Anda di halaman 1dari 9

JURNAL KEDOKTERAN YARSI 25 (1) : 001-009 (2017)

Tingkat Resesi Gingiva Menggunakan Bulu Sikat Gigi


Lembut dan Sedang Pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI

Gingival Recession Rate Using Soft and Medium


Toothbrush In Student Faculty of Medicine YARSI
University

Chaerita Maulani1, Khairina Nurwanti2


1Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran, Universitas Yarsi
2Pendidikan Dokter Gigi, Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas
Kedokteran, Universitas Yarsi

KATA KUNCI resesi gingiva; sikat gigi; bulu sikat gigi; menyikat gigi
KEYWORDS gingival recession; toothbrush; bristles; brushing teeth

ABSTRAK Resesi gingiva adalah tereksposnya bagian akar gigi karena


terjadi penurunan margin gingiva ke arah apikal menjauhi CEJ
(cemento enamel junction)J. Resesi gingiva dapat terjadi karena
menyikat gigi menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang
keras. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat resesi
gingiva berdasarkan bulu sikat gigi lembut dan sedang pada
mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI. Total
sampel dalam penelitian ini adalah 106 orang. Seluruh sampel
merupakan mahasiswa kedokteran gigi dan kedokteran umum.
Jenis penelitian menggunakan metoda cross-sectional.
Pengumpulan data primer didapatkan melalui kuesioner,
wawancara langsung kepada responden, pemeriksaan jenis bulu
sikat gigi dan pemeriksaan klinis. Penentuan resesi gingiva
menggunakan modifikasi klasifikasi Miller dan
Nordland&Tarnow. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan
chi-square test dan dianalisis menggunakan IBM SPSS
Statistiics 20.0. Terdapat 22,6% dari populasi terkena resesi
gingiva. Hasil uji statistik resesi gingiva berdasarkan jenis bulu
sikat gigi (p < 0,05) dengan Odds Ratio (OR) 7,529.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang
bermakna antara resesi gingiva dengan bulu sikat gigi. Jenis
bulu sikat gigi sedang lebih menyebabkan resesi gingiva
dibandingkan bulu sikat gigi lembut.

ABSTRACT Gingival recession is an exposure of tooth’s root trough the


lowering of gingival margin toward apical, over the CEJ.
Gingival recession may be caused by faulty technique of

1
TINGKAT RESESI GINGIVA MENGGUNAKAN BULU SIKAT GIGI LEMBUT DAN SEDANG PADA
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

brushing teeth or using toothbrush with firm bristles. The


purpose of this study is to assess the level of gingival recession
caused by soft-bristled and medium-bristled toothbrush on
medical students of YARSI University. Cross-sectional analysis
was used to analyze the data. Collection of primary data was
obtained by questionaries, direct interview, types of bristles
examination, and clinical examination. Gingival recession was
determined using modification of Miller’s classification and
Nordland&Tarnow classification. The results of the study were
verified using chi-square test and analyzed using IBM SPSS
Statistics 20.0. Out of the total respondents, 22 respondents
experienced gingival recession. Results of gingival recession
statistical analysis were based on the types of bristles (p < 0,05)
with 7,529 Odds Ratio (OR). This study concluded that there
are a deep connection between gingival recession and the types of
bristles. Medium-bristled toothbrush tend to cause higher level
of gingival recession rather than soft-bristles toothbrush.

Kebersihan mulut adalah ridge. Gingiva merupakan bagian dari


keadaan rongga mulut tetap bersih jaringan periodontal yang berfungsi
bebas dari deposit lunak dan keras melindungi jaringan dibawah
dengan perawatan sendiri setiap hari perlekatan gigi terhadap pengaruh
atau bila perlu perawatan yang lingkungan rongga mulut. Keberadaan
diberikan oleh tenaga ahli (Tolle SL, gingiva tergantung pada gigi-geligi,
2014). Kebersihan mulut adalah hal bila ada gigi-geligi maka gingiva juga
paling dasar dan vital dalam tindakan ada dan bila gigi dicabut perlekatan
pencegahan penyakit (Sayyid ABM, gingiva akan hilang (Eley BM, et al,
2006). Beberapa alat bantu yang 2010). Bagian-bagian gingiva adalah
digunakan untuk membersihkan gigi margin gingiva (free gingiva) yaitu
adalah benang gigi, tusuk gigi dan sikat bagian gingiva yang mengelilingi leher
sela-sela gigi (Manson JD dan Eley BM, gigi di daerah CEJ (cemento enamel
1993). Prosedur pembersihan mulut junction) dan tidak secara langsung
sehari-hari, baik menyikat gigi maupun melekat pada gigi, attached gingiva
pemakaian benang gigi secara yakni gingival keratinized yang
berulang-ulang dapat memicu terbentuk dari margin gingiva hingga
kerusakan gingiva (Danser, 1998). ke MGJ (Mucogingival Junction), dan
Walaupun menyikat gigi penting untuk mukosa alveolar (Itios ME, Carranza
kesehatan gingiva, tetapi teknik FA, 2002).
menyikat gigi yang salah atau
menggunakan sikat gigi dengan bulu
sikat yang keras dapat menimbulkan
kerusakan yang berarti (Rawal SY et al,
2004). Gingiva adalah bagian dari Correspondence:
Chaerita Maulani, Program Studi Kedokteran Gigi,
mukosa rongga mulut yang Fakultas Kedokteran, Universitas YARSI.
mengelilingi gigi dan menutupi alveolar Email: chaerita.maulani@yarsi.ac.id

2
CHAERITA MAULANI, KHAIRINA NURWANTI

Resesi gingiva ditandai dengan berdasarkan derajat kehalusan dan


tereksposnya bagian akar gigi karena kekakuan bulu sikat, yaitu lembut
terjadi penurunan margin gingiva dari (soft), sedang (medium) dan keras (hard).
CEJ ke arah apikal (Kassab MM, 2003). Sikat gigi dengan bulu sikat lembut
Resesi menandakan kehilangan (soft) direkomendasikan untuk
perlekatan. Secara klinis terlihat variasi mencegah trauma pada gingiva
proporsi gigi yang lebih panjang bila (Hamzar A, 2006).
dibandingkan dengan gigi yang Kepala sikat gigi mengandung
berdekatan (Pradeep K et al, 2012). tufts yakni sekumpulan filamen yang
Adanya resesi gingiva akan diletakkan di sebuah lubang di kepala
meningkatkan kerentanan terhadap sikat gigi. Jumlah dan panjang dari
penyakit periodontal (Marini MG et al, filamen dalam tufts, jumlah tufts dan
2014). Penyebab resesi gingiva bersifat pengaturan tufts bervariasi sesuai
multifaktorial. Beberapa faktor yang desain sikat gigi. Brushing plane
dapat menimbulkan resesi seperti (permukaan kepala sikat gigi yang
destruksi jaringan periodontal, sikat digunakan untuk membersihkan gigi
gigi yang berlebihan atau kurang dan jaringan) mungkin datar dengan
membersihkan gigi, malposisi gigi, semua panjang filamen yang sama;
kurangnya tulang alveolar, tingginya bilevel, bertingkat; rippled; atau saling
perlekatan frenulum dan trauma silang dengan tufts miring dalam
oklusi, faktor iatrogenik, merokok. setidaknya dua arah yang berbeda
Namun bakteri di dalam plak (Bowen DM, 2014). Tetapi normalnya
merupakan etiologi penting dalam kepala sikat gigi, handle dan shank
resesi gingiva (Patel M dan Nixon PJ, relatif lurus (Phinney DJ, Halstead JH,
2011). 2003).
Untuk membersihkan plak, Tufts terbuat dari filamen nylon
dilakukan tindakan menyikat gigi. Saat dari bulu alami. Ada penelitian yang
ini banyak sikat gigi yang beredar di menyebutkan bahwa menyikat gigi
pasaran terdiri dari berbagai macam dengan bulu alami dan pasta gigi lebih
variasi dalam hal bentuk, ukuran dan efektif dibandingkan menyikat gigi
derajat kekerasan bulu sikat gigi. menggunakan nylon dan pasta gigi
Derajat kekerasan bulu sikat gigi (Saxer UP dan Yankell SL, 1997).
merupakan faktor yang berhubungan Sebaliknya ada yang berpendapat
dengan efek pembersihan dan trauma bahwa sikat gigi dengan filamen nylon
akibat menyikat gigi. Kekerasan bulu yang lembut memiliki keuntungan
sikat terutama ditentukan oleh untuk mengurangi trauma pada
ketebalan dan panjang bulu sikat. jaringan mulut, menghapus banyak
Semakin tebal dan pendek bulu sikat, plak daripada sikat gigi keras, lebih
maka semakin meningkat tahan lama dari bulu alami (hewan)
kekakuannya. Begitu pula sebaliknya, dan cepat kering (Bowen DM, 2014;
semakin tipis dan panjang bulu sikat Phinney DJ dan Halstead JH, 2003).
maka derajat kekakuan bulu sikat akan Bulu sikat gigi lembut (soft)
semakin menurun, atau dapat diameternya berkisar pada 0,07
dikatakan memiliki sifat lembut dan inchi/0,2mm, bulu sikat gigi sedang
fleksibel. Pada umumnya bulu sikat (medium) diameternya berkisar pada
gigi terbagi dalam tiga jenis 0,012 inchi/0,3mm dan pada bulu sikat

3
TINGKAT RESESI GINGIVA MENGGUNAKAN BULU SIKAT GIGI LEMBUT DAN SEDANG PADA
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

gigi keras (hard) diameternya berkisar penggunaan piercing, penggunaan alat


pada 0014 inchi/(0,4mm (Perry DA, ortodonti, kebiasaan merokok dan
2002; Massassati A dan Frank RM, perlakuan sampel terhadap rongga
1982). Diameter filamen 0,2mm lebih mulut terutama gigi seperti,
efektif untuk membersihkan area pengetahuan tentang bulu sikat, jenis
margin gingiva, tetapi tidak signifikan bulu sikat yang digunakan, lama
(Saxer UP dan Yankell SL, 1997). penggunaan jenis bulu sikat gigi yang
Filamen yang keras pada umumnya digunakan, penggantian sikat gigi,
terkait dengan diameter dan panjang frekuensi menyikat gigi, waktu
filamen, diameter filamen pendek dan penyikatan, kekuatan penyikatan,
lebih lebar membuat sikat gigi lebih teknik menyikat gigi, bentuk kepala
keras. Secara tradisional kebanyakan sikat gigi, frekuensi ke dokter gigi
panjang filamen 10-12mm. Banyak untuk melakukan perawatan, terakhir
produsen menciptakan beragam jenis, ke dokter gigi untuk melakukan
panjang dan diameter filamen dalam perawatan serta kebiasaan buruk yang
satu kepala sikat gigi, sehingga lebih sering dilakukan yang berkaitan
sulit untuk penilaian karakteristik dari dengan rongga mulut.
bulu (Bowen DM, 2014). Setelah mengisi kuesioner para
Penelitian ini bertujuan untuk sampel diperiksa rongga mulutnya oleh
mengetahui tingkat resesi gingiva pada tenaga ahli untuk melihat tingkat resesi
subjek yang menyikat gigi dengan gingiva dan dihitung dengan
menggunakan bulu sikat gigi lembut menggunakan modifikasi klasifikasi
(soft) dan bulu sikat gigi sedang Miller dengan klasifikasi Nordland dan
(medium) pada mahasiswa Fakultas Tarnow (Kumar A dan Masamatti SS,
Kedokteran Universitas YARSI. 2013). Sebelum dilakukan pemeriksaan,
peneliti memeriksa kelengkapan
BAHAN DAN ALAT jawaban kuesioner dan melakukan
anamnesis kepada responden. Setelah
1. Bahan itu pasien dipersilahkan duduk pada
Alas dada, gelas kumur, tissue, masker, dental unit, dipasangkan alas dada lalu
sarung tangan. dipersilahkan untuk berkumur dan
2. Alat pemeriksa menggunakan masker serta
Lembar kuesioner, alat tulis, contoh sarung tangan, mempersiapkan alat
sikat gigi berbulu sikat lembut (soft) seperti, probe periodontal WHO dan
dan sedang (medium) dari bermacam- hand instrument standard lainnya,
macam merk, dental unit, prob dilakukan pemeriksaan dan hasilnya
periodontal WHO, hand instrument dicatatkan pada lembar pemeriksaan.
standard. Bulu sikat responden
didapatkan dengan beberapa cara
METODE PENELITIAN penentuan, diantaranya adalah
kuesioner yang diisi oleh responden,
Sampel diberikan kuesioner pengecekan secara kasat mata dengan
yang berisikan tentang data diri seperti, membandingkan sikat gigi yang
nama, jenis kelamin, usia, alamat, digunakan responden dengan contoh
no.telp, suku, pekerjaan, pendidikan sikat gigi yang dikeluarkan oleh
terakhir, riwayat medik, perawatan berbagai macam produsen.. Setelah itu
dokter, obat yang rutin dikonsumsi,

4
CHAERITA MAULANI, KHAIRINA NURWANTI

dapat diambil kesimpulan jenis bulu (14,2%), perempuan 91 orang (85,8%)


sikat yang digunakan. Pengelompokan dan usia ≥ 19 sebanyak 64 orang
dari bulu sikat dibagi menjadi dua, (60,4%), <19 sebanyak 42 orang (39,6%).
yaitu sedang dan lembut. Bulu sikat gigi sedang yang dipakai
responden adalah sebanyak 37 orang
HASIL (34,8%) dan bulu sikat gigi lembut 69
orang (65,1%) seperti terlihat pada
Jumlah responden dalam Tabel 1.
penelitian ini sebesar 106 responden
dengan jenis kelamin laki-laki 15 orang

Tabel 1. Distribusi frekuensi bulu sikat responden

Variabel
n %
Bulu Sikat Responden
Sedang 37 34,9
Lembut 69 65,1
Total 106 100,0

Sedangkan pemeriksaan resesi Nordland & Tarnow dan tidak


gingiva, dari 106 responden terdapat 24 mengalami resesi gingiva sebanyak 82
orang ( 22,6%) memiliki resesi gingiva responden (77,4%) seperti terlihat pada
dan seluruhnya adalah resesi class IA Tabel 2.
modifikasi klasifikasi Miller dan

Tabel 2. Distribusi frekuensi resesi gingiva

Variabel Resesi Gingiva n %


Ya 24 22,6
Tidak 82 77,4
Total 106 100,0

Untuk mengetahui tingkat resesi uji chi-square yang disajikan pada Tabel
gingiva berdasarkan bulu sikat yang 3 berikut ini.
digunakan responden menggunakan

Tabel 3. Tingkat resesi gingiva berdasarkan bulu sikat yang digunakan


Resesi Gingiva
Bulu Sikat yang Digunakan Resesi Tidak resesi Total OR P-
Responden (95% valu
n % n % N %
CI) e
Sedang 17 45,9 20 54,1 37 100
Lembut 7 10,1 62 89,9 69 100 7,529 0,00
Total 24 22,6 82 77,4 106 100 0

5
TINGKAT RESESI GINGIVA MENGGUNAKAN BULU SIKAT GIGI LEMBUT DAN SEDANG PADA
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

Berdasarkan Tabel 3, hasil (p=0,551), diperkirakan hal ini


analisis tingkat resesi gingiva disebabkan karena lebih banyaknya
berdasarkan bulu sikat yang responden perempuan dibandingkan
digunakan, menunjukkan bahwa dengan responden laki-laki.
responden pengguna bulu sikat sedang Perbandingan perempuan dengan laki-
lebih banyak terkena resesi gingiva laki pada penelitian ini kurang lebih
dibandingkan dengan responden 6:1. Sedangkan pada penelitian Aziz
pengguna bulu sikat lembut. Hasil uji (2005) perbandingan permpuan dan
statistik diperoleh nilai P-value 0,000. laki-laki adalah 5:6 dengan jumlah
Hal ini menunjukkan bahwa P-value ≤ responden 132 orang.
0,05 maka terdapat pengaruh bermakna Persentase resesi gingiva
antara resesi gingiva dengan bulu sikat berdasarkan bulu sikat gigi yang
gigi yang digunakan. digunakan oleh responden, untuk bulu
Analisis hasil diperoleh nilai sikat gigi sedang 45,9% dan untuk bulu
OR=7,529, hal ini menunjukkan bahwa sikat gigi lembut 10,1% (Tabel 3). Hasil
responden yang menggunakan jenis penelitian ini memperlihatkan terdapat
bulu sikat lembut (soft) mempunyai pengaruh yang bermakna antara
peluang 7,529 kali lebih besar untuk tingkat resesi gingiva dengan bulu sikat
tidak terkena resesi gingiva gigi lembut dan sedang yang dianalisis
dibandingkan responden yang dengan uji Chi-square (p<0,05). Hal
menggunakan jenis bulu sikat sedang tersebut menunjukkan bahwa sikat gigi
(medium). dengan bulu sikat sedang lebih
menyebabkan resesi gingiva
DISKUSI dibandingkan dengan sikat gigi
berbulu sikat halus. Penelitian lain
Prevalensi jenis kelamin menunjukkan hal yang serupa yaitu
responden yang mengalami resesi terdapat hubungan tingkat resesi
gingiva pada perempuan adalah 24,2% gingiva dengan bulu sikat gigi lembut
dan laki-laki adalah 13,3%. Responden dan sedang. Penelitian tersebut
perempuan mempunyai prevalensi menunjukkan bahwa lebih banyak
lebih tinggi dibandingkan dengan terjadi resesi gingiva pada responden
prevalensi responden laki-laki, hasil yang menyikat gigi dengan
serupa juga disebutkan oleh penelitian menggunakan bulu sikat sedang
terdahulu yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan responden yang
responden perempuan lebih sering menyikat gigi menggunakan bulu sikat
mengalami resesi gingiva lembut. (Khosya CG, 2014; Beltran et al
dibandingkan dengan responden laki- 2014). Menurut Massassati & Frank
laki (Chrysanthakopoulos NA, 2011). (1982), menyikat gigi dengan bulu sikat
Meskipun beberapa peneliti lain gigi lembut lebih tidak mengiritasi
menyebutkan hal yang berbeda, bahwa gingiva dibandingkan dengan bulu
responden laki-laki lebih sering terkena sikat gigi yang lebih keras.
resesi gingiva dibandingkan dengan Chrysanthakopoulos (2011)
responden perempuan (Aziz MAA, menyebutkan bahwa sikat gigi dengan
2005; Chang LC 2012). Pada penelitian bulu sikat sedang lebih menyebabkan
ini, hasil uji analisis variabel antara resesi gingiva dibandingkan dengan
jenis kelamin terhadap resesi tidak menggunakan bulu sikat keras atau
terdapat pengaruh yang bermakna

6
CHAERITA MAULANI, KHAIRINA NURWANTI

lembut. Hasil penelitian Chambrone et untuk bulu sikat gigi sedang karena
al. (2013) memperlihatkan bahwa sikat diameter bulu sikat lebih besar
gigi dengan bulu sikat lembut lebih kemungkinan untuk masuk ke daerah
tidak menyebabkan resesi gingiva interdental gigi semakin kecil dan
walaupun tidak signifikan. Niemi et al hanya membersihkan bagian bukal
(1984) menyatakan bahwa kekakuan atau fasial gigi saja, hal ini membuat
bulu sikat dapat menjadi penyebab tekanan pada bagian bukal atau fasial
terjadinya kerusakan pada gingiva. semakin besar karena hanya berada
Dalam penelitiannya, Niemi membuat pada satu titik/area. Seperti penelitian
dua kelompok sikat yaitu bulu lembut terdahulu yang mengatakan bahwa
(0,15mm) dan bulu keras (0,23mm). menyikat gigi merupakan kegiatan
Pengelompokan sikat gigi sedang yang dilakukan secara berulang-ulang
dalam penelitian ini, termasuk kedalam dan terlebih jika diaplikasikan dengan
kelompok sikat gigi keras dalam kekuatan kencang dapat membuat
penelitian Niemi. Niemi menyebutkan resesi gingiva. (Patel, 2011; Chambrone
bahwa sikat gigi dengan bulu sikat 2013).
keras (dalam penelitian ini bulu sikat Hasil uji odds ratio terkait dengan
sedang) lebih membuat kerusakan pada resesi gingiva berdasarkan bulu sikat
gingiva dibandingkan dengan bulu yang digunakan adalah 7,529, hal ini
sikat lembut. Dalam penelitian Hamzar menunjukkan bahwa responden yang
(2006) dijelaskan bahwa sikat gigi menggunakan jenis bulu sikat gigi
dengan bulu sikat lembut baik untuk lembut mempunyai peluang 7,529 kali
digunakan pada pasien yang lebih besar untuk tidak terkena resesi
mempunyai gingiva yang mudah gingiva dibandingkan dengan
berdarah, karena sikat gigi dengan bulu responden yang menggunakan jenis
sikat lembut diperkenalkan untuk bulu sikat gigi sedang. Penelitian ini
mencegah trauma pada gingiva. menunjukkan bahwa sikat gigi dengan
Diperkirakan pengaruh yang bulu sikat sedang lebih menyebabkan
bermakna antara resesi gingiva dengan resesi gingiva dibandingkan dengan
bulu sikat disebabkan karena aktivitas bulu sikat lembut. Sehingga hipotesis
menyikat gigi merupakan aktivitas dalam penelitian ini diterima.
yang dilakukan setiap hari dan
berulang-ulang. Derajat kekerasan bulu SIMPULAN DAN SARAN
sikat merupakan faktor yang
menyebabkan trauma akibat menyikat Hasil penelitian menunjukkan
gigi. Bulu sikat gigi medium lebih kaku bahwa terdapat pengaruh yang
dibandingkan bulu sikat gigi lembut bermakna antara resesi gingiva dengan
yang fleksibel. Bulu sikat gigi lembut jenis bulu sikat gigi lembut dan sedang
karena sifatnya yang fleksibel maka pada mahasiswa Fakultas Kedokteran
bulu sikat dapat menyebar ke daerah Universitas YARSI. P-value 0,000
sekitarnya, tidak hanya berada pada (p<0,05), hal ini menunjukkan terdapat
bagian bukal atau fasial gigi saja tetapi hubungan yang bermakna antara resesi
dapat lebih mudah untuk masuk dan gingiva dengan bulu sikat gigi yang
membersihkan daerah interdental, digunakan. Nilai OR=7,529, hal ini
sehingga tekanan menyebar, tidak menunjukkan bahwa responden yang
hanya pada satu titik/area. Sedangkan menggunakan bulu sikat gigi lembut
mempunyai peluang 7,529 kali lebih

7
TINGKAT RESESI GINGIVA MENGGUNAKAN BULU SIKAT GIGI LEMBUT DAN SEDANG PADA
MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI

besar untuk tidak terkena resesi gingiva result of toothbrushing. J Clin


dibandingkan responden yang Periodontol. 25:701-6.
menggunakan jenis bulu sikat gigi Eley BM, Soory M, Manson JD. 2010.
sedang. Periodontics. Philadelpia: Wright;
Hamzar A. 2006. Perbandingan sikat gigi
Perlu dilakukan penelitian
yang berbulu halus (soft) dengan sikat
sejenis atau lebih lanjut dengan jumlah
gigi yang berbulu sedang (medium)
sampel yang lebih banyak, distribusi terhadap manfaatnya menghilangkan
antara sampel laki-laki dan perempuan plak pada anak usia 9-12 tahun di SD
tidak berbanding jauh dan pada Negeri 060830 Kecamatan Medan
populasi yang mempunyai Petisah tahun 2005. Jurnal Ilmiah
pengetahuan mengenai kesehatan PANNMED. 1(1):20-3.
mulut rendah. Itios ME, Carranza FA. 2002. The Gingiva.
In: Newman MG, Takei HH, Carranza
KEPUSTAKAAN FA. Carranza's Clinical Periodontology
9th ed. Philadelphia: W.B. Saunders
Aziz MAA. 2005. Gingival recession, Company, p.16-35.
gingival bleeding and dental calculus Kassab MM, Cohen RE. 2003. The etiology
in Iraqi adults and the gingival and prevalence of gingival recession. J
recession correlation with periodontal Am Dent Assoc. 134:220-5.
disease break down. J College Khosya, CG D. 2014. Etiology and severity
Dentistry;17(1):76-80. of different grades of gingival
Beltran V, de La Roza GM, Wilckens M, recession in adult population. National
Fuentes R, Padilla M, Aillapan E, et al. Journal of Medical Research. 4(3):189-
2014. Effects of Manual Toothbrushing 92.
on Gingival Recession in an Adult Kumar A, Masamatti SS. 2013. A new
Population Sample in South of Chile. classification system for gingival and
Int J Odontostomat. 8(3):461-7. palatal recession. J Indian Soc
Bowen DM. 2014. Toothbrushing. In: Darby Periodontol. 17(2):175-81.
ML, Walsh MM, eds. Dental Hygiene: Manson JD, Eley BM. 1993. Buku Ajar
Theory and Practice. 4th ed. St.Louis: Periodonti. Jakarta: Hipokrates.
Saunders Elsevier, p.397-405. Marini MG, Greghi LA, Passanezi E,
Chambrone L, Bonazzio G, Chambrone L. Sant'ana ACP. 2004. Gingival
2013. Traumatic gingival recession in recession: prevalence, extension and
dental students: Prevalence, severity severity in adults. J Appl Oral Sci.
and relationship to oral hygiene. Can J 12(3):250-5.
Dent Hygiene. 47(2):78-82. Massassati A, Frank RM. 1982. Scanning
Chang LC. 2012. Comparison of Age and electron microscopy of unused and
Sex Regarding Gingival and Papillary used manual toothbrushes. J Clin
Recession. Int J Periodontics Periodontol. 9:148-61.
Restorative Dent. 32(5):555-61. Niemi ML, Sandholm L, Ainamo J. 1984.
Chrysanthakopoulos NA. 2011. Aetiology Frequency of gingival lesions after
and Severity of Gingival Recession in standardized brushing as related to
an Adult Population Sample in Greece. stiffness of toothbrush and
Den Res J. 8(2):64-70. abrasiveness of dentifrice. J Clin
Danser MM, Timmerman MF, Ijzerman Y, Periodontol. 11:254-61.
Bulthuis H, van der Velden U, van der Patel M, Nixon PJ, Chan MFWY. 2011.
Weijden. 1998. Evaluation of the Gingival recession: part 1. Aetiology
incidence of gingival abrasion as a and non-surgical management. Br
Dent J. 211:251-4.

8
CHAERITA MAULANI, KHAIRINA NURWANTI

Perry DA. 2002. Plaque Control for the Rawal SY, Claman LJ, Kalmar JR, Tatakis
Periodontal Patient. In: Newman MG, DN. 2004. Traumatic Lesions of the
Takei HH, Carranza FA, eds. Gingival: A Case Series. J Periodontol.
Carranza's Clinical Periodontology. 9th 75:762-9.
ed. Philadelphia: W.B. Saunders Saxer UP, Yankell SL. 1997. Impact of
Company, p.651-74. improved toothbrushes on dental
Phinney DJ, Halstead JH. Delmar's. 2003. disease I. Quintessence Int. 28(8):513-
Dental Assisting: A Comprehensive 25.
Approach. New York: Delmar Sayyid, ABM. 2006.. Rasulullah Sang
Learning, p.27-8. Dokter. Ed 2. Solo: Tiga Serangkai,
Pradeep K. Rajababu P, Satyanarayana D, p.69.
Sagar V. 2012. Case Report Gingival Tolle SL. 2014. Periodontal Risk
Recession: Review and Strategies in Assessment. In: Darby ML, Walsh
Treatment of Recession. Hindawi MM, eds. Dental Hygiene: Theory and
Publishing Corporation Case Reports Practice. 4th ed. St.Louis: Saunders
in Dentistry. 563421:1-6. Elsevier, p.313-53.