Anda di halaman 1dari 63

LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BINAAN

PRAKTIK KEPERAWATAN KELUARGA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES BINA PERMATA MEDIKA


Nama : Dwiana Fitriani

NIM : 007.01.31.14

Kunjungan : Minggu ke-1

Tanggal : 25 s/d 31 Agustus 2017

I. Latar Belakang
A. Karateristik Keluarga
Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui
pertalian darah, adopsi atau perkawinan (WHO,1969).
Menurut Departemen Kesehatan Ri, (1988) dalam Ali, (2010), keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan
beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat dibawah satu
atap dalam keadaan saling bergantung, atau keluarga adalah dua atau lebih
individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi
dalam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam
peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
Keluarga merupakan bagian dari masyarakat sesungguhnya mempunyai
peran yang sangat penting dalam membentuk budaya dan perilaku sehat.
Dari keluargalah pendidikan kepada individu dimulai, tatanan masyarakat
yang baik diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat lebih dini
ditanamkan, oleh karena itu, keluarga mempunyai posisi yang strategis
untuk dijadikan sebagai unit pelayanan kesehatan karena masalah kesehatan
dalam keluarga saling berkaitan dan saling mempengaruhi antar anggota
keluarga, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi juga keluarga dan
masyarakat yang ada disekitarnya. (Friedman, Bowden, dan Jones, 2010).
Karateristik keluarga yang sehat, bila anggota keluarganya berinteraksi
satu dengan yang lainnya, anggota keluarga terlibat dalam peran masing-
masing secara fleksibel, anggota keluarga selalu termotivasi untuk
berkomunikasi dengan keluarga lainnya dan juga dengan masyarakat sekitar
serta setiap anggota keluarga menguasai salah satu tugas keluarga seperti
pengambilan keputusan atau upaya pencarian informasi.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 1
Ciri-ciri keluarga menurut Nasrul Effendi (2007) yaitu, diikat dlam satu
perkawinan, ada ikatan batin, ada tanggung jawab masing anggota, ada
pengambilan keputusan, kerjasama diantara anggota keluarga dan
komunikasi interaksi antar anggota keluarga.
Perkembangan keluarga dibagi beberapa tahap yaitu tugas perkembangan
yang harus terpenuhi setiap tahapan serta harus dilalui dengan sukses
walaupun melalui tahapan yang unik, sebelum mencapai atau masuk tahap
tumbuh kembang selanjutnya. Salah satu tahap perkembangan menurut
Duvall dan Miller (1985 dalam Friedman, 2010) tugas perkembangan
keluarga pada tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa muda
adalah memperluas lingkarang keluarga terhadap anak dewasa muda,
termasuk memasukkan anggota keluarga baru yang berasal dari pernikahan
anak-anaknya, melanjutkan untuk memperbaharui dan meyesuaikan kembali
hubungan pernikahan anak-anaknya, membantu orangtua suami dan istri
yang sudah menua dan sakit.
Proses asuhan keperawatan keluarga merupakan suatu proses kompleks
dengan pendekatan yang sistematis berdasarkan konsptualisasi keperawatan
keluarga untuk bekerja sama dengan keluarga dan individu sebagai anggota
keluarga. Dalam memberikan asuhan keperawatan, digunakan pendekatan
proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi dan
implementasi serta evaluasi. Pengkajian merupakan tahap utama yang
kritikal diamna pada tahap ini seorang perawat mengambil informasi secara
terus-menerus terhadap anggota kelaurga yang dibina. Pengkajian keluarga
melibatkan upaya menetapkan kemampuan keluarga berfungsi secara efektif
dalam memenuhi kebutuhan anggota keluarganya. Data yang telah
terkumpul kemudian dianalisa sehingga dapat dirumuskan masalah
kesehatan yang ada pada keluarga.
Keluarga yang akan dikunjungi adalah keluarga Bapak S. Keluarga
Bapak S berada pada tahap perkembangan dengan anak usia dewasa muda.
Bapak S memiliki 4 orang anak, anak pertama sudah bekerja dan menikah,
anak kedua dan ketiga sudah bekerja, dan anak keempat masih usia balita.
Pada minggu pertama perawat akan melakukan pengkajian untk
mendapatkan data-data kesehatan yang menunjang tegaknya diagnosa
keperawatan keluarga.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 2
B. Data Yang Perlu Dikaji
Data yang perlu dikaji pada tahap pengkajian 1, meliputi:
1. Data umum yang terdiri dari nama kepala keluarga, alamat, komposisi
keluarga, tipe keluarga, suku, agama, status sosial ekonomi keluarga,
dan aktivitas rekreasi keluarga.
2. Riwayat dan tahap perkembngan keluarga yang terdiri tahap
perkembangan keluarga saat ini, keluarga tahap perkembangan yang
belum terpenuhi, riwayat keluarga inti, dan riwayat keluarga
sebelumnya.
3. Lingkungan terdiri dari kerateristik rumah, tetangga dan komunitas,
mobilitas geografi keluarga, perkumpulan keluarga dan intraksi dengan
masyarakat, serta sistem pendukung keluarga
4. Struktur keluarga terdiri dari pola komunikasi keluarga, struktur
keperawatan, struktur peta, nilai dan norma anggota keluarga.
5. Fungsi keluarga terdiri atas fungsi afektif, sosialisasi dan fungsi
keperawatan kesehatan.
6. Stress dan koping keluarga terdiri dari stressor jangka pendek dan
jangka panjang, kemampuan keluarga menghadapi stressor, strategi
koping yang digunakan, dan strategi adaptasi fungsional.
7. Pemeriksaan fisik head an toe.
8. Harapan keluarga terhadap petugas kesehatan .

C. Masalah Keperawatan
Belum dapat dirumuskan karena pengkajian belum dilaksanakan,
kemungkinan masalah keperawatan yang mungkin muncul pada keluarga
adalah:
1. Masalah keperawatan aktual merupakan masalah yang saat ini yang
sedang terjadi dtanda dengan terdapatnya tanda dan gejala masalah
pada keluarga.
2. Masalah keperawatan resiko yaitu masalah keperawatan yang belum
terjadi namun terdapat faktor predisposisi serta faktor presipitasi
terhadap masalah yang akan terjadi.
3. Masalah keperawatan potensial merupakan kondisi kesehatan
keluarga pada keadaan postif atau perbaikan kearah yang baik.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 3
II. Proses Keperawatan
A. Diagnosa Keperawatan
Setelah dilakukan pengkajian selama 6 x 45 menit, maka akan dilakukan
analisa data terhadap masalah yang ditemukan. Kemudian dilakukan scoring
untuk menetapkan prioritas masalah dan tersusun diagnosa keperawatan
yang akan diselesaikan.
B. Tujuan Umum
Dalam waktu 6 x 45 menit terbina hubungan saling percaya antara
mahasiswa dengan keluarga dan diperoleh data yang dapat menunjunag
timbulnya masalah pada keluarga
C. Tujuan Khusus
1. Keluarga menerima kunjungan mahasiswa dalam 1 x 45 menit
dalam 1 kali pertemuan
2. Keluarga memberikan informasi mengenai data umum, riwayat dan
tahap perkembangan keluarga, dan data lingkungan, struktur
keluarga, fungsi keluarga serta stress dan koping keluarga.
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah keperawatan yang
ada pada keluarga.

III. Implementasi Keperawatan


A. Metode
Wawancara, observasi, inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi.
B. Media dan Alat
Format pengkajian, alat tulis, nursing Kit
C. Waktu dan Tempat
Tanggal 25 s/d 31 Agustus 2017 bertempat dikediaman keluarga Bapak S

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 4
D. Strategi Pelaksanan
Waktu Fase Kegiatan Mahasiswa Kegaiatan Keluarga
10 menit Orientasi  Mengucapkan Salam  Menjawab Salam
 Memvalidasi keadaan  Menjawab
keluarga  Mendengarkan
 Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Menjelaskan tujuan
kunjungan
30 menit Kerja  Melakukan pengkajian  Menjawab
 Melakukan pemeriksaan  Mengikuti
fisik kegiatan
 Mengidentifikasi  Mendengarkan dan
masalah kesehatan memperlihatkan
 Memberikan  Mendengarkan
reinforcement positif
5 menit Terminasi  Membuat kontrak  Menyepakati
selanjutnya kontrak
 Mengucapkan salam  Menjawab salam

IV. Kriteria Hasil


A. Kriteria Struktur
1. Menyiapkan laporan pendahuluan
2. Menyiapkan alat bantu atau media
3. Kontrak dengan keluarga sesuai rencana
B. Kriteria Proses
1. Pelaksanaan sesuai dengan waktu dan strategi pelaksanaan yang
telah ditetapkan
2. Keluarga aktif dalam kegiatan
C. Kriteria Hasil
1. Diperoleh data umum dan tahap perkembangan keluarga,
lingkungan, struktur, keluarga, fungsi keluarga, stress dan koping
keluarga, pemeriksaan fisik dan harapan keluarga terhadap kesehatan
serta petugas kesehatan
2. Teridentifikasi masalah kesehatan dalam keluarga

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 5
LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BINAAN

PRAKTIK KEPERAWATAN KELUARGA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES BINA PERMATA MEDIKA


Nama : Dwiana Fitriani

NIM : 007.01.31.14

Kunjungan : Minggu Ke-2

Tanggal : 1 s/d 8 September 2017

1. Latar Belakang
A. Karateristik Keluarga
Setelah melakukan pengkajian dan kunjungan pada keluarga selama 6 hari
pada minggu pertama dengan menjelaskan tujuan, maka perawat memutuskan
bahwa keluarga Bapak S dikelola sebagai keluarga binaan selama 2 minggu.
Pada minggu pertama, kegiatan difokuskan pada pengkajian selengkap-
lengkapnya, terutama data yang menunjang tegaknya diagnosa keperawatan
dan membuat intervensi yang cocok untuk diagnosa keperawatan yang
diangkat.
Berdasarkan hasil pengkajian diketahui bahwa pada saat dilakukan
pengkajian pada keluarga Bapak S, diketahui bahwa ibu N mengatakan
pusing, nyeri bagian tekuk kepala, dan lemes. Ibu N mengatakan pernah
berobat kepelayanan kesehatan, namun jika ada masalah ekonomi Ibu N
hanya membeli obat warung (obat Pusing). Ibu N bahwa ia mengetahui
penyakitnya pada saat mau persalinan anaknya yang terakhir dan bahwa
orang tuanya (Ayah) juga mempunyai penyakit hipertensi, dan suka masakan
yang berasa asin. Ibu N mengatakan, bahwa ia tahu tentang penyakit
hipertensi namun, Ibu N mengatakan asupan makan Ibu N tidak bisa
mengontrolnya atau sangat menyukai makanan yang berasin. Dari hasil
pemeriksaan TTV : TD: 150/100mmHg, Nadi: 87x/mnt, Rr: 30x/mnt Suhu:
36,10c.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 6
B. Masalah Keperawatan
1. Gangguan Rasa Aman (Nyeri) pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N
2. Resiko Tinggi terhadap komplikasi pada keluarga Bapak S khusunya
ibu N
2. Proses Keperawatan
A. Diagnosa Keperawatan
1. Ganggaun Rasa Aman (Nyeri) pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N
dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengatasidan merawat
anggota keluarga dengan (hipertensi)
2. Resiko tinggi komplikasi pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N
dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga
dengan (hipertensi)
B. Tujuan Umum
Dalam waktu 12x30 menit mahasiswa dapat membina hubungan saling
percaya antara mahasiswa dengan keluarga dan dapat mengimplementasikan
intervensi yang tepat untuk keluarga .
C. Tujuan Khusus
DIAGNOSA 1
TUK 1 : Keluarga mengenal masalah hipertensi
1.1. Keluarga mampu menyebutkan pengertian hipertensi
1.2. Keluarga mampu menyebutkan penyebab hipertensi
1.3. Keluarga mampu menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
1.4. Keluarga mampu menyebutkan terjadinya hipertensi
1.5. Keluarga mampu menyebutkan akibat lanjut atau komplikasi
dari hipertensi
TUK 2 : Keluarga mampu memutuskan untuk merawat anggota keluarga
dengan Hipertensi
2.1. Keluarga memutuskan untuk merawat anggota keluarga
dengan hipertensi
TUK 3 : Keluarga mampu merawat keluarga dengan hipertensi
3.1. Mendiskusikan dan Menjelaskan cara perawatan Hipertensi
pada Keluarga di rumah
3.2. Mendiskusikan dan Menjelaskan tips bagi penderita cara
membuat ramuan tradisional untuk Hipertensi
TUK 4 : Keluarga mampu memodifikasi dan menciptakan lingkungan yang
sehat..
4.1. Menjelaskan lingkungan yang sehat, untuk menunjang
kesehatan dengan Hipertensi
4.2. Menjelaskan pola makan yang baik bagi penderita Hipertensi

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 7
TUK 5 : Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
5.1. Menjelaskan Fasilitas kesehatan yang dapat dipergunakan dan
dimanfaatkan
5.2. Memanfaatkan fasilitas kesehtan yang ada

DIAGNOSA 2

TUK 1 : Keluarga mengenal masalah nyeri

1.1. Keluarga mampu menjelaskan pengertian nyeri


1.2.Keluarga mampu menyebutkan penyebab nyeri
1.3. Keluarga mampu menjelaskan tingkatan atau kalasifikasi
nyeri
1.4. Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala nyeri

TUK 2 : Keluarga mampu merawat keluarga dengan nyeri

2.1. Menjelaskan cara merawat anggota keluarga dengan nyeri


tanpa obat
2.2.Menjelaskan tips bagi keluarga cara membuat aromatherapy
sendiri untuk mengurangi nyeri

D. IMPLEMENTASI TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Topik
Hipertensi
2. Metode
Diskusi
3. Media
Leafleat, Nursing Kit
4. Waktu
Tanggal 07 September 2017 di kediaman rumah keluarga Bapak S
5. Tempat
Kediaman rumah Bapak S Kampung Kebon Pisang RT 01 RW 02
Kelurahan Cisauk Kecamatan Cisauk

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 8
6. Strategi Pelaksanaan
Waktu Fase Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Keluarga
5 menit Orientasi  Megucapkan salam  Menjawab
 Memvalidasi salam
keadaan keluarga  Menjawab
 Menjelaskan tujuan  Mendengarkan
kunjungan
20 menit Kerja  Melakukan  Mengikuti dan
Implementasi memperhatikan
 Mengidentifikasi  Mendengarkan
masalah kesehatan dan
 Memberikan memperhatikan
inforcement positif  Mendegarkan
5 menit Terminasi  Membuat kontrak  Menyepakati
selanjutnya kontrak
 Mengucapkan salam  Menjawab
salam

E. Kriteria Hasil
1. Kriteria Struktur
a. Menyiapkan laporan pendahuluan
b.Menyiapkan alat bantu atau media
c. Kontrak dengan keluarga, tempat dan sesuai rencana
2. Kriteria Proses
a. Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan
b.Keluarga aktif dalam kegiatan
3. Kriteria Hasil
a. Keluarga mengerti apa yang dijelaskan oleh perawat dan menerapkan
apa yang dijelaskan oleh perawat
b.Masalah keperawatan teratasi.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 9
ASUHANAN KEPERAWATAN KELUARGA

A. Data Umum
1. Nama Kepala Keluarga : Bapak S
2. Usia : 48 Tahun
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Buruh
5. Alamat : Kp. Kebon Pisang
6. Komposisi anggota keluarga

No Nama Jenis Hubungan Umur Pendidikan Pekerjaan


Kelamin dengan
Keluarga
1 Bapak S L Kepala 50thn SD Buruh
Sahri Keluarga
2 Ibu N P Istri 45thn SD IRT
3 An. SS P Anak 22thn SMP Pelajar
4 An. S P Anak 18thn SMP Pelajar
5 An. MA L Anak 15thn SD Pelajar
6 An. Sa P Anak 4th Belum Anak
Sekolah

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 10
Genogram Keluarga Bapak S

Bpk. J Ibu. R Bpk. Y Ibu. H

Ibu Bpk. K Bpk. L Bpk. N Ibu. Bpk. Ku Bpk. S Bpk. S Bpk. E Bpk. B
Ibu. I
.F N

An. SS An. S An. MA An. Sa

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 11
KETERANGAN :

= Perempuan

= Laki - Laki

= Perempuan Meninggal

= Laki – Laki Meninggal

= Klien Perempuan

= Klien Laki-Laki

= Tinggal Serumah

= Garis hubungan keluarga

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 12
7. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Bapak S adalah Keluarga (Nuclear Family) terdiri dari
suami, istri, dan anak. Keluarga bapak S dikaruniai 4 orang anak (3 orang
anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Anak pertama berusia 22 tahun
sudah menikah dan mempunyai 1 anak laki-laki, anak kedua berusia 17
tahun namun putus sekolah dan sekarang bekerja sebagai karyawan, anak
ketiga (laki-laki) berusia 15 tahun namun putus sekolah juga. Sekarang
tidak bekerja dan anak perempuan terakhir berusia 4 tahun.
8. Suku bangsa
Bpk S berasal dari suku jawa sedangkan Ibu N berasal dari suku
sunda. Mereka dibesarkan dengan budaya jawa dan sunda yang baik
dalam soal kehidupan maupun soal masakan.
9. Agama
Keluarga Bapak S menganut agama Islam. Keluarga Bapak S
melakukan shalat 5 waktu, berpuasa, bersedakah walaupun hidupnya
juga pas-pasan. Serta selalu makanan-makanan yang halal, karena dalam
agama isalam dilarang memakan yang haram untuk dimakan.
10. Status Sosial Ekonomi
Status sosial ekonomi keluarga Bapak S adalah termasuk ekonomi
menegah kebawah. Penghasilan keluarga Bapak S diperoleh dari Bapak S
yang bekerja sebagai Buruh. Sedangkan Ibu N hanya Ibu rumah tangga
namun Ibu N juga bekerja sampingan sebagai pedagang makanan opak
keliling. Rata-rata penghasilan dalam sebulan sekitar Rp. 800.000,-.
Yang digunakan untuk biaya makanan sehari-hari, listrik, air, susu untuk
anaknya yang terakhir.
11. Aktivitas Reakreasi Keluarga
Keluarga Bapak S mengatakan tidak pernah melakukan rekreasi
keluarga. Bapak S mengatakan lebih memilih biaya nya untuk sehari-hari
daripada untuk rekreasi. Namun keluarga Bapak S sering melakukan
nonton tv bersama atau berbincang-bincang bersama. Kebiasaan
melakukan kumpul bersama dilakukan pada malam hari.
B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Bapak S memiliki 4 orang anak yaitu 3 anak perempuan
dan 1 anak laki-laki. Anak pertama yang perempuan saat ini sudah
bekerja dan menikah serta memiliki 1 orang anak laki-laki. Menurut
Duvall dan Miller (Friedman, 1998) tugas perkembangan keluarga pada
tahap perkembangan keluarga dengan anak usia dewasa muda adalah
memperluas lingkaran keluarga dengan memasukkan anggota keluarga
yang baru didapatkan dari pernikahan anaknya, melanjutkan untuk

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 13
memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan pernikahan dan
membantu orang tua suami dan istri yang sudah menua dan sakit.
2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Menurut Bapak S tugas perkembangan keluarga yang belum
terpenuhi adalah mengajak keluarganya untuk berekreasi.
3. Riwayat Keluarga Inti
Bapak S menagtakan tidak mempunyai riwayat penyakit
keturunan. Namun Ibu N mempunyai riwayat keturunan yaitu Hipertensi
(Darah Tinggi). Sehingga Ibu N mengalami hipertensi karena keturunan
dari Ayahnya. Ibu N selalu pergi ke pelayanan kesehatan ketiak
penyakitnya kambuh. Namun Ibu N masih kurang mengontrol asupan
makan yang mengandung natrium.
4. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Bapak S adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara semua keluarga bapa S
masih hidup semua, namun tidak mengetahui apakah masih dalam
keadaan sehat atau sakit. Sedangkan Ibu N adalah anak ke 4 dari 6
bersaudara dan masih hidup semua, namun tidak emngetahui saat ini
masih sehat atau sakit saat ini. Kedua orang tua Bapak S dan Ibu N
menikah tidak dengan cara dijdohkan. Dan dianugerahkan banyak anak.
Riwayat kedua orang tua Bapak S dan Ibu N tidak mempunyai kebiasaan
kawin cerai, tidak pemabuk, dan tidak penjudi.
C. Lingkungan
1. Karateristik Rumah
Keluarga Bapak S tinggal dirumah milik pribadi. Bentuk rumah
permanen. Luas rumahnya .... , dengan jumlah ruangan 7 ruangan yang
terdiri: 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 ruang untuk menonton 1 dapur,
dan 1 kamar mandi. Semua ruangan baik ruang tamu, kamar, dapur,
ruang menonton tv, dan kamar mandi cukup bersih. Keadaan ventilasi
baik. Lantai rumah terbuat dari keramik sehingga tampak bersih. Sumber
penerangan dirumah berasal dari lampu pada malam hari dan matahari
pada siang hari. Jarak sumur dan sepitenk 10 meter. Sumber air dari
sumur berwarna jernih, tidak berwarna dan tidak berbau. Halaman rumah
kurang bersih karena keadaan jalannya masih berbatu dan banyak
sampah-sampah yang habis dibakar dan semak semak disamping rumah.
Keluarga jarang membersihkan lingkungannya rumahnya.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 14
Gambar 1
Denah Rumah Bapak S

Teras Rumah

Kamar 1
Ruang Tamu

Kamar 2

Ruang Menonton Kamar 3


Televisi

Dapur Kamar Mandi

Sepitenk

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 15
2. Karateristik Tetangga dan Komunitas
Keluarga Bapak S tinggl di RT 04/ RW 02 Kp. Kebon pisang.
Lingkungan sekitar rumah dan komunitas tampak kurang bersih.
Keluarga Bapak S bertetangga dengan beberapa keluarga. Semua
tetangga beragama islam, bersuku sunda. Karateristik rumah disekitar
rumah keluarga Bapak S rata-rata rumah permanen. Sampah dibakar di
depan atau dibelakang rumah dengan lahan yang luas. Secara umum
tetangga di sekitar rumah Bapak S adalah penduduk asli, pendatang dan
sanak saudara. Selain itu warganya aktif dalam pengajian. Yang dihadiri
ibu-ibu dan bapak-bapak dilakukan di mushola namun dilakukan
acaranya secara terpisah.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Bapak S sudah lama tinggal di Kp. Kebon pisang. Bapak
S merupakan keturunan suku jawa sedangkan Ibu N keturunan suku
sunda namun bukan asli Kp. Kebon pisang. Seminjak menikah Bapak S
dan Ibu N tinggal daerah cikampek namun semenjak punya anak pertama
lahir pindah ke Kp. Kebon Pisang. Keluarga Bapak S tidak ada keinginan
untuk pindah. Dan sudah merasa nyaman tinggal di Kp. Kebon Pisang
dan memiliki rumah pribadi yang sudah ia singgah. Rumah Bapak S
berada ≥ 1Km dari jalan raya, jenis kendaraan yang dipakai biasanya
angkot.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 16
4. Perkumpulaan Keluarga Dan Interaksi dengan Masyarakat

Skema 1
EKOMAP pada keluarga Bapak S

Bapak. S Ibu. N
48 Thn 45 Thn

Pengajian Bertani Pengajian Ibu-ibu


Bapak-bapak dan Buruh dan Berjualan

An. SS An. S An. MA An. Sa

22 Th 17Th 15 Th 4 Th

Bekerja Bermain
Beker ja

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 17
Bapak S tergolong anggota masyarakat yang kurang aktif dalam
mengikuti musyawarah dan kerja bakti, dikarenakan lingkungan RT yang
tidak mengadakan acara rutin dan Ketua Rt yang kurang aktif . Namun
berinteraksi dengan baik pada tetangga.
Namun Ibu N mengikuti perkumpulan yang ada di masyarakat seperti
pengajian yang diadakan setiap hari minggu di musola. Ibu N
mengatakan bahwa ia jarang mengikuti pengajian, dikarenakan
mempunyai balita dan berjualan. Namun Ibu N juga berinteraksi baik
dengan masyrakat sekitar.
Anak Bapak R juga tergolong masyarakat yang kurang aktif dalam
mengikuti kegiatan apapun. Bahkan jarang keluar rumah.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Menurut keluarga Bapak S yang menjadi pendukung dalam
keluarganya adalah dari sikap Ibu N yang sangat penyayang, ramah, dan
baik walaupun dan baik walaupun agak sedikit tegas dan keras dalam
mendidik anaknya.
Keluarga Bapak S bila ada maslaah keluarga termasuk masalah
keuangan, biasanya dibantu anak pertama yang sudah menikah ataupun
tetangga atau sanak saudara yang tinggal deket rumahnya dengan
meminjam uang untuk kebutuha yang harus dipenuhi
D. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Pola komunikasi yang diterapkan dikeluarga Bapak S adalah satu
arah. Termasuk dalam mengambil keputusan mengikuti keputusan kepala
keluarga yang tidak melibatkan anak-anaknya.
2. Struktur Keluatan Keluarga
Salah satu sumber kekuatan keluarga adalah bersyukur dan
kesabaran. Serta rasa taggung jawab. Namun Bapak S jika memiliki
masalah selalu diskusikan dengan Ibu N. Namun Ibu N jika memiliki
masalah hanya diam didalam rumah/ kamar ataupun tidur. Namun bila
ada anggota keluarga yang sakit diusahakan untuk berobat sampai
mambaik
3. Sruktur Peran
Di dalam keluarga, Bapak S berperan sebagai kepala keluarga yang
menjadi seorang buruhcyang biasanya pekerjannya dalam satu bulan itu
tidak tentu ada. Ibu N sebagai ibu rumah tangga yang bertugas menurus
keperluan rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan membersihkan
rumah namun di smaping sebagai ibu rumah tangga, Ibu N juga sebagai
pedagang makanan opak keliling untuk membantu memenuhi kebutuhan
sehari-hari. Anak SS sudah menikah dan bekerja bertugas sebgai IRT

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 18
pekerja karyawan di PT. Anak S sebagai anak yang saat ini berusia 17
tahun namun putus sekolah sekarang An. S bertugas sebagai karyawan
toko. An. MA juga putus sekolah saat ini bertugas membantu Ibu N
dikarenakan belum mendapatkan pekerjaan. Sedangkan An. Sa yang saat
ini berusia 4 tahun bertugas sebagai anak pada usianya seperti bermain.
4. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga meerapkan nilai-nailai agama pada setiap anggota
keluarga seperti: mengaji, sholat, puasa pada bualn ramadhan. Saat
magrib tidak ada anggota keluarga yang masih diluar rumah, dan pada
malam hari boleh berada dilingkungan rumah sampai jam 21:00 malam.
Namun karena An. S dan An MA jarang keluar rumah dan jarang
bermain dengan tetangga kegiatan dilakukan di dalam rumah dengan
menonton televisi atau berbincang-bincang. Sedangkan Ibu N biasanya
berbincang-bincang dengan tetangga atau mengunjungi rumah sanak
keluarga yang deket dengan rumah.
E. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga Bapak S saling mengasihi, menyayangi dan melindungi
antar anggota keluarga. Keluarga Bapak S selalu menerima kondisi
anggota keluarganya atau keadaan keluarga. Bapak S dan Ibu N
mengatakan sangat menyayngi anak, cucu, dan menantunya. Dan Bapak
S dan Ibu N mengatakan sedih bahwa anak pertama sampai ketiga harus
putus sekolah karena keterbatasan biaya, namun Bapak S dan Ibu N
mengetahaui bahwa jenjang pendidikan itu penting. Terutama dalam
mencari pekerjaan.
2. Fungsi Sosialisasi
Fungsi interaksi dan sosialisasi keluarga Bapak S dengan istri dan
anak sudah terjalin baik, namun hanya saja dalam permasalahan Ibu N
dan anak tidak saling bercerita. Selain dengan keluarga, mereka juga
bersosialisasi kepada tetangga dengan baik. Keluarga Bapak S juga
membiasakan anaknya-anaknya untuk bermain dengan teman seusianya,
tetapi Anak MA memang jarang keluar rumah dengan alasan malu
karena putus sekolah. dan Anak S walaupun sudah bekerja tetap jarang
untuk keluar rumah dengan alasan sudah lelah karena kerja.
3. Fungsi Perawatan Keluarga
Keluarga Bapak S termasuk keluarga golongan menengah
kebawah. Untuk megakses pelayanan kesehatan keluarga Bapak S harus
menempuh dengan berjarak ± 1 Km. Jika salah satu anggota keluarga
yang sakit biasanya dibeliakn obat warung dulu. Namun jika tidak
kunjung semebuh, ia langsung membawanya ke pelayanan kesehatan.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 19
Ibu N mengatakan anggota keluarga terkadang tidak pernah tidur siang,
dan tidur malam rata-rata jam 21.30 WIB sampai jam 05.15 WIB.
Kebiasaan makan keluarga sehari-hari nasi, lauk pauk, dan sayur, namun
sayur jarang dimakan oleh anak-anak Bapak S dan Ibu N karena tidaak
terlalu menyukai sayur-sayuran. Dan biasanya Ibu N hendak memasak
pengelolaanya dengan cara dipotong dahulu lalu dicuci dan kebiaasan
selesai makan dengan tangan keluarga Bapak S mencuci tangan tidak
dengan air mengalir dan sabun namun dengan air kobokan.
4. Fungsi Reproduksi
Keluarga Bapak S dan Ibu N telah diaugerahkan 4 orang anak, 3
anak perempuan dan 1 anak laki-laki. Ia berkata tidak ingin punya anak
lagi. Dan tsudah di sarankan oleh dokter kandungan pasca lahiran anak
terakhirnya tidak boleh untuk hamil lagi. Diakrenakan Ibu N mempunyai
penyakit Hipertensi. Sekarang Ibu N memasuki usia 45 tahun dan belum
monoupouse, namun Ibu N tetap memakai KB suntik yang 3 bulan.
5. Fungsi Ekonomi
Keluarga Bapak S mengatakan kondisi ekonominya menengah ke
bawah. Beliu selalu mensyukuri apa yang telah didapat dari hasil keringat
ia sendiri. Namun beliau kecewa semenjak anak pertama sampai
ketiganya putus sekolah.
F. Stress dan Koping Keluarga
1. Stressor Jangka Pendek dan Panjang
Menurut Bapak S dan Ny N yang menjadi pikiranya sekarang
adalah menabung untuk biaya anaknya yang terakhir jangan sampai putus
sekolah. Dan memikirkan kondisi Ibu yang hipertensinya sering kambuh.
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi/ Stressor
Keluarga Bapak S mengatakan bahwa jika adalah masalah, Bapak
S hanya menceritakan kepada istrinya saja tanpa melibatkan anak-
anaknya. Namun Ibu N mengatakan jika ada masalah beliau hanya
berdiam diri saja.
3. Strategi Koping Yang Digunakan
Bapak S mengatakan jika ada permasalahan didalam keluarganya,
Bapak S selalu membicarakannya hanya kepada istrinya. Namun jika
anaknya yang mempunyai masalah, haru diselesaikan dan dirundingkan
untuk kebaikan anaknya.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 20
4. Strategi Adaptasi Disfungsional
Jika keluarga Bapak S mendapatkan permasalahan harus
diselesaikan dengan kepala dingin. Tidak ada kebiasaan suara keras,
membanting-banting, mengeluarkan kata-kata kasar bahkan sampai
melakukan kekerasan. Sehingga tidak ada anggota keluarga yang tersakiti
dan terlukai. Dan kepala keluarga harus berperan aktif dalam mengambil
keputusan.
G. Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga
No Yang Bapak. S Ibu. N An. SS An.S An.MA An. Sa
Diperiksa
1 Keadaan Sedang Sedang Baik Baik Baik Baik
Umum:
2 Tanda-
tanda
Vital: 130/70 150/100 120/90 110/70 120/80 -
- TD 75x/mnt 87x/mnt 70x/mnt 65x/mnt 82x/mnt 90x/mnt
-N 22x/mnt 30x/mnt 20x/mnt 23x/mnt 20x/mnt 27x/mnt
0 0
- RR 36 C 36,1 C 360C 360C 360C 36,60C
-S
3 Kepala Normoche Normoche Normoch Normoch Normoch Normoch
pal pal epal epal epal epal
4 Rambut: Rambut Rambut Rambut Rambut Rambut Rambut
berwarna berwarna berwarna berwarna berwarna berwarna
hitam, hitam. hitam, hitam, hitam, hitam,
rambut Rambut rambut rambut rambut rambut
bersih, berminyak, bersih, bersih, bersih, bersih,
Pertumbuh Pertumbuh Pertumbu Pertumbu Pertumbu Pertumbu
an rambut an rambut han han han han
merata merata rambut rambut rambut rambut
merata merata merata merata
5 Mata: Strabismus
- Sclera/ Anikterik (Dekstra) Anikterik Anikterik Anikterik Anikterik
lensa Anikterik
- Konjungt Ananemis Ananemis Ananemis Ananemis Ananemis
iva Anemis
6 Telinga: Simetris, Simetris Simetris Simetris Simetris Simetris
Keadaan Keadaan Keadaan Keadaan Keadaan Keadaan
bersih, bersih, bersih, bersih, bersih, bersih,
fungsi pendengar pendena pendena pendena pendena
pendengar an baik gran baik gran baik gran baik gran baik
an baik
7 Hidung: Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih
8 Mulut/ Lembab Kering Lembab Lembab Lembab Lembab
Mukosa : dan Bersih dan pucat dan dan dan dan
bersih bersih bersih bersih

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 21
9 Gigi: Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap
Ada karies Ada Ada Ada Ada Ada
karies karies karies Karies Karies
10 Leher: Tidak ada Tidak ada Tidak Tidak Tidak Tidak
pembesran pembesra ada ada ada ada
KGB n KGB pembesr pembesr pembesa pembesr
an KGB an KGB ran KGB an KGB
11 Paru-paru:
- Bentuk Simetris Simetris Simetris Simetris Simetris Simetris
dada
- Bunyi Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler
nafas
12 Kardiovask
uler:
- Bunyi BJI/BJII BJI/BJII BJI/BJII BJI/BJII BJI/BJII BJI/BJII
jantung normal normal normal normal normal normal
13 Perut/ Tdk ada Tdk ada Tdk ada Tdk ada Tdk ada Tdk ada
Bising pembenga pembenga pembeng pembeng pembeng pembeng
Usus kkan kkan akkan akkan akkan akkan
hepar, hepar,12x hepar,,12 hepar, hepar, hepar,
12x/mnt /mnt x/mnt 12x/mnt 12x/mnt 12x/mnt
14 Ekstremita Normal Normal Normal Normal Normal Normal
s atas
15 Ekstremita Normal Normal Normal Normal Normal Normal
s bawah
16 Turgor Elastis Elastis Elastis Elastis Elastis Elastis
kulit

H. Harapan Keluarga Terhadap Asuhan Keperawatan Keluarga


Keluarga Bapak S berharap keluarganya, terutama pada Ibu N, tidak sakit
dan bebas dari penyakit. Keluarga merasa sangat senang dan bahagia
sekali jika mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan langsung ke
keluarga seperti sekarang ini, sehingga bisa menyampaikan keluhan apa
yang dirasakan dan mengetahui apa yang belum diketahuinya tentang
penyakitnya.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 22
ANALISA DATA

No Data Diagnosa Keperawatan


1 Data Subyektif: Ganggaun Rasa Aman
 Ibu N mengatakan pusing sudah dari 1 (Nyeri) pada keluarga
hari yang lalu Bapak S khususnya Ibu
 Ibu N mengatakan leher bagian belakang N dengan
sakit ketidakmampuan
 Ibu N mengatakan giginya sakit keluarga dalam
 Ibu N mengatakan mual mengatasi dan merawat
 Ibu N mengatakan lemes dan anggota keluarga dengan
Data Obyektif: (hipertensi)
 Keadaan Umum: Sedang
 Kesadaran: Composmentis
 Ibu N terlihat Lemas
 Ibu N terlihat pucat
 Ibu N terlihat berkeringat
 Terdapat hasil TTV
TD : 150/100mmHg
N : 87x/mnt
RR :30x/mnt
S : 36,10c
2 Data Subyektif: Resiko tinggi komplikasi
 Ibu N mengatakan suka makanan yang pada keluarga Bapak S
asin-asin khususnya Ibu N dengan
 Ibu N mengatakan tidak pernah pantangan ketidakmampuan
makanan. keluarga dalam merawat
 Ibu N mengatakan tidak mengerti dampak anggota keluarga dengan
dari darah tinggi yang dideritanya (hipertensi)
 Ibu N mengatakan susah tidur
Data Obyektif:
 Keadaan umum: sedang
 Kesadaran: komposmentis
 Ibu N terlihat lemas
 Ibu N terlihat pucat
 Ibu N terlihat berkeringat
 Terdapat hasil TTV:
TD : 150/100mmHg
N : 87x/mnt
RR :30x/mnt
S : 36,10c

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 23
SKALA PRIORITAS
1. Ganggaun Rasa Aman (Nyeri) pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N
dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengatasidan merawat anggota
keluarga dengan (hipertensi)
No Kriteria Skor Bobot Perhitungan Skor Pembenaran
Akhir
1 Sifat Masalah: Ibu N dengan
TD
a) Aktual 3 150/100mmHg
b) Resiko 2 merasakan
c) Potensial 1 pusing, sakit
1 3/3x1 1 bagian leher
belakang,
lemes dan
mual
2 Kemungkinan Harapan
masalah dapat keluarga
diubah: terhadap
a) Mudah 2 kesembuhan
b) Sebagian 1 Ibu N sangat
c) Tak Dapat 0 tinggi. Tetapi
kondisi nyeri
pada Ibu N
yang dialami
2 1/2x2 1
dapat
disebabkan
faktor stress,
pola makanan,
keturunan, usia
dan obesitas.
3 Potensial Ibu N
masalah mengatakan
dicegah: mengetahui
a) Tinggi 3 penyakitnya
b) Cukup 2 ketika ingin
c) Rendah 1 melahirkan
anaknya yang
terakhir.
1 2/3x1 2/3 Namun orantua
laki-laki Ibu N
juga
mempunayi
penyakit yang
sama.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 24
4 Menonjolnya Ibu N
Masalah: mengatakan
a. Masalah 2 jika pusingnya
berat, harus kambuh ia
segera hanya minum
diatasi obat warung
b. Maslah ada, 1 saja.. Ibu N
tetapi tidak jarang pergi ke
perlu segera 1 1/2x1 1/2 pelayanan
diatasi kesehatan
c. Masalah 0 terutama jika
tidak keadaan
dirasakan ekonomi tidak
keluarga memungkinka
n.
TOTAL 3 1/6

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 25
2. Resiko tinggi komplikasi pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan
(hipertensi)
No Kriteria Skor Bobot Perhitungan Skor Pembenaran
Akhir
1 Sifat Masalah: Ibu N
mengatakan
a) Aktual 3 masih
b) Resiko 2 menyukai
1 3/3x1 1
c) Potensial 1 makannan
yang asin-asin
2 Kemungkinan Ibu N
masalah dapat mengatakan
diubah: tidak pernah
a) Mudah 2 makan
b) Sebagian 1 2 1/2x2 1 patangan
c) Tak Dapat 0
3 Potensial Ibu N
masalah mengatakan
dicegah: tidak mengerti
a) Tinggi 3 dampak dari
b) Cukup 2 darah tinggi
c) Rendah 1 1 2/3x1 2/3 yang
dideritanya

4 Menonjolnya Ibu N
Masalah: mengatakan
a. Masalah 2 jika tekanan
berat, harus darah tinggi
segera hanya selalu
diatasi minum obat.
b. Maslah ada, 1 Terkadang
tetapi tidak juga makan
perlu segera mentimun
diatasi 1 2/2x1 untuk
c. Masalah 0 1 mengurangi
tidak tekanan darah.
dirasakan Tetapi lebih
keluarga sering
meminum
obat untuk
meredakan.
TOTAL 3 2/3

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 26
Berdasarkan hasil perhitungan skoring, maka diagnosa keperawatan yang muncul
pada keluarga Bapak S berdasarkan skala prioritas adalah:
1. Resiko tinggi komplikasi pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan
(hipertensi)
2. Ganggaun Rasa Aman (Nyeri) pada keluarga Bapak S khususnya Ibu N
dengan ketidakmampuan keluarga dalam mengatasi dan merawat anggota
keluarga dengan (hipertensi)

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 27
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Diagnosa Tujuan Evaluasi


Rencana Intervensi
Keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar
Resiko tinggi Selama 1 x 45 1. Setelah
komplikasi pada menit pertemuan 1 x
keluarga Bapak S kunjungan 45 menit
khususnya Ibu N rumah, dengan
dengan diharapkan keluarga,
ketidakmampuan keluarga diharapkan
keluarga dalam mampu keluarga dapat
merawat anggota merawat membantu
keluarga dengan anggota untuk
(hipertensi) keluarga mengurangi/
denagn mencegah
hipertensi resiko tinggi
komplikasi
1.1. Keluarga Respon Verbal Hipertensi atau Darah a) Gali penegetahuan
mampu Tinggi merupakan keluarga tentang
menyebutkan tekanan darah pada hipertensi
pengertian seseorang tidak pada b) Diskusikan dengan
hipertensi batas normal. Disebut keluarga pengertian
hipertensi apabila hipertensi dengan
tekanan darah menggunakan lefleat.
≥140/90mmHg. Tekanan c) Tanyakan kembali bila
darah normal ada yang belum
≤140/90mmHg dimengerti

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 28
d) Evaluasi kembali
tentang hipertensi pada
keluarga
e) Berikan reinforecement
positif
1.2. Keluarga ResponVerbal Hipertensi terjadi di a) Diskusikan dengan
mampu pembuluh darah. Pada keluarga pengertian
menjelaskan pembuluh darah hipertensi dengan
dimana tertimbunya plak atau menggunakan lefleat.
terjadinya lemak-lemak sehingga b) Tanyakan kembali bila
hipertensi aliran darah tidak lancar. ada yang belum
dimengerti
c) Evaluasi kembali
tentang hipertensi pada
keluarga
d) Berikan reinforecement
positif
e) Berikan kesempatan
keluarga untuk
bertanya.
1.3. Keluarga Respon Verbal Menyebutkan 3 dari 5 a) Diskusikan dengan
mampu penyebab hipertensi: keluarga pengertian
menyebutkan  Usia hipertensi dengan
penyebab  Keturunan menggunakan lefleat.
terjadinya  Obesitas/ kegemukan b) Tanyakan kembali bila
hipertensi  Gaya Hidup ada yang belum
 Stress/ banyak dimengerti
pikiran c) Evaluasi kembali

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 29
tentang hipertensi pada
keluarga
d) Berikan reinforecement
positif.
1.4. Keluarga Respon Verbal Menyebutkan 5 dari 7 a) Diskusikan dengan
mampu tanda gejala hipertensi: keluarga pengertian
menyebutkan  Pusing hipertensi dengan
tanda dan  Tekuk kepala tegang menggunakan lefleat.
gejala dari  Mual b) Tanyakan kembali bila
hipertensi.  Kelemahan ada yang belum
 Pandangan kabur dimengerti
 Sesak napas c) Evaluasi kembali
tentang hipertensi pada
 Susah tidur
keluarga
d) Berikan reinforecement
positif
1.5.Keluarga Respon Verbal Menyebutkan 2 dari 5
mampu akibat lanjut atau
menyebutkan komplikasi dari
akibat lanjut hipertensi:
atau  Serangan jantung
komplikasi  Stroke
dari hipertensi  Kerusakan Ginjal
 Atrial Fibrillation
 Penyakit arteri
koroner

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 30
2. Keluarga
mampu
mengambil
keputusan
untuk
merawat
Hipertensi
pada anggota
keluarganya
2.1.Mengambil Respon Verbal Keputusan keluarga 1. Motivasi keluarga agar
keputusan dan Afektif Bapak S untuk mengatasi dapat memutuskan
untuk Hipertensi pada ibu N untuk mengataai
mengatasi dengan segera dan tepat Hipertensi dengan cepat
Hipertensi dan tepat
pada anggota 2. Beri reinforcement
keluarga positif atas keputusan
dengan segera yang telah diambil
dan tepat keluarga
3. Keluarga
Mampu
merawat cara
anggota
keluarga
dengan
hipertensi
3.1.Menjelaskan Respon Verbal Menyebutkan 3 dari 5 1. Diskusikan dengan
cara cara perawatan dengan keluarga tentang
perawatan hipertensi: perawatan Hipertensi

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 31
anggota  Periksakan diri dengan lefleat atau
kelaurga secara berkala lembar balik
dengan  Mengurangi asumsi 2. Tanyakan kembali bila
Hipertensi makanan yang ada penjelasan yang
emngandung garam kurang jelas atau belum
berkolesterol dan dipahami
berlemak 3. Berikan reinforcement
 Olahrga positif kepada keluarga
 Berhenti merokok atas tindakan yang
 Mengurangi dilakukan dengan tepat.
minuman
beralkohol dan
kafein
3.2.Menjelaskan Respon verbal Cara membuat obat 1. Jelaskan dan diskusikan
tips bagi dan Respon tradisonal yang tentang cara pembuatan
penderita cara Psikomotor berkhasiat untuk ramuan tradisional untuk
membuat mengatasi Hipertensi: mneurunkan atau
ramuan  Dengan Mntimun: mengkontrol tekanan
tradisional Siapkan ½ Kg buah darah.
untuk mentimun, cuci 2. Tanya kembali bila ada
Hipertensi bersih dan kupas yang belum dimenegerti
kulitnya, lalu diaprut 3. Evaluasi kembali
saring airnya lalu tentang membuat
minum. Lakukan ramuan tradisonal untuk
lebih 2 kali sehari hipertensi
 Dengan Belimbing: 4. Beri reinforcement
Siapkan ½ kg buah positif atas apa yang
belimbing, cuci telah dilakukan keluarga

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 32
bersih dan kupas
kulitnya, lalau
diparut saring airnya
lalu diminum.
Lakukan kurang
lebih 2 kali sehari
 Dengan Labu Siam:
siapkan 1-3 buah
labu siap, lalau cuci
dipotong menjadi 4
sisi kemudia direbus
hingga matang
tiriskan. Lakukan 2-3
kali sehari
 Dengan pisang:
siapkan 1 buah
pisnag lalu dimakan
sebagai buah segar.
4. Keluarga
mampu
memodifikasi
dan
menciptakan
lingkungan
yang sehat
4.1.Menjelaskan Respon verbal Cara menciptakan 1. Diskusikan dan jelaskan
lingkungan lingkungan keluarga dengan keluarga tentang
yang sehat yang sehat: cara menciptkan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 33
untuk 1. Menjaga lingkungan lingkungan keluarga
menunjang rumah agar tetap yang sehat
kesehatan bersih dan nyaman 2. Motivasi kelaurga untuk
anggota 2. Setiap ruangan harus tetap mempertahankan
keluarga yang mempunyai ventilasi lingkungan yang sehat
Hipertensi agar sirkulasi udara serta bersih
bertukar dengan baik 3. Lakukan kunjungan
3. Minimal yang tidak direncanakan
membersihkan rumah untuk mengevaluasi
1x sehari kemampuan keluarga
4. Minimal menguras 4. Berikan reinforcement
bak mandi 1 x positif atas tindakan
seminggu yang tepat dilakukan
5. Membiasakn anggota oleh keluarga..
kelurga yang
merokok tidak
didalam rumah
ataupun tidak
didepan keluarga
yang tidak merokok.
4.2. Menjelaskan Respon Verbal Keluarga mampu 1. Diskusikan dnegan
pola makan menyebutkan makanan keluarga tentang pola
yang baik bagi diiet untuk Hipertensi makan Hipertensi
penderita 1. Mangkonsumsi padi/ dengan menggunakan
hipertensi Biji-bijian (Nasi lefleat
merah, Roti gandum, 2. Tanyakan kembali
cereal/oetmeal apabila ada yang belum
2. Sayur-sayuran mengerti

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 34
(mentimun, tomat, 3. Evaluasi kembali
labu siam, wortel, tentang diiet makanan
brokoli) untuk Hipertensi
3. Buah-Buahan 4. Berikan reinforcement
(pisang, alpukat, positif atas tindakan
jeruk) yang tepat dilakukan
4. Krim (susu rendah oleh keluarga
lemak, yogurt, keju)
5. Keluarga
mampu
memnfaatkan
fasilitas
pelayanan
kesehatan
untuk
meningkatkan
penegtahuan
tentang
5.1. Menjelaskan Respon verbal Fasilitas kesehatan yang 1. Gali pengetahuan pada
fasilitas dapat digunakan adalah: kelaurga kemana mereka
kesehatan 1. Puskesmas dapat meminta
yang dapat 2. Klinik pertolongan untuk
digunakan 3. Rumah sakit perawatan dan
4. Dokter pengobatan Hipertensi
5. Perawat 2. Jelaskan dan diskusikan
6. Bidan dengan keluarga jenis-
jenis fasilitas pelayanan
kesehatan yang dapat di

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 35
kunjungi oleh keluarga
3. Motivasi keluarga untuk
meneyebutkan kembali
jenis-jenis pelayanan
kesehatan yang dapat
digunakan
4. Beri reinforcement
positif pada keluarga

5.2. Menjelaskan Respon Verbal Manfaat menggunakan 1. jelaskan dan diskusikan


manfaat fasilitas kesehatan: dengan keluarga jenis-
menggunakan 1. Meningkatkan jenis fasilitas pelayanan
fasilitas pengetahuan keluarga kesehatan yang dapat di
kesehatan tentang cara merawat kunjungi oleh keluarga
yang baik dan benar, 2. Motivasi keluarga untuk
pengobatan, meneyebutkan kembali
pengontrol kesehatan jenis-jenis pelayanan
serta kelaurga dapat kesehatan yang dapat
menggunakan fasilitas digunakan
pelayanan kesehatan 3. Beri reinforcement
secara tepat. positif pada keluarga
Ganggaun Rasa Setelah Setelah pertemuan
Aman (Nyeri) dilakukan 2 x 45 menit
pada keluarga tindakan keluarga Bapak S
Bapak S keperawatan mampu mengenal
khususnya Ibu N selama 2 x 45 dan mentasi nyeri
dengan menit pada anggota
ketidakmampuan diharapkan keluarga

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 36
keluarga dalam nyeri pada
mengatasidan keluarga Bapak
merawat anggota S teratasi
keluarga dengan
(hipertensi
1.1. Keluarga Respon verbal Nyeri merupakan suatu 1. Gali pengetahuan
mampu dan dan keadaan tidak nyaman keluarga tentang nyeri
menjelaskan kognitif bila kita mengalami 2. Diskusikan dengan
pengertian cedera atau kerusakan keluarga pengertian
nyeri. pada tubuh. nyeri
3. Anjurkan keluarga untuk
mengulang kembali
pengertian nyeri
4. Beri reinforcement
positif pada keluarga

1.2.Keluarga Respon verbal Adanya gangguan pada 1. Diskusikan bersama


mampu tubuh sehingga tidak keluarga penyebab nyeri
meyebutkan berfungsi secara normal 2. Motivasi keluarga untuk
penyebab nyeri mengulang kembali
penyebab nyeri
3. Beri reinforcement
positif pada keluarga
1.3.Keluarga Respon verbal Keluarga mampu 1. Jelaskan dan diskusikan
mampu meneyebutkan 3 dari 15 tentang penyebab nyeri.
meyebutkan penyebab: 2. Motivasi keluarga untuk
tanda dan 1. Suara mengulang kembali
gejala nyeri  Menangis penyebab nyeri

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 37
 Merintih 3. Beri reinforcement
 Menghembuskan positif pada keluarga
nafas
2. Ekspresi wajah
 Meringis
 Mengigit lidah,
 mengatupkan gigi
 Mengigit bibir
 Membuka mata
atau mulut
3. Pergerakkan tubuh
 Kegelisahan
 Mondar-mandir
 Mengosokkan
ditempat terasa
nyeri
 Bergerak
melindungi tubuh
yang nyeri
 Otot tegang
4. Interaksi sosial
 Menghindari
percakapan dan
kontak sosial
 Berfokus ke
aktivitas untuk
menghilangkan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 38
nyeri
1.4.Keluarga Respon verbal Menyebutkan 2 dari 2 1. Jelaskan dan diskusikan
mampu klasifikasi nyeri: bersama tentang macam-
menyebutkan 1. Nyeri akut (nyeri macam nyeri
klasifikasi yang dirasakan 2. Motivasi keluarga untuk
nyeri kurang dari 6 bulan) mengulang kembali
2. Nyeri kronik (nyeri macam-macam nyeri
yang diraskan lebih 3. Beri reinforcement
dari 6 bulan) positif pada keluarga

2. Keluarga
mampu
merawat
keluarga
dengan nyeri
2.1.Keluarga Respon verbal Keluarga dapat 1. Gali pengetahuan
mampu dan Respon menyebutkan 2 dari 4 keluarga dalam
menjelaskan Psikomotorik dan menjelaskan cara mengatasi nyeri
cara merawat perawatan nyeri tanpa 2. Jelaskan dan diskusikan
anggota obat: dengan keluarga cara
keluarga 1. Distraksi yaitu cara perawatan nyeri
dengan nyeri mengalihkan rasa 3. Motivasi keluarga untuk
tanpa obat nyeri sehingga lupa mengulangi cara
terhadap nyeri yang perawatan nyeri serta
dirasakan demonstrasikan
(membayangkan hal- 4. Beri reinforcement atas
hal menarik, tindakan yang dilakukan
mendengarkan musik, oleh keluarga

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 39
membaca buku,
menonton televisi)
2. Relaksasi yaitu
melakukan menarik
nafas dengan cara:
menarik nafas dalam
dari hidung dari
hidung lalu hitung
1,2,3 lalu
dihembuskan melalui
mulut dengan keadaan
alat gerak rileks.
3. Kompres Air hangat
4. Minum dengan air
hangat
2.2.Menjelaskan Respon verbal Keluarga dapat 1. Jelaskan dan diskusikan
dan dan Respon menjelaskan dan dengan keluarga cara
mendemonstra Psikomotorik menyebutkan 1 dari 3 membuat aromatherapy
sikan tips bagi cara membuat 2. Motivasi keluarga untuk
anggota aromatherapy dan mendemonstrasikan dan
keluarga yang mendemonstrasikan: menjelaskan cara
nyeri denagn 1.Dengan minyak kayu membuat aromatherapy
membuat putih: siapkan 1 botol 3. Beri kesempatan pada
aromatherapy minayk kayu putih, kelaurga untuk bertanya
sendiri rebus air ½ gayung 4. Beri reinforcement atas
sampai mendidih. Lalu keberhasilan keluarga
tuang air mendidih ke melakukan kegiatan
waskom kecil teteskan dengan tepat.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 40
minyak kayu putih 5-10
tetes. Tempatkan di
belakang pintu atau
sudut tembok. Lakukan
selama nyeri timbul
atau dipakai untuk
sehari-hari
2.Dengan kulit jeruk:
Siapkan 1 buah jeruk,
Potong jeruk menjadi 2
bagian, dengan
menggunakan pisau
keluarkan isinya
setelah bersih, isi ¾
bagian dalam kulit
jeruk dengan minyak
zaitun atau minyak
sayur. Tunggu 45 menit
agar minyak meresap.
Terakhir gunanakan
pematik lilin untuk
menyalakan jeruk
dengan langsung
menyala bagian dalam
batang perlu memaskan
batangnya selama 2-3
menit.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 41
3.Dengan baking soda:
siapkan ½ cangkir
baking soda, minyak
esensial atau minyak
wangi, tople/jar, jarum
kertas memo gunting
dan pena. Ceplakan
tutup bagian dalam
jar/toples pada kertas
memo laulu potong dan
buat lubang dengan
jarum, tuangkan ½
cangkir baking soda
dan tambahkan 8-10
tetes minyak esensial/
minyak wangi, tutup
toles dengan kertas
memo perlahan aduk
campuran agar harum.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 42
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KELUARGA BAPAK S

Diagnosa Tanggal dan Implementasi Evaluasi


Keperawatan Waktu
Resiko tinggi 07 September
komplikasi pada 2017
keluarga Bapak S 1. Mengucapkan Salam kepada keluarga Bapak S Subyektif:
khususnya Ibu N 10:00 WIB Hasil: Kelaurga Bapak S menjawab salam - Keluarga Bapak S menjawab
dengan perawat salam dari perawat dan
ketidakmampuan 2. Memvalidasi keadaan kelaurga sangat senang dengan
keluarga dalam Hasil: Keluarga Bapak S dalam keadan baik kedatangan perawat untuk
merawat anggota dan sehat. memberikan penyuluhan
keluarga dengan 3. Mengingatkan kontrak tentang penyakit hipertensi
(hipertensi) Hasil: Keluarga Bapak S ingat tentang kontrak yang diderita Ibu N
yang akan dilaksanakan penyuluhan sebagai - Ibu N mengatakan darah
kelaurga binaan . Namun karena hanya ada Ibu tinggi karena makan yang
N dirumah, dan anggota kelaurga lain bekerja, suka asin-asin
Ibu N bersedia untuk diberi penyuluhan tentang - Ibu N mengatakan bahwa
penyakitnya penyakit darah tingginya
4. Menjelaskan tujuan merupakan keturunan dari
Hasil: Selama 45 menit Keluarga Bapak S orang tuanya, kegemukan dan
tertama Ibu N bersedia untuk diberikan suka makan yang asin-asin
penyuluhan tentang hiperensi. - Ibu N mengatakan bahwa
5. Intervensi TUK 1 diagnosa pertama penyakit darah tingginya
diketahui ketika Ibu N ingin
melahirkan anaknya
- Ibu N mengatakan jika darah
tingginya kumat, yang

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 43
Diagnosa 1: dirasakan pusing, leher
TUK 1 belakangnya sakit, susah
1. Menggali pengetahuan keluarga Bapak S tidur, penglihatan kabur
tentang Hipertensi: - Keluarga
Hasil: Keluarga Bapak S terutama Ibu N Obyektif:
mengatakan hipertensi adalah tensinya tinggi - Ibu N menyimak penjelasan
dan bawannya sering marah-marah . dengan baik
2. Mendiskusikan bersama keluarga dengan - Ibu N berusaha menjawab
menggunakan lefleat: setiap pertanyaan diajukan
1.1.Pengertian hipertensi Analysis:
Hasil: Hipertensi adalah bahasa medis - TUK 1 tercapai sesuai
sedangkan Darah tinggi adalah bahasa rencana. Masalah teratasi.
sehari-hari masyarakat sebutkan adalah Planing
merupakan tekanan darah pada seseorang - Evaluasi kembali TUK 1
tidak pada batas normal. Disebut tentang pengertian, penyebab,
hipertensi apabila tekanan darah tanda dan gejala,
≥140/90mmHg. Tekanan darah normal patofisiologi, dan komplikasi
≤140/90mmHg. - Lanjutkan intervensi TUK 2
1.2.Penyebab hipertensi diagnosa pertama
Hasil: penyebabnya hipertensi: umur,
obesitas, keturunan, stress/ banyak
pikiran dan gaya hidup
1.3.Tanda dan gejala hipertensi
Hasil: tanda dan gejala yaitu: pusing,
tengkuk sakit, penglihatan kabur, sesak
nafas, mual, susah tidur, dan keletihan
1.4.Terjadinya hipertensi (perjalanan
penyakit)

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 44
Hasil: terjadinya hipertensi di pembulu
darah. Dimana pembuluh darah
mengalami penyempitan karena
tertimbunnya lemak sehingga aliran darah
ke jantung tidak lancar.
1.5.Akibat lanjut dari hipertensi
Hasil: akibat lanjut dari hipertensi adalah
timbulnya penyakit: serangan jantung,
stroke, kerusakan ginjal, atrial fibrilliatior
dan penyakit arteri koroner
3. Menanyakan kembali pada keluarga hal-hal
yang belum dimengerti:
Hasil: keluarga Bapak S terutama ibu N mampu
menjelaskan kembali tentang hipertensi,
penyebab, tanda dan gejala, patofisiologi dan
komplikasi pada hipertensi namun agak terbata-
bata
4. Mengevaluasi kembali tentang hipertensi pada
keluarga
Hasil: keluarga Bapak S terutama Ibu N benar-
benar mampu menguasai tentang hipertensi
walaupun menjawabnya terbata-bata
5. Memberikan reinforcement positif kepada
keluarga atas keberhasilan kegiatan yang
dilakukan dengan tepat.
Hasil: mahasiswa memberikan reinforcement
positif kepada keluarga Bapak S terutama Ibu N
“Baik sekali, apa yang telah ibu jelaskan dan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 45
sebutkan berarti Ibu mengerti tentang
hipertensi.”
TUK 2
TUK 2.1
1. Membantu keluarga memutuskan untuk Subyektif:
merawat Ibu N dengan masalah hipertensi - Ibu N mengatakan bahwa
Hasil: Keluarga Bapak S terutama Ibu N penyakit hipertensi
mengatakan penyakit yang diderita adalah dialaminya merupakan
merupakan permasalahan jika beliau tidak masalah besar bila tidak
mengatasi segera dan mengurangi makanan diobati
yang mengandung garam dan berkolesterol dan - Ibu N mengatakan bahwa
berlemak atau menghindari makanan yang makanan selama ini kurang
memicu tekanan darah tinggi, meghindari terkontrol dan tidak pernah
stress, dan sering berolahraga lalu dengan memantang makanan apapun
memeriksakan diri kepelayanan kesehatan. Jadi karena menyuakai makanan
kelurga ambil untuk merawat Ibu N yang asin
2. Memberikan reinforcement positif kepada - Ibu N mengatakan tidak mau
kelaurga atas tindakan yang dilakukan dengan penyakit yang dialaminya
tepat. mengalami akibat lanjut
Hasil: Mahasiswa memeberikan reinforcement seperti serangan jantung,
positif kepada keluarga atas tindakan keputusan gagal ginjal dan arteri
untuk merawat Ibu N. “ bener sekali Ibu berarti koroner
telah paham tentang cara pengambilan Obyektif:
keputusan dengan baik dan tepat. Berati Ibu - Ibu N terlihat ketakutan saat
telah paham dengan akibat lanjut dari hipertensi tau akibat lanjut dari
yang telah dijelaskan sebelumnya” hipertensi
- Ibu N terlihat antusias saat
diberi penjelasan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 46
- Ibu N terlihat sedih saat
mengambil keputusan ketika
harus mengurangi makanan
yang asin-asin
Analysis:
Masalah teratasi sepenuhnya TUK
2 dan tercapai sesuai rencana.
Planning:
Lanjutkan intervensi TUK 3
diagnosa pertama
TUK 3
TUK 3.1 Subyektif:
1. Mendiskusikan dan menjelaskan dengan lefleat - Ibu N mengatakan bahwa
kepada keluarga bagaimana cara perawatan sudah paham cara perawatan
hipertensi dirumah anngota keluarga dengan
3.1. Cara perawatan hipertensi dirumah yaitu: hipertensi dirumah dengan
1. Merikakan diri tekanan darah meriksakan diri secara
secara berkala berkala, mengurangi makanan
2. Mengurangi asumsi makanan yang yang mengandung garam dan
mengandung garam/natrium, asin, olahraga
bekelesterol tinggi dan berlemak - Ibu N mengatakan akan
3. Olahraga mencoba mengurangi
4. Berhenti merokok makanan yang mengandung
5. Mengurangi minuman yang garam atau yang asin-asin
mengandung kafein dan berakohol Obyektif:
Hasil: ibu N mampu menyebutkan 3 dari 5 cara - Ibu N terlihat antusias saat
perawatan diri dirumah. Dan Ibu N dijelaskan tentang cara
mengatakan akan mencoba untuk mengurangi perawatan dirumah dengan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 47
makanan yang megandung garam dan keluarga yang hipertensi
berolahrga minimal 3 kali dalam seminggu - Keluarga terlihat mampu
2. Menanyakan kembali pada keluarga hal-hal menjawab pertanyaan yang
yang belum dimengerti mahasiswa tanyakan.
Hasil: Ibu N menagatakan jika tekanan Analysisi:
darahnya tidak tinggi harus bisa mengontrol TUK 3.1 tercapai sesuai rencana
pola makanan dan selalu berolahraga. Dan Ibu Planning
N sudah paham dengan cara perawatan Lanjutkan intervensi TUK 3.2
hipertensi pada keluarga dirumah.
3. Memberikan reinforcement positif kepada
keluarga atas tindakan yang dilakukan dengan
tepat
Hasil: Mahasiswa memberikan reinforcement
positif “ benar sekali Ibu N apa yang telah Ibu
N jelaskan, berarti Ibu telah mengerti tentang
cara perawatan dirumah dengan anggota
keluarga yang hipertensi

TUK 3 Subyektif:
TUK 3.2 - Ibu N mengatakan bahwa
1. Mendiskusikan dan menjelaskan dengan sudah paham cara pembuatan
menggunakan lefleat kepada keluarga tentang obat tradisional degan
bagaimana cara membuat obat tradisional Dengan: Mentimun: Siapkan
untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau ½ Kg buah mentimun, cuci
hipertensi: bersih dan kupas kulitnya, lalu
3.2. Memberikan tips bagaimana cara diaprut saring airnya lalu
pembuatan ramuan tradisonal untuk minum. Lakukan lebih 2 kali

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 48
hipertensi sehari.
Hasil: Dengan pisang: siapkan 1
 Dengan Mentimun: Siapkan ½ Kg buah buah pisnag lalu dimakan
mentimun, cuci bersih dan kupas sebagai buah segar.
kulitnya, lalu diaprut saring airnya lalu Obyektif:
minum. Lakukan lebih 2 kali sehari - Ibu N terlihat antusias saat
 Dengan Labu Siam: siapkan 1-3 buah dijelaskan ramuan tradisional
labu siap, lalau cuci dipotong menjadi 4 - Ibu N terlihat kurang percaya
sisi kemudia direbus hingga matang dengan obat tradisional yang
tiriskan. Lakukan 2-3 kali sehari dijelaskan dapat menurunkan
 Dengan Belimbing: Siapkan ½ kg buah tekanan darah tinggi
belimbing, cuci bersih dan kupas - Ibu N berusaha menjawab
kulitnya, lalau diparut saring airnya lalu setiap mahasiswa menanyakan
diminum. Lakukan kurang lebih 2 kali pertanyaan yang diajukan.
sehari Analysis: TUK 3.2 tercapai
 Dengan pisang: siapkan 1 buah pisnag sesuai rencana.
lalu dimakan sebagai buah segar. Planning: Lanjutkan intervensi
2. Menanyakan kembali kepada keluarga hal-hal TUK 4 Diagnosa pertama.
yang belum dipahami
Hasil: Ibu N sudah paham tentang cara
membuat obat tradisional, namun Ibu N
bertanya tentang obat tradisional yang telah
dijelaskan apakah bener-bener bisa
menurunkan tekanan darah?
Hasil: Mahasiswa menjawab: Bisa Ibu N.
Tetapi tidak langsung memberikan reaksi
yaitu langsung turun drastis tetapi secara
bertahap cara menurunkan tekanan darah,

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 49
tidak seperti obat yang diminum yaitu obat
anti hipertensi. Pada dasarnya obat diminum
terus tidak baik untuk tubuh. Karena obat
merupakan racun bagi organ ginjal manusia.
3. Mengevaluasi kembali pada keluarga tentang
cara pembuatan obat tradisional hipertensi
Hasil: Ibu N mampu menjelaskan 2 dari 4
cara membuat ramuan tradisional
4. Memberikan reinforcement positif kepada
keluarga atas kegiatan yang dilakukan dengan
tepat.
Hasil: Mahasiswa memebrikan reinforcement
kepada keluarga “ bagus sekali ibu. Apa yang
telah ibu sebutkan dan jelaskan, berarti ibu
mengerti cara pembuatan obat tradisional.
TUK 4 Subyektif:
TUK 4.1 - Ibu N mengatakan tidak ada
1. Mendiskusikan dan menjelaskan dengan anggota keluarga yang
menggunakan lefleat menciptakan merokok di dalam rumah
lingkungan yang sehat untuk menunjang - Ibu N mengatakan tidak ada
kesehatan. yang membantu melakukan
4.1. Cara menciptakan lingkungan yang pekerjaan rumah jika Ibu N
sehat: darah tingginya kambuh
 Menjaga lingkungan rumah agar - Ibu N mengatakan tidak
tetap bersih dan nyaman menguras bak mandi karena
 Setiap ruangan harus mempunyai kamar mandi tidak pakai
ventilasi agar sirkulasi udara bak tetapi memakai gentong.
bertukar dengan baik

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 50
 Minimal membersihkan rumah 1x Obyektif:
sehari - Ibu N terlihat antusias saat
 Minimal menguras bak mandi 1 x dijelaskan cara menciptakan
seminggu lingkungan yang sehat
 Membiasakn anggota kelurga - Ibu N terlihat berusaha
yang merokok tidak didalam menjawab setiap pertanyaan
rumah ataupun tidak didepan yang mahasiswa ajukan
keluarga yang tidak merokok. - Ibu N terlihat sedih ketika ia
2. Memotivasi keluarga untuk tetap sakit tidak ada yang
mempertahankan lingkungan yang sehat membantunya.
Hasil: Ibu N mengatakan, Bapak S tidak Analysis:
merokok. Jadi tidak ada anggota keluarga Masalah sebagian teratasi
yang merokok didalam rumah. Namun rumah Planning:
sering berantakan karena ada anak terakhir Evaluasi TUK 4.1
yang kecil selalu berantakan. Ibu N Lakukan kunjungan yang tidak
mengatakan jika darah tingginya sedang direncanakan
kambuh keadaan rumah dibiarkan dalam Lanjutkan intervensi 4.2
keadaan berantakan. Karena jika bukan Ibu N
yang membereskan tidak ada lagi yang
membereskan. Semua sibuk kerja
3. Melakukan kunjungan yang tidak
direncanakan utuk mengevaluasi kemampuan
keluarga
Hasil: sedang direncanakan
4. Mengevaluasi kepada keluaga untuk
menciptakan lingkungan yang sehat
Hasil: Ibu N mengatakan akan berusaha
merapikan rumah agar terlihat bersih. Ibu N

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 51
berusaha agar Anak S bisa membantu
membereskan rumah ketika Ibu N darah
tingginya kambuh.
5. Memberikan reinfocement kepada keluarga
atas kegiatan yang dilakukan dengan tepat
Hasil: Mahasiswa memebrikan reinforcement
kepada keluarga “ baik ibu. Apa yang telah
ibu ceritakan berarti ibu sudah menciptakan
lingkungan rumah yang sehat tapi harus di
tingkatkan lagi”
TUK 4
TUK 4.2
1. Mendiskusikan dan menjelaskan dengan Subyektif:
keluarga tentang pola makan yang baik bagi - Ibu N mengatakan tidak
penderita hipertensi dengan menggunakan pernah mempantang
lefleat: makanan apapun
4.2.Pola makan yang baik bagi penderita - Ibu N mengatakan suka
hipertensi (diit hipertensi) maknan yang asin-asin
Hasil: termasuk ikan asin
1. Mengkonsumsi padi/ biji-bijian Obyektif:
seprti: nasi merah, roti gandum, - Ibu N terlihat Antusias saat
cereal/oetmeal dijelaskan
2. Sayur-sayuran seperti: mentimun, - Ibu N terlihat berusaha
labu siam, tomat, wortel, brokoli menjawab pertanyaan yang
3. Buah-buahan seperti: pisang, diajukan oleh perawat
alpukat, jerk - Ibu N terlihat berusaha untuk
4. Krim seperti: susu rendah lemak, mencoba pola makan yang
yogurt, keju baik agar hipertensi tidak

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 52
kambuh
Analysis:
2. Menanyakan kembali hal-hal yang belum Masalah teratasi sesuai rencana
menegerti Plannig:
Hasil: Ibu N menjawab pertanyaan Lanjutkan intervensi TUK 5
mahasiswa yang diajukan
3. Mengevaluasi kembali kepada keluarga
tentang pola makan yang baik untuk
penderita hipertensi
Hasil: Ibu N mampu meyebutkan 5 makanan
yang baik untuk penderita hipertensi
termasuk 4 sub makanan yang boleh
dimakan (padi/ biji-bijian, sayur-sayuran,
buah-buahan, dan krim)
4. Memberikan reinfocement positif kepada
keluarga atas keberhasilan kegiatan yang
dilakukan dengan tepat
Hasil: Mahasiswa memeberikan
reinforcement kepada keluarga “ bagus
sekali ibu. Apa yang telah ibu sebutkan
berarti ibu sudah paham tentang pola makan
yang baik bagi penderita hipertensi.
TUK 5
TUK 5.1
1. Mengali pengetahuan keluarga kemana mereka Subyektif:
dapat meminta pertolongan untuk perawatan - Ibu N mengatakan bahwa tau
dan pengobatan hipertensi penyakitnya dari dokter
Hasil: Ibu N mengatakan ke dokter atau ke ketika melahirkan anaknya

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 53
puskesmas. Namun karena kendala jarak - Ibu N mengatakan ketika
kepusat pelayanan jauh dan kendala ekonomi sakit jarang datang
Ibu N mengatakan jarang kepusat pelayanan kepelayanan kesehatan.
kesehatan. Jika penyakitnya kambuh dia hanya Karena kondisi jarak dan
meminum obat warung ekonomi.
2. Mendiskusikan dan menjelaskan dengan Obyektif:
menggunakan lefleat kepada keluarga tentang - Ibu N terlihat sangat antusias
jenis-jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang saat diskusikan tentang
dapat dikunjungi oleh keluarga: pelayanan kesehatan dan
5.1. Menjelaskan fasilitas kesehatan yang manfaatya
didapat dipergunakan - Ibu N terlihat mampu
Hasil: menyebutkan fasilitas-
1) Puskesmas fasilitas pelayanan kesehatan
2) Klinik dan manfaatnya
3) Rumah sakit Analysis: Masalah teratasi sesuai
4) Dokter rencana
5) Perawat Planning:
6) Bidan - Meriview TUK 1,2,3,4, dan
5.2. Memanfaat penggunaan fasilitas 5
kesehatan: - Lakukan kunjungan yang
Hasil: tidak direncanakan.
1) Meningkatkan pengetahuan keluarga - Lanjutkan intervensi
tentang cara merawat yang baik dan diagnosa 2
benar, pengobatan, pengontrol
kesehatan serta kelaurga dapat
menggunakan fasilitas pelayanan
kesehatan secara tepat.
3. Memotivasi keluarga untuk menyebutkan

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 54
kembali jenis-jenis pelayanan kesehatan
Hasil: Ibu N mampu menyebutkan fasilitas-
fasilitas pelayanan kesehatan dan mampu
menyebutkan manfaat menggunakan fasilitas
kesehatan walaupun masih di terbata-bata

4. Memberikan reinforcement positif kepada


keluarga atas keberhasilan kegiatan yang
dilakakukan tepat.
Hasil: Mahasiswa memeberikan reinforcement
kepada keluarga “ bagus sekali ibu. Apa yang
telah ibu sebutkan berarti ibu sudah paham
tentang fasilitas apa saja yang bisa ibu gunakan
dan menjelaskan manfaat dari fasilitas
kesehatan”

Terminasi
Diagnosa 1
1. Mengevaluasi TUK 1, 2, 3, 4, 5 diagnosa
pertama
Hasil: Ibu N sangat koperatif dan antusias dan
mampu menjawab dan menjelaskan tentang
masalah Hipertensi walaupun ada yang masih
terbata-bata dalam mengungkapkan
2. Memvalidasi keadaan keluarga
Hasil: Keluarga Bapak S terutama Ibu N sangat
senang dan menambah ilmu yang telah
didapatkan dari penyuluhan. Dan Ibu N mampu

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 55
dalam mengambil keputusan untuk dirinya
yang menderita hipertensi. Ibu N juga
mengatakan berusaha untuk mengatur pola
makannya yaitu mengurangi makan yang asin-
asin dan menerapkan untuk berolahrga
3. Membuat kontrak waktu dan tentang
penyuluhan untuk pertemuan selanjutnya.
Hasil: Ibu N bersedia dilakukan penyuluhan
tentang maslah nyeri. Selama 45 menit. Jam
16.00 WIB
4. Mengucapkan salam kepada Keluarga Bapak S
Hasil: Keluarga Bapak S menjawab salam dari
mahasiwa

Ganggaun Rasa 8 September 2017


Aman (Nyeri) pada 16:00 WIB 1. Mengucapkan Salam kepada keluarga Bapak S Subyektif:
keluarga Bapak S Hasil: Kelaurga Bapak S menjawab salam - Keluarga Bapak S terutama
khususnya Ibu N mahasiswa Ibu N mengucapkan salam
dengan 2. Memvalidasi keadaan kelaurga dari mahasiswa
ketidakmampuan Hasil: Keluarga Bapak S dalam keadan baik - Ibu N bersedia untu diberi
keluarga dalam dan sehat. penyuluhan tentang nyeri
mengatasidan 3. Mengingatkan kontrak - Ibu N mengatakan jika nyeri
merawat anggota Hasil: Keluarga Bapak S ingat tentang kontrak yang dirasakan merupakan
keluarga dengan yang akan dilaksanakan penyuluhan sebagai gejala dari penyakit
(hipertensi kelaurga binaan . Namun karena hanya ada Ibu hipertensi
N dirumah, dan anggota kelaurga lain bekerja, - Ibu N menatakan nyeri digigi
Ibu N bersedia untuk diberi penyuluhan tentang akibat giginya berlubang

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 56
penyakitnya Obyektif:
4. Menjelaskan tujuan kegiatan - Ibu N terlihat antusias saat
Hasil: Selama 45 menit Keluarga Bapak S dijelaskan tentang nyeri
terutama Ibu N bersedia untuk diberikan - Ibu N terlihat mampu
penyuluhan tentang nyeri menjelaskan kembali
5. Intervensi TUK 1 diagnosa kedua tentang masalah nyeri
Analysis:
Diagnosa 2 Masalah teratasi sesuai rencana.
TUK 1 Planning:
1. Mengali pengetahuan keluarga tentang nyeri - Lanjutkan intervensi TUK 2
Hasil: Ibu N mengatakan nyeri adalah sakit diagnosa 2
2. Mendiskusikan dan menjelaskan bersama
keluarga tentang nyeri:
1.1. Pengertian nyeri
Hasil: Nyeri merupakan suatu keadaan
tidak nyaman bila kita mengalami cedera
atau kerusakan pada tubuh.
1.2.Penyebab nyeri
Hasil: Adanya gangguan pada tubuh
sehingga tidak berfungsi secara normal
1.3. Klarifikasi nyeri
Hasil: Nyeri akut (nyeri yang dirasakan
kurang dari 6 bulan) sedangkan Nyeri
kronik (nyeri yang diraskan lebih dari 6
bulan)
1.4. Tanda dan gejala nyeri
Hasil:
1) Suara

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 57
 Menangis
 Merintih
 Menghembuskan nafas

2) Ekspresi wajah
 Meringis
 Mengigit lidah,
 mengatupkan gigi
 Mengigit bibir
 Membuka mata atau mulut
3) Pergerakkan tubuh
 Kegelisahan
 Mondar-mandir
 Mengosokkan ditempat terasa
nyeri
 Bergerak melindungi tubuh yang
nyeri
 Otot tegang
4) Interaksi sosial
 Menghindari percakapan dan
kontak sosial
 Berfokus ke aktivitas untuk
menghilangkan nyeri
3. Memotivasi keluarga untuk mengulangi tentang
masalah nyeri
Hasil: Ibu N mampu mengulangi dan
menjelaskan tentang masalah nyeri. Walaupun

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 58
masih terbata-bata.
4. Memberikan receinfocement positif kepada
keluarga atas keberhasilan kegiatan yang telah
dilakukan dengan tepat.
Hasil: Mahasiswa memberikan reinforcement
positif kepada keluarga Bapak S terutama Ibu N
“Baik sekali, apa yang telah ibu jelaskan dan
sebutkan berarti Ibu mengerti tentang nyeri.”
TUK 2
TUK 2.1
1. Mendiskusikan dan menjelaskan kepada Subyektif:
keluarga cara merawat anggota keluarga dengan - Ibu N mengatakan jika nyeri
nyeri: dia hanya di olesin saja pake
1.1. Menjelaskan cara merawat anggota balsem
keluarga dengan nyeri tanpa obat dirumah - Ibu N mengatakan akan
Hasil: menerapkan relaksasi
1. Distraksi yaitu cara mengalihkan pernafasan dalam untuk
rasa nyeri sehingga lupa terhadap mengurangi nyeri jika
nyeri yang dirasakan merasakan nyeri
(membayangkan hal-hal menarik, Obyektif:
mendengarkan musik, membaca - Ibu N terlihat antusias saat
buku, menonton televisi) dijelaskan
2. Relaksasi yaitu melakukan menarik - Ibu N terlihat mampu
nafas dengan cara: menarik nafas mendemonstrasikan relaksasi
dalam dari hidung lalu tahan selama pernapasan dalam
3 detik hitung 1,2,3 lalu Analysis:
dihembuskan melalui mulut dengan Masalah teratasi sesuai rencana
keadaan alat gerak rileks.

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 59
3. Kompres Air hangat Planning:
4. Minum dengan air hangat Lanjutkan intervensi TUK 2.2
2. Memotivasi untuk mengulang tentang cara
merawat anggota keluarga yang nyeri tanpa
obat.
Hasil: Ibu N mampu menyebutkan dan
menjelaskan tentang cara merawat anggota
keluarga yang nyeri. Dan Ibu N mampu
mendemonstrasikan cara relaksasi
3. Memberikan reinforcement kepada keluarga
atas keberhasilan kegiatan yang dilakukan
dengan tepat.
Hasil: Mahasiswa memberikan reinforcement
positif kepada keluarga Bapak S terutama Ibu N
“Baik sekali, apa yang telah ibu jelaskan dan
sebutkan berarti Ibu mengerti tentang merawat
anggota keluarga dengan nyeri tanpa obat.”
TUK 2
TUK 2.2
1. Mendiskusikan dan menjelaskan tips cara Subyektif:
membuat aromatherapy untuk anggota keluarga - Ibu N mengatakan tidak
nyeri pernah memakai
2.2. Menjelaskan tips acara membuat aromatheraphy
aromatherphy sendiri dirumah untuk - Ibu N mengatakan jika
anngota keluarga dengan nyeri hidung ankanya mengalami
Hasil: mampet akan dibuatkan
1. Dengan minyak kayu putih: siapkan 1 aromatheraphy
botol minayk kayu putih, rebus air ½

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 60
gayung sampai mendidih. Lalu tuang
air mendidih ke waskom kecil Obyektif:
teteskan minyak kayu putih 5-10 - Ibu N terlihat antusias saat
tetes. Tempatkan di belakang pintu dijelaskan tentang
atau sudut tembok. Lakukan selama aromatherapy
nyeri timbul atau dipakai untuk - Ibu N terlihat kopertif dan
sehari-hari bertanya manfaat dari
2. Dengan kulit jeruk: aromatherapy
Siapkan 1 buah jeruk, Potong jeruk AnalysisMaslaah teratasi sesuai
menjadi 2 bagian, dengan rencana
menggunakan pisau keluarkan isinya Planning:
setelah bersih, isi ¾ bagian dalam - Review TUK 1 dan 2
kulit jeruk dengan minyak zaitun atau - Hentikan intervensi
minyak sayur. Tunggu 45 menit agar
minyak meresap. Terakhir gunanakan
pematik lilin untuk menyalakan jeruk
dengan langsung menyala bagian
dalam batang perlu memaskan
batangnya selama 2-3 menit.
3. Dengan baking soda: siapkan ½
cangkir baking soda, minyak esensial
atau minyak wangi, tople/jar, jarum
kertas memo gunting dan pena.
Ceplakan tutup bagian dalam
jar/toples pada kertas memo laulu
potong dan buat lubang dengan jarum,
tuangkan ½ cangkir baking soda dan
tambahkan 8-10 tetes minyak

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 61
esensial/ minyak wangi, tutup toles
dengan kertas memo perlahan aduk
campuran agar harum.
2. Memberikan Kesempatan kepada keluarga
untuk bertanya
Hasil: Ibu N bertanya tentang manfaat dari
aromatherapy
Hasil: Mahasiswa menjawab pertanyaan dari
Ibu N
Manfaat dari aromtheraphy yaitu untuk
mengurangi rasa nyeri, mengurangi rasa stress,
dan mengatasi insomia atau susah tidur. Jika ibu
mempunyai anak kecil yang sedang sakit atau
emngalami hidung mampet bisa meredakan atau
melegakan pernafasan pada anak. Contohnya
Ibu N bisa mneggunakan aromathraphy buatan
sendiri yaitu minyak kayu putih dan air panas.
3. Memotivasi keluarga untuk mengulang cara
membuat aromatherapy (1 saja)
Hasil: Ibu N mampu mengulang dalam
menjelaskan cara membuat aromatherapy
sendiri (dengan minyak kayu putih dan air
hangat)
4. Memberikan reinforcement kepada keluarga
atas keberhasilan kegiatan yang dilakukan
dengan tepat
Hasil: Mahasiswa memberikan reinforcement
positif kepada keluarga Bapak S terutama Ibu N

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 62
“Baik sekali, apa yang telah ibu jelaskan dan
sebutkan berarti Ibu mengerti tentang cara
membuat aromatherapy sendiri untuk
mengurangi nyeri.

Terminasi Diagnosa 2
1. Mengevaluasi TUK 1,dan 2 diagnosa kedua
Hasil: Ibu N sangat koperatif dan antusias dan
mampu menjawab dan menjelaskan tentang
masalah nyeri
2. Memvalidasi keadaan keluarga
Hasil: Keluarga Bapak S terutama Ibu N sangat
senang dan menambah ilmu yang telah
didapatkan dari penyuluhan. Keluarga Bapak S
sangat berterimakasih
3. Mengucapkan salam kepada Keluarga Bapak S
Hasil: Keluarga Bapak S menjawab salam dari
mahasiwa

Laporan Praktik Keperawatan Keluarga


STIKes Bina Permata Medika | 63