Anda di halaman 1dari 6

Introduction

Methods

a. Sources and distribution of exposure in the population

b. Cancer

 Epidemiology

 In vivo

 In vitro

c. Symptoms

d. Nervous system effects

e. Miscellaneous human

f. Reproduction and development

g. Sensitivity of children

h. Conclusions about RF fields

Intermediate Frequency Fields (IF fields)


a. Sources and distribution of exposure in the population

b. Health Effects

c. Conclusions about IF fields

Extremely low frequency fields (ELF fields)

a. Sources and distribution of exposure in the population

b. Cancer

 Epidemiology

 In vivo

 In vitro

c. Symptoms

d. Other Health Effects

 Epidemiology

 In vivo

 In vitro
e. Conclusions about ELF fields

Static fields
a. Sources and distribution of exposure in population
Jumlah alat buatan yang dapat menjadi sumber medan magnetic statis masih
sedikit, tetapi seiring dengan perkembangan waktu terdapat peningkatan teknologi
akan penggunaan medan magnetis statis, sehingga orang yang terkena paparan
medan magnetic statis juga bertambah. Penggunaan medan maknetik statis
ditemukan pada industry aluminium dan chlorakali, proses pengelasan, proyek
kereta api dan terowongan bawah tanah. Penggunaan medan maknetis yang paling
menonjol adalah MRI, berbagai jenis jaringan tubuh manusia dapat diidentifikasi
oleh penggunaan medan magnetic statis.

b. Health effects
Hanya sedikit studi epidemiologi mengenai medan magnetic statis, dan kebanyakan
meneliti mengenai resiko kanker. Terdapat beberapa laporan mengenai efek
reproduktif, dan beberapa efek lainnya. Secara keseluruhan hasil studi okupasi yang
berfokus pada efek medan magnetic statis penilaian paparan mash kurang.
Sehingga tidak dapat disimpulkan efek yang dapat ditumbulkan oleh medan
magnetic statis karena keterbatasan data yang ada.
Banyak penelitian biologi yang dilakukan untuk mencari efek biologi akibat medan
magnetic statis. Penelitian ini telah di kaji oleh WHO. Efek bilologis yang diteliti
seperti haemoglobin, rhodopdin, radikal bebas, nitrit oksida.

c. Conclusions about static fields


Tidak adanya data yang adekuat menyebabkan penilaian resiko tetang medan
magnetic statis sulit dinilai. Seiring dengan perkembangan waktu dan penggunaan
MRI yang banyak maka dapat dijadikan suatu hal untuk diteliti.

Environmental Effects
Opini CSTEE mengenai dampak lingkukan medan elektormagnetik tidak dipertimbangan,
karena penelitian tentang efek medan elektromagnetik kebanyakan meneliti dengan
periode yang singkat dan hanya terhadap 1 spesias saja, beberapa penelitian juga
meneliti tentang sumber elektromagnetik yang berasal dari SUTET.
Hanya beberapa spesies saja yang bisa dipastikan memiliki sensitifitas dengan medan
elektromagnetik. Seperti spesies yang memiliki ketergantungan dengan medan magnetic
untuk migrasi (burung, ikan, serangga dan kelelawar), dan atau spesie yang memiliki
organ kepekaan listrik (hiu dan pari). Spesies yang memiliki kerentanan tinggi terhadap
mekanisme pertahanan tubuh seperti hewan dengan kemapuan termoregulasi yang buruk
rentan terhadap medan elektromaknetik.
Menurut kesimpulan penelitian Foster dan Repacholi (2000), pencobaan terhadap analisis
lingkungan karena efek medan elektromagnetik dengan sedikit pengecualian masih jauh
dari focus, hasil hasil yang didapatkan masih jauh dari kualitas yang dicapai.
Pada beberapa tahun belakangan ini peningkatan jumlah studi mengenai medan
elektromagnetik lebih memfokuskan efek medan elektromagnetik terhadap sensitivitas
pengukuran biomarker, termasuk antioksidan status / pengukuran enzim antioksidan,
stress marker seperti alanine (tumbuhan) dan protein heat syok (hewan), perubahan
pertumbuhan sel (seperti meristem pada tumbuhan), perubahan DNA (seperti
penggunaan comet assay).
Penelitian dari Monselise et al (2003) menggambarkan penggunaan marker baru pada
perubahan jaringan pada tumbuhan. Hasil penelitian ini pada tamanan cocor bebek
bahwa pemberian gelombang elektromagnetik rendah (60 dan 100 Hz)dapat
menyebabkan peningkatan alanine pada tumbuhan (peningkatan stress dari tumbuhan).
Penelitian Regoli et al (2005) bahwa efek pemberian frekuensi rendah dari medan
elektromagnetik (50 Hz) menyebabkan penurunan drastis dari enzim katalasi dan
gluation reduktase.
Zaidi dan Khatoon (2003) menyatakan bahwa tumbuhan yang tumbuh di bawah kabel
SUTET (tegangan tinggi 132000 dan 220000 Volts) terdapat perubahan genetic pada
pollen tumbuhan.
Yao et al (2005) menganalisa akibat dari elektromagnetik bersamaan dengan radiasi UV-B
pada pertumbuhan benih timun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeberian
gelombang elektromagnetik meningkatkan pertumbuhan benih sedangkan yang terpapar
UV-B menunjukkan penurunan pertumbuhan benih.
Dari contoh – contoh penelitian di atas menimbulkan beberapa pertanyaan apakah medan
elektromagnetik bersifat additive terhadap stressor lingkungan lainnya atau merupakakn
konsekuensi praktikal dari indvidu tanaman dan ekosistem.
Dikarenakan kurangnya kualitas data yang relevan dengan spesies berarti belum bias
menentukan lingkungan yang standard untuk melindungi manuasia dari medan
elektomagnetik. Pada saat sekarang belum dapat ditentukan kesimpulan mengenai
dampak terhadap kesehatan manusia, monitoring jangka pajang terhadap spesies dan
ekosistem harus dipilih yang sesuai dengan keadaan manusia.

Conclusion
Frekuensi Radio (FR Fieleds)
Berdasarkan keseimbangan data epidemiologi bahwa penggunaan telepon selular kurang
dari 10 tahun tidak meningkatkan resiko terkenanya tumor otak atau acoustik neuroma.
Untuk penggunaan jangka waktu yang lebih lama data penelitian masih jarang dan
kesimpulannya belum pasti. Dari data yang ada sepertinya tidak terdapat efek resiko
terkena tummor otak pada penggunaan telepon selular dalam jangka waktu yang lama,
akan tetapi untuk acoustic neuroma pada beberapa penilitian sepertinya memperlihatkan
hubungan. Penyakit diluar kanker datanya sangat sedikit.
Efek penggunaan telepon selular pada anak – anak dan remaja belum ada bukti yang
memadai , akan tetapi mungkin lebih sensitive terhadap frekuesi radio karena mereka
dalam masa pertumbuhan. Anak –anak jaman sekarang lebih banyak terpapar frekuensi
radio disbanding dengan generasi sebelumnya.
Paparan gelombang radio belum pernah dilaporkan pasti memiliki hubungan dengan efek
keluhan pribadi seperti sakit kepala, lemah, lunglai dan kesulitan konsentrasi).
Penelitian tentang saraf dan reproduksi tidak terdapat indikasi resiko kesehatan.
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa frekuensi radio tidak dapat mencetuskan
kanker, memperbesar resiko terkena kanker.
Tidak ada efek kesehatan yang secara konsisten dipertujukkan pada paparan level
eksposure dibawah ICNIRP. Akan tetapi penelitian ini harus dilihat dalam jangka panjang.
Medan frekuensi sedang (IF Fields)
Data Penelitian dan epidemiologi dari medan frekuensi sedang masih sangat jarang. Akan
tetapi pada penilaian resiko paparan akut dibagi menjadi 2 yaitu frekuensi rendah dan
frekuensi tinggi. Evaluasi dan pengukuran yang sesuai dengan kemungkinan adanya efek
kesehtana harus diteliti dalam jangka waktu yang lama seiring meningkatnya teknologi di
bidang ini.
Medan frekuesi sangat rendah (ELF Fields)
Kesimpulan sebelumnya mengenai medan frekuensi sangat rendah yang menyatakan
bahwa dapat menyebahkan karsinogen, terutaman pada anak – anak dapat mneybabkan
leukimia masih valid. Belum ada penjelasan umum yang menjelaskan bagaimana medan
frekuensi sangat rendah daoat menyebakan leukimia. Dari studi kepada hewan belum
didapatkkan bukti yang kuat untuk menentukan hubungan sebab akibat. Belum adanya
konsistensi laporan yang menunjukkan hubungan antara medan frekuensi sangat rendah
dengan laporan gejala pribadi (seperti hipersensitvitas karena listrik). Untuk kanker
payudara dan penyakit kardiovaskular, penelitian belakangan ini menunjukkan sebab
akibat yang tidak semestinya. Untuk penyakit neurodegenerative dan tumor otak,
hubungan antara medan frekuensi sangat rendah masih belum jelas.
Medan statis
Adekuat data yang dibutuhkan untuk melakukan penilaian resiko terhadap medan
magnetik statis masih sangat jarang. Peningkatan perkembangan teknologi yang
menggunakan medan magnetic statis seperti MRI memerlukan pembuatan penilaian
resiko hubingan antara paparan dengan personel.
Efek lingkungan
Dengan belum adanya data yang berkualitas dalam menetukan hubungan relevansi
dengan spesies menyebabkan kurangnya data untuk mengidentifikasi suatu standard
lingkungan yang aman bagi spesies terhadap paparan medan elektromagnetis.
Kekurangan data yang adekuat juga menyebabkan tidak bisanya ditentukan apakah suatu
standard lingkungan harus benar –benar sama atau benar – benar berbeda dalam
menjaga kesehatan manusia.
Kesimpulan secara keseluruhan
Komite sangat memperhatikan mandate yang meminta perhatian khusus yang diberikan
kepada berbagai isu. Dalam kebanyakan kasus data yang tersedia sangat terbatas.
Beberapa isu ini akan dibahas lebih jauh agar perolehan data yang lebih jauh dapat
diperoleh.
Rekomendasi peneliti
Radio Frekuensi (RF Fields)
- Dibutuhkan studi kohort prospektif jangka panjang dalam menentukan efek
hubungan yang sudah ada. Problem yang harus diatasi seperti recall bias dan
penilaian aspek paparan, bias seleksi proporsi non responder, periode studi yang
pendek, pembatasan terhadap tumor intracranial.
- Efek kesehatan frekuensi radio terhadap anak –anak, saat ini belum ada data
mengenai penelitian terhadap anak-anak. Isu ini juga bisa dialamatkan terhadap
penelitian hewan yang belum dewasa. Penelitian harus mempertimbangkan dosis
yang mungkin berbeda dibandingkan dewasa.
- Distribusi pajanan pada popupasi. Untuk pajanan personal sudah ada alat yang
digunakan untuk mengukur pajanan individual akan tetapi dibutuhkan alat untuk
menilai pajanan secara kelompok populasi yang berbeda karakteristik dan diukur
dalam waktu tertentu.
- Dibutuhkan beberapa penilitian ulang , seperti studi mengenai genotoksisitas dan
kecerdasan yang berhubungan dengan parameter kualitas tidur. Untuk studi yang
berfokus pada biomarker harus dipertimbangkan untuk diteliti lebih lanjut.
Penggunaan alat dosimeter yang baik harus diterapkan.
Medan magnetic sedang (IF Fields)
Data yang menunjukkan efek terhadap kesehatan manusia sangat jarang. Isu ini harus
dialamatkan kepada penelitian ynag lebih dalam seperti studi epidemiologi dan
eksperimental.
Medan magnetic sangat rendah (ELF Fields)
Studi epidemilogi mengindikasikan peningkatan resiko leukimia pada anak-anak karena
ppaparan tinggi medan magnetic sangat rendaah, tetapi data ini tidak didukung penelitian
terhadap hewan. Mekanisme dari terjadinya leukimia dan alasan terdapatnya gap harus
diberikan penjelasan dan klarifikasi.
Medan magnetic statis
- Studi kohort mengenai personel yang terpajan alat yang memiliki medan magnetic
statis sangat diperlukan.
- Stud eksperimental yang relevan seperti studi kanker, genotoksisitas,
neurobehaviour perlu diteliti dengan baik.
Pertimbangan lainnya
Penelitian yang memasukkan kombinasi pajanan dari frekuensi medan magnetis perlu
dipertimbangkan.