Anda di halaman 1dari 2

KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MULTISISTEM

“TRAUMA EKSTREMITAS”

Di Susun Oleh:

Kelompok 7

Beatricia Indra Junita (14.IK.380)


Kamariah (14.IK.393)
M. Amin Qutbi (14.IK.399)
Ristami (14.IK.411)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA BANJARMASIN


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
TAHUN 2018
ANALISIS JURNAL MENGGUNAKAN IMRAD

A. Introductions ( pendahuluan )
Fraktur atau patah tulang adalah pemecahan atau kerusakan suatu bagian
terutama tulang. Trauma atau cedera adalah mekanisme utama penyebab
fraktur Di Indonesia cedera karena kecelakaan sepeda motor menempati
peringkat kedua tertinggi setelah cedera karena jatuh. Fraktur ekstremitas
bawah yang paling umum terjadi pada diafisis tibia.

B. Methods

Penatalaksanaan fraktur meliputi recognition, reduction, retention, dan


rehabilitation.

C. Research
Terdapat 4 langkah yang di gunakan dalam penatalaksanaan kasus fraktur.
Yang pertama adalah recognition, Diagnosis pada pasien ini adalah neglected
close fracture 1/3 proximal tibia dextra. Yang kedua adalah reduction, Pada
pasien ini dilakukan immobilisasi dengan menggunakan bidai, dan edukasi ke
pasien untuk mengistirahatkan gerakan. Yang ketiga adalah Retention, Pada
pasien ini dilakukan tindakan operatif berupa refraktur pada pada 1/3
proksimal tibia dextra yang mengalami malunion. Dan yang terakhir adalah
rehabilitation, Dilakukan segera bersamaan dengan pengobatan fraktur untuk
menghindari atropi otot dan kontraktur sendi.

D. Discussion
Menurut kelompok kami penatalaksanaa fraktur perlu dilakukan secara
menyeluruh dan komperhensif. Teknik operatif dan metode dalam
penatalaksaan fraktur terus mengalami perkembangan sehingga studi literatur
harus terus dilakukan. Edukasi pasien mengenai penyakit, perawatan dan
rehabilitasi selama masa penyembuhan sangat penting agar penyembuhan
terjadi secara maksimal