Anda di halaman 1dari 6

PELATIHAN DAN PEMASARAN KRIPIK DAUN KOPI KHAS

DESA SUKAWANA

ABSTRAK
Daun kopi di Desa Sukawana selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Menindaklanjuti hal tersebut maka mahasiswa KKN membuat sebuah program
yang bertujuan untuk memberikan pelatihan berupa cara pengolahan daun kopi
menjadi kripik daun kopi yang bermanfaat bagi tubuh serta memiliki nilai jual.
Dalam proses pelaksanaannya program ini dilakukan dengan menggunakan
metode demostrasi kepada masyarakat cara pembuatan kripik daun kopi tersebut.
Selanjutnya dilakukan pula dengan metode pemasaran secara langsung maupun
tidak langsung dalam proses pemasarannya kepada masyarakat luas baik di dalam
maupun di luar desa Sukawana. Pelaksanaan program ini dapat dikatakan berhasil
apabila pelaksanaan pelatihan pembuatan kripik daun kopi telah terealisasi sesuai
dengan tahapann-tahapan yang telah direncanakan di dalam program kerja serta
terjualnya kripik daun kopi yang telah diprosuksi secara maksimal. Setelah
pelaksanaan program selama sebulan masa KKN, program ini dapat dikategorikan
berhasil karena pelaksanaan pelatihan sudah terlaksana di dua banjar di desa
Sukawana dan hasil dari pemasaran kripik daun kopi juga memperoleh
keuntungan.

Kata-kata kunci: Kripik daun kopi, Desa Sukawana, Pelatihan, Pemasaran

PENDAHULUAN
Desa Sukawana merupakan salah satu desa yang terletak di daerah
pegunungan dengan ketinggian tempat 1000-1500 dpl. Dengan ketinggian tempat
seperti itu, maka daerah ini memiliki suhu lingkungan yang cukup rendah, yakni
berkisar 230C. Dengan kondisi lingkungan seperti itu, maka daerah ini
memerlukan penghangat tubuh yang dapat menyeimbangkan suhu tubuhnya
dengan lingkungan. Penghangat tubuh itu sendiri bisa didapat dari banyak hal.
Baik dari kegiatan seperti olahraga maupun dari berbagai macam makanan
maupun minuman. Makanan yang mengandung rempah-rempah telah terbukti
dapat menghangatkan tubuh serta telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat
luas.
Tanaman kopi yang merupakan salah satu tanaman yang banyak
dibudidayakan di desa Sukawana, ternyata memiliki khasiat yang hampir sama

1
dengan rempah-rempah sebagai penghangat tubuh. Namun informasi ini masih
sangat jarang diketahui oleh masyarakat, sehingga pemanfaatannya belum banyak
dilakukan oleh masyarakat. Melihat hal tersebut maka mahasiswa KKN di Desa
Sukawana membuat sebuah program yang mengajak masyarakat untuk
memanfaatkan daun kopi yang selama ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat
setempat untuk dijadikan panganan ringan yang bermanfaat untuk menghangatkan
tubuh mereka.
Daun kopi sebagai media utama pembuatan kripik daun kopi ini memiliki
khasiat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan daun kopi
sendiri terdiri dari alkaloid, antioksidan, saporin, flavonokia dan polilenol.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royal Botanic Gardens di Kew,
London dan Joint Research Unit for Crop Diversity, Adaptation and Development
in Montpellier di Prancis mengatakan, daun kopi dapat menurunkan resiko
penyakit jantung dan diabetes. selain itu kadar antioksidan yang tinggi di dalam
daun kopi dapat menambah daya tahan tubuh (Setiono, 2013).
Manfaat lain daun kopi yang telah diketahui antara lain menurunkan tekanan
darah, melancarkan saluran pernafasan serta menambah stamina (Tono, 2012).
Melihat manfaat daun kopi yang begitu banyak bagi kesehatan tubuh, maka
mahasiswa KKN di Desa Sukawana menjalankan program ini dengan tujuan
untuk memperkenalkan cara pembuatan kripik daun kopi serta cara memasarkan
produk tersebut, Dengan dijalankannya program ini daharapkan dapat bermanfaat
bagi masyarakat di desa Sukawana dalam hal pemanfaatan daun kopi yang
sebelumnya tidak dipergunakan secara maksimal, serta menjadikan kripik daun
kopi sebagai salah satu ciri khas baru bagi desa Sukawana.

METODE PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


Pelaksanaan program pelatihan dan pemasaran kripik daun kopi dilakukan
dengan menggunakan metode eksperimen, demonstrasi, serta merode pemasaran.
Metode eksperimen digunakan saat melakan percobaan pembuatan kripik daun
kopi sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. Metode demonstrasi dilakukan
pada saat pelatihan pembuatan kripik daun kopi kepada ibu-ibu PKK di beberapa
Banjar di Desa Sukawana. Pada kegiatan ini demostrasi dilakukan oleh mahasiswa

2
KKN yang bertugas di depan ibu-ibu PKK yang selanjutnya dipraktekkan
langsung oleh ibu-ibu PKK tersebut. Metode terakhir adalah metode pemasaran,
metode ini dilakukan secara langsung dan penitipan. Metode pemasaran secara
langsunng dilakukan oleh mahasiswa KKN di beberapa tempat dengan cara
menjajakan kripik daun kopi secara langsung kepada pembeli. Metode
pemasarann melalui jalur penitipann dilakukan dengan mentipkan kripik daun
kopi di beberapa warung-warung di sekitar desa Sukawana dan juga di luar desa
Sukawana.
Indikator keberhasilan yang digunakan dalam evaluasi proses dari program
pelatihan dan pemasaran kripik daun kopi adalah dengan melihat keantusiasan
ibu-ibu PKK dalam mengikuti pelatihan kripik daun kopi yang dilaksanakan.
Apabila selama pelatihan banyak ibu-ibu yang datang serta mau memproduksi
kripik daun kopi di rumah mereka, maka program ini dapat dikatakan berhassil
dari segi proses.
Indikator yang digunakan dalam evaluasi hasil dari program pelatihan dan
pemasaran kripik daun kopi adalah dengan dihasilkannya kripik daun kopi yang
dapat dipasarkan serta dimilikinya kemampuan membuat kripik dari daun kopi
oleh ibu-ibu PKK di desa Sukawana.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Daun kopi yang semula dianggap tidak bernilai jual ternyata dapat
menguntungkan setelah diolah menjadi kripik daun kopi.Disamping bahannya
yang mudah ditemui di toko atau warung terdekat, proses pembuatannya pun juga
mudah dilakukan.Pelatihan pembuatan kripik daun kopi ini melibatkan ibu –ibu
PKK di banjar – banjar di desa Sukawana seperti PKK Banjar Kuum, PKK Banjar
Kubu Salia, dan yang lainnya. Setelah melihat proses pembuatannya serta cara
mengolahnya, ibu- ibu PKK tersebut sangat antusias untuk segera mencoba
membuat sendiri dan memasarkannya.
Pelatihan ini dilakukan agar kelak setelah program KKN usai, ,mereka dapat
melanjutkan dan memasarkannya secara mandiri. Untuk melihat respon pasar,
melalui metode direct selling dan penitipan, dengan dibantu ibu-ibu PKK, hasil
kripik daun kopi yang telah dikemas dan siap dijual dipasarkan ke warung-warung

3
dan beberapa tempat objek wisata seperti danau Batur dan Penelokan. Dengan
sebungkus yang dihargai Rp 1.000,00 respon konsumen sangatlah positif.Ini
terbukti dengan lakunya semua kripik daun kopi yang dipasarkan baik secara
langsung ataupun melalui penitipan di warung - warung makan.Hal ini
menunjukkan bahwa program ini telah sukses dan patut dilanjutkan serta
dikembangkan untuk dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat desa Sukawana.
Dalam program pelatihan dan pemasaran kripik daun kopi, kendala yang
terjadi adalah mengumpulkan warga desa Sukawana khususnya ibu – ibu PKK
untuk turut serta dalam program tersebut. Kebanyakan dari mereka memilih
bekerja di kebun dan enggan meinggalkan rutinitas mereka walaupun hanya untuk
beberapa jam saja. Setelah mendiskusikannya dengan Kelian Banjar terkait
mengenai tempat dan waktu pelaksanaan, dapat diperoleh solusi yang
memungkinkan terkumpulnya warga khusunya ibu – ibu PKK untuk mengikuti
pelatihan.Ternyata antusias yang tinggi ditunjukkan mereka setelah mengikuti
pelatihan tersebut.Bahkan pelatihan yang semula direncanakan hanya sekali
menjadi dibuat berkala karena antusias ibu – ibu PKK dalam mengikutinya.

SIMPULAN, SARAN, DAN REKOMENDASI TINDAK LANJUT


Program Pelatihan dan pemasaran kripik daun kopi, ini dimaksudkan untuk
memberikan masyarakat pengetahuan tentang produk baru berupa kripik daun
kopi dan cara pemasarannya.
Berdasarkan dari pengalaman yang diperoleh selama persiapan dan
pelaksanaan kegiatan ekonami kerakyatan, khususnya pelaksanaan pembuatan
kripik daun kopi.Terlaksananya program ini, tidak terlepas dari dukungan semua
pihak yang ada dan adanya kerjasama yang baik antara mahasiswa KKN dengan
aparat Desa, khususnya ibu-ibu PKK.Oleh karena itu kekompakan selalu dijaga
dalam setiap pelaksanaan program kegiatan pembuatan kripik daun kopi.
Berdasarkan program kerja yang telah dilaksanakan selama 1 (satu) bulan di
Desa Sukawana, ada beberapa saran yang dapat disampaikan kepada:
a. Masyarakat
1. Untuk terus meningkatan saling pengertian dan kerja sama antara
masyarakat dengan aparat desa.

4
2. Untuk terus memelihara dan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan Desa
maupun Pemerintah yang termasuk di dalamnya hasil-hasil program KKN.
3. Untuk menjaga keharmonisan dan toleransi yang tinggi dalam kehidupan
masyarakat.
b. Lembaga
Guna meningkatkan keberhasilan program KKN, hendaknya bimbingan dan
monitoring dari panitia KKN dan Dosen Pembimbing perlu ditingkatkan agar
lebih intensif.
c. Mahasiswa
1. Mahasiswa KKN selanjutnya diharapkan dapat memberikan hasil yang
nyata pada masyarakat agar mahasiswa dapat lebih mendapatkan
kepercayaan diri dari masyarakat.
2. Mahasiswa KKN hendaknya dapat menjaga nama baik pribadi maupun
nama baik almamater.

Sesuai dengan program kegiatan pembutan kripik daun kopi yang telah
dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK sampai pada proses pemasaran. Tindak lanjut
yang diinginkan adalah ibu-ibu PKK mampu mengembangkan pembuatan kripik
daun kopi sesuai dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Bila perlu ibu-ibu
PKK dapat mengembangkan pembuatan kripik daun kopi dengan lebih baik.

UCAPAN TERIMA KASIH


Ucapan terima kasih tidak lupa kami, sampaikan kepada pihak-pihak yang
membantu diantaranya.
1. Bapak Prof. Dr. Nyoman Sudiana, M. Pd., selaku Rektor Undiksha yang telah
memeberikan berkesempatan untuk ber-KKN.
2. Bapak Kepala Desa beserta staf yang telah bersedia menerima mahasiswa
KKN dan banyak memberikan bantuan baik moral maupun material dalam
pelaksanaan program KKN di Sukawana.
3. Panitia pelaksana KKN Undiksha, yang telah memberikan bantuan moril.
4. Bapak I Kadek Suranata, S.Pd. M.Pd. Kons., selaku dosen pembimbing kami
mengucapkan terima kasih atas segala bimbingan serta motivasi yang
diberikan kepada kami.

5
5. Ibu-ibu PKK yang telah dibina dalam pembuatan kripik daun kopi.
6. Serta semua pihak yang turut membantu kelancaran pelaksanaan program
kerja di Desa Sukawana yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

DAFTAR PUSTAKA
Setiono, G. 2013. Teh dari Daun Kopi Punya Sejuta Manfaat. Dapat diakses pada
health.okezone.com
Tono, L. 2012.Manfaat Daun Kopi yang Tersembunyi. Dapat diakses pada
health.okezone.com