Anda di halaman 1dari 3

RESUME KEPERAWATAN PRAKTIK PROFESI NERS

KEPERAWATAN DASAR PROFESI

Tanggal/jam pengkajian : 29-4-2017

Diagnosa keperawatan : NSTEMI, Hidrokel testis

No register : 01.85.58

A. Pengkajian

1. Identitas pasien

a. Nama : Tn M

b. Alamat : Tegal rejo, Gedang Sari, Gunungn Kidul

c. Umur : 77 thn

d. Pendidikan SD : SD

2. Riwayat keperawatan:

a. Keluhan utama: pasien mengatakan sesak napas berkurang, nyeri dada dan

nyeri di testis berkurang.

b. Riwayat penyakit sekarang: kurang lebih 1 tahun, kantong zakar sebelah kiri

membesar, pasien datang kerumah sakit dengan keluhan mual muntah, sesak

napas dan nyeri dada.

B. Resume asuhan keperawatan

No DX keperawatan DAR (Data, Action, Respond)


1 Potensial infeksi DATA
berhubungan DS: pasien mengatakan sesak napas berkurang, nyeri dada
dengan berkurang.
pemasangan alat DO:
infasif  Terpasang infus Nacl 0,9% sejak tanggal 26-4-2017 pkl
15.00 di tangan kiri, perinfus pump dengan dosis 62,5
cc/jam.
 Terpasang kateter tetap sejak tanggal 26-4-2017.
 Pasien mendapat terapi parenteral
 OMZ IV 1x40 mg
 Arisxtra SC 1x2,5 mg
 Ceftriaxon IV 2x1 gr
 Keterolac IV 2x1 amp K/p
ACTION :
A. Fase Orientasi
- Memberi salam/menyapa klien
- Memperkenalkan diri
- Menjlaskan tujuaqn tindakan
- Menjelaskan langkah prosedur
- Menanyakan kesiapan pasien
B. Fase kerja
- Mencuci tangan
- Menempatkan alat dekat klien
- Membuka set infus dengan mempertahankan kesterilan
pada kedua ujungnya
- Memasang klem rol 2-4 cm di bawah bilik drip
- Membuka tutup botol cairan dan melakukan disfektan.
- Menusuk set infus dan mengisi bilik drip sampai 1/3 atau ½
penuh
- Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam selang
- Menutup klem selang
- Mengatur posisi klien dan memilih vena yang tepat
- Memasang perlak pengalas
- Mendisinfektan area yang akan dilakuakn penusukan
- Melakukan penusukan dengan bevel menghadap keatas
dengan sudut 20-30 derajat
- Memastikan IV kateter masuk ke intravena kemudian
menarik mandiri sekitar 1,5 cm
- Memasukan IV kateter secara perlahan
- Menahan kateter dengan satu tangan kemudian tangan yang
lainnya melepaskan turniquet dan menarik mandrein
- Menghubungkan dengan selang infus
- Membuka klem rol untuk mengalirkan cairan
- Melakukan fixsasi kateter IV
- Memasang infus Pum dengan dosis 62,5 cc/jam
- Merapihkan pasien
- Mencuci tangan.
- Mendokumentasi tindakan, tanggal dan waktu.
C. Terminasi
- mengevaluasi tindakan
- penyampaikan RTL
- Berpamitan.

RESPON:
DS: -
DO:
infus set, three way, abocet dan infus Nacl 0.9% sudah diganti
perinfus pum dengan dosis 62,5 cc/jam.
C. Pembahasan

Diagnosa keperawatan: Potensial infeksi berhubungan dengan pemasangan alat

invasif.

Pemasangan infus untuk pemberian terapi cairan dan pemberian obat parenteral harus

dilakukan. Tindakan ini menyebabkan resiko terjadinya infeksi pada pasien. Untuk

mencegah terjadinya infeksi, setiap 3 hari mengganti posisi pemasangan dan

mengganti abocet, infus set dan three way dengan prinsip sterile.

Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.