Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kanker prostat adalah tumor ganas pada prostat yang fungsinya memproduksi

cairan semen selama ejakulasi. Kelenjar prostat selalu bertambah besar setelah melewati

usia pubertas, karena ekspansi stroma mesenkimal. Pembentukan kanker prostat

berkembang dari epitelial glandular dari organ kecil yang mensekresi cairan seminal

pada pria. Hampir semua dari kanker prostat diidentifikasi sebagai adenokarsinoma,

yang menyebar ke bagian tubuh lain, khususnya tulang dan kelenjar getah bening.

Pertumbuhan kanker prostat dipengaruhi oleh hormon testosteron yang diproduksi oleh

pria (Robbins, 2010).

Diperkirakan 1,1 juta orang di seluruh dunia telah didiagnosis menderita kanker

prostat pada tahun 2012, sehingga kanker prostat menempati urutan kanker terbanyak

keempat di dunia . Di Indonesia, Kanker prostat menempati urutan ke 5. Dari data

Indonesian Society of Urologic Oncology (ISUO) 2011 selama periode 2006-2010

terdapat 971 penderita kanker prostat, dengan penambahan kasus 70-80 kasus per tahun.

Jumlah kematian akibat kanker prostat lebih besar di negara-negara berkembang

dibandingkan di negara maju (Kementrian Kesehatan, 2015).

1
Gejala-gejala umum yang timbul pada penderita kanker prostat adalah hematuria,

obstruksi saluran kencing, edema pada ekstremitas bawah akibat penyebaran kanker

keluar jaringan menuju nodus limfa sehingga mengakibatkan obstruksi nodus limfa.

Pada stadium awal kanker prostat tidak menunjukkan gejala yang spesifik, sehingga

mempersulit diagnosa penyakit ini (Robbins, 2010).

Salah satu faktor risiko timbulnya kanker prostat adalah kelainan hormonal

sejalan dengan peningkatan usia. Dengan semakin meningkatnya usia maka berbagai

fungsi tubuh akan semakin menurun. Pada keadaan normal antioksidan mampu

menetralisir radikal bebas. Enzim yang berperan dalam menetralisir radikal bebas yaitu

superoksida dismutase, glutathion peroksidase, katalase. Pada usia lanjut terjadi

penurunan kemampuan jaringan untuk memproduksi enzim tersebut (Mataram, 2013).

Adanya pola hidup yang kurang baik juga menjadi salah satu faktor risiko

terjadinya kanker prostat. Risiko terjadinya kanker prostat dapat meningkat terutama

pada penderita yang memiliki riwayat pola makan yang tidak seimbang seperti jumlah

asupan makanan yang berlebihan, komposisi makanan yang tidak seimbang , menu

makanan melebihi kebutuhan, kebiasaan merokok, serta kurangnya asupan buah dan

sayuran. Selain itu, faktor genetik sangat berpengaruh pada terjadinya kanker prostat.

Seorang pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki yang menderita kanker prostat

akan memiliki risiko menderita kanker prostat lebih besar. Berbagai gen mutan yang

secara langsung menyebabkan terjadinya kanker prostat adalah RNASEL. Mutasi yang

terjadi pada gen ini menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi menjadi

berkurang sehingga dapat menimbulkan infeksi yang persisten dan menimbulkan

2
inflamasi kronis. Inflamasi kronis ini selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya kanker

prostat akibat dukungan radikal bebas yang terus bertambah (Mataram, 2013).

Pengobatan kanker prostat dilakukan dengan jalan prostatektomi (pengangkatan

prostat), terapi penyinaran dan terapi hormon. Semua hal tersebut membutuhkan banyak

biaya dan waktu yang lama. Saat ini upaya pencegahan terhadap kanker prostat sudah

banyak diteliti oleh para ahli, baik dengan obat sintetik maupun alami, di mana salah

satu zat yang dapat mencegah terjadinya kanker prostat adalah lycopene. Lycopene

adalah suatu pigmen karotenoid merah terang, yang banyak ditemukan pada buah tomat,

semangka, apel merah, aprikot dan jambu biji merah. Karotenoid telah dipelajari secara

ekstensif dan bersifat antioksidan yang sangat kuat dan memiliki kemampuan anti

kanker (Dillingham, 2009 dan Kanwar, 2011).

Lycopene berpotensi mencegah kanker prostat dengan cara merangsang

apoptosis LNCaP (sel peka androgen) sel kanker prostat dan menghambat IGF-1 dan

sinyal androgen dengan cara menghambat ekspresi reseptor IGF-1 dari kanker prostat.

Apabila IGF-1 ini telah dihambat maka pertumbuhan dari sel juga akan terhenti

termasuk proses proliferasi sel tersebut. Lycopene sendiri menghambat pertumbuhan sel

dengan menurunkan rangsangan dihidrotestosteron (DHT) terhadap produksi IGF-1 dan

memicu apoptosis dengan menghalangi translokasi nuklear AR, sehingga produksi IGF-

1 dapat berkurang (Trejo-Solis et al, 2013 dan Holzapfel, 2013).

Senyawa IGF-1 atau Insulin-like Growth Factor-1 merupakan faktor pertumbuhan

yang sangat mirip dengan insulin dan bertanggung jawab untuk reaksi anabolik hormon

pertumbuhan. Peran IGF-1 salah satunya adalah memicu pertumbuhan sel otot yang baru

dan memperbanyak jumlah sel dalam otot. Peran IGF lainnya adalah melindungi neuron

3
otak dan memicu pertumbuhan neuron motorik baru. Senyawa IGF-1 bertanggung jawab

terhadap produksi jaringan penyambung dan meningkatkan pembentukan kolagen, serta

memperbaiki kerusakan kartilago (Gu et al, 2010).

Keberadaan IGF-1 yang tinggi pada laki-laki diatas usia 65 tahun akan

mengakibatkan pembentukan kanker prostat. Proliferasi sel secara cepat pada usia lanjut

akan memicu mutasi dari gen itu sendiri. (Cromie, 1999).

Dalam Islam, penggunaan buah-buahan dapat meningkatkan daya tahan tubuh,

seperti lycopene yang termasuk dalam kandungan bahan bukan haram sangat dianjurkan.

Ajaran Islam berpendapat bahwa penyakit yang diderita seseorang memiliki

beberapa makna, yaitu sebagai akibat pola hidup salah, sebagai musibah, sebagai cobaan

atau ujian, sebagai sarana menaikkan derajat kemuliaan, dan sebagai bentuk kasih

sayang Allah SWT. Tetapi sebelum penyakit ini timbul, Islam mengajarkan umatnya

untuk selalu berikhtiar, dalam hal ini ikhtiar menjaga kesehatan. Pemanfaatan lycopene

dari buah-buahan dapat mencegah kanker dengan cara mengkonsumsinya, termasuk

ikhtiar menjaga kesehatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana peranan lycopene sebagai antioksidan di dalam tubuh?

2. Bagaimana potensi lycopene menekan proliferasi sel kanker dan memicu

apoptosis pada sel kanker?

3. Bagaimana mekanisme kerja lycopene dalam menghambat IGF-1 untuk

mencegah kanker prostat?

4
4. Bagaimanakah pandangan Islam tentang penggunaan lycopene dalam

pencegahan kanker prostat?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penulisan skripsi ini adalah :

1.3.1. Tujuan Umum

Menjelaskan pengetahuan tentang potensi lycopene dalam menghambat

IGF-1 untuk mencegah kanker prostat ditinjau dari ilmu kedokteran dan

Islam.

1.3.2. Tujuan khusus

1. Menjelaskan peranan lycopene sebagai antioksidan di dalam tubuh.

2. Menjelaskan potensi lycopene dalam mencegah proses diferensiasi dan

proliferasi sel kanker dan memicu apoptosis pada sel kanker.

3. Menjelaskan mekanisme kerja lycopene dalam menghambat IGF-1

untuk mencegah kanker prostat.

4. Menjelaskan pandangan Islam terhadap penggunaan lycopene dalam

pencegahan kanker prostat.

1.4 Manfaat Penulisan

Beberapa manfaat yang diharapkan dari hasil penulisan skripsi ini adalah :

1. Untuk masyarakat

Masyarakat dapat mengenal serta memahami tentang manfaat lycopene

dalam menghambat IGF-1 untuk mencegah kanker prostat.

5
2. Untuk Universitas Yarsi

Memberikan informasi yang berguna bagi seluruh civitas akademika

Universitas Yarsi dalam upaya penguasaan khasanah ilmu pengetahuan

kedokteran dan Islam.

3. Untuk penulis

Memberikan wawasan pengetahuan yang lebih luas terhadap potensi

lycopene dalam menghambat IGF-1 untuk mencegah kanker prostat baik

dari sudut pandang ilmu kedokteran dan agama Islam.