Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN PEMBEKALAN MATERI PESERTA PLPG TAHUN 2017

Nama Peserta : INA ROHANI

Nomor Peserta PLPG : 17052802820001

NUPTK : 6339758660300063

Bidang Studi Sertifikasi : GURU KELAS MI

Sekolah Asal : MIS AL-AMIEN

II. LAPORAN KEMAJUAN BELAJAR MANDIRI KEDUA

Sumber Belajar Bidang Studi


A. Ringkasan materi ( sepertiga pertama dari keseluruhan materi pada sumber belajar bidang
studi )
B. Materi yang sulit dipahami Uraikan materi yang menurut Anda sulit dipahami dalam bagian
ini
C. Materi esensial apa saja yang tidak ada dalam Sumber Belajar Uraikan materi yang menurut
Anda anggap esensial tetapi tidak dijelaskan dalam bagian ini
D. Materi apa saja yang tidak esensial namun ada dalam Sumber Belajar Uraikan materi yang
menurut Anda tidak esensial tetapi dijelaskan dalam bagian ini
E. Jawaban Latihan Soal Uraian
BIDANG STUDI IPA

A.ENERGI LISTRIK

1.Energi listrik

Energi listrik sangat banyak manfaatnya. Berbagai kegiatan manusia sangat bergantung pada
energi listrik. Listrik digunakan untuk menyalakan pompa air di rumah, memasak nasi dengan rice
cooker, dan menyalakan lampu belajar untuk penerangan. Listrik di rumah berasal dari pembangkit
tenaga listrik. Energi listrik ini dialirkan ke rumah, sekolah, pabrik, dan kantor menggunakan kabel-
kabel penghantar. Dalam memanfaatkan energi listrik haruslah berhati-hati. Listrik dapat menjadi
kawan karena listrik sangat bermanfaat. Namun, listrik juga bisa menjadi lawan karena berbahaya jika
penggunaannya tidak sesuai aturan.

Kesalahan dalam menggunakan peralatan dapat menimbulkan kecelakaan. Kecelakaan listrik


sebenarnya dapat dicegah, sehingga berbagai bahaya dan kerugian dapat dihindari. Selain itu,
keselamatan jiwa juga akan lebih terjaga. Kecelakaan listrik dapat dikurangi dengan melakukan
beberapa upaya sederhana berikut ini.
a. Pastikan tangan dan kaki kering saat menggunakan peralatan listrik. Tubuh yang basah menjadi
lebih mudah dialiri arus listrik, karena air dapat menghantarkan listrik.
b. Segera mengganti kabel listrik yang terkelupas serta tidak menggunakan alat-alat listrik yang rusak.
Kabel listrik yang terbuka atau terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek (korsleting).
c. Pastikan steker dan stopkontak selalu terbebas dari air. Steker dan stopkontak yang basah dapat
berbahaya karena air dapat menghantarkan listrik.
d. Stopkontak hanya berpasangan dengan steker. Jangan pernah memasukkan benda apapun ke
dalam stopkontak, selain steker.

2. Daya Listrik

Setiap peralatan listrik umumnya dilengkapi dengan label. Label tersebut memuat beda
potensial yang diperlukan, serta daya yang dihasilkan. Alat listrik yang dijual di toko biasanya sudah
tercantum daya dan tegangan yang dibutuhkan alat itu. Misalnya, lampu bertuliskan 60 W/220 V,
setrika bertuliskan 300W/220 V, dan pompa air bertuliskan 125 W/220 V

3. Perubahan Energi Listrik

Manusia menggunakan sumber-sumber energi yang disediakan alam sejak dulu. Dari sekian
banyak bentuk energi yang kita ketahui, energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling
mudah diubah ke dalam bentuk energi yang lain. Untuk mengubah bentuk energi listrik diperlukan
alat listrik. Energi listrik dapat diubah ke berbagai bentuk energi antara lain energi cahaya, energi
kalor, energi bunyi, energi kinetik, dan energi kimia. Perubahan bentuk energi.

4.Transmisi Energi Listrik

Transmisi energi listrik adalah sarana untuk menyalurkan energi listrik dari Pusat Pembangkit
Tenaga Listrik (PTL) menuju ke pusat-pusat beban (gardu induk) yang selanjutnya akan
didistribusikan ke pelanggan atau konsumen. listrik selalu memenuhi hukum kekekalan energi.
5.Penghematan Energi Listrik
Sumber energi yang terbatas dan banyaknya permintaan listrik di tanah air mendorong kita
untuk menghemat energi di antaranya penghematan energi listrik. Pemanfaatan energi listrik secara
efektif perlu digalakkan pada seluruh pengguna energi listrik. Jatah daya listrik yang diberikan PLN
perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

B.TATA SURYA
1. Sistem Tata Surya
Sistem tata surya adalah suatu sistem organisasi yang teratur pada Matahari. Artinya
Matahari sebagai induk (pusat peredaran) dikelilingi oleh pengikut-pengikutnya, yaitu planet, satelit,
asteroid, komet, dan meteor. Semua pengikut Matahari tersebut bergerak mengelilingi dalam garis
edar tertentu yang berbentuk elips karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi matahari.

2. Teori Asal-usul Tata Surya

a. Teori nebula atau teori kabut.

Teori ini mengemukakan bahwa pada awal mulanya tata surya masih berupa kabut raksasa.
Kabut ini terbentuk dari debu, es dan gas yang disebut nebula, serta unsur gas yang sebagian besar
hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan
arah tertentu. Selanjutnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut
Matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. Cincin-cincin gas dan es
terlontar ke sekeliling Matahari akibat gaya gravitasi. Gas-gas tersebut memadat seiring dengan
penurunan suhunya dan membentuk planet-planet.

b. Teori planetisimal

Teori ini mengatakan tata surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang lewat cukup dekat
dengan Matahari, pada masa pembentukan Matahari. Karena jarak yang dekat tersebut, kemudian
terjadi benjolan pada permukaan Matahari, dan bersama dengan proses internal matahari, bintang
lain tersebut menarik materi berulang-ulang dari Matahari.

c. Teori pasang surut bintang.

Menurut teori ini, planet terbentuk karena mendekatnya bintang lain kepada Matahari.
Keadaan yang hampir bertabrakan ini menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari
dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi
menjadi planet.

d. Teori kondensasi.

Teori ini mengatakan tata surya terbentuk dari bola kabut raksasa yang berputar
membentuk cakram raksasa.

e. Teori bintang kembar

Menurut teori ini dahulu tata surya berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan
letaknya pun berdekatan. Selanjutnya, salah satunya meledak menjadi serpihan-serpihan kecil.
Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

3. Posisi dan Karakteristik Anggota Tata Surya


Anggota tata surya merupakan benda-benda angkasa yang pergerakannya selalu dipengaruhi
oleh gaya gravitasi. Anggota tata surya terdiri dari Matahari, delapan buah planet yang sudah
diketahui dengan orbit tertentu yang berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang
teSetiap anggota tata surya memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Adapun
karakteristik masing-masing anggota tata surya adalah sebagai berikut:
a. Matahari
Menurut para ahli, suhu atau panas di permukaan matahari mencapai sekitar 5.500 oC,
sedangkan suhu di dalam inti matahari sangat panas, yaitu sekitar 15 juta oC. Karena suhunya yang
sangat tinggi, maka seluruh matahari terdiri dari gas, tidak ada benda padat atau benda cair. Jarak
matahari dari bumi sekitar 150 juta kilometer. Jarak ini adalah posisi yang tepat untuk kelangsungan
kehidupan makhluk hidup di bumi. Apabila bumi lebih dekat lagi dengan matahari, maka bumi akan
terbakar. Sementara itu, jika bumi pada posisi yang lebih jauh lagi, maka bumi akan membeku.
b. Planet
Planet adalah sebuah benda langit yang tidak memiliki sumber cahaya sendiri dan bergerak
mengelilingi matahari dalam garis edar tertentu. Selain bergerak mengelilingi matahari, planet juga
berputar pada porosnya dengan gerakan umumnya berlawanan dengan arah jarum jam.
Benda langit dinamakan planet jika memenuhi syarat-syarat berikut:
a) Mengorbit matahari.
b) Berukuran cukup besar, sehingga mampu mempertahankan bentuk bulat.
c) Memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih, artinya tidak ada benda lain pada orbit tersebut lah
diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
c. Satelit
Satelit adalah benda langit yang bergerak mengelilingi planet tertentu. Oleh sebab itu satelit
disebut juga pengiring planet. Satelit memiliki orbit peredaran sendiri dan bersama-sama planet
bergerak mengelilingi matahari. Satelit dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu satelit alam dan
satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang telah ada secara alami dalam tata surya, bukan buatan
manusia. Satelit buatan adalah satelit yang sengaja dibuat manusia dan diluncurkan ke angkasa untuk
tugas khusus. Tugas satelit antara lain untuk keperluan sarana komunikasi, penelitian tentang cuaca,
penelitian benda-benda langit, sarana pemandu pelayaran dan penerbangan, siaran radio dan televisi,
serta untuk keperluan pemetaan keadaan permukaan bumi serta hasil kekayaan alam yang terkandung
dalam perut bumi.

d. Meteor
Meteor merupakan benda-benda langit kecil yang juga mengelilingi Matahari dan jumlahnya
sangat banyak. Sering beberapa diantara meteor jatuh ke Bumi. Meteor yang jatuh ke Bumi akan
bergesekan dengan atmosfer Bumi dan terbakar, hingga meteor biasanya akan habis dahulu sebelum
mencapai permukaan Bumi. Gesekan meteor dan atmosfer Bumi menghasilkan sinar yang nampak
sebagai bintang jatuh atau bintang pijar. Batu meteor yang berhasil mencapai permukaan Bumi
disebut meteorit. Batu ini akan meninggalkan bekas berupah kawah pada permukaan bumi.
e.Komet
Komet adalah benda langit yang kecil yang bergerak mengelilingi Matahari dalam orbit elips.
Komet sebenarnya berupa butiran-butiran es dan batuan yang membentuk bola besar. Komet terdiri
atas inti serta lapisan seperti awan kabut yang menyelimuti inti dan sering memanjang membentuk ekor.
Oleh sebab itu,komet sering disebut bintang berekor.
f. Asteroid
Asteroid disebut juga planetoid. Asteroid atau planetoid sebenarnya merupakan planet-planet
kecil yang bergerak mengelilingi Matahari. Benda langit tersebut disebut planetoid karena mirip
dengan planet, dan disebut asteroid karena mirip bintang. Orbit asteroid berada di antara orbit Mars
dan Jupiter.
C.GERAK BUMI DAN BULAN.
1.Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada porosnya. Bumi berputar dari Barat ke Timur. Bumi
memerlukan waktu 24 jam untuk satu kali berotasi. Rotasi bumi menyebabkan gejala alam yang dapat
diamati dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini akibat dari rotasi bumi.
a. Terjadinya Siang dan Malam
Siang dan malam terjadi karena bumi beredar mengelilingi Matahari sambil berputar pada
porosnya. Seiring dengan putaran bumi, maka masing-masing bagian bumi bergantian dalam
memperoleh sinar matahari. Ketika bagian bumi mendapat cahaya matahari, daerah tersebut
mengalami siang hari. Sebaliknya, bagian bumi lain yang tidak mendapat sinar matahari mengalami
malam hari
b. Terjadinya Gerak Semu Harian Matahari
Matahari terlihat seolah-olah bergerak dari timur, melintasi langit dan pada senja hari matahari
terbenam di ufuk sebelah Barat. Pergerakan matahari seperti ini bukanlah gerak matahari yang
sebenarnya, akan tetapi terjadi akibat adanya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) selama sehari
semalam. Peristiwa pergerakan matahari semacam ini dinamakan gerak semu harian ma
Tahari.
c. Terjadinya perbedaan waktu
Akibat rotasi bumi dari arah barat ke timur akan terjadi peristiwa siang dan malam. Peristiwa
tersebut menyebabkan adanya perbedaan waktu. Bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk
melakukan satu putaran. Tepatnya 23 jam 56 menit 4 detik. Sekali rotasi, Bumi menempuh 3.600
bujur selama 24 jam. Artinya 15 derajat (bujur) ditempuh selama empat menit. Dengan demikian,
tempat-tempat yang berbeda 15 derajat akan berbeda waktu empat menit. Indonesia juga
mengalami perbedaan waktu. Oleh sebab itu, dibuatlah sistem pembagian waktu. Indonesia dibagi
menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan
Waktu Indonesia Timur (WIT). Setiap daerah memiliki selisih

2. Revolusi Bumi
Revolusi bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari. Bumi melakukan rotasi
bersamaan dengan melakukan revolusi. Arah gerak revolusi bumi sama dengan arah gerak rotasi
bumi, yaitu dari Barat ke Timur. Bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau satu tahun waktu 1 jam
dengan duntuk sekali berevolusi. Ketika berevolusi, sumbu bumi miring dengan arah yang sama yaitu
23,5o dari garis tegak lurus pada bidang edar (ekliptika). Sama halnya rotasi bumi, revolusi bumi juga
menyebabkan gejala alam. Berikut ini akibat dari revolusi bumi.
a. Terjadinya perubahan musim
Perputaran bumi mengelilingi Matahari pada sudut tertentu adalah penyebab terjadinya
pergantian musim. Di Bumi ini terdapat empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin.
Musim terjadi karena poros bumi selalu miring saat mengelilingi Matahari. Akibatnya, belahan bumi
utara dan belahan bumi selatan selalu bergantian ketika condong menghadap Matahari. Saat
belahan bumi selatan condong menghadap Matahari, di tempat itu mengalami musim panas,
sedangkan di belahan bumi utara mengalami musim dingin. aerah lainnya.

b. Terjadinya perubahan lamanya waktu siang dan malam di belahan bumi utara dan selatan

Revolusi bumi mengakibatkan belahan bumi utara dan selatan mengalami panjang waktu
siang dan malam yang selalu berubah di sepanjang tahun. Perubahan ini terjadi karena sumbu bumi
memiliki kemiringan sebesar 23,5o. Daerah khatulistiwa tidak mengalami hal ini, dimana panjang si
c. Terjadinya gerak semu tahunan matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan
pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember )
disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak.
Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
3. Revolusi Bulan
Sama halnya seperti Bumi, Bulan juga selalu bergerak. Pergerakan Bulan dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu gerakan berputar pada porosnya, gerakan mengelilingi Bumi, dan gerakan
bersama Bumi mengelilingi Matahari. Rotasi bulan adalah gerak perputaran Bulan pada porosnya.
Waktu yang diperlukan Bulan untuk sekali berotasi adalah 29,5 hari atau satu bulan. Bulan berotasi
dari Barat ke Timur. Rotasi Bulan tidak memberikan dampak apa pun terhadap kehidupan di Bumi.
Revolusi bulan adalah gerak perputaran Bulan dalam mengelilingi Bumi. Dalam mengelilingi
Bumi, Bulan akan akan tampak berbeda dari waktu ke waktu. Bagian Bulan yang tampak dari Bumi
merupakan bagian permukaan Bulan yang terkena sinar Matahari. Dalam hal ini, luas bagian Bulan
yang terkena sinar Matahari berubah-ubah. Dalam sekali revolusi, Bulan mengalami delapan fase.
Apabila dirata-rata, setiap fase Bulan berlangsung selama lebih kurang 3 – 4 hari.
4. Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari
Bumi beredar mengelilingi Matahari. Bulan beredar mengitari Bumi. Bumi dan Bulan
bersama-sama beredar mengelilingi Matahari. Pergerakan Bumi dan Bulan ini menyebabkan
terjadinya gejala alam yang disebut gerhana. Secara harfiah, gerhana dapat diartikan sebagai
penggelapan cahaya suatu benda langit oleh benda langit lainnya. Ada dua (2) macam gerhana, yaitu
gerhana Bulan dan gerhana Matahari.
a. Gerhana Bulan
Gerhana Bulan terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus.
Posisi Bumi ada di antara Matahari dan Bulan. Akibatnya, Bulan tidak memperoleh sinar
b. Gerhana Matahari
Gerhana matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.
Kedudukan Bulan berada di tengah-tengah, di antara Matahari dan Bumi. Gerhana matahari, karena
terhalang oleh Bumi. Gerhana Bulan terjadi pada malam hari. matahari terjadi pada siang hari. Posisi
Bulan yang berada di tengah menyebabkan terhalangnya sinar matahari pada sebagian permukaan
bumi untuk beberapa saat. Gerhana matahari terjadi ketika bulan sedang berada dalam fase bulan
baru, ketika Bulan diapit oleh Matahari dan Bumi.
BIDANG STUDI BAHASA INDONESIA

Tema 1: Selamatkan Makhluk Hidup


Allah menciptakan manusia dengan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Dalam
keanekaragaman bangsa dan suku itu tentulah digunakan bahasa yang bervariasi. Bahasa Indoensia
adalah anugerah bagi bangsa Indonesia karena dengan lahirnya bahasa Indonesia pada 28 Oktober
1928 menyatukan beraneka ragam suku yang terdapat di negara ini dengan dialek yang berbeda-beda.
Kemudahan dalam berkomunikasi sesama warga negara dari suku yang beraneka ragam ini
merupakan wujud konkret dari bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa. Jadi, secara tegas
bahwa Allah menciptakan manusia dan mengajarkannya pandai berbicara (Ar-Rohman; 3-4).
Bahasa hidup dan berkembang seiring dengan pertumbuhan manusia di muka bumi ini. Jika
manusia tidak ada, misalnya musnah ditelan tsunami atau habis tenggelam dalam samudera bersama
kapal laut maka musnah pulalah bahasa. Oleh karena itu, dengan menjaga dan melestarikan
kehidupan manusia maka melestarikan bahasa pula.
Sebagai generasi penerus bangsa ini, kalian adalah pelestari bahasa Indonesia. Ayo, gunakan
bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Berbahasa yang baik artinya menggunakan bahasa sesuai
dengan tempat dan situasi, sedangkan berbahasa yang benar artinya yakni menggunakan bahasa
sesuai aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).Mengali isi teks pidato yang didengar dan dibaca.

URAIAN MATERI
Pidato merupakan penyampaian uraian secara lisan tentang sesuatu di depan umum. Naskah
pidato memuat salam pembuka, pendahuluan, isi masalah yang disampaikan, simpulan, dan penutup.
Macam-macam teks pidato berdasarkan tujuannya dibedakan menjadi empat sebagai berikut.

1. Teks pidato persuasif


Teks pidato persuasif bertujuan memengaruhi emosi pendengar untuk berbuat sesuatu sesuai dengan
keinginan pembicara.
2. Teks pidato argumentatif
Teks pidato argumentatif bertujuan meyakinkan pendengar tentang kebenaran suatu pendapat.
3. Teks pidato informatif
Teks pidato informatif bertujuan memberi tahu atau memberi informasi baik berupa pengarahan
maupun penerangan.
4. Teks pidato deskriptif
Teks pidato deskriptif bertujuan melukiskan suatu keadaan.

Strategi Pembelajaran
A. Mendengarkan
Ajaklah peserta didik untuk mendengarkan teks pidato yang disampaikan oleh orator terkenal
milik bangsa Indonesia yakni Soekarno. Dengan mendownload dari you tube berupa rekaman pidato
Bung Karno yang berasal dari arsip nasional.

B. Berbicara
Setelah seluruh siswa menyimak rekaman pidato tersebut, lakukan tanya jawab dengan
menggali hasil simakan tadi berupa isi pidato atau termasuk ke dalam kategori pidato yang manakah
itu jika ditinjau dari segi macam-macam pidato. Gali terus pemahaman mereka tentang isi pidato yang
telah disimak kemudian berilah kesempatan kepada siswa untuk ke depan kelas agar mampu
mengulang beberapa kata atau mungkin kalimat yang telah diucapkan oleh orator tersebut dengan gaya
peserta didik melalui imajinasi yang dibangunnya.

C. Membaca

Tampilkan teks pidato dalam bentuk tertulis dengan menggunakan slide atau power point, lalu
mintalah beberapa siswa tampil ke depan kelas untuk menunjukkan dengan cara memberi garis bawah
pada bagian nada tertentu manakah yang dibaca dengan intonasi lebih tingga atau naik. Setelah itu,
siswa membacakan dengan gaya dan intonasi yang dimilikinya.

D. Menulis
Bentuklah kelompok atau grup diskusi kemudian mintalah siswa untuk menentukan ketua
dari masing-masing kelompok. Selanjutnya dibantu penjelasan guru dan buku siswa maka tugas
membuat satu teks pidato bagi tiap kelompok dengan menentukan satu tema. mengetahui bagian-
bagian pidato.

Tema 2: Persatuan dalam perbedaan

Pentingnya bahasa dan penggunaannya dalam kehidupan manusia memposisikan manusia


berada dalam kedudukan yang lebih tinggi dari makhluk apapun. Untuk itu, dalam Alquran pun sudah
secara tegas disampaikan bahwa: “Hai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu. Maka
setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama itu Allah Berfirman,”Bukankah sudah Aku
katakan kepada kamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan lebih
mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan? (Al-Baqoroh; 34)
Nama-nama benda yang berada dalam alam ini beserta segala bentuk modifikasi atau
tiruannya yang terlahir dari kreativitas manusia menjadi tanda akan kekayaan dan keanekaragaman
bahasa. Dalam perbedaan tersebut tentulah bukan untuk dipertentangkan, tetapi dipahami agar
meluaskan wawasan serta pandangan dengan menggunakan bahasa sebagai alat bertukar informasi
dan memudahkan manusia dalam membangun peradabannya. Mengaitkan peristiwa yang dialami
tokoh dalam cerita fiksi dengan pengalaman pribadi

URAIAN MATERI
Fiksi sama artinya dengan non ilmiah. Cerita adalah karangan yang mengisahkan terjadinya
suatu peristiwa, kejadian, perbuatan, pengalaman, atau penderitaan seseorang, baik yang benar–benar
terjadi atau hanya bersifat khayalan (bersifat fiksional ). Cerita fiksi sejarah disebut juga cerita
sejarahan yakni cerita rekaan yang mengandung unsur-unsur sejarah.
Macam-macam Cerita:
1. Cerita berbingkai,
2. Cerita bergambar;
3. Cerita detektif;
4. Cerita pelipur Lara;
5. Cerita vignette;
6. Cerita rakyat;
7. Cerita pendek (cerpen).

Cerita berbingkai adalah cerita yang didalamnya terdapat pula beberapa cerita lain, sehingga
cerita pertama merupakan bingkai dari cerita kedua, cerita kedua menjadi bingkai cerita ketiga, dan
seterusnya. Contoh : (a) cerita Hikayat 1001 Malam, (b) cerita Hikayat Bayan Budiman, (c) Hikayat
Kalilah dan Dimnah.4
Cerita bergambar adalah penyajian kisah pada cerita bergambar dibantu oleh gambar /
Ilusitrasi. Maksud pemuatan gambar adalah untuk melukiskan peristiwa, situasi dan sebagainya.
Cerita bergambar dapat dimuat dalam surat kabar, majalah atau dalam bentuk buku. Cerita bergambar
berbeda dengan komik, karena peristiwa pada komik benar-benar disampaikan oleh gambar. Sedangkan
pada cerita bergambar, rangkaian cerita tidak dijalin oleh gambar-gambar. Sifat dari gambar hanya
membantu pembaca untuk memahaminya. Bahkan seandainya gambar pada cerita bergambar
ditiadakan, maka tidak akan menggangu jalan cerita.
Adapun “berdasarkan sejarahnya, cerita anak-anak sebenarnya berasal dari cerita-cerita yang
diperuntukan bagi orang dewasa. Sebelum munculnya sastra yang khusus ditujukan bagi anak-anak,
roman abad pertengahan seperti kisah Robin Hood Robinson Crusoe karya Daniel Defoe, dan Satire
Social Gulliver’s Travel (Perjalanan Gulliver) karya Jonathan Swift (1726) diadaptasi oleh anak-anak
sebagai bacaan mereka [sic] Cristantiowati) , 1996 : 14”5

Genre Sastra yang Membangun Karakter


Sastra melalui pengajaran yang efektif sangat penting bagi anak didik. Sebagaimana
diungkapkan oleh Broto dalam Sumaryadi bahwa “sastra dapat menimbulkan rasa haru, keindahan,
moral, keagamaan, khidmat terhadap Tuhan, dan cinta terhadap sastra bangsanya.”6 “Sastra juga
mampu memberikan kenikmatan, keindahan dan keagungan kepada anak didik khususnya dan bangsa
ini pada umumnya.”7
Sejalan dengan implementasi pendidikan karakter yang sedang digalakkan oleh pemerintah
saat ini maka sastra menjadi salah satu media yang efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai
pendidikan karakter kepada anak didik. Aristoteles pernah menyampaikan bahwa sastra dapat menjadi
media katarsis atau pembersih jiwa, baik bagi penulis, pembaca serta penikmatnya. Maksud dari hal
ini yaitu bahwa pembaca setelah membaca karya sastra, perasaan dan pikiran menjadi terbuka, karena
telah mendapatkan hiburan dan ilmu. Demikian juga bagi penulis, setelah menghasilkan karya sastra,
jiwanya mengalami lapang, terbuka, dan bersih, karena telah berhasil mengekspresikan semua yang
membebani perasaan dan pikirannya.
Oleh karena itu, karya sastra yang dipilih menjadi bahan ajar, bukanlah asal “comot” atau
semaunya saja diambil, melainkan memiliki kriteria yang berkualitas.

Metode Penyampaian Cerita


Setelah guru selesai mempersiapkan cerita, tibalah saat bersiap-siap untuk menyampaikannya
kepada peserta didik. Pada saat itu guru harus memperhatikan hal-hal berikut:

1. Tempat bercerita

Bercerita tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas, tetapi boleh juga di luar kelas yang
dianggap baik oleh guru agar para siswa bisa duduk dan mendengarkan cerita. Kita anjurkan kepada
guru, setiap kali kondisinya memungkinkan agar mengajak murid ke luar kelas. Bisa di halaman
sekolah, teras, bawah pohon, di balik dinding, atau di tempat terbuka yang terkena sinar matahari
sekiranya para siswa dapat menahan panasnya seperti dalam musim hujan. Lebih baik jika guru
mengajar para siswa, atau bercerita kepada mereka, di udara bebas selagi mungkin daripada
membatasi mereka di ruang kelas.

2. Posisi duduk

Sebelum guru memulai bercerita sebaiknya ia memposisikan para siswa dengan posisi yang
baik untuk mendengarkan cerita. Kemudian guru duduk di tempat yang sesuai dan mulai bercerita.
Sebaiknya, guru tidak langsung duduk pada awal bercerita tetapi memulainya dengan berdiri. Lalu
tidak duduk terus, tetapi juga berdiri, bergerak, dan mengubah posisi gerakan sesuai dengan jalannya
cerita.

3. Bahasa Cerita

Bahasa dalam bercerita hendaknya menggunakan gaya bahasa yang lebih tinggi dari gaya
bahasa siswa sehari-hari, tetapi lebih ringan dibandingkan gaya bahasa cerita dalam buku. Dengan
catatan, tetap dipahami oleh siswa. Dalam bercerita guru juga hendaknya menggunakan kata-kata dan
ungkapan yang pendek dan baru tapi mudah diingat dan dekat dengan siswa. Seperti ungkapan
Kelinci ‘keras kepala’. Kata ‘keras kepala’ boleh jadi tidak dikenal artinya di kalangan para siswa.
Guru dapat menjelaskannya dengan kata ’yang kepalanya gundul’. Ia akan mengatakan, ‘Kelinci
keras kepala yang kepalanya gundul’. Dengan memberi kata baru yang diserta penjelasan arti akan
membekas dalam ingatan anak-anak.
4. Intonasi Guru

Cerita itu mencakup pengantar, rangkaian peristiwa, konflik yang muncul dalam cerita, dan
klimaks. Pada permulaan cerita guru hendaknya memulainya dengan suara tenang. Kemudian
mengeraskannya sedikit demi sedikit. Perubahan naik turunnya cerita harus sesuai dengan peristiwa
dalam cerita. Ketika guru sampai pada puncak konflik ia harus menyampaikannya dengan suara
ditekan dengan maksud menarik perhatian para siswa. Juga akan memberikan gambaran yang
membuat mereka berpikir untuk menemukan klimaksnya. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa
besarnya perhatian para siswa akan bertambah ketika konflik mulai berkembang. Dan mereka akan
merasa lega dari ketegangannya, jika telah sampai pada klimaks. Maka guru hendaknya
menyampaikan peristiwa-peristiwa dalam cerita dengan suara yang meyakinkan yang dapat membuat
siswa penasaran hingga tiba saat klimaks. Ketika guru menyampaikan klimaks, ia harus menjiwai
setiap ungkapan dan intonasi suara sampai akhir cerita.

5. Pemunculan Tokoh-tokoh

Telah disebutkan bahwa ketika mempersiapkan cerita, seorang guru harus mempelajari
terlebih dahulu tokoh-tokohnya, agar dapat memunculkannya secara hidup di depan para siswa. Untuk
itu, diharapkan guru dapat menjelaskan peristiwanya dengan jelas tanpa gemetar atau ragu-ragu.
Misalnya dalam menceritakan kisah orang kaya dan orang miskin, guru bisa mengatakan, “Seorang
Kakek Tua memandang rumah seorang laki-laki kaya. Kemudian seraya bersitekan pada tongkatnya,
ia berjalan menuju rumah itu sampai di depan pintu. Ia mengetuknya.... “ Ungkapan ini dapat
disampaikan dengan disertai gerakan, misalnya dengan memegang sesuatu sebagai isyarat, lalu
berjalan menuju pintu kelas dan mengetuknya. Gambaran praktis yang sesuai dengan gambaran yang
dirasakan siswa saat mendengarkan ungkapan itu, lewat kata-kata yang mereka dengar, akan
memperkuat indera pikir mereka.

6. Penampakan Emosi

Saat bercerita guru harus dapat menampakkan keadaan jiwa dan emosi para tokohnya
dengan memberi gambaran kepada pendengar bahwa seolah-olah hal itu adalah emosi si guru
sendiri. Jika situasinya menunjukkan rasa kasihan, protes, marah atau mengejek, maka intonasi dan
kerut wajah harus menunjukkan hal tersebut. Jika guru menampakkan ekspresi yang berlawanan
dengan apa yang diceritakan, seperti tersenyum dalam cerita yang sedih atau sebaliknya, maka itu
adalah kesalahan besar.

7. Peniruan Suara

Sebagian orang ada yang mampu meniru suara-suara binatang dan benda tertentu, seperti
suara singa, kucing, anjing, gemercik air, gelegar petir, dan arus sungai yang deras. Tetapi
kebanyakan guru merasa malu melakukan hal itu dan menganggapnya perbuatan tercela. Padahal
seorang guru, dengan tugas yang diembannya, dituntut untuk dapat
melakukan peniruan suara ini sesuai dengan yang diinginkan dalam cerita. Sebagian guru tidak
menyukai melakukan hal ini didepan siswa. Seharusnya guru tidak perlu merasa rendah dengan
peniruan suara ini, karena pekerjaan mengajar adalah mulia. Dan berverita dengan penggambaran
yang baik adalah bagian dari pekerjaan ini.

8. Penguasaan terhadap Siswa yang Tidak Serius

Perhatian siswa di tengah cerita haruslah dibangkitkan sehingga mereka bisa mendengarkan
cerita dengan senang hati dan berkesan. Para siswa biasanya diam mendengarkan cerita, jika
penyampaiannnya bagus dan disampaikan oleh pendongeng yang bagus pula. Apabila guru melihat
para siswa mulai bosan, jenuh, dan banyak bercanda, maka ia harus mencari penyebabnya. Mungkin
ia sendiri yang menjadi penyebab kebosanan itu, karena bercerita dengan gaya monoton. Mungkin
karen aia tidak dapat menjiwai dalam mengekspresikan emosi tokoh, tidak dapat menjelaskan
rangkaian peristiwa dengan baik, terlalu panjang bercerita, memberi sekat antar peristiwa dengan
tidak tepat, atau mengulang-ulang berbagai ungkapan, dan sebagainya. Ia harus instropeksi diri untuk
menghilangkan kebosanan ini.

9. Menghindari Ucapan Spontan

Guru acapkali mengucapkan ungkapan spontan setiap kali menceritakan suatu peristiwa.
Umpamanya, seseorang mengungkapkan dalam sebuah kisah, “Apa namanya? Pada tengah hari anak
itu merasa haus. Apa namanya? Dan dia bermaksud keluar hutan mencari air minum. Apa namanya?
Lalu.... “6 dan seterusnya. Kebiasaan ini tidak baik karena bisa memutuskan rangkaian peristiwa
dalam cerita.
Jika guru telah selesai bercerita dengan memperhatikan poin-poin terdahulu, maka guru dapat
meminta para siswa untuk mengungkap ulang cerita dengan salah satu cara–dari banyak cara
pengungkapan cerita.

Mendengarkan
Guru mengajak siswa untuk menyimak salah satu cerita fiksi sejarah yang diambil dari
kekayaan budaya bangsa Indonesia. Simakan yang dilakukan siswa bisa dengan bantuan media
gambar, foto atau lukisan.
Berbicara
Guru membagi siswa secara berpasangan untuk tampil ke depan kelas memperagakan teks cerita fiksi
sejarah dalam bentuk wawancara.
Membaca
Guru meminta seluruh siswa untuk membaca dalam hati selama lebih kurang 5-7 menit.
Setelah itu guru menugaskan salah satu siswa untuk membaca teks cerita fiksi sejarah dengan suara
lantang.
Menulis
Guru mengajukan beberapa nama pahlawan yang ada di tanah air, setiap kelompok memilih
salah satu dari sekian nama pahlawan tersebut kemudian secara berkelompok menuliskan kisah
pahlawan tersebut.
BIDANG STUDI IPS
KEGIATAN BELAJAR 1
Manusia Dan Lingkungan Hidup

1. Pengertian, Komponen dan Arti Penting Lingkungan Hidup Bagi Manusia


Lingkungan (environment) adalah sesuatu di sekitar kita baik berupa benda maupun non benda
yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi sikap dan tindakan kita. Dalam bahasa Inggris istilah
lingkungan mempunyai dua pengertian, yaitu : 1) surrounding atau keadaan sekitar adalah sesuatu di
sekitar kita yang tidak mempunyai pengaruh terhadap sikap dan tindakan kita, 2) environment
mempunyai arti sesuatu yang terdapat disekitar seseorang dan dapat memberikan pengaruh terhadap
sikap dan perilaku manusia. Kita mengenal biological environment, natural environment, behavioral
environment dan perceptual environment. Semua itu disebut lingkungan hidup. Menurut
UndangUndang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud
dengan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk
hidup, termasuk perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain. Dari definisi tersebut, secara garis besar terdapat tiga komponen
penting, yaitu komponen fisik (abiotik), komponen hayati (biotik), dan komponen budaya.
Komponen fisik, yang terdapat dalam lingkungan hidup terdiri atas tanah, air, udara, sinar
matahari, senyawa kimia dan sebagainya. Fungsi komponen fisik dalam lingkungan hidup adalah
sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan. Sebagai contoh, air diperlukan oleh semua makhluk
hidup untuk mengalirkan zat-zat makanan, dan matahari
merupakan energi utama untuk bergerak atau berubah. Jika unsur ini tidak ada, maka semua
kehidupan yang terdapat di muka bumi ini akan terhenti. Tanah sebagai unsur lingkungan fisik
menjadi medium tumbuhnya tanaman. Air merupakan sumber penghidupan bagi manusia dan
makhluk hidup lainnya. Udara merupakan sumber kehidupan yang utama bagi semua makhluk hidup.
Komponen hayati dalam lingkungan hidup terdiri atas semua makhluk hidup yang terdapat di bumi,
mulai dari tingkatan rendah sampai ke tingkat tinggi, dari bentuk yang paling kecil hingga yang paling
besar. Sebagai contohnya adalah hewan, tumbuhan. Komponen manusia dan perilakunya merupakan
unsur lingkungan hidup. Lingkungan sosial dan budaya berperan penting dalam memelihara
keseimbangan tatanan lingkungan hidup. Lingkungan yang telah mendapat dominasi dari intervensi
manusia biasa dikenal dengan lingkungan binaan. Penghayatan manusia terhadap nilai-nilai hidup
keagamaan, moral dan etika lingkungan serta kearifan lokal senantiasa mengarahkan persepsi,
tindakan manusia terhadap lingkungan hidup.

2. Interaksi Manusia Dengan Lingkungan Alam


Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam, ternyata telah mengundang berbagai
pandangan sesuai dengan penafsiran dan landasan teori yang dikembangkan oleh masing-masing
fakar yang bersangkutan. Beberapa paham tentang interaksi manusia dengan lingkungan alam, antara
lain:

a. Paham determinisme
Orang-orang yang dipandang sebagai tokoh paham determinisme antara lain: Charles Darwin,
Friederich Ratzel dan Elsworth Huntington. Charles Darwin, seorang naturalis Inggris, telah
mengetengahkan teori evolusi yang kemudian dikenal dengan sebagai Teori Evolusi Darwin. Dalam
teorinya itu, Darwin mengemukakan bahwa makhluk hidup (tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia)
secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. Pada perkembanan tersebut
terjadi perjuangan hidup (struggle for life, struggle for existence), seleksi alam (natural selection) dan
yang kuat akan bertahan hidup (survival of the fittest). Dalam proses perkembangan hidup tadi, factor
alam sangat menentukan. Friederich Ratzel, seorang fakar geografi Jerman dengan teori
‘Anthropogeographie’-nya mengemukakan bahwa manusia dengan kehidupannya sangat tergantung
kepada kondisi alam. Elsworth Huntington, merupakan seorang geografiwan Amerika, bukunya yang
terkenal yaitu ‘principle of human geography. Huntington berpandangan bahwa iklim sangat
menentukan perkembangan kebudayaan manusia.
b. Paham Posibilisme
Menurut E.C. Semple, bahwa kondisi alam bukan merupakan faktor penentu, melainkan
sebagai faktor pengontrol, memberikan kemungkinan atau setidak-tidaknya peluang yang
mempengaruhi kegiatan manusia.

c. Paham optimisme tekologi


Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa kemajuan
pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan yang menjadi penopang
kesejahteraan manusia. Atas dasar hal tersebut, telah muncul motto teknologi sebagai tulang
punggung pembangunan. Penerapan teknologi telah mampu membuka sebagaian rahasia alam bagi
kepentingan kesejahteraan manusia. Berdasarkan keberhasilan tersebut maka sekelompok orang
menyakini bahwa alam dapat dikuasai selama ilmu pengetahuan dan teknologi itu ada, bahkan
sebagian orang menyakini bahwa teknologi bukan lagi sebagai sebuah alternative tetapi sebagai
sebuah keyakinan yang menjamin hidup dan kehidupan manusia

d. Keyakinan Ketuhanan
Kita manusia sebagai mahkluk beriman memiliki keyakinan bahwa alam semesta diciptakan
oleh Al khalik Allah SWT, Planet bumi kita yang juga diciptakan dengan segala kekayaan dan
makhluk hidup yang berada diatasnya, hanyalah merupakan titik di alam raya yang belum diketahui
oleh kita manusia berapa ukuran dan batasnya. Manusia penghuni biosfer, sedangkan biosfer saja
hanya 1/550 bagian dari bumi, berarti sebesar apalah kita manusia di jakat raya ini.

3. Interaksi Manusia Dengan Lingkungan Sosial


Manusia adalah makhluk sosial (homo socialis) yang selalu hidup bersama dengan manusia
yang lainnya. Sejak dilahirkan, manusia sangat bergantung pada orang lain. Di dalam kehidupannya,
manusia tidak hidup dalam kesendirian.Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan
sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan
manusia lain. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga masyarakat,
dan warga negara.

4. Interaksi Manusia Dengan Lingkungan Budaya


Perbedaan yang hakiki antara manusia, baik secara individu maupun sebagai anggota
masyarakat, dengan makhluk hidup lainnya terutama binatang yaitu terletak pada akal, pikiran dan
kemampuan intelektual yang dimilikinya. Oleh sebab itu hal yang paling bermakna bagi manusia
adalah akal dan kemampuan intelektualnya “berkembang dan dapat dikembangkan”
Perkembangan dan pengembangan akal pikiran manusia menghasilkan apa yang kita sebut
kebudayaan. Konsep kebudayaan sendiri asalnya dari bahasa Sangsakerta, kata buddhayah ialah
bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Oleh sebab itu, kebudayaan dapat diartikan
sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal.

Antara manusia dengan alam lingkungan sekitar terjadi interdependensi, atau saling
ketergantungan antar keduanya. Sebagai contoh; pada masa praaksara, dimana saat itu bumi dihuni
oleh manusia purba, yang sangat tergantung pada alam jika dibandingkan dengan manusia sekarang.
Hal ini disebabkan peradaban manusia saat itu belum tinggi sehingga dalam mempertahankam diri
untuk kelangsungan hidup, manusia purba tergantung sepenuhnya kepada potensi alam sekitarnya.
Dalam perkembangan jaman dan kemajuan peradaban, manusia tetap tergantung pada alam meski
manusia dengan akal budinya dapat memanfaatkan alam secara maksimal sesuai dengan
kebutuhannya. Manusia memerlukan alam untuk tinggal dan sekaligus untuk kemudahan dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari situ terdapat kecenderungan manusia untuk memilih tempat
tinggal seperti tinggal dekat dengan sumber-sumber air, jalan raya, dan daerah subur yang berlokasi
dekat dengan gunungapi karena gunungapi dapat memberikan kesuburan tanah.
5. Pengelolaan Lingkungan
Arti pentingnya lingkungan bagi kehidupan manusia adalah sama dengan memahami ekologi
atau ekosistem, yaitu jalinan antara makhluk hidup dengan lainnya atau lingkungannya pada suatu
tempat atau ruang, dan terjadi hubunan saling aksi dan saling ketergantungan, dan sebagai akibat dari
hubungan tersebut, maka terjadi keseimbangan.

6. Bentuk Pelestarian Lingkungan


a) Cagar alam
Cagar alam adalah sebidang lahan yang dicaga untuk melindungi flora dan fauna yang ada di
dalamnya. Di dalam cagar alam tersebut tidak boleh dieksploitasi mengambil manfaat tumbuhan atau
hewan atau kekayaan lainnya. Jadi dibiarkan tumbuh secara alami.
b) Cagar budaya
Cagar budaya pun memiliki pengertian yang sama dengan cagar alam, hanya saja yang
dilindungi bukan daerah, melainkan suatu hasil kebudayaan manusia, seperti sebuah candi dengan
daerah sekitarnya.

c) Cagar biosfer
Cagar biosfer adalah dapat meliputi suatu daerah yang telah dibudidayakan manusia, misalnya
untuk pertanian tradisional dan pemukiman. Cagar biosfer ini sulit untuk dipertahankan, karena
masyarakat yang ada di dalamnya cenderung berubah dan berkembang pada kehidupan yang modern.

Pengertian, dan Ciri-ciri Makhluk Ekonomi


Dalam ekonomi, dua hal yang selalu bertentangan yaitu sumber daya ekonomi yang terbatas
berhadapan dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Ketidakseimbangan inilah yang
menyebabkan “Masalah pokok dalam ekonomi”. Masalah pokok ekonomi itu adalah “bagaimana
cukup keseimbangan antara kebutuhan dan alat-alat pemuas kebutuhan”. Sebagai makhluk sosial
dalam memecahkan permasalahan ekonomi perlu adanya kerja sama yang saling membantu antara
kelompok satu dengan kelompok lain. Permasalahan pokok ekonomi adalah kebutuhan manusia tidak
terbatas sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas.

Kata ekonomi pertama kali digunakan oleh Xenophone, seorang ahli filsafat Yunani. Istilah
ekonomi berasal dari suku kata Yunani yaitu: oikos dan nomos yang artinya pengaturan (pengelolaan)
rumah tangga. Menurut Paul A. Samuelson, ekonomi adalah studi tentang perilaku orang atau
masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumberdaya yang langka dan memiliki beberapa
alternatif kegunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, kemudian menyalurkannya baik
saat ini atau dimasa yang akan datang kepada berbegai individu dan kelompok yang ada dalam suatu
masyarakat. Sedangkan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan
masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber daya-sumber daya yang langka
(dengan dan tanpa uang) dalam meningkatkan kualitas hidup

Manusia pasti memiliki kebutuhan-kebutuhan hidup yang harus terpenuhi demi kelangsungan
hidupnya. Kegiatan semacam ini sering dikenal degan kegiatan ekonomi. Manusia memiliki
kebutuhan yang beragam dan tidak pernah merasa puas. Manusia mempunyai sifat selalu ingin
memperbaiki dan meningkatkan kualitas dalam hidunya, manusia ini disebut makhluk ekonomi (homo
economicus). Artinya manusia sebagai makhluk ekonomi bersikap rasional, segala perilaku dan
kegiatannya selalu memperhitungkan keuntungan yang diperoleh. Ciri-ciri makhluk ekonomi yaitu:
a. Selalu bertindak secara rasional dengan mempertimbangkan antara pengorbanan dengan hasil yang
diperoleh.
b. Memiliki rasa ketidakpuasan yang tidak terbatas.
c. Selalu berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dengan menjunjung norma agama, adat istiadat,
dan norma yang berlaku di masyarakat.
d. Bertindak berdasarkan dorongan pada kepentingan sendiri untuk memenuhi kebutuhannya secara
efisien.
e. Cenderung memilih suatu kegiatan/aktivitas yang paling dekat dengan pencapaian tujuan yang
diinginkan.

2. Kegiatan Ekonomi dan Pelaku Ekonomi


Kegiatan yang ditujukan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup disebut kegiatan ekonomi.
Secara garis besar, kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga macam, yaitu kegiatan konsumsi, produksi
dan distribusi. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut:
a) kegiatan produksi adalah kegiatan untuk menambah kegunaan atau manfaat suatu barang atau jasa.
Untuk melaksanakan kegiatan produksi tentu saja membutuhkan faktor-faktor prosuksi. Secara garis
besar faktor produksi dikelompokan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
(1)Faktor produksi asli adalah faktor produksi awal atau dasar yang tidak berdiri sendiri. Faktor
produksi asli dibedakan menjadi dua, yaitu:
(a) faktor produksi alam
(b) faktor produksi tenaga kerja
(2)Faktor produksi tidak asli adalah adalah faktor produksi turunan dari faktor produksi asli. Faktor
produksi asli dibedakan menjadi dua, yaitu:
(a) faktor produksi modal (uang, bangunan, mesin, dll)
(b) faktor produksi keahlian
b) Kegiatan distribusi merupakan kegiatan meyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

c) Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menghabiskan nilai guna suatu
barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pelaku-Pelaku Ekonomi
Pelaku ekonomi secara umum dibagi empat pelaku ekonomi, yaitu:
a) Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam perekonomian suatu negara. Rumah tangga
memegang peran utama dalam perekonomian, karena mereka meminta barang dan jasa dari pasar
output dan juga ikut menentukan barang apa yang diproduksi. Juga rumah tangga menawarkan
tenaga kerja, modal, tanah dan kewirausahaan kepasar input.
b) Perusahaan merupakan unit ekonomi yang dibentuk oleh wirausahawan pencari laba dengan cara
menggabungkan tenaga kerja, modal dan tanah guna menghasilkan barang dan jasa
c) pemerintah/negara dibutuhkan dalam pereokomian guna menentukan kebijakan-kebijakan dalam
menjamin keadilan dan keberlangsungan kegiatan perekonomian. Adapun peran pemerintah
sebagai pengatur kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut:
(1) pembuat dan pelaksana peraturan
(2) pengatur monopoli alamiah, pemerintah mengatur atau mengedalikan perusahaan yang
menyebabkan terjadinya monopoli
(3) penyedia barang publik (public goods)
(4) meningkatkan distristabilitas pendapatan
(5) full employment, stabilitas harga, dan pertumbuhan ekonomi
d) Masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi suatu negara dapat dilihat dari tiga segi, yaitu:
(1) masyarakat luar negeri sebagai konsumen
(2) masyarakat luar negeri sebagai produsen
(3) masyarakat luar negeri senagai investor

3. Uang

Secara umum uang diartikan suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan
sebagai alat pembayaran yang sah disuatu wilayah tertentu. berdasarkan hukum uang merupakan
benda yang dirumuskan oleh undang-undang sebagai pembayaran yang sah.
4. Kebijakan Moneter dan Fiskal
Kebijakan Moneter
Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan
perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang
yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan
dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah
dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya
mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.

Kebijakan Fiskal
Yang dimaksud dengan kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan
pemerintah untuk mengelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau yang
diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran. Jadi kebijakan fiskal mempunyai
tujuan yang sama persis dengan kebijakan moneter, perbedaannya terletak pada instrument
kebijakannya. Jika dalam kebijakan moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar,
maka dalam kebijakan fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluarannya.
BIDANG STUDI MATEMATIKA

KEGIATAN BELAJAR 1
BILANGAN
Di dalam matematika terdapat beberapa himpunan bilangan, seperti himpunan bilangan Real,
himpunan bilangan Rasional, himpunan bilangan Bulat, dan himpunan bilangan Asli.
Bilangan Bulat
Himpunan bilangan bulat ( ) adalah gabungan himpunan bilangan bulat negatif, himpunan
bilangan nol, dan himpunan bilangan Asli, yaitu {…,−3,−2,−1,0,1,2,3,…}. Bilangan bulat negatif
sangat diperlukan, misalnya untuk mengetahui kedalaman laut, mengukur suhu yang negatif yang
diukur dengan thermometer dan lainnya yang ada kaitannya dengan bilangan bulat negatif.

Bilangan Pecahan
Anak-anak sudah sejak kecil mengalami arti pecahan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak
anak dalam keluarga mereka masing-masing tidak mendapat satu telur asin, melainkan hanya separuh
saja, Betapa orang tua sukar untuk membagi telur atau mangga atau kue mejadi dua atau tiga atau
empat bagian yang betul-betul dapat memuaskan masing-masing anak. Membagi satu telur asin, atau,
satu pisang goreng atau satu semangka menjadi beberapa bagian bukan pekerjaaan yang asing lagi;
sehingga anak tahu apa yang disebut separuh (setengah), sepertiga, seperempat dan lain-lain."
Peristiwa demikian di dalam rumah merupakan pengalaman-pengalaman tentang pecahan bagi anak-
anak. Pecahan adalah suatu bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk , dengan ≠0. Pada pecahan
, disebut pembilang dan sebut penyebut.

Sifat-sifat Operasi Bilangan Bulat dan Pecahan


Bilangan Bulat dan Pecahan merupakan anggota dari himpunan bilangan Real. Pada himpunan
bilangan Real terdapat operasi penjumlahan dan perkalian, dengan sifat-sifat:
(1) + = + , (sifat komutatif penjumlahan)
(2) ( + )+ = +( + ), (sifat asosiatif penjumlahan)
(3) 0+ = dan +0= , (eksistensi elemen nol, identitas penjumlahan)
(4) +(− )=0 dan (− )+ =0 (Sifat eksistensi bilangan negatif)
(5) × = × , (sifat komutatif perkalian)
(6) ( × )× = ×( × ), (sifat asosiatif perkalian)
(7) 1× = dan ×1= , (eksistensi elemen satuan)
(8) untuk ≠0, ×(1 ⁄)=1 dan (1 ⁄)× =1 (Sifat eksistensi bilangan pecahan)
(9) ×( + )=( × )+( × ) dan ( + )× =( × )+( × ) (sifat distributif perkalian
terhadap penjumlahan)

Karena bilangan bulat dan bilangan pecahan termasuk bilangan real, maka ke-sembilan sifat
tersebut juga berlaku pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dan pecahan.

Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat


Perkalian bilangan bulat positif dengan bulat negatif
Untuk mendapatkan hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan Bulat negatif, caranya
dengan menggunakan penjumlahan beruIang. Perhatikan contoh berikut ini :
a. 5 × (−2) = (−2) + (−2) + (−2) + (−2) + (−2) = (−10)
b. 6 × (−4) = (−4) + (−4) + (−4) + (−4) + (−4) + (−4) = (−24)
c. 4 × (−8) = (− 8) + (− 8) + (− 8) + (− 8) = (−32)
Pembagian Bilangan Bulat
Operasi pembagian pada dasarnya adalah suatu proses pencarian tentang bilangan yang belum
diketahui. Karena bentuk pembagian dapat dipandang sebagai suatu bentuk operasi perkalian dengan salah
satu faktornya yang belum diketahui. Sebagai contoh apabila dalam perkalian 3 × 4 = tentu = 12
maka, dalam pembagian hal tersebut dapat dinyatakan dengan bentuk 12 ÷ 3 = atau 12 ÷ 4 = .
Dengan demikian untuk pembagian 12 ÷ 3 = apabila dinyatakan dalam bentuk perkalian akan menjadi
12 = × 3, sedangkan bentuk pembagian 12 ÷ 4 = menjadi bentuk perkalian menjadi 12 = × 4.
Untuk mencari nilai n dari bentuk 12 = × 3, sama artinya dengan mencari jawab pertanyaan 1, bilangan
manakah yang jika dikalikan dengan 3 akan menghasilkan 12, atau berapakah 12 ÷ 3? Dua pertanyaan
ini, tentunya menghasilkan bilangan yang sama. Jadi bila dalam pertanyaan yang pertama mendapatkan
hasil 4, berarti pula nilai dari 12 ÷ 3 = 4.

Pembagian Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat Positif


Untuk mendapatkan hasil pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, dengan
menggunakan pengurangan berulang sampai sisanya adalah nol. Hasil pembagian ditunjukkan dengan
berapa banyak dikurangi dengan bilangan yang sama. Selanjutnya perhatikan contoh berikut ini :

1) 10 ÷ 2 adalah:
→ 10 − 2 = 8 → 8 − 2 = 6 → 6 − 2 = 4 → 4 − 2 = 2
→ 2 − 2 = 0.
10 dikurangi 2 sebanyak 5 kali sampai sisanya 0. Artinya hasilnya adalah 5.

2) 24 ÷ 4 adalah:
→ 24 − 4 = 20 → 20 − 4 = 16 → 16 − 4 = 12 → 12 − 4 = 8 → 8 − 4 = 4 .
→ 4 − 4 = 0.
24 dikurangi 4 sebanyak 6 kali sampai sisanya nol. Artinya hasilnya adalah 6.

Pembagian Bilangan Bulat Positif dengan Bilangan Bulat negatif


Untuk mendapatkan hasil pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, dengan
memandang operasi perkalian dengan salah satu faktornya belum diketahui.
Contoh:
a. 10 ÷ (−2) = , kita bentuk menjadi perkalian 10 = × (−2) sehingga kita dapatkan adalah −5.
b. 24 ÷ (−4) = , kita bentuk menjadi perkalian 24 = × (−4) sehingga kita dapatkan adalah −6.

Pembagian Bilangan Bulat negatif dengan Bilangan Bulat Positif


Untuk mendapatkan hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, dengan
memandang operasi perkalian dengan salah satu faktornya belum diketahui. Kita ambil contoh sebagai
berikut :
a. −10 ÷ 2 = , kita bentuk menjadi perkalian −10 = × 2 sehingga kita dapatkan adalah −5.
b. −24 ÷ 4 = , kita bentuk menjadi perkalian −24 = × 4, sehingga kita dapatkan adalah −6
.
Pembagian Bilangan Bulat negatif dengan Bilangan Bulat negatif
Untuk mendapatkan hasil pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, dengan
menggunakan pengurangan berulang sampai sisanya adalah nol. Hasil pembagian ditunjukkan dengan
berapa banyak dikurangi dengan bilangan yang sama.
Selanjutnya perhatikan contoh berikut ini:
a. −10 ÷ (−2) = ⋯
→ −10 − (−2) = −8 → −8 − (−2) = −6 → −6 − (−2) = −4 → −4 − (−2) = −2 → −2 − (−2) =
0,
−10 dikurangi −2 sebanyak 5 kali sampai sisanya 0, Artinya hasil dari −10 ÷ (− 2) adalah 5.
b. −24 ÷ (−4) = ⋯
→ −24 − (− 4) = −20 → − 20 − (− 4) = −16 → −16 − (− 4) = −12 → −12 − (− 4) = −8 → − 8
− (− 4) = −4
→ −4 − (−4) = 0.
−24 dikurangi −4 sebanyak 6 kali sampai sisanya nol. Artinya hasilnya adalah 6.

Pecahan
Jenis-jenis Bilangan Pecahan
Ditinjau dari perbandingan besar nilai pembilang dan penyebut, pecahan dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Pecahan Sejati (Pecahan Murni)
Pecahan sejati adalah pecahan yang nilai positif pembilang lebih kecil dari nilai positif penyebut.
Contoh: ,− ,
b. Pecahan Tidak Sejati (Pecahan Campuran)
Pecahan tidak sejati adalah pecahan yang nilai positif pembilang lebih besar dari nilai positif penyebut.
Contoh: ,− ,1

Pecahan tak sejati dapat ditulis dalam bentuk 2 ,yang berarti = 2 Pecahan dalam bentuk 2
disebut pecahan campuran. Jadi pecahan campuran adalah pecahan yang penulisannya merupakan
gabungan dari bilangan bulat dan pecahan sejati.Ditinjau dari nilai pembilang atau penyebutnya,
dan hubungan antara pembilang dan penyebut, pecahan dibedakan menjadi:

Pecahan Sederhana
Pecahan sederhana adalah pecahan yang FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dari
pembilang dan penyebutnya adalah 1.
Contoh: −

Pecahan Senama
Pecahan senama adalah pecahan yang penyebutnya sama.
Contoh: , ,

Pecahan Desimal

Pecahan desimal adalah pecahan yang penyebutnya berbentuk 10 atau jumlahan dari pecahan-
pecahan yang penyebutnya berbentuk 10 dengan bilangan asli.

Contoh: 0,005

c. Pecahan Senilai
Pecahan senilai biasanya disebut juga pecahan yang ekuivalen. Pecahan Ekuivalen dalah pecahan
yang mempunyai nilai yang sama atau pecahan yang senilai atau seharga. Sifat-sifat pecahan
ekuivalen:
(1) Pecahan dan , dengan b ≠ 0 dan d ≠ 0 dikatakan pecahan ekuivalen ditulis = jika dan
hanya jika: a x d = b x c. Contoh: = = sebab 2 x 15 = 3 x 10
(2) Pecahan dan , dengan ≠ 0 dan ≠ 0 dikatakan pecahan ekuivalen ditulis = jika dan
hanya jika: = × dan = × untuk suatu bilangan bulat .

Contoh: = = 10 = 2 × 5 = 3×5

Penjumlahan Bilangan Pecahan


Contoh : + = =

Pengurangan Bilangan Pecahan

Contoh : − = =
KEGIATAN BELAJAR 2
GEOMETRI DAN PENGUKURAN

1. Titik, garis, kurva dan poligon


Titik adalah benda geometri yang tidak memiliki dimensi dan tidak didefinisikan
Garis dapat diartikan sebagai kumpulan atau himpunan titik-titik yang berderet tanpa adalah
celah yang panjangnya tak terbatas
Ruas garis dapat diartikan sebagai kumpulan atau himpunan titik-titik yang berderet tanpa ada
celah dan terletak di antara dua titik ujung tertentu. Ruas garis disebut juga segmen garis.
 Sudut dapat diartikan sebagai gabungan dua sinar garis yang titik pangkalnya berimpit
(berpotongan).
Kurva juga dapat dipandang sebagai himpunan titik-titik yang digambar dengan sebuah alat tulis
dengan tanpa mengangkat alat tulis yang kita gunakan ketika menggambar himpunan titik-titik
tersebut. Secara umum, kurva dapat dikelompokkan menjadi kurva terbuka (terbuka sederhana
dan terbuka tidak sederhana) dan kurva tertutup (tertutup sederhana dan tertutup tidak sederhana).
Poligon atau segi banyak adalah kurva tertutup sederhana yang dibentuk oleh segmen-segmen
garis. Poligon dapat pula dipandang sebagai himpunan titik-titik berderet tanpa celah yang
berada pada masing-masing segmen garis pembentuknya dan titik-titik ujung segmen-segmen
garis tersebut bersekutu sedemikian hingga membatasi sebuah daerah cembung. Poligon dapat
dibagi menjadi poligon beraturan dan poligon tidak beraturan. Nama-nama beberapa poligon
beraturan adalah segitiga samasisi, persegi, pentagon, heksagon, heptagon, dan oktagon. Segitiga
atau poligon segitiga, secara umum dibedakan atas segitiga samakaki, segitiga samasisi, segitiga
siku-siku, dan segitiga sembarang.
 Lingkaran adalah kurva yang dapat kita definisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang
berjarak sama (jari-jari lingkaran) dari sebuah titik tertentu (pusat lingkaran).

2. Panjang, keliling, luas, dan volume bangun geometri

Panjang, keliling, luas, dan volume adalah konsep-konsep matematika yang bersifat abstrak.

Konsep Keliling
Sementara keliling dapat digambarkan sebagai jarak lintasan yang "melingkar" (tidak harus berbentuk
lingkaran) dari sebuah tempat atau titik hingga kembali ke tempat atau titik semula.
Gambar

Gambar di atas adalah bangun segi empat ABCD yang mempunyai keliling. Untuk menentukan
keliling persegipanjang ABCD, misalnya kita ambil titik A sebagai titik awal. Selanjutnya kita
jumlahkan panjang keempat sisi persegipanjang tersebut, yaitu sisi AB + sisi BC + sisi CD + sisi DA;
Dari titik A "berkeliling" hingga kembali ke titik semula, yaitu titik A. Jadi, konsep mennetukan
keliling adalah dengan menjumlahkan semua sisi-sisinya.

Konsep Luas
Luas suatu daerah adalah banyaknya satuan luas yang dapat digunakan untuk menutupi secara
tepat daerah tersebut. Satuan luas dapat berupa satuan tak baku dan satuan baku. Satuan luas tak baku
misalnya adalah buku tulis, segitiga sama sisi, segienam beraturan, dan lain sebagainya. Sedangkan
satuan luas baku adalah cm2, dm2, m2, dll. Adapun langkah pembelajaran luas adalah:
a. Menanamkan konsep luas bangun datar merupakan permukaan dari bangun. Alternatif
pembelajarannya dapat dilakukan dengan mewarnai bermacam-macam gambar bangun datar yang
sama dengan warna yang sama, kemudian membandingkan luas bangun datar sewarna, dan
mengurutkan luas bangun datar yang sama bentuknya.
b. Mengukur luas bangun datar dengan satuan tak baku
c. Menghitung luas bangun datar tak teratur dengan satuan baku (persegi satuan)
d. Menghitung luas bangun datar teratur dengan satuan baku (persegi satuan)
e. Menemukan rumus luas bangun datar
Satuan Panjang
Satuan apakah yang digunakan untuk ukuran panjang? Untuk tahap permulaan, bagi anak-
anak yang pertama kali mempelajari tentang satuan ukuran panjang, dapat menggunakan satuan
panjang yang tidak baku, misalnya dengan menggunakan pensil, sedotan limun, tongkat, atau benda-
benda serupa lainnya. Dengan menggunakan benda-benda tersebut, anak dapat menentukan "berapa
pensil" panjang mejanya; "berapa sedotan limun” panjang papan tulis di kelasnya; "berapa tongkat"
panjang kelasnya; dan sebagainya. Sebagai tambahan wawasan, bila perlu, perkenalkan pula beberapa
satuan panjang tradisional yang tidak baku lainnya yang ada dalam keseharian anak, misalnya
jengkal, depa, langkah, pal, dan sebagainya. Adapun satuan panjang yang baku adalah dalam bentuk
milimeter, centimeter, meter… yang hubungannya dapat diketahui melalui tangga satuan panjang
berikut:
Kilo berarti pengalian
satuan ukuran dengan
1000. Sehingga 1 kilo = 1 x
1000. Jadi 1 kilometer = 1 x
1000 meter
Tiap naik satu tangga dibagi
10
Tiapturun satu tangga dikali
10
km (kilometer)
hm (hektometer)
dam (dekameter)
m (meter)
dm (desimeter)
cm (sentimeter)
mm (milimeter)
Satuan Waktu
Secara baku satuan waktu dinyatakan dengan jam, menit, dan detik. Hubungan ketiganya adalah
1 jam = 60 menit atau 1 menit = 1/60 jam
1 menit = 60 detik atau 1 detik =1/60 menit
Maka 1 jam = 60 x 60 detik = 3600 detik, atau 1 detik = 1/3600 jam
Selain jam, menit, dan detik, 1 lustrum = 5 tahun
waktu juga dapat dinyatakan 1 windu = 8 tahun
dengan hari, minggu, bulan, 1 dasawarsa = 10 tahun
tahun, windu, dekade, abad 1 dekade = 10 tahun
dan lainnya. Hubungan 1 abad = 100 tahun
antara satuan-satuan tersebut
adalah 1 hari = 24 jam
1 minggu = 7 hari
1 bulan = 4 atau 5 minggu
1 tahun = 12 bulan = 52
minggu = 365 atau 366 hari

Hubungan Satuan Panjang dan Satuan Waktu


Satuan panjang dan satuan waktu sering digunakan bersama-sama, misalnya dalam satuan
kecepatan. Kecepatan suatu benda bergerak, biasanya dapat dinyatakan dalam meter/detik (m/d) atau
kilometer/jam (km/jam). Hubungan kedua satuan tersebut adalah
1 km/ jam = 1×1 km1 jam=1×1000 m3600 detik=10003600m/detik=1036m/detik
Maka 1 m/detik = 3610km/jam

Satuan Sudut
Satuan apakah yang digunakan untuk ukuran sudut? Satuan ukuran sudut adalah derajat.
Satuan derajat diperoleh dari keliling lingkaran dibagi dengan 360 bagian sama besar pada lingkaran
tersebut. Setiap bagian yang dimaksud dinamakan "satu derajat" dan biasa ditulis sebagai 1°.

Dengan demikian, satu putaran penuh lingkaran = 1 keliling lingkaran = 360°. Setengah
putaran lingkaran = 1/2 keliling lingkaran = (1/2x 360°) = 180°. Seperempat putaran lingkaran =
1/4keliling lingkaran = (1/4x 360°) = 90°.... dan seterusnya.
Serupa dengan urutan dan kaitan dalam satuan waktu, yaitu jam, menit, dan detik, sudut pun
mengenal urutan dan kaitan antara derajat, menit, dan detik sebagai berikut.
1° = 60' 1’ = 1/60o
1’ = 60” 1”= 1/60’
1° = 60 x 60 “ = 3600” 1”= 1/3600”
Catatan: tanda‘ dibaca menit dan tanda "dibaca detik

Satuan Berat
Di dalam kehidupan sehari-hari, satuan baku untuk menyatakan berat sudah sering didengar anak,
seperti gram atau kilogram. Hubungan antara satuan berat dapat dilihat pada tangga berikut
kg (kilogram)
hg (hektogram)
dag (dekagram)
g (gram) (g)
Ukuran berat lainnya adalah:
1 ton = 1000 kg
1 kuintal = 100 kg
Tiap naik satu tangga dibagi 10
Tiapturun satu tangga dikali 10
BIDANG STUDI PENDIDIKAN KEWARGA NEGARAAN
KEGIATAN BELAJAR 1
1. MORALITAS YANG TERKANDUNG DALAM SILA PANCASILA
a. Nilai
Dalam kamus Purwadarminta (Daryono dkk, 23: 2008) dinyatakan bahwa nilai
adalah harga, hal-hal yang penting atau berguna bagi manusia. Sementara itu nilai dalam
bahasa Inggris sering dikenal dengan istilah value. Value is idea, concept about what some
one thinks is important related to aesthetics, ethics… (Fraenkel dalam Hamid Darmadi,
2009: 27). Demikian rumusan mengenai nilai menurut Fraenkel. Kemudian beliau juga
menyatakan bahwa value ini adanya dalam “people’s minds” (angan-angan manusia)
serta berlainan dengan lainnya (Seseorang dengan lainnya, kelompok dengan lainnya).
Berbeda dengan Fraenkel, Imam Alghazali menyatakan keberadaan nilai-moral dalam
“lubuk hati” (Al Qolbu) serta menyatu/bersatu raga di dalamnya menjadi suara dan hati
atau hati nurani (the conscience of man). Pandangan yang mirip dengan pandangan
Fraenkel adalah Rokeah (dalam Hamid Darmadi, 2009) menyatakan bahwa nilai
merupakan sesuatu yang berharga, yang dianggap bernilai, adil, baik dan indah serta
menjadi pedoman atau pegangan diri.

b. Norma
Norma berasal dari bahasa latin yakni norma, yang berarti penyikut atau siku-siku,
suatu alat perkakas yang digunakan oleh tukang kayu. Dari sinilah kita dapat mengartikan
norma sebagai pedoman, ukuran, aturan atau kebiasaan. Jadi norma ialah sesuatu yang
dipakai untuk mengatur sesuatu yang lain atau sebuah ukuran. Dengan norma ini orang
dapat menilai kebaikan atau keburukan suatu perbuatan.

c. Moral
Aristoteles (Hamid Darmadi, 2009) melukiskan orang bermoral adalah orang yang
sosok dirinya menampilkan hal-hal sebagai berikut; courage, temperance,liberality,
magnifecence, high mindedness, truthfullness and justice. Higgins dan Giligan
mengemukan ciri orang yang bermoral ialah selalu merasakan adanya tuntutan dan
keharusan moral untuk selalu bertanggungjawab terhadap adanya Needs and welfare of
the individual and others, the involment and implication of the self and concequences
other, and intrinsik value of social relationship. Kata moral berasal dari bahasa latin
mores, dari suku kata mos(K. Prent, et al, 1969 dalam Daryono, dkk, 23: 2008), yang
artinya adat istiadat, kelakuan, tabiat, watak, akhlak. Dalam perkembangannya moral
diartikan sebagai kebiasaan dalam bertingkah laku yang baik, yang susila (Amin Suyitno
dalam Daryono, dkk, 23: 2008). Dari dasar pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa
moral adalah ajaran tentang kesusilaan.

d. Akhlak
Ada dua pendekatan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistik
(kebahasaan) dan pendekatan terminologi (peristilahan). Menurut bahasa Akhlak berasal
dari bahasa arab yakni khuluqun yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau
tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalaqun
yang berarti kejadian, serta erat hubungan dengan khaliq yang berarti pencipta dan
makhluk yang berarti diciptakan. Perumusan pengertian akhlak timbul sebagai media yang
memungkinkan adanya hubungan baik antara khaliq dengan makhluk dan antara makhluk
dengan makhluk.
Secara terminologi kata "budi pekerti" yang terdiri dari kata budi dan pekerti. Budi adalah
yang ada pada manusia, yang berhubungan dengan kesadaran, yang didorong oleh
pemikiran, rasio atau karakter. Pekerti adalah apa yang terlihat pada manusia karena
didorong oleh hati, yang disebut behavior. Jadi budi pekerti merupakan perpaduan dari
hasil rasio dan rasa yang termanifestasikan pada karsa dan tingkah laku manusia.
Sedangkan secara terminologi akhlak adalah suatu keinginan yang ada di dalam jiwa yang
akan dilakukan dengan perbuatan tanpa intervensi akal/pikiran.

2. Sumber-Sumber Nilai, Norma, Moral dan Akhlak


a. Pancasila
Pancasila merupakan acuan utama bagi pembentukan hukum nasional, kegiatan
penyelenggaraan negara, partisifasi warga negara dan pergaulan antar warga negara dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan kata lain, nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila menjiwai seluruh kegiatan berbangsa dan bernegara.
Seluruh tatanan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menggunakan
Pancasila sebagai dasar moral atau norma dan tolok ukur tentang baik/buruk dan benar
salahnya sikap, perbuatan, tingkah laku bangsa Indonesia (kepribadian bangsa). Sesuatu
dikatakan mempunyai nilai apabila berguna, bermanfaat, benar dan baik bagi kehidupan
umat manusia.

b. Al Quran dan As-Sunnah


Akhlak menurut islam ada dua sumber yaitu Al – Quran dan As – Sunnah yang
menjadi pegangan dalam menentukan segala urusan dunia dan akhirat. Kedua-dua
sumber itulah juga yang menjadi sumber akhlak Islamiyyah. Prinsip-prinsip dan faedah
ilmu akhlak Islam semuanya didasarkan kepada wahyu yang bersifat mutlak dan tepat
neraca timbangannya.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran PKn tersebut, delapan materi pokok standar
isi mata pelajaran PKn di Indonesia untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
memuat komponen sebagai berikut: (1) Persatuan dan Kesatuan Bangsa; (2) Norma,
Hukum dan Peraturan; (3) Hak Asasi Manusia; (4) Kebutuhan Warga Negara; (5)
Konstitusi Negara; (6) Kekuasan dan Politik; (7) Pancasila; dan, (8) Globalisasi. Jika dipilah-
pilah dari kedelapan materi pokok ke dalam standar kompetensi dan kompetensi
dasarnya, maka dimensi pembelajarannya mencakup aspek kajian (1) Politik Kenegaraan;
(2) Hukum dan Konstitusi; dan, (3) Nilai Moral Pancasila.
PANCASILA adalah Dasar Negara Kesatun Republik Indonesia. Proses lahirnya
Pancasila menjadi sejarah yang tidak akan pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia dan
tentu saja tidak terlepas dari peran para tokoh perjuangan bangsa yang telah melahirkan
Pancasila sebagai Dasar Negara. Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para
Pendiri Bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah “Perjanjian Luhur” bangsa
Indonesia.
Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta. Panca berarti lima dan Sila berarti
prinsip atau asas. Pancasila berarti Lima Prinsip atau Lima Asas atau Lima Dasar atau Lima
Sila. Lima Sila tersebut adalah: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan
beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Masing-masing sila mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia
untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada 36 butir
pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan
Pengamalan Pancasila) pada TAP MPR No. II/MPR/1978. Lihat TAP MPR No. II/MPR/1978.
Adapun fungsi pokok pancasila sebagai dasar negara adalah sebagai berikut:
a. Sebagai Dasar Negara, pancasila berkedudukan sebagai norma dasar atau norma
fundamental (State fundamental norm) Negara dengan demikian Pancasila menempati
norma hukum tertinggi dalam Negara ideologi Indonesia. Pancasila adalah cita hukum
(staatside) baik hukum tertulis dan tidak tertulis ( konvensi ).
b. Sebagai sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupakan kaidah Negara
yang fundamental artinya kedudukannya paling tinggi, oleh karena itu Pancasila juga
sebagai landasan ideal penyususnan arturan – aturan di Indonesia. Oleh karena itu semua
peraturan perundangan baik yang dipusat maupun daerah tidak menyimpang dari nilai
Pancasila atau harus bersumber dari nilai -nilai Pancasila.
c. Sebagai Pandangan Hidup (Volksway), yaitu nilai Pancasila merupakan pedoman dan
pegangan dalam pembangunan bangsa dan Negara agar tetap berdiri kokoh dan
mengetahui arah dalam memecahkan masalah ideologi, politik, ekonomi, sosial dan
budaya serta pertahanan dan keamanan.
d. Sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia (Volgeist), nilai pancasila itu
mencerminkan kepribadian bangsa sebab nilai dasarnya kristalisasi nilai budaya bangsa
Indonesia asli, bukan diambil dari bangsa lain.
e. Sebagai Perjanjian luhur bangsa Indonesia, pancasila lahir dari hasil musyawarah
para pendiri bangsa dan negara (founding fathers) sebagi para wakil bangsa, Pancasila
yang dihasilkan itu dapat dipertanggungjawabkan secara moral, sisio kulturil.
Dalam Pancasila terkandung tiga Nilai sebagai berikut :
1. Nilai Dasar, adalah asas-asas yang berasal dari nilai budaya bangsa Indonesia yang
bersifat abstrak dan umum, relatif tidak berubah namun maknanya selalu dapat disesuaikan
dengan perkembangan zaman. Artinya nilai dasar itu bisa terus menerus ditafsirkan ulang
baik makna maupun implikasinya.

2. Nilai Instrumental, yaitu penjabaran dari nilai dasar yang berbentuk norma sosial dan
norma hukum. Seperti UUD 1945, Tap MPR, UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, UU No.
2 Tahun 1999 tentang partai politik, UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, dll.
3. Nilai Praksis, adalah nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan hidup sehari-hari yang
menandakan apakah nilai dasar atau instrumental masih hidup di tengah masyarakat,
berbangsa dan bernegara. Contoh nilai praksis seperti saling menghormati, toleransi, kerja
sama, kerukunan, bergotong royong, menghargai, dll.

Makna Lambang Garuda Pancasila


-simbol di dalam
perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:

Dan Beradab*

Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat


Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
kyat Indonesia
Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila itu tidak lahir secara mendadak, melainkan melalui proses yang panjang,
dimana nilai-nilai pancasila telah hidup dan berkembang sejak manusia ada. Dalam
dokumen sejarah kita mengenal beberapa macam rumusan dan sistematika tentang
Pancasila.Perumusan Pancasila diawali dengan pembentukan BPUPKI sebagai syarat
untuk mempersiapkan kemerdekaan, sekaligus sebagai syarat yang dipenuhi oleh suatu
negara yang merdeka. Sejak tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 dilangsungkan sidang pertama
BPUPKI yang membicarakan dasar negara.
2. Fungsi Pancasila
a. Fungsi Pancasila.
1. Dasar Negara Republik Indonesia.
2. Pandangan/Falsafah Hidup Bangsa Indonesia
3. Jiwa dan kepribadian Bangsa Indonesia.
4. Perjanjian luhur bangsa Indonesia pada waktu mendirikan negara.
5. Sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum bagi bangsa Indonesia.
6. Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
7. Falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia.

b. Disamping fungsi di atas Pancasila mempunyai dua fungsi pokok, yaitu :


1. Pancasila sebagai Idiologi Nasional.
2. Pancasila sebagai Dasar Negara.
c. Gagasan Pancasila sebagai idiologi terbuka.
1. Perbedaan idiologi terbuka dan idiologi tertutup.
2. Perwujudan Pancasila sebagai idiologi terbuka
d. Pancasila mengandung nilai-nilai
1. Nilai dasar fundamental
2. Nilai instrumental
3. Nilai praktis

e. Struktur idiologi terbuka memiliki tiga dimensi :


1. Dimensi idialisme
2. Dimensi normatif
3. Dimensi realitas

3. Pancasila sebagai Idiologi terbuka.


a. Pengertian Pancasila sebagai idiologi terbuka.

Pancasila menjadi pedoman dan acuan bangsa Indonesia dalam menjalankan


aktivitas di segala bidang sehingga sifatnya harus terbuka, luwes, fleksibel dan tidak
tertutup.Ciri khas dari ideologi terbuka adalah nilai-nilai atau cita-citanya tidak dipaksakan
dari pihak luar melainkan digali dan diambil dari harta kekayaan nurani, moral, dan
budaya masyarakat Indonesia sendiri yang berdasarkan hasil musyawarah dan konsensus
dari masyarakat.
b. Faktor- faktor yang mendorong pemikiran pancasila sebagai ideologi terbuka.
Menurut Moerdiono (1999 : 399) beberapa faktor yang mendorong pemikiran
Pancasila sebagai ideologi terbuka, yaitu :
1. Proses pembangunan berencana, dinamika berkembang cepat sehingga tidak semua
persoalan kehidupan dapat ditemukan jawabannya secara ideologis.
2. Kenyataan bangkrutnya ideologi seperti marxisme, lenimisme, komunisme.
3. Pengalaman sejarah politik Indonesia yang dipengaruhi oleh komunis tertutup sehingga
kebijakan pemerintah saat itu bersifat tertutup.
4. Tekad Indonesia yang ingin menjadikan pancasila sebagai alternatif ideologi dunia.

c. Nilai-nilai dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka


1. Nilai dasar Fundamental
Nilai dasar merupakan esensi dari sila pancasila yang bersifat universal sehingga dalam
nilai dasar terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar.
2. Nilai instrumental
Nilai yang merupakan makana, kebijakan, strategi, sasaran serta lembaga
pelaksanaannya.
3. Nilai praktis
Ideologi selain memiliki aspek yang berupa cita-cita, pemikiran-pemikiran, serta nilai-nilai
yang dianggap baik juga harus memiliki norma yang jelas karena ideologi harus mampu
direalisasikan di dalam kehidupan praktis yang merupakan bukti konkrit.
3. Kandungan Nilai, Norma, Moral dan Akhlak dalam Pancasila
Pancasila sebagai nilai dasar fundamental negara Republik Indonesia memiliki
suatu nilai-nilai yang bersifat sistematis. Nilai dasar merupakan asas-asas yang kita terima
sebagai dalil yang sedikit banyak bersifat mutlak. Kita menerimanya sebagai suatu yang
benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi. Sila-sila dalam Pancasila merupakan suatu
kesatuan yang bulat hirarkis dan sistematis. Adapun nilai yang terkandung dalam setiap
sila adalah sebagai berikut :
1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ketuhanan yang maha esa ini meliputi dan menjiwai keempat sila yang
lainnya. Terkandung nilai bahwa Negara yang Indonesia adalah pengejawantahan tujuan
manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karenanya, segala hal yang
berkaitan dengan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara bahkan moral
Negara. Moral penyelenggara Negara, politik Negara, pemerintah Negara, hukum dan
peraturan perundang-undangan Negara, kebebasan dan hak asasi warga Negara harus
dijiwai oleh nilai-nilai Ketuhanan. Nilai ketuhanan merupakan nilai tertinggi dan bersifat
mutlak.
2) Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa Negara, HAM, menjunjung
tinggi harkat dari matrabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Oleh karena itu,
dalam kehidupan kenegaraan terutama dalam peraturan perundang-undangan
tempatnya tujuan ketinggian harkat dan martabat manusia. Terutama hak-hak kodrat
manusia sebagai hak dasar (Hak Asasi) harus dijamin dalam peraturan perundangan
Negara.
3) Sila Persatuan Indonesia
Dalam sila Persatu Indonesia terkandung nilai, negara adalah merupakan
persekutuan hidup bersama di antara elemen-elemen yang membentuk negara; suku,
ras, kelompok, golongan maupun agama. Perbedaan diantaranya merupakan bawaan
kodrat manusia dan juga merupakan ciri khas masing-masing elemen.
4) Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secara mutlak harus
dilakukan dalam kehidupan bernegara. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila
keempat :
(a) adanya perbedaan yang harus disertai tanggungjawab baik terhadap masyarakat
maupun secara moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
(b) menjunjung tinggi harkat dan martabat.
(c) menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuaan hidup bersama.
(d) mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, suku maupun agama, karena perbedaan
adalah bawaan kodrat manusia.
(e) mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu, kelompok, ras,
suku maupun agama.
(f) mengarahkan perbedaan dalam suatu kerjasama kemanusiaan yang adil dan beradab.
Menjunjung tinggi azas musyawarah
(g) mewujudkan dan mendasarkan suatu keadilan dalam kehidupan sosial agar tercapainya
tujuan bersama seterusnya nilai-nilai tersebut dikongkritkan dalam kehidupan bersama
yaitu, kehidupan kenegaraan baik menyangkut aspek moralitas kenegaraan, aspek
politik, aspek hukum dan perundang-undangan.

5) Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Dalam sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia didasari dan dijiwai
oleh sila pertama, kedua, ketiga sampai keempat. Dalam sila tersebut terkandung nilai
yang merupakan tujuan negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Maka nilai keadilan
yang harus terwujud dalam kehidupan bersama adalah keadilan yang didasari dan dijiwai
oleh hakikat keadilan kemanusiaan. Yaitu, keadilan hubungan manusia dengan dirinya
sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negara
serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Konsekuensi nilai keadilan yang harus terwujud adalah :
(a) Keadialn distributif yaitu suatu hubungan keadilan antara negara terhadap rakyatnya.
(b) Keadilan legal yaitu suatu hubungan keadilan antara warga negara terhadap negaranya.
(c) Keadilan komunitatif adalah hubungan keadilan antara warga negara satu dengan
yang lainnya.

4. Implementasi Nilai, Norma, Moral dan Akhlak Pancasila di Rumah, Sekolah, dan
Masyarakat
Implementasi Nilai, norma, moral dan akhlak yang terkandung dalam Pancasila
dapat diuraikan antara lain sebagai berikut:
a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Menggambarkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang ber-Tuhan. Seluruh
aktivitas hidup bernegara harusnya sesuai dengan nilai-nilai kebenaran bukan kekuasaan
dan kepuasan. Kepercayaan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta
segala sesuatu dengan sifat-sifat yang sempurna dan suci seperti Maha Kuasa, Maha
Pengasih, Maha Adil, Maha Bijaksana dan sebagainya; Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa, yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
b. Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab
Cukuplah menjadikan kita manusia yang manusiawi, tidak suka menyakiti fisik dan
psikis saudara kita sebangsa. Dengan alasan apapun tidak ada kesempatan bagi kita untuk
tidak berlaku manusiawi. Kita bangsa yang beradab. cukuplah perseteruan perbedaan
agama, partai, calon yang diusung yang telah melahirkan kerugian materi dan immateri.
Pengakuan adanya harkat dan martabat manusia dengan segala hak dan kewajiban
asasinya; Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, terhadap diri sendiri, alam
sekitar dan terhadap Tuhan; Manusia sebagai makhluk beradab atau berbudaya yang
memiliki daya cipta, rasa, karsa dan keyakinan.

c. Sila Persatuan Indonesia terkandung nilai persatuan bangsa, dalam arti dalam
hal-hal yang menyangkut persatuan bangsa patut diperhatikan aspek-aspek
sebagai berikut:
(1) Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia serta
wajib membela dan menjunjung tinggi (patriotisme);

(2) Pengakuan terhadap kebhinnekatunggalikaan suku bangsa (etnis) dan kebudayaan


bangsa (berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah dalam pembinaan
kesatuan bangsa;
(3) Cinta dan bangga akan bangsa dan Negara Indonesia (nasionalisme).

d. Dalam Sila Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam


Permusyawaratan Perwakilan, terkandung nilai-nilai kerakyatan. Dalam hal ini
ada beberapa hal yang harus dicermati, yakni:
(1) Kedaulatan negara adalah di tangan rakyat;
(2) Pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi akal sehat;
(3) Manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama;
(4) Keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat oleh wakil-wakil rakyat.

e. Dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia terkandung nilai
keadilan sosial.
Dalam hal ini harus diperhatikan beberapa aspek berikut :
(1) Perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan terutama di bidang politik, ekonomi
dan sosial budaya;
(2) Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia;
(3) Keseimbangan antara hak dan kewajiban;
(4) Menghormati hak milik orang lain;
(5) Cita-cita masyarakat yang adil dan makmur yang merata material spiritual bagi seluruh
rakyat Indonesia;
(6) Cinta akan kemajuan dan pembangunan.
KEGIATAN BELAJAR II
HAK KEWAJIBAN DAN TANGGUNG JAWAB

1. Pengertian Hak, Kewajiban dan Tanggungjawab


a. Pengertian Hak
Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah ada
sejak lahir bahkan sebelum lahir. Dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian
tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat
sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang dan aturan), kekuasaan yang benar
atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat.
Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya
tergantung kepada kita sendiri. Menurut Prof. Dr. Notonegoro (Juwita, 2012) Hak adalah
kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan
melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang
pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
Menurut pengertian tersebut individu maupun kelompok ataupun elemen lainnya
jika menerima hak hendaknya dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak
dapat diwakilkan kepada orang lain. Jadi, harus pihak yang menerimannyalah yang
melakukan itu. Dari pengertian yang lain, hak bisa berarti sesuatu yang mutlak menjadi
milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri

b. Pengertian Kewajiban
Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang
harus dilaksanakan). Di dalam perjalanan sejarah, tema hak relatif lebih muda usianya
dibandingkan dengan tema kewajiban, walaupun sebelumnya telah lahir. Tema hak baru
“lahir” secara formal pada tahun 1948 melalui Deklarasi HAM PBB, sedangkan tema
kewajiban (bersifat umum) telah lebih dahulu lahir melalui ajaran agama di mana
manusia berkewajiban menyembah Tuhan, dan berbuat baik terhadap sesama
Kewajiban pada intinya adalah sesuatu yang harus dilakukan. Di sini kewajiban
berarti suatu keharusan maka apapun itu jika merupakan kewajiban kita harus
melaksanakannya tanpa ada alasan apapun itu. Dari pengertian yang lain kewajiban berarti
sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.

c. Pengertian Tanggung Jawab


Tanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib
menaggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum
bahasa indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul, menanggung segala
sesuatunya, dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia
akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa
setiap manusia dibebani dengan tangung jawab. Apabila dikaji, tanggung jawab itu adalah
kewajiban yang harus dipikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.
Tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab. Manusia merasa bertanggung
jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula
bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan. Pengertian tanggung jawab
dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung
segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala
sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi
bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang
akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau
bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung
jawab tersebut. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
1. Dari sisi yang berbuat
2. Dari sisi yang kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia berbudaya. Manusia merasa bertanggung
jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula
bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh
atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh melalui pendidikan,
penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Jenis-jenis Hak, kewajiban dan Tanggungjawab Warganegara


a. Hak Sebagai Warga Negara
Warga negara pada hakikatnya adalah warga yang menjadi anggota dari suatu
himpunan yang disebut sebagai Negara. Setiap orang tentu saja memiliki hak dan
kewajiban di dalam kehidupan bermasyarakat. Begitu juga kita sebagi warga negara,
tentu saja memiliki hak dan kewajiban kepada negara yang kita diami yaitu Indonesia.
Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa warga negara merupakan anggota negara
yang mempunyai kedudukan khusus terhadap negaranya. Dengan demikian, warga
negara memiliki hak dan kewajiban terhadap negaranya.

b. Kewajiban Sebagai Warga Negara


Sebelum kita menuntut atau mendapatkan Hak sebagai warga Negara selayaknya
kita terlebih dahulu menjalankan kewajiban sebagai warga Negara. Kewajiban warga
Negara Indonesia antara lain :
(1) Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh
pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
(2) Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan
pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya, yang
tercantum dalam pasal 28 ayat (1) UUD 1945.
(3) Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela,
mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh, yang sesuai
dengan Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD UUD 1945.
(4) Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang
berlaku di wilayah negara Indonesia.
(5) Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa
agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik

c. Tanggung Jawab Sebagai Warga Negara


Ada ungkapan sederhana namun sarat dengan makna, yaitu “maju mundurnya
suatu bangsa sangat tergantung kepada tanggung jawab warga negaranya”. Sebagai
warga negara Indonesia tentu kita tidak ingin negara kita mengalami kemunduran apalagi
kehancuran. Oleh karena itu, agar keadaan itu tidak terjadi maka hal penting yang harus
diperhatikan secara konsisten dan konsekuen dalam kehidupan sehari-hari.
3. Implementasi Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab dalam Kehidupan di Rumah,
Sekolah/Madrasah dan Masyarakat
Tanggung jawab merupakan suatu kesadaran manusia akan perilakunya yang disengaja
ataupun tidak disengaja. Tanggung jawab bisa juga di katakan sebagai kewajiban setiap
makhluk yang hidup. Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan
dan sudah ada porsinya masing-masing. Yang namanya kewajiban berarti mau tidak mau,
suka tidak suka harus dijalankan. Jika tidak, maka kita sendiri yang akan rugi.
Sebagai contoh, seorang siswa kewajibannya adalah belajar. Jika siswa telah
menjalankan tugasnya dengan baik berarti dia telah memenuhi tanggung jawabnya sebagai
seorang siswa dengan baik pula. Sejauh mana tingkatan belajarnya, maka disitulah kadar
pertanggung jawaban siswa tersebut. Jika siswa tersebut telah belajar dan memperoleh
nilai 80 maka nilai 80 inilah yang dinamakan pertanggungjawaban siswa selama proses
belajar.
Manusia juga bertanggung jawab kepada Tuhannya. Tanggung jawab kepada
Tuhannya juga berdasarkan atas nilai-nilai yang diyakininya. Dalam hal ini, manusia
bertanggungjawab atas agama yang dianutnya. Sebagai seorang muslim misalnya, kita
bertanggung jawab untuk melakukan kewajiban kita melakukan shalat lima waktu dalam
sehari, berpuasa di bulan Ramadhan, berzakat, menunaikan ibadah shalat jumat bagi laki-
laki, dan sebagainya.
Penerapan tanggung jawab lainnya seperti tanggung jawab dalam konteks pergaulan.
Dalam pergaulan kita harus berani. Maksudnya kita harus berani mengambil resiko atas
apa yang kita ucapkan. Berani pula untuk berkata yang sesungguhnya terhadap siapapun
yang sedang berinteraksi dengan kita. Dengan rasa tanggung jawab inilah, orang yang kita
ajak berinteraksi akan berusaha mempercayai kita. Orang yang bertanggung jawab adalah
orang yang rela berkorban demi orang-orang di sekitarnya.

a. Persamaan Hak dan Kewajiban warga negara


Manusia memiliki martabat, derajat, hak dan kewajiban yg sama. Kesadaran atas
martabat manuisa itu bersumber dari manusia sejak lahir. Artinya, seitiap manusia selalu
menyadari dirinya sendiri bahwa kesadaran terhadap dirinya itu akan semakin
berkembang sejalan dengan kepribadiannya

b. Hak Warga Negara


Hak merupakan suatu kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang
semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu dan tidak dapat dirubah oleh pihak
lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya. Contoh Hak
Warga Negara Indonesia
1. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
3. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum dan di dalam
pemerintahan
4. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan
kepercayaan masing-masing yang di percayai
5. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
6. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau
NKRI dari serangan musuh
7. Setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul
mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku
Hak-hak Warga Negara yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 mencakup :
1. Hak untuk menjadi warga negara (pasal 26)
2. Hak atas kedudukan yang sama dalam hukum (pasal 27 ayat 1)
3. Hak atas persamaan kedudukan dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1)
4. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2)
5. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan (pasal 28 A)
6. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang
syah ( pasal 28 B ayat 1)
7. Hak untuk mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya
demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28 C
ayat 1)
8. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk
membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28 C ayat 2)
9. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum. (pasal 28 D ayat 1)

10.Hak atas status kewarganegaraan (pasal 28 D ayat 4)


11 Hak kebebasan memeluk agama dan beribadat menurut agamanya
12 Hak memilih pendidikan dan pengajaran,
13 Hak memperoleh pekerjaan
14.Hak memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya serta berhak kembali (pasal 28 E ayat 1)
15. Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat (pasal 28 E
ayat 3)

d. Kewajiban Warga Negara


Kewajiban merupakan beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya
dibiarkan atau diberikan oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang
pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban Warga
Negara Indonesia yang tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 mencakup :
1. Mentaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 berbunyi : segala warga
negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib hukum
dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
2. Ikut serta dalam upaya Bela negara. Pasla 27 ayat 3 UUD 1945, menyatakan “Setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
3. Menghormati Hak Asasi Manusia orang lain. Pasal 28 J ayat 1, menyatakan “Setiap
orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain”.
4. Ikut serta dalam Usaha Pertahanan dan Keamanan Negara. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945,
menyatakan “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usahaa
pertahanan dan keamanan negara”.

Kewajiban warga Negara secara umum, antara lain : melaksanakan aturan hukum,
menghargai hak orang lain, memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-
kebutuhan masyarakatnya, melakukan control terhadap para pemimpin dalam
melakukan tugas-tugasnya, membayar pajak, menjadi saksi di pengadilan, bersedia untuk
mengikuti wajib militer dan lain-lain.
Tanggung jawab warga negara merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai
warga negara dan bersedia menanggung akibat atas pelaksaannya tersebut. Bentuk
tanggung jawab warga negara : mewujudkan kepentingan nasional, Ikut terlibat dalam
memecahkan masalah-masalah bangsa, mengembangkan kehidupan masyarakat ke depan
(lingkungan kelembagaan), memelihara dana memperbaiki demokrasi Peran Warga
Negara Ikut berpartisipasi untuk mempengaruhi setiap proses pembuatan dan pelaksanaan
kebijaksanaan publik oleh para pejabat atau lembaga-lembaga negara. Menjunjung tinggi
hukum dan pemerintahan, berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional,
mengembangkan IPTEK yang dilandasi iman dan takwa, menciptakan kerukunan umat
beragama, ikut serta memajukan pendidikan nasional, memelihara nilai-nilai positif, hidup
rukun, gotong-royong, dll
Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dimiliki manusia karena martabatnya
sebagai manusia, dan bukan diberikan oleh masyarakat atau negara. Manusia memilikinya
karena dia manusia, maka hak asasi itu tidak dapat dihilangkan atau dinyatakan tidak
berlaku oleh negara.
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara
kodrati sebagai anugerah dari tuhan, mencangkup hak hidup, hak kemerdekaan/kebebasan
dan hak memiliki sesuatu.
Jenis-jenis Hak Azazi Manusia antara lain : Hak asasi pribadi (personal rights), hak asasi
ekonomi (property rights), hak asasi plitik (political rights), hak asasi hukum (rights of
legal equality), hak asasi sosial dan kebudayaan (social and cultural rights), serta hak asasi
dalam tata cara peradilan dan perlindungan (procedural rights).

Macam-Macam HAM
1. Hak asasi pribadi (personal right)
a. Hak mengemukakan pendapat
b. Hak memeluk agama
c. Hak beribadah
d. Hak kebebasan berorganisasi/berserikat

2. Hak asasi ekonomi (economic right)


a. Hak memperoleh pekerjaan layak da penghasilan
b. Hak jaminan keselamatan kerja, kesehatan, keamanan, dan ketenangan
c. Hak jaminan hari tua, jaminan sosial yang sah, dan kesejahteraan
d. Hak cuti tanpa pengurangan upah

3. Hak asasi mendapatkan perlakuan yang sama dalam keadilan hukum dan
pemerintahan (right of legal equality)
a. Hak persamaan hukum
b. Hak asas praduga tak bersalah
c. Hak untuk diakui sebagai WNI
d. Hak ikut serta dalam pemerintahan
e. Hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilu
f. Hak mendirikan partai politik

4. Hak asasi politik (political right)


a. Hak untuk diakui sebagai WNI
b. Hak ikut serta dalam pemerintahan
c. Hak untuk dipilih dan memilih dalam pemilu
d. Hak mendirikan partai politik

5. Hak asasi sosial dan budaya (social and cultural right)


a. Hak untuk memilih pendidikan
b. Hak mendapat pelayana kesehatan
c. Hak mengembangkan kebudayaan

6. Hak asasi untuk mendapat perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan
hukum (procedural right)
a. Hak mendapatkan perlakuan yang wajar dan adil dalam penggeledahan, penangkapan,
peradilan dan pembelaan hukum

7. Hak sosial budaya (social and cultural right)


a. Hak memperoleh pendidikan/pengajaran
b. Hak untuk pengakuan dan perlindungan di bidang keilmuan dan teknologi
c. Hak cipta untuk disebarluaskan melalui media
d. Hak untuk memajukan dan mengembangkan ilmu, teknologi dan seni

8. Hak asasi budaya (right of legal equality)


a. Hak persamaan hukum dan pemerintahan
b. Hak mendapat perlakuan yang adil (procedur rights)

9. Hak asasi di bidang kemanusiaan (humanity rights)


a. Hak untuk tidak diperlakukan sewenang-wenang
b. Hak untuk diperlakukan secara manusiawi, Tidak seorangpun boleh diperbudak
c. Hak untuk hidup dan melangsungkan kehidupannya selaras dengan martabatnya sebagai
manusia Hak asasi di bidang hankam (defence and security rights)
d. Hak dan kewajiban pembelaan negara
e. Hak untuk kehidupan yang aman dan tertib
f. Hak meminta perlindungan pada yang berwajib apabila dalam keadaan terancam
g. Hak untuk meminta suaka negara manapun
e. Kesetaraan Gender
Gender adalah nilai-nilai sosial budaya yang dianut oleh masyarakat setempat
mengenai tugas, peran, tanggung jawab, sikap dan sifat yang dianggap patut bagi
perempuan dan laki-laki, yang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Kesetaraan Gender adalah kondisi dan posisi yang menggambarkan kemitraan yang
selaras, serasi, dan seimbang antara perempuan dan laki-laki dalam akses, partisipasi,
kontroldalam proses pembangunan, dan penikmatan manfaat yang sama dan adil di semua
bidang kehidupan
Diskriminasi berbasis gender adalah segala bentuk diskriminasi yang didasarkan
atas jenis kelamin yang dapat mengakibatkan kerugian terutama bagi perempuan.
Diskriminasi terhadap perempuan adalah segala bentuk pembedaan, pengucilan, atau
pembatasan, dan segala bentuk kekerasan yang dibuat atas dasar jenis kelamin, yang
mempunyai pengaruh atau tujuan untuk mengurangi atau menghapuskan pengakuan,
penikmatan manfaat atau penggunaan hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan
pokok di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, sipil atau bidang lainnya oleh
perempuan, terlepas dari status perkawinan mereka, atas dasar persamaan antara
perempuan dan laki-laki.
Tantangan Aktualisasi Pancasila yang memandang kesetaraan jender, persamaan
hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. memperjuangkan kesamaan kelas, kini
kaum feminis menggemakan perjuangannya, untuk memperoleh kesetaraan gender. Untuk
memperoleh kedudukan dan hak yang sama dengan laki-laki. Dalam mewujudkan
revitalisasi dan aktualisasi nilai keadilan masyarakat, maka perlu adanya beberapa usaha
yang perlu dilakukan antara lain :
1. Setiap rakyat Indonesia diperlaku-kan dengan adil dalam bidang hukum, ekonomi,
kebudayaan, dan sosial.
2. Tidak adanya golongan tirani minoritas dan mayoritas.
3. Adanya keselarasan, keseimbangan dan keserasian hak dan kewajiban rakyat Indonesia.
4. Kedermawanan terhadap sesama, sikap hidup hemat, sederhana dan kerja keras.
5. Menghargai hasil karya orang lain.
6. Menolak adanya kesewenang-wenangan serta pemerasan kepada sesama.
7. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia.
8. Menciptakan hidup berdampingan secara damai.
9. Mengembangka penyelesaian masalah secara damai dan diplomasi.
10. Membangun solidaritas dan saling menghormati antar bangsa.
11. Berpartisipasi dalam melaksanakan ketertiban dunia
12. Menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara di tengah bangsa-bangsa lain.
KEGIATAN BELAJAR III
KEANEKARAGAMAN DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

1. Pengertian Keanekaragaman dan Bhinneka Tunggal Ika


Keanekaragaman membicarakan tentang masyarakat, negara, bangsa, daerah,
bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang
yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan. Masyarakat
multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-
masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda.
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan atau motto bangsa Indonesia yang terdapat
dalam lambang Negara “Burung Garuda”. Bhineka Tunggal Ika menunjukan bahwa
bangsa Indonesia adalah bangsa yang heterogen, yaitu bangsa yang mempunyai
keanekaragaman, baik dalam aspek agama, budaya, maupun ras dan suku bangsa.
Keanekaragaman bangsa Indonesia terutama dilatarbelakangi oleh jumlah suku-
suku bangsa Indonesia yang mendiami wilayah Indonesia sangat banyak dan tersebar. Di
mana setiap suku bangsa tersebut mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam
aspek sosial maupun budaya. Menurut para ahli jumlah suku bangsa di Indonesia
mencapai 300 suku bangsa atau golongan etnik. Dengan demikian apabila masing-masing
suku bangsa tersebut memiliki tradisi sosial budayanya masing-masing, berarti di
Indonesia telah ada dan berkembang 300 keanekaragaman budaya.

2. Jenis-jenis Keanekaragaman pada Bangsa Indonesia


a. Keanekaragaman Sosial dan Budaya Indonesia
Menurut Setiawan (2013) bahwa keanekaragaman budaya atau “cultural diversity”
adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia adalah
sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.Dalam konteks pemahaman
masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia
juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan
pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut.
Dengan jumlah penduduk kurang lebih 250 juta orang di mana mereka tinggal tersebar di
pulau-pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis
yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan,
hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok
suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.

b. Keanekaragaman Ekonomi
Keanekaragaman di bidang ekonomi tercermin dari sangat bervariasinya bidang
yang digeluti oleh masyarakat Indonesia. Keanekaragaman di bidang ekonomi antara lain:
1) Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan.
Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya.
2) Perkebunan
Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di
perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya. Perkebunan
dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas yang
memerlukan modal besar.
3) Peternakan Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia,
baik untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan.
4) Perikanan
Negara Indonesia kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan garis
pantai yang panjang, Indonesia juga memiliki sumber air darat yang melimpah. Semua
potensi tersebut dapat digunakan untuk mendukung sektor perikanan.

5) Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan kawasan
yang ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal berbagai
jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil hutan. Sebagai
negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki banyak hutan karena
curah hujan yang tinggi.
6) Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah
sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan
manusia. Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan
pengambilan saja,namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya
tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.
7) Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang pencaharian
yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus mendorong bidang
perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung banyak tenaga kerja.
Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat digolongkan menjadi industri
kecil, industri menengah, dan industri besar.
8) Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata
pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan jasa
sebagai pemandu (guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga agen perjalanan.
Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata.

9) Transportasi dan Jasa


Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau
melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan
barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian penduduk dalam
bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan
pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan
sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.
10) Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari
produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan
jumlah barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan
lain.

3. Manfaat Keanekaragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika


Kebhinnekaan yang ada pada diri bangsa Indonesia merupakan potensi sekaligus
tantangan. Kebhinnekaan sebagai potensi dalam arti telah terbukti secara nyata dapat
menjadi perekat atau patri bagi bangsa Indonesia sejak awal-awal kemerdekaan bahkan
sejak tumbuhnya kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebhinnekaan telah
menjadi kekayaan khusus bagi bangsa Indonesia yang amat menarik, bagi bangsa
Indonesia sendiri ataupun bagi bangsa-bangsa lain di dunia, sehingga dapat menarik devisa
melalui kunjungan wisata atau kunjungan lainnya.
Kebhinnekaan merupakan kekuatan dan kekayaan sekaligus juga merupakan
tantangan bagi bangsa Indonesia. Tantangan itu sangat terasa terutama ketika bangsa
Indonesia membutuhkan kebersamaan dan persatuan dalam rangka menghadapi dinamika
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik yang berasal dari dalam maupun
dari luar negeri. Seperti dewasa ini kita sedang menghadapi dan berupaya memecahkan
serta mengakhiri krisis multi dimensional dan krisis ekonomi yang sudah berlangsung
cukup lama. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan visi dan misi dari seluruh bangsa
Indonesia mustahil kita dapat keluar dari krisis tersebut.
Kebhinnekaan adalah sifat nyata bangsa Indonesia yang sering kita banggakan namun
sekaligus juga sering kita prihatinkan. Hal ini dikarenakan mengatur masyarakat yang
heterogen jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengatur masyarakat homogen.
Masyarakat yang heterogen sudah barang tentu mempunyai cita-cita, keinginan dan
harapan yang jauh lebih bervariasi dibandingkan dengan masyarakat homogen.
Kebhinnekaan dapat menjadi tantangan atau ancaman, karena dengan adanya
kebhinnekaan tersebut mudah membuat orang untuk berbeda pendapat yang lepas
Kendali,mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan, atau kesukuan atau kekerasan yang
sewaktu-waktu bisa menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi atau persatuan dan
kesatuan bangsa.
4. Pentingnya Sikap Keanekaragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan


persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri atas
berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu bangsa
Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia dan tanah air
Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah putih sebagai lambang identitas bangsa
dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara Pancasila.
Kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu padu agar manjadi satu kesatuan
yang bulat dan utuh. Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat
menyeragamkan pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa Indonesia.
Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa persaudaraan
dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
Sementara itu sikap yang Harus dihindari untuk membangun masyarakat multikultural
yang rukun dan bersatu, ada beberapa nilai yang harus dihindari, yaitu (Hertanto, 2013):

(a) Primordialisme
Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya
sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di
masyarakat yang multikultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga
suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku
bangsa yang lain.

(b) Etnosentrisme
Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan
kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan
masyarakat dan kebudayaan yang lain. Indonesia bisa maju dengan bekal kebersamaan,
sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini
dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat
kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk
memisahkan diri dari masyarakat.

(c) Diskriminatif
Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga
negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain.
Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati
terhadap sesama warga negara.

(d) Stereotip Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan
prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku
bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki ciri khas. Tidak tepat apabila perbedaan
itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian

5. Implementasi Keanekaragaman dalam Kehidupan di Rumah, Sekolah dan


Masyarakat
Membiasakan bersahabat dan saling membantu dengan sesama warga yang ada di
lingkungan kita, seperti gotong royong akan dapat memudahkan tercapainya persatuan dan
kesatuan bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa,
dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan
satu kesatuan wilayah.
Implementasi sikap menghormati keanekaragaman suku bangsa harus diwujudkan dalam
kehidupan sehari-hari. Contohnya dengan mengembangkan sikap-sikap berikut (Serietno,
2013):
(a) Menghargai adat istiadat dan budaya warga yang berbeda
(b) Menciptakan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk seperti kerukunan dalam
sebuah keluarga.
(c) Memupuk semangat tolong-menolong antar sesama warga.

(d) Membiasakan bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah.


(e) Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan.

B.MATERI YANG SULIT DI PAHAMI


Dari 5 materi yang terdapat pada sumber belajar bidang studi adalah materi yang tidak
lepas dari pelajaran yang di ajarkan dalam keseharian saya sebagai guru.Jadi materi yang
ada tidaklah terlalu sulit untuk di pahami.Dan tidak ada sesuatu yang sulit selagi kita
berusaha untuk belajar dan terus belajar tentang apa yang kita anggap sulit.

C.MATERI ESENSIAL APA SAJA YANG TIDAK ADA DALAM SUMBER BELAJAR

Materi dalam sumber belajar bidang studi ini ,menurut saya sudah esensial karena semua
yang penting atau mendasar dalam masing-masing bidang studi semuanya sudah di
cakup.
D.MATERI APA SAJA YANG TIDAK ESENSIAL NAMUN ADA DALAM SUMBER BELAJAR

Menurut saya materi pada sumber belajar bidang studi ini semuanya adalah materi
esensial atau dengan kata lain tidak terdapat materi yang tidak esensial.
Tugas Mandiri IPA(Energi listrik)
Pilihlah Jawaban yang paling tepat

1. Di bawah ini yang bukan perubahan energi listrik adalah...


a. energi listrik menjadi energi panas c. energi listrik menjadi energi uap
b. energi listrik menjadi energi suara d. energi listrik menjadi energi magnet
2. Di bawah ini merupakan alat yang menggunakan prinsip perubahan energi dari gerak ke
listrik, kecuali...
a. generator c. dinamo
b. turbin d. kompresor
3. Kita harus menghemat energi karena...
a. harganya mahal c. peersediaan terbatas
b. sulit ditemukan d. hemat biaya
4. Salah satu cara yang tidak tepat dalam menghemat energi listrik adalah...
a. mematikan televisi jika tidak ditonton
b. menggunakan lampu redup ketika tidur
c. memasang genting dan jendela kaca
d. menggunakan lampu redup ketika belajar
5. Panel listrik dapat menghasilkan listrik karena memerangkap energi dari...
a. air terjun c. matahari
b. panas bumi d. batubara

Jawablah dengan singkat dan jelas

1. Bagaimana cara menghidarkan diri dari bahaya listrik?


2. Mengapa penggunaan listrik harus dihemat?
3. Carilah dari buku referensi, cara/rumus untuk menghitung daya listrik di rumah
bapak/ibu peserta

Jawaban soal pilihan


1.D
2.B
3.C
4.D
5.C

Jawaban soal uraian


1.a. Pastikan tangan dan kaki kering saat menggunakan peralatan listrik. Tubuh yang basah
menjadi lebih mudah dialiri arus listrik, karena air dapat menghantarkan listrik.
b. Segera mengganti kabel listrik yang terkelupas serta tidak menggunakan alat-alat listrik
yang rusak. Kabel listrik yang terbuka atau terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek
(korsleting).
c. Pastikan steker dan stopkontak selalu terbebas dari air. Steker dan stopkontak yang basah
dapat berbahaya karena air dapat menghantarkan listrik.
d. Stopkontak hanya berpasangan dengan steker. Jangan pernah memasukkan benda apapun
ke dalam stopkontak selain steker
2.Karena banyaknya permintaan listrik di tanah air dan
Pemanfaatan energi listrik secara efektif perlu digalakkan pada seluruh pengguna energi listrik.
Jatah daya listrik yang diberikan PLN perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Berikut ini beberapa usaha penghematan energi listrik.
Mematikan saklar alat listrik yang tidak digunakan.
Menyalakan lampu sesuai kebutuhan untuk penerangan malam hari.
Menggganti lampu pijar dengan lampu TL.
Memilih alat-alat listrik yang berdaya rendah.
Membuat ruangan berjendela.
Mencari sumber-sumber energi alternatif yang dapat diperbarui.
Menemukan alat-alat baru yang menggunakan tenaga surya.
3.Rumus daya listrik
Daya listrik = Tegangan x Arus
Atau
Watt = Volt x Ampere
Setiap peralatan listrik umumnya dilengkapi dengan label. Label tersebut memuat beda
potensial yang diperlukan, serta daya yang dihasilkan. Alat listrik yang dijual di toko biasanya
sudah tercantum daya dan tegangan yang dibutuhkan alat itu. Misalnya, lampu bertuliskan 60
W/220 V, setrika bertuliskan 300W/220 V, dan pompa air bertuliskan 125 W/220 V.
Lampu bertuliskan 60 W/220 V artinya lampu akan menyala dengan baik, jika dipasang pada
tegangan 220 volt, dan selama 1 sekon banyaknya energi listrik yang diubah menjadi energi
cahaya 60 joule. Jika lampu dipasang pada tegangan lebih besar dari 220 V maka lampu akan
rusak. Sebaliknya, jika dipasang pada tegangan kurang dari 220 V, lampu menyala kurang
terang.
Ada kalanya alat-alat listrik tidak mencantumkan daya listriknya, tetapi tertulis tegangan dan
kuat arus. Misalnya, motor listrik bertuliskan 220 V- 0,5 A. Artinya motor akan bekerja
dengan baik jika dipasang pada tegangan 220 volt dan akan mengalir arus listrik 0,5 ampere.
Latihan IPA(Tata surya)

Pilihlah jawaban yang paling tepat


1. Penyebab planet-planet tetap berada pada lintasan edarnya adalah...
a. gaya gravitasi bumi c. gaya gravitasi bulan
b. gaya gravitasi matahari d. gaya gravitasi semesta
2. Pernyataan berkaitan dengan meteoroid dan meteorit adalah...
a. meteoroid adalah sisa-sisa meteorit yang sampai di bumi
b. meteoroid berbentuk padat, meteorit berbentuk gas
c. ukuran meteorit pasti lebih kecil dari meteoroid asalnya
d. meteorit adalah bintang berekor
3. Planet terbesar dalam tata surya kita adalah...
a. Uranus c. Jupiter
b. Mars d. Venus
4. Posisi ekor komet terhadap matahari adalah...
a. selalu mendekati c. selalu tegak lurus
b. selalu menjauhi d. terkadang mendekat, terkadang menjauh
5. Orbit asteroid banyak terdapat diantara...
a. Merkurius dan Venus c. Bumi dan Mars
b. Venus dan Bumi d. Mars dan Jupiter

Latihan
1. Carilah informasi dari referensi atau dari internet, mengapa Pluto tidak lagi dimasukkan
dalam kelompok planet.
2. Apakah bedanya asteroid dan planet?
3. Di masyarakat ada istilah “bintang jatuh”. Apakah yang dimaksud “bintang jatuh”
tersebut?

Jawaban soal pilihan


1.B
2.A
3.C
4.B
5.D

Jawaban soal uraian

1.Karena ukurannya kecil, dan pendapat bahwa planet pluto tidak terbentuk di tata surya
ini. Bagai mana mungkin planet berbentuk padat bisa terbentuk nun jauh disana. Padahan
planet padat hanya ada didekat matahari.planet planet yang jauh dari matahari berbentuk
gas. Hal itu sesuai dengan teori terbentuknya planet. Pada saat pembentukan tata
surya,material yang densitasnya lebih tinggi akan menuju kepusat grafitasi,yaitu
matahari,sehingga planet padat terbentuk di dekat matahari. Namun material dengan
densitas yang ringan, seperti gas dan fluida akan mengapung diatas material yang lebih
berat menjauhi pusat garavitasi sehingga planet gas yang terbentuk berada jauh dari
matahari. Pluto kemungkinan hanya benda langit yang entah berasan dari mana dan
terperangkap oleh matahari. Jika diperhatikan pentuk orbit pluto juga tidak nurmal.
2.Asteroid adalah benda-benda langit yang mengelilingi matahari dengan orbit sebagian
besar diantara plinet mars dan jupiter. Planet merupakan benda langit berukuran besar,
bersuhu relatif dingin dan mengurbit matahari.
3 Adalah gesekan meteor dan atmosfer bumi. Meteor yang jatuh ke bumi akan bergesekan
dengan atmosfer bumi dan terbakar, hingga meteor biasanya akan habis dahulu sebelum
mencapai permukaan bumi. Gesekan meteor dan atmosfer bumi menghasilkan sinar yang
nampak sebagai bintang jatuh atau bintang pijar.
Latihan IPA (Gerak bumi dan bulan)
A. Pilihlah jawaban yang paling tepat

1. Gerakan benda mengelilingi benda lain dinamakan... .


a. registrasi c. revolusi b. rotasi d. resolusi

2. Salah satu akibat revolusi bumi mengelilingi matahari adalah...


a. adanya efek Coriolis
b. adanya perbedaan percepatan gravitasi di beberapa tempat di bumi
c. terjadinya perubahan lama siang dan malam
d. adanya perbedaan waktu di beberapa tempat di bumi
3. Saat belahan bumi utara mengalami musim semi, belahan bumi selatan sedang
mengalami musim...
a. panas c. dingin
b. gugur d. semi
4. Gerhana matahari terjadi saat...
a. bulan berada diantara bumi dan matahari
b. bumi berada diantara bulan dan matahari
c. matahari berada diantara bumi dan bulan
d. matahari, bumi dan bulan saling tegak lurus
5. Penanggalan yang dihitung berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi adalah kalender...
a. Julian c. Masehi
b. Solar d. Hijriah

Jawablah deangan singkat dan jelas

1. Apakah perbedaan kalender Masehi dan kalender Hijriyah?


2. Mengapa pada kelender Hijriyah kadang-kadang terjadi perbedaan penentuan tanggal,
misalnya tanggal 1 Syawal berbeda, sedangkan pada kalender Masehi tidak pernah
terjadi perbedaan penentuan tanggal?

Jawaban soal pilihan


1.C
2.C
3.B
4.A
5.D
Jawaban soal uraian

1. Dasar perhitungan kalendermasehi ada pada peredaran bumi mengelilingi


matahari. Kalender hijriyah dasarnya ada pada peredaran bulan mengelilingi
bumi. Jumlah hari dalam kalender masehi setahun ada 365 dan 366 hari. 366 hari
dalam setahun setiap 4 tahun sekali, sedangkan pada tahun lainnya 365 hari.
Jumlah hari dalam sebulan yaitu 30 atau 31, kecuali bulan februari yaitu 28 pada
tahun biasa dan 29 pada tahun kabisat. Dalam kalender hijriyah jumlah hari dalam
satu tahun sekitar 354 dan 355 hari. Dalam 30 tahun ada 11 kali tahun yang
jumlah harinya 355 hari sementara yang lainnya 354 hari. Jumlah hari dalam
sebulan yaitu 29 atau 30 hari jadi hijriyah lebih sedikit 10 sampai 12 hari tiap
tahunnya. Sehingga lama kelamaan tahun hijriyah akan menyamai dan kemudian
menjahui dari tahun kalinder masehi. Sekitar tahun 21 ribuan akan mulai saling
menyamai,baik hijriyah maupun masehi,kemudian hijriyah akan menjahui masehi.
2. Karena kalender hijriyah biasanya di tetapkan dengan melihat posisi bulan.
Latihan IPS (Manusia dan lingkungan hidup)

1. Istilah lingkungan hidup yang tepat dalam Bahasa Inggris adalah…


A. behavioral environment
B. surrounding
C. environment
D. biological environment

2. Termasuk komponen biotik dalam lingkungan hidup adalah …


A. tanah, air, sinar matahari
B. hewan, tumbuhan, tanah
C. manusia, flora, dan fauna
D. udara, hewan dan flora

3. Paham yang mengatakan bahwa manusia tergantung pada kondisi alam adalah …
A. paham Ketuhanan

B. paham teknologi
C. paham determinisme
D. paham posibilisme

4. Merupakan merupakan kemampuan mental, kemampuan berpikir orang-orang yang


hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan,
disebut …
A. cipta
B. karsa
C. karya
D. rasa
5. Keseimbangan tercipta pula adanya hasil kerjasama sesama makhluk hidup maupun
dengan lingkungan yang menyediakan sumber daya, disebut …
A. asas keanekaragaman
B. asas interaksi
C. asas kerjasama
D. asas kesinambungan

Jawaban

1.A
2.C
3.C
4.A
5.C
Latihan IPS (Aktifitas ekonomi)

1. Studi tentang perilaku orang atau masyarakat dalam memilih cara menggunakan
sumberdaya yang langka, adalah pengertian…
A. ilmu ekonomi
B. aktivitas ekonomi
C. ekonomi
D. prinsip ekonomi
2. Faktor produksi awal atau dasar yang tidak berdiri sendiri, disebut…
A. kegiatan produksi
B. faktor produksi asli
C. kegiatan distribusi
D. faktor produksi tidak asli
3. Rumah tangga merupakan unit terkecil dalam perekonomian suatu negara, disebut…
A. pelaku ekonomi
B. faktor ekonomi
C. obyek ekonomi
D. fungsi ekonomi
4. Uang sebagai alat pembayaran disebut…
A. fungsi primer
B. fungsi asli
C. fungsi turunan
D. store of value
5. Kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola/mengarahkan
perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau yang diinginkan dengan cara mengubah
penerimaan dan pengeluaran, disebut …
A. kebijakan moneter
B. kebijakan fiskal
C. kebijakan pemerintah
D. kebijakan moneter-fiskal

Jawaban
1.C
2.B
3.A
4.C
5.B
Latihan Soal MATEMATIKA (Bilangan)

1. Dengan menggunakan sifat-sifat yang berlaku pada penjumlahan bilangan bulat,


hitunglah hasil penjumlahan berikut.
a. 23 + (–19) + 37
b. 32 + (–27) + (–43)
c. (–51) + 75 + 51
d. –38 + (–45) + (–22)
e. (–49) + 56 + (–31)
f. 25 + (–17) + (–28)

2. Hitunglah hasilnya.
a. 9 – 3 e. –15 – 9 – 13
b. 5 – 8 f. 32 – 21 – 14
c. –13 – 9 g. –18 – 11 – (–24)
d. 16 – (–6) h. (–7 – 27) – 18

3. Jika n adalah bilangan bulat, tentukan nilai n agar menjadi kalimat yang benar.
a. 7 – n = 2
b. n – 4 = –3
c. n – (–9) = 5
d. –8 – n = –1
e. –n – (–6) = 0
4. Diketahui suhu di Puncak Jaya Wijaya –4oC, sedangkan suhu di Kota Mekah 48oC.
Hitunglah selisih suhu kedua tempat tersebut!
5. Jarak Kota A dan Kota B 40 km. Jika Kota C terletak di antara Kota A dan B,
sedangkan jaraknya 25 km dari Kota B, berapakah jarak Kota C dari Kota A?

Jawaban
1. a.-5
b.-3
c.75
d.-105
e.-24
f.-20
2. a.6
b.-3
c.-22
d.22
e.-37
f.-3
g.-5
h.-52
3. a.n=5
b.n=1
c.n=-4
d.n=-7
e.n=-6
4. 48-(-4)=52 derajat celcius
5. A dan B = 40 km C ke B = 25 km Maka 40 km- 25 km = 15 km
Soal Pilihan PKN (Moralitas yang terkandung dalam sila Pancasila)

1. Di bawah ini adalah pengertian-pengertian nilai, kecuali…


a. Nilai adalah sebuah harga
b. Nilai adalah hal-hal yang penting atau berguna bagi manusia
c. Nilai adalah sesuatu yang adil, baik dan indah serta menjadi pedoman diri
d. Nilai adalah hasil akhir seseorang dalam belajar
2. Nilai dalam bahasa Inggris sering dikenal dengan istilah…
a. value
b. Idea
c. Concept
d. Ethitcs
3. Ahli yang menyatakan bahwa keberadaan nilai-moral dalam “lubuk hati” (Al Qolbu)
serta menyatu raga di dalamnya menjadi suara dan hati atau hati nurani (the conscience of
man) adalah…
a. Imam Al Ghazali
b. Imam Muslim
c. Imam Hanafi
d. Imam Bukhari
4. Di bawah ini yang tidak termasuk pengertian “norma” adalah…
a. penyikut atau siku-siku
b. suatu alat
c. perkakas yang digunakan oleh tukang kayu
d. penyekat
5. Secara terminologi norma terbagi menjadi dua macam, yaitu…
a. norma menunjuk suatu teknik dan norma menunjukan suatu keharusan
b. norma menunjuk suatu cara dan norma menunjukkan suatu kebolehan
c. norma menunjuk suatu aturan dan norma menunjukkan suatu pilihan
d. norma menunjuk suatu asas dan norma menunjukkan suatu yang sunnah
Soal Latihan PKN (HAK kewajiban dan tanggung jawab)

1. Apa yang dimaksud dengan hak?


2. Apa yang dimaksud dengan kewajiban?
3. Apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?
4. Uraikanlah hak dan kewajiban sebagai warga negara!
5. Berikan contoh implementasi hak dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari!

Jawaban soal pilihan


1.D
2.A
3.A
4.D
5.A
Jawaban soal uraian
1. Hak merupakan suatu kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang
semestinya diterima atau dilakukan oleh pihak tertentu dan tidak dapat dirubah oleh
pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.
2. Kewajiban merupakan beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya
dibiarkan atau diberikan oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun
yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.
3. Tanggung jawab warga negara merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai
warga negara dan bersedia menanggung akibat atas pelaksaannya tersebut. Bentuk
tanggung jawab warga negara : mewujudkan kepentingan nasional, Ikut terlibat
dalam memecahkan masalah-masalah bangsa, mengembangkan kehidupan
masyarakat ke
depan (lingkungan kelembagaan), memelihara dana memperbaiki demokrasi
4. Hak dan kewajiban Warga negara yaitu
Hak Warga Negara Indonesia
a. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum
b. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
c. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dimata hukum dan di dalam
pemerintahan
d.Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan
kepercayaan masing-masing yang di percayai
e. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran
f. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia
atau NKRI dari serangan musuh
g.Setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam kemerdekaan berserikat,
berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang
yang berlaku
Kewajiban warga Negara secara umum, antara lain : melaksanakan aturan hukum,
menghargai hak orang lain, memiliki informasi dan perhatian terhadap kebutuhan-
kebutuhan masyarakatnya, melakukan control terhadap para pemimpin dalam
melakukan tugas-tugasnya, membayar pajak, menjadi saksi di pengadilan, bersedia
untuk mengikuti wajib militer dan lain-lain.
5. Contoh hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari
Manusia juga bertanggung jawab kepada Tuhannya. Tanggung jawab kepada
Tuhannya juga berdasarkan atas nilai-nilai yang diyakininya. Dalam hal ini,
manusia bertanggungjawab atas agama yang dianutnya. Sebagai seorang muslim
misalnya, kita bertanggung jawab untuk melakukan kewajiban kita melakukan
shalat lima waktu dalam sehari, berpuasa di bulan Ramadhan, berzakat,
menunaikan ibadah shalat jumat bagi laki-laki, dan sebagainya. Contoh lain
misalnya, umat kristiani wajib untuk mengikuti kebaktian pada hari minggu dan
sebagainya. Begitupun dengan agama-agama yang lainnya yang memiliki tanggung
jawabnya masing-masing terhadap agama yang diyakininya.
Penerapan tanggung jawab lainnya seperti tanggung jawab dalam konteks
pergaulan. Dalam pergaulan kita harus berani. Maksudnya kita harus berani
mengambil resiko atas apa yang kita ucapkan. Berani pula untuk berkata yang
sesungguhnya terhadap siapapun yang sedang berinteraksi dengan kita. Dengan
rasa tanggung jawab inilah, orang yang kita ajak berinteraksi akan berusaha
mempercayai kita. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang rela
berkorban demi orang-orang di sekitarnya.

Soal Pilihan
1. Kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan
oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada
prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya adalah pengertian…
a. Hak
b. Kewajiban
c. Tanggung jawab
d. Wajib
2. Beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh pihak
tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara
paksa oleh yang berkepentingan adalah pengertian…
a. Hak
b. Kewajiban
c. Tanggung jawab
d. Wajib
3. Keadaan wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung,
memikul jawab, menanggung segala sesuatunya disebut…
a. Hak
b. Kewajiban
c. Tanggung jawab
d. Wajib
4. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang
adil serta perlakuan yang sama di depan hukum merupakan bunyi pasal…
a. pasal 28D ayat 1 UUD 1945
b. pasal 28D ayat 2 UUD 1945
c. pasal 28D ayat 3UUD 1945
d. pasal 28D ayat 4UUD 1945
5. Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layakbagi
kemanusiaan merupakan bunyi pasal…
a. 27ayat 2 UUD 1945
b. 27ayat 1 UUD 1945
c. 27ayat 3 UUD 1945
d. 27ayat 5 UUD 1945

Jawaban
1.A 2.B 3.C 4.A 5.A
Soal Latihan PKN (Keaneka ragaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika)

1. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman?


2. Bagaimana bentuk keanekaragaman sosial budaya dan ekonomi Indonesia?
3. Jelaskanlah pentingnya sikap keanekaragaman dalam bhinneka tunggal ika!
4. Jelaskanlah manfaat keanekaragaman dalam bhinneka tunggal ika!
5. Berikanlah contoh implementas sikap keanekaragaman dalam kehidupan sehari-hari!

Jawaban
1. Adalah masyarakat, negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti
kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang
berbeda-beda dalam kesederajatan. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan atau
motto bangsa Indonesia yang terdapat dalam lambang Negara “Burung Garuda”.
Bhineka Tunggal Ika menunjukan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang
heterogen, yaitu bangsa yang mempunyai keanekaragaman, baik dalam aspek
agama, budaya, maupun ras dan suku bangsa.

2. Keanekaragaman Sosial dan Budaya Indonesia


Menurut Setiawan (2013) bahwa keanekaragaman budaya atau “cultural diversity”
adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia. Keragaman budaya di Indonesia
adalah sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya.
Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok
suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah
bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan
kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut. Dengan jumlah penduduk
kurang lebih 250 juta orang di mana mereka tinggal tersebar di pulau-pulau di
Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang
bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan,
hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-
kelompok suku bangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda
Keanekaragaman di bidang ekonomi tercermin dari sangat bervariasinya bidang
yang digeluti oleh masyarakat Indonesia. Keanekaragaman di bidang ekonomi
antara lain:
a)Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman
pangan. Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata
pencaharian utamanya.
b) Perkebunan
Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di
perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya. Perkebunan dapat
dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas yang
memerlukan modal besar.

c)Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik
untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan.
d)Perikanan
Negara Indonesia kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan
garis pantai yang panjang, Indonesia juga memiliki sumber air darat yang
melimpah. Semua potensi tersebut dapat digunakan untuk mendukung sektor
perikanan.
e)Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan
kawasan yang ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal
berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil
hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki
banyak hutan karena curah hujan yang tinggi.
f) Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah
sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian
kebutuhan manusia. Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian
dan pengambilan saja,
namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya tersebut untuk
dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.
g) Perindustrian

Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau


barang setengah jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang
pencaharian yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus
mendorong bidang perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung
banyak tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat
digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri besar.
h) Pariwisata

Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata


pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan
jasa sebagai pemandu (guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga agen
perjalanan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan
potensi pariwisata.
i) Transportasi dan Jasa

Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai
atau melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan
pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian
penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi
terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya
antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi,
pilot, masinis, dan sebagainya.

j) Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari
produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah
barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain.

3. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa kita yang mengungkapkan


persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman. Walaupun kita terdiri
atas berbagai suku yang beranekaragam budaya daerah, namun kita tetap satu
bangsa Indonesia, memiliki bahasa dan tanah air yang sama, yaitu bahasa Indonesia
dan tanah air Indonesia. Begitu juga bendera kebangsaan merah putih sebagai
lambang identitas bangsa dan kita bersatu padu di bawah falsafah dan dasar negara
Pancasila.
Kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu padu agar manjadi satu kesatuan yang
bulat dan utuh. Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat
menyeragamkan pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa
Indonesia. Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa
persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
Dalam mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa,
dapat terlihat dari sifat dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah
sebagai berikut (Novitasari, 2013):
(a) Kehidupan bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah
keluarga.
(b) Antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk
menyelesaikan suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
(c) Dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui
musyawarah.
(d) Terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.

4. Manfaat keanekaragaman dalam Bhinneka Tunggal Ika adalah:

(a) Dapat saling pengertiaan antarsuku bangsa


(b) Dapat lebih mudah mencapai persatuan dan kesatuan
(c) Dapat mengurangi prasangka antar suku
(d) Dapat menimbulkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa

5. Dalam mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa, dapat


terlihat dari sifat dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah sebagai
berikut
(a) Kehidupan bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah keluarga.
(b)Antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk
menyelesaikan suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
(c) Dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah.
(d)Terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.
Soal Pilihan
1. Keanekaragaman sosial dan budaya atau “cultural diversity” adalah keniscayaan yang
ada di bumi Indonesia hal ini disebabkan oleh faktor-faktor di bawah ini, kecuali…
a. Pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut
b. Kondisi geografis wilayah Indonesia yang homogen dan memiliki tiga musim
c. Pertemuan-pertemuan dengan kebudayaan luar yang mempengaruhi proses asimilasi
kebudayaan yang ada di Indonesia
d. Berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia

2. Berikut adalah manfaat dari keanekaragaman, kecuali…


a. Menarik devisa melalui kunjungan wisata atau kunjungan lainnya
b. Menjadi kekayaan khusus bagi bangsa Indonesia yang amat menarik
c. Mengembangkan sikap etnosentrisme dan stereotip dalam masyarakat
d. Menjadi perekat antar suku bangsa di seluruh pelosok tanah air
3. Kebhinnekaan dapat menjadi tantangan atau ancaman. Di bawah ini yang bukan
merupakan contoh ancaman dari kebhinnekaan…
a. Mudah membuat orang untuk berbeda pendapat yang lepas Kendali
b. Mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan dan kesukuan
c. Terkikisnya sikap Diskriminatif dan stereotip dalam masyarakat
d. Munculnya tindakan kekerasan yang sewaktu-waktu bisa menjadi ledakan yang akan
mengancam persatuan dan kesatuan bangsa
4. Dalam mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa, dapat
terlihat dari sifat dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah sebagai
berikut, kecuali…
a. Kehidupan bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah keluarga

b. Antara warga masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk


menyelesaikan suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
c. Dalam menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah
d. Terdapat kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan
5. Untuk lebih memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kita dapat melaksanakan
pertandingan turnamen sepakbola antar pemuda dari seluruh pelosok tanah air. Dengan adanya
kegiatan turnamen sepakbola tersebut dan memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia,
kecuali…
a. Dapat saling pengertiaan antarsuku bangsa
b. Dapat lebih mudah mencapai persatuan dan kesatuan
c. Dapat menimbulkan tawuran antar suporter
d. Dapat menimbulkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa

Jawaban
1.B
2.C
3.C
4.A
5.C