Anda di halaman 1dari 5

http://ridwanaz.

com/kesehatan/apakah-pengertian-hipertensi-hipertensi-adalah/

Pengertian hipertensi atau tekananan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran
darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140 /
90 mmHg. Hipertensi dalam bahasa inggrisnya adalah Hypertension, Hypertension berasal dari
dua kata yaitu Hyper yang berarti tinggi, dan Tension yang berarti tegangan.

Ketika dilakukan pemeriksaan tekanan darah menghasilkan dua angka, yaitu angka yang lebih
tinggi dan angka yang lebih rendah. Angka yang lebih tinggi didapat ketika jantung berkontraksi
(sistolik), sedangkan angka yang lebih rendah didapatkan ketika jantuk berelaksasi (diastolik).
Tekanan darah kurang dari 120 / 80 mmHg dapat diartikan sebagai tekanan darah yang normal.
Ketika terjadi tekanan darah tinggi, umumnya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.
Hipertensi umumnya terjadi ketika tekanan darah mencapai 140 / 90 mmHG atau lebih,
pengukuran tekanan darah ini dilakukan pada lengan tiga kali dalam jangka beberapa minggu.

Gejala Hipertensi
Hipertensi atau tekanan darah tinggi harus diwaspadai, karena umumnya pada penderita
hipertensi tidak merasakan adanya gejala. namun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi
bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya
tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah
kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada
seseorang dengan tekanan darah yang normal.

Jika hipertensi sudah pada level yang berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala
antara lain ; sakit kepala, kelelahan
mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya
kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal. Terkadang penderita hipertensi berat mengalami
penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut
ensefalopati hipertensif, yang harus segera mendapatkan penanganan.
Penyebab hipertensi
Berdasarkan penyebabnya, hipertensi terdiri atas dua macam yaitu Hipetensi Primer atau
Esensial dan Hipertensi Sekunder.
Hipertensi primer atau esensial merupakan hipertensi yang tidak atau belum diketahui sebabnya
(terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).

Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit
lain. Hipertensi primer kemungkinan memiliki banyak penyebab; beberapa perubahan pada
jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan
darah. Jika penyebabnya diketahui, maka disebut hipertensi sekunder. Pada sekitar 5-10%
penderita hipertensi, penyebabnya adalah penyakit ginjal. Pada sekitar 1-2%, penyebabnya
adalah kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu (misalnya pil KB).

Penyebab hipertensi lainnya yang jarang adalah feokromositoma, yaitu tumor pada kelenjar
adrenal yang menghasilkan hormon epinefrin (adrenalin) atau norepinefrin (noradrenalin).

Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau
garam dalam makanan; bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan
yang diturunkan. Stres cenderung menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu,
jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Beberapa penyebab terjadinya hipertensi sekunder antara lain :

Penyakit Ginjal : Stenosis arteri renalis, Pielonefritis, Glomerulonefritis, Tumor-tumor ginjal,


Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan), Trauma pada ginjal (luka yang mengenai
ginjal), Terapi penyinaran yang mengenai ginjal.

Kelainan Hormonal : Hiperaldosteronisme, Sindroma Cushing, Feokromositoma,

Obat-obatan : Pil KB, Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Kokain, Penyalahgunaan


alkohol, Kayu manis (dalam jumlah sangat besar)

Penyebab Lainnya : Koartasio aorta, Preeklamsi pada kehamilan, Porfiria intermiten akut,
Keracunan timbal akut.

Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi


Ada beberapa makana alami yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi antara lain : Bayam,
Biji Bunga Matahari, Kacang-kacangan, Pisang, Kedelai, Kentang, Avokad, Cokelat Pekat,
Mentimum, Melon, Semangka.
Semoga artikel yang membahas mengenai pengertian hipertensi, gejala hipertensi, penyebab
hipertensi, jenis hipertensi dan mengenai makanan penurun hipertensi di atas bisa menambah
pengetahuan kamu di bidang kesehatan. Dan semoga kamu dan orang orang yang kamu cintai
tidak mudah terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.

http://info-kesehatan.net/hipertensi-gejala-penyebab-dan-pencegahannya/

Penyebab hipertensi
Penyebab hipertensi yang utama adalah kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya :
suka minum alkohol, suka merokok, kurang berolahraga atau beraktifitas, stress, suka makanan
dengan kadar garam berlebih, suka minuman berkafein, dan sering mengkonsumsi makanan
berkolesterol tinggi. Disamping menyebabkan hipertensi, gaya hidup yang tidak sehat juga
sering menjadi penyebab timbulnya penyakit lain.

Hipertensi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Orang yang mempunyai kerabat atau
anggota keluarga yang terkena hipertensi, maka kemungkinan ia terkena hipertensi cukup besar.
Sebuah riset melaporkan bahwa faktor genetik bisa menjadi salah satu sebab penyakit hipertensi.

Bagaimana dengan sikap emosional atau suka marah-marah, apakah sikap tersebut terkait atau
merupakan penyebab atau akibat hipertensi / darah tinggi ? Menurut Prof Dr dr Suhardjono
SpPD KGH KGer., hal itu tidak benar. Lebih jauh beliau juga menepis anggapan yang
menyatakan ada keterkaitan antara penyakit hipertensi dengan perkembangan usia seseorang.
Menurut beliau, hipertensi tidak ada hubungannya dengan sifat dan sikap seseorang serta usia.
“Penyakit hipertensi bisa menyerang segala usia dan lapisan masyarakat,” ujar beliau.

Gejala hipertensi
Namanya juga baru gejala, Kebanyakan orang tidak mengetahui gejala hipertensi sejak awal.
Orang biasanya baru menyadari dirinya mengalami tanda-tanda hipertensi manakala penyakitnya
sudah merembet pada bagian tubuh lain alias komplikasi. Misalnya mata, jantung, otak dan
ginjal.

Gejala hipertensi yang tidak terdeteksi sejak awal itu jika mengarah ke jantung bisa
menyebabkan gagal jantung, pada mata menyebabkan gangguan penglihatan, pada otot bisa
menyebabkan stroke yang membuat anggota badan lumpuh dan lain-lain.

Cara mengetahui atau mendeteksi ada tidaknya tanda atau gejala hipertensi ini, adalah dengan
rajin mengukur tekanan darah dibantu tenaga medis di puskesmas atau rumah sakit.

Pencegahan hipertensi
Lagi-lagi, ungkapan mencegah lebih baik dari pada mengobati berlaku disini. Termasuk dalam
mencegah penyakit darah tinggi ini. Setidaknya ada tiga cara untuk mencegah hipertensi, yaitu :

1. Pencegahan dengan pola hidup sehat


2. Pencegahan dengan medical check up
3. Pencegahan dengan cara tradisional

Mencegah hipertensi dengan pola hidup sehat

Menerapkan pola hidup yang sehat dalam keseharian kita sangat penting dalam pencegahan
hipertensi. Sebaliknya pola hidup yang tidak sehat beresiko tinggi terkena penyakit hipertensi.

Termasuk dalam pola hidup yang tidak sehat misalnya merokok, minum alkohol, suka makan
enak alias banyak mengandung kolesterol, makanan yang gurih dengan kadar garam berlebih,
minuman berkafein, dll. Sementara pada saat yang sama kurang berolahraga atau kurang
beraktifitas, sering stress, minim air putih, serta kurang makan buah dan sayuran.

Hayo …, tinggal pilih mana, mau sehat dan jauh dari kemungkinan darah tinggi, atau tetap
dengan gaya dan pola hidup yang beresiko ?

Pencegahan dengan medical check up

Mengunjungi seorang dokter atau tenaga para medis, jangan selalu diartikan mau berobat. Bisa
juga dalam rangka pencegahan satu penyakit, misalnya pencegahan hipertensi. Itulah yang
disebut pencegahan / pemeriksaan secara medis (medical check up).

Orang yang rentan terhadap hipertensi, baik karena faktor keturunan atau pun gaya hidup,
sebaiknya rajin memeriksakan diri tekanan darahnya ke dokter atau tenaga medis lain. Sebab,
darah tinggi atau hipertensi bila tidak segera diatasi adalah pra kondisi bagi penyakit lain yang
lebih serius. Dengan demikian, mencegah darah tinggi berarti pula mencegah diri kita dari
penyakit lain.

Jika dalam pemeriksaan ditemukan tanda atau gejala hipertensi, seorang dokter akan
memberikan advise penanganannya. Sebaliknya jika tidak ditemukan gejala apapun, toh apa
yang kita lakukan tak ada salahnya, bukan ?

Pencegahan hipertensi cara tradisional

Indonesia adalah negara yang kaya dengan tanaman obat tradisional. Beberapa diantara tanaman
tradisional (serta hasilnya) yang bisa menurunkan tekanan darah misalnya : alpukat, mentimun,
bawang putih, daun seledri, belimbing, pace atau mengkudu, pepaya, selada air, cincau hijau dan
lain-lain. Beberapa tanaman diantaranya sudah diteliti dan diuji secara medis.

Selain dengan tanaman obat tradisional, cara tradisional lain yang juga dapat menurunkan
tekanan darah, sekaligus pencegahan hipertensi, misalnya terapi bekam. Bekam merupakan cara
tradisional yang sudah sangat terkenal, dan bermanfaat untuk pencegahan berbagai macam
penyakit.

http://mediskus.com/penyakit/komplikasi-darah-tinggi.html

komplikasi darah tinggi

tekanan darah tinggi hipertensi