Anda di halaman 1dari 142

SISTEM TRANSPOR OKSIGEN

sistem respirasi sistem kardiovaskuler

SISTEM TRANSPOR OKSIGEN sistem respirasi sistem kardiovaskuler FK Rufiah Aulia Rasyidah 1706029161
FK
FK
SISTEM TRANSPOR OKSIGEN sistem respirasi sistem kardiovaskuler FK Rufiah Aulia Rasyidah 1706029161

Rufiah Aulia Rasyidah

1706029161

SISTEM RESPIRASI

1. Jelaskan organ-organ pada sistem respirasi dan fungsinya.

2. Jelaskan klasifikasi saluran pernapasan secara anatomi dan fisiologis.

3. Jelaskan mekanisme proses ventilasi (inspirasi dan ekspirasi).

4. Sebutkanlah volume-volume paru yang dapat diukur, dan jelaskan cara mengukurnya.

5. Sebutkan dan jelaskan fungsi organ saluran pernafasan atas!

6. Sebutkan dan jelaskan fungsi organ saluran pernafasan bawah!

7. Sebutkan otot-otot pernafasan!

SISTEM KARDIOVASKULER

1. Dimanakah letak jantung?

2. Jelaskan morfologi dan interior jantung!

3. Pembuluh darah apakah yang mendarahi jantung?

4. Bagaimanakah persarafan jantung?

5. Buatlah skema distribusi arteri!

6. Buatlah skema drainase vena!

7. Jelaskan organ-organ pada sistem kardiovaskular dan fungsinya.

8. Jelaskan struktur jantung manusia secara anatomis dan fisiologis.

9. Jelaskan siklus listrik dan mekanis jantung, dan bagaimana hubungannya.

10.Jelaskan pengaruh sistem saraf otonom terhadap sistem kardiovaskular melalui salah satu refleks pengaturan tekanan darah (refleks baroreseptor).

11.Jelaskan secara singkat mengenai EKG, sadapannya, dan gelombang-gelombang yang direkam.

12.Jelaskan jenis-jenis pembuluh darah beserta ciri-cirinya, dan fungsinya.

13.Jelaskan hubungan sistem limfatik dengan sistem pembuluh darah, dan jelaskan fungsinya.

14.Jelaskan dengan menggunakan gambar struktur dan fungsi sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik.

15.Jelaskan proses pertukaran gas yang terjadi di kapiler paru dan di kapiler jaringan

SISTEM RESPIRASI

SISTEM RESPIRASI

1. ORGAN DAN FUNGSINYA SISTEM RESPIRASI

1. Rongga hidung Terdapat Conchae nasalis = lipatan-lipatan pada permukaan rongga hidung Fungsi: ➤ Menghangatkan

1. Rongga hidung

Terdapat Conchae nasalis = lipatan-lipatan pada permukaan rongga hidung

Fungsi:

Menghangatkan (dengan pembuluh darah), menyaring (dengan vibrissae atau rambut hidung), dan melembabkan udara yang masuk

Memiliki reseptor stimulis penciuman => saraf olfaktori

Mengatur dan memodifikasi vibrasi/getaran suara

2. Laring

Fungsi:

membantu glottis dalam proses menelan

fonasi (produksi suara)

3. Faring

Fungsi:

Meregulasi jalur tenggorokan dan kerongkongan

4. Trakea

Fungsi:

Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)

kerongkongan 4. Trakea Fungsi: ➤ Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)
kerongkongan 4. Trakea Fungsi: ➤ Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)

5. Bronkus

Percabangan dari trakea yang kemudian bercabang lagi menjadi bronkiolus (sudah tidak bertulang rawan lagi).

Fungsi:

Menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru

Fungsi: ➤ Menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru 6. Paru-paru Diselubungi pleura dan diantaranya ada cairan

6. Paru-paru

Diselubungi pleura dan diantaranya ada cairan pleura

Visceral pleura berbatasan dengan dinding paru-paru, Parietal pleura dengan rongga dada.

Terdiri dari bronkus, bronkiolus, kapiler, alveolus

Fungsi:

Sebagai tempat pertukaran gas pada alveolus

dada. Terdiri dari bronkus, bronkiolus, kapiler, alveolus Fungsi: ➤ Sebagai t empat pertukaran gas pada alveolus

2. KLASIFIKASI SALURAN PERNAPASAN SECARA ANATOMI DAN FISIOLOGIS.

Secara Anatomis

Sistem respirasi atas

Hidung

Faring

Sistem respirasi bawah

Laring

Trakea

Bronkus

Paru-paru

• Trakea • Bronkus • Paru-paru Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy &

Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy & physiology.9 th ed. San Fransisco: Pearson Education; 2012

NOTES

NOTES ➤ Sistem respirasi atas => associated structures ➤ Di laring terdapat adam’s apple dan epiglotis

Sistem respirasi atas => associated structures

Di laring terdapat adam’s apple dan epiglotis (pemisah respiratory dan digestive tracts)

Trakea, Main bronchi, Lobar bronchi, Segmental bronchi, bronchioles, dan terminal bronchioles membentuk struktur bernama bronchial tree

Paru-paru kanan memiliki tiga lobus dan kiri dua lobus yang dipisahkan fisura

Terdapat alveolus di dalamnya (tempat pertukaran udara), dinding alveoulus ini terdiri dari 3 jenis sel alveoli yaitu tipe I, II, dan associated alveolar macrophag

Secara Fisiologis

Secara Fisiologis Conducting zone •Hidung •Rongga nasal •Faring •Laring •Trakea • Bronkus •Bronkiolus

Conducting zone

•Hidung •Rongga nasal •Faring •Laring •Trakea •Bronkus •Bronkiolus •Bronkiolus terminal

Respiratory zone

• Bronkiolus respirasi

• Saluran alveolar

• Kantung alveolar

• Alveoli

Conducting zone = Saluran yang mengalirkan udara ke paru-paru. Respiratory zone = terdiri dari tabung dan jaringan di paru-paru, merupakan tempat utama terjadinya pertukaran udara dengan darah

3. JELASKAN MEKANISME PROSES VENTILASI (INSPIRASI DAN EKSPIRASI)

Mekanisme Ventilasi
Mekanisme Ventilasi

Ventilasi (bernapas) merupakan pergerakan udara keluar dan masuk saluran pernapasan dan dipengaruhi oleh tekanan di saluran pernapasan.

Sherwood L. Human physiology. 9 th ed. Boston: Cengage Learning; 2014.

Mekanisme Ventilasi

Mekanisme Ventilasi ➤ Ventilasi dilakukan secara mekanis dengan mengubah secara bergantian arah gradien tekanan untuk

Ventilasi dilakukan secara mekanis dengan mengubah secara bergantian arah gradien tekanan untuk aliran udara antara atmosfer dan alveolus melalui ekspansi dan rekoil siklik paru.

Ketika tekanan intra-alveolus berkurang akibat ekspansi paru selama inspirasi, udara mengalir masuk ke paru dari tekanan atmosfer yang lebih tinggi.

Ketika tekanan intra-alveolus meningkat akibat rekoil paru selama ekspirasi, udara mengalir keluar paru menuju tekanan atmosfer yang lebih rendah.

Berbagai tekanan penting pada ventilasi

Berbagai tekanan penting pada ventilasi
Sherwood L. Human physiology. 9 t h ed. Boston: Cengage Learning; 2014. INSPIRASI DAN EKSPIRASI

Sherwood L. Human physiology. 9 th ed. Boston: Cengage Learning; 2014.

INSPIRASI DAN EKSPIRASI

1. Selama inspirasi, tekanan intra-alveolus lebih kecil daripada tekanan atmosfer

2. Selama ekspirasi, tekanan intra-alveolus lebih besar daripada tekanan atmosfer

3. Pada akhir inspirasi dan ekspirasi, tekanan intra-alveolus sama dengan tekanan atmosfer karena alveolus berkomunikasi langsung dengan atmosfer, dan udara terus mengalir menuruni gradien tekanan sampai kedua tekanan seimbang

4. Sepanjang siklus pernapasan, tekanan intrapleura lebih kecil daripada tekanan intra-alveolus

5. Karena itu, selalu terdapat gradien tekanan transmural

RESPIRASI (TAMBAHAN)

RESPIRASI (TAMBAHAN) • Inspirasi Kontraksi otot – otot pernapasan ( m. interkostalis eksternus, diafragma ) !

Inspirasi Kontraksi otot – otot pernapasan ( m. interkostalis eksternus, diafragma ) ! r. dada membesar ! tek. rongga dada lebih rendah dari tek. udara luar ! udara masuk

Ekspirasi

Relaksasi otot – otot pernapasan

! gaya recoil paru dan toraks ! r. dada mengecil ! tek. Lebih tinggi dari tek. udara luar ! udara keluar

4. SEBUTKANLAH VOLUME-VOLUME PARU YANG DAPAT DIUKUR, DAN JELASKAN CARA MENGUKURNYA.

Volume-Volume yang Dapat Diukur:

a. Volume Tidal (VT)

b. Volume Cadangan Inspirasi (VCI)

c. Kapasitas inspirasi (KI)

d. Volume Cadangan Ekspirasi (VCE)

e. Volume Residu (VR)

f. Kapasitas Residu Fungsional (KRF) g. Kapasitas Vital (KV)

h. Kapasitas Paru Total (KPT)

i. Volume Ekspirasi Paksa dalam Satu Detik (VEP 1 )

Sherwood L. Human physiology. 9 th ed. Boston: Cengage Learning; 2014.

VOLUME-VOLUME YANG DAPAT DIUKUR

Volume Tidal (VT):

Volume udara keluar-masuk paru selama satu kali bernapas (500 mL)

Volume Cadangan Inspirasi (VCI):

Volume udara tambahan yang bisa dihirup di atas volume tidal secara maksimal (3000 mL)

Kapasitas Inspirasi (KI):

maksimal yang bisa dihirup pada akhir ekspirasi normal, KI = VCI + VT (nilai rerata = 3500 mL)

Volume Cadangan Ekspirasi (VCE):

tambahan yang bisa secara aktif dikeluarkan dengan mengontraksikan otot ekspirasi secara maksimal (nilai rerata 1000 mL)

Volume Residu (VR):

Volume udara minimal yang tertinggal di paru setelah ekspirasi maksimal (1200 mL).

Dapat diukur melalui teknik pengenceran gas (inspirasi gas penjejak => helium).

Kapasitas Residu Fungsional (KRF):

Volume udara pada akhir respirasi pasif normal.

KRF = VCE + VR (nilai rerata 2200 mL).

Kapasitas Vital (KV):

Maksimal yang bisa dikeluarkan dalam sekali bernapas setelah inspirasi maksimal.

KV = VCI + VT + VCE (nilai rerata 4500 mL).

Kapasitas Paru Total (KPT):

Maksimal vol udara yang bisa ditampung paru, KPT= KV + VR (nilai rerata 5700 mL)

Volume Ekspirasi Paksa dalam Satu Detik (VEP 1 ):

Volume udara yang dapat dihembuskan selama detik pertama ekspirasi dalam suatu penentuan KV, kisarannya 80% dari KV

CARA PENGUKURAN VOLUME DI PARU

Spirometer: Mengukur perubahan volume selama berbagai upaya bernapas

Spirometer tradisional basah Drum berisi udara yang mengapung dalam ruang berisi air => akan naik-turun saat seseorang menghirup dan menghembuskan udara dari dan ke mulut melalui suatu selang.

Naik-turunnya drum ini direkam sebagai spirogram.

Spirometer yang terkomputerisasi,

Prinsip volume dan kapasitas paru tetaplah sama dengan spirometer basah.

Sumber: Sherwood L. Human physiology: from cells to systems. 9th ed. Virginia: Cengage Learning; 2016.

Sumber: Sherwood L. Human physiology: from cells to systems. 9th ed. Virginia: Cengage Learning; 2016.

Sumber: Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy & physiology. 14th ed. New Jersey: Wiley;

Sumber: Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy & physiology. 14th ed. New Jersey:

Wiley; 2014.

5 & 6. ORGAN SALURAN PERNAFASAN ATAS DAN BAWAH
5 & 6. ORGAN SALURAN
PERNAFASAN ATAS DAN BAWAH

Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy & physiology.9 th ed. San Fransisco: Pearson Education; 2012

ORGAN SALURAN PERNAFASAN

Saluran pernafasan atas

Hidung

Faring

Saluran pernafasan atas

Laring

Trakea

Bronkus

Paru-paru

• Faring ➤ Saluran pernafasan atas • Laring • Trakea • Bronkus • Paru-paru
1. Rongga hidung Terdapat Conchae nasalis = lipatan-lipatan pada permukaan rongga hidung Fungsi: ➤ Menghangatkan

1. Rongga hidung

Terdapat Conchae nasalis = lipatan-lipatan pada permukaan rongga hidung

Fungsi:

Menghangatkan (dengan pembuluh darah), menyaring (dengan vibrissae atau rambut hidung), dan melembabkan udara yang masuk

Memiliki reseptor stimulis penciuman => saraf olfaktori

Mengatur dan memodifikasi vibrasi/getaran suara

2. Laring

Fungsi:

membantu glottis dalam proses menelan

fonasi (produksi suara)

3. Faring

Fungsi:

Meregulasi jalur tenggorokan dan kerongkongan

4. Trakea

Fungsi:

Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)

kerongkongan 4. Trakea Fungsi: ➤ Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)
kerongkongan 4. Trakea Fungsi: ➤ Membantu membersihkan udara dari patogen dengan epitel bersilia (dibantu oleh mucus)

5. Bronkus

Percabangan dari trakea yang kemudian bercabang lagi menjadi bronkiolus (sudah tidak bertulang rawan lagi).

Fungsi:

Menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru

Fungsi: ➤ Menyalurkan udara dari trakea menuju paru-paru 6. Paru-paru Diselubungi pleura dan diantaranya ada cairan

6. Paru-paru

Diselubungi pleura dan diantaranya ada cairan pleura

Visceral pleura berbatasan dengan dinding paru-paru, Parietal pleura dengan rongga dada.

Terdiri dari bronkus, bronkiolus, kapiler, alveolus

Fungsi:

Sebagai tempat pertukaran gas pada alveolus

dada. Terdiri dari bronkus, bronkiolus, kapiler, alveolus Fungsi: ➤ Sebagai t empat pertukaran gas pada alveolus

7. SEBUTKAN OTOT- OTOT PERNAPASAN!

Sumber: Sherwood L. Human physiology:

from cells to systems. 9th ed. Virginia:

Cengage Learning; 2016.

OTOT PERNAPASAN

Otot dalam paru-paru adalah otot polos dalam dinding arteriol dan dinding bronkiolus. Otot tsb bekerja di bawah kesadaran.

Dinding alveoli tidak memiliki otot untuk mengembang dan mengempiskan alveolus selama proses bernapas, Perubahan volume paru lah yang mengubah dimensi rongga toraks.

Otot Pernapasan

Otot-otot pernapasan yang melakukan gerakan bernapas tidak bekerja langsung pada paru untuk mengubah volumenya.

Otot-otot ini mengubah volume rongga toraks yang membuat perubahan pada volume paru karena dinding toraks dan dinding paru berhubungan melalui daya rekat cairan intrapleura dan gradien tekanan transmural.

Otot pernapasan dibagi menjadi otot sewaktu inspirasi dan otot sewaktu ekspirasi

Otot Inspirasi

Otot yang berperan saat inspirasi normal => diafragma dan otot interkostalis eksternal.

Otot yang berperan saat inspirasi dalam (maksimal) => otot inspirasi tambahan, yaitu sternokleidomastoideus dan skalenus.

Otot Ekspirasi

Suatu proses pasif = tidak ada kontraksi otot saat melakukan ekspirasi normal.

Otot yang berperan saat ekspirasi paksa (aktif) => otot dinding abdomen dan otot interkostalis internal.

Sumber: Sherwood L. Human physiology: from cells to systems. 9th ed. Virginia: Cengage Learning; 2016.

Sumber: Sherwood L. Human physiology:

from cells to systems. 9th ed. Virginia:

Cengage Learning; 2016.

Sumber: Sherwood L. Human physiology:

from cells to systems. 9th ed. Virginia:

Cengage Learning; 2016.

Sumber: Sherwood L. Human physiology: from cells to systems. 9th ed. Virginia: Cengage Learning; 2016.
SISTEM KARDIOVASKULAR

SISTEM

SISTEM KARDIOVASKULAR

KARDIOVASKULAR

1. LETAK JANTUNG

1. LETAK JANTUNG Jantung terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum (tulang dada)

Jantung terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum (tulang dada) di sebelah anterior dan vertebra (belakang) di posterior.

Posisi jantung : superiordiafragma

Jantung bertempat di rongga mediastinum

Apex jantung => ujung ventrikel sinistra => tepat di atas diafragma

Basis jantung => atrium jantung (atrium kiri) => posterior dari apex permukaan jantung

o Anterior: di dalam, antara sternum dan costae Inferior: diafragma, bagian jantung di antara apex dan permukaan kanan

o Kanan: menghadap paru-paru kanan Kiri: menghadap paru-paru kiri

Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy & physiology.9 t h ed. San Fransisco:

Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy & physiology.9 th ed. San Fransisco: Pearson Education; 2012

2. JELASKAN MORFOLOGI DAN INTERIOR JANTUNG!

Sumber: Martini FH, Nath JL. Fundamentals of anatomy & physiology.9 th ed. San Fransisco: Pearson Education; 2012

MORFOLOGI

1. Lapisan Jantung / Perikardium

Membran yang melindungi dan mengelilingi jantung

Fungsi: menahan posisi jantung di mediastinum namun jantung tetap bebas berkontraksi

Perikardium terdiri dari 2 lapisan:

Fibrous pericardium. Jaringan ikat padat kuat dan tidak elastis.

Fungsi: Menahan posisi jantung di mediastinum, Melindungi jantung, Mencegah jantung meregang berlebih

Serous pericardium

Terdiri dari 2 lapisan membran tipis dan lembut; lapisan luar (parietal) dan lapisan dalam (visceral epikardium) . lapisan luar (parietal) dan lapisan dalam (visceral epikardium).

Diantara lapisan parietal dan visceral, ada ruang perikardial yang di dalamya ada cairan perikardial untuk mengurangi gesekan antara lapisan perikardial serosa. ada cairan perikardial untuk mengurangi gesekan antara lapisan perikardial serosa.

2. DINDING JANTUNG

A. EPIKARDIUM

B. MIOKARDIUM

C. ENDOKARDIUM

2. DINDING JANTUNG A. EPIKARDIUM B. MIOKARDIUM C. ENDOKARDIUM

A. EPICARDIUM

A. EPICARDIUM Epikardium membuat jantung bertekstur halus dan licin. Terdapat pembuluh darah dan limfe untuk menyokong

Epikardium membuat jantung bertekstur halus dan licin.

Terdapat pembuluh darah dan limfe untuk menyokong miokardium.

Terdiri atas 2 lapisan jaringan:

Lapisan visceral perikardium serosa.

Tersusun atas mesotelium yaitu lapisan epitel skuamosa simpleks (perikardium, peritoneum, pleura) yang melapisi membran serosa.

Jaringan fibroblas dan adiposa.

Jaringan adiposa paling tebal pada permukaan ventrikel dan seiring bertambahnya usia semakin menebal

B. MIOKARDIUM

Tersusun dari otot jantung => Lapisan dimana terjadi kontraksi.

Otot jantung bercabang satu dengan yang lainnya dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa membentuk jembatan silang.

Jaringan ikat membentuk cardiac skeleton / kerangka jantung yang memperkuat miokardium dari dalam dan sebagai tempat terikatnya jaringan otot jantung. Cardiac skeleton atau fibrous skeleton merupakan suatu bidang transversal dimana ke-empat katup jantung berada.

Karakteristik fibrous/cardiac skeleton, antara lain:

Membentuk jaringan seperti cincin yang memberi tambahan penopang bagi jantung

– Berstruktur sangat padat => potensial aksi tidak bisa merambat melewati fibrous skeleton.

C. ENDOKARDIUM

Tersusun dari lapisan tipis endotelium => epitel skuamosa Bertempat di atas lapisan tipis jaringan ikat

Melapisi ruang dalam jantung

Meminimalisir gesekan ketika darah melewati jantung

lapisan tipis jaringan ikat • Melapisi ruang dalam jantung • Meminimalisir gesekan ketika darah melewati jantung

ANATOMI INTERNAL DAN ORGANISASI JANTUNG

ANATOMI INTERNAL DAN ORGANISASI JANTUNG Jantung memiliki 4 ruang => 2 atrium (superior) dan 2 ventrikel

Jantung memiliki 4 ruang => 2 atrium (superior) dan 2 ventrikel (inferior).

Antara atrium => dinding pemisah = interatrial septum.

Antara ventrikel => dinding pemisah = interventrikular septum.

Di permukaan jantung, terdapat coronary sulcus atau atrioventricular groove => menunjukkan batasan antara atrium dan ventrikel.

Anterior interventricular sulcus menandai interventrikular septum secara anterior, posterior interventricular sulcus menandai pada permukaan posterior.

A. ATRIUM

Berfungsi sebagai ruang penerima darah yang kembali ke jantung setelah bersirkulasi.

Ukuran relatif kecil => hanya butuh berkontraksi untuk mendorong darah ke ventrikel.

Terdapat aurikula di bagian luar atrium => meningkatkan volume atrium.

Atrium pada jantung terbagi 2:

Atrium kanan (dekstra) => Menerima darah dari 3 venameningkatkan volume atrium. Atrium pada jantung terbagi 2: 1. Vena kava superior = darah dari superior

1. Vena kava superior = darah dari superior tubuh

2. Vena kava inferior = darah dari inferior tubuh

3. Sinus koronaria

Atrium kiri (sinistra) => Menerima darah dari 4 vena pulmonarisinferior = darah dari inferior tubuh 
 3. Sinus koronaria = darah dari sistem pembuluh koroner

= darah dari sistem pembuluh koroner jantung

Pada interatrial septum, terdapat fossa ovalis yang memberi tahu lokasi foramen ovale.

B. VETRIKEL

Berfungsi sebagai ruang pemompa.

Dinding ventrikel jauh lebih tebal daripada atrium => Ventrikel bekerja lebih keras => menggambarkan perbedaan fungsi dari ventrikel dan atrium.

Ventrikel pada jantung terbagi 2:

o

Ventrikel kanan (dekstra) = Memompa darah ke trunkus pulmonaris

o

Ventrikel kiri (sinistra) = Memompa darah ke aorta

C. KATUP JANTUNG

Katup atriventrikular(AV)

Berlokasi pada atrioventricular junction

Mencegah aliran balik darah ke atrium ketika ventrikel berkontraksi

Dibagi jadi:

1. Katup AV kanan / katup trikuspidalis
 ▪ Memiliki 3 daun katup fleksibel

2. Katup AV kiri / katup mitral atau katup bikuspidalis

Memiliki 2 daun katup

▪ Memiliki 3 daun katup fleksibel 2. Katup AV kiri / katup mitral atau katup bikuspidalis

Mekanisme kerja katup

> Ketika jantung rileks, katup AV membuka ke ruang ventrikel

> Ketika jantung berkontraksi, tekanan intraventrikular naik dan mendorong darah kepada katup, sehingga katup menutup

> Ketika ventrikel berkontraksi, papillary muscle yang mengikat chordae tendinae juga ikut berkontraksi sehingga memberi gaya yang menahan chordae tendinae untuk berbalik terbuka ke arah atrium.

Katup semilunaris (SL)

- Lokasi: Ujung arteri yang keluar dari ventrikel

- Mencegah aliran balik darah dari pembuluh ke ventrikel

- Memiliki 3 cusps mirip bulan sabit

- Katup SL membuka dan menutup sebagai respon perubahan tekanan

Ketika ventrikel berkontraksi => tekanan intraventrikular naik => katup SL dipaksa membukaSL membuka dan menutup sebagai respon perubahan tekanan Ketika ventrikel berelaksasi => darah mengalir kembali

Ketika ventrikel berelaksasi => darah mengalir kembali ke jantung => mendorong daun katup sehingga menutup.intraventrikular naik => katup SL dipaksa membuka • Martini FH, Nath JL, Bortholomew EF. Fundamentals of

Martini FH, Nath JL, Bortholomew EF. Fundamentals of anatomy and physiology. 9th ed. Glenview: Pearson Education: Inc; 2012.

Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy &

physiology. 15 th ed. New

Jersey: Wiley;2012.

Inc; 2012. • Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy & physiology. 15 t h ed.

3. PEMBULUH DARAH APAKAH YANG MENDARAHI JANTUNG?

Arteri koroner • 2 arteri koroner: kanan dan kiri • Menyuplai oksigen ke miocardium •
Arteri koroner
Arteri koroner

2 arteri koroner: kanan dan kiri

Menyuplai oksigen ke miocardium

Arteri koroner kiri melewati inferior menuju auricle kiri dan bercabang menjadi anterior circumflex dan cabang circumflex. Anterior circumflex merupakan sulkus anterior inventricular yang menyuplai darah beroksigen ke kedua ventrikel

Arteri koroner kanan menyuplai cabang – cabang kecil ke atrium kanan. Lanjut menuju ke bagian inferior ke aurikel kanan dan bercabang menjadi cabang posterior inventricular dan cabang marginal

Vena konorer
Vena konorer
Vena konorer • Setelah darah melewati sirkulasi dan arteri, darah yang kembali ke jantung adalah darah

Setelah darah melewati sirkulasi dan arteri, darah yang kembali ke jantung adalah darah yang tidak beroksigen (deoxygenated) ke coronary sinus

3 jenis vena menuju coronary sinus:

Great cardiac veins

Middle cardiac veins

Small cardiac veins

4. PERSARAFAN PADA JANTUNG

Sherwood L. Human physiology. 9 th ed. Boston: Cengage Learning; 2014.

4. PERSARAFAN PADA JANTUNG

0 Simpatis => trunkus simpatikus , untuk jantung : ganglion cervicalis dan ganglion thoracalis superior
0 Simpatis
=> trunkus simpatikus ,
untuk jantung : ganglion cervicalis
dan ganglion thoracalis superior
Fungsi: meningkatkan kerja jantung:
mempersarafi atrium SA dan AV dan
ventrikel (Seluruh bagian jantung)
0 Parasimpatis => n. vagus (n. X)
mempersarafi serabut otot atrium
Fungsi: memperlambat kerja jantung
melalui nervus vagus: mempersarafi
atrium pada SA dan AV
serabut otot atrium Fungsi: memperlambat kerja jantung melalui nervus vagus: mempersarafi atrium pada SA dan AV
5. SKEMA DISTRIBUSI ARTERI!
5. SKEMA DISTRIBUSI ARTERI!

Darah kaya akan O2 di pulmo

Darah kaya akan O2 di pulmo
Darah kaya akan O2 di pulmo
Darah kaya akan O2 di pulmo
Vena Pulmonalis
Vena
Pulmonalis
Atrium Ventrikel

Atrium

Atrium Ventrikel

Ventrikel

Atrium Ventrikel
 

Sinistra

Sinistra

 
Arteri Carotis communis dextra et sinistra Regio Capitis dan Nuchae Arteri Subclavia Regio extremitas dextra
Arteri Carotis
communis dextra
et sinistra
Regio Capitis
dan Nuchae
Arteri Subclavia
Regio extremitas
dextra et sinistra
superior
Arteri
Regio abdomen
Aorta
Mesenterica
Ren
Arteri Renalis
Regio extremitas
Arteri Iliaca
inferior
aorta abdominalis
arcus aorta

Putz R, Pabst R. Sobotta: Atlas Anatomi Manusia, 22 ed, Jilid 1. EGC: 2006;18-23.

6. SKEMA DRAINASE VENA
6. SKEMA DRAINASE VENA
Regio Capitis dan Nuchae Vena Jugularis dextra et sinistra Vena Brachiocephalica dextra et sinistra Vena
Regio Capitis
dan Nuchae
Vena Jugularis
dextra et sinistra
Vena
Brachiocephalica
dextra et sinistra
Vena Cava
Superior
Regio extremitas
superior
Vena
Subclavia
dextra et
sinistra
Regio abdomen
Darah kaya
Vena
Atrium
Ventrikel
Arteri
akan Co2
Portae
Dextra
Dextra
Pulmonalis
kembali ke
Hepatis
paru
Ren
Vena
Renalis
Regio extremitas
inferior
Vena Cava
Vena Iliaca
Inferior

Putz R, Pabst R. Sobotta: Atlas Anatomi Manusia, 22 ed, Jilid 1. EGC: 2006;18-23.

7. JELASKAN ORGAN-ORGAN PADA SISTEM KARDIOVASKULAR DAN FUNGSINYA.

Sherwood L. Human physiology. 9 th ed. Boston: Cengage Learning; 2014.

JANTUNG

JANTUNG PEMBULUH DARAH

PEMBULUH DARAH

JANTUNG PEMBULUH DARAH

FUNGSI ORGAN

Jantung:

• Memompa darah menuju paru-paru dan seluruh tubuh

• Menerima darah dari seluruh tubuh dan paru - paru

tubuh • Menerima darah dari seluruh tubuh dan paru - paru Pembuluh darah: • Jalur dari

Pembuluh darah:

• Jalur dari aliran peredaran darah

• Menuju

jantung

• Meninggalkan

jantung

tubuh dan paru - paru Pembuluh darah: • Jalur dari aliran peredaran darah • Menuju jantung

8. STRUKTUR JANTUNG MANUSIA SECARA ANATOMIS DAN FISIOLOGIS

Sloane E. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC; 2015. Martini FH, Nath JL, Bartholomew EF. Fundamentals of anatomy and physiology. 9th ed. Glenview:

Pearson Education, Inc.; 2012. Tortora GJ, Derrickson B. Principles of anatomy & physiology. 15th ed. New Jersey: Wiley; 2017.

JANTUNG SECARA ANATOMIS

1. Lapisan jantung

Perikardium :

Perikardium fibrosa

Tersusun dari serabut kolagen membentuk jaringan ikat padat

Perikardium serosa

Lapisan parietal: melapisi bagian dalam perikardium fibrosa

Lapisan visceral (epikardium): melapisi permukaan jantung

parietal: melapisi bagian dalam perikardium fibrosa ✓ Lapisan visceral (epikardium): melapisi permukaan jantung

2. Dinding jantung

Epikardium: tersusun atas lapisan sel mesotelial yang berada diatas jaringan ikat. Memberi tekstur halus dan licin pada jantung.

Miokardium: tersusun dari otot jantung

Otot jantung yang bercabang dihubungkan satu dengan lainnya dengan jaringan ikat fibrosa

Endokardium: tersusun atas lapisan endotelial, terletak diatas jaringan ikat.

lainnya dengan jaringan ikat fibrosa • Endokardium: tersusun atas lapisan endotelial, terletak diatas jaringan ikat.
3. Ruang Jantung
3. Ruang Jantung

Memiliki 4 ruang: 2 atrium superior dipisahkan oleh septum intratrial dan 2 ventrikel inferior dipisahkan oleh septum interventrikular

1.
1.
inferior dipisahkan oleh septum interventrikular 1. Atrium : penerima darah yang kembali kejantung Atrium

Atrium : penerima darah yang kembali kejantung

Atrium kanan: menerima dari seluruh tubuh kecuali paru-paru. Menerima darah dari Vena kava superior dan inferior, Sinus koroner.

Atrium kiri: lebih kecil dari atrium kanan tetapi lebih tebal. Menerima darah dari 4 vena pulmonalis

2. Ventrikel : memompa darah keluar jantung menuju arteri serta dinding lebih tebal

Ventrikel kanan: melalui trunkus pulmonar

Ventrikel kiri: melalui aorta lalu mengalir keseluruh tubuh kecuali paru-paru

GAMBAR RUANG JANTUNG

GAMBAR RUANG JANTUNG

4. Katup Jantung

Katup atriventrikular (AV) Terbagi atas:

Katup AV kanan: katup trikuspid (3 daun katup)Jantung • Katup atriventrikular (AV) ➢ Terbagi atas: Katup AV kiri: katup bikuspid / mitral (2

Katup AV kiri: katup bikuspid / mitral (2 daun katup) 


Katup semilunaris (SL)

Katup semilunar pulmonar : antara ventrikel kanan dan trunkus pulmonar/ mitral (2 daun katup) 
 • Katup semilunaris (SL) Katup semilunar aorta : antara ventrikel

Katup semilunar aorta : antara ventrikel kiri dan aorta 


pulmonar : antara ventrikel kanan dan trunkus pulmonar Katup semilunar aorta : antara ventrikel kiri dan

5. Pembuluh darah dari jantung

Terdapat 2 arteri yang berasal dari jantung:

Aorta => pembuluh darah terbesar dari jantungBerasal dari ventrikel sinistraPada arkus aorta, terdapat 3 arteri elastis yang berasal dari aorta:

Truncus brachiocephalica, Arteri carotis communis sinistra, dan Arteri subclavia sinistra

Arteri pulmonarisBerasal dari ventrikel dekstra, Memisah menjadi 2; Arteri pulmonaris sinistra dan arteri pulmonaris dekstra

Terdapat 2 vena yang menuju ke jantung:

Vena kavaBerasal dari seluruh tubuh, Terdiri dari 2 yaitu: Vena kava superior dan Vena kava inferior

Vena pulmonaris

Ada 4 vena pulmonaris, 2 dari tiap paru-paru yang menuju atrium kiri

JANTUNG SECARA FISIOLOGIS

Jantung, fungsinya sebagai pemompa darah.

Atrium kanan berfungsi untuk menyalurkan dan menyimpan darah ke ventrikel kanan melewati katup trikuspidalis

Atrium kiri menerima darah dari 4 vena pulmonalis berisi darah kaya akan oksigen

Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kanan lalu memompa ke arteri pulmonalis melalui katup pulmonalis

Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kiri (kaya O 2 )

kemudian memompa ke aorta melalui katup aorta ke seluruh tubuh.

9. SIKLUS LISTRIK DAN MEKANIS JANTUNG, DAN HUBUNGANNYA.
9. SIKLUS LISTRIK DAN
MEKANIS JANTUNG, DAN
HUBUNGANNYA.

Sherwood L. Human physiology: 8 th ed. Virginia: Cengage Learning; 2013.

A. SIKLUS LISTRIK A. SIKLUS LISTRIK ➤ Jantung => self-excitable , memicu sendiri kontraksi ritmiknya.

A. SIKLUS LISTRIK

A. SIKLUS LISTRIK

A. SIKLUS LISTRIK A. SIKLUS LISTRIK ➤ Jantung => self-excitable , memicu sendiri kontraksi ritmiknya. ➤

Jantung => self-excitable, memicu sendiri kontraksi ritmiknya.

Sel otoritmik membentuk 1% sel otot jantung, sel tidak berkontraksi tetapi khusus memulai dan menghantar potensial aksi

Sel autoritmik memperlihatkan potensial pemacu, pergeseran lambat menuju potensial ambang

99% sisa sel jantung lainnya adalah sel kontraktil berkontraksi merespons penyebaran potensial aksi yang dimulai sel otoritmik

Siklus listrik

Impuls jantung berasal dari nodus SA

Kemudian potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri. Difasilitasi oleh jalur penghantar khusus atau kebanyakan dari sel-ke-sel melalui taut celah.

Impuls berjalan dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV (titik kontak listrik antara rongga-rongga tersebut). Potensial aksi tertunda sesaat di nodus AV.

Lalu Impuls merambat menuruni sekat antarventrikel melalui berkas His dan menyebar cepat ke seluruh miokardium melalui serat Purkinje.

Karena itu, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan diikuti setelah suatu jeda singkat oleh kontraksi ventrikel terpadu

AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG

AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG

AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG

Kontraksi jantung diawali potensial aksi sel-sel kontraktil jantung

Masuknya Ca2+ melalui kanal tipe L di tubulus T memicu pelepasan Ca2+ yang jauh lebih banyak dari retikulum sarkoplasma, menyebabkan siklus jembatan-silang dan kontraksi.

Penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi karena adanya periode refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan.

Penyebaran aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan tubuh.

B. MEKANISME JANTUNG

terdiri atas 3 peristiwa penting:

1. Pembentukan aktivitas listrik saat jantung secara otoritmik depolarisasi dan repolarisasi

2. Dua Aktivitas mekanis : periode sistol (kontraksi dan pengosongan) dan diastol (relaksasi dan pengisian) bergantian, yang dipicu oleh siklus listrik ritmis

3. Aliran darah yang terarah melalui rongga jantung dituntun oleh pembukaan dan penutupan katup yang dipicu oleh perubahan tekanan yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis

Penutupan katup membuat dua bunyi jantung normal, bunyi jantung pertama => penutupan katup AV => sistol ventrikel. Bunyi jantung kedua => penutupan katup aorta dan pulmonaris => diastol

Kurva tekanan atrium rendah, dengan hanya fluktuasi ringan (normalnya bervariasi antara 0 dan 8 mmHg).

Kurva tekanan aorta tinggi, dengan fluktuasi moderat normalnya bervariasi antara tekanan sistolik 12 mmHg dan tekanan diastolik 8 mmHg

Kurva tekanan ventrikel berfluktuasi drastis => tekanan ventrikel harus di bawah tekanan atrium yang rendah saat diastol agar katup AV membuka dan ventrikel terisi.

Untuk membuka katup aorta agar ventrikel kosong, tekanannya harus di atas tekanan aorta yang tinggi selama sistol karena itu, tekanan ventrikel normal beragam dari 0 mmHg (diastol) hingga sedikit di atas 120 mmHg (sistol)

Volume sistolik akhir = jumlah darah yang tersisa di ventrikel ketika penyemprotan darah selesai pada akhir sistol.

Volume diastolik akhir = jumlah darah di ventrikel ketika pengisian pada akhir diastol.

Isi sekuncup / stroke volume adalah jumlah darah yang dipompa keluar oleh masing-masing ventrikel setiap berdenyut

10. PENGARUH SISTEM SARAF OTONOM TERHADAP SISTEM KARDIOVASKULAR MELALUI SALAH SATU REFLEKS PENGATURAN TEKANAN DARAH (REFLEKS BARORESEPTOR)

REFLEKS BARORESEPTOR (reseptor tekanan) ➤ Mekanisme jangka pendek penting yang mengatur tekanan d a r

REFLEKS BARORESEPTOR

(reseptor tekanan)

Mekanisme jangka pendek penting yang mengatur tekanan darah

Secara terus-menerus memantau tekanan arteri rerata dalam sistem sirkulasi

Refleks umpan-balik negatif

Reseptor terpenting pada regulasi tekanan darah berada pada lokasi strategis : ➤ Baroreseptor sinus karotis

Reseptor terpenting pada regulasi tekanan darah berada pada lokasi strategis :

Baroreseptor sinus karotis memberi informasi tekanan arteri di pembuluh darah yang menuju ke otak

Baroreseptor arkus aorta memberi informasi tekanan arteri utama sebelum pembuluh bercabang ke seluruh tubuh

Baroresptor selalu menghasilkan potensial aksi sebagai respons terhadap tekanan arteri ketika : Tekanan arteri meningkat

Baroresptor selalu menghasilkan potensial aksi sebagai respons terhadap tekanan arteri

ketika :

aksi sebagai respons terhadap tekanan arteri ketika : Tekanan arteri meningkat = potensial reseptor baroreseptor

Tekanan arteri meningkat =

potensial reseptor baroreseptor meningkat => kecepatan lepas muatan di neuron-neuron aferen meningkat

Tekanan arteri menurun =kecepatan lepas muatan di neuron-neuron aferen meningkat potensial reseptor baroreseptor menurun => kecepatan

potensial reseptor baroreseptor menurun => kecepatan lepas muatan di neuron- neuron aferen menurun

kecepatan lepas muatan di neuron- neuron aferen menurun Tekanan arteri normal = kecepatan potensial aksi di

Tekanan arteri normal =

kecepatan potensial aksi di neuron normal

➤ Pusat Integrasi penerima impuls aferen keadaan tekanan arteri rerata => pusat kontrol kardiovaskular pada

Pusat Integrasi penerima impuls aferen keadaan tekanan arteri rerata => pusat kontrol kardiovaskular pada medula oblongata di dalam batang otak

mengintegrasikan efektor melakukan aktivitas simpatis atau parasimpatis

Jalur Eferennya adalah Sistem Saraf Autonom

11. EKG, SADAPANNYA, DAN GELOMBANG-GELOMBANG YANG DIREKAM
11. EKG, SADAPANNYA, DAN
GELOMBANG-GELOMBANG
YANG DIREKAM

EKG

ELECTROCARDIOGRAM

EKG ELECTRO CARDIO GRAM electricity heart visualize • EKG adalah rekaman penyebaran keseluruhan aktivitas listrik

electricity

heart

visualize

EKG adalah rekaman penyebaran keseluruhan aktivitas listrik melalui jantung

Arus listrik yang dihasilkan oleh otot jantung selama depolarisasi dan repolarisasi menyebar ke jaringan sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan tubuh. Sebagian kecil aktivitas listrik ini mencapai permukaan tubuh, tempat aktivitas tersebut dapat dideteksi dengan elektroda perekam. Rekaman hasilnya adalah suatu elektrokardiogram (EKG)

Tiga hal yang direpresentasikan EKG:

1. EKG adalah rekaman sebagian aktivitas listrik yang diinduksi di cairan tubuh oleh impuls jantung yang mencapai permukaan tubuh, bukan rekaman langsung aktivitas listrik jantung yang sebenarnya.

2. EKG adalah rekaman kompleks yang menggambarkan jumlah aktivitas di seluruh jantung sewaktu depolarisasi dan repolarisasi.

3. Rekaman menggambarkan perbandingan listrik yang terdeteksi oleh elektroda-elektroda di dua titik berbeda di permukaan tubuh, bukan potensial aksi sebenarnya.

Contoh, EKG tidak merekam potensial sama sekali ketika otot ventrikel mengalami depolarisasi atau repolarisasi sempurna; kedua elektroda melihat potensial yang sama sehingga tidak terdapat perbedaan potensial antara dua elektroda yang terekam.

SADAPAN ELEKTROKARDIOGRAM

Elektroda perekam melihat aktivitas listrik dan menerjemahkannya menjadi rekaman EKG (dapat dilihat).

Di jantung terjadi proses listrik yang sama namun aktivitas ini memperlihatkan bentuk gelombang berbeda jika direkam elektroda-elektroda pada titik yang berbeda di tubuh.

Untuk membuat perbandingan yang baku => rekaman EKG terdiri dari 12 sistem elektroda konvensional, atau sadapan.

Terdapat 12 sadapan;

Enam sadapan ekstremitas

Enam sadapan dada sekitar jantung

ke-12 sadapan rutin dipakai dalam semua perekaman EKG, untuk menghasilkan gambaran dasar sebagai perbandingan dan melihat penyimpangan dari normal

GELOMBANG YANG DIREKAM

Interpretasi konfigurasi gelombang yang terekam dari tiap sadapan dilihat dari rangkaian penyebaran eksitasi di jantung dan posisi jantung sesuai letak elektroda.

EKG normal memiliki tiga bentuk gelombang:

Gelombang P mencerminkan depolarisasi atrium

Kompleks QRS mencerminkan depolarisasi ventrikel

Gelombang T mencerminkan repolarisasi ventrikei

C a t a t a n

1. Gelombang pertama terekam = gelombang P, terjadi saat depolarisasi menyebar ke atrium. 2. Repolarisasi
1. Gelombang pertama terekam = gelombang P, terjadi saat depolarisasi
menyebar ke atrium.
2.
Repolarisasi atrium tidak terlihat karena normalnya terjadi bersamaan
dengan depolarisasi ventrikel dan tertutupi oleh kompleks QRS.
3.
Gelombang P jauh lebih kecil dari QRS karena atrium massa ototnya jauh
lebih kecil dari ventrikel sehingga aktivitas listriknya lebih kecil
4.

Tiga titik dimana tidak ada garis basal; a. jeda nodus AV (antara akhir P dan mulainya QRS) sehingga disebut segmen PR, b. ketika ventrikel depolarisasi sempurna dan sel-sel kontraktil mengalami fase plateu potensial aksi sebelum mereka repolarisasi => segmen ST (antara QRS dan T), c. ketika otot jantung repolarisasi sempurna dan beristirahat sementara ventrikel terisi => segmen TP (setelah gelombang T, sebelum P berikutnya)

12. JENIS-JENIS PEMBULUH DARAH

Jenis pembuluh darah Arteri Kapilar Vena Elastik Muskular Arteriol Kontinu Fenestrata Sinusoid Besar
Jenis
pembuluh
darah
Arteri
Kapilar
Vena
Elastik
Muskular
Arteriol
Kontinu
Fenestrata
Sinusoid
Besar
Sedang-Kecil
Venula

ARTERI

Untuk membawa darah dari jantung ke jaringan

Darah mengalir dengan kecepatan tinggi di arteri

Berdinding tebal, elastis, kontraktil

Elastis => Dapat berfungsi sebagai reservoir tekanan

Kontraktil => dapat berubah diameter

Perubahan diameter: Vasokontriksi, vasodilatasi

➤ Perubahan diameter: Vasokontriksi, vasodilatasi ➤ Tekanan darah lebih tinggi dibandingkan vena Sumber
➤ Perubahan diameter: Vasokontriksi, vasodilatasi ➤ Tekanan darah lebih tinggi dibandingkan vena Sumber

Tekanan darah lebih tinggi dibandingkan vena

Sumber

gambar:

tortora halaman 722

Elastic artery

Fungsi: membawa darah dalam volume besar

Memiliki banyak elastic lamellae di tunika media dan sedikit sel otot polos

Contoh: Aorta

Muscular Artery

Fungsi: mendistribusi darah ke seluruh tubuh

Tidak mempunyai serat elastis

Banyak sel otot polos

Ukurannya lebih kecil dari elastic artery

Contoh: arteri brachialis dan radialis

• Banyak sel otot polos • Ukurannya lebih kecil dari elastic artery • Contoh: arteri brachialis

ARTERIOL

ARTERIOL • Cabang-cabang kecil dari sistem arteri • Fungsi: mengalirkan darah dari arteri ke kapiler darah

Cabang-cabang kecil dari sistem arteri

Fungsi: mengalirkan darah dari arteri ke kapiler darah dengan meregulasi hambatan => dijuluki resistance vessels

Diameter: ½ diameter arteri

Tidak punya tunica externa

Tunica internanya berisi sel otot polos untuk vasokonstriksi dan vasodilatasi

• Tidak punya tunica externa • Tunica internanya berisi sel otot polos untuk vasokonstriksi dan vasodilatasi
• Tidak punya tunica externa • Tunica internanya berisi sel otot polos untuk vasokonstriksi dan vasodilatasi

KAPILER DARAH

Terdiri dari selapis sel endotelium dan membran basalisLuas permukaannya paling banyak diantara jenis pembuluh darah lain • Bercabang dari metaarteriole • Fungsinya

Luas permukaannya paling banyak diantara jenis pembuluh darah lainTerdiri dari selapis sel endotelium dan membran basalis • Bercabang dari metaarteriole • Fungsinya exchange vessel

Bercabang dari metaarteriole

Fungsinya exchange vessel => sebagai tempat pertukaran zat antara sistem peredaran dengan jaringan

Aliran darahnya cukup pelan sehingga memberikan waktu untuk difusi/transport aktif zat zat

dengan jaringan • Aliran darahnya cukup pelan sehingga memberikan waktu untuk difusi/transport aktif zat zat
dengan jaringan • Aliran darahnya cukup pelan sehingga memberikan waktu untuk difusi/transport aktif zat zat

ALIRAN DARAH PADA KAPILER

ALIRAN DARAH PADA KAPILER

3 jenis Kapiler

berdasarkan struktur dinding sel endotelnya:

Kapiler kontinu => susunan sel endotel rapat

Kapiler fenestrata (perforate) => diantara sel endotel terdapat pori-pori. Pada Usus, ginjal, dan kelenjar endokrin

Kapiler sinusoid => berkelok-kelok, dindingnya tidak dibatasi kontinu oleh sel– sel endotel namun terbuka pada ruang antar sel, dan adanya sel dengan dinding bulat yang biasa dengan aktivitas fagositosis. Pada organ- organ hemopoetik seperti sumsum tulang dan limpa, dan hati.

bulat yang biasa dengan aktivitas fagositosis. Pada organ- organ hemopoetik seperti sumsum tulang dan limpa, dan

VENULE

VENULE • Fungsi: Menerima darah dari kapiler dan mengalirkan ke vena • Tidak punya tunica media

Fungsi: Menerima darah dari kapiler dan mengalirkan ke vena

Tidak punya tunica media

Aliran darahnya pelan sehingga tidak dapat menahan gaya gravitasi

ke vena • Tidak punya tunica media • Aliran darahnya pelan sehingga tidak dapat menahan gaya
VENA • Fungsi: mengalirkan darah dari venule ke jantung
VENA
• Fungsi: mengalirkan darah dari
venule ke jantung

Tidak mempunyai elastic lamellae seperti arteri

Pada ekstremitas terdapat katup untuk mencegah aliran darah agar tidak kembali yang merupakan lipatan tunica interna

• Pada ekstremitas terdapat katup untuk mencegah aliran darah agar tidak kembali yang merupakan lipatan tunica
Sumber gambar: silverthorn halaman 514

Sumber gambar: silverthorn halaman 514

STRUKTUR UMUM PEMBULUH DARAH

Dinding pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan:

1. Tunika intima - Terdiri atas selapis endotel yang membatasi permukaan dalam - Lapisan subendotial, terdiri atas jaringan penyambung tipis yang kadang berisi serat otot polos

permukaan dalam - Lapisan subendotial, terdiri atas jaringan penyambung tipis yang kadang berisi serat otot polos

2. Tunika media

terutama terdiri atas sel- sel muskular polos yang melingkari lumen2. Tunika media Diantara sel otot polos terdapat sejumlah serat elastin, serat kolagen, dan proteoglikans Pada

Diantara sel otot polos terdapat sejumlah serat elastin, serat kolagen, dan proteoglikansterdiri atas sel- sel muskular polos yang melingkari lumen Pada arteri tunika media dipisahkan oleh lamina

Pada arteri tunika media dipisahkan oleh lamina elastika interna. Pada pembuluh darah yang lebih besar terdapat lamina elastika externa diantara t.media dan t.adventisiapolos yang melingkari lumen Diantara sel otot polos terdapat sejumlah serat elastin, serat kolagen, dan proteoglikans

elastika interna. Pada pembuluh darah yang lebih besar terdapat lamina elastika externa diantara t.media dan t.adventisia

3. Tunika adventisia

- terutama terdiri atas jaringan penyambung dengan serat-serat elastin

- pada pembuluh-pembuluh yang lebih besar terdapat banyak vasa vasorum dalam t.adventisia sampai ke t.media

elastin - pada pembuluh-pembuluh yang lebih besar terdapat banyak vasa vasorum dalam t.adventisia sampai ke t.media

Pada dinding arteri dan ventrikel terdapat:

Tunica externa (tunica adventia)

Tersusun atas jaringan ikat longgar.

Berfungsi mempertahankan pembuluh darah dan memberi ruang untuk saraf kecil, pembuluh limfa, dan pembuluh darah kecil.

Vasa vasorum (pembuluh darah yang lebih kecil) pada tunica externa berfungsi memberi suplai darah pada bagian dinding luar pembuluh darah yang lebih besar.

Tunica media

Lapisan paling tebal.

Tersusun dari jaringan ikat elastis, otot polos, dan kolagen.

Otot polos berfungsi dalam vasokontriksi atau vasodilatasi.

Tunica interna (tunica intima)

Tersusun dari epitelium gepeng selapis.

Berfungsi sebagai membran selektif permeable bagi darah, mensekresikan vasokonstriktor dan vasodilator, memberi pembatas pada bagian dalam pembuluh darah (smooth inner lining) untuk menolak sel darah dan platelet.

13. HUBUNGAN SISTEM LIMFATIK DENGAN SISTEM PEMBULUH DARAH
13. HUBUNGAN SISTEM LIMFATIK
DENGAN SISTEM PEMBULUH DARAH
• Dalam keadaan normal, cairan yang keluar dari kapiler darah ke cairan interstisial lebih banyak

Dalam keadaan normal, cairan yang keluar dari kapiler darah ke cairan interstisial lebih banyak daripada yang diserap kembali.

Kelebihan cairan ini lalu diserap sama sistem limfatik dan kemudian dikembalikan lagi ke darah.

Bertujuan agar cairan tidak menumpuk di ruang antar sel, kalau gagal menyebabkan edema

14. JELASKAN DENGAN MENGGUNAKAN GAMBAR STRUKTUR DAN FUNGSI SIRKULASI PARU DAN SIRKULASI SISTEMIK

Referensi

Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 13th ed. USA: Elsevier, Inc;

2016.

> Sirkulasi paru-paru: Bagian dari sistem peredaran darah membawa darah antara jantung dan paru-paru. >
> Sirkulasi paru-paru: Bagian dari sistem peredaran darah
membawa darah antara jantung dan paru-paru.
> Sirkulasi sistemik: Bagian dari sistem peredaran darah
membawa darah antara jantung dan tubuh.
> Arteri membawa darah dari jantung, Vena
mengembalikan darah ke jantung.
Organisasi dasar sistem kardiovaskular. Arteri-arteri secara progresif bercabang-cabang untuk membawa darah dari
Organisasi dasar sistem kardiovaskular. Arteri-arteri secara progresif bercabang-cabang untuk membawa darah dari
Organisasi dasar sistem kardiovaskular.
Arteri-arteri secara progresif
bercabang-cabang untuk membawa
darah dari .lantung ke organ. Ke setiap
organ terbentuk suatu cabang arteri
tersendiri untuk menyalurkan darah.
Setelah masuk ke dalam organ yang
didarahinya, arteri bercabang-cabang
menjadi arteriol yang kemudian
bercabang-cabang lagi menjadi
anyaman kapiler yang luas. Kapiler-
kapiler menyatu kembali untuk
membentuk venula, yang selanjutnya
menyatu menjadi vena-vena kecil yang
keluar dari organ. Vena-vena
kecil secara progresif menyatu untuk
membawa darah kembali ke jantung.

Sumber foto: Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 13th ed. USA: Elsevier, Inc; 2016.

Darah kaya karbon dioksida (deoxygenated blood) dibawa oleh VCI (vena cava inferior) & VCS menuju atrium kanan => ventrikel kanan melewati katup trikuspidalis => arteri pulmonalis => arteriol => kapiler, disini lah terjadi pertukaran antara CO2 dari darah dan O2 dari alveolus paru (difusi) => venula => vena pulmonalis => atrium kiri => ventrikel kiri melewati katup mitral => di pompa ke seluruh tubuh melalui aorta => sistemik, pada sel akan terjadi difusi kembali, darah memberi O2 ke sel dan sel akan memberi sisa - sisa metabolitnya ke darah

FUNGSI SIRKULASI PARU
FUNGSI SIRKULASI PARU

Fungsi arteri = mengangkut darah di bawah tekanan tinggi ke jaringan. Darah mengalir pada kecepatan tinggi di arteri.

Arteriole adalah cabang kecil terakhir dari sistem arteri; Sebagai saluran kontrol darah dilepaskan ke kapiler.

Fungsi kapiler adalah menukar nutrisi, cairan, hormon, elektrolit, dan zat lain antara darah dan cairan interstisial. Dinding kapiler tipis dan punya pori kapiler yang permeabel atas air dan zat-zat molekuler kecil.

Venula mengumpulkan darah dari kapiler dan menyatu menjadi pembuluh darah yang semakin besar.

Vena berfungsi sebagai saluran untuk pengangkutan darah dari venula kembali ke jantung; Tekanan pada sistem vena sangat rendah => dinding vena tipis. Namun mereka cukup berotot untuk berkontraksi / berkembang dan sehingga berfungsi sebagai reservoir terkontrol untuk darah ekstra.

PRINSIP-PRINSIP DASAR SIRKULASI

1. Aliran darah menuju sebagian besar jaringan diatur sesuai kebutuhan jaringan.

2. Curah jantung merupakan jumlah semua aliran jaringan lokal.

3. Regulasi tekanan arteri tidak tergantung pada kontrol aliran darah lokal / kontrol curah jantung.

Sumber foto: Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 13th ed. USA: Elsevier, Inc;

Sumber foto: Guyton AC, Hall JE. Textbook of Medical Physiology. 13th ed. USA: Elsevier, Inc; 2016.

15. PROSES PERTUKARAN GAS YANG TERJADI DI KAPILER PARU DAN DI KAPILER JARINGAN

Pertukaran gas di tingkat kapiler paru dan kapiler jaringan berlangsung akibat gradien tekanan parsial oksigen dan karbondioksida

PERTUKARAN PERTUKARAN GAS GAS

KAPILER PARU

PERTUKARAN PERTUKARAN GAS GAS KAPILER PARU P O 2 = 100 mmHg P C O 2

P O2 = 100 mmHg P CO2 = 40 mmHg

KAPILER PARU P O 2 = 100 mmHg P C O 2 = 40 mmHg P

P O2 = 40 mmHg P CO2 = 46 mmHg

KAPILER JARINGAN

O 2 = 40 mmHg P C O 2 = 46 mmHg KAPILER JARINGAN P O

P O2 = 40 mmHg P CO2 = 46 mmHg

C O 2 = 46 mmHg KAPILER JARINGAN P O 2 = 40 mmHg P C

P = 100 mmHg

O2

P CO2 = 40 mmHg

THANKYOU