Anda di halaman 1dari 10

Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan


PT. Amman Mineral Nusa Tenggara yang sebelumnya PT. Newmont Nusa
Tenggara adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan tembaga
dan emas yang berskala besar dan bertaraf internasional.PT Amman Mineral Nusa
Tenggara merupakan anak perusahaan dari Amman Mineral Internasional yang
beroperasi pada tambang batu hijau di Pulau Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat,
Kecamatan Jereweh dan Sekongkang, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. PT.
Newmont Nusa Tenggara atau PT Amman Mineral Nusa Tenggara (sekarang) mulai
beroperasi berdasarkan Kontrak Karya Generasi ke-4 yang ditandatangani pada 2
Desember 1986. Tambangnya merupakan hasil dari eksplorasi sepuluh tahun lebih dan
progam pembangunan didasarkan pada penemuan 1999 deposit tembaga porfiri, yang
mana kegiatan produksinya dimulai pada tahun 2000.
Pada tanggal 2 November 2016 proses transaksi pengambilan kepemilikan
saham di PT NNT sebesar 82,2% oleh PT AMI (Amman Mineral Internasional) telah
selesai dilaksanakan. Dengan selesainya transaksi tersebut sebesar 82,2% PT AMI
yang merupakan perusahaan nasional telah memegang saham kepemilikan dan aset-
aset lainnya telah dimiliki sepenuhnya, dan PT Pukuafu Indah (PT PI) sebagai
pemegang saham sebanyak 17,8%. Sejak memulai kegiatan operasi secara penuh di
Indonesia pada tahun 2000, perusahaan telah berkontribusi lebih dari Rp 100 triliun
dalam bentuk pembayaran pajak dan non pajak, royalti, gaji, pembelian barang dan jasa
dalam negeri, serta dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham nasional.
PT AMNT saat ini memperkerjakan sekitar 4000 karyawan dan 3500 kontraktor.
Tambang Batu Hijau merupakan cebakan tembaga profiri dengan emas dan
perak sebagai ikutan. Setiap ton bijih yang diolah menghasilkan rata-rata 4,87kg
tembaga dan 0,37 gr emas. Logam berharga tidak secara langsung dapat diperoleh
karena bercampur dengan mineral lain yang tidak memiliki nilai ekonomis. Maka dari

5
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

itu diperlukan proses pengolahan lebih lanjut untuk memperoleh kandungan logam
berharga. Sesuai Kontrak Karya, kewajiban perusahaan adalah mengolah bijih untuk
menghasilkan suatu konsentrat yang dapat dipasarkan.
Batu Hijau Project merupakan tambang terbuka, artinya unsur yang terkandung
pada batuan seperti tembaga, emas, dan perak ditambang pada lubang besar yang
disebut dengan pit. Pada saat pit digali, semua batuan baik yang mengandung mineral
ataupun tidak harus diambil. Pit terbentuk atas terjadinya blasting (pengeboman) dan
berbentuk teras-teras panjang yang digunakan sebagai jalur truk. Pada tahun 2016,
proses penambangan pit telah memasuki tahap akhir phase 6.Kronologis Kegiatan
Tambang Batu Hijau:
 Awal kegiatan eksplorasi – tahun 1986
 Penandatangan kontrak karya generasi keempat – Desember 1986
 Penemuan tubuh cebakan Batu Hijau– Mei 1990
 Studi kelayakan disetujui– Oktober 1996
 Masa Konstruksi dimulai – Oktober 1996
 Studi penelitian AMDAL disetujui – Oktober 1996
 Jadwal perampungan proyek pada triwulan keempat 1996
 Pengapalan Produk Pertama kali – Desember 1999

2.2 Tujuan Perusahaan

2.2.1 Pernyataan Visi


“Kita akan menjadi perusahaan tambang yang paling dihargai dan dihormati
melalui pencapaian kinerja terdepan dalam industri tambang”.

2.2.2 Pernyataan Misi


“Kita akan membangun perusahaan tambang yang berkelanjutan, yang
mampu memberikan laba tertinggi kepada para pemegang saham dan menjadi yang
terdepan di bidang keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan tanggung
jawab sosial”.

6
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

2.2.3 Pernyataan Value


1. Bertindak atas dasar integritas, kepercayaan dan rasa hormat.
2. Menghargai kreativitas, tekad untuk menjadi yang terbaik dan komitmen untuk
bertindak.
3. Mewujudkan kepemimpinan di bidang keselamatan kerja, perlindungan
lingkungan dan tanggung jawab sosial.
4. Mengembangkan karyawan untuk menjadi yang terbaik.
5. Mengutamakan dan mewujudkan kerja tim serta komunikasi yang jujur dan
terbuka.
6. Mendukung perubahan yang positif dengan mendorong inovasi dan
menerapkan praktik yang telah disepakati.

2.2.4 Dasar Strategi


1. Karyawan, Sumber Daya Kita yang Paling Berharga – kita akan membangun
budaya kerja yang menghormati keberagaman, melibatkan karyawan,
menumbuhkan kerja sama dan inovasi, menghargai kinerja tinggi dan
mengembangkan pemimpin besar.
2. Perencanaan dan Pelaksanaan Operasional – kita akan menyusun rencana kerja
yang wajar dan secara konsisten mencapai atau melampaui rencana yang
ditetapkan.
3. Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek – kita akan merampungkan proyek secara
tepat waktu, sesuai anggaran dan lingkup proyek.
4. Peningkatan Cadangan dan Produksi – kita akan meningkatkan cadangan dan
produksi melalui perpaduan antara eksplorasi, pengembangan cadangan dan
akuisisi.
5. Pemanfaatan, Lingkup dan Skala – kita akan memanfaatkan keahlian global
guna memperluas operasi dengan mengembangkan cebakan besar atau kecil
secara efisien dan efektif.

7
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

6. Kekuatan dan Fleksibilitas Finansial – kita akan mempertahankan kekuatan dan


fleksibilitas finansial.

2.3 Lokasi Tambang


Lokasi tambang proyek Batu Hijau merupakan suatu tambang terbuka (open pit
mine) yang terletak kurang lebih 15 km dari pantai barat dan 10 km dari pantai selatan,
pada ketinggian antara 300 sampai 600 meter dengan kedalaman sekitar 930 meter.
Sedangkan untuk spesifikasi dari open pit mine adalah sebagai berikut:
 Puncak pit : 610 meter diatas permukaan laut.
 Dasar pit : 320 meter dibawah permukaan laut.
 Total kedalaman pit : 930 meter.
 Diameter pit : ± 2 km (1.2 mil)
 Rata-rata penambangan : 650.000 ton batuan dan bijih/hari.
 Total batuan yang ditambang selama masa operasi tambang 79 miliar ton,
dimana tambang beroperasi 24 jam spHari.

Gambar 2.1 Lokasi Proyek PT.AMNT

8
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

Gambar 2.2 Lokasi PT. AMNT Batu Hijau

Gambar 2.3 Lokasi Tambang Pit Terbuka

2.4 Proyek Batu Hijau Amman Mineral Nusa Tenggara


Cebakan tembaga tipe porfiri mempunyai dimensi besar dan kadar relatif
rendah sehingga atas pertimbangan perekonomian, Proyek Penambangan Batu Hijau
PT. AMNT merupakan penambangan pit terbuka dengan metode penambangan

9
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

konvensional yang menggunakan shovel dan damptruck serta menggunakan proses


flotasi. Produk yang dihasilkan berupa Tembaga (Cu), Emas (Au) dan Perak (Ag) dalam
bentuk konsentrat. Wilayah pemasaran produk mencakup Jepang, Eropa, Korea
Selatan, Australia dan lain-lain. Lokasi tambang Batu Hijau memiliki cadangan sekitar
1,0 milyar ton dengan kadar Cu 0,52% dan Au 0,42% gram per ton bijih. Cadangan
bijih tersebut diperkirakan sebesar 11,6 milyar pon Cu dan 13,4 juta ons Au. Proyek ini
memiliki 120.000 TPH Konsentrator (2 line) dan rencana perluasan menjadi 160.000
TPH (3 line). Spesifikasi dari desain Proyek Batu Hijau ini yaitu :
 Laju pemrosesan sampai dengan 160.000 tph.
 Pembuangan batuan limbah 1,5 milyar ton.
 Penempatan tailing di laut kurang lebih 3,4 km dari pinggir pantai dan pada
kedalaman kurang lebih 125 m dpl yang akan meluncur ke dalam ngarai Senunu
pada kedalaman 3000-4000 m dpl.
 Fasilitas pelabuhan Teluk Benete.
 Penyimpanan dan pengapalan konsentrat 40.000 ton di tempat tertutup.
 Townsite bagi 5.000 penghuni.
 Pembangkit listrik 160 MW.
Untuk kebutuhan konstruksi dan desain dari proyek Batu Hijau tersebut antara lain :
 6.520 Gambar Teknik
 176 Spesifikasi Teknik
 1.000.000 jam kerja teknik.
 25 km jalan.
 103.000 m3 beton.
 15.000 metrik ton baja.
 250.000 meter Pipa Proses.
 1,5 juta m kawat dan kabel.
 Lebih dari 50.000.000 jam kerja orang (termasuk subkontraktor).
 Lebih dari 16.000 tenaga kerja puncak.

10
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

2.5 Keadaan Topografi


Daerah penambangan Batu Hijau terdiri atas perbukitan dengan elevasi antara
300 – 600 meter dari permukaan laut dan sebagian besar daerah sekitar lokasi tambang
masih berupa hutan.

Gambar 2.4 Topografi Daerah Proyek Batu Hijau

2.6 Keadaan Geologi


Cebakan porfiri Batu Hijau terletak di Tenggara Sumbawa di jalur Kepulauan
Sunda Banda. Cebakan ini merupakan cebakan primer yang terbentuk pada tahap
hydrothermal khususnya pada sub tahap epythermal. Porfiri adalah tekstur batuan beku
yang tersusun dari kristal-kristal halus bercampur kasar karena batuan ini mengalami
proses pembekuan yang agak cepat berlangsung spHingga kristal-kristalnya juga halus
sedang kristal-kristal yang kasar merupakan kristal-kristal batuan plutonis yang
terbawa ketika magma menyusup ke atas.
Pembekuan terjadi di celah atau rekahan kerak bumi ataupun dalam pipa-pipa
gunung api Hingga disebut juga sebagai batuan beku korok atau batuan beku sela.
Pembekuan yang terjadi di celah ini menyebabkan batuan ini memiliki komposisi kimia
yang disebut sebagai batuan beku intermediet (komposisi antara asam dan basa).

11
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

Bagian utara Pulau Sumbawa terdiri dari batuan vulkanik kuarter, sedangkan di
bagian selatan didominasi oleh batuan tersier awal yang berupa satuan batuan vulkanik,
aliran lava, sisipan batugamping dan beberapa batuan intrusi. Di daerah pantai ditutupi
oleh batuan sedimen epiklastik dan aluvial. Struktur regional berarah barat laut dan
utara yang ditunjukkan oleh kelurusan citra satelit, foto udara dan survei udara magnet.
Deskripsi detil daerah cebakan berupa batuan andesitik vulkanik yang diintrusi
oleh batuan intrusi. Batuan vulkanik berupa andesit kristal, vulkanik breksi, vulkanik
konglomerat, dan vulkanik butiran halus. Pre mineral intrusi berupa intrusi diorite,
yaitu porphyritik quartz diorite dan equigranular quartz diorite. Intrusi selanjutnya
adalah intrusi pembawa mineralisasi, yaitu tonalite. Paling tidak ada tiga intrusi
tonalite yang menerobos batuan sekitarnya, yaitu old tonalite, intermediate tonalite dan
young tonalite (lihat Gambar 2.5). Intrusi tersebut terjadi pada masa tersier. Ada lima
tahap mineralisasi dan alterasi di daerah penelitian (Steve Garwin, 2000) yaitu:
1. Tahap Awal
Alterasi terdiri dari biotite, magnetite, kuarsa, dan mineralisasi terdiri digenite,
bornite dan chalcosite.
2. Tahap Transisi
Alterasi terdiri dari chlorite, sericite, calcite, albit, dan mineralisasi terdiri dari
bornite dan chalcopyrite.
3. Tahap Lanjut
Alterasi terdiri dari cericite, smectite, chlorite, mineralisasi terdiri dari
chalcopyrite.
4. Tahap Sangat Lanjut
Alterasi sama dengan tahap lanjut, sedangkan mineralisasi terdiri dari sphalerite,
galena, pyrite, chalcopyrite.
5. Tahap Akhir
Alterasi terdiri atas mineral zeolite dan atau calcite, sedangkan mineralisasi berupa
pyrite. Struktur geologi utama di wilayah Batu Hijau berupa sesar dengan trend
umum Utara-Selatan, Timur-Barat, Utara-Timur, radial dan Utara-Barat.

12
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

485200 E 486400 E

Young Tonalite
Intrusive Breccia
Intermediate Tonalite
Ka
Equiqranular Quartz Diorite tal
D a
Porphyritic Quartz Diorite U Fa
ult
CR 3 NW FAULT
Porphyritic Andesite Intrusive 9009400 N
CR 2 NW FAULT 35

35

Volcanic Lithic Breccia


Fine Grained Volcaniclastics
Section
Quartz Diorite Undifferentiated 9080 N

Fault

To
ng C
ol R
ok 4
a- N
Pu W
Tongoloka Fault na FA
Zone Fa UL
ult T
9008200 N Ultimate Pit Limit

Gambar 2.5 Peta Geologi Tambang Batu Hijau

2.7 Cadangan Bijih


Jumlah cadangan di tambang Batu Hijau sebesar 334.578 juta ton dengan kadar
Cu 0,4 %, Au 0,27 gram/ton dan Ag 0,92 gram/ton (Tabel 2.2). Data ini diperoleh
berdasarkan Laporan Cadangan dan Sumber daya PT Amman Mineral Nusa Tenggara
pada bulan Desember 2008. Model cebakan tembaga dan emas dapat dilihat pada
gambar 2.6 dan 2.7.

Tabel 2.1 Cadangan Batu Hijau

Cadangan Sumberdaya
Jumlah 968,113 juta ton 77,918 juta ton
Cu (%) 0,46 0,45
Au (g/t) 0,33 0,32
Ag (g/t) 1,099 1,01
Kandungan Cu (millyar pon) 11,8 13,7
Kandungan Au (juta onz) 13,6 15,4
Kandungan Ag (juta onz) 40,9 47,0

13
Teknik Mesin - Universitas Mataram
Analisis Maintenance dan bearing damage pompa underflow concentrate thickener nomor 2

Pada Process concentrate washing and tailing disposal (Flotation Area)

Tambang Batu Hijau mengelompokkan material-material yang ada menjadi


enam jenis, berdasarkan data rencana tahunan terakhir bulan Juni 2006 :
1. Acid waste, merupakan material yang dapat menyebabkan air asam tambang (nilai
Net Carbonate Value (NCV) negatif) dengan nilai revenue < US$ 3,30/ton.
Material ini ditimbun di Tongoloka Waste Dump.
2. Neutral Waste (NW), material yang memiliki nilai revenue < US$ 3,30/ton dan
mempunyai nilai NCV positif. Material ini ditimbun di Tongoloka Waste Dump.
3. Low Grade (LG), material yang memiliki nilai revenue antara US$ 3,30/ton
sampai US$ 5,50/ton. Material ini disimpan di Sejorong Stockpile.
4. Medium Grade (MG), material yang mempunyai nilai revenue antara US$
5,50/ton sampai US$ 6,30/ton. Material ini disimpan di Sejorong Stockpile.
5. High Grade (HG), material yang memiliki nilai revenue>US$ 6,30/ton, High
Grade yang memiliki nilai revenue US$ 6,30/ton – US$ 7,30/ton disimpan di
Stockpile HG330 dan yang memiliki nilai revenue >US$ 7,30/ton langsung
menuju crusher.
6. Top Soil (TS) adalah tanah lapisan atas (tanah humus) dan Sub Soil (SS) adalah
tanah lapisan bawah yang akan digunakan untuk penutupan tambang dan sebagian
akan digunakan untuk kegiatan reklamasi. Top Soil dan Sub Soil ini disimpan di
TopSoil/Sub Soil Stockpile di Tongoloka dan East Dump.

14
Teknik Mesin - Universitas Mataram