Anda di halaman 1dari 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KLB CAMPAK

SPO PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI KLB CAMPAK


DINAS KESEHATAN
KABUPATEN SUMEDANG Nomor Dokumen : Nomor Revisi :........... Halaman :
001/P2P/SOP

Unit : BIDANG P2P Tanggal Terbit : 15-06-2010 Ditetapkan,


Kepala Bidang P2P
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang

dr. Anna Hernawati Sabana,MKM


NIP. 19640929 198903 2 008
Pembuat Afip Permana,SKM

Penyelidikan dan investigasi terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus penyakit


Campak sebanyak dua kali atau lebih pada periode waktu yang sama dibandingkan
Definisi / Pengertian
periode waktu sebelumnya di suatu wilayah tertentu (RT, RW,Desa. Dll) atau
ditemukan kematian akibat penyakit Campak di suatu wilayah tersebut.
1. Mengetahui gambaran epidemiologi dan penyebab terjadinya KLB Campak.
2. Mengidentifikasi kemungkinan adanya kasus lain.
3. Mengidentifikasi populasi rentan dan faktor resiko.
Tujuan
4. Pengambilan sampel untuk menegakkan diagnosa dan memastikan KLB.
5. Menentukan arah upaya penanggulangan/pencegahan agar KLB tidak meluas
dan menakan angka kematian

Sarana & Prasarana Banyaknya

1. Kendaraan roda dua 1 unit


2. Ukuran tinggi badan 1 buah
3. Ukuran berat badan 1 buah
Kebutuhan Sarana 4. Format investigasi 4 lembar
Dan Prasarana 5. Disposible Syringe 5 cc 5 buah
6. Drytube 5 buah
7. Alcohol Swab 5 buah
8. Sarung Tangan 2 buah
9. Termos & cool pack 1 buah
10.Kertas HVS 30 lembar
11.Lefleat Campak 50 paket
12.Bahan bakar kendaraan 10 liter

Jenis Tenaga Pelaksana Jumlah


Pelaksana
1. Petugas Surveillans 1 orang
Epidemiologi
2. Paramedis 1 orang

Waktu / Frekuensi ± 4 jam


Hal-hal yang harus
diperhatikan
1. Pengumpulan data primer & sekunder
- Petugas Surveillans Epidemiologi melakukan wawancara menggunakan
kuesioner dalam format investigasi kepada seluruh penderita, keluarga
penderita baik yang dirawat jalan, rawat inap maupun pada kasus tersangka
lain yang dilaporkan oleh masyarakat.
- Petugas Surveillans Epidemilogi melakukan pencarian data penunjang lain yang
valid dan akurat meliputi data : (jumlah penduduk beresiko, cakupan imunisasi
campak, dll) dari sumber data yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Pengumpulan data faktor resiko
- Untuk mendapatkan status imunisasi campak harus melihat buku catatan
imunisasi pada waktu bayi dan atau catatan imunisasi BIAS campak atau
menanyakan kepada ibu/keluarga (bias recall).
Langkah – langkah
- Untuk mendapatkan status gizi anak dilakukan pengukuran yaitu diperlukan
data berat badan umur atau berat badan tinggi badan.
- Untuk mendapatkan data kepadatan hunian yaitu mengukur luas tempat
hunian dibandingkan dengan banyaknya penghuni
3. Pengambilan sampel darah
- Desinfeksi daerah vena yang akan diambil darahnya dengan alkohol swab
- Ambil darah ± 4 ml dengan disposyble syringe, masukan darah yang telah
diambil kedalam dyrtube yang telah diberi label (nama,umur,tanggal
pengambilan)
- Simpan darah dalam drytube tersebut kedalam termos yang telah ada coolpack
- Segera kirimkan darah tersebut ke laboratorium untuk dilakukan pemisahan
serum darah.

Rujukan

Hal lain yang harus


diperhatikan (warnings)

1. Dirjen P2PL Depkes RI, Petunjuk teknis surveillans campak, Jakarta 2006.
Referensi 2. Dinkes Prop Jabar, Kumpulan pedoman/petunjuk teknis kegiatan Suveillans
Epidemiologi, Bandung 2009.