Anda di halaman 1dari 13

Makalah Dietetik Klinik

ANALISIS FORMULASI KANDUNGAN GIZI PAKAN HEWAN PADA


KASUS PENYAKIT GASTROINTESTINAL

(PRODUK ROYAL CANIN)

Oleh:

Jhon Pampang Allo

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2015

i
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa untuk
setiap berkat dan anugerah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini.

Makalah ini disusun sebagai tugas pada mata kuliah “Dietetik Klinik”.
Dalam makalah ini penulis membahas mengenai “Analisis Formulasi Kandungan
Gizi Pakan Hewan pada Kasus-kasus Penyakit Gastrointstinal pada kucing (Royal
Canin)”. Hal ini bertujuan untuk menganalisis peran formulasi pakan dalam
membantu penanganan kasus pada system gastrointestinal pada kucing.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penulisan karya ini. Penulis menyadari bahwa karya ini
masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu saran dan kritik dari pembaca
sangat diharapakan guna kesempuranaan karya ini.

Kiranya karya ini dapat bermanfaat

Makassar, Mei 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . i

Kata Pengantar. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ii

Daftar Isi. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . iii

BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . … 1

A. Latar Belakang. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Rumusan Masalah. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
C. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Mengetahui Royal Canin Gastrointestinal . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2


B. Formulasi Kandungan Gizi Produk…………………………… 3

BAB III PENUTUP . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .16


A. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16
B. Saran . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 16

Daftar Pustaka

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemajuan zaman dan meningkatnya taraf hidup serta berubahnya pola
kehidupan telah mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia dewasa ini.
Trend memelihara hewan kesayangan juga telah menjadi budaya di Negara
kita. Salah satu hewan yang banyak menjadi hewan peliharaan masyarakat
yaitu kucing. Kucing merupakan salah satu binatang peliharaan terpopuler di
seluruh dunia yang merupakan hewan karnivora sejati. Kucing yang terdapat
saat ini di seluruh dunia 1% di antaranya merupakan kucing-kucing ras
selebihnya merupakan kucing-kucing keturunan campuran atau kucing
kampung. Kucing yang merupakan karnivora sejati hampir tidak memakan
apapun yang mengandung tumbuhan. Dalam penangkaran , kucing tidak dapat
diadaptasikan dengan diet vegetarian karena mereka tidak dapat mensintesis
semua asam-asam amino yang mereka butuhkan hanya dengan memakan
tumbuhan; berbeda dengan anjing peliharaan, yang sering diberi makan
produk campuran daging dan sayuran dan kadang dapat beradaptasi dengan
diet vegetarian secara total.

Salah satu produsen pakan hewan, Royal Canin, memproduksi pakan


khusus untuk pasien (kucing) yang mengalami masalah pada sistem
gastrointestinal. Produk ini diberikan pada kucing dengan indikasi:
Malabsorpsi, Maldigesti, Konvalesen, Exocrine pancreatic insufficiency,
Gastritis, Kolitis, Anoreksia, dan Bacterial Overgrowth. Dengan adanya pakan
ini diharapkan mampu membantu hewan dalam penanganan penyakitnya di
samping dengan tindakan medis yang lain.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah Royal Canin Gastrointestinal itu?


2. Bagaimana formulasi kandungan gizi produk tersebut dan pengaruhnya
dalam mempercepat penyembuhan kasus-kasus gastrointestinal?
C. Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan tentang produk Royal Canin Gastrointestinal
2. Memaparkan formulasi kandungan gizi produk tersebut dan
pengaruhnya dalam mempercepat penyembuhan kasus-kasus
gastrointestinal

iv
BAB II

ISI

1. Mengetahui Royal Canin Gastrointestinal


Royal Canin Gastrointestinal adalah makanan diet lengkap untuk manajemen
nutrisi kucing yang diformulasikan untuk mengurangi gangguan penyerapan
usus yang akut dan mendukung persembuhan dan restorasi nutrisi. Makanan
sangat mudah dicerna. peningkatan kandungan elektrolit dan nutrisi esensial.
Kandungan energi tinggi. Indikasi pemberian pakan ini yaitu pada kasus-kasus
seperti: Malabsorpsi, Maldigesti, Konvalesen, Exocrine pancreatic
insufficiency, Gastritis, Kolitis, Anoreksia, dan Bacterial Overgrowth.
Sedangkan kontraindikasinya yaitu, pancreatitis, hepatic encephalopathy dan
lymphangiectasia -enteropati eksudatif. Pada kasus penyakit akut regenerasi
vili usus memerlukan manajemen nutrisi selama minimal tiga minggu.
Pemberian seumur hidup mungkin diperlukan/bermanfaat pada kasus kronis.
Untuk memaksimalkan fungsi pencernaan, rekomendasi asupan harian harus
dibagi menjadi beberapa kali pemberian.
Pakan ini dengan beberapa keunggulan seperti:
1. Perlindungan Pencernaan: Kombinasi protein yang mudah dicerna
(LIP**), prebiotik (frukto oligosakarida dan Mannan oligo sakarida),
bubur bit, beras dan minyak ikan memastikan perlindungan pencernaan.
2. Tinggi energi: Nutrisi berenergi tinggi memastikan terpenuhinya
kebutuhan energi kucing, sementara mengurangi volume makan per
harinya sebagai upaya mengurangi beban saluran pencernaan, juga
membantu mengembalikan berat badan selama masa pemulihan.
3. Palatabilitas tinggi: Kucing dengan penyakit gastrointestinal sering
menunjukkan penurunan nafsu makan dan berat badan. Palatabilitas yang
tinggi merangsang anjing untuk makan sehingga mempercepat pemulihan
4. EPA/DHA : Eicosapentaenoic dan docosahexaenoic, asam lemak rantai
panjang omega 3, berperan dalam menyehatkan sistem pencernaan

v
2. Formulasi Kandungan Gizi Produk

Tabel Analisis Amount


Asam arakhidonat (%) 0.1
Abu (%) 8.5
Biotin (mg/kg) 3.31
Kalsium (%) 1.02
Serat (%) 5.1
serat makanan (%) 10.9
DL-methionine (%) 1.12
EPA/DHA (%) 0.31
Lemak (%) 22.0
Asam Linoleat (%) 4.03
Lutein (mg/kg) 5.0
Energi termetabolisme (berdasarkan NRC85)
(kcal/kg) 3879.0
Energi termetabolisme (terhitung) (kcal/kg) 4084.0
Methionine Cystine (%) 1.64
Air (%) 7.0
Nitrogen-free extract (NFE) (%) 25.4
Omega 3 (%) 0.74
Omega 6 (%) 4.27
Fosfor (%) 1.02
Protein (%) 32.0
Pati (%) 19.6
Taurine (mg/kg) 2000.0
Vitamin A (UI/kg) 24000.0
Vitamin C (mg/kg) 200.0
Vitamin E (mg/kg) 600.0

vi
Nutrien lain Amount

Arginin (%) 1.72


L-lisin (%) 1.37
Mineral Amount
Chlor (%) 1.03
Tembaga (mg/kg) 21.0
Yodium (mg/kg) 2.7
Iron (mg/kg) 201.0
Magnesium (%) 0.06
Mangan (mg/kg) 60.0
Potassium (%) 1.0
Selenium (mg/kg) 0.14
Sodium (%) 0.7
Zinc (mg/kg) 186.0
Vitamin Amount
Kolin (mg/kg) 2500.0
Asam Folat (mg/kg) 14.9
Vitamin B1 Thiamin (mg/kg) 27.7
Vitamin B12 Cyanocobalamin (mg/kg) 0.18
Vitamin B2 Riboflavin (mg/kg) 55.3
Vitamin B3 Niacin (mg/kg) 177.4
Vitamin B5 Pantothenic acid (mg/kg) 61.6
Vitamin B6 Pyridoxine (mg/kg) 45.9
Vitamin D3 (UI/kg) 800.0

Keterangan kandungan:
1) Asam arakhidonat: asam arakhidonat adalah asam lemak omega -6 cair yang
peran utama asam arakidonat dalam tubuh adalah merangsang peradangan
(inflamasi). Kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit adalah respon
inflamasi normal jaringan tubuh terhadap cedera dan bisa membantu dalam
penyembuhan.

vii
2) Biotin : Biotin atau vitamin B7 adalah suatu vitamin yang larut dalam air,
Biotin juga bisa dikatakan dengan vitamin H. Vitamin ini memiliki peranan
yang sangat penting dalam reaksi biokimia di pada tubuh, seperti dalam
transfer karbon dioksida dan metabolisme karbohidrat dan lemak. Tidak
seperti kebanyakan vitamin yang lain, biotin merupakan salah satu jenis
vitamin yang cukup stabil dalam berbagai kondisi lingkungan, seperti panas,
paparan cahaya matahari, dan oksigen.
Fungsi utama biotin di pada tubuh adalah membantu metabolisme lemak,
protein, dan karbohidrat yang akan membentuk molekul gula sederhana
(glukosa), asam lemak, dan asam amino. Reaksi ini dikenal dengan istilah
katabolisme, yaitu pemecahan senyawa kompleks menjadi banyak molekul
sederhana yang disertai dengan pelepasan energi. Molekul sederhana tersebut
kemudian akan dipakai tubuh untuk mensintesis sel-sel baru. Biotin juga
merupakan koenzim bagi piruvat karboksilase, salah satu jenis enzim yang
berFungsi pada metabolisme energi.
Biotin banyak digunakan untuk membantu pemulihan tubuh terhadap penyakit
defisiensi holokarboksilase sintetase dan defisiensi biotinidase. Selain itu,
biotin juga mamapu menurunkan kadar gula darah serta memperkuat struktur
rambut dan kuku.[3] Terkait dengan peranannya pada metabolisme energi,
vitamin ini dapat meningkatkan efisiensi dan mengkatalis pemecahan lemak
tubuh.
3. Kalsium (1,02 %): Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat
di dalam tubuh. Kalsium ini dibutuhkan untuk: pembentukan tulang,
pertumbuhan gigi, produksi susu, transmisi impuls dalam syaraf, rangsangan
otot, pengaturan denyut jantung, pergerakan otot, pembekuan darah, aktivitas
dan stabilitas enzim.
4. Serat (5,1 %) dan serat makanan (10,9 %) : Serat memainkan peran penting
dalam gizi kucing; kekurangan serat dapat menyebabkan kucing mengalami
sembelit. Keuntungan tambahan dari serat adalah bakteri pro-biotik bakteri
dalam usus kucing memakan serat ini. Mikroba ini membantu kucing anda
dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit saluran
pencernakan dan bakteri pathogen .
5. DL-methionine (1.12 %) : Memiliki fungsi dalam mengasamkan urin dan
membantu mencegah infeksi saluran kemih dan Kristal struvite.
6. EPA/DHA (0,31 %): Eicosapentaenoic dan docosahexaenoic, asam lemak
rantai panjang omega 3, berperan dalam menyehatkan sistem pencernaan.
7. Asam Linoleat (4,03%): Asam gamma-linolenat (Gamma linolenic
Acid/GLA) memainkan peran penting dalam memerangi semua masalah
radang/inflamasi, terutama pada penyakit kulit. Efek positif terlihat sangat
jelas pada hewan alergi. Memperkaya makanan dengan GLA membantu
penggabungan dalam hati, sel-sel darah merah dan dinding pembuluh. Asam
lemak tak jenuh seperti GLA membantu mempertahankan fluiditas membran

viii
sel, yang mempengaruhi proses pertukaran zat antara sel-sel. Suplemen GLA
meningkatkan produksi hormon anti-inflamasi, prostaglandin tipe
1. Prostaglandin tipe 1 dibuat dari dengan mengorbankan sintesis
prostaglandin tipe 2, yang memiliki efek pro-inflamasi.
8. Methionine Cystine (1,64%): Methionine, diperlukan bagi produksi sulfur,
menjaga kenormalan metabolisme, dan merangsang serotonin sehingga dapat
menghilangkan kantuk.
9. Nitrogen-free extract (NFE) ( 25, 4%): dapat berasal dari kulit biji bunga
matahari yang mengandung serat dan bila diolah menjadi minyak, maka akan
dihasilkan produk samping berupa bungkil, bungkil ini mempunyai kandungan
protein yang tinggi sehingga cocok untuk dijadikan bahan pakan ternak
10. Omega 3 (0,64 %): Omega 3 penting untuk kucing dan keuntungan atau fungsi dari
omega 3 untuk kucing cukup banyak : Anti radang, area tubuh bagian dalam
memerah seperti perasaan terbakar/ merah, baik untuk mengurangi infeksi
jamur, baik untuk kesehatan mata kucing, penelitian mengarah ke kesehatan
jantung, menjaga trigeliserida, kolesterol dalam darah, dan tekanan darah,
mencegah atau terapi arthritis, Favorit Cat Owner, sehat buat bulu dan kulit,
ga gampang kering, bulu kuat lebat dan lain2 dan baik untuk sistem imun
kucing
11. Omega 6 ( 4,27%): memiliki fungsi yang hampir sama dengan omega 3
12. Fosfor (1,02 %): Memiliki fungsi untuk keseimbangan nutrisi. Dalam tubuh
anda, terbapat banyak nutrisi yang belum dapat diolah baik. Sehingga harus
ada penyeimbang agar mereka memiliki masa jenis sama. Untuk itulah
dibutuhkan fosfat sebagai konformitas mineral lainya. Karena fosfor (yang
berikatan dengan Oksigen lalu membentuk fosfat) juga banyak dalam mineral
lain seperti kalsium, magnesium, dan alumunium, sehingga mereka harus
berikatan. Tujuanya adalah membentuk senyawa garam.
13. Protein (32 %): Protein memiliki peran yang sangat penting dalam
meregenerasi sel-sel yang rusak yang akan membantu proses penyembuhan.
14. Pati (19,6%): Karbohidrat digunakan dalam makanan kucing umumnya
termasuk bagian tepung dari tanaman yang dapat dengan mudah dipecah
dalam saluran pencernaan kucing. Ini karbohidrat yang ditemukan dalam
konsentrasi tinggi pada biji-bijian sereal seperti “Beras, Gandum dan Jagung”.
Bahan-bahan ini akan membentuk atau diekstrusi sumber karbohidrat dan
bahan ini bisa dengan mudah dan dapat dengan cepat dicerna oleh kucing.
Perlu dicatat bahwa tidak semua bentuk pati mudah dicerna oleh kucing. Biji-
bijian sereal baku dicerna lebih lambat dalam usus dan ada beberapa
karbohidrat tepung, termasuk tepung kentang dan pisang yang benar-benar
tidak akan tercerna atau tidak larut dalam air pada hewan peliharaan kita.
15. Taurine (2000 mg/kg): Taurine merupakan asam amino yang sangat
dibutuhkan oleh kucing. Berbeda dengan anjing yang memiliki kebutuhan
taurine lebih sedikit. Kekurangan taurine pada kucing dpaat menyebabkan

ix
hipertrofi kardiomiopati atau pembengkakan pada dinding jantung, masalah
pada otot, bahkan kebutaan.

x
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Royal Canin Gastrointestinal adalah makanan diet lengkap untuk
manajemen nutrisi kucing yang diformulasikan untuk
mengurangi gangguan penyerapan usus yang akut dan mendukung
persembuhan dan restorasi nutrisi
2. Setiap kandungan zat pada produk ini memiliki peran terhadap
penyembuhan penyakit kasus gastrointestinal.
B. Saran
1. Diperlukan kehati-hatian dalam memilih produk untuk pakan kucing.
2. Sesuaikan kebutuhan kucing dengan pakan yang akan diberikan

xi
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Manfaat Mineral bagi Hewan Kesayangan (online)


http://klinikhewanhappiness.blogspot.com/2011/11/manfaat-mineral-
bagi-hewan-kesayangan.html diakses 18 Mei 2015

Anonim. 2013. Karbohidrat sebagai Sumber Energi di Cat Foods (online)


http://omah-kucing.blogspot.com/2013/05/karbohidrat-sebagai-sumber-
energi-di.html diakses 18 Mei 2015

Anonim. 2013. Kebutuhan Nutrisi Kucing dan Anjing (online)


http://matoa.org/kebutuhan-nutrisi-kucing-dan-anjing/ diakses 18 Mei
2015

Anonim. Tanpa Tahun. Apa itu Asam Arakidonat? Karakteristik, Fungsi &
Manfaatnya, (online) http://www.amazine.co/25669/apa-itu-asam-
arakidonat-karakteristik-fungsi-manfaatnya/ diakses 17 Mei 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Gastrointestinal (online)


http://www.royalcanin.co.id/produk/products/vet-products/vet-diet-
feline/gastro-intestinal diakses 17 Mei 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Lemak (online) http://www.royalcanin.co.id/nutrisi-


kesehatan/nutrien/lemak/asam-gamma-linolenat-gamma-linolenic-acid-
gla diakses 18 Mei 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Kesehatan Obat Herbal (online),


https://maellaincyue.wordpress.com/kesehatan-obat-herbal/ diaakses 18
Mei 2105

Anonim. Tanpa Tahun. Manfaat Fosfat Dalam Kehidupan Sehari Hari (online)
http://manfaat.co.id/manfaat-fosfat-dalam-kehidupan-sehari-hari diakses
18 Mei 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Methionine In Feline Diets (online)


http://www.wysong.net/pet-health-and-nutrition/methionine-in-feline-
diets.php diakses 18 Mei 2015

Anonim. Tanpa Tahun. Omega 3 Penting Untuk Kucing (online)


http://www.kucingcirebon.com/kesehatan-kucing/omega-3-penting-
untuk-kucing/ diakses 18 Mei 2015

xii
Anonim. Tanpa Tahun. Vitamin untuk Kucing Kesayangan Anda (online)
http://peliharakucing.tumblr.com/post/19680109537/vitamin-untuk-
kucing-kesayangan-anda diakses 18 Mei 2015

Sugiyarti. 2008. Nama Protein dan Fungsinya, (online), http://sugiyarti-unindra-


bio2a.blogspot.com/2008/10/nama-protein-dan-fungsinya.html diakses
18 Mei 2015

Widayati, Sri. Tanpa Tahun. Pengertian Biotin dan Fungsinya Terhadap Tubuh
(online) http://www.g-excess.com/pengertian-biotin-dan-fungsinya-
terhadap-tubuh.html diakses 18 Mei 2015

xiii