Menjelaskan topik yang akan
diberikan
2 Pelaksanaan  Klarifikasi pengetahuan  Mengemukakan 15 menit
masyarakat tentang penyakit pendapat
Hipertensi.  Memperhatikan
 Menjelaskan tentang  Memberikan
pengertian, penyebab, tanda pertanyaan
gejala, cara mencegah dan  Memperhatikan
menangani, serta jenis diit dan
yang tepat bagi penderita mendengarkan
Hipertensi. jawaban yang
 Memberi kesempatan pada dikemukakan
peserta untuk bertanya tentang penyuluh.
hal-hal yang belum
dimengerti tentang penyakit
Hipertensi
 Menjawab pertanyaan peserta
penyuluhan.
3 Terminasi  Penyaji menegaskan kembali  Memperhatikan 10 menit
kesimpulan dari topik yang  Mengucapkan
sudah di bahas sebelumnya. kembali
 Mengucapkan terima kasih terimakasih
atas peran serta. kepada
 Mengucapkan salam penutup. mahasiswa yang
telah memberikan
penyuluhan.
 Menjawab salam.

X. Pengorganisasian
Moderator : Benti Komsatun
Pembicara : Rosi Slamet Saputri
Observer : Aan Dwi Masruroh
Chaya Hamami Ishma
M. Alfan RizkI
MATERI
1. Pengertian Hipertensi
Hipertensi adalah terjadinya kenaikan tekanan darah sistolik (atas) 140
mmHg atau lebih dan tekanan diastolik (bawah) 90 mmHg atau lebih.
Hipertensi tidak hanya beresiko tinggi pada penderita penyakit jantung, tapi
juga penderita penyakit lain seperti penyakit syaraf, ginjal dan pembuluh
darah, dan semakin tinggi tekanan darah semakin tinggi resikonya (Price,
2000).

2. Penyebab Hipertensi
a. Hipertensi Primer (esensial) : disebut juga hipertensi idiopatik karena
tidak diketahui penyebabnya yaitu genetik, usia, obesitas, konsumsi
alkohol, merokok usia dan polisitemia.
b. Hipertensi Sekunder penyebabnya Kegemukan, Kurang olah raga,
Stress, Konsumsi kopi, Konsumsi alkohol dan merokok serta
konsumsi garam yang berlebihan.

3. Tanda dan gejala


a. Sakit kepala dan pusing (bagian belakang) terutama bila bangun
tidur.
b. Nggliyer (Bhs. Jawa), terasa melayang.
c. Rasa berat ditengkuk atau leher.
d. Kadang mimisan.
e. Emosi yang tidak stabil, mudah tersinggung.
f. Telinga berdenging.
g. Sukar tidur.
h. Mata berkunang-kunang.
i. Rasa mual atau muntah.
4. Kategori Hipertensi

No Kategori Sistolik Diastolic

(mmHg) (mmHg)

1. Optimal < 120 < 80

2. Normal 120 – 129 80 - 84

3. High Normal 130 – 139 85 - 89

4. Hipertensi

Grade 1 140 – 159 90 - 99


(ringan)

Grade 2 160 - 179 100 - 109


sedang

Grade 3 180 - 209 110- 119


tinggi

Grade 4 > 210 > 120


sangat tinggi

5. Faktor-faktor yang Dapat Mempengaruhi Hipertensi


a. Obesitas
b. Perokok
c. Peminum alkohol
d. Penyakit DM dan jantung
e. Wanita yang tidak menstruasi
f. Stress
g. Kurang olah raga
h. Diet yang tidak seimbang, makanan berlemak
6. Komplikasi
Efek pada organ :
a. Otak
 Kematian sel otak : stroke
b. Ginjal
 Malam banyak kencing
 Kerusakan sel ginjal
 Gagal ginjal
c. Jantung
 Sesak nafas (dyspnoe)
 Cepat lelah
 Gagal jantung

7. Cara Pencegahan dan Penanganan Hpertensi


a. Batasi pemakaian garam.
b. Mulai kurangi pemakaian garam sejak dini apabila diketahui ada faktor
keturunan hipertensi dalam keluarga.
c. Tidak merokok.
d. Perhatikan keseimbangan gizi, perbanyak buah dan sayuran.
e. Hindari minum kopi yang berlebihan.
f. Batasi makanan.
g. Periksa tekanan darah secara teratur, terutama jika usia sudah mencapai
40 tahun.

8. Bagi yang Sudah Sakit


a. Berobat secara teratur.
b. Jangan menghentikan, mengubah, dan menambah dosis dan jenis obat
tanpa petunjuk dokter.
c. Konsultasikan dengan petugas kesehatan jika menggunakan obat untuk
penyakit lain karena ada obat yang dapat meningkatkan memperburuk
hipertensi
9. Makanan yang dianjurkan
a. Buah pisang, belimbing
b. Beras, kentang, ubi, mie, maezena, hunkue, terigu, gula pasir.
c. Kacang-kacangan dan hasilnya seperti kacang hijau, kacang merah,
kacang tanah, kacang tolo, tempe, tahu tawar, oncom.
d. Minyak goreng, margarine tanpa garam.
e. Sayuran dan buah-buahan tawar.
f. Bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri,
kunyit, kencur, laos, lombok, salam, sere, cukak.

10. Makanan yang tidak diperbolehkan


a. Otak, ginjal, paru-paru, jantung dan udang.
b. Semua makanan yang diberi garam natrium pada pengolahan, seperti :
 Biskuit, bolu dan kue lain yang dimasak dengan garam dapur atau
soda
 Dendeng, abon, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang kering, telur
asin, telur pindang.
 Keju, selai kacang tanah.
 Margarine, mentega.
 Acar, asinan sayuran, sayur dalam kaleng.
 Asinan buah, manisan buah, buah dalam kaleng.
 Kecap, terasi, petis, dan saos tomat.

11. Pengobatan tradisonal untuk Hipertensi


Mentimun, Buah belimbing, Daun seledri
Cara membuat obat tradisional:
1. 1/2 kg buah ketimun/belimbing cuci hingga bersih.
2. Kupas kulit dan kemudian diparut.
3. Saring airnya dengan penyaring.
4. Setelah disaring kemudian diminum.
5. Lakukan setiap hari kurang lebih 1kg untuk 2 kali minum.