Anda di halaman 1dari 13

LAMPIRAN PENILAIAN SIKAP (KI-2)

JURNAL

Nama Satuan Pendidikan : SMA NEGERI 3 KUPANG


Tahun Pelajaran : 2016/2017
Kelas / Semester : XI/ Ganjil
Mapel : Fisika
No Nama Waktu Kejadian/perilaku Butir Positif/negatif Tindak lanjut
Lampiran Penilaian Pengetahuan (KI.III)

Kisi-Kisi Penilaian
No Indikator Kategori Butir Instrumen
1 Menjelaskan perbedaan pemantulan teratur dan pemantulan baur C2 1
2 Menyebutkan bunyi hukum pemantulan cahaya C1 2
3 Menggambarkan pembentukan bayangan pada cermin datar C2 3
4 Menyebutkan sifat-sifat bayangan pada cermin datar C1 4
5 Menyebutkan sinar istimewa pada cermin cekung C1 5
6 Menggambarkan pembentukan bayangan pada cermin cekung C2 6
7 Menentukan jarak fokus, jarak benda, jarak bayangan dan perbesaran serta sifat bayangan pada cermin cekung C3 7
8 Menyebutkan sinar istimewa pada cermin cembung C1 8
9 Menggambarkan pembentukan bayangan pada cermin cembung C2 9
10 Menyebutkan bunyi hukum pembiasan cahaya C1 10
11 Menentukan indeks bias mutlak dan sudut datang serta sudut bias C3 11
12 Menyebutkan sinar istimewa pada lensa cekung C1 12
13 Menyebutkan sinar istimewa pada lensa cembung C1 13
14 Menggambarkan pembentukan bayangan pada lensa cembung C2 14
15 Menentukan jarak fokus, jarak benda dan jarak bayangan serta perbesaran untuk lensa tipis C3 15
16 Menentukan besar jarak fokus dan jenis lensa menggunakan persamaan pembuat lensa C3 16
17 Menyebutkan bagian-bagian mata C1 17
18 Menentukan kuat lensa untuk penderita rabun dekat (miopi) C3 18
19 Menentukan kuat lensa untuk penderita rabun jauh (hipermetropi) C3 19
20 Menyebutkan bagian-bagian kamera C1 20
21 Menganalisis pembentukan bayangan dan sifat bayangan pada kamera C4 21
22 Menentukan jarak fokus, jarak benda dan jarak bayangan pada kamera C3 22
23 Menentukan perbesaran bayangan dengan menggunakan mikroskop pada mata berakomodasi dan tidak 23
C3
berakomodasi
24 Menentukan perbesaran bayangan dengan menggunakan teropong pada mata berakomodasi dengan tidak mata 24
C3
tidak berakomodasi
Instrumen Penilaian

No Indikator Soal Jawaban Skor


Menjelaskan perbedaan 1. Jelaskan perbedaan antara  Pemantulan teratur (specular reflection) adalah pemantulan 4
pemantulan teratur dan pemantulan pemantulan teratur dengan cahaya oleh permukaan-permukaan halus seperti cermin
baur pemantulan baur! datar.
 Pemantulan baur atau pemantulan difus (diffuse reflection)
adalah pemantulan cahaya oleh permukaan-permukaan
kasar seperti kertas.
Menyebutkan bunyi hukum 2. Sebutkan bunyi hukum pemantulan! Hukum pemantulan sebagai berikut: 4
pemantulan cahaya 1. Sinar datang, sinar pantul dan garis normal berpotongan
pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar
2. Sudut datang (𝑖) sama dengan sudut pantul (𝑟)
Menggambarkan pembentukan 3. Gambarkan pembentukan bayangan Pembentukan bayangan pada cermin datar sebagai berikut: 10
bayangan pada cermin datar pada cermin datar!

Menyebutkan sifat-sifat bayangan 4. Sebutkanlah 4 sifat-sifat bayangan Sifat-sifat bayangan pada cermin datar: 4
pada cermin datar pada cermin datar! 1. Maya
2. Sama besar dengan bendanya
3. Tegak dan menghadap berlawanan arah (terbalik) terhadap
bendanya
4. Jarak benda ke cermin sama dengan jarak bayangan dari
cermin
Menyebutkan sinar istimewa pada 5. Sebutkanlah tiga sinar istimewa pada Tiga sinar istimewa pada cermin cekung: 3
cermin cekung cermin cekung! 1. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin dipantulkan
melalui titik fokus F
2. Sinar datang melalui titik fokus F dipantulkan sejajar sumbu
utama
3. Sinar datang melalui titik pusat lengkung M dipantulkan
kembali ke titik pusat lengkung tersebut
Menggambarkan pembentukan 6. Gambarkan pembentukan bayangan Sifat bayangan: 10
bayangan pada cermin cekung pada cermin cekung jika benda Nyata, terbalik dan diperbesar
berada pada ruang II dan tentukan
sifat bayangannya!

Menentukan jarak fokus, jarak 7. Jarak fokus sebuah cermin cekung Dik : 𝑓 = 4 𝑐𝑚 23
benda, jarak bayangan dan 4 cm. Tentukanlah letak, perbesaran 𝑠 = 10 𝑐𝑚
perbesaran serta sifat bayangan dan sifat bayangan dari benda yang
pada cermin cekung terletak di depan cermin sejauh Dit : a. 𝑠′ = ⋯ ?
10 cm! b. 𝑀 = ⋯?
c. Sifat bayangan?
Peny : a. Jarak bayangan
a. L 1 1 1
e + =
s′ s f
t 1 1 1
= −
a s′ f s
k 1 1 1
= −
s′ 4 10
b 1 3
=
a s′ 20
y s ′ = 20 cm
3
a
b. Perbesaran
n −
20
−s′ 2
Mg = s = 103 = − 3
c. Sifat-sifat bayangan
Nyata (s positif), terbalik, diperkecil dan
terletak di depan cermin antara F dan M
Menyebutkan sinar istimewa pada 8. Sebutkan tiga sinar istimewa pada Tiga sinar istimewa pada cermin cembung: 3
cermin cembung cermin cembung! 1. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin dipantulkan
seakan-akan datang dari titik fokus F
2. Sinar datang menuju ke titik fokus F dipantulkan sejajar
sumbu utama
3. Sinar datang menuju ke pusat titik lengkung M
dipantulkan kembali seakan-akan datang dari pusat titik
lengkung tersebut
Menggambarkan pembentukan 9. Gambarkan pembentukan bayangan Sifat bayangan: 10
bayangan pada cermin cembung pada cermin cembung jika benda Maya, tegak dan diperkecil
terletak di depan cermin cembung
dan tentukan sifat bayangannya!

Menyebutkan bunyi hukum 10. Sebutkan bunyi hukum pembiasaan Hukum I Snellius: 4
pembiasan cahaya cahaya! Sinar datang, sinar bias dan garis normal terletak pada satu
bidang datar.
Hukum II Snellius:
Jika sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih
rapat (misalnya dari udara ke air atau udara ke kaca), maka
sinar dibelokkan mendekati garis normal. Jika kebalikannya,
sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat
(misalnya dari air ke udara), maka sinar dibelokkan menjauhi
garis normal
Menentukan indeks bias mutlak 11. Seberkas cahaya masuk ke dalam air Dik : 𝑛𝑢 = 1 14
dan sudut datang serta sudut bias dengan sudut datang 30°. 𝑛𝑎 = 4/3
Tentukanlah sudut biasnya jika 𝜃𝑢 = 30°
indeks bias air 4/3! Dit : 𝜃𝑎 = ⋯ ?
Peny : 𝑛𝑢 sin 𝜃𝑢 = 𝑛𝑎 sin 𝜃𝑎
(1) sin 30° = (4/3) sin 𝜃𝑎
1
2
= (4/3) sin 𝜃𝑎
sin 𝜃𝑎 = 3/8
𝜃𝑎 =
Menyebutkan sinar istimewa pada 12. Sebutkan tiga sinar istimewa pada 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan berasal dari 3
lensa cekung lensa cekung! seakan-akan titik fokus aktif 𝐹1 .
2. Sinar datang seakan-akan menuju ke titik fokus pasif 𝐹2
dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang melalui pusat optik O diteruskan tanpa
membias
Menyebutkan sinar istimewa pada 13. Sebutkan tiga sinar istimewa pada 1. Sinar datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalui 3
lensa cembung lensa cembung! titik fokus aktif 𝐹1
2. Sinar datang melalui titik fokus pasif 𝐹2 dibiaskan sejajar
sumbu utama
3. Sinar datang melalui titik pusat O diteruskan tanpa
membias
Menggambarkan pembentukan 14. Gambarkan pembentukan bayangan Pembentukan bayangan lensa cembung: 10
bayangan pada lensa cembung pada lensa cembung!

Menentukan jarak fokus, jarak 15. Sebuah benda diletakkan 10 cm di Dik : 𝑓 = +5 𝑐𝑚 20


benda dan jarak bayangan serta depan lensa konvergen dengan jarak 𝑠 = + 10 𝑐𝑚
perbesaran untuk lensa tipis fokus 5 cm. Tentukan letak Dit : a. 𝑠 ′ = ⋯ ?
bayangan, perbesaran bayangan dan b. 𝑀 = ⋯ ?
sifat-sifat bayangan! c. Sifat bayangan?
Peny : a. Letak bayangan
1 1 1
+ =
𝑠′ 𝑠 𝑓
1 1 1
= −
𝑠′ 𝑓 𝑠
1 1 1
= −
𝑠′ 5 10
1 1
=
𝑠′ 10
𝑠 ′ = 10 cm
b. Perbesaran
−𝑠′ −10
𝑀 = 𝑠 = 10 = −1
c. Sifat-sifat bayangan
Nyata , terbalik, sama besar dengan bendanya
dan 10 cm di belakang lensa
Menentukan besar jarak fokus dan 16. Sebuah lensa (indeks bias = 1,5) Dik : 𝑛2 = 1,5 20
jenis lensa menggunakan dibatasi oleh permukaan cembung 𝑛1 = 1
persamaan pembuat lensa berjari-jari 10 cm dan permukaan 𝑅1 = +10 𝑐𝑚 (cembung)
cekung berjari-jari 20 cm. Hitung
𝑅2 = −20 𝑐𝑚 (cekung)
jarak fokus lensa. Apa jenis lensa
itu? Dit : a. 𝑓 = ⋯ ?
b. Jenis lensa
Peny : a. Jarak fokus
1 𝑛 1 1
𝑓
= (𝑛2 − 1) (𝑅 + 𝑅 )
1 1 2
1 1,5 1 1
=( − 1) ( + )
𝑓 1 10 −20
1 1
= (0,5) ( )
𝑓 20
𝑓 = +40 𝑐𝑚
b. Jenis lensa
𝑓 bertanda positif, maka lensa adalah lensa
cembung
Menyebutkan bagian-bagian mata 17. Sebutkan bagian-bagian mata!Bagian-bagian mata: 6
1. Kornea, 6
2. Aqueous humor
3. Otot siliar
4. Lensa kristalin atau lensa mata
5. Iris
6. Pupil
7. Retina
Menentukan kuat lensa untuk 18. Seorang penderita miopi memiliki Dik : 𝑠=~ 13
penderita rabun dekat (miopi) titik jauh 100 cm, tentukan kuat 𝑠 ′ = −100 𝑐𝑚 (di depan lensa)
lensa kaca mata untuk penderita Dit : 𝑃 = ⋯?
tersebut! Peny a. Jarak fokus
: 1 1 1
= +
𝑓 𝑠 𝑠′
1 1 1
= +
𝑓 ~ −100 𝑐𝑚
1 1
=0+
𝑓 −100 𝑐𝑚
𝑓 = −100 𝑐𝑚 = 1 𝑚

b. Kuat lensa
1 1
𝑃 = 𝑓 = −1 = −1 dioptri
Menentukan kuat lensa untuk 19. Seseorang menggunakan kaca mata Dik : 𝑃 = +2 dioptri 1
penderita rabun jauh berkekuatan + 2 dioptri agar dapat Dit : 𝑃𝑃 = ⋯ ? 5
(hipermetropi) membaca seperti orang bermata 1
Peny : 𝑃 = 4 − 𝑃𝑃
normal. Berapa jauhkah letak benda
1
terdekat ke matanya yang masih 2=4−
𝑃𝑃
dapat dilihatnya dengan jelas? 1
2 = 𝑃𝑃
1
𝑃𝑃 = 𝑚 = 50 𝑐𝑚
2

Menyebutkan bagian-bagian 20. Sebutkan bagian-bagian kamera! 1) Lensa, 4


kamera 2) Shutter
3) Film
4) Celah Diafragma (aperture
Menganalisis pembentukan 21. Jelaskan proses pembentukan Prinsip kerja kamera secara umum sebagai berikut. 6
bayangan dan sifat bayangan pada bayangan pada kamera!  Objek yang hendak difoto harus berada di depan lensa.
kamera  Ketika diafragma dibuka, cahaya yang melewati objek
masuk melalui celah diafragma menuju ke lensa mata.
Lensa mata akan membentuk bayangan benda.
 Supaya bayangan benda tepat jatuh pada film dengan jelas
maka letak lensa harus digeser-geser mendekati atau
menjauhi film.
Menentukan jarak fokus, jarak 22. Jarak fokus lensa sebuah kamera Dik : 𝑓 = 50 mm 13
benda dan jarak bayangan pada adalah 50 mm. Kamera tersebut 𝑠 = 2,5 m = 2500 mm
kamera diatur untuk memfokuskan bayangan
Dit : 𝑠′ = ⋯ ?
benda pada jauh tak terhingga.
1 1 1
Berapa jauh lensa kamera harus Peny : + 𝑠′ = 𝑓
𝑠
digeser agar dapat memfokuskan 1 1 1
bayangan benda yang terletak pada 2500 mm
+ 𝑠′ = 50 mm
jarak 2,5 m? 1 1 1
= −
𝑠′ 50 mm 2500 mm
1 49
= mm
𝑠′ 2500
Sehingga diperoleh
2500
𝑠 ′ = 49 mm = 51,02 mm

Menghitung perbesaran bayangan 23. Sebuah mikroskop mempunyai jarak Dik : 𝑓𝑜𝑘 = 2,5 𝑐𝑚 20
dengan menggunakan mikroskop fokus lensa okulernya 2,5 cm dan 𝑓𝑜𝑏 = 0,9 𝑐𝑚
pada mata berakomodasi dan tidak jarak fokus objektifnya 0,9 cm, 𝑀 = 5 𝑘𝑎𝑙𝑖 mata tanpa berakomodasi
berakomodasi digunakan oleh orang bermata Dit : 𝑠𝑜𝑏 = ⋯ ?
normal tanpa berakomodasi dan Pen : 𝑠′ 𝑃
𝑀 = 𝑠 𝑜𝑏 × 𝑓 𝑝
menghasilkan perbesaran 90 kali. y 𝑜𝑏 𝑜𝑘

Hitung jarak benda dengan lensa 𝑠′𝑜𝑏 25


90 = ×
objektif mikroskop 𝑠𝑜𝑏 2,5
𝑠′𝑜𝑏
90 = × 10
𝑠𝑜𝑏
90 𝑠′𝑜𝑏
=
10 𝑠𝑜𝑏
𝑠′𝑜𝑏
9=
𝑠𝑜𝑏
𝑠′𝑜𝑏 = 9𝑠𝑜𝑏

1 1 1
= +
𝑓𝑜𝑏 𝑠𝑜𝑏 𝑠′𝑜𝑏
1 1 1
= +
0,9 𝑠𝑜𝑏 9𝑠𝑜𝑏
1 9+1
=
0,9 9𝑠𝑜𝑏
1 10
=
0,9 9𝑠𝑜𝑏
0,9 × 10
9𝑠𝑜𝑏 =
1
9
9𝑠𝑜𝑏 =
1
9
𝑠𝑜𝑏 =
9
𝑠𝑜𝑏 = 1 𝑐𝑚

Menghitung perbesaran bayangan 24. Sebuah teropong bintang memiliki Dik : 𝑀 = 5 𝑘𝑎𝑙𝑖 20
dengan menggunakan teropong perbesaran 5 kali. Kedua lensa 𝑑 = 24 𝑐𝑚 mata tanpa berakomodasi
pada mata berakomodasi dengan terpisah pada jarak 24 cm. Jika mata Dit : a. 𝑓𝑜𝑘 = ⋯ ?
tidak mata tidak berakomodasi tanpa berakomodasi, hitunglah jarak b. 𝑓𝑜𝑏 = ⋯ ?
fokus: Jwb : a. Jarak fokus lensa okuler
a. Lensa okuler 𝑓𝑜𝑏 𝑓𝑜𝑏
b. Lensa objektif 𝑀= →5= → 𝑓𝑜𝑏 = 5𝑓𝑜𝑘
𝑓𝑜𝑘 𝑓𝑜𝑘
𝑑 = 𝑓𝑜𝑏 + 𝑓𝑜𝑘
24 = 5𝑓𝑜𝑘 + 𝑓𝑜𝑘
24 = 6𝑓𝑜𝑘
24
𝑓𝑜𝑘 =
6
𝑓𝑜𝑘 = 4 𝑐𝑚

b. Jarak fokus lensa objetif


𝑑 = 𝑓𝑜𝑏 + 𝑓𝑜𝑘
24 = 𝑓𝑜𝑏 + 4
𝑓𝑜𝑏 = 24 − 4
𝑓𝑜𝑏 = 20 𝑐𝑚

Total Skor

Jumlah skor yang diperoleh


Nilai = × 100
Jumlah skor maksimal
Instrumen Penilaian Ketrampilan (KI. IV)

Instrumen Penilaian

Skor Penilaian
No Aspek yang dinilai
Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)

1. Menggunakan peralatan praktikum

2. Melakukan percobaan sesuai prosedur

3. Mengambil data dalam praktikum

4. Menyajikan hasil pengamatan data

5. Menyimpulkan data

Jumlah Skor yang Diperoleh

Kriteria Penilaian ketrampilan

No Aspek yang dinilai Kriteria

1. Menggunakan peralatan 1. Menggunakan dengan tepat


praktikum 2. Menggunakan dengan tepat
3. Menggunakan dengan tepat
Skor Penjelasan
4 3 kriteria tampak
3 2 kriteria tampak
2 1 kriteria tampak
1 Tidak tidak tampak
2. Melakukan percobaan sesuai 3. Melakukan percobaan berdasarkan seluruh prosedur
prosedur yang ada
2. Melakukan percobaan berdasarkan sebagian
prosedur yang ada
1. Melakukan percobaan tidak berdasarkan prosedur
yang ada
3. Mengambil data dalam 3. Mengambil data hasil pengukuran sesuai dengan alat
praktikum ukur yang ditentukan dengan tepat
2. Mengambil data hasil pengukuran sesuai dengan alat
ukur yang ditentukan kurang tepat
1. Mengambil data hasil pengukuran sesuai dengan alat
ukur yang ditentukan tidak tepat
4. Menyajikan hasil pengamatan 3. Menyajikan hasil pengamatan dalam tabel dengan
tepat
2. Menyajikan hasil pengamatan dalam tabel kurang
tepat
1. Menyajikan hasil pengamatan dalam tabel tidak
tepat
5. Menyimpulkan data 3. Meyimpulkan data dengan membandingkan hasil
percobaan dengan data analisis untuk menentukan
kecepatan benda setelah bertubukan dengan tepat
2. Meyimpulkan data dengan membandingkan hasil
percobaan dengan data analisis untuk menentukan
kecepatan benda setelah bertubukan kurang tepat
1. Meyimpulkan data dengan membandingkan hasil
percobaan dengan data analisis untuk menentukan
kecepatan benda setelah bertubukan tidak tepat