Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH

PENELITIAN TINDAKAN KELAS / IDIK 4008

MODUL 5

MENGANALISIS DAN MENGINTERPRESTASIKAN DATA

SERTA MENINDAKLANJUTI HASIL PTK

Kelompok

NO NAMA NIM NO ABSEN

1. NENENG SRI REJEKI 836202435 22

2. MUJI LESTARI 836202395 18

3. MASIH 836229382 14

4. NEVI LINA SINTAWATI 836202048 23

5. KEUSI ULYANAH 836202768

UPBJJ UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA 2017.1

POKJAR TAMBUN SELATAN


MODUL 5

Menganalisis dan Menginterpretasikan Data Serta Menindaklanjuti Hasil PTK

Kegiatan Belajar 1

Analisis, Penyajian, dan Interpretasi Data

A. Hakikat Analisis, Penyajian, dan Interpretasi Data


Tahap analisis data sering menjadi tahap yang sangat krusial bagi peneliti karena
keengganan untuk mengerjakannya, lebih-lebih bila data ini sudah menumpuk, akan
merupakan sandungan yang membuat penelitian menjadi sis-sia.
Mills (2000) mendefinisikan analisis data sebagai berikut, yang artinya: analisis
data adalah upaya yang dilakukan oleh guru, yang berperan sebagai peneliti untuk
merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan daalm bentuk yang dapat
dipercaya dan benar. Selanjutnya interpretasi data adalah upaya peneliti untuk
menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Tanpa melakukan analisis kita tidak mungkin dapat menjawab pertanyaan yang
mendorong kita melakukan penelitian.
Kita perlu ingat bahwa data yang dikumpulkan oleh guru yang juga berperan
sebagai peneliti merupakan data kualitatif yang seyogyanya juga dianalisis secara
kualitatif-deskriptif. Ingat kembali definisi dari istilah analisis data: “ merangkum data
dengan cara yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mampu
memberikan makna”. Dengan demikian data-data dalam bentuk catatan-catatan lepas
harus dicermati, dipilah, dan dirangkum, sehingga kita dapat menafsirkannya.
Sebagaimana yang sudah dikaji dalam modul 2, ada tiga langkah yang biasa diikuti dalam
menganalisis data kualitatif, yaitu: 1. Menyeleksi dan memfokuskan, dan
mengorganisasikan data sesuai dengan pertanyaan penelitian, 2. Mendeskripsikan atau
meyajikan data dalam bentuk narasi (uraian), tabel, atau grafik, serta 3. Menarik
kesimpulan dalam bentuk formula atau narasi singkat.
Analisis, penyajian, dan interpretasi hasil analisis sangat diperlukan agar:
1. Data dapat dibaca dengan mudah
2. Peneliti dapat memaknai data tersebut
3. Data dapat diinterpretasikan, serta
4. Pertanyaan penelitian dapat dijawab
B. Menganalisis dan Menyajikan Data
Analisis data sangat diperlukan karena data yang dikumpulkan dalam PTK lebih
cenderung merupakan data kualitatif. Oleh karena itu, analisis data dilakukan secara
kualitatif-deskriptif.
Analisis berupa pemilahan dan pengelompokkan data yang berupa catatan singkat dan
tanda-tanda atau lambang yang dibuat oleh pengamat dan catatan guru.

Kegiatan Belajar 2

Kesimpulan dan Tindak Lanjut Penelitian Tindakan Kelas

A. Menyimpulkan Hasil PTK

1. Pengertian
Dalam kamus Bahasa Indonesia, halaman 942, ada tiga kata yang berkaitan, yaitu: (1)
menyimpulkan, (2) simpulan, dan (3) kesimpulan.
1. Menyimpulkan diartikan sebagai
a. Mengikatkan hingga menjadi simpul
b. Mengikhtisarkan ( menetapkan, memberikan pendapat ) berdasarkan apa-apa
yang dikarangan ( pidato, dan lain-lain )
2. Simpulan diartikan sebagai
a. Sesuatu yang disimpulkan atau diikatkan
b. Hasil menyimpulkan, dan
c. Kesimpulan
3. Kesimpulan dimaknai sebagai
a. Ikhtisar ( dari uraian, pidato, dan lain-lain )
b. Kesudahan pendapat ( pendapat terakhir yang berdasarkan uraian-uraian
sebelumnya)
c. Keputusan yang diperoleh berdasarkan metode berfikir induktif atau deduktif

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, menyimpulkan adalah


mengikhtisarkan atau memberi pendapat berdasarkan apa-apa yang diuraikan
sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan adalah kesudahan pendapat atau pendapat
terakhir yang dibuat berdasarkan uraian sebelumnya.

Butir penting dari pengertian tersebut bahwa kesimpulan itu tidak muncul tiba-tiba,
tetapi dibuat dengan berpegang teguh pada uraian sebelumnya. Tidak ada kesimpulan jika
tidak ada uraian. Uraian tersebut dapat diberikan secara lisan, seperti pidato atau ceramah
atau dapat diberikan secara tertulis dalam sebuah karangan, misalnya artikel, laporan dan
sebagainya. Dalam PTK kegiatan menyimpulkan merupakan kegiatan yang akan
menghasilkan jawaban pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan peneliti sebagai
tujuan perbaikan.

2. Ciri-ciri Sebuah Kesimpulan


a. Singkat, jelas, dan padat. Kesimpulan itu merupakan intisari atau ikhtisar yang
lebih singkat dari uraian.
b. Kesimpulan harus sesuai denga uraian.
c. Kesimpulan harus dibuat sesuai dengan tujuan perbaikan atau pertanyaan
penelitian. Dengan cara ini, kesimpulan akan langsung menginformasikan kepada
pembaca apakah tujuan perbaikan dapat dicapai sepenuhnya, sebagian, atau sama
sekali tidak tercapai. Kesimpulan juga akan membuat kita mengetahui dengan
jelas hasil usahanya dalam melakukan perbaikan. Urutan kesimpulan semestinya
sesuai dengan urutan tujuan perbaikan karena cara penyajian yang sistematis akan
mudah dipahami dan membuat pembaca merasa terbantu.
3. Langkah-langkah Pembuatan Kesimpulan
a. Cermati tujuan perbaikan atau pertanyaan penelitian satu persatu, sehingga kiata
paham benar apa yang dicari dalam pebelitian ini.
b. Cari temuan atau deskripsi temuan ( yang dibuat berdasarkan analisis data ).
Pasangkan setiap pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan dengan deskripsi
temuan.
c. Cermati uraian pada deskripsi temuan pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan,
kemudian buat saripati atau ikhtisar dari uraian tersebut, dengan cara
mengidentifikasi butir-butir penting dan mensistesiskannya.
d. Setelah semua pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan disimpulkan temuannya,
susun kesimpulan tersebut sesuai dengan urutan pertanyaan penelitian/tujuan
perbaikan.
e. Periksa kembali kesesuaian antara pertanyaan penelitian, uraian, dan kesimpulan,
sehingga kita yakin bahwa kesimpulan sudah dirumuskan dengan benar.
B. Menindaklanjuti Hasil Penelitian Tindakan Kelas
Setelah berhasil menulis kesimpulan PTK, sebagai seorang guru yang profesional kita
harus memikirkan bagaimana cara menindaklanjuti hasil-hasil tersebut. Pemikiran
tersebut dituangkan dalam bentuk saran yang ditujukan kepada berbagai pihak yang
terkait dengan penelitian ini.mari kita kaji rambu-rambu dan proses pembuatan saran.
1. Pengertian
Dalam kamus bahasa indonesia, saran dimaknai sebagai: pendapat ( usul, anjuran,
cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Berpegang pada pengertian ini,
maka saran bukan merupakan tugas atau perintah yang harus dilaksanakan, tetapi
anjuran yang perlu dipertimbangkan. Pembuat saran atau pemberi saran
menginginkan agara saran tersebut diterima dan ditindaklanjuti. Oleh karena itu saran
harus dibuat dengan landasan yang kokoh, penuh pertimbangan, dan mungkin
dilaksanakan. Dalam konteks PTK, saran harus dibuat secara jelas dan operasional
agar benar-benar dapat dilaksanakan.
2. Rambu-rambu pembuatan saran
Sebagaimana halnya kesimpulan, saran yang kita buat tentu tidak jatuh dari langit
atau asal saja. Saran yang merupakan pendapat yang diajukan untuk dipertimbangkan
haruslah memenuhi seperangkat rambu-rambu, yang antara lain dapat dirumuskan
sebagai berikut,
a. Saran harus sesuai dengan kesimpulan dan hakekat penelitian yang kita lakukan.
Saran lahir dari kesimpulan tentang hasil penelitian.
b. Saran harus mempunyai sasaran yang jelas. Artinya, pembaca harus tahu kepada
siapa saran ini ditujukan. Dalam penelitian nonPTK, saran dapat ditujukan kepada
berbagai pihak, seperti guru, sekolah, LPTK, orangtua siswa, dsb. Namun dalam
PTK saran biasanya ditujukan kepada guru.
c. Saran untuk menindaklanjuti hasil PTK sebaiknya bersifat kongkret dan
operasional, sehingga mudah dilaksanakan atau diterapkan. Saran yang
mengawang-ngawang dan terlalu umum, lebih-lebih yang hanya mengutip teori-
teori, tanpa menjabarkannya, tidak akan menarik bagi guru untuk
melaksanakannya.
d. Saran juga harus mempertimbangkan metodologi atau prosedur penelitian yang
dilaksanakan, serta bidang studi yang diajarkan. Saran seperti ini biasanya
ditujukan kepada guru sebagai peneliti agar melakukan replikasi ( pengulangan
penelitian yang sama ) dengan bidang studi atau kelas yang berbeda.
e. Saran yang dibuat harus merupakan pemikiran yang cukup penting untuk
memperbaiki pembelajaran. Saran yang dibuat secara asal-asalan, selain tidak
bermakna, juga tidak penting karena tidak diyakini akan membawa dampak pada
perbaikan pembelajaran.
3. Langkah-langakah membuat saran tindak lanjut
Sebagaimana halnya membuat kesimpulan, saran tindak lanjut juga dibuat dengan
prosedur yang sistematis, yang dapat digambarkan dalam langah-langkah berikut;
a. Cermati kesimpulan yang sudah dibuat. Pikirkan apa implikasinya bagi
pembelajaran yang akan datang, baik yang akan dikelola sendiri, maupun yang
akan dikelola oleh guru lain.
b. Pikirkan apa yang dapat ditindaklanjuti dari kesimpulan yang sudah dibuat.
Misalnya: mengingatkan guru akan pentingnya satu tindak pembelajaran (ingat
tindakan guru dalam mengelola kerja kelompok), atau menggunakan satu teknik
tertentu ( ingat saran untuk memuji dan memberi hadiah kecil dalam upaya
meningkatkan perhatian siswa ).
c. Tentukan kepada siapa saran akan ditujukan. Meskipun pada umumnya saran
tindak lanjut hasil PTK ditujukan pada guru, namun ada kalanya guru memandang
perlu sekolah ikut membantu dalam upaya memperbaiki pembelajaran.
d. Tulis saran dengan kalimat yang tegas dan lugas, sehingga mudah dipahami dan
menarik untuk dicobakan. Contoh-contoh yang telah diberikan pada rambu-rambu
di atas dapat dijadikan contoh dalam langka-langkah ini.