Anda di halaman 1dari 8

AFIF PRASETIO

MANAJEMEN KONSTRUKSI 1307210073

Jenis-jenis Organisasi Proyek A-1 Pagi


JENIS ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI

1. Organisasi Berdasarkan Hubungan Kontrak / Perjanjian Kerja


Sama
A. Bentuk organisasi tradisional.
Organsasi tradisional merupakan sebuah sistem tertutup dimana semua variabel diperhatikan
dan berada dibawah pengendalian pihak manajemen.

Ciri-ciri bentuk organisasi tradisional :


 Konsultan perencanaan terpisah.
 Kontraktor utama tunggal
 Banyak melibatkan sub-kontraktor atau dikerjakan sendiri oleh kontraktor utama.
 Jenis-jenis kontrak yang diterapkan biasanya : harga tetap (fixed cost), harga satuan (unit
price), maksimum bergaransi, kontrak biaya tambah-upah tetap.

Bentuk organisasi tradisional adalah sebagai berikut:

B. Bentuk organisasi swakelola.


Organisasi swakelola adalah organisasi pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya
direncanakan, dikerjakan, dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab
anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau kelompok masyarakat.

Ciri-ciri dari bentuk organisasi proyek swakelola :


 Pemilik proyek bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan proyek (bertindak
sebagai konsultan perencana dan kontraktor).
 Pekerjaan dapat dilaksanakan deangan kemampuan sendiri secara fakultatif atau
dilaksanakan oleh kontraktor / sub-kontraktor.
 Jenis kontrak yang ditetapkan : harga tetap, harga satuan, kontrak yang dinegosiasikan.

Bentuk organisasi swakelola adalah sebagai berikut :


C. Bentuk organisasi proyek putar kunci (turn-key project).
Pada proyek - proyek tertentu, pemilik proyek memiliki keterbatasan kemampuan teknis dan
biaya untuk merealisasikan suatu proyek. Untuk mengatasi masalah tersebut pemilik proyek
menyerahkaan tanggungjawab desain dan pelaksanaan konstruksi (termasuk pembiayaan) pada
suatu organisasi (investor / kontraktor), pengaturan seperti hal tersbut dinamakan organisasi
proyek turnkey. Ide dasar pembentukan organisasi turnkey didasarkan pada organisasi terpadu
(integration of organization) yang menyerahkan semua kegiatan (desain maupun pelaksanaan
konstruksi) pada satu pihak.

Ciri-ciri bentuk organisasi proyek putar kunci, di mana konsultan-kontraktornya berfungsi sebagai
perencana dan pelaksana adalah :
 Satu perusahaan yang bertanggung jawab baik untuk perencanaan maupun pelaksana
konstruksi.
 Ada keterlibatan kontraktor spesialis.
 Jenis kontrak yang diterapkan adalah : harga tetap, harga maksimum bergaransi, kontrak
konstruksi desain dengan biaya tambah-upah tetap.
 Proyek yang memisahkan kegiatan perencanaan dengan kegiatan pengawasan
pelaksanaan proyek.

Bentuk organisasi putar kunci (turn-key project) adalah sebagai berikut :

D. Bentuk organisasi memisahkan perencanaan dengan pengawasan.

Ciri-ciri organisasi ini, yaitu:


 Pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan perencanaan berbeda dengan pihak
yang bertaggung jawab terhadap pengawasan.
 Jenis kontrak yang diterapkan adalah : harga tetap, harga maksimum, kontrak konstruksi
desain dengan biaya tambah upah tetap.

Bentuk organisasi memisahkan perencanaan dengan pengawasan adalah sebagai berikut :

E. Bentuk organisasi menggunakan konsultan manajemen.


Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu : manajerkonstruksi umumnya bertindak sebagai wakil dari
pemilik.
Bentuk organisasi menggunakan konsultan manajemen adalah sebagai berikut :

2. Organisasi Berdasarkan Strukturnya.


Struktur organisasi berdasarkan strukturnya mengatur hubungan antar pihak-pihak yang terlibat
dalam kegiatan proyek konstruksi di dalam (internal) suatu perusahaan, sering disebut pula
sebagai organisasi internal. Bentuk organisasi internal ini sangat bervariasi, didasarkan pada
lingkup pekerjaan, skala pekerjaan, spesialisasi pekerjaan, juga kemudahan koordinasi, cara
pengendalian, pendelegasian wewenang, dan lain-lain.
A. Organisasi Garis

Karakteristik organisasi garis adalah:

 Bentuk organisasi tertua dan paling sederhana


 Jumlah karyawan sedikit dan pemilik merupakan pimpinan tertinggi.
 Pemberian wewenang dan tanggung jawab bergerak vertikal dari atas ke bawah.

Kekurangan dan kelebihan organisasi garis, antara lain:

Kelebihan Kekurangan
1. Bentuk organisasi sederhana, mudah 1. Bentuk organisasi tidak fleksibel
dipahami dan dilaksanakan. 2. Kemungkinan bertindak otokratis dari
2. Pembagian tugas, tanggung jawab, dan pimpinan cukup besar.
wewenang cukup jelas. 3. Ketergantungan pada seseorang cukup
3. Pengembalian keputusan dapat besar, jika salah satu “hilang” akan terjadi
dilakukan cepat, karena komunikasi kekacauan.
mudah.

B. Organisasi Garis dan Staff

Owner

Devisi Manajer Devisi


Perencanaan Proyek Konstruksi

Manajer Layanan Manajer


Perencana Pendukung Konstruksi

Dalam organisasi ini terdapat dua kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankan
organisasi, yaitu:

 Orang yang menjalankan tugas pokok untuk pencapaian tujuan.


 Orang menjalankan tugas berdasarkan keahlian yang dimiliki, berfungsi memberikan
saran kepada unit operasional.

Kekurangan dan kelebihan organisasi garis dan staf, antara lain:

Kelebihan Kekurangan
1. Pembagian tugas jelas (antara orang 1. Saran dari staf mungkin sulit dilaksanakan,
yang menjalankan tugas pokok dan karena kurangnya tanggung jawab
pemberi saran). pekerjaan.
2. Pengambilan keputusan lebih matang 2. Jika pejabat garis mengabaikan gagasan
3. spesifikasi keahlian dapat dari staf, maka gagasan menjadi tidak
dikembangkan berguna.
4. Adanya staf ahli memungkinkan 3. Bagi pelaksana operasional, perbedaan
pencapaian mutu pekerjaan lebih baik. antara perintah dengan saran tidak terlalu
jelas.

C. Organisasi Fungsional

Owner

Manajer
Proyek

Devisi Devisi
Perencanaan Konstruksi

Organisasi yang mendasarkan pembagian tugas serta kegiatan berdasarkan spesialisasi yang
dimiliki pejabatnya. Dalam organisasi ini, seorang bawahan dapat menerima beberapa instruksi
dari beberapa pejabat serta harus mempertanggungjawabkannya pada masing-masing pejabat
yang bersangkutan.

Kekurangan dan kelebihan organisasi garis dan staf, antara lain:

Kelebihan Kekurangan

1. Adanya spesialisasi menyebabkan tugas 1. Ditinjau dari karyawan, banyaknya


dilaksanakan dengan baik. atasakan akan membingungkan
2. Koordinasi antara orang-orang dalam 2. Terjadi saling mementingkan fungsi
satu fungsi mudah dijalankan masing-masing yang menyebabkan
koordinasi menyeluruh sulit di jalankan.
3. Mutasi pekerjaan sulit dilaksanakan karena
terspesialisasi.

D. Organisasi Matrik

Owner

Devisi Manajer Devisi


Perencanaan Proyek Konstruksi

Manajer Manajer
Perencana Konstruksi
Dengan maksud meminimisasi kelemahan dan menggabungkan kelebihan dari organisasi
fungsional dan organisasi murni, maka dikembangkan organisasi matrik. Organisasi matrik adalah
organisasi proyek murni yang melekat pada divisi fungsional dalam organisasi induk.
Kekurangan dan kelebihan organisasi matrik antara lain:

Kelebihan Kekurangan
1. Proyek mendapat perhatian 1. Proyek yang dikelola oleh satu unit
secukupnya fungsional cenderung akan memposisikan
divisi yang bersangkutan yang memegang
2. Mudah mendapatkan orang yng pengamblan keputusan.
professional karena organisasi matrik
melekat pada unit fungsional organisasi 2. Ada kemungkinan proyek terbengkalai
induk karena adanya dua perintah dari dua
manajer yakni manajer fungsional dan
3. Tidak terjadi duplikasi sumberdaya manajer proyek

4. Tidak timbul masalah terkait 3. Adanya penggunaan sumberdaya yang


keberlangsungan penggunaan sumbedaya sama untuk berbagai macam proyek dapat
bila proyek sudah selesai menimbulkan persaingan antar manajer
proyek karena masing-masing ingin
5. Dapat memberikan respon yang cept proyeknys sukses.
terhadap keinginan klienkonsistensi
kebijakan dan prosedur terjaga karena 4. Manajemen matrik melanggar prinsip
mempunya akses perwakilan ke organisasi utama dari manajemen lyakni kesatuan
induk komando.

6. Memungkinkan adanya distribusi


sumberdaya yang seimbang bila ada proyek
yang bersamaan.

7. Adanya pendekatan holistic terhadap


pengejaan proyek sehingga dapat
mengoptimalkan performan organisasi
secara keseluruhan.

E. Organisasi Panitia

Ketua
Wakil Ketua

Sekretaris Bendahara

Seksi Seksi Seksi


Pada umumnya organisasi panitia dibentuk dalam waktu terbatas, dan bertujuan melaksanakan
tugas kegiatan tertentu.

Ciri-ciri organisasi panitia:

 Jangka waktu pelaksanaan tugas/kegiatan terbatas, volume kegiatan tertentu


 Kepemimpinan dan tanggung jawab dilaksanakan bersama
 Semua anggota dan pimpinan mempunyai tanggung jawab, wewenang dan hak yang
sama.

Kekurangan dan kelebihan organisasi panitia, antara lain:

Kelebihan Kekurangan
1. Keputusan dapat diambil secara cepat 1. Jalur perintah sering membingungkan
2. Pembinaan kerjasama antar anggota 2. Sulit menentukan penanggung jawab
mudah dilaksanakan. apabila terjadi hambatan
3. Kemampuan anggota kurang dapat
berkembang.

Daftar Pustaka
Ervianto, Wulfram I. 2003. Manajemen Konstruksi. Yogyakarta: Andi.

Ali. “Swakelola”. 13 Desember 2012. http://belajarberbagi-


bersamaberbagi.blogspot.co.id/2012/12/swakelola-swakelola-adalan-pengadaan_9087.html

Anggara, Dames. “Teori Organisasi Tradisional dan Moderen”. 3 Mei 2013.


https://damesanggara.wordpress.com/2013/05/03/teori-organisasi-tradisional-dan-moderen/

Wae, Kirun. “Macam-macam Struktur Organisasi Proyek”. 30 Juli 2013.


http://projectmedias.blogspot.co.id/2013/07/macam-macam-struktur-organisasi-proyek.html