Anda di halaman 1dari 25

Tugas individu

PROFESIONAL SKIL
KEPERAWATAN ANAK

Disusun oleh :

UMI NUR HABIBA


21406031

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAKASSAR


PRODI ILMU KEPERAWATAN
2017

Refleks Bayi Baru Lahir :


1. Refleks Moro
Jika bayi dikagetkan oleh suara keras, gerakan mendadak atau seperti
memeluk bila ada rangsangan, cahaya atau posisi secara mendadak,
seluruhtubuhnya bereaksi dengan gerakan kaget , yaitu gerakan
mengayunkan/merentangkan lengan dan kaki seolah ia akan meraih sesuatu
dan menariknya dengan cepat ke arah dada dengan posisi tubuh meringkuk
seperti berpegangan dengan erat, mendorong kepala ke belakang, membuka
mata, dan mungkin menangis. Terjadi pada usia 1-2 minggu dan akan
menghilang ketika berusia 6 bulan

2. Reflek Rooting
Jika seseorang mengusapkan sesuatu di pipi bayi, ia akan memutar kepala
ke arah benda itu dan membuka mulutnya. Refleks ini terus berlangsung
selama bayi menyusu. Refleks mengisap (sucking)

3. Refleks Swallowing
Muncul ketika benda-benda yang dimasukkan kedalam mulut, seperti
puting susu ibu dan bayi akan berusaha menghisap lalu menelan. Proses
menelan ini yang disebut reflek swallowing. Reflek ini tidak akan hilang

4. Reflek Berkedip atau reflek corneal


Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada
pandel atau obyek kearah kornea, harus menetapkan sepanjang hidup, jika
tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial.

5. Reflek Pupil
Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya, reflek ini harus
sepanjang hidup.

6. Reflek Glabela
Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan
mata menutup dengan rapat

7. Refleks tonic neck


Ketika kedua tangan bayi diankat, bayi akan berusaha mengankat kepalanya
Jika bayi baru lahir tidak mampu untuk melakukan posisi ini atau jika reflek
initerus menetap hingga lewat usia 6 bulan, bayi dimungkinkan mengalami
gangguan pada neuron motorik atas. Berdasarkan penelitian, reflek
tonickneck merupakan suatu tanda awal koordinasi mata dan kepala bayi
yang akan menyiapkan bayi untuk mencapai gerak sadar.

8. Refleks tonic Labyrinthine / labirin


Pada posisi telentang, reflek ini dapat diamati dengan menggangkat tungkai
bayi beberapa saat lalu dilepaskan. Tungkai yang diangkat akan bertahan
sesaat, kemudian jatuh. Reflek ini akan hilang pada usia 6 bulan

9. Refleks palmar grasping


Bayi baru lahir menggenggam/merenggut jari ibu jika ibu menyentuh
telapak tangannya. Genggaman tangan ini sangat kuat hingga ia bisa
menopang seluruh berat badan jika ibu mengangkatnya dengan satu jari
tergenggam dalam setiap tangannya. Gerakan refleks ini juga terdapat
ditelapak kaki yang melengkung saat di sentuh. Gerakan refleks ini hilangs
etelah beberapa bulan. Ia harus belajar menggenggam dengan
sengaja.Menurun setelah 10 hari dan biasanya menghilang setelah 1
bulan.Untuk gerakan kaki berlanjut hingga 8 bulan

10.Refleks Crawling
Jika ibu atau seseorang menelungkupkan bayi baru lahir, iamembentuk
posisi merangkak karena saat di dalam rahim kakinya tertekuk kearah
tubuhnya

11.Refleks Stepping (berjalan dan melangkah)


Jika ibu atau seseorang menggendong bayi dengan posisi berdiri dan telapak
kakinya menyentuh permukaan yang keras, ibu/orang tersebut akan melihat
refleks berjalan, yaitu gerakan kaki seperti melangkah ke depan. Jika tulang
keringnya menyentuh sesuatu, ia akan mengangkat kakinya seperti akan
melangkahi benda tersebut. Refleks berjalan ini akan hilang dan berbeda
dengan gerakan berjalan normal, yang ia kuasai beberapa bulan
berikutnya.Menurun setelah 1 minggu dan akan lenyap sekitar 2 bulan

12.Reflex Babinski
Jari-jari mencengkram/hiperekstensi ketika bagan bawah kaki diusap,
indikasi syaraf berkembang dengan normal. Hilang di usia 4 bulan

13.Refleks blinking
Jika bayi terkena sinar atau hembusan angin, matanya akan menutupatau dia
akan mengerjapkan matanya

14.Refleks yawning
Yakni refleks seperti menjerit kalau ia merasa lapar, biasanya kemudian
disertai dengan tangisan

15.Reflek Plantar
Reflek ini juga disebut reflek plantar grasp, muncul sejak lahir dan
berlangsung hingga sekitar satu tahun kelahiran. Reflek plantar ini dapat
diperiksa dengan menggosokkan sesuatu di telapan kakinya, maka jari -
jarikakinya akan melekuk secara erat

16.Reflek Swimming
Reflek ini ditunjukkan pada saat bayi diletakkan di kolam yang berisi air, ia
akan mulai mengayuh dan menendang seperti gerakan berenang.Reflek ini
akan menghilang pada usia empat sampai enam bulan. Reflek ini berfungsi
untuk membantu bayi bertahan jika ia tenggelam. Meskipun bayiakan mulai
mengayuh dan menendang seperti berenang, namun meletakkan bayi di air
sangat berisiko. Bayi akan menelan banyak air pada saat itu

17.Reflek Ekstrusi
Bila lidah disentuh atau ditekan. bayi merespon dengan mendorongnya
keluar. harus menghilang pada usia 4 bulan

18.Reflek Startle
Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi
siku tangan tetap tergenggam

19.Neck – righting
Jika bayi terlentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi, bahu dan batang
tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvi.

20.Inkurvasi batang tubuh (gallant)


Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan
panggul bergerak ke arah sisi yang terstimulasi

21.Reflek batuk dan bersin


: reflek ini timbul untuk melindungi bayi dan obstruksi pernafasan
22.. Reflek leher asimetrik tonik
Caranya : baringkan sekecil , lalu miringkan kekiri misalnya . reaksi :
tangan kiri bayi akan merentang lurus keluar dan tangan kanannya akan
menekuk kearah kepala atau muka

23.Reflek mempertahankan diri (breathing reflek)


: menghirup dan menghembuskan nafas secara berulang fungsi :
menyediakan O2 dan membuang O2
PENGERTIAN SARAF KRANIAL

Saraf kranial atau dalam bahasa latin disebut dengan Nervus Craniales adalah 12 pasang saraf

pada manusia yang mencuat langsung dari otak manusia. Berbeda halnya dengan saraf spinal

yang mencuat dari tulang belakang manusia. Pasangan saraf kranial diberikan nomor sesuai

dengan letaknya dari depan smapai belakang. Dari 12 pasang saraf kranial, terdapat 3 saraf

kranial yang berperan sebagai saraf sensoris, 5 pasang sebagai saraf motorik, dan 4 pasang saraf

sebagai saraf gabungan (motorik dan sensorik).

Artikel Penunjang : Sistem Saraf Pada Manusia

Saraf kranial merupakan bagian dari susunan sistem saraf tepi, walaupun letaknya yang

berdekatan dengan sistem saraf pusat (SSP). Saraf kranial sendiri terhubung ke organ-organ di

tubuh manusia, seperti mata, telinga, hidung, tenggorokan, dan lain-lain.

Artikel Penunjang: Sel Saraf (Neuron) : Pengertian, Struktur, Fungsi


12 SARAF KRANIAL DAN FUNGSINYA
B. JENIS DAN FUNGSI SARAF KRANIAL

1. Saraf I (Nervus Olfaktorius)

Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal. Berkas sarafnya menjalar ke bulbus

olfaktorius dan melalui traktus olfaktori sampai ke ujung lobus temporal (girus olfaktori). Nervus

Olfaktorius adalah jenis saraf sensoris. Fungsinya adalah untuk menerima rangsang dari hidung

dan menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai sensasi bau.

2. Saraf II (Nervus Optikus)

Saraf ini bekerja membawa impuls (rangsangan)dari sel kerucut dan slel batang di retina mata

untuk dibawa ke badan sel akson yang membentuk saraf optic di bola mata. Lalu, setiap saraf

optic keluar dari bola mata pada bintik buta dan masuk ke rongga kranial melalui foramen optic.
Nervus Optikus adalah jenis saraf sensoris. Fungsinya adalah untuk menerima rangsang dari

mata lalu menghantarkannya ke otak untuk diproses sebagai persepsi visual (penglihatan)

3. Saraf III (Nervus Occulomotorius)

Merupakan saraf gabungan, yaitu jenis saraf sensoris dan motoris, tetapi sebagian besar terdiri

dari saraf motorik. Neuron motorik berasal dari otak tengah dan membawa impuls ke seluruh

otot bola mata (kecuali otot oblik superior dan rektus lateral), ke otot yang membuka kelopak

mata dan ke otot polos tertentu pada mata. Serabut sensorik membawa informasi indera otot

(kesadaran perioperatif) dari otot mata yang terinervasi ke otak. Fungsinya adalah untuk

menggerakkan sebagian besar otot bola mata

4. Saraf IV (Nervus Trochlearis)

Merupakan saraf gabungan , tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik dan merupakan saraf

terkecil dalam saraf kranial. Neuron motorik berasal dari langit-langit otak tengah dan membawa

impuls ke otot oblik superior bola mata. Serabut sensorik dari spindle (serabut) otot

menyampaikan informasi indera otot dari otot oblik superior ke otak. Fungsinya adalah untuk

menggerakkan beberapa otot bola mata

5. Saraf V (Nervus Trigeminus)

Saraf cranial terbesar, merupakan saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf sensorik.

Bagian ini membentuk saraf sensorik utama pada wajah dan rongga nasal serta rongga oral.

Nervus trigeminus memiliki 3 cabang, yaitu :


 Cabang optalmik membawa informasi dari kelopak mata, bola mata, kelenjar air mata,
sisi hidung, rongga nasal dan kulit dahi serta kepala.
 Cabang maksilar membawa informasi dari kulit wajah, rongga oral (gigi atas, gusi dan
bibir) dan palatum.
 Cabang mandibular membawa informasi dari gigi bawah, gusi, bibir, kulit rahang dan
area temporal kulit kepala.

Fungsi Nervus trigeminus adalah :

a. Sensoris untuk menerima rangsangan dari wajah lalu diproses di otak sebagai rangsang

sentuhan

b. Motorik untuk menggerakkan rahang

6. Saraf VI (Nervus Abdusen)

Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron motorik

berasal dari sebuah nucleus pada pons yang menginervasi otot rektus lateral mata. Serabut

sensorik membawa pesan proprioseptif dari otot rektus lateral ke pons. Fungsinya adalah untuk

melakukan gerakan abduksi mata.

7. Saraf VII (Nervus Fasialis)

Merupakan saraf gabungan. Meuron motorik terletak dalam nuclei pons. Neuron ini

menginervasi otot ekspresi wajah, termasuk kelenjar air mata dan kelenjar saliva. Neuron

sensorik membawa informasi dari reseptor pengecap pada dua pertiga bagian anterior lidah.

Fungsinya adalah :

a. Sensorik untuk menerima rangsang dari bagian anterior lidah untuk diproses di otak sebagai

persepsi rasa

b. Motorik untuk mengendalikan otot wajah untuk menciptakak ekspresi wajah


8. Saraf VIII (Nervus Vestibulocochlearis)

Hanya terdiri dari saraf sensorik dan memiliki dua cabang, yaitu :

 Cabang koklear atau auditori menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera
pendengaran dalam organ korti telinga dalam ke nuclei koklear pada medulla, ke kolikuli
inferior, ke bagian medial nuclei genikulasi pada thalamus dan kemudian ke area auditori
pada lobus temporal.
 Cabang vestibular membawa informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi
kepala terhadap ruang yang diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam.

Fungsinya adalah :

a. Sensoris sistem vestibular untuk mengendalikan keseimbangan tubuh

b. Sensoris koklea untuk menerima rangsang dari telinga untuk diproses di otak sebagai suara

9. Saraf IX (Nervus Glosofaringeal)

Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berawal dari medulla dan menginervasi otot untuk

wicara dan menelan serta kelenjar saliva parotid. Neuron sensorik membawa informasi yang

berkaitan dengan rasa dari sepertiga bagian posterior lidah dan sensasi umum dari faring dan

laring. Neuron ini juga membawa informasi mengenai tekanan darah dari reseptor sensorik

dalam pembuluh darah tertentu. Fungsinya adalah :

a. Sensoris untuk merima rangsang dari bagian posterior lidah untuk diproses di otak sebagai

sensasi rasa

b. Motoris untuk mengendalikan organ-organ dalam

10. Saraf X (Nervus Vagus)


Merupakan saraf gabungan. Neuron motorik berasal dari dalam medulla dan menginervasi

hampir semua organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik membawa informasi dari faring,

laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke medulla dan pons. Fungsinya adalah :

a. Sensoris untuk menerima rangsang dari organ-organ dalam

b. Motoris untuk mengendalikan organ-organ dalam

11. Saraf XI (Nervus Asesorius)

Merupakan saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari serabut motorik. Neuron motorik

berasal dari dua area : bagian cranial berawal dari medulla dan menginervasi otot volunteer

faring dan laring, bagian spinal muncul dari medulla spinalis serviks dan menginervasi otot

trapezius dan sternokleidomastoideus. Neuron sensorik membawa informasi dari otot yang sama

yang terinervasi oleh saraf motorik ; misalnya otot laring, faring, trapezius dan otot

sternokleidomastoid. Fungsinya adalah untuk Mengendalikan pergerakan kepala.

12. Saraf XII (Nervus Hipoglosus)

Termasuk saraf gabungan, tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron motorik

berawal dari medulla dan mensuplai otot lidah. Neuron sensorik membawa informasi dari

spindel otot di lidah. Fungsinya adalah untuk mengendalikan pergerakan lidah.


TABEL FUNGSI 12 NERVUS KRNAIAL
Pengertian Denyut Nadi

cloudinary.com

Apa itu denyut nadi? Denyut nadi adalah gelombang atau saluran nadi yang berdenyut atau
berdetak dalam satu menit.

Pemompaan pada jantung ini mengakibatkan munculnya denyut atau detak nadi pada organ
tubuh, apabila jantung tidak memompa maka denyut pada nadi pun yang ada pada tubuh kita ini
tidak akan berdenyut.

Saluran darah pada pembuluh nadi yang akan kita raba detak denyut nadi-nya itu berada pada
bagian bawah pergelangan tangan dan pada bagian leher, sehingga akan bisa lebih mudah lagi
untuk dirasakkan dan diraba denyut-denyut nadi-nya.

Sebenarnya, untuk menilai atau mengukur denyut pada nadi yang akurat ini dapat dilakukan
dengan menggunakan alat khusus yaitu “elektrokardiograf” yang mana elektrokardiograf ini
adalah alat khusus untuk pengukur denyut nadi.
Akan tetapi, melakukan pengukuran pada denyut nadi ini bisa dilakukan dengan cara yang sangat
sederhana sekali, bagaimana cara sederhana tersebut? Yaitu, mengukur dengan menggunakan
kedua jari tangan kita.

Dan pengukuran denyut pada nadi dengan menggunakan tangan ini bukan hanya dilakukan pada
pergelangan-pergelangan tangan saja, tetapi dapat dilakukan pada saluran-saluran nadi lainnya,
seperti saluran nadi yang ada pada leher kita itu bisa di ukur dengan menggunakan kedua jari
tangan kita.

Selain kita meraba detak denyut pada nadi yang ada pada organ tubuh kita, kita juga harus
menghitung jumlah denyut-denyut yang berdetak dalam satu menit.

Detak Denyut Nadi Normal

globalherbal-solusi.blogspot.com

Denyut nadi yang normal pada setiap menit-nya bisa dihitung ketika seseorang sedang berada
dalam keadaan istirahat, sedang santai, dan saat tidak ada aktivitas atau tidak sedang melakukan
aktivitas apa-apa.

Dibawah ini akan ada nilai-nilai denyut nadi normal yang kita hitung dalam setiap menitnya:

 Denyut nadi normal pada seorang bisa mengalami beberapa perubahan karena beriring-nya
dengan perkembangan sistem sirkulasi pada bayi dan bertambahnya umur sang bayi.
 Ukuran denyut nadi normal pada orang dewasa ini berdetak 55 sampai 75 kali dalam setiap
menit-nya.
 Ukuran denyut nadi normal pada seorang wanita dewasa ini berdetak dari 60 sampai 80 kali
dalam setiap menit-nya.
 Ukuran denyut nadi normal pada seorang ibu yang sedang mengandung atau hamil ini adalah 80
sampai 90 kali dalam setiap menitnya

Faktor yang Mempengaruhi Denyut Nadi Manusia

eluniversal.com

Detak denyut nadi ini memiliki variasi-variasi tersendiri antara satu orang dengan orang-orang
lainnya. Ternyata terdapat beberapa masalah yang mempengaruhi detak denyut pada nadi itu,
masalah-masalah tersebut antara adalah:

Usia Atau Umur

Apabila dibandingkan dengan anak-anak atau orang yang sudah dewasa, seorang bayi yang baru
dilahirkan oleh ibunya ini akan mempunyai frekuensi atau gelombang nadi yang lebih tinggi.
Jenis Dari Kelamin

Pada umumnya seorang perempuan ini mempunyai denyut nadi yang kekuatan denyut nadi itu
lebih tinggi dibandingkan dengan denyut nadi seorang laki-laki.

Berat Badan Seseorang

Penderita obesitas pada umumnya akan mempunyai kekuatan denyut pada nadi yang lebih tinggi,
karena dengan tubuh yang lebih besar itu akan meningkatkan beban-beban cara kerja jantung
untuk memompa darah yang ada pada tubuh.

Life Style atau Gaya Hidup

Life style atau gaya hidup seperti stress, atau terjadinya rasa trauma itu bisa mengakibatkan
denyut nadi pada tubuh mengalami peningkatan.

Obat-Obatan yang Dikonsumsi

Ketika kita mengonsumsi obat-obatan tertentu bisa meningkatkan denyut pada nadi.

Kondisi Pada Kehesatan

Ada beberapa penyakit yang dapat meningkatkan frekuensi pada denyut nadi menjadi lebih
tinggi, penyakit-penyakit tersebut adalah, penyakit jantung, diabetes atau tekanan darah tinggi.

Aktivitas Atau Kegiatan

Gelombang nadi juga bisa meningkat sesudah, melakukan kegiatan fisik, dan setelah melakukan
kegiatan olahraga. Hal ini akan terjadi selama diri kita ini melakukan kegiatan, dan tubuh akan
membutuhkan kadar oksigen lebih banyak lagi.

Kehamilan Seorang Wanita

Pada umumnya denyut nadi akan mengalami peningkatan yang lebih tinggi ketika sedang
mengandung atau hamil, karena jantung ini akan memompa darah lebih banyak lagi supaya si
janin yang sedang dikandung itu bisa berkembang dengan baik.
Kondisi Kedokteran Atau Medis Tergantung Dari Denyut Nadi

deherba.com

Menurut kondisi dari seorang dokter, dua kondisi medis dibawah ini bisa dipakai untuk petunjuk
apabila terdapat kelainan pada peranan atau fungsi jantung.

Takikardia

Takikardia adalah detak atau denyut jantung yang lebih cepat daripada detak-detak biasanya.
Hali ini bisa mewujudkan sirkulasi yang sangat buruk dan persediaan darah yang tidak
memenuhi kebutuhan pada bagian tubuh.

Maksimal-maksimal detak nadi pada tubuh ini sebanyak 120 kali dalam setiap menitnya, dan jika
detak denyut nadi itu melibihi dari nilai tersebut, maka orang itu wajib yang namanya
mendapatkan perhatian medis.

Bradikardia

Bradikardia ini adalah denyut jantung yang lambat atau lemah dibawah 60 dalam setiap
menitnya. Hal ini merupakan keadaan yang normal untuk para atlet.

Denyut atau detakan nadi dibawah dari 50 dalam setiap menitnya ketika sedang keadaan istirahat
itu masih termasuk kedalam golongan yang normal jika mereka tidak memiliki gejala-gejala
seperti lelah, sesak dalam bernafas, sakit dada, lemah, dan yang terakhir palpitasi.
Cara Menghitung Denyut Nadi

hellosehat.com

Denyut nadi adalah suatu detak yang dihasilkan oleh pompa jantung yang mengalirkan darah dan
masuk kedalam pembuluh nadi.

Nominal atau jumlah denyut nadi seseorang yang sehat dan sedang istirahat dari 70 sampai 80
kali dalam setiap menitnya.

Perhitungan-perhitungan detak atau denyut nadi seseorang yang sedang istirahat ini sebaiknya
dilakukan ketika pagi hari sebelum diri kita melakukan kegiatan-kegiatan dalam bentuk fisik.

Berikut ini akan ada 4 cara untuk mengetahui dan menghitung denyut nadi tersebut, diantaranya:

1. Radial Pulse Rate

Menyentuh dengan memakai kedua ujung jari dari tangan kita ke pembuluh nadi kearah distal
pada bagian pergelangan tangan, kemudian rasakan lah denyut-denyut yang dihasilkan olah nadi,
lalu hitung denyut nadi tersebut selama 30 detik. Setelah menemukan hasilnya, maka hasil
tersebut dikalikan 2 untuk hasil dalam setiap menit-nya.
2. Cortoid Pulse Rate

Sentuh lah daerah leher pada bagian bawah telinga dan bagian bawah rahang dengan
menggunakan kedua jari kalian, ketika menyentuh bagian-bagian tersebut jangan menekan
terlalu kuat, apabila kita menekan pada pembuluh nadi bisa mengakibatkan hambatan-hambatan
pada kerja jantung.

Setelah kalian menaruh kedua jari kalian kepada pembuluh nadi yang ada dileher dan dibawah
rahang, maka hitung lah denyutan nadi tersebut selama 30 detik, apabila sudah menemukan
hasilnya, maka hasil hitungan tersebut dikalikan menjadi 2 untuk hasil dalam setiap menitnya.

3. Stethoscope Heart Rate

Tempelkan lah tandan pendengaran pada lubang telinga, dimana ujung tandan itu menghadap
keluar dan letakkan dataran bulat pada posisi ditengah bawah pada bagian sebelah kiri dada, dan
rasakan denyut-denyut yang dihasilkan, kemudian hitung lah denyutan tersebut selama 30 detik,
jika sudah menemui hasilnya maka dikalikan menjadi 2 untuk hasil akhir dalam setiap menitnya
Pengertian Suhu
Suhu adalah pernyataan tentang perbandingan (derajat) panas suatu zat. Dapat pula
dikatakan sebagai ukuran panas atau dinginnya suatu benda. Sedangkan dalam bidang
termodinamika suhu adalah suatu ukuran kecenderungan bentuk atau sistem untuk melepaskan
tenaga secara spontan. Dalam dunia kesehatan, pemeriksaan suhu tubuh termasuk dalam tolak
ukur utama untuk mengetahui keadaan pasien dan diagnosa. Sehingga, kemampuan pengukuran
suhu tubuh sangatlah penting bagi tenaga kesehatan dibidang apapun.

Alat Pengukuran Suhu Tubuh


Alat pengukur suhu, tentu saja adalah termometer. Namun dalam dunia kesehatan,
termometer yang digunakan adalah termometer suhu badan atau klinis, baik yang terbuat dari
merkuri (kaca) maupun digital. Hanya saja American Academy of Pediatrics tidak
merekomendasikan penggunaan termometer merkuri (kaca) untuk mencegah paparan disengaja
oleh toksin.

Cara Mengukur Suhu Tubuh


A. Mengukur Suhu Oral
Yaitu mengukur suhu badan dengan menggunakan termometer yang ditempatkan di mulut.
a. Tujuan
Mengetahui suhu klien untuk menentukan tindakan dan diagnose
b. Persiapan alat
1) Termometer air raksa/termometer elektrik siap pakai
2) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya
3) Sarung tangan
4) Tissue
5) Bengkok
6) Buku catatan dan alat tulis
c. Prosedur
1) Menjelaskan pada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
2) Mendekatkan alat kesamping klien
3) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
4) Menempatkan termometer di bawah lidah klien dalam kantung sub lingual lateral
ketengah rahang bawah
5) Meminta klien menahan termometer dengan bibir terkatup dan hindari penggigitan.
Bila klien tidak mampu menahan termometer dalam mulut maka pegangi
thermometer
6) Biarkan termometer di tempat tersebut :
a) Termometer air raksa : 2-3 menit
b) Termemoter Digital : sampai sinyal terdengar
7) Keluarkan termometer dengan hati-hati
8) Lap termometer memakai tissue dengan gerakan memutar dari atas ke arah reservoir,
kemudian buang tissue di bengkok
9) Baca air raksa atau digitnya
10) Menurunkan tingkat air raksa/mengembalikan termometer digital ke skala awal
11) Mengembalikan termometer pada tempatnya
12) Melepas sarung tangan dan mencuci tangan
13) Mendokumentasikan hasil tindakan
B. Mengukur Suhu Aksila
Yaitu mengukur suhu badan dengan menggunakan termometer yang di tempatkan di
ketiak (aksila). Suhu aksila tidak seakurat pengukuran rektal atau oral, dan ini umumnya
mengukur 1 derajat lebih rendah dari suhu oral jika diukur secara bersamaan.
a. Tujuan
Mengetahui suhu badan klien untuk menentukan tindakan dan membantu menentukan
diagnosa
b. Persiapan alat
1) Termometer air raksa/termometer elektrik siap pakai
2) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya
3) Sarung tangan
4) Tissue
5) Bengkok
6) Buku catatan dan alat tulis
c. Prosedur
1) Menjelaskan pada klien tentang tidakan yang akan dilakukan
2) Mendekatkan alat ke samping klien
3) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
4) Memasang tirai atau menutup gorden/ pintu ruangan
5) Membantu klien untuk duduk atau posisi berbaring terlentang. Buka pakaian pada
lengan klien
6) Menempatkan termometer di tengah ketiak, turunkan lengan dan silangkan
lengan di bawah klien
7) Biarkan termometer di tempat tersebut
(a) Termometer air raksa : 5-10 Menit
(b) Termometer digital : sampai sinyal terdengar
8) Keluarkan termometer dengan hati-hati
9) Lap termometer memakai tissue dengan gerakan memutar dari atas ke arah reservoir,
kemudian tissue di bengkok
10) Baca air raksa atau digitnya
11) Membantu klien merapikan bajunya
12) Menurunkan tingkat air raksa/mengembalikan termometer digital ke skala awal
13) Mengembalikan termometer pada tempatnya
14) Melepas sarung tangan dan mencuci tangan
15) Mendokumentasikan hasil tindakan

C. Mengukur Suhu Rekta


Yaitu mengukur suhu badan dengan menggunakan termometer yang ditempatkan di
rektal. American Academy of Pediatric merekomendasikan pengukuran suhu rectal untuk
anak di bawah usia 3 tahun, karena hal ini memberikan bacaan yang paling akurat dari
suhu utama tubuh. Pengukuran suhu rectal akan membaca sekitar 1 derajat lebih tinggi
dari suhu oral jika dilakukan pengukuran secar bersamaan.
a. Tujuan
Mengetahui suhu badan klien untuk menentukan tindakan dan membantu
menegakkan diagnosa
b. Persiapan alat
1) Termometer air raksa/termometer elektrik siap pakai
2) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya
3) Vaseline/pelumas larut air
4) Sarung tangan
5) Tissue
6) Bengkok
7) Buku catatan dan alat tulis
c. Prosedur
1) Menjelaskan pada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
2) Mendekatkan alat ke samping klien
3) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
4) Memasang tirai atau menutup gorden/pintu ruangan
5) Membuka pakaian bagian bawah
6) Mengatur posisi klien
(a) Dewasa : Sim atau miring dan kaki sebelah atas tekuk ke arah perut
(b) (b) Bayi/anak : Tengkurap/terlentang
7) Melumasi ujung termometer dengan vaseline sekitar 2,5-3,5 cm untuk orang
dewasa dan 1,5-2,5 cm untuk bayi/anak
8) Membuka anus dengan menaikkan bokong atas dengan tangan kiri (untuk orang
dewasa). Bila bayi tengkurap di tempat tidur, renggangkan kedua
bokong dengan jari-jari.
9) Minta klien menarik nafas dalam dan masukkan termometer secara perlahan
kedalam anus sekitar 3,5 cm pada orang dewasa dan pada bayi 1,5-2,5 cm
10) Pegang termometer ditempatnya selama 2-3 menit (orang dewasa) dan 5 menit
(untuk anak-anak)
11) Keluarkan termometer dengan hati-hati
12) Lap termometer memakai tissue dengan gerakan memutar dari atas ke arah
reservoir, kemudian buang tissue di bengkok
13) Baca air raksa atau digitnya
14) Melap area anal untuk membersihakan pelumas atau feaces dan merapikan klien
15) Membersihkan termometer air raksa
16) Menurunkan tingkat air raksa/mengembalikan termometer digital ke skala awal
17) Mengembalikan termometer pada tempatnya
18) Melepas sarung tangan dan mencuci tangan
19) Mendokumentasikan hasil tindakan

D. Mengukur Suhu Tymphanic


Yaitu, mengukur suhu badan dengan menggunakan termometer yang ditempatkan di
telinga. Pengukuran suhu gendang telinga tidak akurat pada anak-anak kecil dan tidak
boleh digunakan pada anak di bawah 3 tahun (36 bulan). Hal ini terutama berlaku pada
bayi dibawah 3 bulan dimana pengukuran suhu yang akurat adalah sangat penting.
a. Tujuan
Mengetahui suhu klien untuk menentukan tindakan dan diagnosa
b. Persiapan alat
1) Termometer air raksa/termometer elektrik siap pakai
2) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya
3) Sarung tangan
4) Tissue
5) Bengkok
6) Buku catatan dan alat tulis
c. Prosedur
1) Menjelaskan pada klien tentang tindakan yang akan dilakukan
2) Mendekatkan alat kesamping klien
3) Mencuci tangan dan memakai sarung tangan
4) Masukkan termometer ke dalam telinga pasien
5) Setelah dirasa cukup, keluarkan dengan hati-hati
6) Lap termometer memakai tissue dengan gerakan memutar dari atas ke arah
reservoir, kemudian buang tissue di bengkok
7) Baca air raksa atau digitnya
8) Menurunkan tingkat air raksa/mengembalikan termometer digital ke skala awal
9) Mengembalikan termometer pada tempatnya
10) Melepas sarung tangan dan mencuci tangan
11) Mendokumentsikan hasil tindakan