Anda di halaman 1dari 7

Starting Of Parts Winding Motor

Disusun untuk memenuhi tugas Desain Instalasi 3


dibimbing oleh bpk. Drs. Abdul Manaf, MMT

Di susun Oleh Kelompok 4

Nama Kelompok :

1. Eko Agus S ( 17 )

2. ( )

3. (

4.

Kelas : D4-2C

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI SISTEM KELISTRIKAN

POLITEKNIK NEGERI MALANG


Starting of parts winding motor
( PENGASUT MOTOR DENGAN LILITAN TERBAGI)

TUJUAN

Setelah mempelajari dan melakukan kegiatan praktek dalam hal ini diharapkan dapat :

1. Menjelaskan instruksi dan kerja starter motor part winding


2. Menggambar dan membaca diagram untuk starter motor part winding
3. Menghubungkan dan mengoperasikan motor induksi rotor sangkar dengan starter
lilitan terbagi (part winding)

TEORI

Motor lilitan terbagi (part winding motor) memiliki konstruksi yang serupa dengan
motor rotor sangkar standar. Tetapi, motor lilitan terpisah memiliki dua lilitan identik yang
dapat terhubung ke jala – jala secara berurutan untuk menghasilkan arus dan torsi starting
yang lebih kecil. Pada sistem ini dititik beratkan pada perubahan kutub pada belitan stator,
sehingga diperlukan pengaturan starting secara bertahap.

Starter dirancang untuk menghubungkan salah satu dari lilitan motor 3 phasa ke
pencatu ketika diterima implus start setelah selang waktu penundaan selama motor
melakukan percepat, starter secara otomatis menghubungkan lilitan motor kedua ke pencatu,
paralel dengan yang pertama.

Karena hanya setengah lilitan yang dihubungkan dengan power supply pada saat
distart, cara ini disebut sebagai lilitan terbagi (part winding). Pada motor lilitan terbagi,
lilitannya bisa dihubungkan Y atau delta tergantung pada desain motor.

Walaupun dikenakan tegangan penuh pada setiap lilitan motor, arus start motor mula-
mula jauh lebih kecil daripada arus start yang dihasilkan dari motor standar yang distart
dengan tegangan penuh normal. Akan tetapi dalam penggunaan cara ini haruslah hati-hati
karena kople yang dihasilkan oleh setengah lilitan pertama motor mungkin tidak memadai
untuk mempercepat beban dengan inersia tinggi.
Starter lilitan terbagi dua step mempunyai keuntungan dan kerugian tertentu:

Keuntungan

 Kontruksinya sederhana, tidak mahal dibandingkan dengan starter yang


memerlukan peralatan tambahan untuk menurunkan tegangan seperti
transformator, resistor atau reaktor.
 Hanya menggunakan setengah ukuran kontaktor.
 Torsi starting lebih tinggi dari star-delta dan tidak ada pemutusan dengan
sumber selama starting (transisi tertutup).

Kerugian

 Tidak bisa diatur


 Torsi starting rendah
 Dan memerlukan motor khusus

Pengasut lilitan terpisah dirancang untuk digunakan pada motor rotor sangkar yang
memiliki dua lilitan stator yang paralel dan terpisah. Motor lilitan terpisah dipakai untuk
mengendalikan beban – beban sentrifugal seperti kipas, blower, pompa sentrifugal, dan untuk
beban lain dimana diperlukan suatu pengurangan torsi awal.

PENGASUTAN DUA LANGKAH

Pada suatu pengasut lilitan terpisah, pada gambar 1, penekanan tombol START S2
akan meng-energize kontaktor K1 (start). Hasilnya, kontaktor K1 bekerja dan kontak utama
dan NO K1 menutup sehingga lilitan motor terhubung ke saluran dan kontak NO K1
berfungsi sebagai pengunci jika tombol START S2 dilepas. Kontaktor K1 juga dicouple
dengan sebuah relay tunda waktu TR jika kontaktor K1 energize relay tunda waktu juga akan
energize. Setelah suatu tunda waktu yang besarnya tidak lebih dari lima detik, kontak -
kontak relay tunda waktu menutup untuk mengenergize kontaktor K2 (run). Kontaktor ini
menghubungkan lilitan kedua dari motor menuju ke jala – jala secara paralel dengan lilitan
pertama motor tersebut. Indikator lampu H1 menandakan motor tersebut sedang bekerja
sedangkan indikator lampu H2 menandakan terjadi beban lebih pada motor sehingga thermal
overload bekerja. Kedua lilitan tersebut akan terputus dari jala – jala apabila tombol STOP S1
tertekan atau ada relay beban lebih yang trip.
Suatu pengasut lilitan terpisah tipe dua lilitan memiliki beberapa keuntungan : lebih
murah jika dibandingkan dengan metode pengasutan yang lain karena ia ia tidak memerlukan
elemen pereduksi tegangan seperti transformator, tahanan, ataupun reaktor; ia hanya
menggunakan kontaktor yang berukuran setengah dari ukuran dari kontaktor pada umumnya;
dan ia meyediakan pengasutan transisi yang tertutup. Sedang kekurangan dari pengasut ini
adalah torsi pengasutan tetap yang buruk dan dan pengasut tersebut hampir selalu merupakan
alat pengasut berjenjang (incremental start device).

KOMPONEN

 Motor part winding 1


 Motor protective circuit breaker (Q1) 1
 Kontaktor 3-pole (KM1 dan KM2) 2
 Kontaktor bantu dengan timer on delay (TR) 1
 Thermal overload relay (F1-F2) 2
 Pushbutton: tombol start (S2) dan tombol stop (S1) 2
 Lampu tanda jalan (H1) dan beban lebih (H2) 2
 MCB 1 phase (F3) 1
 Kabel penghubung
L

1
F3
2
95 97 97
F1 F1 F2

96 98 98
95
F2
96
21

S1
22
13 13 55 53
S2 K1 TR K1
14 14 56 54

A1 A1 A1 x1 x1
K1 TR K2 H1 H2
A2 A2 A2 x2 x2
N
3 4 5 6 7
Kontaktor Kontaktor Operation Overload
start run

NO NC NO NC NO NC
1 5 2
4
6

NAMA :
SIRKIT KONTROL
PART WINDING STARTING KELAS : D4-2B

TANGGAL : 01 - 10 - 2011
No Gambar Skala
POLITEKNIK NEGERI MALANG 1 -
R
S
T

1 3 5

Q1
I> I> I>

2 4 6

1 3 5 1 3 5
K1 K2
2 4 6 2 4 6
1 3 5 1 3 5
F1 F2
2 4 6 2 4 6

T1 T7

T2 T8
M
T3 T9

1 2

NAMA : Kelompok 5
SIRKIT DAYA
PART WINDING STARTING KELAS : D4-2B

TANGGAL : 01 - 10 - 2011
No Gambar Skala
POLITEKNIK NEGERI MALANG 2 -
PERTANYAAN DARI PRESENTASI

1. Bagaimanakah cara untuk menentukan pengaman beban lebih ( OL ) yang digunakan


pada motor starting part winding?

Jawab :
Starter part winding mengurangi tegangan starter digunakan pada motor paralel
dengan dua gulungan terbagi pada stator. Gulungan digunakan selama start sekitar 65
- 80% dari rotor terkunci saat start. Selama dioperasikan setiap belitan membawa
sekitar 50 % dari arus beban.
Jadi, pengaman beban lebih (OL) yang digunakan = Arus nominal dari motor part
winding tersebut.