Anda di halaman 1dari 2

Keterampilan keluarga dalam merawat anggota

keluarganya yang mengalami gangguan kesehatan, keterampilannya dapat


berkembang karena mendengar juga melakukan secara berulang-ulang setelah
diberikan pembelajaran dapat mempengaruhi perubahan yang signifikan antara
sebelum konseling dan sesudah dilakukan konseling (Babylon dan Maglaya, 2000).

DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati. (2006). Skripsi hubungan pengetahuan gizi dan kepatuhan diet dengan
kadar gula penderita diabetes mellitus tipe 2 di unit rawat jalan RSUD Dr.
Soedarso Pontianak. Semarang: Universitas Diponegoro

Simanjuntak, N.M. (2009). Skripsi Studi Fenomenologis Pengalaman penderita


Diabetes Melitus Dalam Menjalani Diet (Pengaturan Pola Makan). Medan : USU.

Sustrani, L., Alam, S., & Hadibroto, I. (2004). Diabetes. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.

Kemenkes RI. (2012). Buletin Jendela dan Informasi Kesehatan. Penyakit Tidak
Menular , pp. 1-2.

Tjokroprawiro, A. (2007). Hidup sehat dan bahagia bersama diabetes mellitus. Edisi
terbaru. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Tandra, H. (2007). Segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang diabetes: panduan
lengkap mengenal dan mengatasi diabetes dengan cepat dan mudah. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.

Saran
5.2.1 Keluarga
Diharapkan dapat membantu klien untuk menerapkan pola makan yang
sehat dengan mengawasi jenis, jumlah dan jadwal makan klien. Keluarga
juga dapat memotivasi klien untuk ikut dalam olahraga senam di
lingkungan RW 05 setiap minggunya dan datang ke Posbindu untuk
pemeriksaan kesehatan setiap bulannya. Selain itu, keluarga juga sebagai
role model klien untuk tidak mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat
dan gula. Kemandirian keluarga sangat diharapkan dalam merawat klien

Puskesmas
Berkembangnya angka kejadian penyakit degeneratif di masyarakat
perkotaan khususnya diabetes mellitus dapat menggugah Puskesmas
untuk melakukan tindakan promotif dan preventif lebih intensif sehingga
angka kejadian ini dapat ditekan dan masyarakat menjadi sehat.

Keilmuan
Semakin banyaknya permasalahan masalah kesehatan di masyarakat
perkotaan menjadi tantangan sendiri untuk perawat mengembangkan
ilmu pengetahuannya terutama perawat komunitas. Perawat komunitas
mempunyai peran dan andil yang besar dalam melakukan tindakan
promotif dan preventif.

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUK
Ewioyr3O5PLYAhUKKY8KHZKqDaAQFggxMAA&url=http%3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital
%2F20351510-PR-Putri%2520Chairiah.pdf&usg=AOvVaw0YiiMnZIuiK7KyXGyy1LMO dalam
jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/44

https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&uact=8&ved=0ahUK
EwjVr8SBgPjYAhUBwZQKHUCxAZkQFghOMAY&url=http%3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2Ffile%3Ffile%3Ddigital
%2F20351479-PR-Ananda%2520Puspitasari.pdf&usg=AOvVaw1oZq3nKgSA1EbkOxwbE8gd dalam
lib.ui.ac.id/file?file=digital/20351479-PR-Ananda%20Puspitasari.pdf

Nefropati
Nefropati diabetic disebabkan karena nefron-nefron pada ginjal bekerja terlalu
keras untuk menyaring darah yang terlalu pekat pada penderita diabetes melitus
(Black & Hawks, 2009).