Anda di halaman 1dari 19

PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM

PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN


PRODUK COWBOY CHAIR GOAT SKIN
(Studi Kasus: CV. Tiga Berlian Jaya )

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada
Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik

Disusun Oleh:

Aprillya Sujarwati Putri


D 600.130.001

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2017
i
ii
iii
“PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DALAM
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN
PRODUK COWBOY CHAIR GOAT SKIN”
(Studi Kasus: CV. Tiga Berlian Jaya)

ABSTRAK

CV. Tiga Berlian Jaya merupakan perushaan semi manufaktur yang


bergerak dalam pembuatan furniture. Perencanaan bahan baku sangat berpengaruh
terhadap jalannya produksi. Permasalahan yang ada pada penelitian ini terkait
dengan persediaan bahan baku, dimana terjadi keterlambatan pengiriman bahan
baku. Oleh karena itu dibutuhkan suatu informasi yang diharapkan dalam
pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan dengan tepat dan penetuan
biaya pada persediaan dapat direncanakan seoptimal mungkin yaitu dengan
menerapkan metode Material Requirement Planning (MRP).Metode MRP
digunakan dengan menggunakan 2 metode lot sizing yang berbeda yaitu Lot for
lot dan Part Period Balancing untuk mendapatkan biaya total persediaan bahan
bakuseminimjum mungkin yang terdiri dari biaya pemesanan, biaya simpan dan
pembelian bahan baku.Perencanaan kebutuhan bahan baku yang dibuat
berdasarkan hasil peramalan permintaan produk kursi menunjukkan teknik lot
sizing yang paling efektif adalah lot for lot. Teknik lot for lot menghasilkan biaya
persediaan terendah sebesar Rp 2.921.500,00 dibandingkan dengan teknik part
period balancing yang mengasilkan biaya sebesar Rp 3.066.280,00 dan metode
yang digunakan perusahaan sebesar Rp 6.534.000,00

Kata Kunci : Material Requirements Planning, Lot sizing, Persediaan

ABSTRACT

CV. Tiga Berlian Jaya is a semi manufacturing company that role in furniture
making. Planning of material requirements are very influential on the course of
production. Problems that exist in this study related to raw material inventory,
where there is delay in delivery of raw materials. Therefore it is needed an
information system which is expected to fulfill requirement of raw material can be
done correctly and costing on inventory can be planned optimally that is by
applying Material Requirement Planning (MRP) MRP method is used by using
two different lot sizing methods that are Lot for lot and Part Period Balancing to
get the minimum cost of raw material inventory which consist of ordering cost,
holding cost and raw material purchase. Planning needs of raw materials are
made based on the results of the demand for product demand of chairs show the
most effective technique of lot sizing is lot for lot Techniques lot for lot generate
cost The lowest inventory of Rp 2.921.500,00. compared with the technique part
period balancing which yields the cost of Rp 3.066.280,00 and the method used by
the company is Rp 6.534.000,00.

Key word: Material Requirement Planning (MRP), Lot sizing, Inventory

1
1. PENDAHULUAN
Persaingan yang ketat antar produsen dalam memproduksi produk
yang sama, mendorong perusahaan untuk bersaing dalam memiliki
keunggulan. Dengan adanya ketidakpastian jumlah dan waktu saaat
konsumen akan membeli produk sehingga mendorong adanya persediaan,
Oleh karena itu perusahaan seharusnya memiliki pengawasan terhadap
persediaan. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan suatu tingkat
efisiensi penggunaan biaya dalam persediaan. Setiap industri manufaktur
ataupun bukan manufaktur harus mampu mengelola dan merencanakan
setiap kegiatannya dengan baik. Pengelolaanya yang dilakukan meliputi
perencanaan kebutuhan bahan baku, perencanaan produksi, perakitan
sampai dengan produk jadi.
CV. Tiga Berlian Jaya merupakan Perusahaan semi manufaktur
yang bergerak dalam pembuatan furniture atau Meubel. Produk-produk
yang dihasilkan juga sangat beragam dari mulai almari, kursi, meja, kaca
hias, patung dan dll. Bahan dasar pembuatan produk pada CV Tiga Berlian
Jaya adalah Kayu jati yang didapatkan langsung dari Pacitan, Ngawi dan
Gunung Kidul. CV Tiga Berlian Jaya telah sering diundang untuk
mengikuti event pameran-pameran sehingga dari kegiatan tersebut 90%
konsumen adalah orang-orang asing yang sangat tertarik dengan desain
dari produk-produk yang dihasilkan. Banyaknya produk yang dihasilkan
tentunya harus adanya pengelolaan sistem persediaan yang baik.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada CV Tiga Berlian Jaya
Furniture, Model persediaan pada Perusahaan tersebut adalah dependent
atau produk produksi sesuai dengan permintaan (make to order).
Perusahaan ini belum menerapkan atau memiliki sistem
perencanaan kebutuhan material yang baik, sehingga dalam proses
produksinya sering terjadi keterlambatan produksi, dari mulai bahan baku
dipesan kemudian diproses sampai dengan proses finishing terkadang
mengakibatkan produk yang dipesan tidak jadi sesuai dengan waktu yang
ditentukan. Hal ini disebabkan karena belum adanya perhitungan waktu

2
tenggang atau (lead time) untuk pembuatan suatu produk sampai waktu
tenggang untuk masing-masing komponen pembentuk produk tersebut.
Pada penelitian ini produk yang digunakan adalah produk dari CV. Tiga
Berlian Jaya yang miliki jumlah permintaan yang paling banyak.
Berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, penelitian ini
membahas tentang perencanaan kebutuhan bahan baku yang akan
digunakan untuk membuat pesanan produksi dan pembelian. Serta
mengatur aliran bahan baku dan persediaan sehingga sesuai dengan
jadwal produksi untuk produk akhir sehingga berjalan dengan baik
dengan menggunakan metode MRP sebagai sebuah teknik permintaan
terikat yang menggunakan daftar kebutuhan bahan, persediaan,
penerimaan yang diperkirakan, dan jadwal produksi induk untuk
menentukan kebutuhan material.
2. METODE
Penelitian ini dilaksanakan di CV Tiga Berlian Jaya di Cawas
Klaten. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yang digambarkan
dalam 1 kerangka pemecahan masalah. Penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis penerapan Material Requirement Planning yang diawali
dengan menganalisis Master Production Schedule (MPS), struktur produk
dan daftar kebutuhan bahan baku, serta menganalisis besarnya jumlah
pesanan optimal untuk setiap bahan baku. Tahap pertama mengidentifikasi
permasalahan persediaan bahan baku yang ada di UKM sehingga
diketahui permasalahan-permasalahan yang terjadi di CV Tiga Berlian
Jaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara dan
observasi. Sedangkan data yang diperlukan bill of material (BOM),
Struktur Produk, Data permintaan produk dan data actual persediaan.
Adapun pengolahan data untuk dilakukan dengan cara :
1) Peramalan
Permalan dilakukan dengan menggunakan data permintaan masa lalu
selama 2 tahun untuk meramalkan 2 bulan kedepan yaitu agustus dan
September. Pengolahan data menggunakan POM-QM kemudian Hasil

3
peramalan dengan MAD, MAPE dan MSE terkecil yang dipilih sebagai
MPS (Master Production Schedule)
2) Penyusunan MPS (Master Production Schedule)
Penyusunan JIP untuk menentukan jadwal pemesanan serta menentukan
berapa banyak bahan baku yang akan dipesan. JIP didapatkan dari
peramalan data permintaan dari bulan Agustus 2015 – Juli 2017.
3) Penyusunan Struktur Produk (Bill Of Material) berisikan informasi
tentangb
Struktur Produk (Bill Of Material) berisikan informasi tentang
hubungan antar komponendalam suatu produksi. Struktur produk
mengandung informasi tentang semua item pada produk terkait level
item.
4) Perencanaan kebutuhan bahan baku berdasarkan metode MRP
Perencanaan kebutuhan bahan baku dilakukan dengan menggunakan
metode MRP. Untuk melakukan perhitungan dengan car mencari:
Minggu
Kode Identifik Identif
Lead Persediaan Persediaan Dialok
tingkat asi ikasi
Time di tangan Pengaman asikan 1 2 3 4 5 6 7
rendah barang baang
GR
SR
POH
NR
POR
POL

GR = Gross Requirments (Kebutuhan Kotor)


SR = Scheduled Receipts (Penerimaan yang dijadwalkan)
POH = Project On Hand (Persediaan ditangan yang diproyeksikan)
OHt = (OHt-1+ SRt-1-GRt-1) (1)
Keterangan :
OHt = Persediaan awal periode t
OHt-1 = Persediaan awal periode t-1
SRt-1 = Jadwal penerimaan periode t-1
GRt-1 = Kebutuhan kotor periode t-1
NR = Net Requirments (Kebutuhan Bersih)
POR = Planned Order Receipts (Penerimaan Pemesanan Terencana)

4
POL = Planned Order Realeses (Pelepasan Pesanan Terencana)
5) Penentun Lot Size
Penentuan lot size dilakukan untuk mengetahui jumlah pesanan optimal
dari metode lot sizing lot for lot dan Part period balancing
a) Lot for lot
Teknik penetuan lot yang hanya memertimbangkan biaya pesan saja
sehingga perusahaan memproduksi sesuai yang dipermintaan
konsumen dengan mengasumsi bahwa persediaan sama dengan 0
b) Part period balancing
Teknik menyeimbangkan biaya set up dan oenyimpanan dengan
mengubah lot untuk menggambarkan kebutuhan ukuran lot
berikutnya dimasa yang akan datang.
𝑠
EPP 𝐻

(2)
S = Biaya Pemesanan per pesan
H = Biaya Simpan
6) Analisis Perbandingan biaya persediaan bahan baku
Analisis perbandingan bahan baku baku dilakukan dengan menentukan
total biaya persediaan bahan baku setiap bulan pada perusahaan
sebelum diterapkan metode MRP dan setelah diterapkan metode MRP
yang meliputi biaya penyimpanan total biaya persediaan.

5
MULAI

Identifikasi Permasalahan

Tujuan Penelitian

Pengumpulan Data

Data Permintaan Struktur Produk


Inventory Status: -data data permintaan - Bill Of Material (BOM)
-Persediaan yang dimiliki masa lalu Tingkat antar komponen
-Lead Time (Waktu dan tingkat dari suatu item
tenggang) (level)

PERAMALAN
(FORECASTING)

Jadwal Induk Produksi


(MPS)

MRP

LOT SIZING

Analisis Data

Kesimpulan dan Saran

SELESAI

Gambar 1. Kerangka Pemecah Masalah


3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Pengumpulan Data
3.1.1 Pengumpulan data yang pertama menetukan struktur prosuk
yang dipilih yaitu cowboy chair goat skin. Seperti yang terlihat
pada gambar dibawah ini perencanaan dilakukan atas item yang
berada di level 0 merupakan perencanaan produksi.
Cowboy chair
goat skin LEVEL 0

LEVEL 1
Kerangka Bantalan Kursi

Lem Fox LEVEL 2


Kayu Sekrup Kulit kambing Busa

Gambar 2. Struktur Produk


Pembuatan BOM didasarkan pada struktur produk yang telah
dibuat pada langkah BOM selanjutnya level tiap komponen,
jumlah kebutuhan tiap-tiap komponen serta sumber komponen
Tabel 1. BilL Of Material

6
Level Komponen Komponenen Sumber
S Kursi Dibuat
S1 Kerangka Dibuat
S.1.1 Kayu Dibeli
S.1.2 Lem Epoxy Dibeli
S.1.3 Sekrup Dibeli
S2 Bantalan Dibeli
S 2.1 Busa Dibeli
S 2.2 Kulit Kambing Dibeli
S 2.3 Lem Fox Dibeli
3.1.2 Data Permintaan
Tabel 2. Data Permintaan Cowboy chair goat skin dari bulan
agustus 2015 – Juli 2017
DATA PERMINTAAN DATA PERMINTAAN
Periode Bulan Permintaan Satuan Periode Bulan Permintaan Satuan
1 Agustus 150 Unit 13 Agustus 160 Unit
2 September 100 Unit 14 September 200 Unit
3 Oktober 150 Unit 15 Oktober 150 Unit
4 November 100 Unit 16 November 100 Unit
5 Desember 0 Unit 17 Desember 120 Unit
6 Januari 150 Unit 18 Januari 200 Unit
7 Februari 200 Unit 19 Februari 0 Unit
8 Maret 100 Unit 20 Maret 250 Unit
9 April 150 Unit 21 April 200 Unit
10 Mei 0 Unit 22 Mei 0 Unit
11 Juni 200 Unit 23 Juni 140 Unit
12 Juli 150 Unit 24 Juli 160 Unit
3.1.3 Data harga bahan baku
Tabel 3. Harga bahan baku yang terdiri dari kayu, busa, kulit
kambing dan lem epoxy Fox
Keterangan Harga Satuan
Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00
Busa (1 set busa) Rp7,000.00
Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00
Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00
Jumlah Rp133,000.00
3.1.4 Data Inventory
Tabel 4. Data pembelian agustus 2015 – Juli 2016
Keterangan Harga Satuan Pembelian Total Biaya Item
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp120,000,000.00
Busa (1 set busa) Rp7,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp10,500,000.00
Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00 155 105 155 105 0 155 205 105 155 0 205 155 1500 Rp30,000,000.00
Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00 2 1 2 1 0 2 2 1 2 0 2 2 17 Rp442,000.00
Jumlah Rp133,000.00 467 316 467 316 0 467 617 316 467 0 617 467 4517 Rp160,942,000.00

7
Tabel 5. Data pembelian agustus 2016- juki 2017
Pembelian
Keterangan Harga Satuan Total Biaya Item
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Kayu 0,2 m(Kubik) Rp80,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp138,400,000.00
Busa (1 set busa) Rp7,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp12,110,000.00
Kulit Kambing (40x45)cm Rp20,000.00 165 205 155 105 125 205 0 255 205 0 145 165 1730 Rp34,600,000.00
Lem Epoxy Fox(1kg = 100 kg) Rp26,000.00 1 2 2 1 1 2 3 2 0 2 2 18 Rp468,000.00
Jumah Rp133,000.00 496 617 467 316 376 617 0 768 617 0 437 497 5208 Rp185,578,000.00

3.1.5 Data Biaya


Tabel 6. Tabel Total biaya pesan yang diperoleh dari biaya
transportasi dan biaya telepon
No Bahan baku Biaya Pemesanan/Bulan
1 Kayu Rp2,745,000.00
2 Busa Rp38,000.00
3 Lem Epoxy Fox Rp8,000.00
4 Kulit Kambing Rp46,000.00
Total Rp2,837,000.00
3.1.6 Tabel 7. Total biaya simpan didapat diperoleh dari biaya
perawatan (maintenance), kehilangan dan biaya listrik.
No Nama Bahan Biaya Simpan / Bulan
1 Kayu Rp390,000.00
2 Busa Rp18,000.00
3 Lem Epoxy Fox Rp9,000.00
4 Kulit Kambing Rp36,000.00
Jumlah Rp453,000.00

3.2 Pengolahan Data


3.2.1 Pengolahan data permintaan menggunakan POM-QM For
Windows 3.

Gambar 3. Hasil pengolahan menggunakan POM-QM For Windows


dengan metode Moving Average dan Single Exponenetial Smoothing

8
Berdasarkan plot data permintaan masa lalu pada tabel 4.2
Dapat dilihat bahwa permintaan tersebut terjadi secara acak. Menurut
Lindawati (2003) permintaan yang memiliki pola acak menggunakan
metode Moving average dan single Exponential Smoothing.
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan
metode Moving Average dan Single Exponential Smoothing diperoleh
bahwa metode yang tepat adalah Single Exponential Smoothing sebab
memiliki MAD, MAPE dan MSE paling kecil yaitu peramalan untuk
bulan Juli dan Agustus tahun 2017 157 yang didapat dari hasil
peramalan dari Output POM-QM For Windows 3
Tabel 8. Hasil peramalan permntaan bahan baku Cowboy chair goat
skin
Jumlah
Bulan Permintaan
Agustus-2017 157
September-2017 157
3.2.2 Master Production Schedule (MPS)
MPS mewakili sebuah rencana untuk pelaksanaan produksi MPS
dibuat berdasarkan hasil forecasting dan pesanan konsumen. MPS
bulanan tersebuat akan diibagi menjadi MPS harian dengan
mengasumsikan 1 bulan memiliki 30 atau 31 hari.
Tabel 9. MPS harian bulan Agustus 2017
Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Produk 7 7 7 7 7 7 7 7 7

Tabel 10. Tabel harian bulan September 2017


Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Produk 7 7 7 7 7 7 7 7 7

3.2.3 Perhitungan Jumlah Kebutuhan bersih


Dari data MPS harian yang juga merupakan kebutuhan kotor dapat
diketahui kebutuhan bersih (net requirement) dengan mengurangi
kebutuhan kotor (gross requirement) dengan persediaan yang dimiliki
(on hand). Kebutuhan bersih ini merupakan banyaknya produk, part

9
atau item yang harus diproduksi setiap periode untuk mengetahui
pesanan konsumen. Dengan mengasumsikan bahwa 1 bulan ada 30 -31
hari, maka dapat dibuat kebutuhan bersih untuk produk maupun part
atau item. Perhitungan bersih tersebut dilakukan dengan menggunakan
MRP.
Berdasarkan data persediaan awal dan jumlah kebutuhan kotor,
maka dapat dihitung barapa jumlah kebutuhan bersih perhari. Hasil
perhitungan kebutuhan baersih nantinya akan digunakan sebagai dasar
untuk menghitung jumlah lot setiap kali pembelian dilakukan. Hasil
akhir perhitungan jumlah bersih untuk Cowboy chair goat skin dan
tiap-tiap bahan baku.
Tabel 11.
Keterngan Perhitungan Jumlah Satuan
Kayu 0,2 m(Kubik) 0.2*157 31.4 M (kubik)
Busa (1 set busa) 1*157 157 pcs
Kulit Kambing (40x45)cm 1 potong *157 157 157 potong
Lem Epoxy Fox(1kg = 100 pcs) 2 2 kg
3.2.4 Perhitungan Lot Sizing
Setelah diketahui jumlah unit kebutuhan bersih untuk tiap-tiap
bahan baku, maka perlu direncanakan pembelian bahan baku tersebut.
Perencanaan pembelian bahan baku dilakukan dengan cara menetukan
jumlah dan wajtu pembelian yang optimal untuk tiap-tiap pembelian.
Pada penelitian ini, penentuan jumlah dan waktu pembelian masing-
masing bahan baku akan dihitung dengan menggunakan 2 metode lot
sizing Lot for lot dan Part Period . Pemilihan metode yang
menghasilkan jumlah biaya yang paling minimal diantara 2 metode
yang digunakan.
a. Perhitungan lot for lot dengan memperhityngkan biaya simpan saja
sehingga mengasumsikan bahwa biaya simpan /persediaan 0. Karena
jumlah yang disimpan sama dengan jumlah yang diproduksi.
Perhitungan dengan menggunakan POM-QM For Windows 3

10
Gambar 4. Lot for lot bahan baku Kayu

Gambar 5. Lot for lot bahan baku Busa

Gambar 6. Lot for lot bahan baku Lem Epoxy

Gambar 7. Lot for lot bahan baku Kulit kambing

11
b. Perhitungan Lot sizing dengan menggunakan Part Period Blancing

Gambar 8. Part period balancing bahan baku kayu

Gambar 9. Part period balancing bahan baku Busa

Gambar 10. Part period balancing bahan baku Lem Epoxy

Gambar 11. Part period balancing bahan baku Kulit Kambing

12
3.3 Analisis
Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dengan metode lot for
lot dan Part period balancing dapat diketahui bahwa metode lot for lot
yang terbukti lebih efiisien. Dapat dilihat pada tabel dibawah dapat
diketahui bahwa perhitungan metode lot sizing lot for lot dan lot sizing
Part period balancing yang memiliki total biaya paling rendah adalah
Metode Lot for lot yaitu Rp 2.921.500,00 Karena pada metode Part
period balancing mempertimbangkan juga biaya simpan sehingga
menambah total biaya yang dikeluarkan perusahaan lot sizing lot for lot
dapat mengefisiensi biaya persediaan bahan baku pada perusahaan. Karena
dalam perhitungan lot for lot jumlah pesananan sesuai dengan jumlah yang
sesungguhnya yang diperlukan sehingga menghasilkan tidak adanya
persediaan yang disimpan . Sehingga biay yang timbul hanya berupa biaya
pemesanan saja.
Perbandingan perhitungan yang telah dilakukan dan telah didapatkan
hasil lot for lot memiliki biaya yang paling rendah sebesar RP
2.921.500,00 sedangkan biaya yang dihasilkan perusahaan dengan
menggunakan perhitungan yang masih konvensional didapatkan hasil
sebesar Rp 6.534.000,00 sehingga dapat didimpulkan bahwa dengan
menggunakan metode lot sizing lot for lot perusahaan dapat menghemat
biatya sebesar Rp 3.612.500 setiap periode.
Tabel 12. Perbandngan hasil biaya lot for lot dan Part period balancing.
Bahan baku Metode lot sizing PPB Metode Lot sizing LFL Metode Perushaan
Kayu Rp2,893,500.00 Rp2,745,000.00 Rp6,270,000.00
Busa Rp66,500.00 Rp66,500.00 Rp112,000.00
Lem Epoxy Rp14,280.00 Rp18,000.00 Rp34,000.00
Kulit Kambing Rp92,000.00 Rp92,000.00 Rp118,000.00
Total Rp3,066,280.00 Rp2,921,500.00 Rp6,534,000.00

13
DAFTAR PUSTAKA

Erlangga, F. S., & Astuti, R. (2015). Analisis Penerapan Material Requirement


PLanning ( MRP ) Dengan Mempertimbangkan Lot Sizing Untuk
Pengendalian Persediaan Bahan Baku (Studi Kasus di Quick Chicken Kota
Batu – Jawa Timur). Malang: Universitas Brawijaya

Heizer, Jay dan Render, B. (2005). Manajemen Operasi.pdf (Edisi 3). Jakarta:
Salemba Empat.

Irwansyah, E. D. (2010). Penerapan Material Requirement Planning ( MRP )


Dalam Perencanan Persediaan Bahan Baku Jamu Sehat Semarang.
universitas Diponegoro.

Jayana, K., Ekonomi, J. P., Ekonomi, F., Bisnis, D., & Ganesha, U. P. (2014).
Analisis Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Dalam Pembuaan Meubel
Menggunakan Metode Material Requirement Planning Pada UD. Jaya
Utama Seririt. Jurnal Ekonomi UPG

Koeswara, S., & Suhada, R. T. (2008). Perencanaan Kebutuhan Material ( MRP )


Dengan Menggunakan Teknik Lot Lizing Pada Bahan Baku Brispack J
Varnish, 46–57

Lindawati. (2003). Perencanaan bahan baku di CV. Soloindo Tama. Universitas


Kristen Petra. http://dewey.petra.ac.id_jiunkpe_3882_html

Resmi, D. C. (2011). Kajian Perencanaan Dan Pengendalian Persediaan Bahan


Baku Produk Polyester Dengan Metode Material Requirement Planning Di
PT. Indorama Synthetics Tbk. Institut Pertanian Bogor.

Rauf, R. A., & Howara, D. (2013). Persediaan Bahan Baku Keripik Sukun ( Studi
Kasus : Industri Rumah Tangga Citra Lestari Production ), 1(April), 93–99.
Fakultas Pertanian: Universitas Tadulako Palu

Sadeghi, H., Ahmad, M., & Mehdi, H. (2014). A simulation method for Material
Requirement Planning Supply Dependent Demand and Uncertainty Lead-
Time. African Journal of Business Management, 8(4), 127–135.
https://doi.org/10.5897/AJBM201. Iran University of Science and Tehnology

Sinaga, J. (2007). Analisa Perencanaan Bahan Baku Berdasarkan Sistem Material


Requirement Planning ( MRP ) pada PT . Rohm and Haas Indonesia.
Universitas Mercu Buana.

14
Sofjan Assaauri. (2008). Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi 4. Jakarta:
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Sumayang, L. (2003). Dasar Dasar Manajemen dan Produksi. Jakarta: Salemba


Empat.

Wahyuni, A dan Syaichu, A. (2009). Perencanaan Persediaan Bahan Baku


Menggunakan Metode Material Requirement Planning (MRP) Produk
Kacang Shanghai Perusahaan Gangsar Ngunut-Tulungagung. Jurnal Teknik
STT POMOSDA, 141–156.

15