Anda di halaman 1dari 1

Sebagai waktu yang dibutuhkan suatu obat agar konsentrasinya menjadi separuh (50%) dari

konsentrasi semula. Efek obat akan lebih panjang jika mempunyai waktu paruh panjang.
Sebaliknya, efek obat akan singkat bila memiliki waktu paruh pendek. Waktu paruh ini
dipengaruhi oleh konstanta kecepatan eleminasi (Kel)

Konsentrasi pada keadaan mantap

Bila obat diberikan berulang – ulang menurut interval yang teratur, pada suatu saat
konsentrasi obat dalam plasma tidak akan bertambah lagi karena pada saat ini kecepatan
eliminasi obat akan sama dengan kecepatan obat yang masuk. Eliminasi obat akan meningkat
kecepatannya dengan meningkatnya konsentrasi obat dalam plasma secara proporsional. Oleh
karena itu pada suatu saat, jumlah obat yang akan dieleminasikan mencapai jumlah yang
sama dengan jumlah obat yang diberikan, dan keadaan ketika konsentrasi obat dalam plasma
ini menetap disebut keadaan mantap ( steady state). Jadi, pada keadaan mantap ini kecepatan
rat –rata eliminasi sama dengan kecepatan rata – rata pemberian obat, misalnya pada
penyuntikan obat berulang- ulang atau pemberian obat secara infus.

C (keadaan mantap) = Q/T.CLs

Keterangan : Q = dosis yang diberikan setiap T jam, T = interval waktu setiap pemberian obat
dan, CLs = bersihan sistemik

Dalam praktiknya, keadaan mantap ini secara efektif dapat dicapai setelah suatu
interval yang lamanya 3x waktu paruh obat. Keadaan mantap ini dapat juga dipercepat
dengan jalan memberikan dosis awal yang lebih besar. Misalnya pada pemberian digoksin
untuk payah jantung.

Dari gambar 2-7 terlihat dalam waktu satu t1/2 setengah (50%) obat dalam tubuh
yang telah dieliminasikan. Pada t1/2 kedua, separuh dari sisa obat dalamtubuh telah
dieliminasikan pula. Pada t1/2 ketiga, kembali setengah dari obat yang tersisa dalam tubuh
dieliminasikan keluar tubuh.

Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa :

1. Waktu paruh obat adalah parameter farmakokinetik yang menetukan lamanya obat
berada dalam tubuh
2. Dalam waktu satu t1/2 50% obat dalam tubuh telah dikeluarkan dari tubuh atau kadar
obat dalam plasma darah telah berkurang menjadi separuhnya (50% dari kadar
semula), dan
3. Waktu paruh obat tidak bergantung pada jumlah obat dalam tubuh, maupun pada
kadar obat dalam plasma