Anda di halaman 1dari 7

DINAS SOP PEMBINAAN LINGKUNGAN SEHAT

KESEHATAN (OUTDOOR KLINIK SANITASI)


KABUPATEN Nomor Dokumen : Nomor Revisi : Halaman : 1 dari 2
SUMEDANG
Seksi Kesehatan Tanggal Terbit Ditetapkan,
Lingkungan Kepala Seksi Kesling

Pembuat
Definisi / Pengertian Adalah upaya pembinaan (pengawasan maupun penyehatan) terhadap
lingkungan baik lingkungan permukiman, Tempat – tempat umum dan
juga Tempat Pengelolaan Makanan dalam upaya mengendalikan factor
risiko terjadinya kejadian penyakit menular maupun tidak menular
akibat kualitas lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan.

Dilakukan juga sebagai kegiatan luar gedung Klinik sanitasi.

Ruang Lingkup Kegiatan luar gedung Klinik Sanitasi (Pembinaan


Lingkungan Sehat) :

 Penyediaan / penyehatan air bersih dan sanitasi dalam


rangka pencegahan / penanggulangan PML diare/cacingan/kulit
/ kusta / frambusia
 Penyehatan perumahan dalam rangka pencegahan penyakit
ISPA / TB paru
 Penyehatan lingkungan permukiman dalam rangka
pencegahan PMTL (DBD / malaria/ filariasis )
 Penyehatan lingkungan tempat kerja dalam rangka
pencegahan dan penanggulangan penyakit saluran pencernaan /
keracunan makanan
 Pengamanan pestisida dalam rangka pencegahan dan
penanggulangan keracunan pestisida
 Pembinaan dan pengawasan kualitas kesling TTU dan TPM
dlm upaya mengendalikan faktor risiko lingkungan thd penyakit
menular berbasis lingkungan di TTU dan TPM

Tujuan Terwujudnya lingkungan (Permukiman, TTU dan TPM) sehat melalui


upaya penyehatan kualitas kesehatan lingkungan di masyarakat dalam
mewujudkan Sumedang STBM 2012 Sumedang Sehat 2013 Berbasis
Budaya Sunda.

Kebutuhan Sarana dan a. Sanitarian kit ( termohygrometer, luxmeter, phmeter, sampling


Prasarana kit dll)
b. Lembar balik
c. Maket sarana sanitasi sehat
d. Juklak Juknis
e. Materi Lingkungan Sehat
Pelaksana Pelaksana Sanitasi / sanitarian
Waktu
Hal – hal yang harus 1. Metoda yang dipergunakan adalah metoda partisipatif
diperhatikan a. (MPA PHAST = Metode Partisipatory Assesment –
Partisipatory Hygiene And Sanitation Transformation)
b. dan juga Pemicuan (CLTS)
2. Dengan menerapkan Prinsip AZAS TRIDAYA yaitu :
a. Azas Pemberdayaan Manusia (melalui pelatihan – pelatihan
kader dll)
b. Azas Pemberdayaan Usaha ( dengan optimalisasi potensi
wilayah sebagai potensi ekonomi)
c. Azas Pemberdayaan Lingkungan
Langkah – Langkah 1. Kunjungan lapangan Klinik Sanitasi :
a. Mempelajari hasil wawancara atau konseling di dalam
gedung (Puskesmas)
b. Menyiapkan dan membawa berbagai peralatan dan
kelengkapan lapangan yang diperlukan ( formulir kunjungan
lapangan,media penyuluhan dan alat sesuai jenis
penyakitnya)
c. Memberitahukan / menginformasikan kedatangan kepada
perangkat desa/kelurahan dan petugas kesehatan / bidan desa
d. Melakukan pemeriksaan dan pengamatan lingkungan dan
perilaku dengan mengacu pada penyakit / masalah yang ada
e. Membantu menyimpulkan hasil kunjungan lapangan
f. Memberikan saran tindak lanjut kepada sasaran
g. Jika permasalahan menyangkut sekelompok keluarga atau
kampong informasikan hasilnya kepada lintas program /
lintas sector terkait untuk dapat ditindaklanjuti secara
bersama.

2. Pengembangan Klinik Sanitasi


a. Advokasi, koordinasi dan sosialisasi (Melalui Minggon,
rakor, lokbul dll baik Lintas sector Kecamatan maupun
Lintas Program di Puskesmas)
b. Capacity building
 Penguatan kapasitas LS/LP tk Kecamatan
 Pelatihan kader – kader lingkungan sehat
c. Implementasi
 Identifikasi masalah lingkungan
JAGA, sarana CTPS, Pengelolaan air minum dan air
bersih, pengelolaan sampah dan limbah cair, rumah
sehat, TTU,TPM juga potensi wilayah
 Pemetaan wilayah
- Akses terhadap sarana sanitasi dasar ( Jamban, SAB,
Tepat sampah, SPAL, TTU,TPM)
- Akses terhadap potensi wilayah
 Pemicuan demi terwujudnya kondisi :
- Stop BAB sembarangan
- Cuci Tangan Pakai Sabun
- Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga
- Pengelolaan Sampah
- Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga
 Pleno
 Penyusunan Rencana Kerja Masyarakat
d. Monev dan pendampingan
 Audit sanitasi / Inspeksi Sanitasi
 Workshop
 Surveilans kualitas lingkungan (pengambilan dan
pemeriksaan sampel lingkungan)
 Gebyar
 Dan lain – lain sesuai spesifik wilayah
Rujukan Seksi Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang
UPTD Labkesda Kab Sumedang
DINAS SOP KONSELING
KESEHATAN KLINIK SANITASI
KABUPATEN Nomor Nomor Revisi : Halaman : 1 dari 2
SUMEDANG Dokumen

Seksi Kesehatan Tanggal Terbit Ditetapkan,


Lingkungan Kepala Seksi Kesling

Pembuat
Definisi / Salah satu upaya memadukan pelayanan promotif, preventif,kuratif dan
Pengertian rehabilitative dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat
adalah dengan melakukan kegiatan dalam wadah KLINIK SANITASI.

Pelayanan Dalam Gedung ( Konseling)


Pengertian :
Konseling adalah suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh
petugas konseling dengan kliennya dg tujuan
 Klien mengenali dirinya dan permasalahannya
 Klien mampu mengambil keputusan
 Klien mampu mengatasi permasalahannya
Ciri – Ciri Konseling :
Konseling sebagai proses agar klien dapat :
 Memperoleh informasi tentang masalah kesehatan keluarga yang
benar
 Memahami dirinya dengan lebih baik
 Menghadapi masalah – masalah kesehatan keluarga
 Mengutarakan isi hatinya
 Mengantisipasi harapan- harapan
 Meningkatkan dan memperkuat motovasi untuk merubah perilaku
 Menghadapi rasa kecemasan dan ketakutan sehubungan dg masalah
kesehatan keluarganya
Tujuan  Menyediakan dukungan teknis bagi mereka yang mempunyai masalah
kesehatan lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan
 Mencegah penularan penyakit – penyakit berbasis lingkungan
 Meningkatnya pengetahuan,kemauan dan keterampilan klien / pasien
untuk menggali potensi dan sumber daya pelayanan kesehatan sendiri
 Peningkatan kualitas hidup yang lebih baik
Kebutuhan Sarana a. Kohort Konseling Klinik Sanitasi
dan Prasarana b. Lembar balik
c. Juklak Juknis
d. Materi Lingkungan Sehat
Pelaksana Pelaksana Sanitasi / sanitarian
Waktu
Hal – hal yang Manfaat Konseling adalah :
harus diperhatikan Membantu pasien/klien dalam menggali permasalahan kesehatan
Membantu pasien/klien untuk mengatasi masalahnya dengan
memberikan alternatif pemecahan masalah
Memberikan masukan-masukan tentang keuntungan dan kerugian
dari beberapa alternatif pemecahan masalah
Mendorong pasien/klien agar berani mengambil keputusan
Membiarkan pasien/klien memilih cara pemecahan masalah yang
paling sesuai dengan sosial ekonominya
Untuk itu maka Tempat Konseling harus Aman, Nyaman dan Tenang

Langkah – Di dalam gedung Puskesmas, petugas Klinik Sanitasi melakukan langkah –


Langkah langkah kegiatan terhadap penderita / pasien dan klien :
1. Terhadap Penderita, petugas Klinik Sanitasi melakukan langkah –
langkah sebagai berikut :
a. Menerima kartu rujukan status dari petugas poliklinik
b. Mempelajari kartu status/rujukan tentang diagnosis oleh petugas
poliklinik
c. Menyalin dan mencatat nama penderita atau keluarganya,
karakteristik penderita yang meliputi umur, jenis kelamin,
pekerjaan dan alamat, serta diagnosis penyakitnya ke dalam
buku register
d. Melakukan wawancara atau konseling dengan
penderita/keluarga penderita tentang kejadian penyakit, keadaan
lingkungan dan perilaku yang diduga berkaitan dengan kejadian
penyakit (format terlampir)
e. Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau
perilaku yang berkaitan dengan kejadian penyakit yang diderita
f. Memberikan saran tindak lanjut sesuai permasalahan
g. Bila diperlukan, membuat kesepakatan dengan penderita atau
keluarganya tentang jadwal kunjungan lapangan
2. Terhadap klien, petugas klinik sanitasi melakukan langkah –
langkah :
a. Menanyakan permasalahan yang dihadapi klien dan mencatat
nama, karakteristik klien seperti umur, jenis kelamin,pekerjaan
dan alamat serta mencatatnya ke dalam buku register
b. Melakukan wawancara atau konseling dengan klien sesuai
permasalahan yang dihadapi (form terlampir)
c. Membantu menyimpulkan permasalahan lingkungan atau
perilaku yang diduga berkaitan dengan permasalahan yang ada
d. Memberikan saran pemecahan masalah yang sederhana, murah
dan mudah untuk dilaksanakan oleh klien.
Rujukan Seksi Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang
UPTD Labkesda Kab Sumedang
Indikator Program Penyehatan Lingkungan

Seksi Kesling Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

Fokus / Kegiatan Indikator Target


Prioritas
2010 2011 2012 2013 2014
1. Penyehatan air 1. Persentase 62 65 70 75 80
bersih dan penduduk yg
sanitasi memiliki akses
terhadap air
minum yg
berkualitas
2. Persentase 85 87 90 95 100
kualitas air
minum yg
memenuhi
syarat
3. Persentase 64 68 70 72 75
penduduk
yang
menggunakan
jamban sehat
4. Persentase 71 80 85 90 100
penduduk Stop
BABs
Pemeliharaan dan 1. Persentase 76 78 80 82 85
pengawasan kualitas cakupan
lingkungan tempat-
tempat umum
yg memenuhi
syarat
kesehatan
2. Persentase 75 77 79 81 85
cakupan
rumah yg
memenuhi
syarat
kesehatan
3. Persentase 55 60 65 70 75
cakupan
tempat
pengelolaan
makanan yg
memenuhi
syarat
kesehatan
Pengendalian dampak Cakupan daerah 20 50 70 90 100
resiko pencemaran potensial yg
lingkungan melaksanakan
strategi adaptasi
dampak kesehatan
akibat perubahan
iklim
Pengembangan wilayah Persentase 50 60 70 80 100
sehat Kecamatan /
kawasan yang
telah
melakanakan
kawasan sehat