Anda di halaman 1dari 21

NOTA PEMBELAAN

Atas Surat Tuntutan Penuntut Umum

Dalam Perkara Pidana Dengan Nomor Register :

PDM-035/Euh.2/MDN/01/2016

Atas Nama Terdakwa :

EDO MISWANTO

Diajukan oleh Penasihat Hukum :

............................................

.................................

Disampaikan pada

Sidang Pengadilan Negeri Semarang

Tgl....................................
Kepada Yth:

Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili Dengan Nomor Register: PDM-
035/Euh.2/MDN/01/2016

Pada Pengadilan Negeri MEDAN

Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini:

...........................

........................

Seluruhnya merupakan Advokat dan Konsultan Hukum pada “VIVA JUSTICIA LAW
FIRM” yang beralamat di Jalan MH Tamrin Medan. Dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama serta untuk kepentingan hukum Terdakwa :

Nama Lengkap : Edo Miswanto


Tempat Lahir : Medan
Umur/ Tanggal lahir : 26 Tahun / 30 Maret 1990
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jalan Manggaan II, Mabar, Medan Deli, Medan,
Sumatera Utara
Agama : Katolik
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SMA

Pada kesempatan kali ini, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Majelis Hakim yang telah memberikan kesempatan kepada kami selaku Penasihat
Hukum terdakwa untuk menyusun, menandatangani, serta mengajukan Nota Pembelaan
(Pledoi) atas surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Izinkanlah kami menyampaikan Nota
Pembelaan didepan hadirin sidang yang dimuliakan, sebagai bentuk pembelaan kami
terhadap terdakwa yang dalam perkara ini dituduh melakukan perbuatan pidana
sebagaimana yang didakwakan oleh Sdr Jaksa Penuntut Umum dalam Surat Dakwaan
dengan nomor: PDM-035/Euh.2/MDN/01/2016 yang telah dibacakan pada tanggal 10
Januari 2017.

I. PENDAHULUAN

Majelis Hakim yang kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum yang Terhormat,
Serta Hadirin Sidang yang kami Hormati.

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang karena karunia-Nya telah
memberikan kesehatan dan kekuatan kepada kita semua, sehingga dapat melanjutkan
persidangan atas nama terdakwa Edo Miswanto yang sudah memasuki tahap-tahap terakhir
dalam persidangan. Kami selaku Penasihat Hukum juga mengucapkan terima kasih dan
rasa hormat yang mendalam kepada Majelis Hakim yang dengan sabar, bijaksana dan
profesional memeriksa dan mengadili perkara dalam persidangan ini.
Perlu kami sampaikan, bahwa persidangan ini nantinya akan di akhiri dengan
putusan yang mengatas namakan KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN
YANG MAHA ESA, besar harapan kami selaku Penasihat Hukum dengan Nota
Pembelaan ini dapat dijadikan pertimbangan oleh Majelis Hakim dalam memutus perkara
ini dengan seadil-adilnya dan sebenar-benarnya. Kami berkeyakinan Majelis Hakim yang
Mulia dapat bertindak menjadi penengah yang bijaksana pada setiap perkara dalam
persidangan, menilai dengan objektif atas setiap permasalahan dan bukan menilai secara
subjektif.
Fahmi Basyaib Dalam buku Teori Pembuatan Keputusan halaman 157,
menyatakan :
“Hal yang sangat mempengaruhi penilaian subjektif adalah persepsi individu
terhadap keahian dan keberuntungan. Persepsi terhadap kedua hal ini sangat subjektif
dan seringkali tidak didasarkan pada seluruh informasi yang tersedia.”

Kepada saudara Penuntut Umum, kami menyampaikan rasa bangga yang setinggi-
tingginya karena Saudara telah mengerahkan segala tenaga, pemikiran dan
menuangkannya dalam Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan yang ditujukan kepada
terdakwa Edo Miswanto.. Kami selaku Penasihat Hukum terdakwa menyampaikan
penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Penuntut Umum karena telah melaksanakan
kewajiban dan tugasnya dengan sebaik-baiknya, meskipun dalam beberapa hal antara kami
selaku Penasihat Hukum terdakwa dan Saudara Penuntut Umum sering kali berbeda
pandangan dan pemahaman. Namun hal tersebut wajar adanya, karena setiap posisi
memiliki tugas, peranan dan fungsi serta tanggung jawabnya masing-masing, walaupun
demikian kami mengharapkan perbedaan-perbedaan tersebut tetap pada satu tujuan yang
sama, yaitu untuk mencari keadilan dan mencari kebenaran materiil yang sesungguhnya.

Dalam perkara ini, tidak bisa kami pungkiri terdakwa mengharapkan keadilan yang
seadil-adilnya tanpa membedakan dan tanpa memihak. Sesuai dengan asas yang berlaku di
negara ini yaitu asas equality before the law setiap manusia sama dihadapan hukum, yang
harus dilindungi baik itu korban maupun terdakwa tanpa perbedaan.

Keadilan menurut Aristoteles :

“Keadilan adalah tindakan yang terletak diantara memberikan terlalu banyak


dan sedikit yang dapat diartikan memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai
dengan apa yang menjadi haknya.”

Menurut John Rawls,


prinsip paling mendasar dari keadilan adalah bahwa setiap orang memiliki hak
yang sama dari posisi-posisi mereka yang wajar.

Seperti yang telah dikemukakan A. Hamid S. Attamimi (1991: 68) dalam Soeprapto 13
“hukum yang adil (richtigen Recht) ialah hukum positif yang memiliki sifat yang
diarahkan oleh cita hukum untuk mencapai tujuan-tujuan masyarakat.”

Dalam tahapan untuk mencapai suatu keputusan yang adil berdasarkan Ketuhanan
Yang Maha Esa, perlu melalui beberapa tahapan yakni adanya Surat Dakwaan yang
menimbulkan adanya Nota Keberatan, Tahap selanjutnya Surat Tuntutan yang
menimbulkan adanya Nota Pembelaan, hal-hal tersebut saling berkaitan satu sama lain.
Dalam ketentuan pasal 156 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana terdakwa
dan Penasihat Hukum diberikan hak untuk mengajukan Nota Keberatan atas Surat
Dakwaan yang dibuat oleh Penuntut Umum, dan dalam ketentuan pasal 182 ayat (1) Kitab
Undang-Undang Acara Pidana terdakwa dan Penasihat Hukum diberikan hak untuk
mengajukan Nota Pembelaan atas Surat Tuntutan dari Penuntut Umum dan Nota
Pembelaan tersebut dapat dijawab oleh Penuntut Umum. Nota Pembelaan diajukan sebagai
wadah bagi terdakwa untuk melakukan pembelaan bagi dirinya, hal tersebut hanya sebagai
bahan pertimbangan Majelis Hakim untuk mengadili perkara dari pemikiran dan
pemahaman yang berbeda antara Penuntut Umum, Penasihat Hukum dan juga terdakwa.

I. TENTANG SURAT DAKWAAN DAN TUNTUTAN

Majelis Hakim yang kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum yang Terhormat,
Serta Hadirin Sidang yang kami Hormati.

Sebelum kami membahas lebih lanjut mengenai fakta-fakta persidangan dan


analisis yuridis dalam Nota Pembelaan ini, kami akan mencantumkan inti dari Surat
Dakwaan dan Surat Tuntutan yang diajukan oleh Saudara Penuntut Umum. Pada perkara
ini terdakwa didakwa dengan menggunakan bentuk dakwaan Komulatif Subsidaritas
sebagai berikut :

KESATU
PRIMAIR
---------- Bahwa TERDAKWA EDO MISWANTO yang beralamat di Jalan

Manggaan II, Mabar, Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, pada hari Rabu tanggal

17 Agustus 2016 atau setidak-tidaknya suatu hari pada bulan Agustus 2016,

bertempat di Kawasan Industri Mabar I, Mabar, Medan Deli, Medan, Sumatera

Utara atau setidak-tidaknya di tempat lain yang termasuk di dalam wilayah hukum

Pengadilan Negeri Medan dengan berdasarkan Pasal 84 Ayat (1) KUHAP,

Pengadilan Negeri Medan berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, baik

bertindak sendiri maupun secara bersama-sama dengan Nurul Hasanah, Ary

Syahputra, M.Rivaldi dan Rizky (dengan perkara dilakukan penuntutan secara

terpisah). Dengan sengaja dan dengan rencana menghilangkan jiwa atau nyawa

orang lain, yang dilakukan TERDAKWA dengan cara-cara sebagai berikut:


- Bahwa TERDAKWA sedang mengalami krisis keuangan akibat usahanya yang

terus-menerus mengalami banyak kerugian.Akibat krisis keuangan yang

dialaminya, TERDAKWA memiliki niat jahat untuk mendapatkan uang secara

instan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan niatnya tersebut dia mencari korban

melalui media sosial;

- Bahwa pada tanggal 10 Agustus 2016 TERDAKWA mendapatkan nomor

telepon Korban dari media sosial Facebook, kemudian kontak tersebut disimpan

oleh TERDAKWA di ponselnya;


- Bahwa TERDAKWA berkenalan dengan Korban melalui media sosial LINE dan

mengaku sebagai sorang wanita, serta kemudian TERDAKWA melakukan

obrolan-obrolan kepada Korban untuk melancarkan niatnya;


- Bahwa TERDAKWA bersama-sama dengan Ary Syahputra, M. Rivaldi dan

Rizky bertemu di rumah TERDAKWA. TERDAKWA mengutarakan niat

jahatnya kepada ketiga rekannya, kemudian Ary Syahputra, M. Rivaldi dan

Rizky menyetujui rencana TERDAKWA dengan diberi imbalan masing-masing

15 %;
- Bahwa TERDAKWA pada tanggal 16 Agustus 2016 menghubungi Korban

melalui LINE dan mengajak Korban untuk bertemu di karaoke Inul Vizta pada

tanggal 17 Agustus 2016 pukul 20.45 WIB;


- Bahwa TERDAKWA menyuruh Nurul Hasanah bertemu dengan Korban untuk

berkaraoke karenaTERDAKWA mengakui Korban sebagai rekan bisnisnya.

Pada awalnya Nurul Hasanah menolak, namun setelah TERDAKWA beralasan

bahwa pertemuan itu penting untuk karirnya akhirnya Nurul Khasanah

menyanggupinya;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016, TERDAKWA menyuruh salah

satu rekannya yang bernama Ary Syahputra untuk mengantarkan Nurul Hasanah

bertemu dengan Korban di Inul Vizta. Kemudian TERDAKWA menyuruh

rekannya tersebut untuk mengawasi kegiatan Nurul Khasanah dan Korban;


- Bahwa TERDAKWA bersama M. Rivaldi dan Rizky bertemu dan berkumpul

dengan maksud untuk mematangkan rencana jahatnya serta membawa pisau

serta lakban demi lancarnya rencana tersebut;


- Bahwa pada pukul 22.50 WIB Nurul Hasanah dan Korban selesai berkaraoke,

kemudian Nurul Hasanah meminta tolong Korban untuk mengantarkannya

pulang melewati Kawasan Industri Mabar II, dan Korban menyanggupinya;


- Bahwa pada pukul 22.50 WIB berdasarkan bukti transkrip, TERDAKWA

menerima kabar dari Ary Syahputra kalau Korban dan Nurul Hasanah telah

selesai dan meninggalkan tempat karaoke., dengan obrolan sebagai berikut;

Ary : PING 22:51

: PING 22:51

: Target udah keluaar bro, ini siap siap nganter 22:52


nurul pulang.

Edoo : OK awasin trus pokoknya 22:53

Ary : Siap !!! 22:53


- Bahwa pada pukul 23.15 WIB Nurul Hasanah dan Korban memasuki Kawasan

Industri Mabar II, kemudian Ary Syahputra menghubungi TERDAKWA melalui

telepon untuk memberi kabar bahwa Korban dan Nurul Hasanahakan memasuki

Kawasan Industri Mabar II. Setelah Ary Syahputra memberi kabar kepada

TERDAKWA lalu Ary Syahputra segera menghampiri tiga orang rekannya;


- Bahwa pada pukul 23.30 WIB, TERDAKWA beserta rekan-rekannya memepet

mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW milik korban

melalui dua sisi, dengan sisi kanan Ary Syahputra dan M Rivaldi yang

mengendarai motor Supra X 125 dengan nomor polisi BK 4337 UA, sedangkan

Tedakwa dan Rizky di sisi kiri mobil mengendarai motor Vario Techno dengan

nomor polisi BK 2278 ACM tepat di Jalan Sisingamangaraja II.


- Bahwa setelah mobil korban berhenti, Ary Syahputra langsung mengambil alih

kemudi, diikuti dengan tindakan TERDAKWA dan Rizky yang menggunakan

senjata tajam untuk mengancam korban,agar menyerahkan harta bendanya, dan

menyuruh korban dan Nurul Hasanah untuk pindah ke kursi belakang, sementara

M. Rivaldi diberi tugas oleh TERDAKWA untuk menjaga motor;


- Bahwa karena melakukan perlawanan, TERDAKWA dan Rizky memukuli

wajah dan perut korban, karena korban terus berteriak, TERDAKWA menyuruh

Nurul Hasanah untuk membungkam mulut korban dengan kaos kaki milik

korban;
- Bahwa TERDAKWA meminta Rizky untuk mengikat kedua tangan korban

menggunakan lakban, karena korban terus melawan, TERDAKWA kemudian

menjerat leher korban menggunakan seutas kabel yang ada didalam mobil, dan

menusuk leher korban sebanyak empat kali menggunakan pisau yang sudah

dipersiapkan sebelumnya hingga mengakibatkan korban meninggal dunia;


- Bahwa setelah TERDAKWA memastikan korban meninggal, TERDAKWA,

Rizky dan Ary Syahputra, menghilangkan identitas dan mengambil harta benda

korban, yaitu mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW,

dompet dan seisinya, serta handphone Sony Xperia Z3;


- Bahwa untuk menghilangkan identitas, pada pukul 01:00 WIB TERDAKWA dan

rekan-rekannya membuang mayat korban di Sungai Aran Dallu, Dusun V,

Karang Bangun, Desa Buluh Cina, Hamparan Perak;


Berdasarkan perbuatan TERDAKWA seperti yang tertera diatas, yang telah

mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang dan telah diatur diawal oleh si

TERDAKWA, diatur dan diancam dengan pidana Pasal 340 KUHP tentang

pembunuhan dengan rencana jo Pasal 55 Ayat (1) angka 1 KUHP.

SUBSIDAIR
Bahwa TERDAKWA Edo Miswanto, dan rekan - rekannya pada waktu dan

tempat sebagaimana tersebut dalam dakwaan primair diatas, dengan sengaja

menghilangkan nyawa orang lain yang dalam hal ini adalah Rudy Candra yang

dilakukan dengan cara sebagai berikut:

- Bahwa TERDAKWA berkenalan dengan Korban melalui media sosial LINE dan

mengaku sebagai sorang wanita, serta kemudian TERDAKWA melakukan

obrolan-obrolan kepada Korban ;


- Bahwa TERDAKWA pada tanggal 16 Agustus 2016 menghubungi Korban

melalui LINE dan mengajak Korban untuk bertemu di karaoke Inul Vizta pada

tanggal 17 Agustus 2016 pukul 20.45 WIB;


- Bahwa TERDAKWA menyuruh Nurul Hasanah bertemu dengan Korban untuk

berkaraoke karena TERDAKWA mengakui Korban sebagai rekan bisnisnya.

Pada awalnya Nurul Hasanah menolak, namun setelah TERDAKWA beralasan

bahwa pertemuan itu penting untuk karirnya akhirnya Nurul Khasanah

menyanggupinya;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016, TERDAKWA menyuruh salah

satu rekannya yang bernama Ary Syahputra untuk mengantarkan Nurul Hasanah

bertemu dengan Korban di Inul Vizta. Kemudian TERDAKWA menyuruh

rekannya tersebut untuk mengawasi kegiatan Nurul Khasanah dan Korban;


- Bahwa pada pukul 22.50 WIB Nurul Hasanah dan Korban selesai berkaraoke,

kemudian Nurul Hasanah meminta tolong Korban untuk mengantarkannya

pulang melewati Kawasan Industri Mabar II, dan Korban menyanggupinya;


- Bahwa pada pukul 22.50 WIB berdasarkan bukti transkrip, TERDAKWA

menerima kabar dari Ary Syahputra kalau Korban dan Nurul Hasanah telah

selesai dan meninggalkan tempat karaoke. dengan obrolan sebagai berikut;

Ary : PING 22:51

: PING 22:51
: Target udah keluaar bro, ini siap siap nganter 22:52
nurul pulang.

Edoo : OK awasin trus pokoknya 22:53

Ary : Siap !!! 22:53


- Bahwa pada pukul 23.15 WIB Nurul Hasanah dan Korban memasuki Kawasan

Industri Mabar II, kemudian Ary Syahputra menghubungi TERDAKWA melalui

telepon untuk memberi kabar bahwa Korban dan Nurul Hasanah akan memasuki

Kawasan Industri Mabar II. Setelah Ary Syahputra memberi kabar kepada

TERDAKWA lalu Ary Syahputra segera menghampiri tiga orang rekannya;


- Bahwa pada pukul 23.30 WIB, TERDAKWA beserta rekan-rekannya memepet

mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW milik korban

melalui dua sisi, dengan sisi kanan Ary Syahputra dan M Rivaldi yang

mengendarai motor Supra X 125 dengan nomor polisi BK 4337 UA, sedangkan

Tedakwa dan Rizky di sisi kiri mobil mengendarai motor Vario Techno dengan

nomor polisi BK 2278 ACM tepat di Jalan Sisingamangaraja II.


- Bahwa setelah mobil korban berhenti, Ary Syahputra langsung mengambil alih

kemudi, diikuti dengan tindakan TERDAKWA dan Rizky yang menggunakan

senjata tajam untuk mengancam korban, agar menyerahkan harta bendanya, dan

menyuruh korban dan Nurul Hasanah untuk pindah ke kursi belakang, sementara

M. Rivaldi diberi tugas oleh TERDAKWA untuk menjaga motor;


- Bahwa karena melakukan perlawanan, TERDAKWA dan Rizky memukuli

wajah dan perut korban, karena korban terus berteriak, TERDAKWA menyuruh

Nurul Hasanah untuk membungkam mulut korban dengan kaos kaki milik

korban;
- Bahwa TERDAKWA meminta Rizky untuk mengikat kedua tangan korban

menggunakan lakban, karena korban terus melawan, TERDAKWA kemudian

menjerat leher korban menggunakan seutas kabel yang ada didalam mobil, dan
menusuk leher korban sebanyak empat kali menggunakan pisau yang sudah

dipersiapkan sebelumnya yang mengakibatkan korban meninggal dunia;


- Bahwa setelah TERDAKWA memastikan korban meninggal, TERDAKWA,

Rizky dan Ary Syahputra, menghilangkan identitas dan mengambil harta benda

korban, yaitu mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW,

dompet dan seisinya, serta handphone Sony Xperia Z3;


- Bahwa untuk menghilangkan identitas TERDAKWA dan rekan-rekannya

membuang mayat korban di Sungai Aran Dallu, Dusun V, Karang Bangun, Desa

Buluh Cina, Hamparan Perak;


Berdasarkan perbuatan TERDAKWA seperti yang tertera diatas, yang telah

mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang diatur dan diancam dengan pidana

Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan jo Pasal 55 Ayat (1) angka 1 KUHP.

KEDUA

---------- Bahwa TERDAKWAEDO MISWANTO yang beralamat di Jalan

Manggaan II, Mabar, Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, pada hari Rabu tanggal

17 Agustus 2016 atau setidak-tidaknya suatu hari pada bulan Agustus 2016,

bertempat di Kawasan Industri Mabar I, Mabar, Medan Deli, Medan, Sumatera

Utara atau setidak-tidaknya di tempat lain yang termasuk di dalam wilayah hukum

Pengadilan Negeri Medan dengan berdasarkan Pasal 84 Ayat (1) KUHAP,

Pengadilan Negeri Medan berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, baik

bertindak sendiri maupun secara bersama-sama dengan Nurul Hasanah, Ary

Syahputra, M.Rivaldi dan Rizky (dengan perkara dilakukan penuntutan secara

terpisah). Pada waktu dan tempat seperti didalam Dakwaan Kesatu tersebut di atas

TERDAKWA telah melakukan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh

TERDAKWA dengan cara-cara sebagai berikut:


- Bahwa TERDAKWA sedang mengalami krisis keuangan akibat usahanya yang

terus-menerus mengalami banyak kerugian.Akibat krisis keuangan yang

dialaminya, TERDAKWA memiliki niat jahat untuk mendapatkan uang secara

instan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan niatnya tersebut dia mencari korban

melalui media sosial;

- Bahwa pada tanggal 10 Agustus 2016 TERDAKWA mendapatkan nomor

telepon Korban dari media sosial Facebook, kemudian kontak tersebut disimpan

oleh TERDAKWA di ponselnya;


- Bahwa TERDAKWA berkenalan dengan Korban melalui media sosial LINE dan

mengaku sebagai sorang wanita, serta kemudian TERDAKWA melakukan

obrolan-obrolan kepada Korban untuk melancarkan niatnya;


- Bahwa TERDAKWA pada tanggal 16 Agustus 2016 menghubungi Korban

melalui LINE dan mengajak Korban untuk bertemu di karaoke Inul Vizta pada

tanggal 17 Agustus 2016 pukul 20.45 WIB;


- Bahwa TERDAKWA menyuruh Nurul Hasanah bertemu dengan Korban untuk

berkaraoke karena TERDAKWA mengakui Korban sebagai rekan bisnisnya.

Pada awalnya Nurul Hasanah menolak, namun setelah TERDAKWA beralasan

bahwa pertemuan itu penting untuk karirnya akhirnya Nurul Khasanah

menyanggupinya;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2016, TERDAKWA menyuruh salah

satu rekannya yang bernama Ary Syahputra untuk mengantarkan Nurul Hasanah

bertemu dengan Korban di Inul Vizta. Kemudian TERDAKWA menyuruh

rekannya tersebut untuk mengawasi kegiatan Nurul Khasanah dan Korban;


- Bahwa pada pukul 22.50 WIB Nurul Hasanah dan Korban selesai berkaraoke,

kemudian Nurul Hasanah meminta tolong Korban untuk mengantarkannya

pulang melewati Kawasan Industri Mabar II, dan Korban menyanggupinya;


- Bahwa pada pukul 23.30 WIB, TERDAKWA beserta rekan-rekannya memepet

mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW milik korban

melalui dua sisi, dengan sisi kanan Ary Syahputra dan M Rivaldi yang
mengendarai motor Supra X 125 dengan nomor polisi BK 4337 UA, sedangkan

Tedakwa dan Rizky di sisi kiri mobil mengendarai motor Vario Techno dengan

nomor polisi BK 2278 ACM tepat di Jalan Sisingamangaraja II.


- Bahwa setelah mobil korban berhenti, Ary Syahputra langsung mengambil alih

kemudi, diikuti dengan tindakan TERDAKWA dan Rizky yang menggunakan

senjata tajam untuk mengancam korban, agar menyerahkan harta bendanya, dan

menyuruh korban dan Nurul Hasanah untuk pindah ke kursi belakang, sementara

M. Rivaldi diberi tugas oleh TERDAKWA untuk menjaga motor;


- Bahwa karena melakukan perlawanan, TERDAKWA dan Rizky memukuli

wajah dan perut korban, karena korban terus berteriak, TERDAKWA kemudian

menjerat leher korban menggunakan seutas kabel yang ada didalam mobil, dan

menusuk leher korban sebanyak empat kali menggunakan pisau yang

mengakibatkan korban meninggal dunia;


- Bahwa setelah TERDAKWA memastikan korban meninggal, TERDAKWA,

Rizky dan Ary Syahputra, menghilangkan identitas dan mengambil harta benda

korban, yaitu mobil Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW,

dompet dan seisinya,serta handphone Sony Xperia Z3;


- Bahwa kemudian TERDAKWA beserta tiga orang rekannya yang bernama Ary

Syahputra, M.Rivaldi dan Rizki kemudian menjual mobil milik Korban seharga

Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah) kepada seorang penadah dikawasan

Jalan Gaperta melalui perantara Ary Syahputra.

Berdasarkan perbuatan TERDAKWA seperti yang tertera diatas, yang telah

melakukan pencurian yang didahului dengan kekerasan, yang dengan maksud

untuk memudahkan pencurian, diatur dan diancam dengan pidana Pasal 365

Ayat (1) KUHP.

----------------------------------------------MENUNTUT--------------------------------------------
Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan
mengadili perkara atas nama terdakwa EDO MISWANTO memutuskan:

- Menyatakan terdakwa EDO MISWANTO terbukti secara sah dan meyakinkan


bersalah melakukan tindak pidana “pembunuhan berencana dan Pencurian
dengan kekerasan" sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 K.U.H.Pidana jo
Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP. Pasal 338 jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHP dan
Pasal 365 ayat (1) K.U.H.Pidana.

- Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa EDO MISWANTO dengan pidana


penjara selama 20 TAHUN dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan
- Menyatakan:
1. Dompet kulit merek LEVIS milik korban
2. Kabel untuk melilit korban
3. Lakban untuk menutup wajah
4. Kaos kaki untuk menyumpal mulut korban
5. Batang besi untuk memukul korban
6. Pisau untuk memukul korban
7. Kemeja warna abu – abu merek “EMBA” milik korban
8. Celana jeans warna coklat merek “CARDINAL” milik korban
9. Sepatu kulit merek “CROCODILLE” milik korban
10. Handphone Sony Xperia Z3 milik korban Handphone Asus Zenfone C
milik terdakwa
11. Visum Et Repertum RS. Bhayangkara Medan No. VR. 60/RS.
Bhayangkara/Medan/I/2016 tertanggal 22 Agustus 2016, yang
ditandatangani oleh Dr. Nita Wiyesti, Sp.F dilampirkan dalam berkas.

Di kembalikan ke Kejaksaan Negeri Medan untuk dijadikan barang bukti


dalam perkara lain.

- Terdakwa dibebani membeyar biaya perkara sebesar Rp. 5000.00 (Lima ribu
rupiah).
-
II. FAKTA-FAKTA PERSIDANGAN

Majelis Hakim yang kami Muliakan,


Saudara Jaksa Penuntut Umum yang Terhormat,
Serta Hadirin Sidang yang kami Hormati.

Dalam fakta-fakta persidangan ini berisikan sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 184 ayat
(1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, alat bukti yang sah ialah :
a. Keterangan saksi;
b. Keterangan ahli;
c. Surat;
d. Petunjuk;
e. Keterangan terdakwa.

Terkait dengan alat bukti yang tercantum pada pasal 184 ayat (1) Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana, terdapat beberapa ketentuan tentang alat bukti yang dapat dijadikan
acuan dalam memperoleh fakta-fakta yang ada, antara lain sebagai berikut :
1. Keterangan Saksi
Pasal 1 butir 27 KUHAP, (Kansil dan Christine ST. Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana, 2005 :13) ditentukan :
“Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti perkara pidana yang berupa
keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri,
ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dari
pengetahuannya itu”.

Mengenai siapa yang disebut sebagai saksi, Pasal 1 butir 26 KUHAP, (Kansil dan
Christine S. T. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, 2005 : 13), ditentukan :
“Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan
penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia
dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri”.

2. Keterangan ahli
Pasal 1 butir 28 KUHAP, (Kansil dan Christine S.T. Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana, 2005 : 13), ditentukan :
“Keterangan ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seorang seorang
yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat
terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan”.

Selanjutnya Pasal 186 KUHAP, (Kansil dan Christine S.T, Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana. 2005 : 88), ditentukan :
“keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang Pengadilan”.
3. Alat Bukti Surat
Pasal 187 KUHAP, (Kansil dan Christine S.T. Kitab Undang-Undang Hukum Acara
Pidana, 2005 : 89), menyatakan bahwa surat dibuat atas sumpah jabatan atau
dikuatkan dengan sumpah, adalah :
a. Berita Acara dan surat-surat lain dalam bentuk resmi yang dibuat oleh
pejabat umum yang berwenang atau yang dibuat dihadapannya, yang
memuat tentang keterangan tentang kejadian atau keadaan yang didengar,
dilihat atau dialami sendiri, disertai dengan alasan yang jelas dan tegas
tentang keterangannya itu;
b. Surat yang dibuat berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
undangan atau surat yang dibuat oleh pejabat mengenai hal yang
termasuk dalam tata laksana yahng menjadi tanggung jawabnya dan yang
diperuntukan bagi pembuktian sesuatu hal atau sesuatu keadaan;
c. Surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat berdasarkan
keahliannya mengenai sesuatu hal atau sesuatu keadaan yang diminta
secara resmi kepadanya;
d. Surat lain yang hanya dapat berlaku jika ada hubungannya dengan isi
dari alat pembuktian yang lain;

4. Alat Bukti Petunjuk


Alat bukti petunjuk diatur dalam Pasal 188 ayat (1) KUHP, menyatakan :
a. Petunjuk perbuatan, kejadian atau keadaan, yang karena
;persesuaiannya, baik antara satu dengan yang lain, maupun dengan
tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak
pidana dan siapa pelakunya.
b. Petunjuk sebagaimana diatur ayat 1 hanya dapat diperoleh dari :
1. Keterangan saksi
2. Surat
3. Keterangan terdakwa
c. Penilaian atas kekuatan pembuktian dari suatu petunjuk dalam setiap
keadaan tertentu dilakukan oleh hakim dengan arif lagi bijaksana setelah
ia mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan keseksamaan
berdasarkan hati nuraninya.
5. Keterangan Terdakwa
Pengertian keterangan terdakwa diatur dalam Pasal 189 ayat (1) KUHAP :
“Keterangan terdakwa ialah apa yang terdakwa nyatakan di sidang tentang
perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami
sendiri”.

Fakta persidangan merupakan bagian terpenting dalam menilai bersalah atau


tidaknya perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. Dalam hal ini harus disesuaikan dengan
fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan

A. PETUNJUK
Bahwa berdasarkan ketentuan pasal 188 ayat ( 1 ) KUHAP, yang dimaksud dengan
" petunjuk " adalah perbuatan, kejadian atau keadaan yang karena persesuaiannya
baik antara yang satu dengan yang lain maupun dengan tindak pidana itu sendiri
telah menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.
Petunjuk sebagaimana dimaksud diatas hanya dapat diperoleh dari ketentuan
pasal188 ayat (2) KUHAP yaitu dari :
- Keterangan saksi;
- Surat; dan
- Keterangan terdakwa.
Petunjuk ialah suatu "syarat" yang dapat “ditarik suatu perbuatan, kejadian atau
keadaan dimana syarat tadi mempunyai persesuaian” antara yang satu dengan yang
lain maupun syarat tadi mempunyai persesuaian dengan tindak pidana itu sendiri
dan dari isyarat yang bersesuaian tersebut “melahirkan” atau mewujudkan suatu
petunjuk yang “membentuk kenyataan” terjadinya suatu tindak pidana dan
terdakwalah pelakunya. Dari pengertian -pengertian diatas, dapat ditarik suatu
pengertian alat bukti petunjuk terbentuk apabila :
- Ada rangkaian perbuatan, atau kejadian atau keadaan atau peristiwa yang
saling bersesuaian ata,u terkait satu dengan lainnya, atau perbuatan,
kejadian, peristiwa atau keadaan tadi bersesuaian atau terkait dengan tindak
pidana itu.
- Perbuatan, kejadian, peristiwa, atau keadaan tadi bersesuaian atau terkait
dengan tindak pidana itu.
- Dengan adanya perseuaian antara yang satu dengan yang lain melahirkan
atau menandakan telah terjadi suatu tindak pidana. Dan dari persesuaian itu
pula diketahui pelakunya.
Bahwa dari hasil pemeriksaan sidang Pengadilan telah diperiksa alat bukti saksi-
saksi, Surat dan keterangan terdakwa serta barang bukti, telah didapatkan petunjuk-
petunjuk antara lain :
1) Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bukti surat dan keterangan terdakwa
didapat petunjuk tentang adanya fakta hukum, bahwa benar terdakwa telah
Melakukan pembenuhuhandan pencurian dengan kekerasan.
2) Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bukti surat dan keterangan terdakwa
didapat tentang adanya fakta hukum, bahwa benar terdakwalah yang
mempunyai inisiatif tersebut. Inisiatif tersebut dilakukan dengan cara
mengajak rekanya rizki, m rivaldi dan ary syahputra.
3) Berdasarkan keterangan saksi-saksi, bukti surat dan keterangan terdakwa
didapat petunjuk tentang adanya fakta hukum, Bahwa TERDAKWA
membunuh korbandan, TERDAKWA bersama Rizky dan Ary Syahputra,
menghilangkan identitas dan mengambil harta benda korban, yaitu mobil
Toyota Rush putih dengan nomor polisi BK 1374 ZW, dompet dan
seisinya,serta handphone Sony Xperia Z3;

B. KETERANGAN TERDAKWA
Keterangan terdakwaEDO MISWANTO di persidangan pada pokoknya sebagai
berikut:
- Bahwa benar telah Melakukan pembenuhuhandan pencurian dengan
kekerasan.
- Bahwa terdakwa tidak memiliki niat untukmembunuh korban, terdakwa hanya
ingin menguasai harta korban
- Bahwa apa yang dilakukan terdakwa adalah spontan karena korban melakukan
perlawanan

III. PENDAPAT PENASIHAT HUKUM TERHADAP FAKTA-FAKTA YANG


TERUNGKAP PADA PERSIDANGAN

Majelis Hakim yang kami Muliakan,


Saudara Penuntut Umum yang kami Hormati,
Serta Hadirin Sidang yang kami Hormati pula.
Bahwa berdasarkan pemeriksaan di persidangan antara Terdakwa Edo Miswanro

dengan saksi-saksiyang di hadirkan dalam persidangan,Terdakwa telah melakukan

perampokan terhadap Rudy Chandra yang sebelumnya mereka bertemu dan karaoke

selama 2 jam di tempat karaoke inul.Terjadinya perampokan ini dibenarkan berdasarkan

keterangan Para Saksi yang diajukan ke persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Bahwa oleh karena terdakwa tidak mempunyai niatan ataupun rencana untuk melakukan

pembunuhan terhadap korban, maka Pasal yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum

kepada Terdakwa salah alamat alias tidak tepat sasaran.

Bahwa jikalau Jaksa Penuntut Umum mendakwakan Terdakwa dengan Pasal 340 KUHP

serta dalamPasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan rencana jo Pasal 55 Ayat (1)

angka 2 KUHP,maka unsur pembunuhan berencna tidak terpenuhi.Karena berdasarkan

fakta di persidangan terdakwa sama sekali tidak mempunyai niatan ataupun rencana untuk

melakukan pembunuhan terhadap korban,dan lagi terdakwa juga tidak menduga bahwa

korban akan meninggal.Pembunuhan bukan saja dilakukan oleh Terdakwa, akan tetapi

pembunuhan dilakukan juga oleh Para Saksi yang turut hadir di persidangan. Hal ini

berdasrkan keterangan dari hasil penyidikan oleh para penyidik.

Bahwa dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum jelas telah mengabaikan fakta-fakta yang ada

dalam persidangan yang disampaikan oleh Terdakwa.Dalam persidangan Terdakwa

menyampaikan bahwa ia hanya melakukan penganiayaan dan melakban mulut korban

tanpa ada niatan untuk menghabisi nyawa korban.

Bahwa dalam hal ini Jaksa penutut umum mendakwakan Pasal 338 KUHP tentang dengan

sengaja merampas nyawa orang lain jo Pasal 56 angka 1 KUHP. Namun di dalam fakta-

fakta yang terjadi di dalam persidangan jelas bahwa terdakwa tidak ada niatan hingga
merampas nyawa korban,terdakwa tidak menyadari akan hal yang dilakukannya secara

spontan karena korban yang melawan tersebut akan meninggal dunia.

Bahwa dakwaan yang disebutkan jaksa penutut umum bahwasannya korban melakukan

tindak pidana perampokan karna adanya faktor kebutuhan ekonomi,dan bukan karna hobby

maka hal ini seharusnya justru menjadi pertimbangan hakim untuk dapat memberikan

hukuman yang lebih ringan terhadap terdakwa.

IV. PENUTUP

Majelis Hakim yang kami Muliakan,

Saudara Penuntut Umum yang terhormat,

Serta Hadirin sidang yang Kami Hormati pula,

Pada bagian terakhir di Nota Pembelaan yang kami ajukan ini, kami selaku Penasihat
Hukum terdakwa Edo Miswanto. akan menyampaikan kesimpulan berdasarkan alat bukti
yang sah dalam tindak pidana pencucian uang, baik dari keterangan saksi, keterangan Ahli,
surat, petunjuk, dan keterangan Terdakwa, sesuai pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum
Acara Pidana yang selalu mendukung keyakinan kami bahwa terdakwa tidak terbukti
secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan-perbuatan yang didakwakan oleh
Saudara Jaksa Penuntut Umum.

Segala materi yang kami sampaikan dalam Nota Pembelaan merupakan usaha kami
untuk memberikan pembelaan dan memberikan pertimbangan kepada Majelis Hakim Yang
Mulia dari sudut pandang dan pemahaman kami selaku Penasihat Hukum. Kami berharap
kita semua yang duduk pada kursi-kursi dipengadilan dan bertindak sebagai Majelis
Hakim, Penuntut Umum, dan Penasihat Hukum dapat menjadi sosok-sosok penegak
hukum yang memiliki cara berpikir yang luas dan sudut pandang yang sesuai dengan
keadilan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat umum, dan dapat melihat suatu
perkara dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan tidak hanya menjadi
corong dari undang-undang.

1. Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah


melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan Penuntut Umum dalam
Surat Dakwaannya pada dakwaan primair maupun dakwaan subsidiair;
2. Mengeluarkan terdakwa Edo Miswanto. dari tahanan;
3. Memulihkan terdakwa EDO MISWANTO dalam hal kemampuan, kedudukan,
harkat, dan martabatnya.
4. Membebankan biaya perkara kepada negara.

Atau apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, kami Penasihat
Hukum terdakwa memohon agar diberikan putusan yang seadil-adilnya (ex a
qou et bono).

Medan, 17 Januari 2017

Hormat Kami
PENASIHAT HUKUM

RIZKI DEBYY