Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

GELOMBANG, GETARAN DAN BUNYI

Oleh :

NUR WASILA
Kelas XI TKJ 1

TAHUN AJARAN
2018/2019
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Gelombang adalah getaran yang merambat, baik melalui medium ataupun tidak melalui
medium. Perambatan gelombang ada yang memerlukan medium, seperti gelombang tali melalui
tali dan ada pula yang tidak memerlukan medium yang berarti bahwa gelombang tersebut dapat
merambat melalui vakum (hampa udara),seperti gelombang listrik magnet dapat merambat
dalam vakum.

Perambatan gelombang dalam medium tidak diikuti oleh perambatan media, tapi partikel-
partikel mediumnya akan bergetar. Perumusan matematika suatu gelombang dapat diturunkan
dengan peninjauan penjalaran suatu pulsa. Dilihat dari ketentuan pengulangan bentuk,
gelombang dibagi atas gelombang periodik dan gelombang non periodik.
Berdasarkan sumber getarnya, tanpa disertai dengan medium perantaranya, gelombang
dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yaitu gelombang mekanik dan gelombang
elektromagnetik.
Gelombang mekanik adalah sesuatu yang dapat dibentuk dan dirambatkan dalam zat
perantara bahan elastis. Sebagai contoh khusus diantaranya adalah gelombang bunyi dalam gas,
dalam zat cair dan dalam zat padat. Gelombang Elektromagnetik perambatan secara transversal
antara medan listrik dan medan magnet ke segala arah.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, dibawah ini akan dikemukakan masalah-masalah yang
melandasi penulisan makalah ini, yaitu:
1. Bagaimana Pengertian Getaran,Gelombang dan Bunyi?
2. Bagaimana Hakekat Getaran?
3. Bagaimana Hakekat Gelombang?
4. Bagaimana Hakekat Bunyi?
5. Apa Saja Manfaat dari Gelombang Bunyi Dalam Teknlogi?

1.3 Tujuan Makalah


Berdasarkan rumusan masalah diatas, dibawah ini akan dikemukakan tujuan yang
melandasi penulisan makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui Pengertian Getaran,Gelombang dan Bunyi.
2. Mengetahui Hakekat Getaran.
3. Mengetahui Hakekat Gelombang.
4. Mengetahui Hakekat Bunyi.
5. Mengetahui Manfaat dari Gelombang Bunyi Dalam Teknologi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Getaran,Gelombang dan Bunyi


Getaran adalah gerakan yang berulang-ulang atau gerakan bolak-balik melewati suatu titik
kesetimbangan. Satu getaran didefinisikan sebagai satu kali bergetar penuh, yaitu dari titik awal
kembali ke titik tersebut. Satu kali getaran adalah ketika benda bergerak dari titik A-B-C-B-A
atau dari titik B-C-B-A-B. Bandul tidak pernah melewati lebih dari ttik A atau titik C karena titik
tersebut merupakan simpangan terjauh.
Simpangan terjauh itu disebut amplitudo. Di titik Aatau titik C benda akan berhenti sesaat
sebelum kembali bergerak. Contoh amplitudo adalah jarak BA atau jarak BC. Jarak dari titik
setimbang pada suatu saat disebut simpangan.
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan
mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, radiasi gravitasional juga bisa
berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk
dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat
memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium
berpindah secara permanen, yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Malahan, setiap titik
khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan
menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menghitung jarak antara
satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal).
Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat
melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi,
gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara
teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz)
dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel. Energi gelombang
bunyi diudara adalah osilasi molekul udara yang berfibrasi membentuk gelombang sepanjang
arah perjalanan dengan amplitudo.
A. Getaran
Getaran adalah gerak bolak-balik benda melalui titik kesetimbangannya.

Perhatikanlah gambar di samping :


Bila gerakan dimulai dari A maka satu getaran menempuh lintasan A-B-C-B-A

Bila gerakan dimulai dari B maka satu getaran dapat diawali dengan gerakan ke kanan atau ke
kiri (bebas) :
ke Kiri lintasannya B-A-B-C-B dan ke kanan lintasannya B-C-B-A-B
Kalau C maka satu getarannya dengan mudah dapat ditentukan bukan ?

1. Amplitudo

Amplitudo didefinisikan sebagai simpangan getaran paling besar. dalam gambar di atas titik
seimbangnya adalah B berarti amplitudo (simpangan maksimum)nya adalah BA dan BC. Dalam
gelombang bunyi amplitudo mempengaruhi kuat lemahnya bunyi.

2. Periode dan Frekuensi

Periode ( T ) adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran
Frekuensi ( f ) adalah banyaknya getaran tiap satuan waktu (sekon). Frekuensi
mempengaruhi tinggi rendah bunyi.

keterangan : n = banyaknya getaran/elombang


t = waktu (s)

bila kalian perhatikan antara rumus periode ( T ) dan frekuensi ( f ) saling berkebalikan....jadi
hubungan antara periode dan frekuensi dapat ditulis :

B. Gelombangelombang adalah geteran yang berjalan. Berdasarkan kebutuhan medium (tempat)


perambatannya dibedakan menjadi 2 yakni :

Gelombang mekanik, adalah gelombang yang memerlukan medium untuk perambatannya.


mediumnya dapat berupa udara, zat cair maupun zat padat. dan tidak dapat melalui ruang
hampa.Gelombang Elektromagnetik, adalah gelombang yang tidak memerlukan medium untuk
perambatannya, berarti gelombang elektromagnetik dapat melalui ruang hampa. Contohnya
gelombang cahaya.

C. Gelombang Mekanik

gelomnag mekanik dibagi menjadi dua macam yakni gelombang tranversal dan gelombang
longitudinal.

Gelombang Tranversal
adalah gelombang mekanik yang arah perambatannya tegak lurus terhadap arah getarannya.

Perhatikan gambar di samping :

gelombang merambat dari kiri kekanan sedangkan arah getarannya naik turun.

contoh gelombang tranversal :

gelombang tali, gelombang air dll.

Hal2 yang perlu diperhatikan dalam gelombang tranversal ini :

ABC, EFG, dan IJK = bukit gelombang

CDE dan GHI = lembah gelombang

B, F, dan J = titik puncak gelombang

D dan H = titik dasar gelombang

ABCDE, EFGHI = satu gelombang

Satu gelombang terdiri atas satu puncak gelombang dan satu lembah gelombang. Jadi,
gelombang transversal pada Gambar di atas terdiri atas 3 puncak gelombang dan 2 lembah
gelombang. Dengan kata lain terdiri atas 2,5 gelombang.
Gelombang Longitudinal

adalah gelombang mekanik yang arah perambatannya sejajar terhadap arah getarannya.

Contohnya gelombang bunyi.

D. Cepat Rambat dan Panjang Gelombang

v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s)

s = jarak yang ditempuh (m)

t = waktu tempuh (s).

berarti rumus kecepatan ada tiga macam dan penggunaanya tergantung dengan apa yang
diketahui dalam soal. misal diketahui jarak tempuh (s) dan waktunya (t) maka menggunakan
rumus v = s/t .

conoh soal :

diketahui sebuah gelombang seperti pada gambar jika jarak tempuh = 10 m

a. berapa Amplitudonya?

b. berapa frekuensi dan periodenya ?


c. berapa panjang gelombangnya ?

d. berapa kecepatannya ?

a. Ampitudo (A) nya = 5 cm

b. frekuensi (f) = banyak gelombang/waktu = 2,5/1 = 2,5 Hz

Periode (T) = waktu/banyak gelombang = 1/2,5 = 0,4 sekon

c. panjang gelombang = jarak tempuh/banyak gelombang = 10/2,5 = 4 m

d. karena yang dikethui dalam soal cukup banyak untuk mencari kecepatan dapat menggunakan
2 cara :

cara I : kecepatan (v) = jaraktempuh (s) / waktu tempuh (t) = 10 / 1 = 10 m/s

cara II : kecepatan(v) = panjang gelombang x frekuensi (f) = 4 x 2,5 = 10 m/s

E. Gelombang Bunyi

seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bunyi merupakan bentuk dari gelombang tranversal
(arah rambatan sejajar dengan arah getarannya). kuat lemah bunyi dipengaruhi Amplitudo dan
tinggi rendah bunyi dipengaruhi oleh frekuensi

Nada adalah bunyi yang teratur

Desah adalah bunyi yang tidak teratur

Timbre adalah warna bunyi

Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya benda lain yang berfrekuensi sama dengan sebuah
benda yang bergetar. contoh pantulan bunyi dalam kotak udara gitar mempunyai frekuensi yang
sama....maka terjadi resonansi dan bunyi gitar menjadi lebih nyaring dari bunyi aslinya (petikan
senar saja).

contoh lain resonansi :


ketika sebuah bandul digoyang maka bandul lain yang tidak digoyang namun memiliki panjang
yang sama akan secara alami ikut bergoyang...hal ini karena bandul yang mempunyai panjang
tali yang sama juga mempunyai frekuensi yang sama juga....sehingga terjadi resonansi

Hukum Marsenne
Marsenne menyelidiki hubungan frekuensi yang dihasilkan oleh senar yang bergetar dengan
panjang senar, penampang senar, tegangan, dan jenis senar. Faktor-faktor yang memengaruhi
frekuensi nada alamiah sebuah senar atau dawai menurut Marsenne adalah sebagai berikut :

1) Panjang senar, semakin panjang senar semakin rendah frekuensi yang dihasilkan.
2) Luas penampang, semakin besar luas penampang senar, semakin rendah frekuensi yang
dihasilkan.
3) Tegangan senar, semakin besar tegangan senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.
4) Massa jenis senar, semakin kecil massa jenis senar semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.
Pengelompokan bunyi berdasarkan frekuensinya :

1. Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya < 20 Hz. bunyi ini tidak dapat didengarkan
oleh manusia namun dapat didengarkan oleh laba-laba, jangkrik dan lumba-lumba.

2. Bunyi audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya diantara 20 Hz - 20.000 Hz. bunyi jenis
inilah yang dapat didengarkan oleh manusia.

3. Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya > 20.000 Hz. bunyi jenis ini juga tidak
dapat di dengarkan manusia. hewan yang mampu mengarkan bunyi jenis ini adalan lumba2,
jangkrik, anjing....dll

Pemantulan Bunyi

Jenis pemantulan bumi ada 2 yakni :


1. Gaung, adalah bunyi pantul yang sebagian terdengar bersamaan dengan bunti aslinya. Hal ini
menyebabkan bunyi asli terdengar kurang jelas.

Contoh
Bunyi asli : mer - de - ka
Bunyi pantul : mer - de - ka
mperistiwa seperti ini dapat terjadi dalam sebuah gedung yang tidak ada peredam suaranya.
untuk mengurangi atau menghilangkan gaung diperlukan bahan peredam suara seperti : gabus,
kapas, wool, kardus dll.

2. Gema, adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli selesai. hal ini terjadi karena
dinding pantulnya mempunyai jarak yang jauh. misalnya pada suatu lembah atau gunung.
Contoh
Bunyi asli : mer - de - ka
Bunyi pantul : mer - de - ka

Perhitungan Jarak Sumber Bunyi dengan Bidang Pantul

karena lintasan bunyi pantul merupakan gerak bolak balik maka jarak sumber dengan bidang
pantul sama denganseparuhnya

s = jarak tempuh gelombang bunyi (m)


v = cepat rambat gelombang bunyi (m/s)
t = waktu tempuh gelombang bunyi (t)

Contoh :

Diketahui cepat rambat gelombang bunyi di udara adalah 340


m/s. Sebuah kapal memancarkan bunyi sonar ke dasar laut. Jika 4 sekon kemudian orang di
dalam kapal dapat mendengarkan bunyi pantulannya. Hitung kedalaman laut tersebut...?

t =4s
v = 340 m/s
s = (v x t) / 2 = (340 x 4) / 2 = 680 m

Diposting 21st O

2.2 Hakekat Getaran


2.2.1 Contoh-contoh sistem yang melakukan getaran
A. Sistem pegas-massa
Balok bermassa m yang dikaitkan pada ujung pegas yang digantungkan secara vertikal.
Bila balok m ditarik ke bawah, kemudian dilepaskan, maka balok tersebut akan melakukan
gerakan naik-turun-naik-turun berulang-ulang. Balok dikatakan bergetar.
B. Sistem bandul fisis
Bila bandul tersebut disimpangkan dari posisi vertikalnya, maka bandul akan berayun,
menyimpang ke kanan dan ke kiri secara berulang-ulang dan bandul dikatakan bergetar. Susunan
benda dengan getaran yang mirip dengan itu disebut sistem bandul fisis.
Dari dua contoh tadi dapat disimpulkan bahwa getaran adalah suatu gerakan yang khas,
yaitu gerakan yang berulang-ulang dan disebut sebagai gerakan periodik. Pada gerakan berulang
itu yang dimaksud dengan satu getaran lengkap adalah gerakan dari suatu titik awal kembali ke
titik awal tadi. Benda yang bergetar sering disebut juga melakukan gerakan harmonis sederhana.
Jadi dapat disimpulkan bahwa getaran harmonis sederhana adalah gerak bolak balik yang
melewati suatu titik kesetimbangan.
2.2.2 Frekuensi Getaran
Salah satu besaran yang sering dipakai untuk menggambarkan karakter sebuah getaran
adalah frekuensi. Jumlah pengulangan atau getaran lengkap yang terjadi tiap satuan waktu
dinamakan frekuensi getaran dan dilambangkan sebagai f. Jadi satuan getaran dapat berupa
getaran/menit, bahkan getaran/jam. Bila satuan waktunya dinyatakan dalam sekon maka
didapatkan satuan getaran/sekon atau sering juga dinamakan siklus/sekon dan 1 getaran/sekon =
1 siklus/sekon = 1Hz (Hertz, mengikuti nama fisikawan Jerman, Heinrich Hertz). Jadi getaran
dengan frekuensi 200 Hz menyatakan bahwa dalam satu sekon terjadi 200 getaran lengkap.
Benda yang bergetar dengan frekuensi yang tinggi menandakan bahwa dalam suatu waktu
tertentu benda itu melakukan banyak getaran lengkap, sementara getaran dengan frekuensi
rendah menandakan bahwa jumlah getaran lengkap yang terjadi hanya sedikit.
2.2.3 Persamaan Simpangan Getaran
Telah dikemukakan bahwa getaran adalah suatu gerakan bolak-balik. Karena itu, antara
lain dapat dipersoalkan posisi benda yang bergetar itu tiap saat. Jawaban pertanyaan ini
diberikan lewat persamaan simpangan getaran. Ini berarti bahwa dari persamaan itu dapat
diketahui posisi benda yang bergetar saat demi saat. Persamaan simpangan getaran dapat
diturunkan lewat berbagai sistem, dan antara lain adalah lewat sistem pegas-massa. Dalam sistem
pegas-massa di seluruh buku ini selalu diasumsikan bahwa pegas tidak ditarik melampaui batas
elastisnya. Ini berarti bahwa bila gaya tarik itu dihilangkan maka pegas akan kembali ke
ukurannya semula.
2.2.4 Energi Getaran
· Hukum Kekekalan Energi
Pada setiap getaran pasti terkait sejumlah energi yang kita kenal sebagai Energi Kinetik,
yaitu energi yang dimiliki benda atau sistem karena keadaannya yang bergerak itu. Kita tentunya
masih ingat bahwa energi kinetik adalah:
dengan m: massa benda (kg) ,V: kecepatan benda (m/s) .Sebuah benda yang berada di atas
sebuah permukaan juga mempunyai energi yang terkait kedudukannya itu, yaitu energi potensial
gravitasi. Karena benda mempunyai energi potensial gravitasi ini, maka ia mendapatkan kerja
yang dilakukan oleh gaya gravitasi ketika jatuh. Besarnya energi potensial gravitasi ini adalah:
Ep=m.g.h dengan : m = massa benda (kg), g = percepatan gravitasi (m/s2) h = jarak titik pusat
massa benda ke acuan nol (m).
Pada benda-benda yang terkait dengan pegas terdapat energi potensial lain yang disebut sebagai
energi potensial elastis E P' . Energi potensial elastis ini muncul ketika pegas diregangkan atau
dimampatkan. Karena energi potensial elastis inilah, pegas yang diregangkan atau dimampatkan
dapat kembali ke kedudukan semula karena kerja yang dilakukan oleh gaya pemulih. Contoh
yang jelas adalah alat penutup pintu yang seringkali ditempelkan pada pintu berkawat anti
nyamuk yaitu peralatan yang bekerja berdasarkan kerja pegas. Ketika pintu dibuka, pegas yang
ada dalam peralatan itu termampatkan sehingga memiliki energi potensial elastis. Ketika pintu
dilepas, pegas yang termampatkan tadi meregang kembali untuk berusaha kembali ke ukurannya
semula sambil gaya pemulihnya melakukan kerja menutup pintu.
Untuk pegas dengan konstanta pegas k N/m, maka ketika ukuran pegas bertambah atau
berkurang dengan x, didapat energi potensial elastis.
Sistem yang bergetar, dengan demikian berpeluang mempunyai ketiga jenis energi tersebut, atau
energi total sistem yang bergetar adalah dengan demikian energi total juga dapat ditulis menjadi
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa, tanpa adanya gesekan dan kerja dari luar, maka
energi awal dan energi akhir total adalah sama. Ini berarti bahwa:
Perhatikan sistem getaran pegas-massa dengan pegasnya dalam posisi horizontal. Pada kasus
semacam ini ( Ep )awal dan (Ep)akhir adalah sama karena hawal = hakhir dan biasanya diambil sama
dengan nol.
· Kecepatan Getaran
Getaran adalah suatu gerakan, karena itu dapat ditanyakan bagaimana sifat gerakan
tersebut. Apakah gerakannya berlangsung dengan kecepatan konstan? bila tidak, maka tentunya
ada percepatan. Selanjutnya dapat ditanyakan apakah percepatannya konstan. Pertanyaan-
pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan meninjau dari berbagai sudut pandang. Dengan
melakukan pendekatan kekekalan energi, maka kecepatan getaran dengan mudah dapat
ditentukan, seperti yang akan dibahas berikut ini. Perhatikan kembali sistem pegas-massa yang
berada dalam posisi horisontal. Bila getaran ini dimulai dari posisi simpangan maksimum (x =
A), atau disebut juga amplitudo simpangan, dan benda semula berada dalam keadaan diam, maka
dengan segera dapat dimengerti bahwa benda yang bergetar tidak bergerak dengan kecepatan
konstan, namun berubah-ubah dari nol di titik-titik simpangan maksimumnya dan mencapai
harga maksimum di posisi kesetimbangannya. Karena benda yang bergetar tidak bergerak
dengan kecepatan konstan, maka tentu ada percepatan yang terkait dengan getaran. Untuk
mendapatkan percepatan ini, maka digunakan pendekatan bahwa gaya penggerak pada sistem
pegas-massa yang bergetar adalah gaya pemulihnya –kx. Percepatan a juga tidak konstan. Tidak
konstannya kecepatan maupun percepatan, secara fisik sudah dapat diduga, karena adanya
gerakan bolak-balik pada sistem bandul sederhana dan sistem pegas-massa.
Kecepatan dan percepatan tidak konstan pada sistem getaran benda berbalik arah, ketika
simpangannya maksimum, karena kecepatannya nol. Jadi benda yang bergerak (mempunyai
kecepatan), tidak bergerak terus ke arah yang sama, namun berbalik karena kecepatannya nol
pada saat itu. Berarti kecepatannya makin lama makin kecil, atau tidak konstan. Pada bagian
gerakan yang lain kecepatannya membesar, namun mengecil kembali sampai nol, kemudian
membesar kembali dan peristiwa semacam ini berulang-ulang terus. Jadi gerak bolak-balik itu
menyiratkan dua jenis perubahan kecepatan, yaitu:
1. Besarnya, besar-kecil-besar dan seterusnya.
2. Arahnya, kanan-kiri-kanan dan seterusnya.
2.3 Hakekat Gelombang
2.3.1 Relasi Dengan Getaran
Kita telah belajar tentang getaran dan beberapa sifatnya. Getaran yang dihasilkan suatu
sumber getar, seperti garpu tala, pita suara dan lain-lain seringkali dirambatkan lewat medium
yang ada di sekitarnya. Getaran yang diteruskan ini yang disebut sebagai gelombang. Gelombang
pada dasarnya adalah gangguan atau getaran yang dirambatkan. Sebagai contoh bahwa
gelombang yang dihasilkan oleh kapal motor dirambatkan lewat air telaga sehingga mengganggu
seorang pemancing. Dalam hal ini air hanya menjadi medium perantara. Yang merambat
bukanlah air, seperti air sungai yang mengalir, tetapi yang dirambatkan adalah energi yang
terkait gangguan tadi. Bila gangguannya berupa getaran, maka yang dirambatkan di permukaan
air adalah energi getarannya.
2.3.2 Energi Gelombang
Setiap gelombang merambatkan energi. Pada gelombang mekanik, hal ini diperlihatkan
ketika energi yang dirambatkan melalui gelombang air mampu memindahkan gabus yang semula
terapung tenang di atas permukaan air. Olengnya kapal di laut yang sering disebabkan oleh
ombak laut membuktikan adanya sejumlah energi yang dibawa oleh gelombang. Panas matahari
yang terasa di bumi kita, juga disebabkan karena gelombang elektromagnetik yang dipancarkan
oleh matahari merambatkan/meradiasikan energi panas ke bumi. Sementara itu, pemindahan
energi melalui gelombang elektromagnetik tanpa disadari, manfaatnya sudah biasa dinikmati
dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, seseorang dapat menikmati alunan musik dari stasiun
radio yang jauh letaknya karena adanya gelombang radio yang mengangkut energi bunyi musik
itu. Berkat gelombang mikro, seorang pemilik perkebunan dapat memberi perintah pada para
karyawannya di areal kebun yang luas dan mengendalikan perusahaannya hanya dari sebuah
telepon gengggam. Semua cara berkomunikasi ini dapat terlaksana berkat gelombang
elektromagnetik, yang dapat mengangkut energi informasi ke berbagai tempat. Contoh lain
bahwa gelombang membawa sejumlah energi adalah terjadinya kerusakan di mana-mana ketika
terjadi gempa. Kekuatan gempa biasanya dinyatakan oleh skala Richter yang diusulkan oleh
Charles Richter. Richter mengaitkan kekuatan gempa dengan logaritma (basis 10) amplitudo
maksimum suatu getaran yang diukur dalam mikrometer. Amplitudo maksimum itu harus diukur
pada jarak 100 km dari pusat gempa. Jadi misalkan rekaman gempa yang diperoleh dari alat
perekam gempa yang disebut seismometer yang dipasang 100 km dari pusat gempa
menunjukkan amplitudo maksimum 1 mm = 103 m; maka ini berarti bahwa kekuatan gempa itu
(berhubungan dengan energinya) adalah Log (10)3 = 3 skala Richter.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Getaran adalah gerakan yang berulang-ulang atau gerakan bolak-balik melewati suatu titik
kesetimbangan. Gelombang adalah getaran yang merambat, baik melalui medium ataupun tidak
melalui medium. Sedangkan bunyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya
arahnya sejajar dengan arah getarnya (gelombang longitudinal).
2. Sistem getaran yang dibahas adalah sistem pegas-massa, dan bandul sederhana. Besaran yang
penting pada getaran adalah frekuensi, perioda, simpangan, amplitudo, kecepatan, percepatan
dan energi. Bila energi getaran dirambatkan maka diperoleh gelombang.
3. Berdasarkan arah getar relatif terhadap arah rambatnya, dikenal gelombang transversal dan
gelombang longitudinal. Pada umumnya gelombang yang dirambatkan membutuhkan medium
perantara, kecuali gelombang elektromagnetik yang dapat merambat di ruang hampa.
Kecepatan rambat gelombang tergantung pada jenis gelombang yang dirambatkan dan
karakteristik medium perantaranya.
4. Gelombang bunyi adalah gelombang yang dapat didengar dan di udara dirambatkan sebagai
gelombang longitudinal. Di ruang hampa gelombang bunyi tidak dapat didengar. Keras
lemahnya bunyi ditentukan oleh intensitas bunyi atau Taraf intensitasnya. Makin jauh pendengar
dari sumber bunyi, makin lemah pula bunyi yang didengar.
5. Manfaat dari gelombang bunyi dalam teknologi:
· Dalam bidang kesehatan
· Dalam bidang industri
· Dalam bidang kelautan dan pertahanan
· Dalam bidang teknologi

3.2 Saran
1. Pembaca dapat menambah wawasan dan bisa memberikan kritik yang membangun bagi
penulis.
2. Untuk lembaga pendidikan diharapkan agar bisa menerapkan dalam pembelajaran.
3. Untuk lembaga penelitian diharapkan bisa menghasilkan penemuan yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA

Bella.2011.(Online)tersedia:http://belladao.blogspot.com/2011/06/makalah-fisika-getaran-gelombang-
dan.html tanggal akses (4 November 2013).
Fitri,yaumil.2013.(Online)tersedia:http://yaumilfitri.blogspot.com/2013/03/pengertian-getaran-dan-
gelombang.html?m=1 tanggal akses (6 November 2013).
Panggalo,palondongan.2011.(Online)tersedia:http://palondonganpanggaloroketmaikcom.blogspot.com/
2011/03/contoh-makalah-fisika-tentang-gelombang.html tanggal akses (4 November 2013).