Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan crossectional
di bidang gizi masyarakat, yang meneliti tentang hubungan sanitasi lingkungan
keluarga dengan Diare dan Status Gizi pada balita di Desa Segiri Kecamatan Pabelan,
Kabupaten Semarang.

B. Tempat dan Waktu Penelitian


1. Tempat
Penelitian ini dilakukan di Desa Segiri Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang.
2. Waktu
Waktu penelitian dimulai dari pembuatan proposal sampai penyusunan karya tulis
ilmiah yaitu mulai bulan Januari 2006 sampai bulan Juni 2006 Pengambilan data
dilakukan pada bulan April 2006.

C. Populasi dan Sampel


Populasi penelitian ini adalah semua balita, sebanyak 141 balita. Dan jumlah
Sampel sebanyak 76 balita dengan menggunakan rumus (Lemeshow, 1997):

Z12−α / 2 . P(1 − P).N


n=
d 2 ( N − 1) + Z12−α / 2 . P(1 − P)

Keterangan:
n : besar sampel
N : besar populasi
Z : Standar deviasi normal (1,64 dengan C1 95%)
P : Target populasi (0,2)
D : Derajat ketepatan yang digunakan 95%
α : Tingkat kepercayaan (5%)
Dari proses perhitungan diperoleh sampel sebanyak 76 balita. Sampel dalam
penelitian ini adalah semua balita yang terpilih untuk diteliti berdasarkan hasil
pengambilan sampel secara systematic random sampling. Pengambilan sampel
sistematik adalah suatu metode pengambilan sampel pada unsur pertama saja dari
contoh secara acak, sedangkan unsur lainnya dipilih secara sistematik menurut pola
tertentu untuk mendapatkan interval, yaitu dengan rumus:
N
K=
n
Keterangan :
K : Kelipatan
N : Total Populasi
n : Jumlah sampel
K : 141 / 76 = 2
Dengan demikian setiap kelipatan dua ditarik sebagai sampel dengan ketentuan
pertama diambil secara acak.

D. Jenis dan Cara Pengumpulan Data


Jenis data yang diambil dalam penelitian ini adalah:
1. Data primer
Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden tentang
sanitasi lingkungan keluarga, frekuensi diare pada satu bulan terakhir dengan
menggunaan kuesioner. Data status gizi dengan pengukuran atropometri
berdasarkan indeks berat badan menurut umur. Pengukuran Berat Badan
menggunakan timbangan dacin kapasitas 25 kg dengan ketelitian 0,1 kg. Data
umur disesuaikan dengan tanggal lahir yang tertera dalam kartu kelahiran dengan
bulan penuh.

2. Data sekunder
Data sekunder berupa data monografi desa yang meliputi keadaan umum desa
yang diperoleh dari sekretaris desa setempat.
E. Pengolahan dan Analisis Data
Data yang diperoleh diolah kedalam bentuk tabulasi, dianalisis, dan diuji
dengan Korelasi Spearman. Data status gizi diolah dengan menggunakan Z skor baku
WHO-NCHS menggunakan software Nutrisoft, dengan kategori sebagai berikut:
- Gizi lebih : > 2.0 SD
- Gizi baik : - 2.0 SD s/d 2.0 SD
- Gizi kurang : < - 2.0 SD
- Gizi buruk : < - 3.0 SD
Dan rumus yang digunakan adalah:
X−m
Z skor =
SB
Keterangan :
X : Berat badan hasil penimbangan
M : Nilai baku median
SD : Nilai simpangan baku
Data mengenai sanitasi lingkungan keluarga diperoleh dari kuesioner yang
kemudian setiap jawaban diberikan skor satu (1) jika jawaban betul dan nol (0) jika
jawaban salah, kemudian di dalam analisis deskriptif dikategorikan sebagai berikut:
Baik : > 80% . Cukup : 60% - 80%. Kurang : < 60%.
Frekuensi diare diperoleh dari kuesioner yang diisi berdasarkan pertanyaan
yang diajukan kepada ibu balita tentang data klinis balita 1 bulan terakhir. Uji
kenormalan dengan Uji Kolmogorof Smirnov. Untuk data yang berdistribusi normal
diuji dengan Korelasi Person, untuk data yang berdistribusi tidak normal diuji dengan
Korelasi Spearman. Dalam pengolahan data menggunakan program SPSS versi 11.0.
Hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan frekuensi diare menggunakan
uji korelasi Spearman, sedangkan hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan
status gizi menggunakan uji korelasi Person.
F. Definisi Operasional
1. Status gizi adalah tingkat kesehatan sebagai akibat dari pemasukan semua zat gizi
dalam makanan sehari-hari, diukur dengan cara antropometri berdasarkan indeks
Berat badan/umur dengan baku WHO-NCHS (skala data interval).
2. Frekuensi diare adalah diare yang dialami balita pada 1 bulan terakhir dengan
frekuensi 3 kali atau lebih dengan melihat konsistensinya lembik cair sampai cair
dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Dengan cara menanyakan kepada
responden berapa kali balita terkena diare selama satu bulan terakhir (skala data
rasio).
Sanitasi lingkungan keluarga adalah kondisi lingkungan yang ada disekitar makhluk
hidup yang meliputi lingkungan fisik, mental dan kesejahteraan sosial, yang diamati
dalam penelitian ini dengan indikator lingkungan secara fisik yang terdiri dari ventilasi,
pencahayaan, lantai, penyediaan air bersih, jamban, pembuangan air limbah atau sampah,
yang masing-masing terdiri dari satu pertanyaan dan siberi skor satu (1) baik, skor nol (0)
tidak