Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

TERAPI AKTIVITAS BERMAIN

PERMAINAN MEMINDAHKAN BOLA PADA ANAK USIA 12 BULAN –


18 BULAN DI RUANG ANGGREK RSUD. IBNU SINA

Oleh:

D. V. Vegananda Suhartono

Imka Rizkiana

Wachidatul Akhmalia Solichan

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2017
LEMBAR PENGESAHAN

PROPOSAL TERAPI BERMAIN

“PERMAINAN MEMINDAHKAN BOLA PADA ANAK USIA 12 BULAN –

18 BULAN DI RUANG ANGGREK RSUD. IBNU SINA”

Dipersiapkan dan disusun oleh:

Mahasiswa Praktik Profesi Ners UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

SURABAYA

Gresik, Desember 2017

Menyetujui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik

Aries Chandra Anandhita, S. Kep., Ns., M. Kep., Retno Yuniati, S.Kep., Ns


Sp. Kep. An NIP : 1974 0610 1996 03 2 002

Mengetahui,
Kepala Ruang Anggrek

Hj. Wiwik Wahyuningsih S.Kep., Ns


NIP : 1963 0804 1985 01 2 005
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Aktivitas bermain merupakan salah satu stimulasi bagi perkembangan anak
secara optimal. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas
bermain ini tetap dilaksanakan, namun harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Pada saat dirawat di rumah sakit, anak akan mengalami berbagai perasaan yang
sangat tidak menyenangkan, seperti marah, takut, cemas, sedih, dan nyeri.
Perasaan tersebut merupakan dampak dari hospitalisasi yang dialami anak karena
menghadapi beberapa stressor yang ada dilingkungan rumah sakit. Untuk itu,
dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang
dialaminya karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan
rasa sakitnya pada permainannya (distraksi) dan relaksasi melalui kesenangannya
melakukan permainan. Tujuan bermain di rumah sakit pada prinsipnya adalah
agar dapat melanjutkan fase pertumbuhan dan perkembangan secara optimal,
mengembangkan kreatifitas anak, dan dapat beradaptasi lebih efektif terhadap
stress. Bermain sangat penting bagi mental, emosional, dan kesejahteraan anak
seperti kebutuhan perkembangan dan kebutuhan bermain tidak juga terhenti pada
saat anak sakit atau anak di rumah sakit (Wong, 2009).

Berdasarkan sensus penduduk pada tahun 2010 didapatkan jumlah anak usia
toddler (1-3 tahun) di Indonesia adalah 13,50 juta anak. Anak-anak pada usia
toddler dapat memainkan sesuatu dengan tangannya serta senang bermain dengan
warna, oleh karena itu bermain dengan mewarnai gambar menjadi alernatif untuk
mengembangkan kreatifias anak dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada
anak selama dirawat. Mewarnai gambar dapat menjadi salah satu media bagi
perawat untuk mampu mengenali tingkat perkembangan anak.

Dinamika secara psikologis menggambarkan bahwa selama anak bermain


dengan sesuatu yang menggunakan aktivitas gerak seperti memindahkan bola dari
satu tempat ke tempat lain akan membantu anak untuk menggunakan tangan dan
kakinya secara aktif sehingga merangsang motorik kasarnya. Oleh karena sangat
pentingnya kegiatan bermain terhadap tumbuh kembang anak dan untuk
mengurangi kecemasan akibat hospitalisasi, maka akan dilaksanakan terapi
bermain pada anak dengan memindahkan bola.

1.2 Tujuan

a. Tujuan Umum

Meminimalkan dampak hospitalisasi pada anak

b. Tujuan Khusus
1. Anak dapat beraktifitas untuk melatih otot-ototnya
2. Menurunkan tingkat kecemasan pada anak

BAB 2

TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian Bermain

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk


memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang
tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan
membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang
bijaksana, karena beberapa ahli psikolog mengatakan bahwa permainan
sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang secara


sukarela untuk memperoleh kesenangan atau kepuasan, tanpa
mempertimbangkan hasil akhir (Suhendi, 2001). Bermain merupakan suatu
aktivitas dimana anak dapat melakukan atau mempraktekkan ketrampilan,
memberikan ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif, mempersiapkan
diri untuk berperan dan berperilaku dewasa (Aziz A, 2005). Jadi
kesimpulannya bermain adalah cara untuk memperoleh kesenangan agar
anak dapat kreatif dan mengekspresikan pikiran, tanpa mempertimbangkan
hasil akhir.

2.2 Kategori Bermain

1. Bermain Aktif: Anak banyak menggunakan energy inisiatif dari anak


sendiri. Contoh: bermain sepak bola.
2. Bermain Pasif: Energi yang dikeluarkan sedikit, anak tidak perlu
melakkan aktivitas (hanya melihat). Contoh: Memberikan support.

2.3 Ciri-Ciri Bermain


1. Selalu bermain dengan sesuatu atau benda
2. Selalu ada timbal balik interaksi
3. Selalu dinamis
4. Ada aturan tertentu
5. Menuntut ruangan tertentu
2.4 Klasifikasi Bermain Menurut Isi

1. Social affective play


Anak belajar memberi respon terhadap respon yang diberikan
oleh lingkungan dalam bentuk permainan, misalnya orang tua berbicara
memanjakan anak tertawa senang, dengan bermain anak diharapkan
dapat bersosialisasi dengan lingkungan.
2. Sense of pleasure play
Anak memperoleh kesenangan dari satu obyek yang ada di
sekitarnya, dengan bermain anak dapat merangsang perabaan alat,
misalnya bermain air atau pasir.
3. Skill play
Memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh ketrampilan
tertentu dan anak akan melakukan secara berulang-ulang misalnya
mengendarai sepeda.
4. Dramatika play role play
Anak berfantasi menjalankan peran tertentu misalnya menjadi ayah atau
ibu.

2.5 Klasifikasi Bermain Menurut Karakteristik Sosial

1. Solitary play
Jenis permainan dimana anak bermain sendiri walaupun ada beberapa
orang lain yang bermain disekitarnya. Biasa dilakukan oleh anak balita
Toddler.
2. Paralel play
Permaianan sejenis dilakukan oleh suatu kelompok anak masing-
masing mempunyai mainan yang sama tetapi yang satu dengan yang
lainnya tidak ada interaksi dan tidak saling tergantung, biasanya
dilakukan oleh anak pre school. Contoh : bermain balok

3. Asosiatif play
Permainan dimana anak bermain dalam keluarga dengan aktivitas yang
sama tetapi belum terorganisasi dengan baik, belum ada pembagian
tugas, anak bermain sesukanya.
4. Kooperatif play
Anak bermain bersama dengan sejenisnya permainan yang terorganisasi
dan terencana dan ada aturan tertentu. Biasanya dilakukan oleh anak
usia sekolah Adolesen.

2.6 Fungsi Bermain


Anak dapat melangsungkan perkembangannya
1. Perkembangan Sensorik Motorik
Membantu perkembangan gerak dengan memainkan obyek tertentu,
misalnya meraih pensil.
2. Perkembangan Kognitif
Membantu mengenal benda sekitar (warna, bentuk kegunaan).
3. Kreatifitas
Mengembangkan kreatifitas menoba ide baru misalnya menyusun
balok.
4. Perkembangan Sosial
Diperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan
mempelajari belajar dalam kelompok.
5. Kesadaran Diri (Self Awareness)
Bermain belajar memahami kemampuan diri, kelemahan, dan tingkah
laku terhadap orang lain.
6. Perkembangan Moral
Interaksi dengan orang lain, bertingkah laku sesuai harapan teman,
menyesuaikan dengan aturan kelompok. Contoh : dapat menerapkan
kejujuran
7. Terapi
Bermain kesempatan pada anak untuk mengekspresikan perasaan yang
tidak enak, misalnya : marah, takut, benci.
8. Komunikasi
Bermain sebagai alat komunikasi terutama bagi anak yang belum dapat
mengatakan secara verbal, misalnya : melukis, menggambar, bermain
peran.

2.7 Faktor Yang Mempengaruhi Aktivitas Bermain

1. Tahap perkembangan, tiap tahap mempunyai potensi / keterbatasan


2. Status kesehatan, anak sakit à perkembangan psikomotor kognitif
terganggu
3. Jenis kelamin
4. Lingkungan à lokasi, negara, kultur
5. Alat permainan à senang dapat menggunakan
6. Intelegensia dan status sosial ekonomi

2.8 Tahap Perkembangan Bermain

1. Tahap eksplorasi
Merupakan tahapan menggali dengan melihat cara bermain
2. Tahap permainan
Setelah tahu cara bermain, anak mulai masuk dalam tahap permainan
3. Tahap bermain sungguhan
Anak sudah ikut dalam permainan
4. Tahap melamun
Merupakan tahapan terakhir anak membayangkan permainan
berikutnya.
2.9 Bermain Di Rumah Sakit
A. Tujuan
1. Melanjutkan tugas kembang selama perawatan
2. Mengembangkan kreativitas melalui pengalaman permainan yang tepat
3. Beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit atau dirawat
B. Prinsip
1. Tidak banyak energi, singkat dan sederhana
2. Mempertimbangkan keamanan dan infeksi silang
3. Kelompok umur sama
4. Melibatkan keluarga/orangtua
C. Upaya Perawatan Dalam Pelaksanaan Bermain
1. Lakukan saat tindakan keperawatan
2. Sengaja mencari kesempatan khusus
D. Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan
1. Alat bermain
2. Tempat bermain
E. Pelaksanaan Bermain Di Rs Dipengaruhi Oleh
Faktor pendukung : Pengetahuan perawat, fasilitas kebijakan RS,
kerjasama Tim dan keluarga
Faktor penghambat : Tidak semua RS mempunyai fasilitas bermain
2.10 Bermain Meindahkan Bola
a. Definisi
Memindahkan bola adalah mengambil bola ke keranjang awal kemudian
anak berjalan sambil membawa bola tersebut untuk diletakkan di keranjang
yang lain. Memindahkan bola merupakan terapi permainan yang kreatif
untuk mengurangi stress dan kecemasan serta meningkatkan komunikasi
dan melatih motorik anak.
b. Manfaat
1) Memberikan kesempatan pada anak untuk beraktifitas dan sangat
terapeutik (sebagai permainan penyembuh/”therapeutic play”).
2) Dengan berjalan memindahkan bola anak dapat melakukan aktifitas
yang dapat membuat anak berkeringat dari hasil pembakaran kalori.
3) Anak dapat mengeskpresikan perasaannya atau memberikan pada anak
suatu cara untuk berkomunikasi dengan anak yang lainnya.
4) Sebagai terapi kognitif, pada anak menghadapi kecemasan karena
proses hospitalisasi, karena pada keadaan cemas dan stress,
kognitifnya tidak akurat dan negative.
5) Dapat digunakan sebagai terapi permainan kreatif yang merupakan
metode penyuluhan kesehatan untuk merubah perilaku anak selama
dirawat di rumah sakit.

PREPLANING PROGRAM BERMAIN PADA ANAK

DI RUANG ANGGREK RSUD IBNU SINA GRESIK

Topik : Terapi bermain


Sub topic : Memindahkan Bola
Tanggal pelaksanaan : ... Desember 2017
Waktu : ... : .... WIB
Sasaran : Anak Usia 12-18 bulan
Tempat : Di Ruang Anggrek RSUD Ibnu Sina Gresik

A. Tujuan

1. TIU (Tujuan Instruksional Umum)


Setelah diajak bermain, diharapkan anak dapat melanjutkan tumbuh
kembangnya, mengembangkan aktifitas dan kreatifitas melalui
pengalaman bermain dan beradaptasi efektif terhadap stress karena
penyakit dan dirawat
2. TIK (Tujuan Instruksional Khusus)
Setelah diajak bermain selama 35 menit, anak diharapkan:
a. Gerakan motorik kasarnya lebih terlatih
b. Berkembang kognitif
c. Dapat mengambil bola dan memindahkan ke keranjang
d. Dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman sebaya yang
dirawat di ruang yang sama
e. Kejenuhan selama dirawat di RS berkurang

B. Perencanaan
1. Jenis Program Bermain Mengambil bola dan memasukkannya ke
keranjang yang lain.
2. Karakteristik bermain
a. Melatih motorik kasar
b. Melatih keaktifan anak
3. Karakteristik peserta
a. Usia 12-18 bulan
b. Jumlah peserta: 2 – 4 anak dan didampingi orang tua
c. Keadaan umum membaik (tidak lemas)
d. Klien dapat berdiri dan berjalan sendiri
e. Peserta kooperatif
4. Metode: Demontrasi
5. Media
a. Bola
b. Keranjang
C. Strategi Pelaksanaan
No. Waktu Kegiatan Peserta
1. 5 menit Pembukaan :
Menjawab salam
1. Membuka kegiatan dengan
Mendengarkan
mengucapkan salam. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan dari terapi Memperhatikan
bermain
4. Kontrak waktu anak dan orang tua
2. 20 menit Pelaksanaan :
§ Memperhatikan
1. Menjelaskan tata cara pelaksanaan
terapi bermain memindahkan bola §
Bertanya
kepada anak dan orang tua
2. Memberikan kesempatan kepada
§
orang tua untuk bertanya jika Antusias
§
belum jelas
Memulai untuk
3. Memposisikan anak-anak pada mengambil bola
§ Mendengarkan
keranjang bola pertama.
4. Fasilitator mendampingi anak dan
mengarahkan jalan anak Memperhatikan
5. Memberitahu anak dan orang tua
bahwa waktu yang diberikan telah
selesai
6. Memberikan pujian terhadap anak
yang mampu memindahkan bola
terbanyak
3. 10 menit Evaluasi :
§ Menceritakan
1. Mengumumkan nama anak yang
telah memindahkan bola §
Gembira
terbanyak
2. Membagikan reward kepada
§
seluruh peserta
4. 5 menit Terminasi:
§ Memperhatikan
1. Memberikan motivasi dan pujian
§ Gembira
kepada seluruh anak dan orang tua§
yang telah mengikuti program
Mendengarkan
terapi bermain
2. Mengucapkan terima kasih kepada§ Menjawab salam
anak dan orang tua
3. Mengucapkan salam penutup

D. Kriteria Evaluasi
1. Evalusi Struktur
a. Anak hadir di ruangan minimal 3 orang.
b. Penyelenggaraan terapi bermain dilakukan di ruang Anggrek di RSUD
Ibnu Sina
c. Pengorganisasian penyelenggaraan terapi dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
a. Anak antusias dalam kegiatan bermain memindahkan bola
b. Anak mengikuti terapi bermain dari awal sampai akhir
c. Tidak terdapat anak yang rewel atau tidak mau diarahkan
3. Kriteria Hasil
a. Anak terlihat senang dan gembira
b. Kecemasan anak berkurang
c. Memindahkan bola dari keranjang satu kekeranjang yang lain
E. Pengorganisasian

1. Pembimbing Akademik : Aries Chandra A, S. Kep., Ns., M. Kep.,


Sp. Kep. An
2. Pembimbing Ruangan : Retno Yuniati, S.Kep., Ns
3. Leader : Recha Mauliddah
4. Fasilitator :
1. D.V. Vegananda S
2. Wachidatul A.S
3. Wahyu Purwantoro
5. Observer : Imka Rizkiana
6. Peserta : Anak berusia 12-18 bulan yang dirawat di
ruang Anggrek RSUD Ibnu Sina
F. Uraian Tugas
1. Leader : Memimpin jalannya program terapi
2. Fasilitator : Mendampingi dan mengarahkan saat anak terapi
3. Observer : Mencatat dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
4. Anak : Mengikuti jalannya terapi bermain
G. Perkiraan Hambatan
1. Jadwal terapi bermain yang kurang sesuai (lebih lambat dari yang di
jadwalkan)
2. Anak rewel atau ingin keluar dari terapi bermain

H. ANTISIPASI HAMBATAN/MASALAH
1. Jadwal terapi bermain disesuaikan (tidak pada waktu terapi)
2. Melakukan kerjasama dengan orang tua untuk mendampingi anak selama
program terapi.
DAFTAR PUSTAKA

Erlita, dr. (2006). Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak. Terdapat pada :
http://info. balitacerdas.com. Diakses pada tanggal 21 Desember 2009
Foster and Humsberger, 1998, Family Centered Nursing Care of Children. WB
sauders Company, Philadelpia USA
Hurlock, E B.1991. Perkembangan Anak Jilid 1. Erlangga : Jakarta
L. Wong, Donna. 2003. Pedoman Klinik Keperawatan Pediatrik Edisi 4. EGC :
Jakarta www.Pediatrik.com Selasa 21 Desember 2009. Jam 15.25
Markum, dkk. 1990.Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, EGC : Jakarta
Soetjiningsih, 1995,Tumbuh Kembang Anak, EGC : Jakarta
Whaley and Wong, 1991, Nursing Care Infanst and Children. Fourth Edition.
Mosby Year Book. Toronto Canada