Anda di halaman 1dari 12

NASKAH ROLEPLAY

DESA SIAGA

Nama Kelompok

1. Siska Ngesti Pramita S (P27820113042)


2. Agus Jepriyadi (P27820113045)
3. Linda Pradani Agesti (P27820113054)
4. Sevi Nuraga (P27820113037)
5. Maulida Afriliyanti (P27820113061)
6. Santi Eka Kusuma W (P27820113068)
7. Herlina Novitasari (P27820113073)
8. Nita Dwi Suryani (P27820113075)
9. Novianti Putri S (P27820113079)
TINGKAT II REGULER B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN KEPERAWATAN

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO

TAHUN AKADEMIK 2014/2015

DESA SIAGA Page 1


TOKOH

1. Siska Ngesti Pramita S : Anak D, Warga 1


2. Agus Jepriyadi : Pak Kades
3. Linda Pradani Agesti : Ibu Anak D, Mahasiswa 1
4. Sevi Nuraga : Ibu R, Warga 2
5. Maulida Afriliyanti : Ibu S, Ibu Kader
6. Santi Eka Kusuma W : Bu Kardi, Mahasiswa 2
7. Herlina Novitasari : Ibu X, Mahasiswa 3
8. Nita Dwi Suryani : Anak K, Warga 3
9. Novianti Putri S : Ibu Y, Kepala Dinas

Pagi yang cerah di desa Baratayudhaciiiiinnnnnn Kecematan Timuryudhaciiiiiiinnnn.


Para warga melakukan aktivitas di sungai.

Ibu X : Aduh mbak kok akeh banget yo cucianku. Pundakku podo linu-linu mbak.

Ibu Y : Sabar mbak sami mawon kaleh kulo.

Ibu X : Mbak, mbak sampean ngertos anak’e bu D ndak?

Ibu Y : Oalah mbak ngerti aku mbak. Arek seng lucu,ayu lan pinter iku kan? iku
koncone anakku sekolahe mbak. Oiyo jarene anakku, bocah iku loro yo
mbak?

Ibu X : Enggeh mbak. Sakno ngeh......Bocah iku loro opo seh mbak?

Ibu Y : Mboh mbak gak ngerti. Jarene awak’e adem panas, lemes lan ora gelem
mangan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di siang hari dirumah Ibu D

Anak Ibu D : Hweeeeekkkkkkkkkk.............hweeeeeeekkkkkkkkk

Ibu D : yaallah ndok, sak jane iki awakmu loro opo to yo....yo....Ayo nduk
maem..........ben cepet waras.

Anak Ibu D : Emoh buk loro tenggorokanku.

Ibu D :la trus kapan awakmu warase ndok......lek gak gelem mangan.

DESA SIAGA Page 2


Anak Ibu D : Sirah ku ngelu buk.....(Ibu memegang dahi anaknya)

Ibu D :Lo awakmu sek panas ndok.Ibuk tak jokok kompres yo ndok.

Anak Ibu D :buk aku kebelit pipis.

Ibu D :Ayo nak tak terno.(ibu mengantar anaknya kencing di sungai).

Sesampai di sungai....

(Anak Ibu D kencing...) tiba-tiba ...

Anak Ibu D :Hweeeeekkkkkkkk................Hweeeeeeekkkk

Ibu D :yaallah nak....(sambil memijat leher anaknya).

Anak Ibu D :sampun bu ayo mantuk.......

Saat sore hari warga desa Baratayudhaciiiiinnnnnn mandi di sungai dan sebagian warga
mencuci baju...

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2 hari kemudian, di desa Baratayudhaciiiiinnnnnn salah satu warga desa tersebut


mengalami gejala yang sama dengan Anak Ibu D. Anak ini juga mengalami demam, tidak
nafsu makan,dan tenggorokannya sakit.

Sepulang dari sekolah dirumah pak kardi

Ibu kardi : loh nduk kog wes muleh jam yahmene?

Anak K : huhuhu (menangis)

Ibu kardi : wo la dalah ditakoni ibuke kok malah nangis, kenapa to kenapa nduk?
(mendekat ke anaknaya dan melihat kondisi anaknya )

Anak K : tenggorokanku sakit bu, (sambil menangis) ngelu nggehan bu . terus kaleh
bu guru dikengken mantuk disikan bu.

Ibu kardi : loh kok iso, gak sarapan to mau isuk, ibuk mau kan yo wes gawani bekal to
nduk mbok yo dimaem ta lah.

Anak K : sakit bu dingae maem, mboten saged maem (menangis)

DESA SIAGA Page 3


Ibu kardi : yowes ibuk masakne bubur wae yo. Loh nduk awakmu kok sumer, dinggo
bobok sek wes ojo dolan-dolan.

Anak K : Nggih bu, (pergi menuju kamarnaya)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lama kelamaan banyak warga desa yang mengalami gejala penyakit tersebut.
Diminggu pertama setelah anak ibu D, anak warga yang sakit mencapai 5 orang, diminggu
kedua mencapai 10 orang. Bahkan minggu-minggu ini ada 3 warga desa baratayudhaciiiiiin
meninggal dunia karena penyakit tersebut .

Dirumah Ibu W sebelum arisan PKK dimulai ibu-ibu ngrumpi membicarakan kejadian
tersebut.

Ibu R : Aduh bu,saiki kok akeh bocah bocah sing lara ya neng kene, wedi aku bu.

Ibu S : Iyo bu, anake bu D, bu K , pak W , akeh tenan bu pokoke.

Ibu R : jane iku penyakit apa to yo? Apa sebabe ki? marai was-was bu ngene iki

Ibu S : La nggeh to bu, mugi-mugi ndang mari kabeh wes , ben ora tambah meneh
sing loro-loro iku

Wes wes bu, mengko wae dibahas maneh iku lo bu RW wes meh nganyaki
arisane.

Tidak lama kemudian, arisan berlangsung dan sekitar pukul 17.45 WIB arisan selesai.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berita tentang penyakit didesa Baratayudhaciiiin lama kelamaan menyabar ke desa


tetangga, karena letak desa yang jauh dan juga tidak ada sarana kesehatan disana.

Keesokan harinya ada beberapa mahasiswa yang datang ke desa Baratayudhaciiiin,


mereka mendapat tugas dari kampus untuk melakukan penyuluahan kesehatan dimasyarakat
desa tersebut. Para mhasiswa tersebut mencari rumah pak kades untuk melapor.

Mahasiswa 1 : Asslamualaikum..

Pak kades : walaikumsalam..

DESA SIAGA Page 4


Mahasiswa 1 : permisi pak, mau tanya apa benar ini rumahnya pak kades ?

Pak kades : iya benar dek, ayo silahkan masuk .

Mahasiswa 1 : iya pak , terimakasih.

Pak kades : adek-adek ini dari mana ya ? ada keperluan apa kok mencari saya ?

Mahasiswa 2 : begini pak kami dari mahasiswa X ,disini kami ada tugas dari kampus
untuk penyuluhan ke desa-desa pak. Dan dengar-dengar di desa ini lagi
banyak yang menderita sakit panas dan sampai ada yang meninggal
gitu ya pak ?

Pak kades : oh iya benar dek, disini memang lagi banyak warga yang lagi sakit
panas, dan mual-mual gitu dek. Tidak tau juga apa penyebabnya.

Mahasiswa 3 : oh begitu ya pak. Emang kebiasaan pola hidup warga disini


bagaimana pak ? biasanya para warga mandi, atau buang air besarnya
dimana ?

Pak kades : beberapa warga disini kalau buang air besar atau mandi biasanya di
sungai itu loh dek.

Mahasiswa 2 : kalau bahan untuk masak dari mana pak ?

Pak kades : dari sumber dek, kebanyakan warga sini mengambil air buat masak
dari sumber.

Mahasiswa 1 : terus kalau warga sakit kayak gini biasanya berobatnya ke mana pak ?

Pak kades : ke dukun mba, soalnya disini kalau mau ke puskesmas juga jauh.

Mahasiswa 2 : loh emang disini tidak ada pos kesehatan desa ta pak ?

Pak kades : tidak ada dek, soalnya tidak ada tenaga kesehatannya juga.

Mahasiswa 2 : oh jadi gitu ya pak, berarti warga disini lebih sering berobat ke dukun
ya pak? padahal kan dukun kan tidak sepenuhnya mengerti tentang
kesehatan.

Pak kades : ya nggak tau juga dek, soalnya itu sudah jadi kepercayaan warga
disini, puskesmasnya lo juga jauh nggak ada kendaraan.

DESA SIAGA Page 5


Mahasiswa 3 : oh iya pak , kalau seumpama besok lusa diadakan pertemuan waraga
desa disini gimana pak ?untuk membahas kejadian tentang penyakit
disini pak boleh pak ?

Pak Kades : lo cuman penyuluhan aja ta dek? Apa tidak diperiksa sekalian ta dek?

Mahasiswa 3 :oooya kalau bapak berkenan kami bersedia melakukan pemeriksaan


dengan pengambilan darah terutama untuk warga yang sakit harap
datang ya pak! Kami akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Mahasiswa 1 :Bagaimana dengan tempat dan warganya pak?

Pak kades : ya gak papa dek nanti saya yang mengatur tempatnya dan juga
menginformasikan para warga jika dilakukan pengambilan darah?.

Mahasiswa 2 :Untuk masalah waktu kira-kira warga ada waktu luang jam berapa ya
pak untuk dilakukan penyuluhan?

Pak Kades :berhubung warga saya mayoritas bekerja sebagai petani biasanya jam
15.00 mereka baru pulang dari sawah. Bagaimana jika penyuluhanya
dilakukan setelah magrib kira-kira jam 18.30.

Mahasiswa 1 : iya pak, terima kasih .

Tapi sebelumnya kami boleh minta data-data warga disini pak, berapa
jumlah seluruh warganya , jumlah KKnya, jumlah RT/ RW nya dan
data-data statistik lainnya pak ?

Pak kades : ow iya dek, nanti saya carikan besok datang saja kebalai desa untuk
mengambil data-datanya.

Mahasiswa 1 : iya pak, terima kasih atas informasinya, Kalo begitu kami permisi
dulu ya pak assalamu’alaikum

Pak kades : iya adek adek, walaikum salam wr.wb

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah ada kesepakatan diadakannya pertemuan warga desa untuk penyuluhan


kesehatan, akhirnya pak kades meminta tolong kepada setiap ketua RT untuk
memberitahukan warganya untuk menghadiri penyuluhan di Balaidesa Barathayudhaciiiiinnn.

DESA SIAGA Page 6


Dua hari kemudian di Balaidesa Barathayudhachiiinnn..

Mahasiswa 3 : assalamualaikum wr.wb.

Warga : walaikumsalam wr.wb

Mahasiswa 3 : kepada yth bapak kades Barathayudhaciiinn, kec. Timuryudhachiinn,

yang saya hormati ketua RW dan ketua RT, serta bapak – ibuk warga
desa Barathayudhachiiin, alhamdulillah pada kesempatan ini kita bisa
berkumpul dalam rangka penyuluhan kesehatan kali ini dalam keadaan
sehat wal’afiat.

Disini kami perwakilan dari mahasiswa univ.X sedang melakukan


penyuluhan kesehatan di desa Barathayudhachiiinn dengan tujuan
melakukan promosi kesehatan kepada warga desa. Dengar-dengar saat
ini banyak warga yang sedang sakit ya bapak-bapak ,ibuk-ibuk

Semua Warga : iya benar ..

Mahasiswa 3 : kira kira bapak-bapak sama ibu-ibu tau nggak warga desa disini sakit
apa?

Warga 1 : tidak tau mbak, hanya saja mereka mengeluh panas, tidak nafsu
makan, dan tenggorokan mereka sakit .

Warga 2 : ada juga yang muntah-muntah mbak.

Mahasiswa 2 : Sebelumnya saya dengar dari pak kades bahwa warga disini
BAB,BAK, mandi, mencuci baju dan kegiatan yang lain dilakukan di
sungai?Apa benar seperti itu?

Warga 3 : iya di sungai mbak, dimana lagi, wong warga disini juga nggak
banyak yang punya sumur.

Mahasiswa 3 : oh jadi begitu ya buk, kalau masak nya para ibu-ibu ini biasanya pakai
air dari mana bu ?

Warga 1 : ya dari air sumber yang ada didekat sungai mbak.

Mahasiswa 3 : oh jadi begitu ya buk. Terus kalau warga sakit biasanya berobatnya
dimana?

DESA SIAGA Page 7


Warga 1 : di dukun mbak, disini kan ada dukun yang handal bisa mengobati
berbagai penyakit.

Mahasiswa 2 : memangnya disini nggak ada POSKESDES ya buk ?

Warga 2 : ya dulu nya ada mbak, tetapi kita semua lebih mempercayai dukun
mbak soalnya sembuhnya lebih cepat. Jadi kita jarang ke POSKESDES
mbak. Akhirnya POSKESDES nya di tutup.

Mahasiswa 2 : memangnya kalau di dukun biasanya diberi obat apa buk ?

Warga 2 : ya ramuan-ramuan, jamu gitu mbak.

Mahasiswa 1 : nah la sekarang kok bisa sampai banyak warga yang sakit seperti ini
kenapa buk ?

Warga 1 : ya nggak tau mbak ?

Mahasiswa 1 : memangnya belum coba diperiksakan ta buk ?

Warga 1 : ya sudah mbak diperiksakan di dukun, tapi nggak sembuh-sembuh.

Mahasiswa 1 : yasudah kalau begitu, sekarang kita mulai aja ya buk pemeriksaanya, biar
kita cepat mengetahui warga disini menderita sakit apa, dan biar tidak
semakin banyak pula yang terkena penyakit ini. Nanti bapak, ibu, dan adek-
adeknya akan dipanggil satu persatu. Gimana apakah bisa dimengerti ?

Warga : iya mengerti..

(Pemeriksaan berlangsung)

Warga 3 : ini sakit nggak mbak di ambil darahnya ? saya takut loh mbak .

Mahasiswa 3 : enggak kok buk, Cuma sedikit sakitnya seperti digigit semut, ibu nya yang
rileks ya .

Warga 3 : iya mbak.. emang daraahnya dibuat apa sih mbak ?

Mahasiswa 3 : untuk pemeriksaan buk, nanti dari darah ini bisa kita temukan apa yang
sebenarnya sedang di derita para warga di sini.

Warga 3 : owalah begitu to mbak ?

DESA SIAGA Page 8


Mahasiswa 3 : iya buk..

(pemeriksaan selesai)

Mahasiswa 1 : sekarang pemeriksaan sudah selesai dilakukan, untuk hasilnya apakah besok
bapak, ibu, dan adek-adek berkenan untuk berkumpul kembali di balai desa
sini jam 18.30 WIB untuk memberitahukan hasilnya. Bagaimana apakah para
warga setuju ?

Warga : iya setuju...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ke esokan harinya jam 18.30 WIB di Balaidesa Barathayudhachiiinn

Mahasiswa 2 : assalamualaikum wr.wb

Warga : walaikumsalam wr.wb

Mahasiswa 2 : terimakasih buat para warga yang sudah berkumpul disini. Nah sekarang
kami akan memberitahukan hasil dari pemeriksaan kemarin.

Warga : iya mbak...

Mahasiswa 2 : begini ternyata para warga disini sedang terkena wabah Difteri. Teman saya
akan menjelaskan apa itu Difteri.

Mahasiswa 3 : difteri itu adalah suatu penyakit bakteri akut terutama menyerang
tenggorokan. Penyakit ini dapat menyebar melalui udara, air ludah, kotoran
manusia.Yang ditandai dengan pembengkakan di leher, tenggorokan sakit
untuk menelan, panas, mual, muntah, badan lemas, sakit kepala, badan
menggigil. Apabila tidak segera mendapat pengobatan dikhawatirkan pasien
meninggal.

Mahasiswa 1 : iya ibuk, jangan khawatir penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan
vaksin dan imunisasi pada anak-anak. Bagi yang sudah menderita Difteri
harus melakukan pengobatan secara rutin di tenaga kesehatan. Seperti di
Puskesmas atau Rumah sakit.

Warga 2 : tapi masalahnya puskesmas atau Rumah sakit jaraknya jauh.

DESA SIAGA Page 9


Mahasiswa 2 : ya itu lah permasalahan yang kami ingin rembukkan dalam pertemuan ini,
kami ingin kita sama-sama mencari solusi.

Warga 1 : bagaimana kalau kita aktifkan kembali POSKEDES yang sudah ada dan
kami membawa keluarga kita yang sakit kesana.

Mahasiswa 2 : iya, hal itu bisa di wujudkan tetapi POSKESDES yang lama hanya ada satu
bidan, dan tugasnya bidan hanya membantu kelahiran secara normal. Untuk
masalah penyakit bidan tidak dibekali ilmu seperti perawat dan dokter.

Warga 3 : bagaimana kalau sekalian Puskesmas saja.

Mahasiswa 1 : wah kalau hal itu terlalu besar untuk dana nya pak, buk. Kita hanya
memerlukan tempat yang sederhana dan tidak sebesar puskesmas.
Rencananya kami ingin mengaktifkan kembali POSKESDES yang sudah ada.
Bagaimana dengan pendapat saudara-saudara ?

Warga : iya kami setuju ..

Mahasiswa 3 : nanti POSKESDES itu ada satu perawat, satu bidan, dan kita usahakan ada
satu dokter. Apabila ada keluarga sakit segera diperiksakan ke POSKEDES.

Warga 2 : saya kurang setuju . cukup kita bawa ke dukun saja . dukun di sini suda
terkenal bahkan sampai ke desa sebelah.

Warga 3 : tapi ada juga yang sakit menjadi sembuh setelah ke dukun.

Mahasiswa 2 : Iya pak, tetapi cara yang dipakai dukun tidak steril, tidak bersih dan
berbahaya. Banyak contohnya kasus yang terjadi akibat kesalahan dukun
sehingga menyebabkan nyawa melayang.

Warga 1 : tapi kalau ke dukun kita bayarnya murah dan terkadang gratis.

Mahasiswa 1 : bapak , ibu jangan kuatir dengan masalah biaya. Sekarang sudah ada
program pengobatan dari pemerintah, sehingga pengobatan harganya murah
bahkan gratis. Dan pengobatan dari petugas kesehatan terjamin keamanannya
dan udah melalui tahap penelitian dari para ahli.

Warga 2 : ooh apa memang benar gratis dan terjamin ? kita dari dulu sudah percaya
dengan dukun di desa kami, karena dia sudah melayani pengobatan di desa
ini selama bertahun-tahun.
DESA SIAGA Page 10
Mahasiswa 2 : iya benar bapak, program dari pemerintah sangat murah bahkan gratis.

Soal keamanan juga sudah terjamin , karena pelayanan dari petugas kesehatan
sesuai dengan standar kesehatan. Dan tenaga kesehatannya sudah dididik dan
dilatih di institusi kesehatan. Jadi tenaga kesehatan yang tersedia
berkompeten dan ahli dibidangnya.

Warga 2 : ooo , jadi begitu ya. Saya setuju kalau begitu. (warga saling setuju)

Pak kades : ya bagaimana warga , apakah setuju untuk didirikan POSKEDES kembali di
desa ini?

Warga : (saling berunding)

Warga : ya ya kami setuju pak dengan didirikannya kembali POSKEDES di desa ini.

Warga 1 : pak , mohon maaf bertanya.

Pak kades : iya apa , silahkan.

Warga 1 : bagaimana kalau ada warga yang sudah parah sedangkan POSKESDES
tidak mampu mengatasinya dan harus secepat mungkin dibawa ke RS?
Bagaimana solusinya?

Ibu Kader : saya ada mobil, tapi mobil pick up, dipakai untuk keperluan mengantar
warga ke rumah sakit/ PUSKESMAS terdekat?Bagaimana?

Warga (berunding ): SETUJU ....................

Mahasiswa 3 : ow iya pak buk, untuk masalah kebutuhan sehari-hari yang berhubungan
dengan kebutuhan air yang masih menggunakan air sungai dan sumber air
didekat sungai,kami sebagai petugas kesehatan ingin membuat MCK umum
dan membuat penyaringan air yang dialirkan ke dekat POSKESDES dan
beberapa titik disekitar desa.

Warga : setuju........

Keesokan harinya mahasiswa dan petugas kesehatan menemui kepala dinas


kesehatan kota Ngastinapuraciiiiiiiiiiiiiin.

DESA SIAGA Page 11


Mahasiswa 3 : selamat siang bu Atut yang terhomat selaku kepala dinas kesehatan kota
Ngastinapuraciiiiiiiiin

Kepala Dinas : iya selamat siang, ada perlu apa adek-adek mahasiswa datang kesini

Mahasiswa 3 : mohon maaf sebelumnya bu. Kami sengaja kekantor ibu untuk
membicarakan rencana pembuatan POSKESDES, MCK Umum, dan
penyaringan air sumber yang dialirkan disekitar rumah penduduk didesa
Baratayudhaciiiiiin kecamatan Timuryudhaciiiiiin.

Kepala dinas : iya tidak apa-apa silahkan dek

Mahasiswa 3 : begini ibu ini proposal permohonan izin kami.

Kepala Dinas : iya dek, saya baca-baca dulu ya

Mahasiswa 3 : terima kasih bu atas perhatiannya

Beberapa minggu kemudian warga m endapat bantuan pembangunan POSKESDES ,


MCK umum, penyaringan air sumber dan pembuatan saluran air. Warga dan mahasiswa
bekerjasama dalam pembangunan tersebut.

Setelah beberapa bulan kemudian, pembangunan POSKESDES berjalan dengan lancar


di desa Baratayudhaciiiiiin menggunakan baik POSKESDES tersebut. Dan tidak terjadi lagi
penyakit seperti difteri dan penyakit menular lainnya. Lingkungan di desa Baratayudhaciiiiiin
menjadi lebih bersih dan sehat serta warga memiliki kesadaran yang lebih tinggi mengenai
kesehatannya. Misalnya bila ada keluarganya yang sakit, warga pergi ke POSKESDES bukan
lagi ke dukun.

DESA SIAGA Page 12