Anda di halaman 1dari 3

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gizi berasal dari bahasa Arab yaitu algizzai yang artinya sari pati makanan. Asupan gizi
pada anak sekolah dasar di beberapa wilayah di Indonesia sangat memprihatinkan, padahal
asupan gizi yang baik setiap harinya dibutuhkan supaya mereka memiliki pertumbuhan,
kesehatan dan kemampuan yang lebih baik sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang
unggul dan dapat mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional. Pada dasarnya asupan gizi
yang diterima pada anak-anak sekolah dasar masih menunjukkan kurang menerima asupan gizi
yang baik untuk perkembangan tubuh dan intelektualitas yang tinggi, oleh karena itu sudah
selayaknya pemerintah, masyarakat terutama keluarga untuk dapat memberikan asupan gizi yang
cukup untuk pekembangan dan pertumbuhan anak.
Kenyataan status gizi anak-anak sekolah dasar yang memprihatinkan ini terungkap
berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 440 siswa Sekolah Dasar berusia 7
sampai 9 tahun di Jakarta dan Solo, yang di paparkan dalam diskusi soal status gizi anak sekolah
di Jakarta. Saptawati Bardosono, seorang Ahli Gizi dari Universitas Indonesia, menjelaskan dari
penelitian terhadap 220 anak sekolah di lima SD di Jakarta, asupan kalori anak-anak umumnya
di bawah 100 persen dari kebutuhan mereka. Dari total anak yang diteliti, sebanyak 94,5 persen
anak mengkonsumi kalori di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan (Recommended
Dietary Allowances/RWA), yakni di bawah 1.800 kkal.
Dalam kaitannya dengan kesehatan, dari anak yang diteliti, 40 persen anak sering
menderita infeksi tenggorokan, memiliki berat badan yang kurang sebanyak 56,4 persen,
bertubuh pendek sebanyak 35 persen, bertubuh kurus 29,5 persen, dan CED 62,7 persen. Ada
sebanyak 7,3 persen anak yang terindikasi gizi buruk.Temuan status gizi anak sekolah yang
berasal dari keluarga tidak ammpu di Solo, menurut Endang Dewi Lestari dari Universitas
Sebelas Maret Solo, kondisinya tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Tetapi yang mengejutkan,
sebanyak 220 anak dari 10 SD yang diteliti semuanya menderita defisiensi zat seng. Padahal, zat
seng merupakan co-faktor hampir 100 enzim yang mengkatalisasi fungsi biologis yang penting.
Seng juga dibutuhkan untuk memfasilitasi sintesis DNA dan RNA (metabolisme protein). Dari
penelitian ini juga terungkap jika anak-anak itu jarang sarapan pagi di rumah. Mereka
mengandalkan jajan di sekolah yang kondisi kemanan dan kesehatannya belum terjamin untuk
kebutuhan gizi dan energi selama beraktivitas.
B. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan peniulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui apa pengertian gizi dan usia anak sekolah.
2. Mengetahui fungsi gizi untuk anak usia sekolah.
3. Mengetahui apa saja asupan makanan untuk anak usia sekolah.
4. Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Pada Anak Sekolah.
5. Mengetahui Gangguan Gizi Pada Anak Sekolah.
6. Mengetahui bagaimana Upaya Peningkatan Gizi Pada Anak Sekolah.

C. MANFAAT
Makalah ini diharapkan bermanfaat bagi pihak-pihak berikut:
1. Bidan
Bagi bidan, makalah ini bisa menjadi bahan masukan bahwa gizi anak sekolah adalah
sangat penting dan memrlukan perhatian lebih, dan sangat menunjang untuk kelansungan karier
bidan.
2. Mahasiswa
Bagi mahasiswa, makalah ini bisa menjadi bahan masukan bahwa materi gizi untuk
anak usia sekolah sangat dibutuhkan untuk kelak menjadi seorang bidan yang berwawasan luas.
3. Masyarakat
Bagi masyarakat, khususnya untuk para ibu diharapkan dapat memperhatikan gizi
anaknya, terutam yang masih berusia sekolah yang sangat membutuhkan asupan gizi yang
banyak untuk pertumbuhannya.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA