Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

I. IDENTITAS SAP
Bidang Studi : Asuhan Kebidanan Ibu Nifas dan Menyusui
Pokok Bahasan : Vulva Hygiene dan Perawatan Luka Perineum
Sub Pokok Bahasan : Vulva Hyigine dan Perawatan Luka Perineum
Sasaran : Ibu Nifas Kelurahan Kedung Kandung
Target : Ibu-ibu peserta penyuluhan Balai Kelurahan Kedung
Kandang
Hari / Tanggal : Senin, 30 November 2015
Jam : 09.00 WIB
Waktu : 60 menit
Tempat : Balai Kelurahan Kedung Kandang

II. IDENTIFIKASI MASALAH


1. Pengertian Masa Nifas
2. Melakukan Vulva Hyigine
3. Cara Perawatan Luka Perinium yang benar

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu nifas dapat mengetahui
dan melakukan vulva hyigine dan perawatan luka perineum secara mandiri sehingga
dapat terhindar dari resiko infeksi.

IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan ibu nifas dapat menjelaskan
kembali :
1. Pengertian Masa Nifas
2. Pengertian Vulva Hygiene
3. Tujuan Vulva Hygiene
4. Masalah yang akan timbul jika tidak dilakukan vulva hygiene
5. Penyakit yang akan timbul
6. Langkah-langkah perawatan vulva hygiene
7. Kapan saja waktu perawatan vulva hygiene
8. Pengertian Perawatan Luka Perineum
9. Tujuan Perawatan Luka Perineum
10. Kapan melakukan perwatan luka perineum dengan benar
11. Menyebutkan alat-alat yang di gunakan saat melakukan perawaan luka perineum
dengan benar
12. Menyebutkan langkah-langkah perawatan luka perineum dengan benar
13. Dampak dari Perawatan Luka Perineum

V. MATERI
Terlampir (lampiran 1)
Terlampir (lampiran 2)
Terlampir (lampiran 3)
Terlampir (lampiran 4)

VI.METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Demonstrasi

VII.MEDIA
1. Materi SAP
2. LCD
3. Laptop
4. Leaflet
5. Proyektor
6. Alat Peraga

VIII. PENGORGANISASIAN
1. Moderator
Membuka acara, memperkenalkan diri dan tim penyuluh, mengatur proses
penyuluhan, tanya jawab, serta menutup acara.
2. Penyaji
Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan mudah dipahami peserta
penyuluhan.
3. Fasilitator
Mengevaluasi penyuluh, moderator, peserta, dan jalannya proses penyuluhan.
4. Observer
Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana kegiatan penyuluhan.
5. Notulen
Mencatat pertanyaan yang diajukan audien / peserta penyuluhan.
6. Peserta
Mendengarkan, memperhatikan, serta mengajukan pertanyaan.

IX. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta


1 5 menit Pembukaan :  Menjawab salam
 Memberi salam  Mendengarkan
 Perkenalan
dan memper-
 Menjelaskan tujuan pem-
hatikan
belajaran
 Menjawab /
 Melaksanakan pretest
mengerjakan soal
pretest
2 40 menit Pelaksanaan :  Menyimak dan
Menjelaskan materi penyuluhan secara
mendengarkan
berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian Masa Nifas
2. Pengertian Vulva Hygiene
3. Tujuan Vulva Hygiene
4. Masalah yang akan timbul jika
tidak dilakukan vulva hygiene
5. Penyakit yang akan timbul
6. Langkah-langkah perawatan
vulva hygiene
7. Kapan saja waktu perawatan
vulva hygiene
8. Pengertian Perawatan Luka
Perineum
9. Tujuan Perawatan Luka Perineum
10. Kapan melakukan perwatan luka
perineum dengan benar
11. Menyebutkan alat-alat yang di
gunakan saat melakukan
perawaan luka perineum dengan
benar
12. Menyebutkan langkah-langkah
perawatan luka perineum dengan
benar
13. Dampak dari perawatan luka
perineum
3 15 menit Evaluasi :  Bertanya dan
Meminta masyarakat untuk
menjawab
menjelaskan kembali atau
menyebutkan :
1. Pengertian Masa Nifas
2. Pengertian Vulva Hygiene
3. Tujuan Vulva Hygiene
4. Masalah yang akan timbul jika
tidak dilakukan vulva hygiene
5. Penyakit yang akan timbul
6. Langkah-langkah perawatan
vulva hygiene
7. Kapan saja waktu perawatan
vulva hygiene
8. Pengertian Perawatan Luka
Perineum
9. Tujuan Perawatan Luka Perineum
10. Kapan melakukan perawatan luka
perineum dengan benar
11. Menyebutkan alat-alat yang di
gunakan saat melakukan
perawaan luka perineum dengan
benar
12. Menyebutkan langkah-langkah
perawatan luka perineum dengan
benar
13. Dampak dari perawatan luka
perineum
4 5 menit Penutup :  Menjawab salam
 Mengucapkan terima kasih dan
mengucapkan salam

X. SETTING TEMPAT

DENAH TEMPAT

A A

U U

D D

I I

E E

N AUDIEN N

XI. REFERENSI / DAFTAR PUSTAKA

Alimul, Azis. 2004. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Salemba Medika: Jakarta.
Bobak. 2004. Buku Ajar keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC
Danis. 2000. Asuhan Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.
Feezer. 2001.Pelayanan Kesehatan Maternal. Bina Pustaka:Jakarta.
Fitriani, Sinta. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Graha Ilmu.Tambunan, Hetty. 2009
Hasan, Rusepno.1985.Buku Kuliah 1 Ilmu Kperawatan Maternitas.Jakarta : Bagian Ilmu
Kesehatan Anak FIK UI
Mochtar.2002.Asuhan Kebidanan . Jakarta: Prima Medika
Prawirohardjo sarwono. 2008. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT. Bina pustaka sarwono
prawirohardjo.
Sungkar, Ali. 2007. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

XII. PENGESAHAN

Menyetujui : Malang, 30 November 2015


Dosen Pembimbing/Fasilitator Penyuluh,
Herawati Mansur, S.ST, M.Psi, M.Pd.
NIP. 196501101885032002 NIM:

Mengetahui,
Kaprodi DIV Kebidanan Malang

Naimah,S.KM.,M.Kes
NIP. 196612311986032005
LAMPIRAN

Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Masa Nifas

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta
selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum
hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu atau 40 hari.

2. Pengertian Vulva Hygiene

Vulva hygiene adalah membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada wanita
yang sedang nifas / tidak dapat melakukan sendiri . Pasien yang harus istirahat di
tempat tidur (misalnya, karena hipertensi, pemberian infus,section caesarea) harus
dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan dua kali
sehari dan pada waktu sesudah selesai membuang hajat. Meskipun ibu yang akan
bersalin biasanya masih muda dan sehat, daerah yang tertekan tetap memerlukan
perhatian serta perawatan protektif (Tim Depkes).

Vulva hygiene adalah membersihkan alat genitalia atau vulva dan daerah
sekitarnya pada pasien wanita yang sedang masa nifas atau pasien tidak bisa
melakukan sendiri. Setelah ibu mampu mandi sendiri (idealnya, dua kali sehari),
biasanya daerah perineum dicuci sendiri dengan menggunakan air dalam botol atau
wadah lain yang disediakan khusus untuk keperluan tersebut (Mochtar, 2002).

Vulva hygiene adalah tindakan keperawatan pada alat kelamin perempuan, yaitu
perawatan diri pada organ eksterna yang terdiri atas mons veneris, terletak didepan
simpisis pubis, labia mayora yang merupakan dua lipatan besar yang membentuk
vulva, labia minora, dua lipatan kecil di antara atas labia mayora, klitoris, sebuah
jaringan eriktil yang serupa dengan penis laki-laki, kemudian juga bagian yang terkait
di sekitarnya seperti uretra, vagina, perineum, dan anus (Danis, 2000).
3. Tujuan Vulva Hygiene
a. Untuk mencegah terjadinya infeksi didaerah perineum maupun didalam uterus
b. Untuk menyembuhkan luka perineum
c. Untuk kebersihan perineum dan vulva
d. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma
e. Mencegah kontaminasi dari rectum
f. Membersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau
g. Memberikan rasa nyaman pada daerah vulva

4. Masalah yang akan timbul jika tidak dilakukan vulva hygiene


a. Gatal-gatal pada vagina
b. Vagina terasa panas
c. Timbul jamur (kandidiasi)
d. Keluaran cairan pada vagina
e. Vagina berbau
f. Nyeri
g. Perasaan tidak nyaman

5. Penyakit yang akan timbul


a. Vulvititis (inflamasi vulva)
b. Kondididiasi
c. Vaginitis
d. Vaginosis bakterialis

6. Langkah-langkah perawatan vulva hygiene

Siapkan alat- alat seperti : kapas, alas pantat, handuk besar 2 buah, air hangat dan
dingin dalam baskom, botol cebok berisi larutan desinfektan sesuai dengan
kebutuhan, betadin dan kasa, bengkok.

a. Siapkan air steril (air yang sudah direbus) dan gunakan sabun pembersih,
bersihkan vulva dari depan ke belakang / dari daerah vulva bagian atas kedaerah
vulva bagian bawah sampai dengan anus sampai bersih.
b. Keringkan vulva dengan tisu.
c. Jika ada luka episiotomy, berikan betadine dengan menggunakan kassa yang
dicelupkan ke betadine
d. Cuci tangan
e. Alat-alat dirapikan
7. Kapan saja waktu perawatan vulva hygiene
a. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka
ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yang tertampung pada
pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula
pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
b. Setelah buang air kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi
kontaminasi air seni padarektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri
pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
c. Setelah buang air besar
Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar
anus, untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang
letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum
secara keseluruhan.

8. Pengertian Perawatan Luka Perineum

Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah


antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran
plasenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil.

Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :


1. Rupture
Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan
secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses
persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek
sulit dilakukan penjahitan.
2. Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara
vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi. Tindakan ini
dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin,
harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien
sudah diberi anestasi epiderual. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena
tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah
diperbaiki.

9. Tujuan Perawatan Luka Perineum


Lingkup perawatan perineum ditujukan untuk pencegahan infeksi organ-organ
reproduksi yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme yang masuk melalui
vulva yang terbuka atau akibat dari perkembangbiakan bakteri pada peralatan
penampung lochea (pembalut)
Tujuan lingkup perawatan luka perineum:
a. Mencegah kontaminasi dari rektum
b. Menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma
c. Bersihkan semua keluaran yang menjadi sumber bakteri dan bau
d. Mencegah terjadinya infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan

Macam – macam perawatan luka perineum:


a. Kompres es, untuk mengurangi bengkak dan mengurangi nyeri
b. Obat-obatan seperti betadin, yang baik dilakukan dalam perawatan
c. Senam kegel, lakukan erakan seperti menahan BAK/BAB, tahan sampai selama
8-10 detik, bernafas secara normal, relaks, dan istirahat selama 3 detik, ulangi
perlahan sampai sebanyak mungkin sampai maksimum 10 kali
10. Kapan melakukan perwatan luka perineum dengan benar
a. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti melepas pembalut, setelah terbuka maka
ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan yangtertampung pada
pembalut, untuk itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut, demikian pula
pada perineum ibu, untuk itu diperlukan pembersihan perineum.
b. Saat buang air kecil
Pada saat buang air kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi air seni pada
rektum akibatnya dapat memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.

c. Setelah buang air besar


Pada saat buang air besar, diperlukan pembersihan sisa-sisa kotoran di sekitar anus,
untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus ke perineum yang
letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan anus dan perineum
secara keseluruhan.
11. Menyebutkan alat-alat yang di gunakan saat melakukan perawaan luka perineum
dengan benar :
a. Kapas
b. Air bersih
c. Tisu kamar mandi
d. Botol
e. Baskom
f. Gayung atau shower air hangat
g. Handuk bersih
h. Pembalut nifas baru
i. Antiseptik
j. Cairan pembersih kemaluan khusus wanita

12. Menyebutkan langkah-langkah perawatan luka perineum dengan benar


Perawatan khusus perineal bagi wanita setelah melahirkan anak mengurangi rasa
ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah infeksi, dan meninkatkan penyembuhan
dengan prosedur:
a. Mencuci tangannya
b. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan air hangat
c. Buang pembalut yang sudah penuh dengan gerakan ke bawah mengarah ke
rectum dan letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung plastik
d. Berkemih dan BAB ke toilet
e. Semprotkan shower air hangat ke seluruh perineum dengan air
f. Basuh perineum dengan antiseptik cairan pembersih kemaluan wanita
g. Bersihkan dari bibir vagina terluar kanan dari atas ke bawah lalu bibir vagina
terluar kiri dari atas ke bawah juga
h. Kemudian bibir vagina kecil kanan lalu kiri, dari arah atas ke bawah dan
selanjutnya bagian tengah sampai ke daerah anus
i. Keringkan perineum dengan menggunakan tissue dari depan ke belakang
j. Pasang pembalut dari depan ke belakang
k. Cuci kembali tangan

13. Dampak dari perawatan luka perineum


Perawatan perineum yang dilakukan dengan baik dapat menghindarkan hal berikut :
a. Infeksi
Kondisi perineum yang terkena lokia dan lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.
b. Komplikasi
Munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi
kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
c. Kematian ibu post partum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat menyebabkan terjadinya kematian
pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah
(Suwiyoga, 2004).
Lampiran 2

Standart Operasional Prosedur

1. Ketrampilan Vulva Hyigiene

PRAKTEK KE
LANGKAH/KEGIATAN
NO. 1 2 3 4

1. Memberi salam dan memperkenalkan diri kepada pasien


atau keluarga.
2. Menjelaskan tujuan dilakukan penyadapan air kemih.

3. Mencuci tangan dan dikeringkan.

4. Mempersiapkan alat-alat secara sistematis.

5. Menutup pintu atau jendela bila diperlukan memasang


sampiran.

6. Memasang selimut mandi atau kain penutup.

7. Memasang perlak dan pengalasnya dibawah bokong.

8. Menanggalkan pakaian bawah pasien.

9. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin (posisi dorsal


recumbent).

10. Memasang pispot dibawah bokong pasien.


11. Mendekatkan bengkok di sisi pasien.

12. Menggunakan sarung tangan pada tangan kiri.

13. Membuka vulva dengan tangan kanan menyiram vulva


dengan larutan DTT.

14. Menggunakan sarung tangan pada tangan kanan.

15 Membersihkan vulva dengan kapas lembab menggunakan


pinset sampai bersih (kapas digunakan satu kali usap lalu
dibuang pada bengkok).

16. Pinset diamasukkan dalam bengkok dan mengangkat pispot.

17. Membantu pasien mengenakan pakaian bagian bawah


(gunakan pembalut).

18. Mengangkat perlak dan alasnya.

19. Melepaskan sarung tangan, merapihkan peralatan.

20. Merapikan pasien, bantu pasien pada posisi yang nyaman.

21. Membersihkan alat-lat.

22. Petugas mencuci tangan.

23. Mencatat jumlah urine yang keluar, karakter urine (bau,


kepekatan, ada darah atau nanah), dan warna.

2. Perawatan Luka Perinium


Lampiran 3

Quetioner
Lampiran 4

LEAFLET VULVA HYGIENE


LEAFLET PERAWATAN LUKA PERINIUM